Anda di halaman 1dari 8

SATUAN ACARA PENYULUHAN

PERILAKU HIDUP BERSIH & SEHAT

Kelas B

Kelompok 9 :
YACOB MILER MAILOA 17061191

PRISCA E. M. UMBOH 17061017

NATALIA C. L WARFANDU 17061012

ERIKA SADINDA 17061139

CHRISANTHY W. I. WERUNG 17061059

FAKULTAS KEPERAWATAN

UNIVERSITAS KATOLIK DE LA SALLE MANADO

2019
SATUAN ACARA PENYULUHAN

Pokok bahasan : Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS)


Sub pokok bahasan : Pengertian PHBS, bidang PHBS, manfaat PHBS, indikator PHBS,
jenis Perilaku Hidup Sehat terhadap diri sendiri
Sasaran : Keluarga

Hari /Tanggal : Kamis, 28-Februari-2019

Waktu : 13.00-13.30

Tempat : Keluarga Bpk. Anwar Marjuki

Penyuluh : Mahasiswa Fak.Keperawatan Unika De La Salle Manado

A. Tujuan
1. Tujuan Umum
Setelah dilakukan penyuluhan kesehatan selama 30 menit di rumah keluarga bapak anwar
diharapkan keluarga dapat mengerti dan memahami perilaku hidup bersih dan sehat.

2. Tujuan Khusus
Setelah diberikan penyuluhan tentang perilaku hidup bersih dan sehat diharapkan
keluarga mampu :

a. Menyebutkan pengertian PHBS dengan benar


b. Menyebutkan bidang PHBS dengan benar
c. Menyebutkan manfaat PHBS dengan benar
d. Menyebutkan jenis perilaku hidup sehat terhadap diri sendiri.

B. Materi
1. Pengertian PHBS
2. Bidang PHBS
3. Manfaat PHBS
4. Indikator PHBS
5. Jenis Perilaku Hidup Sehat terhadap diri sendiri

C. Kegiatan Penyuluhan

No Uraian Kegiatan Metode Media Waktu Pembawa Acara

1. Pendahuluan: Ceramah Lisan 5 menit Natalia Warfandu


a. Memberi salam
b. Memperkenalkan diri
c. Menjelaskan tujuan
d. Kontrak waktu
2.· Pelaksanaan  Ceramah Leaflet 20 menit Prisca Umboh
a. Menjelaskan pengertian  Diskusi Erika Sadinda
PHBS dengan benar  Tanya Chrisanthy Werung
b. Menjelaskan bidang PHBS jawab
dengan benar
c. Menjelaskan manfaat PHBS
dengan benar
d. Menjelaskan indikator
PHBS dengan benar
e. Menjelaskan jenis perilaku
hidup sehat terhadap diri
sendiri
3. Penutup: Ceramah Lisan 5 menit Natalia Warfandu
a. Menyimpulkan
kesimpulan materi
b. Memberi evaluasi secara
lisan
c. Memberi salam

D. Evaluasi (Terlampir)

Pelaksanaan

 Jumlah Peserta : 4
 Respon terhadap penyuluhan :
1. Jumlah peserta yang aktif : 3
2. Jenis pertanyaan : Lisan
3. Bentuk : Langsung
4. Jumlah pertanyaan yang diajukan : 3
5. Macam pertanyaan yang diajukan :
- Apa yang akan dilakukan jika masyarakat tidak mau melakukan
PHBS?
- Apa penyebabnya jika keluarga kami makan lebih dari 3x sehari?
- Kenapa kita harus melakukan phbs ?

MATERI PENYULUHAN KESEHATAN


PHBS (PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT)

A. Pengertian PHBS
Perilaku sehat adalah pengetahuan, sikap dan tindakan proaktif untuk memelihara dan
mencegah risiko terjadinya penyakit, melindungi diri dari ancaman penyakit, serta berperan
aktif dalam Gerakan Kesehatan Masyarakat
Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) adalah sekumpulan perilaku yang
dipraktikkan atas dasar kesadaran sebagai hasil pembelajaran yang menjadikan seseorang atau
keluarga dapat menolong diri sendiri di bidang kesehatan dan berperan aktif dalam
mewujudkan derajat kesehatan masyarakatnya (Dinkes Provinsi Jawa Barat, 2008).
Jadi PHBS adalah pengetahuan, sikap dan tindakan proaktif untuk memelihara dan
mencegah risiko terjadinya penyakit, melindungi diri dari ancaman penyakit yang dipraktikkan
atas dasar kesadaran sebagai hasil pembelajaran yang menjadikan seseorang atau keluarga
dapat menolong diri sendiri di bidang kesehatan dan berperan aktif dalam mewujudkan derajat
kesehatan masyarakatnya.

