Anda di halaman 1dari 13

CRITICAL BOOK REVIEW

TEKNOLOGI PENGELASAN
Dosen Pengampu : Drs.HidirEfendi, M.Pd.

Disusun Oleh :
M.SATRIO AGUNG (5183121024)

KELAS : PTM A

PENDIDIKAN TEKNIK MESIN


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2019

1
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas berkat dan
rahmatnya, penulis dapat menyelesaikan tugas akhir laporan teknologi pengelasan
ini.Pembuatan laporan ini bertujuan sebagai pemenuhan atas tuntutan tugas individu mata
kuliah teknologi pengelasan.

Penulis juga menyadari sepenuhnya bahwa dalam pembuatan laporan ini terdapat banyak
kekurangan dan sangat jauh dari sempurna.Oleh sebab itu penulis berharap adanya kritik
serta saran dan tentunya usulan setiap pembaca demi perbaikan tugas yang akan penulis buat
di kemudian hari,mengingat tidak ada sesuatu yang sempurna tanpa kritik dan saran dari
pembaca yang membangun

Dengan ini penulis mempersembahkan makalah laporan akhir teknologi pengelasan ini
dengan rasa terima kasih dan semoga makalah ini dapat memberi manfaat.Akhir kata saya
ucapkan banyak terima kasih.

Medan, mei 2019

Penulis

2
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR .................................................................................... ii

DAFTAR ISI .................................................................................................. iii

BAB I PENDAHULUAN ............................................................................... 2

LATAR BELAKANG ............................................................................................. 2


TUJUAN.................................................................................................................. 2
MANFAAT ............................................................................................................. 2
BAB II PEMBAHASAN BUKU .................................................................... 3

1.PENGERTIAN DAN BAGIAN MESIN LAS BUSUR/ LISTRIK ..................... 3


1.1 PENGERTIAN MESIN LAS BUSUR/LISTRIK ...................................... 3
1.2 BAGIAN MESIN LAS BUSUR/LISTRIK................................................3
2.PENGERTIAN DAN BAGIAN MESIN LAS KARBIT.....................................5
2.1 PENGERTIAN MESIN LAS KARBIT ..................................................... 5
2.2 BAGIAN MESIN LAS KARBIT ............................................................... 6

BAB III PENGERJAAN ................................................................................ 9

1.LAS GARIS .................................................................................................. 9

2. LAS T ........................................................................................................... 9

3. SAMBUNGAN V ...................................................................................... 10

4, MEMBUAT VAS BUNGA DENGAN LAS KARBIT ............................. 11

BAB IV ANALISIS BUKU………………………………………………

BAB V PENUTUP ........................................................................................ 12

3
BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Dalam pembuatan laporan ini,bertujuan untuk penulis menjelaskan dalam bentuk


makalah tentang mata kuliah teknologi pengelasan yang sudah di pelajari 1 semester ini,
yang didalam nya terdapat penjelasan tentang materi pengelasan, juga laporan job atau
pekerjaan yang sudah di buat/dilakukan. Yang akan dikumpul kepada bapak dosen ebagai
tugas akhir mata kuliah.

B. TUJUAN

1. Untuk mengetahui teori dan penjelasan mengenai mata kuliah pengelasan


2. Untuk mengetahui pekerjaan atau job yang sudah di laksanakan
3. Untuk menambah wawasan.

C. MANFAAT

1. Agar dapat mengetahui tentang pengelasan dari dasar


2. Agar mengetahui perkembangan kemampuan yang sudah dilakukan
3. Untuk memenuhi tugas mata kuliah teknologi pengelasan

4
BAB II

PEMBAHASAN BUKU

IDENTITAS BUKU DAN RINGKASAN BUKU


A. Identitas Buku
Judul Buku : Teknik Las

No. ISBN : 978-602-9328-14-1


Penulis : ACHMAD BASUKI
Penerbit : ALFABETA,cv
Tahun Terbit : 2013
Tebal Buku : 300 halaman

