Anda di halaman 1dari 17

PERENCANAAN REHAB BERAT BALAI LATIHAN

KESEHATAN PROVINSI SUMSEL

Kerangka Acuan Kerja merupakan bagian yang sangat penting dalam suatu kegiatan,
karena isi dari KAK tersebut akan dijadikan acuan pelaksanaan bagi Penyedia Jasa dan
Pengguna Jasa. Agar tercapai hasil sebagaimana yang diharapkan, Pengguna Jasa sudah
seharusnya mengeluarkan kerangka acuan yang lengkap dan mudah dipahami, sehingga
Penyedia Jasa dapat memahaminya dengan benar dan tepat, serta dapat menghindari
adanya kesalahan yang tidak perlu dalam proses pelaksanaan pekerjaan nantinya.
Secara hukum, kerangka acuan kerja ini akan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari
kontrak kerjasama antara Pengguna Jasa dengan Penyedia Jasa. Hal ini menunjukkan
betapa pentingnya kedudukan dan fungsi dari kerangka acuan kerja ini. Agar berfungsi
sebagaimana yang diharapkan, maka kerangka acuan kerja harus disusun secara sistematis,
jelas dan lengkap, sehingga tidak akan menimbulkan berbagai interpretasi yang berbeda-
beda yang dapat berakibat pada pencapaian hasil pekerjaan yang tidak tepat. Dengan
maksud agar dapat dijadikan sebagai bahan masukan maupun pertimbangan selanjutnya
bagi pihak Panitia/Pengguna Jasa dalam penyempurnaan KAK untuk pekerjaan sejenis di
masa datang, berikut ini kami mencoba memberikan tanggapan terhadap beberapa hal
yang terdapat dalam KAK untuk pekerjaan Jasa Konsultansi “PERENCANAAN REHAB BERAT
BALAI LATIHAN KESEHATAN PROVINSI SUMSEL‘’ ini.

D.1. UMUM

Pihak Konsultan telah menelaah secara seksama serta mempelajari Kerangka Acuan Kerja
(KAK) yang tercantum dalam dokumen lelang pengadaan jasa konsultasi. Dalam dokumen
lelang tersebut telah diuraikan berbagai hal yang berkaitan dengan aspek administrasi,
aspek biaya dan aspek teknis serta contoh format yang harus dibuat oleh konsultan, dimana
dalam penjelasannya memberikan gambaran yang cukup jelas dan singkat mengenai maksud
dan tujuan kegiatan, ruang lingkup kegiatan, serta lokasi kegiatan yang menjadi bagian atau
tugas konsultan selaku penyedia jasa dalam kegiatan dimaksud.

D.1
PERENCANAAN REHAB BERAT BALAI LATIHAN
KESEHATAN PROVINSI SUMSEL

Pemahaman yang lebih mendalam telah dipahami dan diperoleh konsultan setelah
menghadiri rapat penjelasan pekerjaan (aanwijzing). Sebagai dari hasil penjelasan tersebut
selanjutnya dituangkan dalam Berita Acara Rapat Aanwijzing yang merupakan bagian dari
dokumen tak terpisahkan dari dokumen pelelangan.

Berdasarkan hal tersebut, terdapat beberapa hal dalam KAK yang perlu untuk ditanggapi,
meliputi: (1) latar belakang dan rumusan persoalan; (2) maksud, tujuan, dan sasaran; (3)
ruang lingkup wilayah dan kegiatan; (4) tenaga ahli yang terlibat; dan (5) jangka waktu
pelaksanaan kegiatan. Tanggapan terhadap kelima hal tersebut diperlukan dalam kaitannya
untuk :

‐ Memperjelas poin-poin yang disampaikan dalam KAK untuk kemudian menjadi dasar
dalam menjelaskan apreasiasi dan inovasi yang akan diusulkan,
‐ Menentukan pendekatan dan metodologi yang digunakan,
‐ Merumuskan rencana kerja, serta
‐ Merumuskan penjadwalan.

