Anda di halaman 1dari 9

PEMERINTAH KABUPATEN KLUNGKUNG

RUMAH SAKIT UMUM DAERAH


Jalan Flamboyan No. 40 Telp. (0366) 21172 Fax. (0366) 2137 SEMARAPURA

LAPORAN HASIL RENCANA TINDAK LANJUT (RTL)


PELATIHAN PENINGKATAN MUTU DAN KESELAMATAN PASIEN (PMKP)

I. PENDAHULUAN
Program yang dilakukan dalam mewujudkan RSUD Kabupaten Klungkung yang
bermutu adalah suatu program berkelanjutan yang disusun secara objektif dan sistematik
untuk memantau dan menilai indikator mutu serta kewajaran pelayanan yang diberikan
kepada pasien. Setelah kegiatan In House Training Peningkatan Mutu dan Keselamatan
Pasien (PMKP), dilanjutkan dengan kegiatan Rencana Tindak Lanjut (RTL)
Program PMKP merupakan aktivitas mendefinisikan, mendesain, memeriksa,
memantau, mensurvey dan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. Aktivitas-aktivitas
ini disusun secara komprehensif dan terintegrasi yang meliputi struktur, proses, dan output /
outcome. Dalam melaksanakan kegiatan perbaikan mutu RSUD Kabupaten Klungkung
diperlukan pelatihan staf untuk berpartisipasi dalam program sesuai dengan standar PMKP.
Seluruh jajaran rumah sakit diharapkan untuk bisa berpartisipasi mengumpulkan dan
menganalisis data serta turut serta dalam perencanaan dan penerapan perbaikan mutu yang
dibutuhkan.
Oleh karena itu, seluruh jajaran di RSUD Kabupaten Klungkung diharapkan untuk
berpartisipasi dalam merealisasikan program tersebut, dibekali pelatihan yang sesuai
dengan peran mereka dalam kegiatan yang direncanakan. Menindaklanjuti dari kegiatan
Diklat PMKP dilakukan RTL pada tanggal 18 Agustus 2016.

II. TUJUAN
Secara umum tujuan RTL dari pelatihan “Peningkatan Mutu dan Keselamatan
Pasien (PMKP)” ini adalah untuk melakukan pendataan terhadap kegiatan-kegiatan yang
berkaitan dengan program peningkatan mutu dan keselamatan pasien (PMKP).

1
III. PELAKSANAAN

Pelaksanaan RTL Diklat PMKP ini bekerja sama dengan Mahaputra Adi Kencana
Corporation .

1. Waktu dan Tempat


a. Hari/tanggal : Kamis / 18 Agustus 2016
b. Pukul : 08.30 Wita - selesai
c. Tempat : Ruang Pertemuan RSUD Kabupaten Klungkung
d. Pembicara : Tim Mahaputra Adi Kencana Corporation

2. Peserta
No Nama Peserta Jabatan
dr. I Wayan Swatama, M. Kes Ka.Bid PPEPH
dr. I Putu Artana, M.Biomed,Sp.KK Ketua Tim PMKP
dr. I Wayan Suryana, Sp.THT Ka.Unit Penjaminan Mutu
dr. I Kadek Bayu Adhy Candra Ka. Unit Manajemen Risiko
Ni Wayan Sutasning Anggota Tim PMKP
dr. I Made Suparta,Sp.A Anggota Tim PMKP
Ni Nengah Sukanariasih Anggota Tim PMPK
dr. I Gede Budi Darmawan,Sp.Rad Ka.Unit SKP
dr. Luh Ayu Widayanti Anggota Tim PMKP
Ns.Eko Kristiono,S.Kp Anggota Tim PMKP
Dewa Ayu Ika Trisnayanti Anggota Tim PMKP
Dewa Ayu Trisnayanti, S.Gz Anggota Tim PMKP
I Nyoman Mudia,SKM,MM Sekretaris Tim PMKP
Ns. I Made Sudewi, S.Kp Komite PPI
Luh Kade Sri Astiti Komite PPI
dr. Made Ayu damayanti, Sp.An Komit PPI
I Komang Prayoga Anggota Tim PMKP
Ns. I B. Purnama Wirawan,S.Kp Anggota Tim Mutu
Dra. Caecilia Ratmiatun, Apt Tim MPO
Ns. Putu Widiantari, S.Kp Anggota Tim PMKP
I Gede Ketut Warda,AMR Anggota Tim PMKP

