Anda di halaman 1dari 3

LAPORAN ANALISA DOPS PENGUKURAN TANDA-TANDA VITAL

DI RUANGAN EDELWISE RSUD ULIN BANJARMASIN

OLEH :
AZMI ELENDA
NPM : 1714901210009

PROGRAM PROFESI NERS


FAKULTAS KEPERAWATAN DAN ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH
BANJARMASIN, 2018
ANALISIS TINDAKAN KEPERAWATAN

1. Tindakan keperawatan yang dilakukan:


Pemeriksaan tanda-tanda vital
Nama Klien : Tn. E
Diagnosa Medis : Ca. Parotis

2. Diagnosa keperawatan :
Nyeri kronis b.d keganasan

3. Prinsip-prinsip tindakan dan rasional


No. Prinsip-prinsip tindakan Rasional
1. Mengucapkan salam pada klien, perkenalkan diri, Menerapkan etika keperawatan
jelaskan prosedur, tujuannya, persetujuan klien, kontrak
waktu
2. Cuci tangan dan memakai sarung tangan Mencegah transmisi mikroorganisme
3. Memulai tindakan dengan basmalah Menerapkan nilai Islami
4. Senyum, ramah, dan perhatian selama tindakan Menerapkan nilai Islami
5. Persiapan alat Memudahkan pelaksanaan tindakan
6. Posisikan klien pada posisi yang nyaman Membuat klien nyaman dalam
melakukan pemeriksaan
7. Pengukuran suhu :
- Kaji keadaan aksila klien - Memastikan area aksila klien
sebelum diukur suhunya
- Lakukan kalibrasi thermometer - Menentukan alat siap sebelum
pemeriksaan
- Tempatkan thermometer pada aksila klien - Menempatkan pada bagian yang
benar
- Anjurkan klien menyilangkan tangan di dada - Menjepit thermometer agar tidak
bergerak
- Baca thermometer setelah waktu yang ditentukan - Hasil pemeriksaan

- Bersihkan thermometer yang telah dipakai - Merapikan alat kembali

8. Pengukuran nadi :
- Tentukan titik nadi yang akan dikaji - Memastikan area yang akan
diukur
- Tempatkan tiga jari tengah di atas titik nadi - Meraba nadi dengan kuat
- Kaji ritme nadi dan volume nadi 1 menit penuh - Mengukur dengan akurat

9. Pengukuran pernafasan :
- Observasi/palpasi pergerakan dada pasien - Melihat keadaan pasien
- Kaji kedalaman dan ritme respirasi 1 menit penuh - Mengukur dengan akurat

10. Pengukuran tekanan darah :


- Posisikan klien dalam keadaan duduk/ berbaring - Membuat pasien nyaman selama
tindakan
- Palpasi arteri brachialis - Memastikan area pemeriksaan
- Tutup kunci kompa manset - Memastikan alat sebelum
pemeriksaan
- Palpasi arteri radialis, pompa manset sampai arteri - Melakukan tindakan pengukuran
radialis tak teraba, naikan 30 mmHg dipompa dengan perlahan
- Letakkan stetoskop pada arteri brachialis - Alat untuk mendengarkan bunyi
systole dan diastole
- Buka pompa sambil turunkan 2-3 mmHg/detik - Mengetahui hasil dengan akurat
- Auskultasi systole dan diastole - Mendengarkan hasil pengukuran
- Lepaskan manset - Alat sudah selesai dipakai
11. Beritahu pasien hasil pengukuran Pasien tahu keadaaannya
12. Mengucapkan salam saat mengakiri pertemuan dengan Menerapkan nilai Islami
klien
13. Cuci tangan Mencegah transmisi mikroorganisme
4. Bahaya-bahaya yang mungkin terjadi akibat tindakan tersebut dan cara pencegahannya:
Bahaya :
1. Pengukuran suhu area aksila basah karena keringat
2. Pengukuran nadi tidak teraba kuat
3. Pasien mengetahui pengukuran pernapasan pasien
4. Pengukuran tekanan darah pompa manset yang terlalu kuat dapat menyebabkan
kesemutan pada tangan
Pencegahan :
1. Keringkan area aksila sebelum diukur suhu tubuhnya
2. Pastikan nadi dengan 3 jari
3. Alihkan perhatian pasien saat mengukur pernapasan
4. Longgarkan manset sekitar 2 jari agar tidak terlalu kencang saat di pompa

5. Tujuan tindakan tersebut dilakukan:


a. Untuk mengetahui hasil pemeriksaan fisik kesehatan pasien
b. Sumber data awal untuk tindakan selanjutnya

6. Hasil yang didapat dan maknanya:


Hasil : T: 36,3 °C, N: 84 x/mnt, R: 20x/mnt, TD: 120/80 mmHg
Maknanya : TTV Normal

7. Identifikasi tindakan keperawatan lainnya yang dapat dilakukan untuk mengatasi


masalah / diagnosa tersebut (Mandiri dan kolaborasi):
Mandiri : Anjurkan pasien untuk beristirahat saat pemberian obat kemoterapi
Kolaborasi : Pemberian obat farmakologi

Banjarmasin, Juni 2018


Ners Muda,

(Azmi Elenda, S.Kep)

Preseptor Klinik,

( )