Anda di halaman 1dari 2

Sap 11

Rentang Kendali

1) Adalah jumlah individu yang bertanggung jawab pada manajer tertentu (Gibson, 1996)
2) Jumlah bawahan yang dapat diarahkan secara efisien dan efektif oleh seorang manajer
(Robbins, 2002)

Jadi istilah rentang kendali menunjuk pada jumlah orang yang disupervisi oleh seorang
atasan. Prinsip ini diterapkan dalam organisasi dengan menentukan beberapa orang yang
dapat secara efektif disupervisi seorang atasan.

Rentang kendali erat hubungannya dengan tingkatan manajemen dan jumlah manajer
yang ada. Keduanya mempunyai pengaruh besar terhadap efektivitas dan efisiensi organisasi.
Bila organisasi terlalu lebar (tingkatan manajemen terlalu sedikit), maka supervise seorang
atasan akan berkurang efektivitasnya. Sebaliknya bila terdapat banyak tingkatan manajemen,
efisiensi berkurang dan komunikasi menjadi lebih sulit. Berapa jumlah rentangan yang ideal?
Hingga kini belum ada jawaban yang mutlak.

Graicunas menawarkan dengan formula sebagai berikut: R=n (2 n-1 + n-1) diaman R=
jumlah hubungan, dan n= jumlah bawahan. Menurut rumus ini seandainya ada lima bawahan
maka aka nada 100 hubungan, bila ada sepuluh bawahan maka ada 5210 hubungan.

Lyndall F. Urwick lebih jauh menyimpulkan bahwa tidak ada eksekutif yang mampu
mengendalikan secara langsung lebih dari lima, atau maksimal enam bawahan. Jenderal Ian
Hamilton berdasarkan pengalaman militernya, menyimpulkan bahwa rata-rata otak manusia
hanya memiliki dimensi yang efektif dalam hal pengawasan dari tiga sampai enam otak
manusia. (Handoko. 2003).

Faktor-faktor yang mempengaruhi rentang kendali dalam menyusun suatu organisasi


adalah sebagai berikut.

a. Kemampuan atasan untuk mensupervisi


b. Kemampuan bawahan menjalankan tugas
c. Kompleksitas tugas/kegiatan
d. Standar prestasi yang di tetapkan
e. Banyaknya pendelegasian wewenang
f. Adanya bantuan tenaga staf
g. Keeratan hubungan antar kegiatan.

Rantai Komando

Garis wewenang yang tidak putus dari yang terentang dari puncak organisasi/tingkatan
atas hingga ke eselon terbawah dan memperjelas siapa melapor kepada siapa. Rantai ini
membantu para pegawai menjawab pertanyaan seperti “Kepada siapa saya harus pergi mengadu
kalau saya punya masalah?” atau “Kepada siapa saya bertanggungjawab?”.

Ketika membicarakan rantai komando mesti juga dibahas tentang tiga konsep lain yaitu:
wewenang, tanggungjawab, dan kesatuan komando.

1) Wewenang adalah hak yang dimiliki seorang manajer untuk mengambil keputusan,
memberi instruksi dan penugasan serta melakukan penilaian terhadap bawahannya.
Wewenang karena suatu hal bisa didelegasikan/dilimpahkan kepada pihak lain.
2) Tanggung jawab adalah kewajiban yang harus dijalankan. Tidak seperti wewenang,
tanggung jawab tidak dapat didelegasikan/dilimpahkan kepada bawahan.
3) Kesatuan komando adalah prinsip manajemen yang menyatakan bahwa tiap-tiap orang
harus melapor kesatu manajer saja. Atau setiap bawahan hanya punya satu atasan.

Kesimpulan:

Rentang Kendali Adalah jumlah individu yang bertanggung jawab pada manajer tertentu
(Gibson, 1996). Jumlah bawahan yang dapat diarahkan secara efisien dan efektif oleh seorang
manajer (Robbins, 2002) Jadi istilah rentang kendali menunjuk pada jumlah orang yang
disupervisi oleh seorang atasan. Prinsip ini diterapkan dalam organisasi dengan menentukan
beberapa orang yang dapat secara efektif disupervisi seorang atasan. Rentang kendali erat
hubungannya dengan tingkatan manajemen dan jumlah manajer yang ada. Keduanya mempunyai
pengaruh besar terhadap efektivitas dan efisiensi organisasi. Faktor-faktor yang mempengaruhi
rentang kendali dalam menyusun suatu organisasi yaitu: Kemampuan atasan untuk mensupervisi,
Kemampuan bawahan menjalankan tugas, Kompleksitas tugas/kegiatan, Standar prestasi yang di
tetapkan, Banyaknya pendelegasian wewenang, Adanya bantuan tenaga staf, Keeratan hubungan
antar kegiatan.

Rantai Komando Garis wewenang yang tidak putus dari yang terentang dari puncak
organisasi/tingkatan atas hingga ke eselon terbawah dan memperjelas siapa melapor kepada
siapa. Tiga konsep rantai komando yaitu: wewenang, tanggungjawab, dan kesatuan komando.