3. Metode
Penyampaian materi RTL dilaksanakan dengan tiga cara yaitu :
1) Ceramah
2) Tanya jawab / diskusi

2
3) Presentasi

4. Hasil RTL
Adapun hasil RTL adalah sebagai berikut :

a. 15 standar Akreditasi Versi KARS 2012 yaitu :


1) Sasaran Keselamatan Pasien (SKP)
2) Hak pasien dan keluarga (HPK)
3) Pendidikan pasien dan keluarga (PPK)
4) Penilaian mutu dan keselamatan (PMKP)
5) MDGs
6) Akses pelayanan kontinuitas pelayanan (APK)
7) Asesmen pasien (AP)
8) Pelayanan pasien (PP)
9) Pelayanan anastesi bedah (PAB)
10) Manajemen penggunaan obat (MPO)
11) Manajemen komunikasi dan informasi (MKI)
12) Kualifikasi dan pendidikan staf (KPS)
13) Pencegahan dan pengendalian Infeksi (PPI)
14) Tata kelola, Kepemimpinan dan pengarahan (TKP)
15) Manajemen fasilitasi dan keselamatan (MFK)

b. Standar dan elemen penilaian terdiri dari :


1) Regulasi : Kebijakan/ SK, Pedoman, SPO, Program
2) Bukti/ Implementasi : wawancara pasien, staf dan pimpinan, observasi dan dokumentasi
pelaksanaan.
3) Dengan score : Regulasi + bukti Penuh = 10, tercapai sebagian = 5, tercapai = 0

c. Insiden keselamatan pasien (IKP) terdiri dari :


1) Kejadian tidak diharapkan (KTD)
2) Kejadian nyaris cedera (KNC)
3) Kejadian tidak cedera (KTC)
4) Kondisi potensial cedera (KPC)
5) Kejadian sentinel

d. Penyusunan Clinical Patway RSUD Kab. Klungkung Tahun 2016


1) Menentukan topic berdasarkan 10 besar kasus rawat inap yang ada di RSUD Kab. Klungkung
untuk tahun 2015. Topic tersebut berdasarkan urutan pertama 10 besar kasus yaitu DHF dan
urutan ke dua 10 besar kasus yaitu SC (section caesaria)
2) Menunjuk koordinator utama (Penasihat multidisiplin). Dalam kegiatan penyusunan ini
ditunjuk sebagai coordinator adalah : dr. I Wayan Swatama, M.Kes dan wakil koordinator
adalah : I Nyoman Mudia, SKM., MM
3) Menentukan pemain kunci. Dalam penyusunan clinikcal patway pada :
a) Kasus DHF :
 Dokter interna/ dokter klinik dalam : dr. I Nyoman Adi Putra
 Dokter Umum : dr. I Kadek Bayu Adhy Candra
 Perawat : a. Dewa Ayu Ika Trisnayanti, Amd.Kep

3
b. I Nyoman Suasana, Amd.Kep
 Farmasi : Dra. Caecillia Ratmiatun, Apt
 Penunjang Pelayanan : a. I Gede Ketut Warda
b. Ni Luh Putu Ayu Setiawati, SKM
 Gizi : Luh Kade Sri Astiti

b) Kasus SC terdiri dari :