D.2. TANGGAPAN TERHADAP LATAR BELAKANG


Uraian dan penjelasan mengenai alasan dan nilai penting pekerjaan, latar belakang
pekerjaan seperti yang termuat didalam Kerangka Acuan Kerja dipandang sudah
cukup memberikan pengantar dalam mengapresiasi pekerjaan. Sebagaimana
dijelaskan dalam KAK, beberapa point penting yang melatarbelakangi kegiatan ini
dilaksanakan yaitu :
Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) Palembang merupakan unit pelaksana teknis
pelatihan Departemen Kesehatan Republik Indonesia (Depkes RI) yang berada di
bawah Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Kesehatan (Badan
PPSDMKes) Depkes RI. Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) Palembang memiliki
beberapa bagian didalam organisasinya diantaranya adalah bagian penyelenggara
pendidikan dan pelatihan (P3). Bagian penyelenggara pendidikan dan pelatihan
tugasnya adalah melaksanakan penyelenggaraan suatu pendidikan dan pelatihan
(diklat) di bidang kesehatan bagi pegawai kesehatan dan masyarakat.

D.2
PERENCANAAN REHAB BERAT BALAI LATIHAN
KESEHATAN PROVINSI SUMSEL

Dalam rangka memberikan dukungan fasilitas yang berfungsi sebagai tempat balai
pelatihan dan sarana pembinaan keluarga serta menunjang pelaksanaan tugas
kepada tenaga kesehatan khususnya tenaga kebidanan, agar dapat memberikan
pelatihan kesehatan di Bapelkes Provinsi Sumatera Selatan secara optimal, maka perlu
dukungan penyediaan fasilitas kawasan Gedung Bapelkes Provinsi Sumatera Selatan.
Dengan memfasilitasi tempat yang layak huni tersebut nantinya sebagai
parameter kepada tenaga medis tentang sarana dan prasarana kesehatan yang
layak dan baik.

Untuk itu Sarana dan prasarana kesehatan merupakan bangunan Gedung Negara
harus diwujudkan dengan sebaik-baiknya, sehingga mampu memenuhi secara optimal
fungsi bangunannya, handal dan dapat sebagai teladan bagi lingkungannya, serta
berkontribusi positif bagi perkembangan arsitektur di Indonesia. Setiap bangunan
Gedung Negara harus direncanakan, dirancang dengan sebaik-baiknya, sehingga
dapat memenuhi kriteria teknis bangunan yang layak dari segi mutu, biaya, dan
kriteria adiministrasi bagi bangunan Gedung Negara.

Konsultan beranggapan bahwa latar belakang yang diungkapkan sudah cukup untuk
memberikan pengantar dalam mengapresiasi pekerjaan.

D.3. TANGGAPAN TERHADAP MAKSUD, TUJUAN DAN SASARAN

Sebagaimana halnya dikemukakan dalam Kerangka Acuan Kerja (KAK), maksud, tujuan
dan sasaran dari kegiatan ini adalah :
Maksud
Maksud pekerjaan ini adalah sebagai petunjuk bagi Penyedia Jasa Perencana dalam
Perencanaan Teknis PERENCANAAN REHAB BERAT BALAI LATIHAN KESEHATAN
PROVINSI SUMSEL; yang memuat masukan, asas, kriteria dan proses yang harus
dipenuhi atau diperhatikan dan diintepretasikan dalam melaksanakan tugas.

Dengan demikian diharapkan Penyedia Jasa Perencana dapat melakukan tugasnya


dengan baik untuk menghasilkan karya perencanaan teknis bangunan yang memadai
dan layak diterima menurut kaidah, norma serta tata laku profesional.

D.3
PERENCANAAN REHAB BERAT BALAI LATIHAN
KESEHATAN PROVINSI SUMSEL

Tujuan
Tujuan dari kegiatan ini adalah Tujuan dari kegiatan ini adalah ketersediaan
perencanaan teknis yang akan menghasilkan suatu bangunan Perencanaan Rehab Berat
Balai Latihan Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan yang memenuhi syarat-syarat
teknis yang ditetapkan dan dapat dipertanggung-jawabkan dari segi arsitektur,
struktur (konstruksi) dan fungsional serta lengkap dengan jaringan mekanikal elektrikal
serta sistem utilitasnya sehingga mampu meningkatkan sarana prasarana yang
memadai bagi Dokter dan Paramedis.

