Anda di halaman 1dari 96

MANAJEMEN KOPERASI

MANAJEMEN KOPERASI
Pemahaman yang keliru tentang manajemen koperasi menjadi awal terpuruknya daya saing
koperasi. Betapa tidak Jumlah koperasi Indonesia mencapai 150 ribu unit dengan hampir 30 juta
anggota teapi volume usaha keseluruhan hanya mencapai Rp 68 T dengan Total SHU Rp. 5 T
bandingan dengan PD Indonesia yang mencapai Lebih dari 5000 T maka koperasi hanya
menyumbang kurang 2% .

Apa yang salah? jika kita menuding lembaga maka Dekopin sebagai satu satunya lembaga yang
menaungi koperasi Indonesia yang harus bertanggung jawab, tetapi menurut saya tidak sampai
disitu, sperti apapaun kita berteriakpada Dekopin tidak banyak yang kita bisa dapatkan harapan
terakhir adalah memperbaiki manajemen koperasi kita.

Definisi manajemen koperasi yang sering dipakai adalah.. mencapai tujuan koperasi dengan
bekerjasama sesuai dengan nilai dan prinsip koperasi, definisi ini tidak akan anda temukan dalam
jurnal manajemen koperasi manapun karena saya memng ini adalah hasil pemikiran saya yang
saya rumuskan setelah beberapa tahun memimpin sebuah organisasi koperasi beromzet 11 M /
Tahun

Tidak hanya sekedar aspek organisasi manajemen pemasaran koperasi serta manajemen
keuangan koperasi juga menjadi penting untuk dipahami. Pemasaran dan dan finance seringkali
menjadi momok menakutkan pasca hancurnya sistem monopoli ala KUD .

Di banyak skripsi manajemen koperasi yang saya baca koperasi selalu digambarkan seragam
dekat dengan laum marginal dan tidak mempunyai kemampuan bersaing. Munculnya berbagai
macam bentuk koperasi saat ini juga mengaharuskan kita membuat penyesuaian manajemen
koperasi syariah tentu akan sangat berbeda jika dibandinkan dengan manajemen koperasi
sekolah, dan untuk hal ini saja koperasi tidak memiliki kemampuan memadai, bahkan konsep
dasar manajemen strategi koperasi masih sangat sulit dicari standarnya.

Sebuah keinginan besar bagi saya adalah terciptanya sebuah konsep manajemen koperasi
indonesia yang memang mempunyai fungsi manajemen koperasi yang tepat untuk negeri ini .
Mungkin kita belum sampai pada sistem informasi manajemen koperasi yang baik tetapi
setidaknya kita harus berupaya sebaik mungkin untuk menjadikan koperasi Indonesia jaya.
Sampai ketemu di posting manajemen koperasi seanjutnya

Koperasi dikatakan sebagai kontra failing power artinya secara sederhanya sebagai kekuatan
pengimbang kapitalisme, caranya? Kita tau dalam sistem ekonomi pasar semakin besar jumlah
yang kita belanjakan akan semakin banyak potongan harga yang kita peroleh, pada kondisi
seperti ini bagi pemilik kapital atau modal akan sangat menguntungkan.

Sedangkan bagi yang tidak mempunyai cukup kapital atau modal akan memperoleh harga yang
tinggi. Dalam upaya menaikan posisi tawar ekonomi dan meningkatkan skala ekonomi rakyat
inilah koperasi dibutuhkan.

Dalam manajemen koperasi memahami bahwa koperasi itu kekuatan utamanya adalah kebutuhan
bersama dalam konteks ekonomi, sukarea dan terbuka serta partisipasi total dari anggota.
Logikanya ketika angota merasakan manfaat ekonomi dri koperasi maka member base economic
akan berjalan.

Kami akan mencoba menampilkan gambar struktur organisasi , dalam konteks ini gambar
organisasi koperasi . Aspek ini merupakan bagian penting dari kesuksesan pengelolaan koperasi,
kenapa demikian? pengertian struktur organisasi menyebutkan bahwa Struktur organisasi adalah
konfigurasi peran formal yang didalamnya dimaksudkan sebagai prosedur, governansi dan
mekanisme kontrol, kewenangan serta proses pengambilan kebijakan .

Struktur organisasi koperasi dibentuk sedemikan rupa sesuai dengan idiologi dan strategi
pengembangan untuk memperoleh Strategic competitiveness sehingga setiap koperasi boleh jadi
mempunyai bentuk yang berbeda secara fungsional karena menyesuaikan dengan strategi yang
sedang dikembangkan tetepi secara basic idologi terutama terkait dengan perangkat organisasi
koperasi akan menunjukan kesamaan

Ada baiknya kita sedikit membahas tentang perangkat organisasi koperasi. setidaknya dalam
koperasi kita mengenal 3 perangkat organisasi yang jamak digunakan yaitu:

- Rapat Anggota
- Pengurus
- Pengawas

Tiga unsur diatas juga sering kita sebut sebagai perangkat manajemen koperasi. Bentuk ini tentu
berbeda dengan organisasi perusahaan swasta berbentu PT misalnya, Perbedaan mendasar ini
tidak saja dipengaruhi oleh idiologi tetapi juga aplikasi operasional manajemen. Berikut
penjelasan singkat terkait dengan fungsi dan peran perangkar organisasi koperasi.

Perangkat organisasi koperasi Rapat Anggota (RA)

RA merupakan forum tertinggi koperasi yang dihadiri oleh anggota sebagai pemilik. Wewenang
RA diantaranya adalah menetapkan
a. AD/ART
b. Kebijakan Umum Organisasi, Manajemen, dan usaha koperasi
c. Memilih, mengangkat, memberhantikan pengurus dan pengawas.
d. RGBPK dan RAPBK
e. Pengesahan pertanggung jawaban pengurus pengawas.
f. Amalgamasi dan pembubaran koperasi

Rapat Anggota bisa dilakukan RAT, RAK dan RALB. Secara umumRA dianggap sah apabila
dihadiri oleh lebih dari setengah jumlah anggta, tetapi untuk beberapa kasus jumlah ini bisa
disesuaikan dengan AD/ART Koperasi.
Perangkat organisasi koperasi Pengurus

Pengurus koperasi adalah pemegang kuasa RA untuk mengelola koperasi, artinya pengurus
hanya boleh melakukan segala macam kresi manajemen yang tidak keluar dari koridor keputusan
RA. Pengurus merupakan pimpinan kolektif tidak berdiri sendiri dengan pertangungjawaban
bersama. Biasanya pengurus yang tetrdiri atas beberapa anggota pengurus.

Tugas dan kewajiban pengurus koperasi adalah:


- Pengurus bertugas mengelola koperasi sesuai keputusan RAT.
- Untuk melaksanakan tugas pengurus berkewajiban:
1). Pengurus koperasi berkewajiban mengajukan proker
2). Pengurus koperasi berkewajiban mengajukan laporan keuangan dan pertanggungjawaban
3). Pengurus koperasi berkewajiban menyelenggarakan pembukuan keuanagn dan Inventaris.
4). Pengurus koperasi berkewajiban menyelenggarkan administrasi
5). Pengurus koperasi berkewajiban Menyelenggarkan RAT.

Wewenang Pengurus koperasi :


1). Pengurus berwenang mewakili koperasi didalam dan diluar koperasi.
2). Pengurus berwenang melakukan tindakan hukum atau upaya lain untuk kepentingan anggota
dan kemanfaatan koperasi.
3). Pengurus berwenang memutuskan penerimaan anggota dan pemberhentian anggota sesuai
ketentuan AD/ART.

Tanggung Jawab Pengurus koperasi

Pengurus koperasi bertanggungjwab atas segala upaya yang berhubungan dengan tugas
kewajiban, dan wewenangnya.

Perangkat organisasi koperasi Pengawas

Pengawas dipilh oleh RA untuk mengawasi pelaksanaan keputusan RAT dan juga idiologi. Tugas
pengawas tidak untuk mencari-cari kesalahan tetapi untuk menjaga agar kegiatan yang dilakukan
oleh koperasi sesuai dengan idiologi, AD/ART koperasi dan keputusan RA.

Tugas, kewajiban dan wewenang pengawas koperasi sebagai berikut.

1). Pengawas koperasi berwenang dan bertugas melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan
kebijakan dan pengelolaan organisasi.
2). pengawas wajib membuat laporan tentang hasil kepengawasanya dan merahasiakan hasil
laporanya kepada pihak ketiga.
3). Pengawas koperasi meneliti catatan dan fisik yang ada dikoperasi dan mendapatkan
keterangan yang diperlukan.
RANGKUMAN MATERI EKONOMI KOPERASI

BAB I
KONSEP, ALIRAN DAN SEJARAH KOPERASI
I. KONSEP KOPERASI
1. Konsep Koperasi Barat
Adalah koperasi merupakan organisasi swasta, yang dibentuk secara sukarela oleh orang-orang
yang mempunyai persamaan kepentingan, dengan maksud mengurusi kepentingan para
anggotanya serta menciptakan keuntungan timbale balik bagi anggota koperasi maupun
perusahaan koperasi.
2. Konsep Koperasi Sosialis
Adalah koperasi direncanakan dan dikendalikan oleh pemerintah dan dibentuk dengan tujuan
merasionalkan produksi, untuk menunjang perencanaan nasional. Menurut konsep ini, koperasi
tidak berdiri sendiri tetapi merupakan subsistem dari system sosialisme untuk mencapai tujuan-
tujuan system sosialis-komunis.
3. Konsep Koperasi Negara Berkembang
Karena koperasi sudah berkembang dengan cirri tersendiri, yaitu dominasi campur tangan
pemerintah dalam pembinaan dan pengembangannya. Bertujuan meningkatkan kondisi social
ekonomi anggotanya.

II. LATAR BELAKANG TIMBULNYA ALIRAN KOPERASI


1. Keterkaitan Ideologi, System Perekonomian dan Aliran Koperasi
- Ideologi System Perekonomian Aliran Koperasi
- Liberalisme/Kapitalisme System Ekonomi Bebas Liberal Yardstick
- Tidak termasuk Liberalisme dan Sosialisme System Ekonomi Campuran Persemakmuran
(commonwealth)
2. Aliran Koperasi
 Aliran Yardstick
 Aliran Sosialis
 Aliran Persemakmuran (commonwealth)

III. SEJARAH PERKEMBANGAN KOPERASI


1. Sejarah Lahirnya Koperasi
 1844 di Rochdale Inggris, lahirnya koperasi modern yang berkembang dewasa ini. Tahun
1852 jumlah koperasi di Inggris sudah mencapai 100 unit.
 1862 Dibentuk Pusat Koperasi Pembelian “The Cooperative Whole Sale Society (CWS)”
 1818 – 1888 koperasi berkembang di Jerman dipelopori oleh Ferdinan Lasalle, Fredrich W.
Raiffesen.
 1808 – 1883 koperasi berkembang di Denmark dipelopori oleh Herman Schulze.
 1896 di London terbentuklah ICA (International Cooperative Alliance) maka koperasi telah
menjadi suatu gerakan internasional.

2. Sejarah Perkembangan Koperasi di Indonesia


 1895 di Leuwiliang didirikan pertama kalai koperasi di Indonesia (Sukoco, “Seratus Tahun
Koperasi di Indonesia”).
 1920 diadakan Cooperative Commissie yang diketuai oleh Dr. JH. Boeke sebagai Adviseur
voor Volks-credietwezen.
 12 Juli 1947, diselenggarakan kongres gerakan koperasi se Jawa yang pertama di
Tasikmalaya.
 1960 Pemerintah mengeluarkan Peraturan Pemerintah No. 140 Tentang Penyaluran Bahan
Pokok dan menugaskan koperasi sebagai pelaksananya.
 1961, diselenggarakaan musyawarah Nasional Koperasi I (Munaskop I) di Surabaya untuk
melaksanakan prinsip demokrasi Terpimpin dan Ekonomi Terpimpin.

IV. TUJUAN KOPERASI


Sesuai UU No. 25/1992 Pasal 3
Koperasi bertujuan memajukan kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat pada
umumnya, serta ikut membangun tatanan perekonomian nasional dalam rangka mewujudkan
masyarakat yang maju, adil dan makmur berlandaskan Pancasila dan UUD 1945.

BAB II
PENGERTIAN DAN PRINSIP-PRINSIP KOPERASI
I. PENGERTIAN KOPERASI
Pengertian koperasi menurut:
Definisi ILO
Terdapat 6 elemen yang didukung dalam koperasi, yaitu:
 Koperasi adalah perkumpulan orang-orang
 Penggabungan orang-orang berdasarkan kesukarelaan
 Terdapat tujuan ekonomi yang ingin dicapai
 Koperasi berbentuk organisasi bisnis yang diawasi dan dikendalikan secara demokratis
 Terdapat kontribusi yang adil terhadap modal yang dibutuhkan
 Anggota koperasi menerima resiko dan manfaat secara seimbang

Definisi Arifinal Chaniago (1984)


Koperasi sebagai suatu perkumpulan yang beranggotakan orang-orang atau badan hukum yang
memberikan kebebasan kepada anggota untuk masuk dan keluar, dengan bekerja sama secara
kekeluargaan menjalankan usaha untuk mempertinggi kesejahteraan jasmaniah para anggotanya.

Definisi P.J.V. Dooren


There is no single definition (for cooperative) which is generally accepted, but the common
principle is that cooperative union is an association of number, either personal or corporate,
which have voluntarily come together in pursuit of a common economic objective.

Definisi Hatta (Bapak Koperasi Indonesia)


Koperasi adalah usaha bersama untuk memperbaiki nasib penghidupan ekonomi berdasarkan
tolong menolong. Semangat tolong menolong tersebut didorong oleh keinginan memberi jasa
kepada kawan berdasarkan ‘seorang buat semua dan semua buat seorang’.

Definisi Munkner
Koperasi sebagai organisasi tolong menolong yang menjalankan ‘urusniaga’ secara kumpulan,
yang berazaskan konsep tolong menolong. Aktivitas dalam urusniaga semata-mata bertujuan
ekonomi, bukan social seperti yang dikandung gotong royong.

Definisi UU No. 25/1992


Koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang-orang atau badan hukum koperasi,
dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan
ekonomi rakyat yang berdasar atas azas kekeluargaan.

II. TUJUAN KOPERASI


Tujuan Utama:
Koperasi adalah memajukan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya serta
membagi tata perekonomian nasional dalam rangka mewujudkan masyarakat yang maju, adil,
dan makmur berdasarkan pancasila dan UUD 1945

III. PRINSIP-PRINSIP KOPERASI


 Prinsip-prinsip Munkner
 Prinsip Rochdale
 Prinsip Raiffeisen
 Prinsip Herman Schulze
 Prinsip ICA
 Prinsip / Sendi Koperasi Menurut UU No. 12 / 1967
 Prinsip Koperasi UU No. 25 / 1992

BAB III
MANAJEMEN DAN ORGANISASI
BENTUK ORGANISASI
 Menurut Hanel:
Suatu system social ekonomi atau social teknik yang terbuka dan berorientasi pada tujuan.
 Menurut Ropke
Identifikasi Ciri Khusus
Kumpulan sejumlah individu dengan tujuan yang sama (kelompok koperasi), Kelompok usaha
untuk perbaikan kondisi social ekonomi (swadaya kelompok koperasi), Pemanfaatan koperasi
secara bersama oleh anggota (perusahaan koperasi), Koperasi bertugas untuk menunjang
kebutuhan para anggotanya (penyediaan barang dan jasa).

DiIndonesia :
Bentuk: Rapat Anggota, Pengurus, Pengelola dan Pengawas
- RapatAnggota: Wadah anggota untuk mengambil keputusan.
- Pengurus: Mewakili koperasi didalam & luar pengadilan serta meningkatkan peran koperasi
- Pengawas: Perangkat organisasi yang dipilih dari anggota dan diberi mandat untuk
melakukan pengawasan terhadap jalannya organisasi & usahak operasi.
- Pengelola: Karyawan / Pegawai yang diberikan kuasa & wewenang oleh pengurus untuk
mengembangkan usaha dengan efisien & profesional

BAB IV
TUJUAN DAN FUNGSI KOPERASI
I. Badan Usaha
 Koperasi adalah badan usaha atau perusahaan yang tetap tunduk pada kaidah & aturan
prinsip ekonomi yang berlaku (UU No. 25, 1992)
 Mampu untuk menghasilkan keuntungan dan megembalikan organisasi & usahanya
 Ciri utama koperasi adalah pada sifat keanggotaan; seperti pemilik sekaligus pengguna
jasa
 Pengelolaan koperasi sebagai badan usaha dan unit ekonomi rakyat memerlukan system
manajemen usaha (keuangan, teknik, organisasi & informasi) dan system keanggotaan
(membership system)

II. Tujuan & Nilai


- Perusahaan Bisnis
 Theory of the firm; perusahaan perlu menetapkan tujuan:
o Mendefinisikan organisasi
o Mengkoordinasi keputusan
o Menyediakan norma
o Sasaran yang lebih nyata
 Tujuan perusahaan: Maximize profit, maximize the value of the firm, minimize cost.
- Koperasi
 Berorientasi pada profit oriented & benefit oriented
 Landasan operasional didasarkan pada pelayanan (service at a cost)
 Memajukan kesejahteraan anggota merupakan prioritas utama (UU No. 25, 1992)
 Kesulitan utama pada pengukuran nilai benefit dan nilai perusahaan.

III. Kontribusi Teori Bisnis pada Success Koperasi


 Maximization of sales (William Banmoldb)
 Maximization of management utility (Oliver Williamson)
 Satisfying Behaviour (Herbert Simon)

IV. Kontribusi Teori Laba pada Success Koperasi


 Konsep laba dalam koperasi adalah SHU
 Innovation theory of profit
 Managerial Efficiency Theory of profit
V. Kegiatan Usaha Usaha
Key success factors kegiatan usaha koperasi:
- Status dan motif anggota koperasi
- Bidang usaha (bisnis)
- Permodalan Koperasi
- Manajemen Koperasi
- Organisasi Koperasi
- System Pembagian Keuntungan (Sisa Hasil Usaha)

VI. Status & Motif Anggota


 Anggota sebagai pemilik (owners) dan sekaligus pengguna (users/customers)
 Owners : menanamkanmodal investasi
 Customers : memanfaatkan pelayanan usahak operasi dengan maksimal
 Kriteriaminimal anggota koperasi
o Tidak berada dibawah garis kemiskinan & memiliki potensi ekonomi
o Memiliki pola income regular yang pasti

VII. BisnisKoperasi
 Usaha yang berkaitan langsung dengan kepentingan anggota untuk meningkatkan
kesejahteraan anggota.
 Dapat memberikan pelayanan untuk masyarakat (bila terdapat kelebihan kapasitas; dalam
rangka optimalisasi economies of scale).
 Usaha dan peran utama dalam bidang sendi kehidupan ekonomi rakyat.