 Dokter SPOG/ Diwakili oleh : dr I Wayan Suryana, Sp.THT
 Bidan : - Dwi Handayani, A.Md.Keb
- Ni Wayan Sutasning, Amd.Keb
- Ni Wayan Sutiari, SST
 Perawat : - Ns. Eko Kristiono, S.Kep
- Ns. Ni Putu Widiantari, S.Kep
 Farmasi : I Gusti Bagus Ngurah Harry Dharma Priatna, S.Farm
 Gizi : I Dewa Ayu Putu Trisnayanti, S.Gz
 Penunjang Pelayanan : Desak Ayu Oka Sriyoni, SKM.,MM

4) Melakukan kunjungan lapangan dengan tujuan mencari PPK dan SAK atau standar pelayanan
lainnya yang terkait dengan kasus DHF dan SC. Menilai standar yang ada terlaksana dengan
baik atau tidak.

5) Mencari Literatur.

6) Melaksanakan Costomer Focus Group untuk menidentivikasi kebutuhan pelanggan


disesuaikan dengan kemampuan rumah sakit dalam hal ini mengunakan kasus DHF dan SC
berdasarkan tariff obat formularium BPJS, tariff pelayanan BLUD RSUD Kab. KLungkung dan
Tarif INACBGs.

7) Analisis Casemix : bertujuan untuk mencari besaran biaya, guna mencegah kecurangan.

8) Menetapkan disain CP serta pengukuran proses dan Out come informasi yang harus ada
dalam Clinical Pahtway yaitu : Kolom pencatatan informasi tambahan, variasi, kolom
tandatangan, serta kolom verifikasi dari bagian rekam medis

9) Sosialisasi dan Edukasi : melakukan sosialisasi dan edukasi kepada para pengguna, dalam hal
ini berbagai profesi yang berhubungan langsung pada pasien.

e. Implementasi Clinical Pahtway :

 untuk mengetahui pasien melakukan iur biaya atau tidak, ditulis dalam kolom tindakan. Setiap
tindakan dihitung setiap harinnya sehingga, biaya yang dikeluarkan pada tiap harinnya bisa
diketahui.
 Pada proses rawat inap pemain kunci melakukan identifikasi setiap tahap proses yang
dilaksanakan.
 Kordinator utama setiap hari harus memonitor langsung kelapangan
 setelah pasien pulang form implementasi dikumpulkan oleh coordinator untuk dievaluasi lebih
lanjut ( form dilepas dari Les pasien )

f. Monitoring Evaluasi dari Implementasi Clinical Pathway : CR2 : Cara penilaian tingkat kepatuhan :
missal Jumlah X Pembanding. Dinilai mulai dari obat/ alat, LOS, Penunjang, Diet, Biaya, CR1
100%

4
g. Tindakan perbaikan berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi

h. Dokumentasi

1) Profil Indikator

Indikator SC Elektif DHF

Judul Kepuasan Pelanggan terhadap Kepuasan Pelanggan terhadap


pelayanan SC Elektif pelayanan DHF Dewasa

Dimensi Mutu Ketepatan Biaya dan Hari Rawat Ketepatan Biaya dan Hari Rawat

Tujuan Terlaksana Standarrisasi mutu dan Terlaksana Standarrisasi mutu dan


biaya dari pelayanan operasi SC biaya dari pelayanan DHF Dewasa
elektif

Definisi Operasional a. Pasien pulang sembuh sesuai a. Pasien pulang sembuh sesuai
dengan Leng of Stay atau dengan Leng of Stay atau lebih
lebih cepat cepat
b. Pembiayaan sesuai dengan
atau lebih kecil dari tariff/ b. Pembiayaan sesuai dengan atau
paket lebih kecil dari tarif/ paket