1.PENGERTIAN DAN BAGIAN MESIN LAS BUSUR/LISTRIK

1.1 PENGERTIAN LAS BUSUR/LISTRIK

Las busur listrik umumnya disebut las listrik adalah salah satu cara menyambung
logam dengan jalan menggunakan nyala busur listrik yang diarahkan ke permukaan logam
yang akan disambung. Pada bagian yang terkena busur listrik tersebut akan mencair,
demikian juga elektroda yang menghasilkan busur listrik akan mencair pada ujungnya dan
merambat terus sampai habis. Logam cair dari elektroda dan dari sebagian benda yang akan
disambung tercampur dan mengisi celah dari kedua logam yang akan disambung, kemudian
membeku dan tersambunglah kedua logam tersebut.
Mesin las busur listrik dapat mengalirkan arus listrik cukup besar tetapi dengan
tegangan yang aman (kurang dari 45 volt). Busur listrik yang terjadi akan menimbulkan
energi panas yang cukup tinggi sehingga akan mudah mencairkan logam yang terkena.
Besarnya arus listrik dapat diatur sesuai dengan keperluan dengan memperhatikan ukuran
dan type elektrodanya.
Pada las busur, sambungan terjadi oleh panas yang ditimbulkan oleh busur listrik
yang terjadi antara benda kerja dan elektroda. Elektroda atau logam pengisi dipanaskan
sampai mencair dan diendapkan pada sambungan sehingga terjadi sambungan las. Mula-
mula terjadi kontak antara elektroda dan benda kerja sehingga terjadi aliran arus, kemudian
dengan memisahkan penghantar timbullah busur. Energi listrik diubah menjadi energi panas
dalam busur dan suhu dapat mencapai 5500 °C.
Ada tiga jenis elektroda logam, yaitu elektroda polos, elektroda fluks dan elektroda
berlapis tebal. Elektroda polos terbatas penggunaannya, antara lain untuk besi tempa dan
baja lunak. Biasanya digunakan polaritas langsung. Mutu pengelasan dapat ditingkatkan
dengan memberikan lapisan fluks yang tipis pada kawat las. Fluks membantu melarutkan
dan mencegah terbentuknya oksida-oksida yang tidak diinginkan. Tetapi kawat las berlapis
merupakan jenis yang paling banyak digunakan dalam berbagai pengelasan komersil.

5
1.2 BAGIAN MESIN LAS BUSUR/LISTRIK

Peralatan Las Listrik

A. Mesin Las

Mesin las atau sering disebut pesawat mesin las dapat digunakan pada bermacam-
macam pengelasan busur listrik manual, bila ditinjau dari jenis arus terdapat 2 jenis yaitu :

1. Mesin Las Arus Bolak-Balik (AC)

Arus bolak-balik terdiri dari beberapa macam pesawat mesin las, yaitu transformator
las, pembangkit listrik motor diesel. Pesawat mesin las yang sering digunakan adala
transformator las yang mempunyai kapasitas 200 sampai 500 Ampere. Sehingga banyak
digunakan karena harganya relatif murah, biaya operasinya yang rendah dan Voltase yang
keluar antara 36 sampai 70 Volt.

2. Mesin Las Searah (DC)

Pesawat las arus searah terdiri dari pesawat transformator pembangkit listrik motor
disel, rectifier, pesawat yang digerakkan oleh motor listrik.

B. Alat Bantu Las

1. Kabel Las

Kabel las atau Lead superfleksibel adalah alat untuk menghantar arus dari mesin
pengelasan ke benda kerja dan sebaliknya. Kabel las terdiri dari Lead dengan lapisan karet,
kain, dan penguat lapisan fabric holder elektroda atau Lead elektroda. Lead dari benda kerja
ke mesin dikenal sebagai Lead benda kerja. Tegangan pada Lead bervariasi antara 14 dan 80
Volt. Lead memilikibeberapa ukuran, yang semakin kecil nomornya, semakin

besar diameter Lead. Sebuah Lead harus fleksibel agar bisa mereduksi regangan pada
tangan welder dan untuk memudahkan instalasi kabel sehingga dapat digunakan 800 sampai
2500 kawat pada masing masing kabel. Lead elektroda maupun Lead benda kerja harus
menggunakan kabel listrik yang berdiameter sama karena panjang Lead mempengaruhi
ukuran kapasitas mesin las.

2. Palu Las

Palu las digunakan untuk melepaskan dan mngeluarkan terak las pada jalur las
dengan cara memukulkan atau menggoreskan pada daerah las.