BAB V
SISA HASIL USAHA
I. PENGERTIAN SHU
Menurut pasal 45 ayat(1) UU No. 25/1992, adalah sebagai berikut:
Sisa Hasil Usaha Koperasi merupakan pendapatan koperasi yang diperoleh dalam satu tahun
buku dikurangi biaya, penyusutan dan kewajiban lainnya termasuk pajak dalam tahun buku yang
bersangkutan.

II. INFORMASI DASAR


Beberapa informasi dasar dalam penghitungan SHU anggota diketahui sebagai berikut:
1.SHU Total Koperasi pada satu tahun buku.
2.Bagian (persentase) SHU anggota.
3.Total simpanan seluruh anggota.
4.Total seluruh transaksi usaha (volume usaha atau omzet) yang bersumber dari anggota.
5.Jumlah simpanan per anggota.
6.Omzet atau volume usaha per anggota.
7.Bagian (persentase) SHU untuk simpanan anggota.
8.Bagian (persentase) SHU untuk transaksi usaha anggota.

III. RUMUS PEMBAGIAN SHU


MenurutUU No. 25/1992 pasal5 ayat1 mengatakan bahwa “Pembagian SHU kepada anggota
dilakukan tidak semata-mata berdasarkan modal yang dimiliki seseorang dalam koperasi, tetapi
juga berdasarkan perimbangan jasa usaha anggota terhadap koperasi. Ketentuan ini merupakan
perwujudan kekeluargaan dan keadilan”.

SHU per anggota


SHUA = JUA + JMA
Dimana:
SHUA = Sisa Hasil Usaha Anggota
JUA = Jasa Usaha Anggota
JMA = Jasa Modal Anggota

SHU per anggota dengan model matematika


SHU Pa = Va x JUA + Sa x JMA
----- -----
VUK TMS

Dimana:
SHU Pa : Sisa Hasil Usaha per Anggota
JUA : Jasa Usaha Anggota
JMA : Jasa Modal Anggota
VA : Volume usaha Anggota (total transaksi anggota)
UK : Volume usaha total koperasi (total transaksi Koperasi)
Sa : Jumlah simpan ananggota
TMS : Modal sendiri total (simpanan anggota total)

IV. PRINSIP-PRINSIP PEMBAGIAN SHU KOPERASI


1.SHU yang dibagi adalah yang bersumber dari anggota.
2.SHU anggota adalah jasa dari modal dan transaksi usaha yang dilakukan anggota sendiri.
3.Pembagian SHU anggota dilakukan secara transparan.
4.SHU anggota dibayar secara tunai.

BAB VI
POLA MANAJEMEN KOPERASI
I. PengertianManajemendan PerangkatOrganisasi
Definisi Paul Hubert Casselman dalam bukunya berjudul “The Cooperative Movement and some
of its Problems” yang mengatakan bahwa: “Cooperation is an economic system with social
content”.
Artinya koperasi harus bekerja menurut prinsip-prinsip ekonomi dengan melandaskan pada azas-
azas koperasi yang mengandung unsur-unsur social di dalamnya.
Menurut Prof. Ewell Paul Roy, Ph.D mengatakan bahwa manajemen koperasi melibatkan 4
unsur (perangkat) yaitu:
a). Anggota
b). Pengurus
c). Manajer
d). Karyawan merupakan penghubung antara manajemen dan anggota pelanggan

Menurut UU No. 25/1992 yang termasuk Perangkat Organisasi Koperasi adalah:


a). Rapat anggota
b). Pengurus
c). Pengawas

BAB VII
JENIS –JENIS DAN BENTUK KOPERASI
I. JENIS KOPERASI
a. JenisKoperasi MenurutPP 60 Tahun1959
• KoperasiDesa
• KoperasiPertanian
• KoperasiPeternakan
• KoperasiPerikanan
• KoperasiKerajinan/Industri
• KoperasiSimpanPinjam
• KoperasiKonsumsi
b. Jenis Koperasi Menurut Teori Klasik
• Koperasi pemakaian
• Koperasi penghasil atau Koperasi produksi
• Koperasi Simpan Pinjam

II. BENTUK KOPERASI (SESUAI PP No. 60 Tahun1959)


Terdapat 4 bentuk Koperasi, yaitu:
a. Koperasi Primer
b. Koperasi Pusat
c. Koperasi Gabungan
d. Koperasi Induk
Dalam hal ini, bentuk Koperasi masih dikaitkan dengan pembagian wilayah administrasi.

III. BENTUK KOPERASI (ADMINISTRASI PEMERINTAHAN; PP 60 Tahun1959)


•Di tiap desa ditumbuhkan Koperasi Desa
•Di tiap Daerah Tingkat II ditumbuhkan Pusat Koperasi
•Di tiap Daerah Tingkat I ditumbuhkan Gabungan Koperasi
•Di Ibu Kota ditumbuhkan Induk Koperasi

IV. KOPERASI PRIMER & KOPERASI SEKUNDER


• Koperasi Primer merupakan Koperasi yang anggota-anggotanya terdiri dari orang–orang.
• KoperasiSekunder merupakan Koperasi yang anggota-anggotanya adalah organisasi koperasi.

BAB VIII
PERMODALAN KOPERASI
I. KONSEP MODAL
• Modal merupakan sejumlah dana yang akan digunakan untuk melaksanakan usaha-usaha
Koperasi.
– Modal jangka panjang
– Modal jangka pendek
•Koperasi harus mempunyai rencana pembelanjaan yang konsisten.

II. SUMBER-SUMBER MODAL KOPERASI


A. SUMBER-SUMBER MODAL KOPERASI (UU NO. 12/1967)
•Simpanan Pokok
•Simpanan Wajib
•Simpanan Sukarela
•Modal Sendiri
B. SUMBER-SUMBER MODAL KOPERASI (UU No. 25/1992)
•Modal sendiri (equity capital)
•Modal pinjaman (debt capital)

II. SUMBER-SUMBER MODAL KOPERASI (UU No. 25/1992)


 Modal sendiri (equity capital) , bersumber dari simpanan pokok anggota, simpanan wajib,
dana cadangan, dan donasi/hibah.
 Modal pinjaman ( debt capital), bersumber dari anggota, koperasi lainnya, bank atau lembaga
keuangan lainnya, penerbitan obligasi dan surat hutang lainnya, serta sumber lain yang sah.

BAB IX
EVALUASI KEBERHASILAN KOPERASI DILIHAT DARI SISI
ANGGOTA
I. Efek-Efek Ekonomis Koperasi
Salah satu hubungan penting yang harus dilakukan koperasi adalah dengan para anggotanya,
yang kedudukannya sebagi pemilik sekaligus pengguna jasa koperasi.
Motivasi ekonomi anggota sebagi pemilikakan mempersoalkan dana (simpanan-simpanan) yang
telah diserahkannya, apakah menguntungkan atau tidak. Sedangkan anggota sebagai
penggunaakan mempersoalkan kontinuitas pengadaan kebutuhan barang-jasa, menguntungkan
tidaknya pelayanan koperasi dibandingkan penjual/pembeli diluar koperasi.

II. Efek Harga dan Efek Biaya


Partisipasi anggota menentukan keberhasilan koperasi. Sedangkan tingkat partisipasi anggota
dipengaruhi oleh beberapa factor diantaranya: Besarnya nilai manfaat pelayanan koperasi secara
utilitarian maupun normatif.
Motivasi utilitarian sejalan dengan kemanfaatan ekonomis. Kemanfaatan ekonomis yang
dimaksud adalah insentif berupa pelayanan barang-jasa oleh perusahaan koperasi yang efisien,
atau adanya pengurangan biaya dan atau diperolehnya harga menguntungkan serta penerimaan
bagian dari keuntungan (SHU) baik secara tunai maupun dalam bentuk barang.

III. Analisis Hubungan Efek Ekonomis dan Keberhasilan koperasi


Keberhasilan koperasi ditentukan oleh salah satu faktornya adalah partisipasi anggota dan
partispasi anggota sangat berhubungan erat dengan efek ekonomis koperasi yaitu manfaat yang
di dapat oleh anggota tsb.

IV. Penyajian dan Analisis Neraca Pelayanan


Ada dua factor utama yang mengharuskan koperasi meningkatkan pelayanan kepada anggotanya.
1.Adanya tekanan persaingan dari organisasi lain (terutama organisasi non koperasi).
2.Perubahan kebutuhan manusia sebagai akibat perubahan waktu dan peradaban. Perubahan
kebutuhan ini akan menentukan pola kebutuhan anggota dalam mengkonsumsi produk-produk
yang ditawarkan oleh koperasi.

BAB X
EVALUASI KEBERHASILAN KOPERASI DI LIHAT DARI SISI
PERUSAHAAN
I. Efisiensi Perusahaan Koperasi
Manfaat ekonomi pelayanan koperasi yang diterima anggota dapat dihitung dengan cara sebagai
berikut:
TME = MEL + METL
MEN = (MEL + METL) – BA
Bagi suatu badan usaha koperasi yang melaksanakan kegiatan serba usaha (multipurpose), maka
besarnya manfaat ekonomi langsung dapat dihitung dengan cara sebagai berikut:
MEL = EfP + EfPK + Evs + EvP + EvPU
METL = SHUa
Dimana:
1. MEL (Manfaat ekonomi langsung) adalah manfaat ekonomi yang diterima oleh anggota
langsung diperoleh pada saat terjadinya transaksi antara anggota dengan koperasinya.
2. METL (Manfaat ekonomi tidak langsung) adalah manfaat ekonomi yang diterima oleh
anggota bukan pada saat terjadinya transaksi, tetapi diperoleh kemudian setelah berakhirnya
suatu periode tertentu atau periode pelaporan keuangan/pertanggungjawaban pengurus &
pengawas, yakni penerimaan SHU anggota.

1.Tingkat efisiensi biaya pelayanan BU ke anggota


(TEBP) = Realisasi Biaya pelayanan
Anggaran biaya pelayanan
= Jika TEBP < 1 berarti efisien biaya pelayanan BU ke anggota
2.Tingkat efisiensi biaya usaha ke bukan anggota
(TEBU) = Realisasi biaya usaha
Anggaran biaya usaha
Jika TEBU < 1 berarti efisien biaya usaha

II. EfektivitasKoperasi
Efektivitas adalah pencapaian target output yang diukur dengan cara membandingkan output
anggaran atau seharusnya (Oa), dengan output realisasi atau sungguhnya (Os), jikaOs >Oa
disebut efektif.
Rumus perhitungan Efektivitas koperasi (EvK):
EvK = Realisasi SHUk + Realisasi MEL
Anggaran SHUk+ Anggaran MEL
= JikaEvK > 1, berarti efektif

III. Produktivitas Koperasi


Produktivitas adalah pencapaian target output (O) atas input yang digunakan (I), jika (O>1)
disebut produktif.
Rumus perhitungan Produktivitas Perusahaan Koperasi
PPK = SHUk x 100 %
(1)Modal koperasi
PPK = Lababersihdrusahadgnnon anggota x 100%
(2)Modal koperasi

BAB XI
PERANAN KOPERASI
Peranan Koperasi dalam berbagai bentuk pasar.
Berdasarkansifatdanbentuknya, pasar diklasifikasikan menjadi 2 macam:
1. Pasar dengan persaingan sempurna (perfect competitive market).
2. Pasar dengan persaingan tak sempurna (imperfect competitive market) , yaitu: Monopoli,
Persaingan Monopolistik (monopolistic competition), dan Oligopoli.

Peranan Koperasi dalam Persaingan Sempurna (perfect competitive market)


Ciri-ciri pasar persaingan sempurna:
- Adanya penjual dan pembeli yang sangat banyak
- Produk yang dijual perusahaana dalah sejenis (homogen)
- Perusahaan bebas untuk masuk dan keluar
- Para pembeli dan penjual memiliki informasi yang sempurna

Koperasi dalam Pasar Monopolistik


Ciri-cirinya:
 Banyak pejual atau pengusaha dari suatu produk yang beragam
 Produkyang dihasilkan tidak homogeny
 Ada produk substitusinya
 Keluar atau masuk ke industry relative mudah
 Harga produk tidak sama disemua pasar, tetapi berbeda-beda sesuai dengan keinginan
penjualnya
 Gambar

Koperasi dalam Pasar Oligopoli


o Oligopoli adalah struktur pasar dimana hanya ada beberapa perusahaan (penjual) yang
menguasai pasar
o Dua strategi dasar untuk Koperasi dalam pasar oligopoly yaitu strategi harga dan nonharga

BAB XII
PEMBANGUNAN KOPERASI
I. Pembangunan Koperasi di Negara Berkembang (di Indonesia )
Kendala yang dihadapi masyarakat:
1. Perbedaan pendapat masayarakat mengenai Koperasi
2. Cara mengatasi perbedaan pendapat tersebut dengan menciptakan 3 kondisi yaitu:
a. Koqnisi
b. Apeksi
c. Psikomotor
3. Masa Implementasi UU No.12 Tahun 1967
Tahapan membangun Koperasi:
a. Ofisialisasi
b. De-ofisialisasi
c. Otonomisasi
4. Misi UU No.25 Tahun 1992
Merupakan gerakan ekonomi rakyat dalam rangka mewujudkan masyarakat yang maju, adil,
Makmur berlandaskan Pancasila dan UUD1945.

II. Tahapan Pembangunan Koperasi di Negara Berkembang menurut A. Hanel, 1989


TahapI : Pemerintah mendukung perintisan pembentukan organisasi koperasi.
TahapII : Melepaskan ketergantungan kepada sponsor dan pengawasan teknis, manajemen dan
keuangan secara langsung dari pemerintah dan atau organisasi yang dikendalikan oleh
pemerintah.
TahapIII : Perkembangan koperasi sebagai organisasi koperasi yang mandiri.
gugun gunadi

Kamis, 05 Januari 2012

rangkuman materi ekonomi koperasi

BAB 1 : Konsep, Aliran, dan Sejarah

Koperasi

1. Konsep Koperasi

A. Konsep Koperasi Barat

Koperasi merupakan organisasi swasta, yang dibentuk secara sukarela oleh

orang-orang yang mempunyai persamaan kepentingan, dengan maksud mengurusi

kepentingan para anggotanya serta menciptakan keuntungan timbal balik bagi

anggota koperasi maupun perusahaan koperasi.

Unsur-unsur Positif Konsep Koperasi Barat :

 Keinginan individu dapat dipuaskan dengan cara bekerja sama antar sesama

anggota, dengan saling membantu dan saling menguntungkan.

 Setiap individu dengan tujuan yang sama dapat berpartisipasi untuk mendapatkan

keuntungan dan menanggung risiko bersama

 Hasil berupa surplus atau keuntungan didistribusikan kepada anggota sesuai

dengan metode yang telah disepakati.


 Keuntungan yang belum didistribusikan akan dimasukkan sebagai cadangan

koperasi.

Dampak langsung koperasi terhadap anggotanya adalah:

 Promosi kegiatan ekonomi anggota.

 Pengembangan usaha perusahaan koperasi dalam hal investasi, formasi

permodalan, pengembangan sumber daya manusia (SDM), pengembangan keahlian

untuk bertindak sebagai wirausahawan, dan kerja sama antar koperasi secara

horizontal dan vertikal.

Dampak koperasi secara tidak langsung adalah sebagai berikut:

 Pengembangan sosial ekonomi sejumlah produsen skala kecil maupun pelanggan.

 Mengembangkan inovasi pada perusahaan skala kecil, misalnya inovasi teknik dan

metode produksi.

 Memberikan distribusi pendapatan yang lebih seimbang dengan pemberian harga

yang wajar antara produsen dengan pelanggan, serta pemberian kesempatan yang

sama pada koperasi dan perusahaan kecil.

B. Konsep Koperasi Sosialis

Konsep koperasi sosialis menyatakan bahwa koperasi direncanakan dan dikendalikan

oleh pemerintah, dan dibentuk dengan tujuan merasionalkan produksi, untuk

menunjang perencanaan nasional.Menurut konsep ini, koperasi tidak berdiri

sendiri tetapi merupakan subsistem dari sistem sosialisme untuk mencapai tujuan-

tujuan sistem sosialis-komunis.


C. Konsep Koperasi Negara Berkembang

 Koperasi sudah berkembang dengan ciri tersendiri, yaitu dominasi campur tangan

pemerintah dalam pembinaan dan pengembangannya.

 Perbedaan dengan Konsep Sosialis, pada konsep Sosialis, tujuan koperasi untuk

merasionalkan faktor produksi dari kepemilikan pribadi ke pemilikan kolektif

sedangkan konsep koperasi negara berkembang, tujuan koperasi adalah

meningkatkan kondisi sosial ekonomi anggotanya.

2. LATAR BELAKANG TIMBULNYA ALIRAN

KOPERASI

A. Keterkaitan Ideologi, Sistem Perekonomian dan lairan

koperasi, Aliran Koperasi

Aliran Yardstick

Dijumpai pada negara-negara yang berideologi kapitalis atau yang menganut


perekonomian Liberal.

Koperasi dapat menjadi kekuatan untuk mengimbangi, menetralisasikan dan


mengoreksi

Pemerintah tidak melakukan campur tangan terhadap jatuh bangunnya koperasi di


tengah-tengah masyarakat. Maju tidaknya koperasi terletak di tangan anggota koperasi
sendiri
Pengaruh aliran ini sangat kuat, terutama dinegara-negara barat dimana industri
berkembang dengan pesat. Seperti di AS, Perancis, Swedia, Denmark, Jerman, Belanda dll.

Aliran Sosialis

 Koperasi dipandang sebagai alat yang paling efektif untuk mencapai

kesejahteraan masyarakat

 Pengaruh aliran ini banyak dijumpai di negara-negara Eropa Timur dan Rusia

Aliran Persemakmuran (Commonwealth)

Koperasi sebagai alat yang efisien dan efektif dalam meningkatkan kualitas ekonomi
masyarakat.

Koperasi sebagai wadah ekonomi rakyat berkedudukan strategis dan memegang


peranan utama dalam struktur perekonomian masyarakat

Hubungan Pemerintah dengan gerakan koperasi bersifat “Kemitraan (partnership)”,


dimana pemerintah bertanggung jawab dan berupaya agar iklim pertumbuhan koperasi
tercipta dengan baik.

3. SEJARAH PERKEMBANGAN KOPERASI

A. Sejarah Lahirnya Koperasi

1844 di Rochdale Inggris, lahirnya koperasi modern yang berkembang dewasa ini.
Th 1852 jumlah koperasi di Inggris sudah mencapai 100 unit.

1862 dibentuklah Pusat Koperasi Pembelian “The Cooperative Whole Sale Society
(CWS)
1818 – 1888 koperasi berkembang di Jerman dipelopori oleh Ferdinan Lasalle,
Fredrich W. Raiffesen.