Sasaran
Sasaran yang dicapai dari pekerjaan ini adalah:
a. Tersedianya Perencanaan Teknis PERENCANAAN REHAB BERAT BALAI LATIHAN
KESEHATAN PROVINSI SUMSEL, beserta bangunan pendukungnya sebagai sarana
dan prasarana bangunan, yang akan segera ditindaklanjuti dengan pekerjaan
konstruksinya.
Pekerjaan yang harus dikerjakan meliputi perencanaan teknis dan penyiapan
dokumen untuk pengadaan Penyedia Jasa Pelaksana Konstruksi melalui prosedur
pelelangan secara lengkap dan terinci sesuai dengan ketentuan-ketentuan
yang berlaku.
b. Tercapainya penyelesaian penanganan masalah sehingga fungsi sebagai
bangunan Rumah Dokter dan Paramedis yang diinginkan sesuai umur rencana
dapat tercapai.
c. Ketersediaan dokumen perencanaaan teknis untuk menghasilkan bangunan
Rumah Dokter dan Paramedis yang representatif.

Maksud dan tujuan yang dikemukakan dalam KAK sangat jelas dan dapat dipahami
serta telah sejalan dengan apa yang melatar belakangi dilaksanakannya kegiatan ini.
Karena sasaran yang dikemukakan dalam KAK pada dasarnya merupakan salah satu
tahapan pekerjaan yang harus dilakukan, yaitu membantu pejabat pelaksana teknis
kegiatan (PPTK) agar dapat sesuai dengan persyarat yg diterapkan dalam spesifikasi
dan dokumen kontrak kegiatan ini.

D.4
PERENCANAAN REHAB BERAT BALAI LATIHAN
KESEHATAN PROVINSI SUMSEL

D.4. TANGGAPAN TERHADAP RUANG LINGKUP PEKERJAAN


Untuk merencanakan Pekerjaan Perencanaan PERENCANAAN REHAB BERAT BALAI
LATIHAN KESEHATAN PROVINSI SUMSEL, Penyedia Jasa Perencana harus dapat
mengikuti proses dan lingkup tugas yang harus dilaksanakan yang terdiri dari :
a. Persiapan perencanaan seperti mengumpulkan data dan informasi lapangan
yang ada termasuk melakukan pengukuran terhadap site, penyelidikan
tanah dan material, studi literatur serta membuat interpretasi secara garis besar
terhadap KAK.
b. Penyusunan Konsepsi Design, termasuk program bangunan dan lingkungan
serta didetailkan ke dalam program penataan ruang pada setiap bangunan
gedung yang direncanakan.
c. Tahap Pra-Design yang lebih mendetailkan hal-hal yang sudahdikonsepsikan.
d. Tahap Penyusunan Design dan Ekpose Final Design.
e. Tahap Pengadaan Jasa Konstruksi/Pemborongan, Penyedia Jasa Perencana
berkewajiban membantu POKJA ULP Jasa Konstruksi/Pemborongan dalam
kegiatan penjelasan pekerjaan (aanwijzing).

Konsultan mengapresiasi Kerangka Acuan Kerja yang telah disusun oleh tim pengguna
anggaran dalam hal penyajian mengenai lingkup pekerjaan, metode pelaksanaan
serta output maupun sistem pelaporan dari kegiatan ini yang dikemukakan dapat
mudah dipahami.

Kerangka Acuan Kerja (KAK) telah menjelaskan secara rinci dan mendatail mengenai
lingkup dan tahapan kegiatan yang harus dilaksanakan dalam kegiatan ini. Hal ini sangat
memudahkan konsultan dalam mengambil langkah-langkah serta kebijakan yang akan
dilaksanakan dalam kegiatan PERENCANAAN REHAB BERAT BALAI LATIHAN
KESEHATAN PROVINSI SUMSEL, sedangkan untuk tahapan yang lebih terinci merupakan
tugas konsultan dan akan di sajikan pada bab selanjutnya dari Usulan Teknis ini.