3. Pemegang Kawat Las (Holder Electrode)

6
pemegang kawat las atau holder elektroda adalah peralatan las busur yang dipegang
oleh welder ketika mengelas. Holder ini digunakan untuk menahan elektroda logam atau
karbon. Handle pemegang terbuat dari bahan pelapis yang mempunyai tahanan panas tinggi
dan tahanan listrik yang rendahdan dibuat untuk menyeimbangkan pegangan tangan. Ada
sejumlah metode yang digunakan untuk menjepit elektroda dalam holder yang salah satunya
adalah konstruksi pincer dan pegas untuk menghasilkan tekanan sehinnga diperoleh
sambungan yang baik. Membersihkan daerah kontak dengan menggunakan sikat kawat agar
daerah kontak antara elektroda dengan holder elektroda bersih. Rahang holder elektroda juga
harus dibersihkan dengan menggunakan ampelas atau alat lain yang sesuai. Holder elektroda
bagusnya dilengkapi dengan shield (plat kecil tahan panas) untuk mencegah panas radiasi
dari las ke tangan welder.

4. Sikat Kawat

Sikat kawat yang digunakan untuk membersihkan benda kerja yang akan dilas dan
terak las yang sudah dilepas dari jalur las oleh pukulan palu las.

5. Klem Massa

Klem massa sebagai alat untuk menghubungkan kabel masa ke benda kerja yang
terbuat dari bahan yang menghantar dengan baik (tembaga). Sebuah klem masa dilengkapi
dengan pegas yang kuat, yang dapat menjepit benda kerja dengan baik.

6. Penjepit

Penjepit dapat digunakan untuk memegang atau memindahkan benda kerja yang
masih panas seetelah pengelasan.

C. Kawat Las (Elektroda)

Kawat Las perlu disiapkan sesuai metode las, bahan sambungan. Kawat las memiliki
berbagai macam bahan dan ukuran. Jika terjadi kesalahan pemilihan kawat las, dapat
menyebabkan cacat las.

7
2.PENGERTIAN DAN BAGIAN MESIN LAS KARBIT

2.1 PENGERTIAN MESIN LAS KARBIT

Las Gas/Karbit adalah proses penyambungan logam dengan logam (pengelasan)


yang menggunakan gas asetilen (C2H2) sebagai bahan bakar, prosesnya adalah membakar
bahan bakar yang telah dibakar gas dengan oksigen (O2) sehingga menimbulkan nyala api
dengan suhu sekitar 3.500 °C yang dapat mencairkan logam induk dan logam pengisi.
Sebagai bahan bakar dapat digunakan gas-gas asetilen, propana atau hidrogen. Ketiga bahan
bakar ini yang paling banyak digunakan adalah gas asetilen, sehingga las gas pada umumnya
diartikan sebagai las oksi-asetelin. Karena tidak menggunakan tenaga listrik, las oksi-
asetelin banyak dipakai di lapangan walaupun pemakaiannya tidak sebanyak las busur
elektrode terbungkus.

Gas Asetilen diproduksi melalui reaksi antara Kalsium Karbit (CaC2) dengan air (H20).

CaC2 + 2H2O → Ca(OH)2 + C2H2

Memproduksi gas Asetilen untuk keperluan pribadi dengan mencampurkan Kalsium


Karbit dengan air tidak disarankan. Gas Asetilen dapat bocor dari tabung produksi dan
menyebabkan ledakan jika tersulut api. Cara yang lebih disarankan adalah membeli gas
Asetilen dalam tabung logam.

2.2 BAGIAN MESIN LAS KARBIT

Tabung gas oksigen, berisi gas oksigen yang berfungsi dalam proses pembakaran.

Tabung gas asetilen, berisi gas asetilen yang berfungsi sebagai bahan bakar dalam proses
pembakaran.

Regulator, berfungsi untuk mengatur aliran dari masing-masing gas.

Selang penyalur, berfungsi untuk menghubungkan atau mengalirkan gas dari tabung gas
oksigen dan asetilen menuju brander.

Brander, berfungsi untuk mengatur campuran gas oksigen dan asetilen serta
pembakarannya.