1808 – 1883 koperasi berkembang di Denmark dipelopori oleh Herman Schulze.

1896 di London terbentuklah ICA (International Cooperative Alliance) maka


koperasi telah menjadi suatu gerakan internasional.

B. Sejarah Perkembangan Koperasi di Indonesia

1895 di Leuwiliang didirikan pertama kali koperasi di Indonesia (Sukoco, “Seratus


Tahun Koperasi di Indonesia”). Raden Ngabei Ariawiriaatmadja, Patih Purwokerto dkk
mendirikan Bank Simpan Pinjam untuk menolong teman sejawatnya para pegawai negeri
pribumi melepaskan diri dari cengkeraman pelepas uang.
Bank Simpan Pinjam tersebut, semacam Bank Tabungan jika dipakai istilah UU No. 14 tahun
1967 tentang Pokok-pokok Perbankan, diberi nama “De Poerwokertosche Hulp-en Spaarbank
der Inlandsche Hoofden” = Bank Simpan Pinjam para ‘priyayi’ Purwokerto.Atau dalam bahasa
Inggris “the Purwokerto Mutual Loan and Saving Bank for Native Civil Servants”

1920 diadakan Cooperative Commissie yang diketuai oleh Dr. JH. Boeke sebagai
Adviseur voor Volks-credietwezen. Komisi ini diberi tugas untuk menyelidiki apakah koperasi
bermanfaat di Indonesia.

 12 Juli 1947, diselenggarakan kongres gerakan koperasi se Jawa yang pertama di

Tasikmalaya

 1960 Pemerintah mengeluarkan Peraturan Pemerintah No. 140 tentang Penyaluran

Bahan Pokok dan menugaskan koperasi sebagai pelaksananya.

1961, diselenggarakan Musyawarah Nasional Koperasi I (Munaskop I) di Surabaya


untuk melaksanakan prinsip Demokrasi Terpimpin dan Ekonomi Terpimpin
1965, Pemerintah mengeluarkan Undang-Undang No. 14 th 1965, dimana prinsip
NASAKOM (Nasionalis, Sosialis dan Komunis) diterapkan di Koperasi.

1967 Pemerintah mengeluarkan Undang-Undang No. 12 tahun 1967 tentang


Pokok Pokok Perkoperasian disempurnakan dan diganti dengan UU no. 25 tahun 1992 tentang
Perkoperasian

Peraturan Pemerintah No.9 tahun 1995 tentang kegiatan Usaha Simpan Pinjam
dan Koperasi

BAB 2 : Pengertian dan Prinsip-prinsip

Koperasi

1. Pengertian Koperasi

 Definisi ILO

Dalam definisi ILO tersebut, terdapat 6 elemen yang dikandung koperasi sebagai berikut:

a. Koperasi adalah perkumpulan orang-orang (association of persons).

b. Penggabungan orang-orang tersebut berdasar kesukarelaan (voluntarily joined together).

c. Terdapat tujuan ekonomi yang ingin dicapai (to achieve a common economic end).

d. Koperasi yang dibentuk adalah suatu organisasi bisnis (badan usaha) yang diawasi dan
dikendalikan secara demokratis (formation of a democratically controlled business
organization).

e. Terdapat kontribusi yang adil terhadap modal yang dibutuhkan (making equitable
contribution to the capital required)
f. Anggota koperasi menerima risiko dan manfaat secara seimbang (accepting a fair share of the
risk and benefits of the undertaking).

 Definisi Chaniago

Arifinal Chaniago (1984) mendefinisikan koperasi sebagai suatu perkumpulan yang

beranggotakan orang-orang atau badan hukum, yang memberikan kebebasan kepada anggota

untuk masuk dan keluar, dengan bekerja sama secara kekeluargaan menjalankan usaha untuk

mempertinggi kesejahteraan jasmaniah para anggotanya.

 Definisi Dooren

P.J.V Dooren mengatakan bahwa, tidak ada satu pun definisi koperasi yang diterima secara

umum (Nasution, M. dan M. Taufiq, 1992). Namun demikian, Dooren masih tetap memberikan

definisi koperasi sebagai berikut:

There is no single definiton (for cooperative) which is generally accepted, but the common

principle is that cooperative union is an associaton of member, either personal or

corporate, which have voluntarily come together in pursuit of a common economic

objective.

 Definisi Dooren
 Dooren sudah memperluas pengertian koperasi, di mana koperasi tidaklah hanya
kumpulan orang-orang, akan tetapi dapat juga merupakan kumpulan dari badan-badan
hukum (corporate).

 Definisi Hatta

Moh. Hatta. Bapak Koperasi Indonesia ini mendefinisikan koperasi yaitu:

“Koperasi adalah usaha bersama untuk memperbaiki nasib penghidupan ekonomi

berdasarkan tolong-menolong. Semangat tolong-menolong tersebut didorong oleh keinginan

memberi jasa kepada kawan berdasarkan ’seorang buat semua dan semua buat seorang”.

 Definisi Munkner

Munkner mendefinisikan koperasi sebagai organisasi tolong-menolong yang menjalankan

“urusniaga” secara kumpulan, yang berazaskan konsep tolong-menolong


 Definisi UU No.25/1992

Definisi koperasi Indonesia menurut UU No. 25/1992 tentang Perkoperasian adalah sebagai

berikut:

Koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang seorang atau badan hukum

koperasi, dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus

sebagai gerakan ekonomi rakyat, yang berdasarkan atas azas kekeluargaan.

Berdasarkan batasan koperasi ini, koperasi Indonesia mengandung 5 unsur sebagai

berikut:

a. Koperasi adalah badan usaha (business enterprise)Sebagai badan usaha, maka koperasi
harus memperoleh laba. Laba merupakan elemen kunci dalam suatu sistem usaha bisnis, di
mana sistem itu akan gagal bekerja tanpa memperoleh laba.

b. Koperasi adalah kumpulan orang-orang dan atau badan-badan hukum koperasi

c. Koperasi Indonesia adalah koperasi yang bekerja berdasarkan “prinsip-prinsip

koperasi”

d. Koperasi Indonesia adalah “gerakan ekonomi rakyat” Koperasi Indonesia merupakan


bagian dari sistem perekonomian nasional. Kegiatan usaha koperasi tidak semata-mata hanya
ditujukan kepada anggota, tetapi juga kepada masyarakat umum.

e. Koperasi Indonesia “berazaskan kekeluargaan”

2. Tujuan koperasi

Tujuan utama koperasi adalah mewujudkan masyarakat adil makmur

material dan spiritual berdasarkan Pancasila dan Undang – Undang Dasar 1945.
Dalam BAB II Pasal 3 Undang – undang RI No. 25 Tahun 1992, menyatakan bahwa

koperasi bertujuan untuk:

“Memajukan kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya


serta ikut membangun tatanan perekonomian nasional dalam rangka mewujudkan
masyarakat yang maju, adil dan makmur berlandaskan Pancasila dan Undang – undang Dasar
1945”.
Selanjutnya fungsi koperasi tertuang dalam pasal 4 UU No. 25 Tahun 1992 tentang
perkoperasian, yaitu:

a. Membangun dan mengembangkan potensi dan kemampuan ekonomi anggota pada


khususnya dan masyarakat pada umumnya untuk meningkatkan kesejahteraan
ekonomi dan sosialnya.
b. Berperan serta aktif dalam upaya mempertinggi kualitas kehidupan manusia dan
masyarakat.

c. Memperkokoh perekonomian rakyat sebagai dasar kekuatan dan ketahanan


perekonomian nasional dengan koperasi sebagai gurunya.

d. Berusaha untuk mewujudkan dan mengembangkan perekonomian nasional yang


merupakan usaha bersama berdasar atas azas kekeluargaan dan demokrasi ekonomi.

3. PRINSIP-PRINSIP KOPERASI

Prinsip Munkner

o Keanggotaan bersifat sukarela

o Keanggotaan terbuka

o Pengembangan anggota

o Identitas sebagai pemilik dan pelanggan

o Manajemen dan pengawasan dilaksanakan scr demokratis


o Koperasi sbg kumpulan orang-orang

Prinsip Rochdale

o Pengawasan secara demokratis

o Keanggotaan yang terbuka

o Bunga atas modal dibatasi

o Pembagian sisa hasil usaha kepada anggota sebanding dengan jasa masing-masing

anggota

o Penjualan sepenuhnya dengan tunai

Prinsip Raiffeisen

o Swadaya

o Daerah kerja terbatas

o SHU untuk cadangan

o Tanggung jawab anggota tidak terbatas

o Pengurus bekerja atas dasar kesukarelaan

Prinsip Schulze

o Swadaya

o Daerah kerja tak terbatas

o SHU untuk cadangan dan untuk dibagikan kepada anggota


o Tanggung jawab anggota terbatas

o Pengurus bekerja dengan mendapat imbalan

o Usaha tidak terbatas tidak hanya untuk anggota

Prinsip Ica

o Keanggotaan koperasi secara terbuka tanpa adanya pembatasan yang dibuat-buat

o Kepemimpinan yang demokratis atas dasar satu orang satu suara

o Modal menerima bunga yang terbatas (bila ada)

o SHU dibagi 3 : cadangan, masyarakat, ke anggota sesuai dengan jasa masing-masing

o Semua koperasi harus melaksanakan pendidikan secara terus menerus

o Gerakan koperasi harus melaksanakan kerjasama yang erat, baik ditingkat regional,

nasional maupun internasional

Prinsip-prinsip koperasi Indonesia

Prinsip atau sendi koperasi menurut UU No. 12/1967

 Sifat keanggotaan sukarela dan terbuka untuk setiap warga negara Indonesia
 Rapat anggota merupakan kekuasaan tertinggi sebagai pemimpin demokrasi dalam
koperasi

 Pembagian SHU diatur menurut jasa masing-masing anggota


Adanya pembatasan bunga atas modal

 Mngembangkan kesejahteraan anggota khususnya dan masyarakat pada umumnya

 Usaha dan ketatalaksanaannya bersifat terbuka


 Swadaya, swakarta dan swasembada sebagai pencerminan prinsip dasar percaya pada
diri sendiri

Prinsip koperasi UU No. 25 / 1992

 Keanggotaan bersifat sukarela dan terbuka


 Pengelolaan dilakukan secara demokrasi

 Pembagian SHU dilakukan secara adil sesuai dengan jasa usaha masing-masing
anggota

 Pemberian balas jasa yang terbatas terhadap modal

 Kemandirian

 Pendidikan perkoperasian

 RANGKUMAN BAB 3

BAB 3 : ORGANISASI DAN MANAJEMEN

1. BENTUK ORGANISASI

Menurut James A.F. Stoner definisi organisasi adalah alat untuk mencapai tujuan.

Sedangkan pengorganisasian (organizing) adalah mengkoordinasikan sumber daya

manusia dan sumber daya modal yang dimiliki, yang dilakukan oleh seorang

manager.

• Organisasi Menurut Hanel

Organisasi koperasi diartikan sebagai suatu sistem sosial ekonomi atau sosial teknik, yang
terbuka dan berorientasi pada tujuan.

• Organisasi Menurut Ropke

Ciri-ciri organisasi men urut Ropke adalah sabagai berikut :


Terdapat sejumlah individu yang bersatu dalam suatu kelompok yang mempunyai

kepentingan /tujuan yang sama, yang disebut kelompok koperasi.

 Terdapat anggota koperasi yang bergabung dalam kelompok usaha untuk memperbaiki
kondisi sosial ekonomi mereka, yang disebut swadaya kelompok koperasi.

Anggota yang bergabung memanfaatkan koperasi secara bersamaan, yang disebut


perusahaan koperasi

Koperasi sebagai perusahaan mempunyai tugas untuk menunjang kepentingan para


anggotanya.

• Organisasi di Indonesia

Struktur organisasi di Indonesia terdiri dari :

Rapat anggota

Pengurus

Pengawas

Pengelola

2. HIRARKI TANGGUNG JAWAB

• Pengurus

Pengurus adalah perwakilan anggota koperasi yang dipilih melalui rapat anggota,

yang bertugas mengelola organisasi dan usaha. Kedudukan pengurus sebagai

penerima mandat dari pemilik koperasi yang mempunyai fungsi dan wewenang
sebagai pelaksana keputusan rapat anggota sangat strategis dan menentukan maju

mundurnya koperasi, hal ini ditetapkan dalam UU Koperasi No.25 tahun 1992 pasal

29 ayat (2).

• Pengelola

Pengelola koperasi adalah mereka yang diangkat dan diberhentikan oleh pengurus

untuk mengembangkan usaha koperasi secara efisien dan profesional.

Kedudukan pengelola adalah sebagai pegawai yang diberi wewenang oleh pengurus.

• Pengawas

Pengawas adalah perangkat organisasi yang dipilih dari anggota dan diberi mandat

untuk melakukan pengawasan terhadap jalannya roda organisasi dan usaha

koperasi.

Menurut UU No. 25 tahun 1992 pasal 39 ayat (1), pengawas bertugas melakukan

pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan pengelolaan koperasi. Sedangkan

ayat (2) menyatakan pengawas berwenang untuk meneliti segala catatan yang ada

pada koperasi, dan mendapatkan segala keterangan yang diperlukan.

3. POLA MANAJEMEN

Pola umum manajemen koperasi bergaya manajemen partisipatif, yang

menggambarkan adanya interaksi antarunsur manajemen koperasi.

Menurut A.H. Gophar manajemen koperasi dapat ditelaah dari tiga sudut pandang, yaitu :
• Organisasi : terbentuk dari tiga unsur yakni anggota, pengurus, dan karyawan

• Proses : mengutamakan demokrasi dalam pengambilan keputusan

• Gaya : menganut gaya partisipatif

BAB 4 : TUJUAN DAN FUNGSI KOPERASI

1. PENGERTIAN BADAN USAHA

Badan Usaha atau Perusahaan adalah suatu organisasi yang mengkombinasikan dan

mengorganisasikan sumber-sumber daya untuk tujuan memproduksi atau

menghasilkan barang-barang atau jasa untuk dijual.

2. KOPERASI SEBAGAI BADAN USAHA

Koperasi adalah badan usaha (UU No.25 tahun1992), maka koperasi merupakan

kombinasi dari manusia, aset-aset fisik dan non fisik, informasi dan teknologi.

Selain harus memiliki 4 sistem tersebut, koperasi juga harus memasukkan sistem

yang ke 5 yakni keanggotaan (membership system), karena hal ini merupakan jati

diri dan nilai keunggulan koperasi.

3. TUJUAN DAN NILAI KOPERASI

Definisi tujuan perusahaan menurut Prof. William F. Glueck (1984) dalam bukunya

Strategy Management And Bussiness Policy, adalah sebagai hasil akhir yang dicari

organisasi melalui eksistensi dan operasinya.

Menurut teori tujuan perusahaan adalah memaksimumkan keuntungan jangka

pendek. Namun pada perkembangannya disadari bahwa keuntungan jangka panjang

lebih penting.
Untuk mencapai nilai perusahaan pada tingkat yang ditetapkan oleh manajemen,

maka perusahaan bisnis mengkelompokkan tujuan umumnya menjadi 3, yaitu :

• Memaksimumkan Keuntungan

Untuk memaksimumkan keuntungan yang perlu diperhatikan adalah penerimaan itu

sendiri. Maka bagian pemasaran (marketing department) memegang peranan yang

sangat dominan agar harga dipasar bisa bersaing sempurna, bagian produksi dan

personalia (production and personnel departement) dapat merangsang penjualan

(sales) dengan meningkatkan kualitas pelayanan dan pengembangan produk baru.

Dengan model matematika dapat ditulis sebagai berikut.

P = TR – TC

Atau

TR = Q X P

Dimana : P = Profit (keuntungan)

TR = Total revenue (penerimaan total)

TC = Total Cost (biaya total)

Q = quantity (jumlah)

P = Price (harga)

• Memaksimumkan Nilai Perusahaan

Nilai perusahaan (value of firm) adalah nilai dari laba yang diperoleh dan yang

diharapkan pada masa yang akan datang, yang dihitung pada masa sekarang dengan

memperhitungkan tingkat resiko dan tingkat bunga yang tepat. Dalam hal ini
bagian keuangan (finance department) dan bagian akuntansi (accounting

departement) yang lebih dominan dalam pengaturannya.

Hal ini dapat ditulis dengan rumus sebagai berikut.

n TRt - TCt

Nilai perusahaan = ∑

t = 0 (1 + r) t

Dimana : TRt = Penerimaan total pada tahun t

TCt = Biaya total pada tahun t

t = tahun

r = discounted factor atau discount rate

• Meminimumkan Biaya

Dilihat dari aspek teori organisasi tanggung jawab utama dalam hal meminimasi

biaya terletak pada bagian produksi (production department) yang didukung oleh

bagian personalia (personnel department).

Secara matematis , rumusan biaya ini dapat diekspresikan sebagai berikut.

TC = FC + VC

Dimana : TC = Biaya total (total cost)


FC = Biaya tetap (fixed cost)

VC = Biaya variabel (variabel cost)

4. MENDFINISIKAN TUJUAN PERUSAHAAN

KOPERASI

Tujuan koperasi sebagai perusahaan atau badan usaha tidak berorientasi pada laba,

melainkan juga pada manfaat. Dalam manajemen koperasi tidaklah mengejar

keuntungan sebagai tujuan perusahaan karena mereka bekerja didasari dengan

pelayanan. Untuk koperasi di Indonesia, tujuan badan usaha koperasi adalah

memajukan kesejahteraan anggotanya pada khususnya dan masyarakat pada

umumnya (UU No. 25 / 1992 pasal 3).

5. KETERBATASAN TEORI PERUSAHAAN

Teori perusahaan begitu luas , dan tidak memberikan suatu alternatif yang

memuaskan bagi koperasi. Disatu sisi, koperasi harus memuaskan anggotanay

sebagai pemilik perusahaan dimana koperasi dituntut harus mampu menghasilkan

keuntungan atau sisa hasil usaha, namun disisi lain, koperasi harus dapat

memberikan pelayanan yang memuaskan kepada konsumen (anggota dan

masyarakat sekitar) secara optimal.

6. TEORI LABA

Dalam koperasi laba disebut Sisa Hasil Usaha (SHU). Menurut teori laba, tingkat

keuntungan pada setiap perusahaan biasanya berbeda pada setiap jenis

industrinya.

Ada beberapa teori laba, seperti berikut ini .


• Teori laba menanggung resiko

• Teori laba friksional

• Teori laba monopoli

• Teori laba inovasi

• Teori laba efisiensi

7. FUNGSI LABA

Fungsi laba bagi koperasi tergantung pada besar kecilnya partisipasi ataupun

transaksi anggota dengan koperasinya. Semakin tinggi partisipasi anggota, maka

idealnya semakin tinggi pula manfaat yang diterima oleh anggotanya.