B. Bidang PHBS
1) Bidang kebersihan perorangan, seperti cuci tangan dengan air bersih yang mengalir
dengan sabun, mandi minimal 2x sehari, dan lain-lain.
2) Bidang gizi, seperti makan sayur dan buah tiap hari, mengkonsumsi garam beryodium,
menimbang berat badan (BB) dan tinggi badan (TB) setiap bulan, dan lain-lain.
3) Bidang kesling, seperti membuang sampah pada tempatnya, menggunakan jamban,
memberantas jentik, dan lain-lain.

C. Manfaat PHBS
1) Setiap rumah tangga meningkat kesehatannya dan tidak mudah sakit
2) Rumah tangga sehat dapat meningkatkan produktivitas kerja anggota keluarga
3) Dengan meningkatnya kesehatan anggota rumah tangga maka biaya yang tadinya
dialokasikan untuk kesehatan dapat dialihkan untuk biaya investasi seperti biaya
pendidikan dan usaha lain yang dapat meningkatkan kesejahteraan anggota rumah
tangga
4) Salah satu indikator untuk menilai keberhasilan Pemerintah Daerah
Kabupaten/ Kota di bidang kesehatan
5) Meningkatnya citra pemerintah daerah dalam bidang kesehatan
6) Dapat menjadi percontohan rumah tangga sehat bagi daerah lain.

D. Indikator PHBS
1) Persalinan yang ditolong oleh tenaga kesehatan
Persalinan yang mendapat pertolongan dari pihak tenaga kesehatan baik itu dokter,
bidan ataupun paramedis memiliki standar dalam penggunaan peralatan yang bersih,
steril dan juga aman. Langkah tersebut dapat mencegah infeksi dan bahaya lain yang
beresiko bagi keselamatan ibu dan bayi yang dilahirkan.

2) Pemberian ASI eksklusif


Kesadaran mengenai pentingnya ASI bagi bagi anak di usia 0 hingga 6 bulan menjadi
bagian penting dari indikator keberhasilan praktek perilaku hidup bersih dan sehat pada
tingkat rumah tangga.

3) Menimbang bayi dan balita secara berkala


Praktek tersebut dapat memudahkan pemantauan pertumbuhan bayi. Penimbangan
dapat dilakukan di Posyandu sejak bayi berusia 1 bulan hingga 5 tahun. Posyandu dapat
menjadi tempat memantau pertumbuhan anak dan menyediakan kelengkapan
imunisasi. Penimbangan secara teratur juga dapat memudahkan deteksi dini kasus gizi
buruk.

4) Cuci tangan dengan sabun dan air bersih


Praktek ini merupakan langkah yang berkaitan dengan kebersihan diri sekaligus
langkah pencegahan penularan berbagai jenis penyakit berkat tangan yang bersih dan
bebas dari kuman.

5) Menggunakan air bersih


Air bersih merupakan kebutuhan dasar untuk menjalani hidup sehat.

6) Menggunakan jamban sehat


Jamban merupakan infrastruktur sanitasi penting yang berkaitan dengan unit
pembuangan kotoran dan air untuk keperluan pembersihan.

7) Memberantas jentik nyamuk


Nyamuk merupakan vektor berbagai jenis penyakit dan memutus siklus hidup makhluk
tersebut menjadi bagian penting dalam pencegahan berbagai penyakit.

8) Konsumsi buah dan sayur


Buah dan sayur dapat memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral serta serat yang
dibutuhkan tubuh untuk tumbuh optimal dan sehat.

9) Melakukan aktivitas fisik setiap hari


Aktivitas fisik dapat berupa kegiatan olahraga ataupun aktivitas bekerja yang
melibatkan gerakan dan keluarnya tenaga.

10) Tidak merokok di dalam rumah


Perokok aktif dapat menjadi sumber berbagai penyakit dan masalah kesehatan bagi
perokok pasif. Berhenti merokok atau setidaknya tidak merokok di dalam rumah dapat
menghindarkan keluarga dari berbagai masalah kesehatan.

