Anda di halaman 1dari 15

PENGUKURAN PANJANG BADAN

DENGAN PAPAN PENGUKURAN


No. Dokumen : SOP / PKM /2015
No. Revisi : 0/0
SOP TanggalTerbit :18 Januari 2015
Halaman :1/2

UPTD PUSKESMAS PURWAHARJA II Hj.Sulawati Rahayu,SKM.MM


NIP. 19710805 198912 2 002

Panjang Badan merupakan salah satu data antropometri untuk penilaian status
1. Pengertian
gizi balita dalam jangka waktu lama
Untuk mengetahui panjang badan bayi dengan tepat
2. Tujuan

Setiap dilakukan pengukuran panjang badan dengan menggunakan papan

3. Kebijakan pengukur maka petugas wajib memeriksa kembali keadaan alat tersebut
sehingga layak dan siap untuk digunakan

4. Referensi Petunjuk Teknis Pemantauan Status Gizi (PSG) Anak Balita (Depkes RI,2006)

1. Pilih meja atau tempat yang datar dan rata.Siapkan alat ukur panjang badan
2. Buka papan hingga posisinya memanjang datar
3. Tidurkan dan telentangkan balita diatas papan pengukur dengan posisi
kepala menempel pada bagian papan yang datar dan tegak lurus
4. Pastikan puncak kepala menempel pada bagian papan yang statis
5. Langkah-langkah
5. Posisikan bagian kepala,punggung,pantat dan tumit menempel secara tepat
pada papan pengukur
6. Geser bagian papan yang bergerak sampai seluruh bagian kedua telapak kaki
menempel pada bagian papan yang dapat digeser
7. Baca dan catat panjang badan balita dari angka kecil ke angka besar

6. Unit Terkait KIA, MTBS,


PENGUKURAN TINGGI BADAN ANAK
BARU SEKOLAH (TBABS)
No. Dokumen : SOP / PKM/ 2015
No. Revisi : 0/0
SOP TanggalTerbit :18 Januari 2015
Halaman :1/2

UPTD PUSKESMAS PURWAHARJA II Hj.Sulawati Rahayu,SKM.MM


NIP. 19710805 198912 2 002

Salah satu indikator gizi untuk menilai peningkatan kualitas sumber daya
1. Pengertian manusia adalah pertumbuhan fisik penduduk yang dapat dilakukan melalui
pemantauan Tinggi Badan Anak Sekolah
Untuk mengetahui tinggi badan pada anak sekolah
2. Tujuan

Setiap tahun ajaran baru Sekolah Dasar (SD) bulan Juli-Agustus semua murid
3. Kebijakan kelas 1 (satu) harus dilakukan pengukuran tinggi badan untuk mengetahui
status gizinya

4. Referensi Pedoman Pemantauan TBABS (Dinkes Propinsi Jawa Barat,2003)

A. Posisi Anak
1. Anak tidak boleh memakai alas kaki dan penutup kepala
2. Anak berdiri membelakangi dinding dengan pita meteran berada ditengah
bagian kepala
3. Posisi anak tegak bebas,tidak tegap seperti tentara
4. Tangan dibiarkan tergantung bebas menempel ke sisi badan
5. Tumit rapat,tetapi ibu jari kaki tidak rapat
5. Langkah-langkah 6. Kepala,tulang belikat,pantat,dan tumit menempel ke dinding
B.Cara Penggunaan Alat Bantu
Untuk menentukan angka tinggi badan anak pada pita meteran,digunakan alat
berupa segitiga siku siku.
B. Cara Membaca Angka Tinggi Badan:
1. Baca angka di bawah segitiga siku-siku sampai satu angka dibelakang koma
(cm,mm)
2. Jumlah skala pendek di atas skala panjang menunjukkan millimeter (mm)

6. Unit Terkait UKS

2/2
PENYULUHAN LUAR GEDUNG
No. Dokumen : SOP / PKM/ 2015
No. Revisi : 0/0
SOP TanggalTerbit :18 Januari 2015
Halaman :1/2

