Anda di halaman 1dari 7

SPESIFIKASI TEKNIS PEM.

PAVING BLOK HALAMAN GEDUNG KANTOR SAYAP KIRI


AMBARKETAWANG

SPESIFIKASI TEKNIS

1. URAIAN UMUM
1.1. Keterangan Umum
a. Pekerjaan yang dilaksanakan adalah Pembangunan Paving Blok
halaman gedung kantor sayap kiri.
b. Pekerjaan ini terletak Kompleks kantor DPRD Prov. Sulawesi Barat, jl.
Abd. Malik Pattana Endeng Kel. Rangas Kec. Simboro Kab. Mamuju.
1.2. Pekerjaan dilaksanakan sesuai dengan ketentuan-ketentuan dalam uraian
dan syarat-syarat tertulis ini, gambar-gambar kerja serta revisi, ataupun
tambahan-tambahan yang telah mendapat pengesahan dari pemberi
tugas, risalah penjelasan pekerjaan dan keputusan tertulis pemberi tugas.
1.3. Sebelum pekerjaan dimulai, kontraktor diwajibkan mencocokan dahulu
ukuran satu sama lain, bila ketidaksesuaian harus segera memberi tahu
pengawas lapangan.
1.4. Pada akhir kerja, Penyedia Jasa Pemborongan diharuskan membersihkan
sisa bahan dari segala kotoran akibat kegiatan pembangunan,
termasuk sisa-sisa material bangunan serta gundukan tanah, bekas tanah
dan lain sebagainya.

2. PEKERJAAN TERSEBUT HARUS DILAKSANAKAN

2.1. Menurut Dokumen Pengadaan Barang Jasa, antara lain:


a. Dokumen Lelang
b. Rencana Kerja dan Syarat-syarat
c. Gambar Kerja (Bestek)
d. Berita Acara Penjelasan Pekerjaan (Aanvoelling)
e. Perubahan-perubahan dalam pelaksanaan (bila ada) yang telah
disyahkan oleh Pemberi Tugas dan instansi yang berwenang / unsur terkait.

2.2. Menurut Syarat Dan Ketentuan sebagai Berikut :


a. Keputusan Menteri Pekerjaan Umum Nomor : 441/KPTS/1998
tanggal 10 Nopember 1998 tentang Persyaratan Teknis dan Bangunan.
SPESIFIKASI TEKNIS PEM. PAVING BLOK HALAMAN GEDUNG KANTOR SAYAP KIRI
AMBARKETAWANG

b. Menurut peraturan setempat yang berhubungan dengan penyelenggaraan


pembangunan dari instansi yang berwenang.
c. Pekerjaan tersebut harus diserahkan kepada Pejabat Pembuat
Komitmen dalam keadaan selesai 100 % (seratus Persen), sesuai dengan
Dokumen Pengadaan Barang/Jasa, Surat Perjanjian Pemborongan (Kontrak)

3. UKURAN POKOK DAN BATAS DAERAH KERJA


3.1. Ukuran pokok dicantumkan dalam gambar bestek, ukuran yang belum
tercantum dalam gambar bestek dapat ditanyakan pada Penyedia Jasa
Konsultan Perencana dan atau Penyedia Jasa Konsultan Pengawas.
3.2. Penyedia Jasa Pemborongan harus memeriksa kecocokan semua ukuran di
dalam gambar, apabila terjadi ketidakcocokan wajib segera
memberitahukan kepada Penyedia Jasa Konsultan Pengawas atau
Penyedia Jasa Konsultan Perencana untuk minta pertimbangan. Apabila
terjadi kesalahan pelaksanaan di luar ijin atau pertimbangan Penyedia Jasa
Konsultan Pengawas atau Penyedia Jasa Konsultan Perencana, maka
menjadi tanggungjawab Penyedia Jasa Pemborongan.
3.3. Apabila dalam gambar Bestek terlukis, sedang pada Rencana Kerja dan
Syarat-syarat (RKS) tidak tertulis, maka gambar yang mengikat.
3.4. Apabila dalam Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS) tertulis
sedangkan didalam gambar tidak tertulis, maka Rencana Kerja dan Syarat-
syarat (RKS) yang mengikat.
3.5. Jika terdapat perbedaan gambar bestek dan gambar detailnya maka
kontraktor wajib minta dipertimbangkan kepada Direksi teknis, konsultan
pengawas atau perencana.
3.6. Kontraktor tidak dibenarkan memulai pekerjaan di suatu tempat bila
ada kelainan atau perbedaan seperti tersebut diatas di tempat itu,
sebelum kelainan tersebut diselesaikan.
SPESIFIKASI TEKNIS PEM. PAVING BLOK HALAMAN GEDUNG KANTOR SAYAP KIRI
AMBARKETAWANG

4. PEKERJAAN PERSIAPAN
4.1. Pembersihan Lokasi

Kontraktor harus membersihkan sekitar lokasi pekerjaan dan segala sesuatu


yang mungkin akan mengganggu pelaksanaan pekerjaan dan membuang
bongkaran yang tidak terpakai sesuai petunjuk Konsultan Pengawas.