Frekwensi Pengumpulan Data 1 bulan 1 bulan

Periode Analisa 3 bulan 3 bulan

Numerator

a. Numerator Tepat Waktu Jumlah Pasien SC Elektif yang pulang Jumlah Pasien DHF Dewasa yang
sembuh/ lebih cepat dari LOS pulang sembuh atau lebih cepat
Denominator dari LOS
Jumlah Seluruh Pasien yang dilakukan
SC elektif Jumlah Seluruh Pasien DHF Dewasa
yang dirawat

b. Numerator Pembiayaan Jumlah Pasien SC Elektif yang Jumlah Pasien DHF dewasa yang
pembiayaannya sesuai dengan tarif pembiayaannya sesuai dengan tariff
paket atau lebih kecil paket atau lebih kecil
Denominator
Jumlah Seluruh Pasien yang dilakukan
SC elektif
Jumlah Seluruh Pasien DHF dewasa
yang dirawat

Sumber Data Rekam Medik & Keuangan Jumlah Seluruh Pasien yang
dilakukan SC elektif

Standar 80 % Jumlah Pasien SC Elektif yang


pembiayaannya sesuai dengan tarif

5
paket atau lebih kecil

PJ Pengumpul Data/ PIC Ka. Ruangan Jumlah Seluruh Pasien yang


dilakukan SC elektif

2) Membuat CP untuk Kasus Neonatus SC elektif SMF Anak


3) Menguji CP persalinan SC tanpa komplikasi & DHF mengunakan les pasien yang sudah pulang.
4) Koordinator memonitor dan evaluasi dari Clinical Pathway dengan Formulir Audit CP

i. FMEA merupakan alat yang digunakan untuk menganalisa akar masalah, analisa dampak dari
model kesalahan dan berfungsi menjaga mutu pelayanan.

j. FMEA mengkaji :
1) Prosedur secara rinci
2) Mengenali model-model adanya kegagalan/ kesalahan pada suatu prosedur
3) Melakukan penilaian-penilaian terhadap tiap model kesalahan/ kegagalan, dengan mencari
penyebab terjadinnya.
4) Mengenali akibat dari kegagalan/ keslahan
5) Mencari solusi dengan melakukan perubahan disain/ prosedur.

k. Langkah-langkah FMEA
1) Lakukan penilaian untuk tiap model kesalahan/ kegagalan:
 Sering tidaknya terjadi occurence (OCC) : 0 :Tidak pernah, 10 : Sangat sering
 Kegawatan Severity (SV) : 0 : Tidak gawat , 10 : sangat gawat
 Kemudian untuk terdeteksi : 0 : Mudah dideteksi , 10 : Sangat sulit dideteksi
2) Hitung Risk Prioritas Number (RPN) : OCC x SV x DT
3) Tentukan batas (cut-oft point) RPN yang termasuk prioritas
4) Tentukan kegiatan untuk mengatasi ( design action/ solution)
5) Tentukan cara memvalidasi apakah solusi tersebut berhasil
6) Gambarkan alur yang baru dengan adannya solusi tersebut.
l. RCA (Root Couse Analysis) : akar masalah untuk mengetahui permasalahan yang ada.
Langkah RCA :
 Menelusuri lebih dalam
 Rekonstruksi kejadian, sehingga mendapatkan gambaran yang riil
 Analisa sebab
 Menyusun rencana tindakan
 Melaporkan proses analisis dan temuan

m. Penyusunan PPK berdasarkan SK / Surat Keputusan Direktur. Pembentuknan desain CP yang


akan disepakati sesuai dengan SK Direktur. Dimana SK tersebut dibuat tahun 2014 sampai
dengan 2015. Sehingga ada dua SK Direktur, dimana SK PPK sebagai pedoman Promkes dan SK
CP. SK Pembuatan algoritma disepakati mengacu pada tingkat kegawat daruratan.
n. Implementasi dilakukan pada bulan Juli 2015, pemberlakuan PPK dan CP dilaksanakan sesuai SK
Direktur.
o. Audit Pasca Implementasi dilaksanakan bulan juli 2015 sampai engan Desember 2015.
p. Re-pasca implementasi.
q. PPK yang dispakati :
1) Interna terdiri dari 5 PPK yaitu : DHF, Gout Atritis, Tipoid, Diare, dan ISK
CP Yang disepakati : DHF
2) Bedah terdiri dari % PPK yaitu : Apendiksitis Akut, Hernia, Struma, FAM, dan BPH