UPTD PUSKESMAS PURWAHARJA II Hj.Sulawati Rahayu,SKM.MM


NIP. 19710805 198912 2 002

Penyuluhan gizi masyarakat adalah suatu upaya dlam rangka memasyarakatkan


pengetahuan gizi secara luas guna meningkatkan pengetahuan gzi,menanamkan
1. Pengertian
sikap dan perilaku yang mendukung kebiasaan hidup sehat dengan makanan
yang bermutu gizi seimbang
Untuk meningkatkan pemahamn masyarakat tentang perilaku gizi yang baik dan
2. Tujuan
meningkatkan partisipasi masyarakat dalam kegiatan peningkatan gizi
Setiap melakukan penyuluhan di luar gedung petugas harus menggunakan
3. Kebijakan media yang ada,sederhana sehingga mudah dipahami,disediakan ruang tanya
jawab dan dibuktikan dengan daftar hadir dan notulen

4. Referensi Pedoman Kerja Tenaga Gizi Puskesmas (Depkes RI,1995)

1. Menganalisa dan menentukan permasalahan gizi yang ada


2 Menentukan kelompok sasaran di semua tingkat administratif
3. Menyiapkan rencana penyuluhan gizi
4. Menentukan materi penyuluhan gizi sesuai kelompok sasaran dan masalah
Gizi yang ada
5. Menentukan metode penyuluhan sesuai kondisi tempat
5. Langkah-langkah
6. Memilih media sesuai budaya setempat
7. Waktu penyuluhan dilaksanakan secara periodic dan berkesinambungan
8. Tenaga pelaksana adalah tenaga gizi dan sektor terkait
9. Melakukan pencatatan dan pelaporan hasil penyuluhan

6. Unit Terkait Promosi Kesehatan,Kesehatah Lingkungan,Kesehatan Ibu dan Anak (KIA)

2/2
KLINIK GIZI
No. Dokumen : SOP / PKM/ 2015
No. Revisi : 0/0
SOP TanggalTerbit :18 Januari 2015
Halaman :1/2

UPTD PUSKESMAS PURWAHARJA II Hj.Sulawati Rahayu,SKM.MM


NIP. 19710805 198912 2 002

Sarana untuk memberikan terapi gizi melalui konsultasi/konseling gizi kepada


1. Pengertian
pasien yang memerlukan terapi
Meningkatkan kesehatan pasien dengan mengatur dan memberikan makanan
2. Tujuan
yang memenuhi kecukupan gizi sesuai penyakit /masalah gizinya
Setiap memberikan konsultasi gizi,petugas harus menimbang BB dan TB
3. Kebijakan pasien,dan mewajibkan pasien konsultasi kembali minimal jarak 1 minggu
untuk mengetahui perkembangan

4. Referensi Pedoman Praktis Terapi Gizi Medis (Depkes RI,2006)

1. Pengkajian Status Gizi


a.Anamnesis
b Pemeriksaan fisik
c.Pengukuran Antropometri
d.Pemeriksaan Laboratorium
5. Langkah-langkah 2. Diagnosa Penentuan Masalah Gizi
3. Menentukan Tujuan
4. Intervensi Gizi
5. Melakukan pencatatan dan pelaporan hasil penyuluhan

6. Unit Terkait Klinik BP,KIA,MTBS,Sanitasi


PENIMBANGAN DENGAN
MENGGUNAKAN DACIN
No. Dokumen : SOP / PKM / 2015
No. Revisi : 0/0
SOP TanggalTerbit :18 Januari 2015
Halaman :1/2

UPTD PUSKESMAS PURWAHARJA II Hj.Sulawati Rahayu,SKM.MM


NIP. 19710805 198912 2 002

Pemantauan pertumbuhan merupakan salah satu kegiatan utama program


1. Pengertian perbaikan gizi yang salah satu kegiatannya adalah penilaian pertumbuhan balita
secara teratur melalui penimbangan setiap bulan
Mengetahui berat badan balita yang ditimbang dengan tepat
2. Tujuan

Setiap dilakukan penimbangan menggunakan dacin maka petugas wajib


3. Kebijakan memeriksa kembali dacin untuk menjaga keamanan dan keselamatan saat
digunakan

4. Referensi Petunjuk Teknis Pemantauan Status Gizi (PSG)Anak Balita (Depkes,RI 2006)

A. Persiapan Alat
1.Gantung dacin pada tempat yang kokoh seperti penyangga kaki tiga atau
pelana rumah atau kusen pintu atau dahan pohon yang kuat
2. Atur posisi batang dacin sejajar dengan mata penimbang
3. Pastikan bandul geser berada pada angka nol dan posisi paku tegak lurus
4. Pasang sarung/celana/kotak timbang yang kosong pada dacin
5. Seimbangkan dacin dengan memberi kantung plastik berisikan pasir/batu
diujung batang dacin,sampai kedua jarum tegak lurus

