Anda di halaman 1dari 4

EMULGEL

I. TUJUAN

Mahasiswa mampu membuat dan melakukan pengujian terhadap sediaan emulgel, yang meliputi
daya sebar daya lekat dan viskositas

II. LANDASAN TEORI

Emulgel adalah Merupakan gel dengan cairan berbentuk emulsi,biasanya untuk menghantarkan
minyak yang merupakan zat aktif dalamsediaan tersebut, dengan mengurangi kesan berminyak dalam
aplikasinya.(Ansel, C. 1989)

Emulgel adalah salah satu sediaan yang banyak digunakan oleh masyarakat luas, selain karena
harganya yang murah juga karena praktis dalam penggunaanyaitu dengan cara dioleskan pada kulit.
Emulgel merupakan sediaan emulsi yang fase airnya ditingkatkan viskositasnya dengan menambahkan
gelling agent. Emulgel merupakan gel dengan cairan berbentuk emulsi, biasanya untuk
menghantarkan minyak yang merupakan zat aktif dalam sediaan tersebut, dengan mengurangi kesan
berminyak saat diaplikasikan pada kulit untuk tujuan penggunaan lokal

Emulgel mikroemulsi lebih sulit pembuatannya karena konsentrasisurfaktan dan co-surfaktan


yang tinggi menyebabkan air sulit berpenetrasi.

Formulasi emulsi dengan rasio fase air – minyak :

 Untuk menilai potensial termodinamika dalam sistem 2 fasa padaT&P konstan adalah energi
bebas Gibbs berhubungan dengan→HLB.
 Perubahan spontan akan terjadi karena adanya reduksi energi bebas(ΔG < 0)
 Komposisi tergantung dari 1 komponen independen dalam sistem 2fasa. (Ansel, C. 1989)

Emulgel dipilih karena memiliki keuntungan dari segi emulsi dapatmeningkatkan penetrasi obat,
dan gel dapat meningkatkan masa tinggalsediaan di permukaan kulit. (Ansel, C. 1989)

Emulgel memiliki stabilitas yang baik, karena stabilitas dari emulsi ditingkatkan dengan
penambahan gelling agent. Emulgel dapat digunakan sebagai pembawa untuk berbagai zat termasuk
zat-zat yang bersifat hidrofob. Untuk senyawa yang bersifat hidrofob pembuatan menjadi sediaan
emulgel dianggap lebih mudah dilakukan dibandingkan menjadi sediaan gel karena masalah
kelarutannya dalam air. Senyawa hidrofob dalam suatu emulgel dibuat dengan melarutkannya

dalam fasa minyak yang kemudian didispersikan dalam fase air yang bercampur dengan gelling
agent (Panwar et al. 2011). Untuk dikembangkan menjadi sediaan transdermal diperlukan
penambahan suatu zat peningkat penetrasi ke dalam sediaan emulgel. Zat peningkat penetrasi bekerja
dengan mempengaruhi struktur dari stratum korneum secara reversibel, sehingga mempermudah
penetrasi bahan aktif (Pathan dan Setty 2009).

bawa obat yang bersifat hidrofobik, dapat digunakan untuk memperpanjang efek obat yang
memiliki T1/2 pendek, stabilitas yang lebih baik jika dibandingkan dengan serbuk, salep, dan krim,
serta tahapan pembuatan yang pendek dan sederhana (Hyma et al., 2014). Komponen penting dalam
pembuatan emulgel adalah air, minyak, emulsifying agent, gelling agent, dan peningkat penetrasi ‘
III. ALAT DAN BAHAN
1. ALAT
 Mortir
 Stemper
 Beaker glass
 Cawan penguap
 Batang pengaduk
 Sudip
 Gelas ukur
2. BAHAN
 Karbopol
 Parafin cair
 Tween 80
 Span 80
 Propilen glikol
 Nipagin
 Nipasol
 Air suling
IV. CARA KERJA
A. PEMBUATAN EMULGEL

menimbang semua bahan yang telah di tentukan

masukan semua bahan kecuali karbapol kedalam cawan penguap lalu di larutkan di atas water
bathsampai larut dan homogen

kembangkan karbapol pada mortir dengan sedikit air dan masukan hasil leburan dan sisa air

gerus ad homogen

tambahakan 2 tetes TEA untuk mengentalkan sediaan


B. UJI VISKOSITAS

Memasang viskotester pada klem dengan arah horizontal dengan arah


klem

Rotor kemudian dipasang pada viskotester dengan menguncinya


berlawanan arah jarum jam

Memasukkan sampel ke dalam mangkuk, kemudian alat dihidupkan

Mencatat kekentalan sampel setelah jarum pada viskositas stabil

C. UJI DAYA LEKAT

Meletakkan emulgel diatas obyek glass yang telah ditentukan luasnya

Meletakkan obyek glas yang lain diatas krim tersebut. Menekan beban 1
kg selama 5 menit

Memasang obyek glass pada alat uji

Melepaskan beban seberat 80 gram dan mencatat waktu hingga kedua


obyek glass tersebut terlepas
D. UJI DAYA SEBAR

Menimbang 0,5 gram emulgel. Meletakkan ditengah alat (kaca bulat) yang sebelumnya
menimbang kaca satunya (kaca atas)

Meletakkan kaca tersebut diatas masa emulgel dan membiarkan selama 1 menit

Mengukur berapa diameter emulgel yang menyebar (dengan mengambil panjang rata - rata
diameter dari beberapa sisi)

Menambahkan beban 50 gram diatas kaca, diamkan selama 1 menit, mencatat diamter emulgel
seperti sebelumnya

Mengulangi sebanyak 3 kali

V. HASIL
VI. PEMBAHASAN
VII. KESIMPULAN
VIII. DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 1979. Farmakope Indonesia Edisi III, Departement KesehatanIndonesia. Jakarta

Ansel, H, C. 1989. Pengantar Bentuk Sediaan Farmasi. UniversitasIndonesia. Jakarta

Panwar AS, Upadhyay N, Bairagi M, Gujar S, Darwhekar GN, Jain DK, 2011, Emulgel: Review, AJPLS 1:
333-343.

Pathan IB, Setty CM, 2009, Chemical Penetration Enhancers for Transdermal Drug Delivery Systems,
Trop. J. Pharm. Res. 8: 173-179