D.5
PERENCANAAN REHAB BERAT BALAI LATIHAN
KESEHATAN PROVINSI SUMSEL

D.5. TANGGAPAN TERHADAP WAKTU PELAKSANAAN PEKERJAAN

Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan ini adalah selama 1,5 bulan kalender sejak
dikeluarkannya Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK). Dengan waktu pelaksanaan
pekerjaan tersebut, akan memberi tantangan kepada Konsultan dalam melakukan
kegiatannya agar dapat berjalan secara maksimal.

Berdasarkan Dokumen KAK, waktu pelaksanaan yang ditetapkan adalah 1,5 (Satu
setengah) bulan kalender. Dari waktu yang ditetapkan, tentunya sebagai perusahaan
yang biasa dalam pekerjaan di bidang Konsultan dan engineering, kita telah mencoba
menyusun jadwal tugas, jadwal pelaksanaan yang merupakan rencana kerja sehingga
dari rapat intern Konsultan waktu yang dialokasikan sudah cukup ideal dengan bobot
pekerjaan.

D.6. TANGGAPAN TERHADAP PELAPORAN

Pekerjaan ini melalui beberapa tahapan kegiatan yang masing-masing tahapannya


menghasilkan produk laporan yang harus diserahkan. Adapun produk laporan yang
harus diserahkan sesuai dengan yang telah ditentukan dalam KAK dan harus dipenuhi
oleh konsultan, yakni :

a. Laporan Pendahuluan

Laporan Pendahuluan harus diserahkan setiap bulannya yaitu paling lambat 1 (satu)
bulan setelah akhir bulan. Laporan ini berisi langkah-langkah awal apa yang akan
dilaksanakan pada kegiatan ini, laporan ini disampaikan sebanyak 5 (lima) buku
meliputi:

1) Persipan pelaksanaanpekerjaan;
2) Metode pelaksanaan kegiatan;
3) Struktur organisasi personil yang akandilibatkan;
4) Mobilisasi tenaga ahli danpendukung;
5) Jadwal kerja;

D.6
PERENCANAAN REHAB BERAT BALAI LATIHAN
KESEHATAN PROVINSI SUMSEL

6) Persiapanperalatan;
7) Pemahaman standar/ kriteria teknis yangberlaku;
8) Penyampaian hasil survey lapangan/ orientasi lapangan kondisi eksisting
kawasan;
9) Konsep dasar desainpembangunan.

b. Data Ukur Lapangan

Data ukur lapangan memuat data-data hasil survei secara menyeluruh, ukuran lahan,
data pengukuran total stations dan data serta analisa lingkungan berupa data
fisik:
1) Data pengukuran site existing,topografi.
2) Data identifikasi lingkungan, jalan, drainase, utilitas.
Laporan ini disampaikan sebanyak 5 (lima) buku

c. Data Perhitungan Struktur

Merupakan dokumen yang berisi data-data :


1) Analisis perhitungan struktur
2) Gambar-gambar dan design strukturbangunan
3) Hasil penyelidikantanah
Laporan ini disampaikan sebanyak 5 (lima) buku

d. Laporan Akhir

Laporan Akhir harus diserahkan paling lambat 15 (lima belas) hari kalender setelah
pekerjaan dinyatakan selesai. Laporan ini berisi Berisi laporan lengkap hasil
perancangan, back-up hitungan – hitungan struktur, Back-up hitungan volume,
hasil survei harga bahan/material, ringkasan konstruksi yang telah dilaksanakan,
rekomendasi untuk pemeliharaan yang akan datang, segala permasalahan teknis yang
muncul selama pelaksanaan, persoalan yang mungkin akan timbul (bila ada), dan
berbagai macam perbaikan yang diperlukan di masa datang Laporan ini
disampaikan sebanyak 5 (lima) buku.