5. Langkah-langkah B. Pelaksanaan Penimbangan


1. Masukkan balita kedalam sarung timbang dengan pakaian seminimal
mungkin dan geser bandul sampai jarum tegak lurus
2. Baca berat badan balita dengan melihat angka di ujung bandul geser
3. Catat hasil penimbangan dengan benar di kertas/buku bantu dalam kg dan
ons
4. Kembalikan bandul ke angka nol dan keluarkan balita dari sarung/celana/
kotak timbang

6. Unit Terkait KIA


PEMANTAUAN GARAM IODIUM
No. Dokumen : SOP / PKM/ 2015
No. Revisi : 0/0
SOP TanggalTerbit :18 Januari 2015
Halaman :1/2

UPTD PUSKESMAS PURWAHARJA II Hj.Sulawati Rahayu,SKM.MM


NIP. 19710805 198912 2 002

Proses kegiatan pemantauan garam beriodium yang dikonsumsi masyarakat


1. Pengertian
dengan menggunakan iodine test dilakukan secara berkala
Memperoleh gambaran secara berkala tentang cakupan konsumsi garam
2. Tujuan
beriodium yang memenuhi syarat di masyarakat
Setiap petugas harus memeriksa garam iodium dengan sampel garam yang
3. Kebijakan
biasa dikonsumsi/digunakan di masyarakat sehari hari

4. Referensi Pedoman Kerja Tenaga Gizi Puskesmas (Depkes RI,1995)

1. Menentukan sampel
2 Menyusun jadwal
3. Koordinasi dengan kader
4. Menyiapkan format
5. Menyiapkan iodine test
6. Memeriksa sampel garam yang dibawa masyarakat dari rumah dengan iodine
test
7. Catat hasil pemeriksaan,bila garam yg telah ditetes iodine test berwarna ungu
Maka garanm tersebut mengandung iodium

6. Unit Terkait Promosi Kesehatan dan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA)
BULAN PENIMBANGAN BALITA
No. Dokumen : SOP / PKM / 2015
No. Revisi : 0/0
SOP TanggalTerbit :18 Januari 2015
Halaman :1/2

UPTD PUSKESMAS PURWAHARJA II Hj.Sulawati Rahayu,SKM.MM


NIP. 19710805 198912 2 002

Bulan dimana dilakukan pengukuran antropometri (Penimbangan berat badan


1. Pengertian
dan pengukuran tinggi badan) terhadap seluruh balita yang ada di wilayah kerja
1. Memperoleh gambaran data status gizi seluruh balita di wilayah kerja secara
Berkualitas
2. Tujuan
2. Memperoleh data balita gizi buruk berdasarkan nama dan alamat,kelompok
Umur,jenis kelamin dan status ekonomi
Setiap akan melakukan pengukuran antropometri petugas harus
menginventarisir alat ukur (dacin dan alat ukur TB/PB) agar hasil pengukuran
3. Kebijakan
benar-benar akurat karena akan menentukan status gizi BB/U ,BB/TB dan TB/U
semua balita

4. Referensi Pedoman Kerja Tenaga Gizi Puskesmas (Depkes RI,1995)

A.Persiapan.
1 Menganalisa dan menentukan permasalahan gizi yang ada
2 Menyiapkan form pencatatan dan pelaporan Bulan Penimbangan Balita (BPB)
3. Menginventarisir sarana dan prasarana di posyandu (dacin,alat ukur TB/PB)
4. Menyiapkan standar baku
B. Pelaksanaan
5. Langkah-langkah
1. Memantau dan membina pelaksanaan penimbangan BB dan pengukuran
TB/PB balita pada hari buka posyandu
2. Menentukan status gizi balita sesuai standar
3. Membuat rekap dan mengolah data hasil penimbangan dan pengukuran

6. Unit Terkait Promosi Kesehatan,Kesehatan Ibu dan Anak (KIA)


PELACAKAN GIZI BURUK
No. Dokumen : SOP / PKM / 2015
No. Revisi : 0/0
SOP TanggalTerbit :18 Januari 2015
Halaman :1/2