E. Jenis Perilaku Hidup Sehat terhadap diri sendiri


a. Mandi (Depkes RI, 2007)
Mandi menggunakan sabun mandi dilakukan minimal 2x sehari pada pagi dan sore hari
yang bertujuan untuk:
1. Menjaga kebersihan kulit.
2. Mencegah penyakit kulit/ gatal-gatal.
3. Menghilangkan bau badan
b. Mencuci rambut (Depkes RI, 2007)
Dilakukan 2x seminggu menggunakan sampho, bertujuan untuk membersihkan rambut
dan kulit kepala dari kotoran dan memberikan rasa segar.

c. Membersihkan hidung (Depkes RI, 2007)


Lubang hidung perlu dibersihkan pada setiap kali mandi guna membuang kotoran yang
ada dan melancarkan jalan untuk bernafas.

d. Gosok gigi
Dilakukan minimal 2 x sehari dengan memakai pasta gigi/odol yang
dilakukan setelah akan dan sebelum tidur malam.
Gosok gigi ini bertujuan untuk:
o Menjaga kebersihan gigi dan mulut.
o Mencegah kerusakan pada gigi dan gusi.
o Mencegah bau mulut yang tidak sedap.

e. Kesehatan mata
Untuk kesehatan mata perlu diperhatikan cahaya pada saat membaca dimana cahaya
harus cukup terang, jarak pembaca dengan buku sepanjang penggaris (30 cm), yang dibaca
tidak boleh bergerak/ bergoyang, membaca tidak boleh sambil tiduran. (Depkes RI, 2007)

f. Mencuci tangan
Dilakukan untuk menjaga kebersihan tangan dari kotoran dan kuman yang dapat
menyebabkan penyakit. Cuci tangan dapat dilakukan pada saat (Depkes RI, 2007):
o Sebelum dan sesudah makan
o Sebelum tidur
o Sebelum dan memegang benda-benda kotor.
o Setelah pulang dari bepergian

g. Memotong kuku
Dilakukan minimal 1x seminggu dengan tujuan untuk (Depkes RI, 2007):
o Mencegah penyakit yang dapat ditularkan melalui tangan saat makan (misalnya
cacingan,menceret, dll)
o Mencegah luka akibat garukan kuku.
Perlu diperhatikan bahwa tidak boleh mengkorek hidung dengan jari/ kuku tangan yang
kotor, tidak memasukkan jari kemulut atau menggigiti kuku.

h. Pakai alas kaki


Anak-anak terkadang dalam bermain tidak meggunakan alas kaki, penggunaan
alas kaki perlu dilakukan agar (Depkes RI, 2007):
- Kaki tidak terluka atau tertusuk benda tajam.
- Mencegah penyakit, misalnya penyakit cacingan akibat menginjak kotoran.

i. Kebersihan pakaian
Pakaian dapat dibedakan menjadi 3 bagian, yaitu pakaian sekolah, pakaian bermain
dan pakaian tidur. Pakaian harus selalu bersih dan diganti dalam setiap hari, hal ini
bertujuan agar kita terhindar dari penyakit kulit yang diakibatkan pakaian basah atau
kotor. (Depkes RI, 2007)

j. Belajar makan sehat


Makan adalah kebutuhan pokok setiap orang, makan sebaiknya 3x sehari
dengan menu yang seimbang yaitu empat sehat lima sempurna yang terdiri dari nasi,
sayur, lauk, buah dan susu. Makan pagi atau sarapan sangat penting setiap harinya guna
menjadi sumber tenaga kita pada siang harinya, perlu diingat juga untuk menghindari
jajan sembarangan karena kebersihan dari makanan yang dijual tidak terjamin dan
mungkin dapat menyebabkan penyakit seerti sakit perut, diare, muntah dan lain-lain.
(Depkes RI, 2007)
DAFTAR PUSTAKA

Fitriani S. 2015. Promosi Kesehatan.Yogyakarta: Graha Ilmu

Kementrian Kesehatan RI. Pedoman Pembinaan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat. Jakarta:
Kementrian Kesehatan; 2015

Maryunani A. 2015. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat. Jakarta: Trans Info Media

Promkes.kemkes.go.id/download/dm/filesbooklet/phbs/rumah-tangga.pdf diakses tanggal : 11


Maret 2015, pukul 10.35