6
CP yang disepakati : Apendiksitis Akut
3) Bedah Anak terdiri dari % PPK yaitu : DBD, Pneumonia, Kejang deman, Diare, dan Icterus
CP yang disepakati : DBD dan Pneumonia
4) Obsgyn terdiri dari % PPK yaitu : Mioma uteri, Perdarahan uterus abnormal, Abortus, Asuhan
Antenatal, dan Kehamilan dengan jaringan parut
CP yang disepakati : SC Elektif

r. Sistematika dalam pembutan SK direktur : dimulai SK Tim PMKP SK PPK SK CP SPO


s. Dari hasil presentasi PPK abortus obat-obtan tidak ada di formularium, jika tidak ada obat
generik bisa diberikan obat paten, asalkan ada diformularium. Obat-obatan yang diberikan ke
pada pasien harus sesuai dengan Formulaium.
t. PPK harus dibuat lokal sesuai kondisi rumah sakit.
u. Obat-obatan yang tidak ada dalam formularium di sarankan untuk membeli di apotik luar sesuai
keinginan pasien dengan membawa surat resep asli, dan tidak menjadi tanggung jawab apotik
rumah sakit lagi.
v. Website agar diperbaiki, diubah semua, cp yang sudah valid, alur, agar di upload.

IV. EVALUASI
1. Evaluasi Struktur
- Panitia telah melaksanakan tugas dan tanggung jawab dengan baik
- Ruangan yang digunakan di Ruang Pertemuan RSUD Kabupaten Klungkung.
- Media yang digunakan berupa LCD Projector, Layar, dan Laptop lengkap dan
berfungsi baik
- Koordinasi dengan bagian rumah tangga dalam penggunaan ruangan dan penyediaan
konsumsi berjalan dengan baik
- Materi telah tersedia sehari sebelum acara dimulai dan dibagikan kepada peserta pada
saat acara berlangsung

2. Evaluasi Proses
- Pembicara telah menyampaikan materi dengan baik
- Proses RTL dapat berlangsung dengan lancar
- Selama proses pelatihan terjadi interaksi antara pelatih dengan sasaran.
3. Evaluasi Hasil
- 80% peserta datang tepat waktu dan 100% peserta telah hadir sesuai undangan yang
diberikan
- Tidak ada peserta yang meninggalkan tempat pelatihan selama kegiatan berlangsung

V. REKOMENDASI DAN TINDAK LANJUT


1. Rekomendasi
7
- Seluruh peserta yang telah mengikuti RTL PMKP harus melaksanakan tugas dan
tanggung jawabnya dalam program PMKP RSUD Kabupaten Klungkung
- Seluruh Kepala Instalasi dan Penanggung Jawab Pengumpul Data Indikator Unit
harus melakukan analisis terhadap pencapaian indikator RS pada tahun 2015 sebagai
bahan pertimbangan untuk menentukan Indikator RS tahun 2016
2. UPM memiliki tanggung jawab dalam koordinasi pelaporan, analisis dan benchmarking
data indikator RS terhadap seluruh unit di RSUD Kabupaten Klungkung
3. Tindak Lanjut
- Melaksanakan Sosialisasi pedoman dan program PMKP untuk seluruh staf RSUD
Kabupaten Klungkung
- Melaksanakan Rapat Semesteran dan Tahunan tahun 2016
- Melakukan review indikator RS tahun 2015 sebagai bahan menentukan prioritas
indikator RS tahun 2016
-
VI. PENUTUP
Kegiatan RTL Diklat Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien (PMKP)
dilaksanakan sesuai dengan program PMKP RSUD Kabupaten Klungkung tahun 2015 dan
mengacu standar Akreditasi versi 2012. Secara garis besar kegiatan RTL telah berjalan
lancar sesuai dengan perencanaan.

LAMPIRAN

8
TIM PMKP RSUD KABUPATEN KLUNGKUNG
2016