8. KEGIATAN USAHA KOPERASI

Ada 6 aspek dasar yang menjadi untuk mencapai tujuan koperasi sebagai badan

usaha yaitu:

Status dam motif anggota koperasi

Kegiatan usaha

 Permodalan koperasi

Manajemen koperasi

 Organisasi koperasi, dan

Sistem pembagian keuntungan (SHU).

• Status dan Motif Anggota Koperasi


Status anggota koperasi sebagai badan usaha adalah sebagai pemilik dan sebagai

pemakai. Sebagai pemilik kewajibannya adalah melakukan investasi di koperasinya.

Sedangkan sebgai pemakai, anggota harus menggunakan secara maksimum

pelayanan usaha yang diselenggarakan koperasi.Motif dasar koperasi adalah

kebutuhan ekonomi yang mendorong setiap orang untuk menjadi anggota koperasi.

• Kegiatan Usaha

Seluruh kegiatan usaha koperasi didasarkan pada maksimisasi pelayanan atau

pemenuhan kebutuhan ekonomi anggotanya. Kegiatan pelayanan ini sekaligus

diharapkan menjadi sumber keuntungan bagi perusahaan koperasi.

• Permodalan Koperasi

Modal koperasi dibutuhkan untuk membiayai usaha dan organisasi koperasi. Modal

usaha terdiri dari modal investasi dan modal kerja.

Permodalan koperasi di Indonesia terdiri dari modal sendiri dan modal pinjaman

(UU No.25 /1992 pasl 41, bab VII tentang perkoperasian).

• Sisa Hasil Usaha Koperasi

Pembagian SHU tidak terlepas dari filosofi dasar koperasi, dimana asas keadilan

menjadi hal yang sangat penting untuk dilaksanakan dalam kehidupan berkoperasi.

BAB 5 : SISA HASIL USAHA

1. PENGERTIAN SHU

Dari aspek ekonomi manajerial, SHU adalah selisih dari seluruh pemasukan atau

penerimaan total (total revenue [TR]) dengan biaya total (total cost [TC]) dalam
satu tahun buku. Dari aspek legalistik, pengertian SHU menurut UU No. 25/1992,

tentang perkoperasian, Bab IX, pasal 45 adalah sebagai berikut.

1) SHU koperasi adalah pendapatan koperasi yang diperoleh dalam satu tahun buku

dikurangi dengan biaya, penyusutan, dan kewajiban lain termasuk pajak dalam

tahun buku yang bersangkutan.

2) SHU setelah dikurangi dana cadangan, dibagikan kepada anggota sebanding jasa

usaha yang dilakukan oleh masing-masing anggota dengan koperasi, serta

digunakan untuk keperluan pendidikan perkoperasian dan keperluan koperasi,

sesuai dengan keputusan Rapat Anggota.

3) Besarnya penumpukan modal dana cadangan ditetapkan dalam Rapat Anggota.

Mengacu pada pengertian diatas, maka besarnya SHU yang diterima oleh setiap

anggota akan berbeda, tergantung besarnya partisipasi modal dan transaksi

anggota terhadap pembentukan pendapatan koperasi.

• Informasi Dasar

Perhitungan SHU bagian anggota dapat dilakukan bila beberapa informasi dasr

diketahui sebagai berikut.

1) SHU total koperasi pada satu tahun buku

2) Bagian (persentase) SHU anggota

3) Total simpanan seluruh anggota

4) Total seluruh transaksi usaha (volume usaha atau omzet) yang bersumber dari

anggota

5) Jumlah simpanan per anggota

6) Omzet atau volume usaha per anggota


7) Bagian (persentase) SHU untuk simpanan anggota

8) Bagian (persentase) SHU untuk transaksi usaha anggota

2. RUMUS PEMBAGIAN SHU

SHU per anggota dapat dihitung sebagai berikut :

SHUA = JUA +JMA

Dimana :

SHUA : Sisa Hasil Usaha Anggota

JUA : Jasa Usaha Anggota

JMA : Jasa Modal Anggota

Dengan menggunakan model matematika, SHU per anggota dapat dihitung sebagai

berikut.

SHUPa = Va x JUA + Sa x JMA

VUK TMS

Dimana :

SHU Pa : Sisa Hasil Usaha per Anggota

JUA : Jasa Usaha Anggota

JMA : Jasa Modal Anggota

VA : Volume usaha Anggota (total transaksi anggota)

UK : Volume usaha total koperasi (total transaksi koperasi)


Sa : Jumlah simpanan anggota

TMS : Modal sendiri total (simpanan anggota total)

3. PRINSIP-PRINSIP PEMBAGIAN SHU

Agar tercermin azas keadilan, demokrasi, transparasi, dan sesuai dengan prinsip-

prinsip koperasi, maka perlu diperhatikan prinsip-prinsip pembagian SHU sebagai

berikut.

1) SHU yang dibagi adalah yang bersumber dari anggota

2) SHU anggota adalah jasa dari modal dan transaksi usaha yang dilakukan anggota

sendiri

3) Pembagian SHU anggota dilakukn secara transparan

4) SHU anggota dibayar secara tunai

4. PEMBAGIAN SHU PER ANGGOTA

Dengan menggunakan rumus perhitungan SHU, maka perolehan SHU per anggota

dibagi berdasarkan kontribusinya terhadap modal dan transaksi usaha. Hal ini

sesuai dengan pembukuan yang telah dilakukan oleh koperasi tersebut.

BAB 6 :POLA MANAJEMEN KOPERASI

1. PENGERTIAN MANAJEMEN DAN PERANGKAT

ORGANISASI

Menurut James A.F.Stoner, manajemen adalah suatu proses perencanaan,

pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengendalian upaya anggota organisasi dan


menggunakan semua sumber daya organisasi untuk mencapai tujuan yang telah

ditetapkan.

Menurut James A.F. Stoner definisi organisasi adalah alat untuk mencapai tujuan.

Sedangkan pengorganisasian (organizing) adalah mengkoordinasikan sumber daya

manusia dan sumber daya modal yang dimiliki, yang dilakukan oleh seorang

manager.

• Pengertian Manajemen

Pengertian Manajemen Istilah manajemen, terjemahannya dalam bahasa Indonesia

hingga saat ini belum ada keseragaman. Selanjutnya, bila kita mempelajari

literatur manajemen, maka akan ditemukan bahwa istilah manajemen mengandung

tiga pengertian yaitu: Manajemen sebagai suatu proses, 1. Manajemen sebagai

kolektivitas orang-orang yang melakukan aktivitas manajemen, 2. Manajemen

sebagai suatu seni (Art) dan sebagai suatu ilmu pengetahuan (Science) Menurut

pengertian yang pertama, yakni manajemen sebagai suatu proses, berbeda-beda

definisi yang diberikan oleh para ahli. Untuk memperlihatkan tata warna definisi

manajemen menurut pengertian yang pertama itu, dikemukakan tiga buah definisi.

Dalam Encylopedia of the Social Sience dikatakan bahwa manajemen adalah suatu

proses dengan mana pelaksanaan suatu tujuan tertentu diselenggarakan dan

diawasi. Selanjutnya, Hilman mengatakan bahwa manajemen adalah fungsi untuk

mencapai sesuatu melalui kegiatan orang lain dan mengawasi usaha-usaha individu

untuk mencapai tujuan yang sama. Menurut pengertian yang kedua, manajemen

adalah kolektivitas orang-orang yang melakukan aktivitas manajemen. Jadi dengan

kata lain, segenap orang-orang yang melakukan aktivitas manajemen dalam suatu

badan tertentu disebut manajemen. Menurut pengertian yang ketiga, manajemen

adalah seni (Art) atau suatu ilmu pnegetahuan. Mengenai inipun sesungguhnya

belum ada keseragaman pendapat, segolongan mengatakan bahwa manajemen


adalah seni dan segolongan yang lain mengatakan bahwa manajemen adalah ilmu.

Sesungguhnya kedua pendapat itu sama mengandung kebenarannya.<1> Menurut

G.R. Terry manajemen adalah suatu proses atau kerangka kerja, yang melibatkan

bimbingan atau pengarahan suatu kelompok orang-orang kearah tujuan-tujuan

organisasional atau maksud-maksud yang nyata. Manajemen juiga adalah suatu

ilmu pengetahuan maupun seni. Seni adalah suatu pengetahuan bagaimana

mencapai hasil yang diinginkan atau dalm kata lain seni adalah kecakapan yang

diperoleh dari pengalaman, pengamatan dan pelajaran serta kemampuan untuk

menggunakan pengetahuan manajemen. Menurut Mary Parker Follet manajemen

adalah suatu seni untuk melaksanakan suatu pekerjaan melalui orang lain. Definisi

dari mary ini mengandung perhatian pada kenyataan bahwa para manajer mencapai

suatu tujuan organisasi dengan cara mengatur orang-orang lain untuk

melaksanakan apa saja yang pelu dalam pekerjaan itu, bukan dengan cara

melaksanakan pekerjaan itu oleh dirinya sendiri. Itulah manajemen, tetapi

menurut Stoner bukan hanya itu saja. Masih banyak lagi sehingga tak ada satu

definisi saja yang dapat diterima secara universal.

Manajemen adalah suatu proses yang dilakukan untuk mewujudkan tujuan organisasi

melalui rangkaian kegiatan berupa perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan

pengendalian orang-orang serta sumber daya organisasi lainnya.

Fungsi-fungsi manajemen:

1. Perencanaan (planning)

2. Pengorganisasian (organizing)

3. Pengarahan dan pengimplementasian (directing/leading)

4. Pengawasan dan pengendalian (controlling)

• Pengertian koperasi
Pengertian koperasi menurut pendekatan asal yaitu kata koperasi berasal dari

bahasa Latin “coopere”, yang dalam bahasa Inggris disebut cooperation (bekerja

sama). Co berarti bersama dan operation berarti bekerja. Dalam hal ini kerja

sama yang dilakukan oleh orang-orang yang mempunyai kepentingan dan tujuan

yang sama.

Organisasi koperasi diartikan sebagai suatu sistem sosial ekonomi atau sosial

teknik, yang terbuka dan berorientasi pada tujuan.

• Pengertian Manajemen Koperasi

Manajemen koperasi adalah

Menurut A.H. Gophar manajemen koperasi dapat ditelaah dari tiga sudut pandang,

yaitu :

 Organisasi : terbentuk dari tiga unsur yakni anggota, pengurus, dan karyawan

 Proses : mengutamakan demokrasi dalam pengambilan keputusan

 Gaya : menganut gaya partisipatif

2. RAPAT ANGGOTA

merupakan pemegang kekuasaan tertinggi dalam menetapkan kebijakan umum

dibidang organisasi, manajemen, dan usaha koperasi. Kebijakan yang sifatnya

sangat strategis dirumuskan dan ditetapkan pada forum Rapat Anggota.

Umumnya, Rapat Anggota diselenggarakan sekali setahun.

3. PENGURUS

dipilih dan diberhentikan oleh rapat anggota. Dengan demikian, Pengurus dapat

dikatakan sebagai pemegang kuasa Rapat Anggota dalam mengoperasionalkan


kebijakan-kebujakan strategis yang ditetapkan Rapat Anggota. Penguruslah yang

mewujudkan arah kebijakan strategis yang menyangkut organisasi maupun usaha.

4. PENGAWAS

mewakili anggota untuk melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan yang

dilaksanakan oleh pengurus. Pengawas dipilih dan diberhentikan oleh Rapat

Anggota. Oleh sebab itu, dalam struktur organisasi koperasi, posisi Pengawas dan

Pengurus adalah sama.

5. PENGELOLA

adalah tim manajemen yang diangkat dan diberhentikan oleh Pengurus, untuk

melaksanakan teknis operasional dibidang usaha. Hubungan Pengelola usaha

(managing director) dengan pengurus koperasi adalah hubungan kerja atas dasar

perikatan dalam bentuk perjanjian atau kontrak kerja.

6. PENDEKATAN SISTEM PADA KOPERASI

Menurut Draheim koperasi mempunyai sifat ganda, yaitu :

- Organisasi dari orang-orang dengan unsur eksternal ekonomi dan sifat-sifat sosial

(pendekatan sosiologi)

- Perusahaan biasa yang harus dikelola sebagai layaknya perusahaan biasa dalam

ekonomi pasar (Pendekatan Neo Klasik)

BAB 7 : JENIS DAN BENTUK KOPERASI

1. JENIS KOPERASI
Ada banyak cara yang dapat digunakan untuk pengelompokan koperasi. Untuk

memisah –misahkan koperasi yang serba heterogen itu satu sama lainnya.

Indonesia dalam sejarahnya menggunakan berbagai dasar atau criteria seperti:

lapangan usaha,tempat tinggal para anggota,golongan dan fungsi ekonominya.

Pemisahan-pemisahan yang menggunakan berbagi criteria tersebut selanjutnya

disebut dengan penjenisan.

• Menurut PP No. 60/1959

Jenis koperasi dalam PP No.60 / 1959

a. koperasi desa

b. koperasi peternakan

c. koperai perikanan

d. koperasi kerajinan / industri

e. koperasi simpan pinjam

• Menurut Teori Klasik

Penjelasan Penjenisan Koperasi:

1. Dasar penjenisan adalah kebutuhan dari dan untuk maksud efisiensi karena

kesamaan aktivitas atau keperluan ekonominya

2. Koperasi mendasarkan perkembang pada potensi ekonomi daerah kerjannya.

3. Tidak dapat dipastikan secara umum dan seragam jenis koperasi yang mana yang

diperlukan bagi setiap bidang. Penjenisan koperasi seharusnya diadakan

berdasarkan kebutujan dan mengingat akan tujuan efisiensi.


Bermacam-macam jenis Koperasi baik tingkat primer maupun tingkat sekunder mulai

bermunculan pada era 1970-an,seperti:

1. Bank Umum Koperasi Indonesia (BUKOPIN)

2. Lembaga Jaminan Kredit Koperasi (LJKK)

3. Koperasi Asuransi Indonesia (KAI)

4. Koperasi Unit Desa (KUD)

5. Koperasi Jasa Audit

6. Koperasi Pembiayaan Indonesia (KPI)

7. Koperasi Distribusi Indonesia (KDI)

2. KETENTUAN PENJENISAN KOPERASI SESUAI UU NO. 12/1967

Konsep Penggolongan koperasi (Undang –undanng No. 12/67 pasal 17)

1. Penjelasan koperasi didasarkan pada kebutuhan diri dan untuk efisiensi suatu

golongan dalam masyarakat yang homogen karena kesamaan aktivitas /

kepentingan ekonominya guna mencapai tujuan bersama anggota anggotanya.

2. Untuk maksud efisiensi dan ketertiban, guna kepentingan dan perkembangan

koperasi Indonesia, di tiap daerah kerja hanya terdapat satu koperasi angota

sejenis dan setingkat.

3. BENTUK KOPERASI

• Sesuai PP No. 60/1959


Koperasi menurut UU No.25 tahun 1992 pasal 15 “Koperasi dapat berbentuk

Koperasi Primer dan Koperasi Sekunder.”

Bentuk Koperasi menurut PP No.60 tahun 1959:

Dalam PP No.60 tahun 1959 (pasal 13 bab IV) dikatakan bahwa bentuk kopeasi ialah

tingkat-tingkat koperasi yang didasarkan pada cara-cara pemusatan,penggabungan

dan perindukannya.

Dari ketentuan tersebut,maka didapat 4 bentuk koperasi,yaitu:

a. Primer

b. Pusat

c. Gabungan

d. Induk

Keberadaan dari koperasi-koperasi tersebut dujelaskan dalam pasal 18 dari PP

60/59,yang mengatakan bahwa:

a. Ditiap-tiap desa ditumbuhkan Koperasi Desa

b. Ditiap-tiap daerah Tingkat II ditumbuhkan Pusat Koperasi

c. Ditiap-tiap daerah Tingkat I ditumbuhkan Gabungan Koperasi

d. Di IbuKota ditumbuhkan Induk koperasi

• Sesuai Wilayah Administrasi Pemerintah

Bentuk koperasi menurut UU No.12 tahun 1967:

Undang-undang No.12 tahun 1967 tentang Pokok-pokok perkoperasian masih

mengaitkan bentuk-bentuk koperasi itu dengan wilayah administrasi pemerintahan


(pasal 16) tetapi tidak secara ekspresif mengatakan bahwa kooperasi pusat harus

berada di IbuKota Kabupaten dan Koperasi Gabungan harus berada ditingkat

Propinsi.

Pasal 16 butir (1) Undang0undang No.12/1967 hanya mengatakan: daerah kerja

koperasi Indonesia pada dasarnya.didasarkan pada kesatuan wilayah administrasi

Pemerintahan dengan memperhatikan kepentingan ekonomi.

• Koperasi Primer dan Sekunder

Koperasi Primer

Koperasi primer adalah koperasi yang didirikan oleh dan beranggotakan orang-

seorang. Koperasi primer dibentuk oleh sekurang-kurangnya 20 orang.

Yang termasuk dalam koperasi primer adalah:

a. Koperasi Karyawan

b. Koperasi Pegawai Negeri

c. KUD

Koperasi Sekunder

Koperasi sekunder merupakan koperasi yang anggota - anggotanya adalah organisasi

koperasi.

BAB 8 : PERMODALAN KOPERASI

1. ARTI MODAL KOPERASI

Sebagai badan usaha koperasi sama dengan bentuk badan usaha lainnya, yaitu sama-

sama berorientasi laba dan membutuhkan modal. Koperasi sebagai wadah


demokrasi ekonomi dan sosial harus menjalankan usahanya. Oleh karena itu

kehadiran modal dalam koperasi ibarat pembuluh darah yang mensuplai darah

(modal) bagi kegiatan-kegiatan lainnya dalam koperasi.

Dalam memulai suatu usaha, modal merupakan salah satu faktor penting disamping

faktor lainnya, sehingga suatu usaha bisa tidak berjalan apabila tidak tersedia

modal. Artinya, bahwa suatu usaha tidak akan pernah ada atau tidak dapat

berjalan tanpa adanya modal. Hal ini menggambarkan bahwa modal yang menjadi

faktor utama dan penentu dari suatu kegiatan usaha. Karenanya setiap orang yang

akan melalukan kegiatan usaha, maka langkah utama yang dilakukannya adalah

memikirkan dan mencari modal untuk usahanya.

Kedudukan modal dalam suatu usaha dikatakan oleh Suryadi Prawirosentono (2002:

117) sebagai berikut:

Modal adalah salah satu faktor penting diantara berbagai faktor produksi yang

diperlukan. Bahkan modal merupakan faktor produksi penting untuk pengadaan

faktor produksi seperti tanah, bahan baku, dan mesin. Tanpa modal tidak mungkin

dapat membeli tanah, mesin, tenaga kerja dan teknologi lain. Pengertian modal

adalah “suatu aktiva dengan umur lebih dari satu tahun yang tidak diperdagangkan

dalam kegiatan bisnis sehari-hari.”