8
BAB lll

PENGERJAAN

1. LAS GARIS

CARA PENGERJAAN:

- SIAPKAN PLAT
- BERSIHKAN SISI TAJAM BENDA KERJA
- LETAKKAN KAWAT LAS KE CEPIT LAS
- HIDUPKAN MESIN
- ATUR KUAT ARUS (VOLT)
- TEMPELKAN KAWAT LAS , SETELA NYALA ANGKAT KAWAT SEDIKT
- MERENGKAN KAWAT LAS
- DAN MULAI MENGELAS LURUS

9
2. LAS T

CARA PENGERJAAN

- SIAPKAN 2 BUAH PLAT


- BERSIHKAN SISI TAJAM BENDA KERJA
- MERAKIT SAMBUNGAN BENTU T (SUDUT 90DERAJAT)
- MEMBUAT LAS TITIK KE DUA UJUNG BENDA
- MELAKUKAN PENGELASAN SAMBUNG T TIGA JALUR

3.SAMBUNGAN V

CARA PENGERJAAN

- SIAPKAN 2 BUAH BENDA KERJA


- BERSIHKAN SISITAJAM BENDA KERJA
- MEMBUAT ROOT FACE SELEBAR 2MM DENGAN GERINDA DAN KIKIR
- MENGATUR PELETAKKAN BENDA KERJA
- MEMBUAT LAS CATAT SEPANJANG 10-15MM PADA KEDUA UJUNG
- MELAKUKAN PENGELASAN JALUR PERTAMA

10
- MELAKUKAN PENGELASAN JALUR KEDUA
- MELAKUKAN PENGELASAN JALUR KE 3 ATAU TERAKHIR
- MEMERIKSA HASIL PENGELASAN

4.MEMBUAT VAS BUNGA DENGAN LAS KARBIT

CARA PENGERJAAN:

- SIAPKAN 3BUAH BENDA KERJA, 1 PLAT DAN 2 PIPA BERBEDA DIAMETER


(BESAR DAN KECIL)
- PADA PLAT BERSIHKAN SISI TAJAM DAN BENTUK PLAT SESUKA HATI(ASAL
BISA TEGAK)
- PADA PIPA UKURAN BESAR,GERINDA 3 BAGIAN ATAS MASING2 UKURAN
2MM
- PADA PIPA DIAMETER KECIL, BERSIHKAN SISI TAJAN
- BENKOKKAN PLAT DENGAN ALAT PEMBENGKOK
- LETAK PIPA DIAMETER BESAR DI ATAS PLAT YANG SUDAH TEGAK,
KEMUDIAN PIPA DIAMETER KECIL DI DALAMNYA
- SIAPKAN MESIN LAS KARBIT

11
- MULAI LAS TITIK BAGIAN LUAR PIPA DIAMETER KECIL HINGGA MENEMPEL
- MULAI LAS BAGIAN LUAR PIPA DIAMETER BESAR HINGGA MENEMPEL

BAB III
ANALISIS BUKU
A. Kelebihahan Buku :
Kelebihan buku ini adalah :
1. Buku ini disusun menggunakan bahasa yang sederhana dan mudah untuk dimengerti
2. Lebih banyak membahas tentang materi.
3. Penyusunan kata, kalimat, maupun paragraf saling berkaitan satu sama lain.
B. Kelemahan Buku :
Kelemahan buku ini adalah :
1. Menggunakan kata yang berulang-ulang.
2. Sampul pada buku ini tidak menarik
3. Terdapat beberpa kalimat yang sedikit sulit untuk dipahami
4. penulisan buku terlalu sedikit gambar
5. buku tersebut juga kurang berwarna dalam setiap gambar gambarnya jadi setiap
pembaca akan mudah bosen dalam membaca buku ini.

BAB IV

PENUTUP

Dari pembelajaran di atas, cara pengelasan tidak lah begitu susah, akan tetapi harus
perlu latihan dan juga keberanian serta terus mengasa kemampuan sampai mendapat
kemampuan terbaik. Untuk itu laporan ini dibuat sebagai pedoman dalam penulis melakukan
pembelajaran dan praktek las agar terus latihan sampai medapat hasil maksimal, tetapi di
dalam laporan ini masih banyak kurangan penjelasan tentang cara pengelasan, dan untuk itu
jangan berhenti belajar las dari banyak sumber dan guru/dosen praktek.

12
13

Anda mungkin juga menyukai