D.7
PERENCANAAN REHAB BERAT BALAI LATIHAN
KESEHATAN PROVINSI SUMSEL

e. Gambar Perencanaan

Desain perencanaan, gambar kerja/ teknis dan rencana biaya pembangunan,meliputi:


1) Gambar master plan (arsitektural) meliputi : Site Plan, gambar situasi, Tampak
(potongan makro);
2) Gambar rencana dan detail arsitektur;
3) Gambar rencana dan detai lstruktur;
4) Gambar rencana dan detail utilitas;
5) Gambar rencana Elektrikal;
Laporan ini disampaikan sebanyak 5 (lima) eksemplar

f. Rencana Anggaran Biaya (RAB)

Laporan ini disampaikan sebanyak 5 (lima) buku

g. Standar Dokumen Pengadaan (SDP)

Laporan ini disampaikan sebanyak 5 (lima) buku

h. Daftar Kuantitas Harga (BQ)

Laporan ini disampaikan sebanyak 5 (lima) buku

i. Spesifikasi Teknis dan RKS

Laporan ini disampaikan sebanyak 5 (lima) buku

j. Dokumentasi

Gambar yang didokumentasikan meliputi:


1) Kondisi eksisting lokasi perencanaan;
2) lokasi-lokasi tertentu yang dapat digunakan sebagai dasar pertimbangan
dalam pengambilan keputusan;
3) Lokasi yang akan dibangun.
Laporan ini disampaikan sebanyak 5 (lima) buku

k. Copy DVD + Box

Laporan ini disampaikan sebanyak 10 (sepuluh) buah

D.8
PERENCANAAN REHAB BERAT BALAI LATIHAN
KESEHATAN PROVINSI SUMSEL

l. Hardisk Eksternal

Laporan ini disampaikan sebanyak 3 (tiga) buah

D.7. TANGGAPAN TERHADAP TENAGA AHLI

Berdasarkan kerangka acuan kerja (KAK) dan daftar kuantitas pekerjaan sudah sesuai
dengan yang terdapat dalam daftar kuantitas (RAB). Dalam pelaksanaan pekerjaan
dibutuhkan 7 (tujuh) orang tenaga ahli , 4 (empat) orang assisten tenaga ahli, 8
(delapan) orang tenaga pendukung, dengan perincian tenaga personil yang diperlukan
sebagai berikut:

No. Tenaga Ahli Jumlah


A Tenaga Ahli
1 Team Leader 1 orang
2 Ahli Struktur 2 orang
3 Ahli Arsitektur 2 orang
4 Ahli Mekanikal 2 orang
5 Ahli Elektrikal 2 orang
6 Ahli Estimasi Biaya 2 orang
7 Ahli Landscape 1 orang

B Assisten Tenaga Ahli


1 Ahli Struktur 1 orang
2 Ahli Arsitektur 1 orang
3 Ahli Mekanikal 1 orang
4 Ahli Elektrikal 1 orang

C Tenaga Pendukung
1 Surveyor 4 Orang
2 Drafter Autocad 4 Orang
3 Administrasi 2 Orang

D.9
PERENCANAAN REHAB BERAT BALAI LATIHAN
KESEHATAN PROVINSI SUMSEL

Mengacu pada pemahaman terhadap KAK dari berbagai disiplin ilmu, dengan dukungan
profesional staff dari berbagai disiplin ilmu yang sangat relevan dan dipimpin oleh seorang
Ketua Tim dengan pengalaman yang cukup baik dan bantuan supporting staff, konsultan
cukup merasa optimis tujuan pekerjaan ini tercapai dengan baik.

D.10
PERENCANAAN REHAB BERAT BALAI LATIHAN
KESEHATAN PROVINSI SUMSEL

E. PENDEKATAN, METODOLOGI DAN PROGRAM KERJA

E.1. UMUM

Dalam melaksanakan pendekatan aspek teknis dalam lingkup kegiatan bidang


Perencanaan Pembangunan Gedung, Konsultan melaksakan PERENCANAAN REHAB
BERAT BALAI LATIHAN KESEHATAN PROVINSI SUMSEL, pada umumnya
mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut:
‐ Keadaan medan
‐ Keadaan musim
‐ Lokasi dan jenis material (galian / timbunan)
‐ Peralatan yang tersedia dibutuhkan, (Kapasitas)
‐ Tenaga yang tersedia / dibutuhkan
‐ Pengaruh lingkungan.