Modal merupakan kekayaan yang dimiliki perusahaan yang dapat menghasilkan

keuntungan pada waktu yang akan datang dan dinyatakan dalam nilai uang. Modal

dalam bentuk uang pada suatu usaha mengalami perubahan bentuk sesuai dengan

kebutuhan untuk mencapai tujuan usaha, yakni :

• Sebagian dibelikan tanah dan bangunan

• Sebagian dibelikan persediaan bahan

• Sebagian dibelikan mesin dan peralatan


• Sebagian lagi disimpan dalam bentuk uang tunai (cash)

Selain sebagai bagian terpenting di dalam proses produksi, modal juga merupakan

faktor utama dan mempunyai kedudukan yang sangat tinggi di dalam

pengembangan perusahaan. Hal ini dicapai melalui peningkatan jumlah produksi

yang menghasilkan keuntungan atau laba bagi pengusaha. (bersambung di edisi

berikutnya)

2. SUMBER MODAL

• Menurut UU No. 12/1967

Menurut UU No. 12/1967 tentang pokok-pokok perkoperasian bahwa adanya

pembatasan bunga atas modal dalam prinsip-prinsip atau sendi-sendi dasar

koperasi.

• Menurut UU No. 25/1992

Modal koperasi dibutuhkan untuk membiayai usaha dan organisasi koperasi. Modal

usaha terdiri dari modal investasi dan modal kerja.

Permodalan koperasi di Indonesia terdiri dari modal sendiri dan modal pinjaman

(UU No.25 /1992 pasl 41, bab VII tentang perkoperasian).

Seperti halnya bentuk badan usaha yang lain, untuk menjalankan kegiatan usahanya

koperasi memerlukan modal. Adapun modal koperasi terdiri atas modal sendiri dan

modal pinjaman.

Modal sendiri meliputi sumber modal sebagai berikut:

• Simpanan Pokok
Simpanan pokok adalah sejumlah uang yang wajib dibayarkan oleh anggota kepada

koperasi pada saat masuk menjadi anggota. Simpanan pokok tidak dapat diambil

kembali selama yang bersangkutan masih menjadi anggota koperasi. Simpanan

pokok jumlahnya sama untuk setiap anggota.

• Simpanan Wajib

Simpanan wajib adalah jumlah simpanan tertentu yang harus dibayarkan oleh

anggota kepada koperasi dalam waktu dan kesempatan tertentu, misalnya tiap

bulan dengan jumlah simpanan yang sama untuk setiap bulannya. Simpanan wajib

tidak dapat diambil kembali selama yang bersangkutan masih menjadi anggota

koperasi.

• Simpanan khusus/lain-lain misalnya:Simpanan sukarela (simpanan yang dapat

diambil kapan saja), Simpanan Qurba, dan Deposito Berjangka.

• Dana Cadangan

Dana cadangan adalah sejumlah uang yang diperoleh dari penyisihan Sisa Hasil

usaha, yang dimaksudkan untuk pemupukan modal sendiri, pembagian kepada

anggota yang keluar dari keanggotaan koperasi, dan untuk menutup kerugian

koperasi bila diperlukan.

• Hibah

Hibah adalah sejumlah uang atau barang modal yang dapat dinilai dengan uang yang

diterima dari pihak lain yang bersifat hibah/pemberian dan tidak mengikat

adapun modal pinjaman koperasi berasal dari pihak-pihak sebagai berikut:

• Anggota dan calon anggota

• Koperasi lainnya dan/atau anggotanya yang didasari dengan perjanjian kerjasama

antarkoperasi
• Bank dan Lembaga keuangan bukan banklembaga keuangan lainnya yang dilakukan

berdasarkan ketentuan peraturan perudang-undangan yang berlaku

• Penerbitan obligasi dan surat utang lainnya yang dilakukan berdasarkan ketentuan

peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Dan sumber lain yang sah

3. DISTRIBUSI CADANGAN KOPERASI

Kedudukan Modal Dalam Koperasi

Anggota koperasi sebagai kumpulan orang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan

ekonomi melalui usaha ekonomi koperasi, dengan pengertian anggota sebagai

pemilik dan sekaligus pengguna jasa koperasi (UU Pasal 17) koperasi adalah

perusahaan yang berorientasi kepada pengguna jasa atau user oriented firm

(UOF). Koperasi bukan kumpulan modal atau perusahaan yang berorientasi kepada

investor atau investororiented firm (IOF). Modal merupakan unsure penting

dalam menjalankan usaha, tetapi jika koperasi mengandalkan kekuatan modal

seperti pesaingnya, maka koperasi tidakakan mampu menandinginya. Jika koperasi

menggunakan cara lawannya, maka koperasi akan menghadapi pergaulan tanpa

akhir (never ending struggle) untuk memiliki modal yang mencukupi. Modal utama

koperasi adalah orang atau anggotanya yang bersedia menyatukan usahanya

melalui kegiatan koperasi.

Cara paling konvensional yang dianut koperasi dalam berusaha adalah pooling, yaitu

pembelian atau penjualan bersama. Pembelian bersama dilakukan oleh koperasi

konsumen yang anggotanya memerlukan barang konsumsi. Sedang penjualan

bersama diperlukan oleh koperasi produsen yang anggotanya memerlukan

penjualan barang yang diproduksi dan atau pembelian bersama sarana produksi.

Meskipun modal tetap diperlukan, tetapi dengan pooling kebutuhan modal dapat
ditekan serendah mungkin (minimized), karena tidak ada transaksi jual beli antara

koperasi dengan anggotanya. Koperasi bekerja atas dasar anggaran atau operation

at cost. Dalam hal ini bukan perhitungan untung-rugi yang digunakan, tetapi SHU

atau surplus akibat efisiensi. Contoh pooling yang sampai sekarang tetap berjalan

adalah penjualan susu yang dilakukan oleh koperasi di lingkingan Gabungan

Koperasi Susu Indonesia (GKSI) kepada Industry Pengolahan Susu (IPS), dan

penjualan Tandan Buah Segar (TBo\S) kelapa sawit kepada industry pengolajan

minyak. Cara pooling memberikan alas an yang paling kuat bagi koperasi untk

memperoleh keringanan pajak penghasilan, karena tidak ada transaksi jual-beli

antara koperasi dengan anggota

Masalah biasanya muncul ketika koperasi memasuki proses bisnis yang lebih rumit

seperti bergerak dalam usaha pengolahan atau manufaktur, sehingga cara pooling

menjadi kurang praktis. Pengumpulan bahan baku dari anggota dilakukan berdasar

transaksi jual-beli, perhitungannya berdasar untung-rugi dengan perolehan

keuntungan (laba) dan bukan surplus. Dalam cara ini insentif kepada anggota tetap

dapat diberikan melalui harga pembelian yang tinggi sesuai perhitungan harga jual

produk akhir (active price policy) disamping pembagian setiap tahun (deviden).

Disamping itu, usaha koperasi lain yang berkaitan dengan penumpukkan modal

anggota adalah kegiatan simpan pinjam yang dilakukan oleh KSP atau credit

unions.

BAB 9 : Dana Cadangan

Dana cadangan diperoleh dan dikumpulkan dari penyisihan sebagian sisa hasil usaha

(SHU) tiap tahun, dengan maksud jika sewaktu-waktu diperlukan untuk menutup
kerugian dan keperluan memupuk permodalan. Posisi dana cadangan dalam sisi

pasiva menunjukkan bahwa jika terjadi kerugian dengan sendirinya akan

terkompensasi dengan dana cadangan, dan apabila tidak mencukupi ditambah

dengan simpanan. Dapat dimengerti adanya ketentuan dalam hukum dagang bahwa

jika kerugian suatu perusahaan mencapai lebih dari setengah modalnya wajib

diumumkan. Karena modal perusahaan sudah berkurang dan beresiko.

Pemupukan dana cadangan koperasi dilakukan secara terus-menerus

berdasarprosentase tertentu dari SHU, sehingga bertambah setiap tahun tanpa

batas. Jika koperasi menerima fasilitas pemerintah, ditentukan bahwa prosentasi

penyisihan dana cadangan semakin besar. Dana cadangan sering lebih besar

jumlahnya disbanding simpanan anggota. Apabila dana cadangan sering lebih besar

jumlahnya dibanding simpanan anggota. Apabila dana cadangan menjadi sangat

besar dan simpanan anggota. Apabila dana cadangan menjadi sangat besar dan

simpanan anggota tetap kecil, maka koperasi tidak ubahnya seperti perusahaan

bersama atau mutual company (onderling;perusahaan tanpa pemilik). Ada yang

berpendapat bahwa memang mutual company merupakan bentuk akhir dari

koperasi, yang tentu bukan menjadi tujuannya. Dilihat dari tujuan dana cadangan

untuk menutup kerugian setelah mencapai sekurang-kurangnya seperlima dari

jumlah modal koperasi. Sebelum mencapai jumlah tersebut penggunaannya

dibatasi hanya untuk menutup kerugian. Setelah tercapai jumlah tersebut dapat

ditambah sesuai dengan kepentingan koperasi.

Ada pendapat di kalangan koperasi bahwa dana cadangan merupakan modal social,

bukan milik anggota dan tidak boleh dibagikan kepada anggota sekalipun dalam

keadaan koperasi dibubarkan. Sebenarnya tidak tepat ada larangan penggunaan

dana cadangan termasuk untuk dibagikan kepada anggota, sepanjang tidak

melanggar batas minimumnya. Misalnya pada saat koperasi mengalami kerugian

dalam tahun buku tertentu, tetapi ingin membagikan SHU kepada anggota dengan
pertimbangan tidak merugikan usaha koperasi dan melanggar ketentuan tentang

dana cadangan.

EVALUASI KEBERHASILAN KOPERASI DILIHAT DARI

SISI ANGGOTA

1. EFEK-EFEK EKONOMIS KOPERASI

Salah satu hubungan penting yang harus dilakukan koperasi adalah dengan para

anggotanya, yang kedudukannya sebagi pemilik sekaligus pengguna jasa koperasi.

Motivasi ekonomi anggota sebagi pemilik akan mempersoalkan dana (simpanan-

simpanan) yang telah di serahkannya, apakah menguntungkan atau tidak.

Sedangkan anggota sebagai pengguna akan mempersoalkan kontinuitas pengadaan

kebutuhan barang-jasa, menguntungkan tidaknya pelayanan koperasi dibandingkan

penjual /pembeli di luar koperasi.

Pada dasarnya setiap anggota akan berpartisipasi dalam kegiatan pelayanan

perusahaan koperasi:

1. Jika kegiatan tersebut sesuai dengan kebutuhannya

2. Jika pelayanan itu di tawarkan dengan harga, mutu atau syarat-syarat yang lebih

menguntungkan di banding yang di perolehnya dari pihak-pihak lain di luar

koperasi.

2. EFEK-EFEK HARGA DAN BIAYA

Partisipasi anggota menentukan keberhasilan koperasi. Sedangkan tingkat

partisipasi anggota di pengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya: Besarnya nilai

manfaat pelayanan koperasi secara utilitarian maupun normatif.


Motivasi utilitarian sejalan dengan kemanfaatan ekonomis. Kemanfaatan ekonomis

yang di maksud adalah insentif berupa pelayanan barang-jasa oleh perusahaan

koperasi yang efisien, atau adanya pengurangan biaya dan atau di perolehnya

harga menguntungkan serta penerimaan bagian dari keuntungan (SHU) baik secara

tunai maupun dalam bentuk barang.

Bila dilihat dari peranan anggota dalam koperasi yang begitu dominan, maka setiap

harga yang ditetapkan koperasi harus di bedakan antara harga untuk anggota

dengan harga untuk non anggota. Perbedaan ini mengharuskan daya analisis yang

lebih tajam dalam melihat peranan koperasi dalam pasar yang bersaing.

Istilah partisipasi dikembangkan untuk menyatakan atau menunjukkan peran serta

(keikutsertaan) seseorang atau sekelompok orang dalam aktivitas tertentu.

Karena itulah Partisipasi anggota koperasi sangat menentukan keberhasilan

koperasi. Dimensi-dimensi partisipasi dijelaskan sebagai berikut:

a. Dimensi partisipasi dipandang dari sifatnya

Dipandang dari segi sifatnya, pertisipasi dapat berupa, partisipasi yang dipaksakan

(forced) dan partisipasi sukarela (foluntary). Jika tidak dipaksa oleh situasi dan

kondisi, partisipasi yang dipaksakan (forced) tidak sesuai dengan prinsip koperasi

keanggotaan terbuka dan sukarela serta manajemen demokratis. Partisipasi yang

sesuai pada koperasi adalah partisipasi yang bersifat sukarela.

b. Dimensi partisipasi dipandang dari bentuknya

Dipandang dari sifat keformalannya, partisipasi dapat bersifat formal (formal

participation) dan dapat pula bersifat informal (informal participation). Pada

koperasi kedua bentuk partisipasi ini bisa dilaksanakan secara bersama-sama.

c. Dimensi partisipasi dipandang dari pelaksanaannya


Dipandang dari segi pelaksanaannya, partisipasi dapat dilaksanakan secara langsung

maupun tidak langsung. Pada koperasi partisipasi langsung dan tidak langsung

dapat dilaksanakan secara bersama-sama tergantung pada situasi dan kondisi

serta aturan yang berlaku. Partisipasi langsung dapat dilakukan dengan

memanfaatkan fasilitas koperasi (membeli atau menjual kepada koperasi),

memberikan saran-saran atau informasi dalam rapat-rapat, memberikan

kontribusi modal, memilih pengurus, dan lain-lain. Partisipasi tidak langsung

terjadi apabila jumlah anggota terlampau benyak, anggota tersebar di wilayah

kerja koperasi yang terintegrasi, sehingga diperlukan perwakilan-perwakilan untuk

menyampaikan aspirasinya

d. Dimensi partisipasi dipandang dari segi kepentingannya

Dari segi kepentingannya partisipasi dalam koperasi dapat berupa partisipasi

kontributis (contributif participation) dan partisipasi intensif (incentif

participation). Kedua jenis partisipasi ini timbul sebagai akibat dari peran ganda

anggota sebagai pemilik dan sekaligus sebagai pelanggan. Dalam kedudukannya

sebagai pemilik:

1. Para anggota memberikan kontribusinya terhadap pembentukan dan pertumbuhan

perusahaan koperasi dalam bentuk kontribusinya terhadap pembentukan dan

pertumbuhan perusahaan koperasi dalam bentuk kontribusi keuangan (penyerahan

simpanan pokok, simpanan wajib, simpanan sukarela atau dana-dana pribadi yang

diinvestasikan pada koperasi), dan

2. Mengambil bagian dalam penetapan tujuan, pembuatan keputusan dan proses

pengawasan terhadap jalannya perusahaan koperasi. Partisipasi semacam ini

disebut juga partisipasi kontributif.


Dalam kedudukannya sebagai pelanggan/pemakai, para anggota memanfaatkan

berbagai potansi pelayanan yang disediakan oleh perusahaan koperasi dalam

menunjang kepentingannya. Partisipasi ini disebut partisipasi insentif.

Menurut Hanel (1989) insentif dan kontribusi anggota perseorangan terhadap

koperasinya dapat dijelaskan secara singkat sebagai berikut:

a. Peningkatan pelayanan yang efisien melalui penyediaan barang dan jasa oleh

perusahaan koperasi akan menjadi perangsang pernting bagi anggota untuk turut

memberikan kontribusinya bagi

b. Kontribusi para anggota dalam

Cara meningkatkan koperasi dapat dilakukan beberapa kegiatan seperti:

a. Menyediakan barang-barang atau jasa-jasa yang dibutuhkan oleh anggota yang

relatif lebih baik dari para pesaingnya di pasar.

b. Meningkatkan harga pelayanan kepada anggota, misalnya:

• Menetapkan harga jual yang relatif lebih murah dari harga umum

• Harga beli yang relatif lebih tinggi dari harga umum

• Pemberian bunga kredit yang lebih rendah dari bunga umum

• Pemberian bunga tabungan minimal sam dengan tingkat bungan umum disertai

pelayanan yang lebih baik

• Pemberian diskon atau potongan harga untuk anggota

• Menurunkan biaya yang harus dibayar anggota pada saat pembelian barang atau

penjualan bahan melalui pelaksanaan pembelian atau penjualan di tempat pelayanan

anggota yang mendekati tempat tinggal anggota


c. Menyediakan barang-barang yang tidak tersedia di pasar bebas wilayah koperasi

atau tidak disediakan oleh pemerintah.

d. Berusaha memberikan deviden per anggota (SHU per anggota) yang meningkat

dari waktu ke waktu.

e. Memperbesar alokasi dana dari aktivitas bisnis koperasi dengan non anggota

melalui pemberian kredit dengan bunga yang relatif lebih murah dan jangka waktu

pemngembalian relatif lama.

f. Menyedihkan berbagai tunjangan (bila mampu) keanggotaan, seperti tunjangan

hari raya, tunjangan kesehatan, dan lain-lain

Meningkatkan partisipasi kontributif anggota dalam pengambilan keputusan dapat

dilakukan dengan cara:

1. Menjelaskan tentang maksud, tujuan perencanaan dan keputusan yang akan

dikeluarkan.

2. Meminta tanggapan dan saran tentang perencanaan dan keputusan yang akan

dikeluarkan.

3. Meminta informasi tentang segala sesuatu dari semua anggota dalam usaha

membuat keputusan dan mengambil keputusan.

4. Memberikan kesempatan yang sama kepada semua anggota dalam pengambilan

keputusan.

Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk meningkatkan partisipasi kontributif

keuangan bersamaan dengan meningkatkan partisipasi insentif, yaitu:

1. Memperbesar peranan koperasi dalam usaha anggota dengan menciptakan

manfaat ekonomi yang meningkat dari waktu ke waktu.


2. Memperbesar rate of return melalui usaha yang sungguh-sungguh dan profesionil.

3. Membangun dan meningkatkan kepercayaan anggota terhadap manajemen

koperasi melalui:

Pemilihan pengurus dan pengelola yang mempunyai kemampuan manajerial, jujur dan

dapat dipercaya,

Melaksanakan catatan pembukuan yang jelas dan transparan, dan

Memperbesar kepentingan anggota untuk mengaudit koperasi.

Sedangkan tingkat partisipasi anggota di pengaruhi oleh beberapa faktor

diantaranya:

Ö Besarnya nilai manfaat pelayanan koperasi secara utilitarian maupun normatif.

Ö Motivasi utilitarian sejalan dengan kemanfaatan ekonomis. Kemanfaatan ekonomis

yang di maksud adalah insentif berupa pelayanan barang-jasa oleh perusahaan

koperasi yang efisien, atau adanya pengurangan biaya dan atau di perolehnya

harga menguntungkan serta penerimaan bagian dari keuntungan (SHU) baik secara

tunai maupun dalam bentuk barang.