4.2. Uitzet / Bouplank

Sebelum memulai pekerjaan, Penyedia Jasa Pemborongan harus


mengadakan pengukuran-pengukuran lapangan untuk dapat menentukan
patok utama bagi pelaksanaan pekerjaan. Biaya pengukuran sepenuhnya
menjadi tanggung jawab Penyedia Jasa Pemborongan.

4.3. Dokumentasi.

Dokumentasi dilakukan terhadap kondisi lokasi sebelum dibangunan (0%),


selama masa pelaksanaan pekerjaan (50%) dan selesai pembangunan
(100%). Pendokumentasian ini merupakan perekaman bangunan tersebut
secara piktoral (gambar dan foto) dan verbal (uraian tertulis). Tujuannya
untuk mengetahui kondisi lokasi sebelum dibangun, masa pelaksanaan dan
hasil akhir pembangunan.

4.4. Membuat / Mendirikan Papan Nama Proyek


a. Pemborong diwajibkan memasang papan nama proyek di tempat lokasi
pekerjaan dan dipancangkan di tempat yang mudah terlihat oleh umum
pada saat dimulainya pelaksanaan pekerjaan.
b. Permukaan papan nama dicetak atau dicat warna putih

5. PEKERJAAN TANAH

5.1. Lingkup Pekerjaan

Pekerjaan yang tercakup dalam sub bab ini meliputi kelengkapan


peralatan konstruksi, tenaga kerja, alat-alat, bahan material, perlengkapan
dan penyelenggaraan yang berkaitan dengan pekerjaan galian pada
permukaan sesuai dengan gambar rencana.
SPESIFIKASI TEKNIS PEM. PAVING BLOK HALAMAN GEDUNG KANTOR SAYAP KIRI
AMBARKETAWANG

5.2. Galian Tanah Pondasi

a. Semua kedalaman tanah galian harus sesuai gambar rencana.


b. Galian tanah untuk pondasi, pemasangan paving, kansteen,
saluran drainase, sumur resapan, septictank dan bak kontrol harus
cukup lebar untuk bekerja dan sisinya dijaga dari longsoran.
c. Semua pekerjaan galian harus dilaksanakan dengan baikserta tidak
mengganggu lingkungan sekitar.
d. Semua galian saluran harus selalu dalam keadaan kering, tidak boleh
tergenang air.
e. Galian tanah setelah mencapai kedalaman yang ditentukan,
kemudian dipadatkan dan disiram dengan air.
f. Tanah hasil galian yang harus disingkirkan dengan lokasi penempatan
sesuai petunjuk dari konsultan pengawas /direksi teknis.
g. Sisa tanah hasil galian yang tidak digunakan harus sudah
diangkut/dibuang dari lokasi pekerjaan selambat- lambatnya 1 x 12 jam
sejak dilakukan penggalian.

5.3. Urugan tanah kembali

Urugan tanah dilaksanakan pada lubang bekas galian dengan dipadatkan


secara manual maupun mekanis dengan alat stamper. Semua urugan harus
mencapai kerataan atas dengan disisakan ketinggian yang cukup untuk
mengembalikan kondisi permukaan semula.

5.4. Urugan peninggian peil

Pekerjaan urugan dan pemadatan untuk peninggian peil bangunan harus


disesuaikan dengan peil-peil (level) dan lokasi yang telah ditentukan
didalam gambar dan mendapat persetujuan pengawas.

5.5. Urugan Pasir

Pekerjaan urugan pasir meliputi urugan pasir dibawah pondasi , urugan pasir
dibawah saluran, serta urugan pasir dibawah paving .
SPESIFIKASI TEKNIS PEM. PAVING BLOK HALAMAN GEDUNG KANTOR SAYAP KIRI
AMBARKETAWANG

Semua urugan pasir dilaksanakan setelah pekerjaan sebelumnya telah


mendapatkan persetujuan dari direksi/pengawas lapangan dan
dilaksanakan dengan ketebalan/ketinggian sesuai dengan gambar
rencana.