UPTD PUSKESMAS PURWAHARJA II Hj.Sulawati Rahayu,SKM.MM


NIP. 19710805 198912 2 002

Rangkaian penyelidikan terhadap faktor resiko terjadinya gizi buruk dan


1. Pengertian
penemuan kasus balita gizi buruk lainnya di suatu wilayah tertentu
1. Ditemukannya kasus balita gizi buruk untuk dapat ditangani secara cepat, dan
komprehensif
2. Tujuan
2. Teridentifikasinya faktor resiko gizi buruk di suatu wilayah sebagai bahan
Informasi bagi sektor terkait dan menentukan intervensi

3. Kebijakan Bekerjasama dengan lintas sektor terkait

4. Referensi Pedoman Kerja Tenaga Gizi Puskesmas (Depkes RI,1995)

A.Persiapan.
1 Mempelajari laporan kasus gizi buruk
2 Menyiapkan alat antropometri
3. Menyiapkan instrumen pelacakan
4. Berkoordinasi dengan petugas surveilans untuk melaksanakan pelacakan
B. Pelaksanaan
5. Langkah-langkah
1. Kalsifikasi balita gizi buruk
2. Konfirmasi status gizi
3. Penyelidikan kasus melalui penjaringan seluruh balita
4.Pencatatan dan pelaporan hasil pelacakan

6. Unit Terkait Promosi Kesehatan,Kesehatan Ibu dan Anak (KIA),MTBS


PENYULUHAN KELOMPOK
No. Dokumen : SOP / PKM / 2015
No. Revisi : 0/0
SOP TanggalTerbit :18 Januari 2015
Halaman :1/2

UPTD PUSKESMAS PURWAHARJA II Hj.Sulawati Rahayu,SKM.MM


NIP. 19710805 198912 2 002

Proses penyebarluasan informasi (termasuk pesan pesan) yang disampaikan


1. Pengertian
kepada sasaran yang datang ke posyandu
Menyebarluaskan pesan-pesan gizi dengan benar sehingga sasaran paham

2. Tujuan tentang pentingnya gizi dan menerapkan perilaku gizi yang baik (sesuai norma
kadarzi) atas kesadaran dan kemauan sendiri

3. Kebijakan Dilaksanakn di dalam gedung ataupun di luar gedung

4. Referensi Pedoman Kerja Tenaga Gizi Puskesmas (Depkes RI,1995)

A.Persiapan.
1 Menentukan sasaran
2 Menentukan jadwal
3. Menyiapkan materi
4. Menentukan metode
5. Langkah-langkah 5. Memilih media
B. Pelaksanaan
Memberikan penyuluhan di posyandu sesuai dengan materi,metode dan media
yang telah dipersiapkan

6. Unit Terkait Promosi Kesehatan,Kesehatan Ibu dan Anak (KIA),MTBS


PEMBERIAN SUPLEMEN GIZI
No. Dokumen : SOP / PKM / 2015
No. Revisi : 0/0
SOP TanggalTerbit :18 Januari 2015
Halaman :1/2

UPTD PUSKESMAS PURWAHARJA II Hj.Sulawati Rahayu,SKM.MM


NIP. 19710805 198912 2 002

1. Pemberian kapsul vitamin A biru (100.000 IU) pada bayi (6-11 bulan) setiap
bulan Februari dan Agustus
2. Pemberian kapsul vitamin A merah (200.000 IU) pada balita (12-59 bulan)
setiap bulan Februari dan Agustus
1. Pengertian
3. Pemberian 2 kapsul Vitamin A merah (200.000 IU) pada ibu nifas
4. Pemberian tablet tambah darah pada ibu hamil 180 tablet selama masa
kehamilan

1. Mencegah kekurangan vitamin A


2. Tujuan
2. Mencegah anemia gizi pada ibu hamil

3. Kebijakan Pedoman Kerja Tenaga Gizi Puskesmas (Depkes RI,1995)

4. Referensi Direktorat Bina Gizi Masyarakat tahun 1999,Vitamin A Untuk Kesehatan Anda

A.Persiapan
1 Menyiapkan data jumlah sasaran
2 Mengecek ketersediaan
3 Menghitung kebutuhan
4.Mengajukan kebutuhan
5. Langkah-langkah
B. Pelaksanaan
Bekerjasama dengan pengelola obat dalam mendistribusikan suplementasi
ke bidan,pembina posyandu/kader posyandu

6. Unit Terkait Promosi Kesehatan,Kesehatan Ibu dan Anak (KIA),MTBS


PELAYANAN DI POSYANDU
No. Dokumen : SOP / PKM / 2015
No. Revisi : 0/0
SOP TanggalTerbit :18 Januari 2015
Halaman :1/2