Dengan melaksanakan Perencanaan pelaksanaan Bangunan Gedung sesuai waktu


yang telah ditetapkan, kemudian ditetapkan rencana penyelesaian tiap kegiatan,
selanjutnya dapat dihitung ke butuhan macam dan banyaknya tenaga (personil
Kontraktor) dengan peralatan beserta kapasitasnya yang akhirnya dapat
diperkirakan kebutuhan biaya operasional.
Prosedur untuk mempersingkat waktu sebagai berikut :

‐ Tentukan Lintasan kritis yang sangat berpengaruh terhadap waktu akhir proyek
(Dimonitor dan dievaluasi secara ketat, karena terlambat 1 hari akan berdampak
pada keseluruhan proyek).
‐ Tentukan biaya Normal masing-masing kegiatan (Dimonitor dan dievaluasi secara
ketat, karena akan berdampak pada biaya proyek).
‐ Menghitung penambahan (Slope) biaya masing-masing kegiatan (Kebijakan yang
tidak populer, umumnya dihindari).

E.1
PERENCANAAN REHAB BERAT BALAI LATIHAN
KESEHATAN PROVINSI SUMSEL

‐ Mempercepat kegiatan pada lintasan Kritis dengan penambahan biaya paling


murah (Kebijakan yang tidak populer, umumnya dihindari).

E.2. PENDEKATAN TEKNIS PELAKSANAAN PERENCANAAN

Pekerjaan Perencanaan akan dilaksanakan dengan kerja sama dengan tim teknis dan
pelaksana teknis di lapangan segera setelah kontrak pelaksanaan ditandatangani.
Perencanaan akan dilakukan terhadap hal-hal sebagai berikut:
1) Mutu Pekerjaan
2) Biaya Konstruksi
3) Waktu Pelaksanaan.
4) Keselamatan dan kelestarian Lingkungan.

E.3. METODOLOGI

Beradasarkan Kerangka Acuan Kerja (KAK) dan pendekatan pelaksanaan yang


diuraikan sebelumnya maka perlu kiranya ditetapkan Metodologi yang akan
dilaksanakan untuk lebih memfokuskan pelaksanaan pekerjaan.

Metode yang akan digunakan adalah sebagai berikut :

1. Pemahaman Mengenai teknologi pembangunan gedung


2. Metode Penyusunan Laporan mengenai pembangunan gedung

Dari penjelasan diatas maka dapat disimpulkan sasaran pokok pekerjaan jasa
Konsultan ini adalah memberikan bantuan teknis dalam hal ini membantu RSUD
Provinsi Sumatera Selatan dalam Perencanaan PERENCANAAN REHAB BERAT BALAI
LATIHAN KESEHATAN PROVINSI SUMSEL. Dasar-dasar dari pelayanan Konsultan ini
dapat dijelaskan secara garis besar seperti di bawah ini :
1) Membuat gambar kerja, meliputi dimensi, cara pekerjaan maupun bahan yang
akan digunakan.
2) Membuat Analisa Pekerjaan, Volume pekerjaan dan Harga satuan
3) Membuat jadwal Pekerjaan.

E.2
PERENCANAAN REHAB BERAT BALAI LATIHAN
KESEHATAN PROVINSI SUMSEL

4) Menyelengarakan pertemuan secara periodik untuk berkoordinasi untuk


mendapatkan petunjuk dan arahan pola pelaksananaan Perencanaan
Pembangunan Gedung.
5) Membuat laporan Perencanaan

E.3.1. METODOLOGI TEKNIK

Keberhasilan suatu pekerjaan konstruksi terutama sekali tergantung pada tingkat


kesempurnaan perencanaan pelaksanaan pekerjaan, yaitu yang secara teknis dan
waktu pelaksanaan dapat dipertanggung jawabkan.