Ö Bila dilihat dari peranan anggota dalam koperasi yang begitu dominan, maka

setiap harga yang ditetapkan koperasi harus di bedakan antara harga untuk

anggota dengan harga untuk non anggota. Perbedaan ini mengharuskan daya

analisis yang lebih tajam dalam melihat peranan koperasi dalam pasar yang

bersaing.

3. ANALISIS HUBUNGAN EFEK EKONOMIS DENGAN KEBERHASILAN KOPERASI


Dalam badan usaha koperasi, laba (profit) bukanlah satu-satunya yang di kejar oleh

manajemen, melainkan juga aspek pelayanan (benefit oriented). Di tinjau dari

konsep koperasi, fungsi laba bagi koperasi tergantung pada besar kecilnya

partisipasi ataupun transaksi anggota dengan koperasinya.

Semakin tinggi partisipasi anggota, maka idealnya semakin tinggi manfaat yang di

terima oleh anggota. Keberhasilan koperasi di tentukan oleh salah satu faktornya

adalah partisipasi anggota dan partispasi anggota sangat berhubungan erat

dengan efek ekonomis koperasi yaitu manfaat yang di dapat oleh anggota tsb.

4. PENYAJIAN DAN ANALISIS NERACA PELAYANAN

Di sebabkan oleh perubahan kebutuhan dari para anggota dan perubahan lingkungan

koperasi, terutama tantangantantangan kompetitif, pelayanan koperasi terhadap

anggota harus secara kontinu di sesuaikan. Ada dua faktor utama yang

mengharuskan koperasi meningkatkan pelayanan kepada anggotanya.

1. Adanya tekanan persaingan dari organisasi lain (terutama organisasi non

koperasi).

2. Perubahan kebutuhan manusia sebagai akibat perubahan waktu dan peradaban.

Perubahankebutuhan ini akan menentukan pola kebutuhan anggota dalam

mengkonsumsi produk-produk yang di tawarkan oleh koperasi.

Bila koperasi mampu memberikan pelayanan yang sesuai dengan kebutuhan anggota

yang lebih besar dari pada pesaingnya, maka tingkat partisipasi anggota terhadap

koperasinya akan meningkat. Untuk meningkatkan pelayanan, koperasi memerlukan

informasi-informasi yang dating terutama dari anggota koperasi.

BAB 10 : EVALUASI KEBERHASILAN KOPERASI DILIHAT DARI SISI PERUSAHAAN


1. EFISIENSI PERUSAHAAN KOPERASI

Tidak dapat di pungkiri bahwa koperasi adalah badan usaha yang kelahirannya di

landasi oleh fikiran sebagai usaha kumpulan orang-orang bukan kumpulan modal.

Oleh karena itu koperasi tidak boleh terlepas dari ukuran efisiensi bagi usahanya,

meskipun tujuan utamanya melayani anggota.

2. EFEKTIVITAS KOPERASI

v Efektivitas adalah pencapaian target output yang di ukur dengan cara

membandingkan output anggaran atau seharusnya (Oa), dengan output realisasi

atau sungguhnya (Os), jika Os > Oa di sebut efektif.

v Rumus perhitungan Efektivitas koperasi (EvK) :

EvK = Realisasi SHUk + Realisasi MEL

Anggaran SHUk + Anggaran MEL = Jika EvK >1, berarti efektif

3. PRODUKTIVITAS KOPERASI

v Produktivitas adalah pencapaian target output (O) atas input yang digunakan (I),

jika (O>1) di sebut produktif. Rumus perhitungan Produktivitas Perusahaan

Koperasi

PPK = SHUk x 100 % (1) Modal koperasi

PPK = Laba bersih dr usaha dgn non anggota x 100% (2) Modal koperasi

a) Setiap Rp.1,00 Modal koperasi menghasilkan SHU sebesar Rp…..

b) Setiap Rp.1,00 modal koperasi menghasilkan laba bersih dari usaha dengan non

anggota sebesar Rp….


4. ANALISIS LAPORAN KOPERASI

Laporan keuangan koperasi merupakan bagian dari laporan pertanggungjawaban

pengurus tentang tata kehidupan koperasi. Laporan keuangan sekaligus dapat

dijadikan sebagai salah satu alat evaluasi kemajuan koperasi. Laporan Keuangan

Koperasi berisi

(1) Neraca,

(2) perhitungan hasil usaha (income statement),

(3) Laporan arus kas (cash flow),

(4) catatan atas laporan keuangan

(5) Laporan perubahan kekayaan bersih sbg laporan keuangan tambahan.

a) Perhitungan hasil usaha pada koperasi harus dapat menunjukkan usaha yang berasal dari
anggota dan bukan anggota. Alokasi pendapatan dan beban kepada anggota dan bukan
anggota pada perhitungan hasil usaha berdasarkan perbandingan manfaat yang di terima
oleh anggota dan bukan anggota.

b) Laporan koperasi bukan merupakan laporan keuangan konsolidasi dari koperasi-

koperasi. Dalam hal terjadi penggabungan dua atau lebih koperasi menjadi satu

badan hukum koperasi, maka dalam penggabungan tersebut perlu memperhatikan

nilai aktiva bersih yang riil dan bilamana perlu melakukan penilaian kembali. Dalam

hal operasi mempunyai perusahaan dan unit-unit usaha yang berada di bawah satu

pengelolaan, maka di susun laporan keuangan konsolidasi atau laporan keuangan

gabungan.

c) Demikian penulisan ini tidak untuk bertujuan komersil tetapi untuk penambahan

nilai dalam menunjang mata kuliah adaptif softskill mengenai ekonomi koperasi.
Semoga penulisan ini dapat bermanfaat untuk kita semua dalam mengembangkan

koperasi dengan mengevaluasi kembali manfaat dari hasil yang diberikan dalam

koperasi yang dilihat dari sisi perusahaan.

BAB 11: PERANAN KOPERASI DI

BERBAGAI KEADAAN PERSAINGAN

Di Pasar Persaingan Sempurna

Suatu pasar disebut bersaing sempurna jika terdapat banyak penjual dan

pembeli sehingga tidak ada satu pun dari mereka dapat mempengaruhi harga yang

berlaku; barang dan jasa yang dijual di pasar adalah homogen; terdapat mobilitas

sumber daya yang sempurna; setiap produsen maupun konsumen mempunyai

kebebasan untuk keluar-masuk pasar; setiap produsen maupun konsumen

mempunyai informasi yang sempurna tentang keadaan pasar meliputi perubahan

harga, kuantitas dan kualitas barang dan informasi lainnya; tidak ada biaya atau

manfaat eksternal berhubungan dengan barang dan jasa yang dijual di pasar.

Perusahaan-perusahaan dalam pasar persaingan sempurna bersifat “penerima

harga” (price taker).

Kurva permintaan yang dihadapi sebuah perusahaan dalam pasar persaingan

sempurna merupakan sebuah garis horizontal pada tingkat harga yang berlaku di

pasar.Kuantitas output ditentukan berdasarkan harga pasar dan tujuan

memaksimumkan laba, yaitu pada saat MR = MC.


Dalam jangka waktu yang sangat pendek, kurva penawaran pasar berbentuk

garis vertikal sehingga harga ditentukan oleh permintaan pasar. Dalam jangka

panjang, harga dapat naik, tetap atau turun tergantung pada perubahan

permintaan komoditi yang bersangkutan dan faktor-faktor yang

mempengaruhinya.

Jenis pasar persaingan sempurna terjadi ketika jumlah produsen sangat

banyak sekali dengan memproduksi produk yang sejenis dan mirip dengan jumlah

konsumen yang banyak. Contoh produknya adalah seperti beras, gandum,

batubara, kentang, dan lain-lain.

Ciri-ciri Pasar Pesaingan Sempurna :

1. Adanya penjual dan pembeli yang sangat banyak.

Banyaknya penjual dan pembeli menyebabkan masing-masing pihak tidak dapat

mempengaruhi harga. Harga ditentukan oleh mekanisme permintaan dan

penawaran di pasar. Dengan demikian, pengusahalah yang menyesuaikan usahanya

dengan harga pasar yang telah ada. Demikian pula konsumen secara perorangan

tidak dapat mempengaruhi harga pasar dengan jalan memperbesar atau

memperkecil jumlah pembeliannya.

2. Produk yang dijual perusahaan adalah sejenis (homogen).

Produk yang ditawarkan adalah sama dalam segala hal. Dalam pikiran pembeli,

masing-masing hasil produksi suatu perusahaan dilihat sebagai sebuah substitusi

yang sempurna untuk hasil produksi dari perusahaan lain di pasaran. Akibatnya

penentuan pembelian oleh konsumen tidak tergantung kepada siapa yang menjual

produk tersebut.

3. Perusahaan bebas untuk masuk dan keluar.


Masing-masing penjual ataupun pembeli mempunyai kebebasan untuk masuk dan

keluar pasar. Tidak turut sertanya salah satu pengusaha atau pembeli dalam pasar

tersebut, tidak akan berpengaruh kepada harga pasar, karena jumlah produk yang

ditarik/dibeli sedemikian kecilnya sehingga dapat diabaikan jika dibandingkan

dengan total produk yang terdapat di pasar.

4. Para pembeli dan penjual memiliki. informasi yang sempurna

Para penjual dan pembeli mempunyai informasi yang lengkap mengenai kondisi pasar,

struktur harga, dan kuantitas barang yang sesungguhnya. Keterangan ini mudah

didapat dan tidak memerlukan biaya yang besar (costless).Berdasarkan kondisi di

atas, dapat diamati keseimbangan / ekuilibrium dari suatu badan usaha koperasi

untuk jangka waktu pendek, menengah, dan jangka panjang.

Dalam struktur pasar persaingan sempurna, harga ditentukan oleh

keseimbangan permintaan (demand) dengan penawaran (supply). Oleh sebab itu,

perusahaan yang bersaing dalam pasar persaingan sempurna disebut penerima

harga (price taker). Jadi apabila koperasi masuk dan menjual produknya ke pasar

yang mempunyai struktur bersaing sempurna, maka koperasi hanya dapat

mengikuti harga pasar sebagai harga jual produknya.

Koperasi tidak akan dapat mempengaruhi harga, walaupun seluruh produk

anggotanya dikumpul dan dijual melalui koperasi. Oleh karena itu, persaingan

“harga” tidak cocok diterapkan oleh para pelaku bisnis termasuk koperasi di pasar

bersaing sempurna. Untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar, maka

koperasi harus mampu bersaing dalam hal “biaya”. Menurut konsepsi koperasi,

biaya produksi akan dapat diminimumkan berdasakan skala ekonomi, baik sebagai

koperasi produsen maupun konsumen.

· Di Pasar Monopolistik
Pasar Monopolistik adalah salah satu bentuk pasar di mana terdapat

banyak produsen yang menghasilkan barang serupa tetapi memiliki perbedaan

dalam beberapa aspek. Penjual pada pasar monopolistik tidak terbatas, namun

setiap produk yang dihasilkan pasti memiliki karakter tersendiri yang

membedakannya dengan produk lainnya. Contohnya adalah : shampoo, pasta gigi,

dll.

Meskipun fungsi semua shampoo sama yakni untuk membersihkan rambut,

tetapi setiap produk yang dihasilkan produsen yang berbeda memiliki ciri khusus,

misalnya perbedaan aroma, perbedaan warna, kemasan, dan lain-lain.

Pada pasar monopolistik, produsen memiliki kemampuan untuk

mempengaruhi harga walaupun pengaruhnya tidak sebesar produsen dari pasar

monopoli atau oligopoli. Kemampuan ini berasal dari sifat barang yang dihasilkan.

Karena perbedaan dan ciri khas dari suatu barang, konsumen tidak akan mudah

berpindah ke merek lain, dan tetap memilih merek tersebut walau produsen

menaikkan harga. Misalnya, pasar sepeda motor di Indonesia.

Ciri-ciri dari pasar monopolistik adalah:

1. Terdapat banyak penjual/produsen yang berkecimpung di pasar.

2. Barang yang diperjual-belikan merupakan differentiated produk.

3. Para penjual memiliki kekuatan Pasar Oligopoli.

Ciri-ciri Pasar Monopolistik :


1. Penjual atau pengusaha dari suatu produk adalah banyak, serta jenis produk

yang beragam. Misalnya produk rokok, rokok diproduksi oleh banyak pengusaha,

dan setiap pengusaha satu sama lain bersaing secara tidak sempurna.

Produk yang ditawarkan tidak sama dalam segala hal. Akibatnya penentuan

pembelian oleh konsumen tergantung kepada siapa yang menjual produk tersebut.

Disini, perusahaan-perusahaan terpacu untuk terikat dalam persaingan non-harga,

misalnya melalui periklanan dan tipe lain dari promosi, karena produk yang

dihasilkan tidak sejenis dan para pembeli atau konsumen tidak mengetahuinya.

2. Ada produk substitusinya.

Dapat digantikan penggunaannya secara sempurna oleh produk lain. Ada produk

lain yang serupa yang dapat memberikan kepuasan yang sama.

3. Keluar atau masuk ke industri relative mudah.

4. Harga produk tidak sama di semua pasar.

Tetapi berbeda-beda sesuai dengan keinginan penjual, karena penjual atau

pengusaha dalam pasar ini adalah banyak sehingga konsumen yang harus

menyesuaikan dalam hal “harga”.

5. Pengusaha dan konsumen produk tertentu sama-sama bersaing.

Tetapi persaingan tersebut tidak sempurna, karena produk yang dihasilkan tidak

sama dalam banyak hal. Produk pengusaha yang mana yang akan menduduki tempat

monopolistic, ditentukan oleh konsumen produk tersebut dan bukan pengusahanya.

Untuk menentukan bentuk pasar dari suatu produk perusahaan, sangat

tergantung kepada pembedaan (diferensiasi) produk yang dihasilkan perusahaan

tersebut dengan produk pengganti yang dihasilkan oleh perusahaan lain. Semakin

kecil/sedikit perbedaannya, maka lebih cenderung ke pasar persaingan sempurna.


Sebaliknya, semakin jauh jarak perbedaannya maka semakin cenderung ke arah

bentuk pasar monopoli.

Oleh karena itu, apabila koperasi ingin memaksimumkan keuntungannya

dalam struktur pasar monopolistic, maka secara teoritis, koperasi harus mampu

menghasilkan produk yang sangat berbeda dengan yang dihasilkan oleh pengusaha

lain. Tentu strategi dan taktik bisnis dalam promosi, sedikit banyak sangat

menentukan perbedaan tersebut.

· Di Pasar Monopsoni

Monopsoni adalah keadaan dimana satu pelaku usaha menguasai penerimaan

pasokan atau menjadi pembeli tunggal atas barang dan/atau jasa dalam suatu

pasar komoditas. Kondisi Monopsoni sering terjadi didaerah-daerah Perkebunan

dan industri hewan potong (ayam), sehingga posisi tawar menawar dalam harga

bagi petani adalah nonsen. Salah satu contoh monopsoni juga adalah penjualan

perangkat kereta api di Indonesia. Perusahaan Kereta Api di Indonesia hanya ada

satu yakni KAI, oleh karena itu, semua hasil produksi hanya akan dibeli oleh KAI.

Apabila seorang pengusaha membeli suatu faktor produksi secara bersaing

sempurna dengan pengusaha lain,maka ia secara perorangan tidak bisa

mempengaruhi harga dari faktor produksi itu.

· Di Pasar Oligopoli

Pasar Oligopoli adalah pasar di mana penawaran satu jenis barang dikuasai

oleh beberapa perusahaan. Umumnya jumlah perusahaan lebih dari dua tetapi
kurang dari sepuluh. Dalam pasar oligopoli, setiap perusahaan memposisikan

dirinya sebagai bagian yang terikat dengan permainan pasar, di mana keuntungan

yang mereka dapatkan tergantung dari tindak-tanduk pesaing mereka. Sehingga

semua usaha promosi, iklan, pengenalan produk baru, perubahan harga, dan

sebagainya dilakukan dengan tujuan untuk menjauhkan konsumen dari pesaing

mereka.

Praktek oligopoli umumnya dilakukan sebagai salah satu upaya untuk

menahan perusahaan-perusahaan potensial untuk masuk kedalam pasar, dan juga

perusahaan-perusahaan melakukan oligopoli sebagai salah satu usaha untuk

menikmati laba normal di bawah tingkat maksimum dengan menetapkan harga jual

terbatas, sehingga menyebabkan kompetisi harga diantara pelaku usaha yang

melakukan praktek oligopoli menjadi tidak ada.

Struktur pasar oligopoli umumnya terbentuk pada industri-industri yang

memiliki capital intensive yang tinggi, seperti, industri semen, industri mobil, dan

industri kertas.

Dalam Undang-undang No. 5 Tahun 1999, oligopoli dikelompokkan ke dalam

kategori perjanjian yang dilarang, padahal umumnya oligopoli terjadi melalui

keterkaitan reaksi,

khususnya pada barang-barang yang bersifat homogen atau identik dengan kartel,

sehingga ketentuan yang mengatur mengenai oligopoli ini sebagiknya digabung

dengan ketentuan yang mengatur mengenai kartel.

Jenis-jenis pasar Oligopoli :

1. Pasar oligopoly murni.

Barang yang diperdagangkan sama fisiknya (identik), hanya berbeda merknya saja.
2. Pasar oligopoly dengan pembedaan (differentiated oligopoly).

Barang yang diperdagangkan dapat dibedakan. Perusahaan mengeluarkan beberapa

produk untuk piihan konsumen.

Ciri-ciri pasar Oligopoli:

a. Terdapat banyak pembeli di pasar.

Umumnya dalam pasar oligopoly adalah produk-produk yang memiliki pangsa pasar

besar dan merupakan kebutuhan sehari-hari, seperti semen, Provider telefon

selular, air minum, kendaraan bermotor, dan sebagainya.

b. Hanya ada beberapa perusahaan(penjual) yang menguasai pasar.

Umumnya adalah penjual-penjual (perusahaan) besar yang memiliki modal besar saja

(konglomerasi). Karena ada ketergantungan dalam perusahaan tersebut untuk

saling menunjang. Contoh: bakrie group memiliki pertambangan, property, dan

perusahaan telefon seluler (esia)

c. Produk yang dijual bisa bersifat sejenis, namun bisa berbeda mutunya.

Perusahaan mengeluarkan beberapa jenis sebagai pilihan yang berbeda atribut,

mutu atau fiturnya. Hal ini adalah alat persaingan antara beberapa perusahaan

yang mengeluarkan beberapa jenis produk yang sama, atau hamper sama di dalam

pasar oligopoly

Untuk mencegah persaingan harga yang ekstrim, beberapa perusahaan atau

pemerintah menetapkan aturan mengenai harga standar sehingga tidak ada

persaingan harga yang mencolok.