UPTD PUSKESMAS PURWAHARJA II Hj.Sulawati Rahayu,SKM.MM


NIP. 19710805 198912 2 002

Serangkaian kegiatan yang terdiri dari penilaian pertumbuhan anak secara


teratur melalui penimbangan berat badan setiap bulan,pengisian
1. Pengertian KMS,menentukan status pertumbuhan berdasarkan hasil penimbangan berat
badan dan menindaklanjuti setiap kasus gangguan pertumbuhan

Mencegah memburuknya keadaan gizi,sebagai upaya meningkatkan keadaan


2. Tujuan
Gizi dan mempertahankan keadaan gizi yang baik

3. Kebijakan Dilaksanakan setiap bulan untuk memantau pertumbuhan anak

4. Referensi Pedoman Kerja Tenaga Gizi Puskesmas (Depkes RI,1995)

1 Bersama lintas program membuat jadwal posyandu


2 Memantau dan membina proses kegiatan 5 meja posyandu
5. Langkah-langkah 3 Adanya data hasil penimbangan (SKDNTOB,BGM)
4.Penimbangan rutih dilakukan setiap bulan

6. Unit Terkait Promosi Kesehatan,Kesehatan Ibu dan Anak (KIA),MTBS


PEMBERIAN MAKANAN PENDAMPING
ASI (MP ASI)
No. Dokumen : SOP / PKM / 2015
No. Revisi : 0/0
SOP TanggalTerbit :18 Januari 2015
Halaman :1/2

UPTD PUSKESMAS PURWAHARJA II Hj.Sulawati Rahayu,SKM.MM


NIP. 19710805 198912 2 002

Pemberian makanan bergizi disamping Air Susu Ibu (ASI) kepada anak usia
1. Pengertian 12-24 bulan dalam bentuk MP ASI padat

Untuk menanggulangi dan mencegah terjadinya gizi buruk dan gizi kurang
2. Tujuan
sekaligus mempertahankan status gizi baik pada anak usia 12-24 bulan

3. Kebijakan Diberikan untuk bayi usia dibawah 2 tahun dengan status gizi buruk/kurang

4. Referensi Pedoman Kerja Tenaga Gizi Puskesmas (Depkes RI,1995)

1 Menyiapkan data sasaran


2 Menyiapkan rencana kebutuhan
5. Langkah-langkah 3 Membuat rencana distribusi
4.Mendistribusikan MP ASI kepada bidan/kader dan sasaran

6. Unit Terkait Promosi Kesehatan,Kesehatan Ibu dan Anak (KIA),MTBS


PENILAIAN HASIL PENIMBANGAN
No. Dokumen : SOP / PKM / 2015
No. Revisi : 0/0
SOP TanggalTerbit :18 Januari 2015
Halaman :1/2

UPTD PUSKESMAS PURWAHARJA II Hj.Sulawati Rahayu,SKM.MM


NIP. 19710805 198912 2 002

Kegiatan penimbangan balita setiap bulan merupakan salah satu kegiatan


1. Pengertian pemantauan pertumbuhan balita dengan menindaklanjuti setiap kasus gangguan
pertumbuhan melalui konseling,penyuluhan dan atau rujukan
Diketahuinya penilaian hasil penimbangan berat badan balita pada KMS dan
2. Tujuan
tindak lanjutnya
Setelah dilakukan penimbangan di posyandu maka petugas harus menilai status
3. Kebijakan gizi balita dan kemudian memberikan konseling atau penyuluhan kepada ibu
balita jika status gizinya buruk,kurang atau lebih