6. PEKERJAAN PASANGAN DAN PLESTERAN

6.1. Lingkup Pekerjaan

Pekerjaan yang tercakup dalam sub bab ini meliputi kelengkapan peralatan
konstruksi, tenaga kerja, alat-alat, bahan material, perlengkapan dan
penyelenggaraan yang berkaitan dengan pekerjaan pasangan dan
plesteran.

6.2. Pasangan Pondasi Batu kali 1pc : 4 ps

a. Bahan batu adalah sejenis batu yang keras, liat dan mempunyai
muka lebih dari 3 muka.
b. Pasangan pondasi Batu kali dengan perekat 1pc : 4 ps dilaksanakan
sesuai gambar rencana.
c. Celah - celah yang besar diantara batu - batu diisi dengan batu
belah yang sesuai, batu-batu tidak boleh saling menyinggung dan selalu
ada perekat diantaranya dan batu tidak boleh gundul (mempunyai
minimal 3 sisi).
d. Batu yang digunakan adalah batu belah, tidak boleh berupa batu
gundul, dan tidak boleh dipukul / dipecah dengan bodem didekat alur
pondasi.
e. Sebelum dipasang batu - batu harus dibersihkan dari kotoran / tanah.
h. Pemasangan batu tidak boleh dijatuhkan langsung dari atas, dan
harus diatur dengan baik agar tidak berongga. retak-retak, tidak
mengandung batu, dan tidak berlubang-lubang.

6.3. Plesteran 1pc : 4 ps tebal 15 mm finishing acian


SPESIFIKASI TEKNIS PEM. PAVING BLOK HALAMAN GEDUNG KANTOR SAYAP KIRI
AMBARKETAWANG

a. Pekerjaan yang tercakup dalam sub bab ini meliputi kelengkapan


peralatan konstruksi, tenaga kerja, alat-alat,bahan material,
perlengkapan dan penyelenggaraan yang berkaitan dengan pekerjaan
plesteran dan acian
b. Bahan plesteran harus bersih, tidak boleh tercampur dengan
kotoran-kotoran atau bahan lain yang dapat mengurangi kerekatan.
c. Semua bidang yang akan diplester harus dibersihkan dari kotoran yang
melekat dan disiram dengan air. Sebelumnya dibuat kepala plesteran
(klabangan) dengan tebal yang sama dengan ketebalan plesteran yang
direncanakan. Plesteran yang baru saja selesai tidak boleh langsung
difinishing/ diselesaikan. Penyelesaian plesteran menggunakan pasta
semen yang sejenis.
f. Selama proses plesteran harus disiram dengan air agar tidak terjadi
retak-retak rambut akibat penyusutan yang diakibatkan oleh
pengeringan yang terlalu cepat dan tidak merata. Pengadukan harus
diatas alas atau papan atau bahan kedap air yang lain.
i. Pengacian dilakukan dengan PC setipis mungkin, rata dan rapi,
pengacian dilakukan dengan raskam kayu sehingga seluruh permukaan
rata dan halus.
j. Acian yarg sudah jadi harus dirawat atau dijaga
prosespengeringannya agar tidak mendadak pengeringannya, dengan
cara rnenyiram air sedikit demi sedikit.
k. Kepada Penyedia Jasa Pemborongan, jika terdapat macam plesteran
yang belum tercantum dalam RKS dan gambar yang dianggap
meragukan untuk dimintakan petunjuk dan penjelasannya kepada
Penyedia Jasa Konsultan Pengawas atau Penyedia jasa Konsultan
Perencana atau tim teknis.

6.4. Pasangan Conblock ( Paving block)


a. Pasir yang digunakan sebagai urug di bawah pasangan conblock
adalah pasir urug, dipakai tebal 5 - 6 cm.
b. Conblock yang digunakan adalah Paving Blok t. 8 cm berbentuk Persegi
c. Bidang conblock yang terpasang harus benar-benar rata dengan
memperhatikan muka tanah sesuai gambar.
SPESIFIKASI TEKNIS PEM. PAVING BLOK HALAMAN GEDUNG KANTOR SAYAP KIRI
AMBARKETAWANG

d. Pola pemasangan Paving Blok sebisa Mungkin sesuai dengan gambar


detail, atau petunjuk direksi teknis / konsultan pengawas.
e. Lebar siar-siar harus sama, membentuk garis lurus, sesuai dengan
gambar dan siar-siar harus diisi dengan pasir.

7. PENUTUP

Segala sesuatu yang belum tercantum dalam Rencana Kerja dan Syarat – Syarat
(RKS) ini akan dibahas kemudian dalam pemberian penjelasan pekerjaan
(aanwijzing).