Anda di halaman 1dari 5

Kelompok komunikasi pada anak pra school

1. Hamzah Jaenuloh
2. Ika Prasetyaningsih
3. Indah Yuliani
4. Mega Krismawati
5. Mei Shella Ayuningtyas
6. Mugiyati Lastriningsih
7. Nanda Hendriawan
8. Nesa Adella

Contoh dialog
Perawat: Assalamua’laikum Wr Wb, Perkenalkan nama saya Yuyun Yuningsih, saya
seorang mahasiswi dari Akper Serulingmas Cilacap, pada kesempatan ini saya akan
melaksanakan ujian komter terhadap klien saya saudari A dan saya menjalani komter
ini pada seorang anak. Adapun harapan saya : Saya ingin komunikasi yang dilakukan
oleh saya berjalan sesuai dengan waktu yang telah disepakati (kontrak) dan saya
dapat mencapai tujuan yang diharapkan.
Norma : saya adalah seorang anak dari kedua orang tua saya, status saya masih
sendiri dan saya masih pelajar yang masih dalam tahap pembelajaran. Hal ini tidak
sama dengan klien saya karena klien saya seorang anak yang masih berumur 8 tahun
dan juga ada ibu klien yang mendampinginya, sehingga secara normatif kedudukan
kita tidak sama dan saya akan memanggil kilen saya dengan sebutan kesayangan
yaitu ade dan kepada orang tuanya yaitu ibu, hal ini telah adanya persetujuan dari
klien saya sendiri.
Nilai : Nilai yang kami anut sama, yaitu klien beragama Islam dan kebetulan klien
saya sesama jenis (muhrim), sehingga klienpun tidak menolak jika dilakukan
sentuhan.
Kekuatan : Adapun kekuatan saya dalam melakukan komter ini adalah saya telah
membaca buku tentang kesehatan dan tahu akan pengetahuan kesehatan, saya juga
telah mencoba melakukan komter dengan teman-teman saya di kampus.
Kelemahan : saya mempunyai kelemahan yaitu sering bloking dan mengalami
kesulitan dalam penyusunan kata-kata.
Perasaan saya saat ini saya cemas dan tegang jika saya dan klien tidak bisa
menyelesaikan komter ini sesuai dengan waktu yang telah disepakati.
Penyebabnya yaitu saya harus melakukan komter ini didepan penguji sehingga hal ini
membuat saya jadi stress.
Adapun untuk mengatasi hal tersebut, saya akan diam dulu sejenak untuk
menenangkan diri, kemudian menarik nafas dan mengeluarkan secara perlahan-lahan
untuk rileks.

Tahap kedua perkenlan / orientasi : Tahap ini dilkukan langsung kepada klien.

Memberi salam kepada klien :


Assalamua’laikum Warahmatullahi Wabarakatu.
Perawat : “ Perkenalkan nama saya Yuyun Yuningsih, saya senang di panggil
Rista. Boleh saya tahu nama ibu dan ade siapa? Apa panggilan kesayangan ibu dan
ade? “
Ibu Pasien : “ Nama saya Dessy, saya senang dipanggil bu Dessy. ”
Pasien Anak : “ Namaku Nissa, aku senangnya dipanggil Icha kak. ”
Perawat : “ Oh, baiklah kalau ibu senang dipanggil nama bu Dessy dan nama
ade kecil yang lucu ini kakak panggil ade Icha. ”
Ibu Pasien : “ Baiklah sus. ”
Perawat : “ Pertama saya akan membuat persetujuan dengan ibu, kita akan
mulai komunikasi ini dengan waktu juga tempat yang ibu sepakati. Bagaimana bu
Dessy setuju kalau komunikasi terapeutiknya kita mulai dimana dan kapan? “
Ibu Pasien : “ Saya pikir komunikasi terapeutiknya dilakukang sekarang dan
diruangan ini saja supaya situasinya kondusif. ”
Perawat : “ Oh...baiklah bu, menurut ibu sendiri waktu yang tepat untuk
melakukan komunikasi ini berapa lama? “
Ibu Pasien : “ Menurut saya lebih baik 10 menit ya sus supaya tidak terlalu lama
karena saya takut anak saya akan merasa bosan. “
Perawat : “ Iya bu Dessy tentu, dengan senang hati. ”
Ibu Pasien : “ Baiklah. “
Tahap ketiga : Tahap Kerja