Peran koperasi di didalam pasar oligopoly adalah sebagai retailer (pengecer),


dikarenakan untuk terjun ke dalam pasar oligopoly ini diperlukan capital intensive

(modal yang tinggi). Koperasi dapat berperan sebagai pengecer produk berbagai

jenis dari beberapa produsen. Keuntungan diperoleh dari laba penjualan.

BAB 12 : PEMBANGUNAN KOPERASI DI

NEGARA BERKEMBANG

Pembangunan Koperasi di Indonesia

Sejarah kelahiran dan berkembangnya koperasi di negara maju (barat) dan

negara berkembang memang sangat diametral. Di barat koperasi lahir sebagai

gerakan untuk melawan ketidakadilan pasar, oleh karena itu tumbuh dan

berkembang dalam suasana persaingan pasar. Bahkan dengan kekuatannya itu

koperasi meraih posisi tawar dan kedudukan penting da lam konstelasi kebijakan

ekonomi termasuk dalam perundingan internasional. Peraturan perundangan yang

mengatur koperasi tumbuh kemudian sebagai tuntutan masyarakat koperasi dalam

rangka melindungi dirinya.

Di negara berkembang koperasi dirasa perlu dihadirkan dalam kerangka

membangun institusi yang dapat menjadi mitra negara dalam menggerakkan

pembangunan untuk mencapai kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu

kesadaran antara kesamaan dan kemuliaan tujuan negara dan gerakan koperasi

dalam memperjuangkan peningkatan kesejahteraan masyarakat ditonjolkan di

negara berkembang, baik oleh pemerintah kolonial maupun pemerintahan bangsa

sendiri setelah kemerdekaan, berbagai peraturan perundangan yang mengatur

koperasi dilahirkan dengan maksud mempercepat pengenalan koperasi dan


memberikan arah bagi pengembangan koperasi serta dukungan/perlindungan yang

diperlukan.

Pembangunan koperasi dapat diartikan sebagai proses perubahan yang

menyangkut kehidupan perkoperasian Indonesia guna mencapai kesejahteraan

anggotanya. Tujuan pembangunan koperasi di Indonesia adalah menciptakan

keadaan masyarakat khususnya anggota koperasi agar mampu mengurus dirinya

sendiri (self help).

A. Permasalahan dalam Pembangunan Koperasi

Koperasi bukan kumpulan modal, dengan demikian tujuan pokoknya harus

benar-benar mengabdi untuk kepentingan anggota dan masyarakat di sekitarnya.

Pembangunan koperasi di Indonesia dihadapkan pada dua masalah pokok yaitu

masalah internal dan eksternal koperasi.

* Masalah internal koperasi antara lain: kurangnya pemahaman anggota akan

manfaat koperasi dan pengetahuan tentang kewajiban sebagai anggota. Harus ada

sekelompok orang yang punya kepentingan ekonomi bersama yang bersedia

bekerja sama dan mengadakan ikatan sosial. Dalam kelompok tersebut harus ada

tokoh yang berfungsi sebagai penggerak organisatoris untuk menggerakkan

koperasi ke arah sasaran yang benar.

* Masalah eksternal koperasi antara lain iklim yang mendukung pertumbuhan

koperasi belum selaras dengan kehendak anggota koperasi, seperti kebijakan

pemerintah yang jelas dan efektif untuk perjuangan koperasi, sistem prasarana,

pelayanan, pendidikan, dan penyuluhan.

B. Kunci Pembangunan Koperasi


Menurut Ace Partadiredja dosen Fakultas Ekonomi Universitas Gajah

Mada, faktor-faktor yang menghambat pertumbuhan koperasi Indonesia adalah

rendahnya tingkat kecerdasan masyarakat Indonesia. Hal ini disebabkan karena

pemerataan tingkat pendidikan sampai ke pelosok baru dimulai pada tahun 1986,

sehingga dampaknya baru bisa dirasakan paling tidak 15 tahun setelahnya.

Berbeda dengan Ace Partadiredja, Baharuddin berpendapat bahwa faktor

penghambat dalam pembangunan koperasi adalah kurangnya dedikasi pengurus

terhadap kelangsungan hidup koperasi. Ini berarti bahwa kepribadian dan mental

pengurus, pengawas, dan manajer belum berjiwa koperasi sehingga masih perlu

diperbaiki lagi.

Prof. Wagiono Ismangil berpendapat bahwa faktor penghambat kemajuan

koperasi adalah kurangnya kerja sama di bidang ekonomi dari masyarakat kota.

Kerja sama di bidang sosial (gotong royong) memang sudah kuat, tetapi kerja

sama di bidang usaha dirasakan masih lemah, padahal kerja sama di bidang

ekonomi merupakan faktor yang sangat menentukan kemajuan lembaga koperasi.

Ketiga masalah di atas merupakan inti dari masalah manajemen koperasi

dan merupakan kunci maju atau tidaknya koperasi di Indonesia.

Untuk meningkatkan kualitas koperasi, diperlukan keterkaitan timbal balik antara

manajemen profesional dan dukungan kepercayaan dari anggota. Mengingat

tantangan yang harus dihadapi koperasi pada waktu yang akan datang semakin

besar, maka koperasi perlu dikelola dengan menerapkan manajemen yang

profesional serta menetapkan kaidah efektivitas dan efisiensi. Untuk keperluan

ini, koperasi dan pembina koperasi perlu melakukan pembinaan dan pendidikan

yang lebih intensif untuk tugas-tugas operasional. Dalam melaksanakan tugas

tersebut, apabila belum mempunyai tenaga profesional yang tetap, dapat

dilakukan dengan bekerja sama dengan lembaga-lembaga pendidikan yang terkait.


Dekan Fakultas Administrasi Bisnis universitas Nebraska Gaay

Schwediman, berpendapat bahwa untuk kemajuan koperasi maka manajemen

tradisional perlu diganti dengan manajemen modern yang mempunyai ciri-ciri

sebagai berikut:

* semua anggota diperlakukan secara adil,

* didukung administrasi yang canggih,

* koperasi yang kecil dan lemah dapat bergabung (merjer) agar menjadi koperasi

yang lebih kuat dan sehat,

* pembuatan kebijakan dipusatkan pada sentra-sentra yang layak,

* petugas pemasaran koperasi harus bersifat agresif dengan menjemput bola

bukan hanya menunggu pembeli,

* kebijakan penerimaan pegawai didasarkan atas kebutuhan, yaitu yang terbaik

untuk kepentingan koperasi,

* manajer selalu memperhatikan fungsi perencanaan dan masalah yang strategis,

* memprioritaskan keuntungan tanpa mengabaikan pelayanan yang baik kepada

anggota dan pelanggan lainnya,

* perhatian manajemen pada faktor persaingan eksternal harus seimbang dengan

masalah internal dan harus selalu melakukan konsultasi dengan pengurus dan

pengawas,

* keputusan usaha dibuat berdasarkan keyakinan untuk memperhatikan

kelangsungan organisasi dalam jangka panjang,

* selalu memikirkan pembinaan dan promosi karyawan,

* pendidikan anggota menjadi salah satu program yang rutin untuk dilaksanakan.

SUMBER
http://www.ekonomirakyat.org/edisi_17/artikel_5.htm
http://ruth-happy.blogspot.com/2010/01/pembangunan-koperasi.html
- http://www.unjabisnis.net/2010/04/ekonomi-koperasi.html

- http://rismaeka.wordpress.com/2011/11/17/ekonomi-koperasi

Manajemen Koperasi

Tidak hanya sekedar aspek organisasi manajemen pemasaran koperasi serta manajemen keuangan koperasi juga
menjadi penting untuk dipahami. Pemasaran dan dan finance seringkali menjadi momok menakutkan pasca
hancurnya sistem monopoli ala KUD .

Di banyak skripsi manajemen koperasi yang saya baca koperasi selalu digambarkan seragam dekat dengan laum
marginal dan tidak mempunyai kemampuan bersaing. Munculnya berbagai macam bentuk koperasi saat ini juga
mengaharuskan kita membuat penyesuaian manajemen koperasi syariah tentu akan sangat berbeda jika dibandinkan
dengan manajemen koperasi sekolah, dan untuk hal ini saja koperasi tidak memiliki kemampuan memadai, bahkan
konsep dasar manajemen strategi koperasi masih sangat sulit dicari standarnya.

Sebuah keinginan besar bagi saya adalah terciptanya sebuah konsep manajemen koperasi indonesia yang memang
mempunyai fungsi manajemen koperasi yang tepat untuk negeri ini . Mungkin kita belum sampai pada sistem
informasi manajemen koperasi yang baik tetapi setidaknya kita harus berupaya sebaik mungkin untuk menjadikan
koperasi Indonesia jaya. Sampai ketemu di posting manajemen koperasi seanjutnya

Koperasi dikatakan sebagai kontra failing power artinya secara sederhanya sebagai kekuatan pengimbang
kapitalisme, caranya? Kita tau dalam sistem ekonomi pasar semakin besar jumlah yang kita belanjakan akan
semakin banyak potongan harga yang kita peroleh, pada kondisi seperti ini bagi pemilik kapital atau modal akan
sangat menguntungkan.

Sedangkan bagi yang tidak mempunyai cukup kapital atau modal akan memperoleh harga yang tinggi. Dalam upaya
menaikan posisi tawar ekonomi dan meningkatkan skala ekonomi rakyat inilah koperasi dibutuhkan.

Dalam manajemen koperasi memahami bahwa koperasi itu kekuatan utamanya adalah kebutuhan bersama dalam
konteks ekonomi, sukarea dan terbuka serta partisipasi total dari anggota. Logikanya ketika angota merasakan
manfaat ekonomi dri koperasi maka member base economic akan berjalan.

Kami akan mencoba menampilkan gambar struktur organisasi , dalam konteks ini gambar organisasi koperasi .
Aspek ini merupakan bagian penting dari kesuksesan pengelolaan koperasi, kenapa demikian? pengertian struktur
organisasi menyebutkan bahwa Struktur organisasi adalah konfigurasi peran formal yang didalamnya dimaksudkan
sebagai prosedur, governansi dan mekanisme kontrol, kewenangan serta proses pengambilan kebijakan .

Struktur organisasi koperasi dibentuk sedemikan rupa sesuai dengan idiologi dan strategi pengembangan untuk
memperoleh Strategic competitiveness sehingga setiap koperasi boleh jadi mempunyai bentuk yang berbeda secara
fungsional karena menyesuaikan dengan strategi yang sedang dikembangkan tetepi secara basic idologi terutama
terkait dengan perangkat organisasi koperasi akan menunjukan kesamaan

Ada baiknya kita sedikit membahas tentang perangkat organisasi koperasi. setidaknya dalam koperasi kita mengenal
3 perangkat organisasi yang jamak digunakan yaitu:

- Rapat Anggota
- Pengurus
- Pengawas
Tiga unsur diatas juga sering kita sebut sebagai perangkat manajemen koperasi. Bentuk ini tentu berbeda dengan
organisasi perusahaan swasta berbentu PT misalnya, Perbedaan mendasar ini tidak saja dipengaruhi oleh idiologi
tetapi juga aplikasi operasional manajemen. Berikut penjelasan singkat terkait dengan fungsi dan peran perangkar
organisasi koperasi.

Perangkat organisasi koperasi Rapat Anggota (RA)

RA merupakan forum tertinggi koperasi yang dihadiri oleh anggota sebagai pemilik. Wewenang RA diantaranya
adalah menetapkan
a. AD/ART
b. Kebijakan Umum Organisasi, Manajemen, dan usaha koperasi
c. Memilih, mengangkat, memberhantikan pengurus dan pengawas.
d. RGBPK dan RAPBK
e. Pengesahan pertanggung jawaban pengurus pengawas.
f. Amalgamasi dan pembubaran koperasi

Rapat Anggota bisa dilakukan RAT, RAK dan RALB. Secara umumRA dianggap sah apabila dihadiri oleh lebih dari
setengah jumlah anggta, tetapi untuk beberapa kasus jumlah ini bisa disesuaikan dengan AD/ART Koperasi.

Perangkat organisasi koperasi Pengurus

Pengurus koperasi adalah pemegang kuasa RA untuk mengelola koperasi, artinya pengurus hanya boleh melakukan
segala macam kresi manajemen yang tidak keluar dari koridor keputusan RA. Pengurus merupakan pimpinan
kolektif tidak berdiri sendiri dengan pertangungjawaban bersama. Biasanya pengurus yang tetrdiri atas beberapa
anggota pengurus.

Tugas dan kewajiban pengurus koperasi adalah:


- Pengurus bertugas mengelola koperasi sesuai keputusan RAT.
- Untuk melaksanakan tugas pengurus berkewajiban:
1). Pengurus koperasi berkewajiban mengajukan proker
2). Pengurus koperasi berkewajiban mengajukan laporan keuangan dan pertanggungjawaban
3). Pengurus koperasi berkewajiban menyelenggarakan pembukuan keuanagn dan Inventaris.
4). Pengurus koperasi berkewajiban menyelenggarkan administrasi
5). Pengurus koperasi berkewajiban Menyelenggarkan RAT.

Wewenang Pengurus koperasi :


1). Pengurus berwenang mewakili koperasi didalam dan diluar koperasi.
2). Pengurus berwenang melakukan tindakan hukum atau upaya lain untuk kepentingan anggota dan kemanfaatan
koperasi.
3). Pengurus berwenang memutuskan penerimaan anggota dan pemberhentian anggota sesuai ketentuan AD/ART.

Tanggung Jawab Pengurus koperasi

Pengurus koperasi bertanggungjwab atas segala upaya yang berhubungan dengan tugas kewajiban, dan
wewenangnya.

Perangkat organisasi koperasi Pengawas

Pengawas dipilh oleh RA untuk mengawasi pelaksanaan keputusan RAT dan juga idiologi. Tugas pengawas tidak
untuk mencari-cari kesalahan tetapi untuk menjaga agar kegiatan yang dilakukan oleh koperasi sesuai dengan
idiologi, AD/ART koperasi dan keputusan RA.

Tugas, kewajiban dan wewenang pengawas koperasi sebagai berikut.

1). Pengawas koperasi berwenang dan bertugas melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan
pengelolaan organisasi.
2). pengawas wajib membuat laporan tentang hasil kepengawasanya dan merahasiakan hasil laporanya kepada pihak
ketiga.
3). Pengawas koperasi meneliti catatan dan fisik yang ada dikoperasi dan mendapatkan keterangan yang diperlukan.

Perencanaan Strategis Dengan Menggunakan Analisa SWOT Untuk Koperasi Indonesia

Setelah membahas tentang RAT kita lanjutkan dengan pembahasan bagaimana cara menyusun rencana strategis
menggunakan anlisa SWOT untuk Koperasi Indonesia.

Dalam Manajemen Koperasi Perencanaan strategis adalah pengambilan keputusan saat ini untuk koperasi yang akan
dilakukan pada masa datang. Pengambilan keputusan dalam organisasi Koperasi Indonesia harus mempertimbangka
Sumber daya, kondisi saat ini serta peramalan terhadap keadaan yang mempengaruhi koperasi dimasa yang akan
datang.Kita Bisa ambil Contoh Kondisi saat ini disini dan disini

Untuk melakukan perencanaan Strategis dalam koperasi maka pengurus koperasi harus memperhatikan 4 aspek
penting yaitu masa depan dan peramalanya, aspek lingkungan baik internal atau eksternal, target kedepan dan
terakhir strategi untuk pencapaian target.

Organisasi Koperasi seacara kelembagaan harus mempunyai perangkat organisasi koperasi yang menjadi sarana
dalam pencapaian tujuan koperasi. Perangkat fundamental dalam perencanaan strategis yang kemudian menjadi
kelengkapan organisasi yang wajib ada adalah parameter-parameter idialisme dasar seperti; visi, misi, goal, objektif,

Untuk mempercepat percapaian Renstra koperasi diperlukan:


- Spesific ( kekhususan)
- Measurable ( Terukur)
- Achieveable ( Dapat dicapai)
- Rationable ( Rasional, dapat dipahami)
- Timebound ( Ada limit/batas waktu)

Bagimana cara menyusun Renstra Koperasi

Renstra koperasi pertama kali kita rumuskan dengan 3 menjawab pertanyaan mendasar:

1. Dimana koperasi kita saat ini berada, dan akan kemana arahan koperasi kita?
2. Kemana tujuan koperasi kita, ingin pergi kemana koperasi kita.?
3. Bagaimana atau dengan apa koperasi kita pergi atau mencapai tujuan tersebut?

Setelah kita berhasil mejawab ke 3 pertanyaan diatas kita akan melakukan evaluasi organisasi koperasi dengan
menggunakan Analisa SWOT.

secara terperici tahapan menyusun Renstra koperasi adalah sebagai berikut.

Melakukan Analisa SWOT untuk koperasi Kita


Perumusan SWOT ditujukan sebagai dasar pembuatan strategi. Analisa SWOT adalah pola evaluasi yang
mengklasifikasikan kondisi koperasi dengen SWOT yaitu Streght ( Kekuatan) Weakness ( Kelemahan koperasi
Kita ) Oportunity ( Peluang Koperasi kita) dan threat ( ancaman pada Koperasi ) . Pengurus harus
mengkalsifikasikan hal2 ditas menjadi sebuah tabel yang kemudian dijadikan dasar sebagai pengambilan keputusan
dalam renstra koperasi.Seorang pengurus koperasi harus paham betul kondisi koperasinya, Pengurus harus mampu
melakukan forecasting atau peramalan kondisi kedepan. Dari forecasting ini kemudian di rumuskan asumsi-asumsi
yang relevan. Dari pemetaan kondisi dan permalahan inilah kemudian di rumuskan analisi SWOT Koperasi. Proses
pertama yang harus dilakukan adalah evaluasi diri, dari sini akan ditemukan "strengths" dan weaknesses serta
sumberdaya organisasi. Kemdian analisa kondisi eksternal, seperti kondisi pasar, social, ekonomi dan budaya akan
meminculkan opportunities dan threats
Menentukan target Koperasi.
Setelah analis SWOt koperasi selesai dilakukan langjah berikutnya adalah menntukan target. Fase ini merupakan
salah satubagian terpenting dari penyusunan strategi koperasi. Target ini diperoleh dari proses telaah realistis
terhadap analisa SWOT yang telah ditentukan sebelumnya dan target koperasi harus diyakini oleh seluruh
komponen organisasi koperasi, bahwa koperasi mampu mencapainya.

Perumusan Strategi Koperasi


Fase ini adalah upaya penyusunan siasat untuk menyelesaikan permasalahan koperasi sekaligus cara untuk
pencapaian target koperasi.