Dalam kaitannya dengan tugas Tim Perencanaan dalam pekerjaan konstruksi yang
dilakukan Kontraktor, beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain:

Hasil pelaksanaan fisik yang sesuai dengan Dokumen Kontrak


1) Koordinasi dan hubungan kerja pihak-pihak yang terkait.
2) Prosedur Tatalaksana Operasi (SOP).
3) Pengendalian pekerjaan.
4) Pengawasan lapangan.

E.3.2 URAIAN METHODOLOGI BAGAN ALIR PERENCANAAN TEKNIK

PERSIAPAN

a. MOBILISASI
Konsultan CV. AGPELINDO PRIMA KONSULTAN akan mengerahkan personilnya
segera setelah menerima Surat Perintah Mulai Kerja (Notice to proceed) dan
mengadakan Briefing internal, dan segera melaksanakan kegiatan pekerjaan
administrative.

b. RAPAT PRA PELAKSANAAN PEKERJAAN (PCM= Pre Construction Meeting).


Rapat Pra Pelaksanaan (Pre Construction Meeting) adalah rapat; pertemuan awal
yang diadakan atas prakarsa; undangan dari Pemberi Tugas yang dihadiri oleh
Konsultan Perencana dan Tim Teknis.

E.3
PERENCANAAN REHAB BERAT BALAI LATIHAN
KESEHATAN PROVINSI SUMSEL

c. BERITA ACARA : RAPAT PRA PELAKSANAAN.


Bertitik tolak pada tanggapan Pemberi Tugas pada Rapat Pra Pelaksanaan dan hasil
kajian Dokumen Spesifikasi Teknis serta rapat tambahan dengan instansi terkait (bila
ada), Jadwal rencana kerja terinci akan disusun oleh Konsultan akan disampaikan ke
Pemberi tugas.

d. SURVEI LAPANGAN.
Tim Joint Survei bersama Pemberi Tugas dan Konsultan Perencana dalam
melakukan survei lapangan secara garis besar meliputi :
‐ Analisa Volume Pekerjaan
Untuk menganalisa volume pekerjaan agar tercapai effisiensi biaya serta
kualitas yang maksimal maka berpegang pada: Bentuk Rencana Pekerjaan,
Volume Kontrak dan Kondisi Lokasi Pekerjaan. Serta sebagai pengendali
penentuan volume pekerjaan lapangan berpedoman pada: Pekerjaan Utama
/ sangat kritis dan Pekerjaan utama kritis.
‐ Analisa material
‐ Analisa mutu

e. RAPAT KOORDINASI.
Setelah mengadakan kaji ulang hasil survei dan perhitungan volume berdasarkan
kreteria Bangunan maka dibuatkan jadwal pelaksanaan, hal mana dipakai acuan
membuat Schedule Konstruksi dan gambar perencanaan.

f. LAPORAN SURVEI LAPANGAN


Laporan ini berisikan hasil survei dan investigasi, kondisi existing serta pekerjaan
perencanaan untuk mengatisipasi masalah teknis lapangan. Laporan berisikan : Umum,
Permasalahan Analisa Lapangan Kesimpulan dan Rekomendasi.
Setelah mengadakan pengkajian, Konsultan akan membuat perbaikan dan
penyempurnaan dari waktu yang disesuaikan dengan kondisi lapangan yang telah
ditinjau atau dikaji / perubahan dari Pemberi Kerja selaku wakil yang ditunjuk
mewakili Pemerintah. Modifikasi desain harus berdasarkan data survei lapangan,
bertitik tolak dari hasil Joint Survei bersama antara Pemberi Tugas dan Konsultan
Perencana.

E.4
PERENCANAAN REHAB BERAT BALAI LATIHAN
KESEHATAN PROVINSI SUMSEL

g. RAPAT KOORDINASI PERIODIK


Rapat koordinasi perencanaan dilakukan secara periodic (Mingguan dan Bulanan)
berdasarkan ketentuan yang ditetapkan saat PCM, membahas permasalahan
lapangan, kemajuan proyek, dll.