Perawat : “ Ibu bagaimana kalau anak ibu diberikan kesempatan untuk


berbicara tanpa disertai oleh ibu supaya saya lebih jelas untuk menggali permasalahan
yang anak ibu hadapi. ”
Ibu Pasien : “ Oh, tentu sus silahkan. ”
Perawat : “ Terima kasih ibu. ”
Perawat : “ Salamat pagi, apa kabar ade Icha yang cantik. Bagaimana kabar
ade sekarang? Coba ade bisa ceritakan sama kakak apa yang ade rasakan saat ini? “
Pasien anak : “ Pagi juga kakak, keadaan ade saat ini sakit perut kak. “
Perawat : “ Perut yang sebelah mana? ”
Pasien Anak : “ Perut yang sebelah kiri. ”
Perawat : “ Coba ceritain sama kakak kira – kira kenapa perut ade Icha bisa
sakit seperti itu ? ”
Pasien Anak : “ Aku sendiri gak tau kak, sebelumnya aku susah makan. “
Perawat : “ Hmm kenapa coba ade susah makan ? Apa penyebabnya? ”
Pasien Anak : “ Rasanya tuh mual kak kalo makan. ”
Perawat : “ Oh...kakak pikir ade ini ada gangguan pencernaan yah. ”
Pasien Anak : “ Sepertinya emang gitu kak, soalnya aku gak nafsu makan dan
selalu mual – mual. ”
Perawat : “ Oh, sepertinya ade ini terkena gejala maag. Ade Icha sendiri tau
gak apa itu penyakit maag? “
Pasien aanak : “ Gak tau kak, memangnya maag itu apa? ”
Perawat : “ Maag itu semacam penyakit yang menyerang lambung.
Penyebabnya kebanyakan karena sering makan yang pedas dan terutama jarang
makan. “
Pasien Anak : “ Oh begitu ya kak, jadi aku sakit maag? ”
Perawat : “ Iya ade sayang, karena ini baru gejala saja jadi lebih baik ade Icha
lebih menjaga pola makan supaya penyakit maagnya bisa sembuh. ”
Pasien Anak : “ Iya kak kalo begitu Icha sekarang mau rutin makan yang teratur .”
Perawat : “ Bagus sekali ade Icha pinter, ini kakak bawa boneka untuk ade
mau? ”
Pasien Anak : “ Mau sekali kakak  “

Tahap keempat : Terminasi

Perawat : “ Bagaimana perasaan ade sekarang? “


Pasien Anak : “ Baik kak, Icha merasa senang dan nyaman. ”
Perawat : “ Anak yang pintar. “
Perawat : “ Baiklah kalau begitu saya ucapakan terima kasih kepada ibu sudah
memberikan kesempatan kepada saya untuk melakukan komunikasi dengan anak ibu.
Seperti waktu yang telah kita sepakati diawal yaitu 15 menit dan sekarang waktunya
sudah habis. Semoga cepat sembuh yah de Icha jangan lupa obatnya diminum juga
jangan telat makan lagi yah. Kita akan bertemu lagi kapan bu? Apakah ibu bersedia
untuk dilakukan komunikasi terapeutik kembali dengan saya? ”
Ibu Pasien : “ Iya terima kasih kembali, tentu sus saya sangat bersedia. “
Perawat : “ Dengan senang hati, mungkin untuk waktu dan tempatnya kita
sepakati kembali disini atau bagaimana menurut ibu? ”
Ibu Pasien : “ Iya sus saya setuju dengan pendapat suster. ”
Perawat : “ Baiklah, sampai jumpa besok yah ade Icha dan ibu Dessy.
Assalamu’alakum. “
Ibu Pasien : “ Wa’alaikumsalam. “

Setelah semuanya selesai, tahap selanjutnya laporan kepada dosen pembimbing


tentang respon verbal dan respon non verbal pasien.