4. Referensi Standar Pemantauan Pertumbuhan Balita (Depkes RI,2006)

A. Pengisian dan penilaian Naik atau Tidak Naik pada KMS


1 Pada balita baru pertama kali ditimbang,isilah nama,nomor pendaftaran dan
Identitas balita pada KMS
2 Cantumkan tanggal,bulan dan tahun lahir anak pada kolom nol
3 Cantumkan bulan penimbangan sesuai dengan umur setiap kali balita
ditimbang
4.Letakkan titik hasil penimbangan berat badan pada KMS dengan cara
menghubungkan garis tegak berat badan dan garis mendatar umur pada
grafik KMS
5. Hubungkan titik berat badan hasil penimbangan bulan lalu dan bulan ini
6. Tentukan Naik atau Tidak Naik,lalu catat ke dalam buku register
7. Bila bulan lalu balita tidak ditimbang atau bulan ini baru pertama kali
5. Langkah-langkah
ditimbang maka tidak dapat dinilai naik atau tidak naik
B. Konseling,Penyuluhan dan Rujukan
1. Berikan konseling atau penyuluhan pada ibu balita dengan menggunakan
buku panduan konseling pertumbuhan balita
2. Rujuk balita ke puskesmas,bila balita sakit,berat badan 2 kali berturut-turut
tidak naik,balita BGM,dan dicurigai gizi buruk
3. Bila dari hasil rujukan dinyatakan pertumbuhannya normal dan sehat,lalu
pada penimbangan berikutnya berat badan naik,maka balita tidak perlu di
rujuk lagi

6. Unit Terkait Kesehatan Ibu dan Anak (KIA)


PELAYANAN SDIDTK PADA BALITA
No. Dokumen : SOP / PKM / 2015
No. Revisi : 0/0
SOP TanggalTerbit :18 Januari 2015
Halaman :1/2

UPTD PUSKESMAS PURWAHARJA II Hj.Sulawati Rahayu,SKM.MM


NIP. 19710805 198912 2 002

Pelayanan SDIDTK kepada balita usia 18,24,30,36,48,54,60 bulan


1. Pengertian
Sebagai acuan dalam pelayanan kepada balita usia 18,24,30,36,48,54,60 bulan
2. Tujuan
dengan menggunakan pedoman DDTK
1. Pelayanan dilakukan di Puskesmas dan di luar Puskesmas (Posyandu,
3. Kebijakan PAUD,TK/RA)
2. Dilakukan tiap bulan

4. Referensi Buku Pedoman DDTK

A. Alat dan Bahan


1. Ballpoint
2. Formulir DDTK
3. Timbangan berat badan,pengukur PB,metlin
4. A.P.E
5.Instrumen TDD
6. Poster E

B. Instruksi Kerja
1.Tulis dengan ballpoint warna hitam dengan rapih dan jelas
2 Tulis identitas anaki
5. Langkah-langkah
3.Tanyakan keluhan utama dan masalah tumbuh kembang
4. Pemeriksaan:
a.Pemeriksaan antropometri (status gizi)
b.Pemeriksaan LKA
c.Pemeriksaan perkembangan anak sesuai usia
d.Pemeriksaan Tes Daya Dengar
e.Pemeriksaan Tes Daya lihat
5. Memberikan penyuluhan kepada orang tua

6. Unit Terkait Kesehatan Ibu dan Anak (KIA),BP,PUSTU,POSKESDES


PELAYANAN SDIDTK PADA BAYI
No. Dokumen : SOP / PKM / 2015
No. Revisi : 0/0
SOP TanggalTerbit :18 Januari 2015
Halaman :1/2

UPTD PUSKESMAS PURWAHARJA II Hj.Sulawati Rahayu,SKM.MM


NIP. 19710805 198912 2 002

Pelayanan SDIDTK kepada bayi usia 3,6,9,12 bulan


1. Pengertian
Sebagai acuan dalam pelayanan kepada bayi usia 3,6,9,12 bulan
2. Tujuan
1. Pelayanan dilakukan di Puskesmas dan di luar Puskesmas ( Posyandu)
3. Kebijakan
2. Dilakukan tiap bulan

4. Referensi Standar Pemantauan Pertumbuhan Balita (Depkes RI,2006)

A. Alat dan Bahan


1. Ballpoint
2. Formulir DDTK
3. Timbangan berat badan,pengukur PB,metlin
4. A.P.E
5. Instrumen TDD
6. Poster E

B. Instruksi Kerja
1.Tulis dengan ballpoint warna hitam dengan rapih dan jelas
2 Tulis identitas anaki
5. Langkah-langkah 3.Tanyakan keluhan utama dan masalah tumbuh kembang
4. Pemeriksaan:
a.Pemeriksaan antropometri (status gizi)
b.Pemeriksaan LKA
c.Pemeriksaan perkembangan anak sesuai usia
d.Pemeriksaan Tes Daya Dengar
e.Pemeriksaan Tes Daya lihat
5. Memberikan penyuluhan kepada orang tua

6. Unit Terkait Kesehatan Ibu dan Anak (KIA),BP.PUSTU,POSKESDES