E.4 PROGRAM RENCANA KERJA

1. Program Kerja

Rencana kerja untuk pelaksanaan pekerjaan PERENCANAAN REHAB BERAT BALAI


LATIHAN KESEHATAN PROVINSI SUMSEL adalah sebagai berikut :
a. Tahap Persiapan
b. Tahap Perencanaan
c. Tahap Pelaporan

a. Tahap Persiapan
Meliputi:
‐ Mobilisasi Personil
Mobilisasi tenaga ahli dilakukan sesuai dengan daftar nama tenaga ahli
yang telah ditetapkan. Kegiatan ini pun dimanfaatkan untuk
mensikronisasikan program kerja serta jadwal pelaksanaan pekerjaan
disertai dengan tugas serta tanggungjawab yang diberikan.
‐ Membuat daftar survei lapangan
‐ Pengukuran lapangan
‐ Pelaporan

b. Tahap Perencanaan
Pelaksanaan Perencanaan berlangsung selama waktu yang telah ditentukan di
dalam Kerangka Acuan Kerja (KAK).

c. Tahap Pelaporan
Pada Pelaksanaan Kegiatan PERENCANAAN REHAB BERAT BALAI LATIHAN
KESEHATAN PROVINSI SUMSEL ini laporan yang telah ditentukan di dalam
Kerangka Acuan Kerja (KAK) antara lain :

E.5
PERENCANAAN REHAB BERAT BALAI LATIHAN
KESEHATAN PROVINSI SUMSEL

1) Laporan Pendahuluan
2) Data Ukur Lapangan
3) Data Perhitungan Struktur
4) Laporan Akhir
5) Gambar Perencanaan
6) Rencana Anggaran Biaya (RAB)
7) Standar Dokumen Pengadaan (SDP)
8) Daftar Kuantitas Harga (BQ)
9) Spesifikasi Teknis dan RKS
10) Dokumentasi
11) Copy DVD + Box
12) Flasdisk

E.5 ORGANISASI TIM KONSULTAN

Tenaga Ahli yang dibutuhkan untuk Jasa Konsultansi PERENCANAAN REHAB BERAT
BALAI LATIHAN KESEHATAN PROVINSI SUMSEL yang harus disiapkan oleh Konsultan
sesuai Kerangka Acuan Kerja (KAK) adalah sebagai berikut :
1) Team Leader
2) Ahli Struktur
3) Ahli Arsitektur
4) Ahli Mekanikal
5) Ahli Elektrikal
6) Ahli Estimasi Biaya
7) Ahli Landscape
8) Assisten Ahli Struktur
9) Assisten Ahli Arsitektur
10) Assisten Ahli Mekanikal
11) Assisten Ahli Elektrikal
12) Surveyor
13) Drafter Autocad
14) Administrasi

E.6
PERENCANAAN REHAB BERAT BALAI LATIHAN
KESEHATAN PROVINSI SUMSEL

E.5.1 STRUKTUR ORGANISASI DAN PERSONIL

Organisasi merupakan salah satu fungsi managemen atau alat untuk mencapai tujuan.
Agar pekerjaan Perencanaan ini dapat berjalan lancar, terarah, terkoordinasi maka
perlu adanya organisasi kerja yang baik yang merupakan Team Work.

Struktur organisasi pelaksana PERENCANAAN REHAB BERAT BALAI LATIHAN


KESEHATAN PROVINSI SUMSEL adalah sebagai berikut :

PERENCANAAN REHAB BERAT BALAI


LATIHAN KESEHATAN PROVINSI SUMSEL

Pejabat Pembuat Komitmen

Pelaksana Kegiatan CV. AGPELINDO PRIMA KONSULTAN

Team Leader

Tenaga Ahli

1) Ahli Struktur
2) Ahli Arsitektur
3) Ahli Mekanikal
4) Ahli Elektrikal
5) Ahli Estimasi Biaya
6) Ahli Landscape

Tenaga Assiten Ahli

1) Assisten Ahli Struktur


2) Assisten Ahli Arsitektur
3) Assisten Ahli Mekanikal
4) Assisten Ahli Elektrikal

Tenaga Pendukung

1) Surveyor
2) Drafter Autocad
3) Administrasi

E.7

Anda mungkin juga menyukai