Hasil Renstra Koperasi biasanya berupa Garis-Garis Besar program Kerja ( GBPK ) Koperasi yang juga harus
disertai dengan Perencanaan Anggaran Pendapatan dan Belenja Koperasi ( APBK) hasil perumusan Renstra akan
dibaha dan Disahakan di RAT Koperasi
Perencanaan Strategis Dengan Menggunakan Analisa SWOT Untuk Koperasi Indonesia

Setelah membahas tentang RAT kita lanjutkan dengan pembahasan bagaimana cara menyusun rencana strategis
menggunakan anlisa SWOT untuk Koperasi Indonesia.

Dalam Manajemen Koperasi Perencanaan strategis adalah pengambilan keputusan saat ini untuk koperasi yang akan
dilakukan pada masa datang. Pengambilan keputusan dalam organisasi Koperasi Indonesia harus mempertimbangka
Sumber daya, kondisi saat ini serta peramalan terhadap keadaan yang mempengaruhi koperasi dimasa yang akan
datang.Kita Bisa ambil Contoh Kondisi saat ini disini dan disini

Untuk melakukan perencanaan Strategis dalam koperasi maka pengurus koperasi harus memperhatikan 4 aspek
penting yaitu masa depan dan peramalanya, aspek lingkungan baik internal atau eksternal, target kedepan dan
terakhir strategi untuk pencapaian target.

Organisasi Koperasi seacara kelembagaan harus mempunyai perangkat organisasi koperasi yang menjadi sarana
dalam pencapaian tujuan koperasi. Perangkat fundamental dalam perencanaan strategis yang kemudian menjadi
kelengkapan organisasi yang wajib ada adalah parameter-parameter idialisme dasar seperti; visi, misi, goal, objektif,

Untuk mempercepat percapaian Renstra koperasi diperlukan:


- Spesific ( kekhususan)
- Measurable ( Terukur)
- Achieveable ( Dapat dicapai)
- Rationable ( Rasional, dapat dipahami)
- Timebound ( Ada limit/batas waktu)

Bagimana cara menyusun Renstra Koperasi

Renstra koperasi pertama kali kita rumuskan dengan 3 menjawab pertanyaan mendasar:

1. Dimana koperasi kita saat ini berada, dan akan kemana arahan koperasi kita?
2. Kemana tujuan koperasi kita, ingin pergi kemana koperasi kita.?
3. Bagaimana atau dengan apa koperasi kita pergi atau mencapai tujuan tersebut?

Setelah kita berhasil mejawab ke 3 pertanyaan diatas kita akan melakukan evaluasi organisasi koperasi dengan
menggunakan Analisa SWOT.

secara terperici tahapan menyusun Renstra koperasi adalah sebagai berikut.

Melakukan Analisa SWOT untuk koperasi Kita


Perumusan SWOT ditujukan sebagai dasar pembuatan strategi. Analisa SWOT adalah pola evaluasi yang
mengklasifikasikan kondisi koperasi dengen SWOT yaitu Streght ( Kekuatan) Weakness ( Kelemahan koperasi
Kita ) Oportunity ( Peluang Koperasi kita) dan threat ( ancaman pada Koperasi ) . Pengurus harus
mengkalsifikasikan hal2 ditas menjadi sebuah tabel yang kemudian dijadikan dasar sebagai pengambilan keputusan
dalam renstra koperasi.Seorang pengurus koperasi harus paham betul kondisi koperasinya, Pengurus harus mampu
melakukan forecasting atau peramalan kondisi kedepan. Dari forecasting ini kemudian di rumuskan asumsi-asumsi
yang relevan. Dari pemetaan kondisi dan permalahan inilah kemudian di rumuskan analisi SWOT Koperasi. Proses
pertama yang harus dilakukan adalah evaluasi diri, dari sini akan ditemukan "strengths" dan weaknesses serta
sumberdaya organisasi. Kemdian analisa kondisi eksternal, seperti kondisi pasar, social, ekonomi dan budaya akan
meminculkan opportunities dan threats

Menentukan target Koperasi.


Setelah analis SWOt koperasi selesai dilakukan langjah berikutnya adalah menntukan target. Fase ini merupakan
salah satubagian terpenting dari penyusunan strategi koperasi. Target ini diperoleh dari proses telaah realistis
terhadap analisa SWOT yang telah ditentukan sebelumnya dan target koperasi harus diyakini oleh seluruh
komponen organisasi koperasi, bahwa koperasi mampu mencapainya.

Perumusan Strategi Koperasi


Fase ini adalah upaya penyusunan siasat untuk menyelesaikan permasalahan koperasi sekaligus cara untuk
pencapaian target koperasi.

Hasil Renstra Koperasi biasanya berupa Garis-Garis Besar program Kerja ( GBPK ) Koperasi yang juga harus
disertai dengan Perencanaan Anggaran Pendapatan dan Belenja Koperasi ( APBK) hasil perumusan Renstra akan
dibaha dan Disahakan di RAT Koperasi

Dasar-dasar Manajemen
Semua organisasi baik formal maupun informal membutuhkan adanya fungsi manajemen. Sebab tanpa manajemen
yang baik, tujuan organisasi tidak akan tercapai secara efisien. Selain itu dalam pencapaian tujuan organisasi sering
ada berbagai hal yang bertentangan dengan kepentingan pribadi beberapa anggota, atau bahkan ada berbagai pihak
yang mempunyai kepentingan yang saling bertentangan. Untuk menjaga keseimbangan antara para anggota yang
mempunyai berbagai kepentingan tersebut sangat dibutuhkan manajemen yang baik, sehingga pertentangan
antaranggota dapat dikendalikan dan selanjutnya pencapaian tujuan organisasi tidak terganggu.
Seperti ilmu sosial yang lain, manajemen mempunyai banyak pengertian, ada yang mengartikan manajemen sebagai
suatu proses, adapula yang mengartikan manajemen sebagai suatu seni untuk mencapai suatu tujuan melalui
pengaturan terhadap orang lain. Definisi yang lebih sering digunakan adalah definisi yang dikemukakan oleh Stoner
yang mengatakan:
Manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan, usaha-usaha para anggota
organisasi dan penggunaan sumber daya-sumber daya organisasi lainnya agar mencapai tujuan organisasi yang telah
ditetapkan.

Manajemen Koperasi
Koperasi seperti halnya organisasi yang lain membutuhkan manajemen yang baik agar tujuan koperasi tercapai
dengan efisien.
Hal yang membedakan manajemen koperasi dengan manajemen umum adalah terletak pada unsur-unsur manajemen
koperasi yaitu rapat anggota, pengurus, dan pengawas. Adapun tugas masing-masing dapat diperinci sebagai
berikut : Rapat anggota bertugas untuk menetapkan anggaran dasar, membuat kebijaksanaan umum,
mengangkat/memberhentikan pengurus dan pengawas. Pengurus koperasi bertugas memimpin koperasi dan usaha
koperasi sedangkan Pengawas tugasnya mengawasi jalannya koperasi.
Untuk koperasi yang unit usahanya banyak dan luas, pengurus dimungkinkan mengangkat manajer dan karyawan.
Manajer atau karyawan tidak harus anggota koperasi dan seyogyanya memang diambil dari luar koperasi supaya
pengawasannya lebih mudah. Mereka bekerja karena ditugasi oleh pengurus, maka mereka juga bertanggung jawab
kepada pengurus.

Pengertian, Manfaat dan Tujuan Perencanaan

1. Perencanaan merupakan proses dasar manajemen. Dalam perencanaan manajer memutuskan apa yang
harus dilakukan, kapan harus dilakukan, bagaimana melakukan dan siapa yang harus melakukan.
2. Setiap organisasi memerlukan perencanaan. Baik organisasi yang bersifat kecil maupun besar sama saja
membutuhkan perencanaan. Hanya dalam pelaksanaannya diperlukan penyesuaian-penyesuaian mengingat
bentuk, tujuan dan luas organisasi yang bersangkutan.

3. Perencanaan yang baik adalah perencanaan yang fleksibel, sebab perencanaan akan berbeda dalam situasi
dan kondisi yang berubah-ubah di waktu yang akan datang. Apabila perlu dalam pelaksanaannya diadakan
perencanaan kembali sehingga semakin cepat cita-cita/tujuan organisasi untuk dicapai.

Tipe dan Proses Perencanaan

1. Ada empat-tahap dasar perencanaan, yaitu : (1) menetapkan tujuan dan serangkaian tujuan, (2)
merumuskan keadaan saat ini, (3) mengidentifikasi segala kemudahan dan hambatan dan (4)
mengembangkan rencana atau serangkaian kegiatan untuk pencapaian tujuan.
2. Perencanaan yang dibuat oleh perusahaan yang satu belum tentu sama dengan yang dibuat oleh perusahaan
lain. Perbedaan tersebut disebabkan oleh perbedaan tipe organisasi, jangka waktu yang digunakan dan tipe
manajer yang mengelola perusahaan.

3. Secara garis besar ada dua tipe rencana yaitu rencana strategis dan operasional. Perencanan strategis
mencakup proses pemilihan tujuan organisasi, penentuan strategi, kebijaksanaan dan program untuk
menjamin bahwa tujuan tersebut dapat dicapai, sedangkan rencana operasional menguraikan lebih rinci
bagaimana rencana-rencana strategis akan dicapai.

Perencanaan dalam Koperasi

1. Organisasi koperasi sama dengan organisasi yang lain, perlu dikelola dengan baik agar dapat mencapai
tujuan akhir seefektif mungkin.
2. Fungsi perencanaan merupakan fungsi manajemen yang sangat penting karena merupakan dasar bagi
fungsi manajemen yang lain. Agar tujuan akhir koperasi dapat dicapai maka koperasi harus membuat
rencana yang baik, dengan melalui beberapa langkah dasar pembuatan rencana yaitu menentukan tujuan
organisasi mengajukan beberapa alternatif cara mencapai tujuan tersebut dan kemudian alternatif-alternatif
tersebut harus dikaji satu per satu baik buruknya sebelum diputuskan alternatif mana yang dipilih

3. Tipe rencana yang dapat diambil dalam koperasi dapat bermacam-macam tergantung pada jangka waktu
dan jenjang atau tingkatan manajemen.

Pengorganisasian dan Struktur Organisasi


Pengorganisasian merupakan suatu proses untuk merancang struktur formal, mengelompokkan dan mengatur serta
membagi tugas-tugas atau pekerjaan di antara para anggota organisasi, agar tujuan organisasi dapat dicapai secara
efisien. Pelaksanaan proses pengorganisasian akan mencerminkan struktur organisasi yang mencakup beberapa
aspek penting seperti:

1. pembagian kerja,
2. departementasi,

3. bagan organisasi,

4. rantai perintah dan kesatuan perintah,

5. tingkat hierarki manajemen, dan

6. saluran komunikasi dan sebagainya.


Struktur Organisasi dalam Koperasi
Sebagai pengelola koperasi, pengurus menghadapi berbagai macam masalah yang harus diselesaikan. Masalah yang
paling sulit adalah masalah yang timbul dari dalam dirinya sendiri, yaitu berupa keterbatasan. Keterbatasan dalam
hal pengetahuan paling sering terjadi, sebab seorang pengurus harus diangkat oleh, dan dari anggota, sehingga
belum tentu dia merupakan orang yang profesional di bidang perusahaan. Dengan kemampuannya yang terbatas,
serta tingkat pendidikan yang terbatas pula, pengurus perlu mengangkat karyawan yang bertugas membantunya
dalam mengelola koperasi agar pekerjaan koperasi dapat diselesaikan dengan baik.
Dengan masuknya berbagai pihak yang ikut membantu pengurus mengelola usaha koperasi, semakin kompleks pula
struktur organisasi koperasi tersebut. Pemilihan bentuk struktur organisasi koperasi harus disesuaikan dengan
macam usaha, volume usaha, maupun luas pasar dari produk yang dihasilkan. Pada prinsipnya semua bentuk
organisasi baik, walaupun masing-masing mempunyai kelemahan.

Pengertian, Manfaat dan Tujuan Pengarahan


Pengarahan merupakan fungsi manajemen yang sangat penting. Sebab masing-masing orang yang bekerja di dalam
suatu organisasi mempunyai kepentingan yang berbeda-beda. Supaya kepentingan yang berbeda-beda tersebut tidak
saling bertabrakan satu sama lain, maka pimpinan perusahaan harus dapat mengarahkannya untuk mencapai tujuan
perusahaan.
Seorang karyawan dapat mempunyai prestasi kerja yang baik, apabila mempunyai motivasi. Maka dari itu, tugas
pimpinan perusahaan adalah memotivasi karyawannya agar mereka menggunakan seluruh potensi yang ada dalam
dirinya untuk mencapai hasil yang sebaik-baiknya. Supaya manajer atau pimpinan perusahan dapat memberikan
pengarahan yang baik, pertama-tama ia harus mempunyai kemampuan untuk memimpin perusahaan dan harus
pandai mengadakan komunikasi secara vertikal.

Manajemen Kepegawaian
Seorang manajer kepegawaian adalah pembantu pengurus yang diserahi tugas mengurus administrasi kepegawaian,
yang mencakup:

1. mendapatkan pegawai yang mau bekerja dalam koperasi,


2. meningkatkan kemampuan kerja pegawai,

3. menciptakan suasana dan hubungan kerja yang baik sehingga para karyawan tersebut tidak bosan bekerja
bahkan dapat meningkatkan prestasinya,

4. melaksanakan kebijaksanaan yang dibuat pengurus, mengawasi pelaksanaannya dan menyampaikan


informasi maupun laporan kepada pengurus secara teratur,

5. memberikan saran-saran/usul-usul perbaikan.

Pengertian dan Tujuan Pengawasan


Pengawasan adalah suatu usaha sistematik untuk membuat semua kegiatan perusahaan sesuai dengan rencana.
Proses pengawasan dapat dilakukan dengan melalui beberapa tahap, yaitu menetapkan standar, membandingkan
kegiatan yang dilaksanakan dengan standar yang sudah ditetapkan, mengukur penyimpangan-penyimpangan yang
terjadi, kemudian mengambil tindakan koreksi apabila diperlukan. Setiap perusahaan mengadakan pengawasan
dengan tujuan agar pelaksanaan kegiatan sesuai dengan rencana yang sudah ditetapkan.
Ada beberapa alasan yang dapat diberikan mengapa hampir setiap perusahaan menghendaki adanya proses
pengawasan yang baik. Alasan-alasan tersebut antara lain:

1. manajer dapat lebih cepat mengantisipasi perubahan lingkungan,


2. perusahaan yang besar akan lebih mudah dikendalikan,

3. kesalahan-kesalahan yang dilakukan oleh anggota organisasi dapat dikurangi.


Berdasarkan waktu melakukan pengawasan, dikenal ada tiga tipe pengawasan yaitu, feedforward controll,
concurrent controll, dan feedback control.

Teknik dan Metode Pengawasan


Secara garis besar pengawasan dapat dibagi menjadi dua, yaitu metode pengawasan kualitatif dan metode
pengawasan kuantitatif. Pengawasan kualitatif dilakukan oleh manajer untuk menjaga performance organisasi secara
keseluruhan, sikap serta performance karyawan. Metode pengawasan kuantitatif dilakukan dengan menggunakan
data, biasanya digunakan untuk mengawasi kuantitas maupun kualitas produk. Ada beberapa cara yang biasa
digunakan untuk mengadakan pengawasan kuantitatif, antara lain: dengan menggunakan anggaran, mengadakan
auditing, analisis break even, analisis rasio dan sebagainya.

Hubungan Kerja antara Manajer dengan Pengurus dan Pihak Lain


Dewasa ini semakin banyak koperasi yang mengangkat manajer untuk menangani usaha koperasi dengan berbagai
macam alasan. Alasan yang biasa dikemukakan adalah yang menyangkut kemampuan pengurus. Pengurus diangkat
dari anggota koperasi yang mempunyai kemampuan terbatas di bidang manajemen perusahaan. Selain itu pengurus
mempunyai tugas yang lebih luas, yaitu memimpin koperasi secara keseluruhan, sehingga hal-hal yang bersifat
operasional dapat diserahkan kepada manajer. Dari segi waktu, pengurus dipilih hanya untuk jangka waktu tertentu
untuk mengurus usaha koperasi, sebab biasanya pengurus mempunyai pekerjaan sendiri selain menjadi pengurus
koperasi. Sedangkan menjalankan usaha koperasi tidak dapat dilakukan sambil lalu, tetapi harus dikerjakan penuh
ketekunan.
Seorang manajer koperasi diangkat pengurus untuk membantu menjalankan usaha koperasi, oleh karena itu manajer
harus mempertanggungjawabkan pekerjaannya kepada pengurus, bukan kepada orang lain. Manajer hanya boleh
mengerjakan sesuatu kalau diberi kewenangan atau kekuasaan oleh pengurus, misalnya dalam berhubungan dengan
bank, manajer hanya boleh mengadakan kontak dengan bank untuk hal-hal yang diizinkan oleh pengurus. Di luar
hal-hal yang diizinkan tersebut, manajer tidak boleh mengadakan hubungan dengan bank, melainkan pengurus
sendiri yang akan melakukannya.
Dewasa ini masih banyak koperasi yang membutuhkan bimbingan dari pihak lain, misalnya koperasi ditingkat
atasnya, Departemen Koperasi maupun pemerintah daerah di mana koperasi tersebut beroperasi. Manajer koperasi
yang masih mendapat binaan dari pihak lain, harus mampu membawa diri dalam berhubungan dengan pengurus
maupun pembinanya. Selain itu juga harus bersiap-siap seandainya suatu saat bimbingan tersebut dikurangi atau
dihilangkan sama sekali. Oleh karena itu pengurus maupun manajer harus mempersiapkan diri dalam masa transisi
tersebut, sehingga pada suatu saat koperasi dapat mandiri, tidak memerlukan bimbingan lagi.

Tugas dan Tanggung Jawab Manajer


Ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh pengurus agar manajer yang diangkatnya dapat bekerja sebaik-
baiknya, misalnya status manajer harus jelas, sistem gaji yang mampu memotivasi manajer dan memberi
kesempatan kepada manajer untuk meningkatkan kemampuannya.
Seorang manajer diangkat oleh pengurus, diberi wewenang untuk melaksanakan tugas di bidang usaha koperasi
yang mencakup semua pelaksanaan usaha koperasi, seperti di bidang perencanaan, pelaksanaan usaha, kepegawaian,
administrasi, dan pengawasan terhadap jalannya usaha.
Manajer memperoleh wewenang dari pengurus, maka dia harus mempertanggung-jawabkan semua tindakannya
kepada pengurus dan selanjutnya pengurus bertanggung jawab kepada rapat anggota. Manajer yang melakukan
penyelewengan, berhak dilakukan tindakan-tindakan tertentu oleh pengurus. Tindakan tersebut ada yang ringan,
misalnya diperingatkan atau diskors, tetapi dapat pula dilakukan tindakan yang keras apabila kesalahan manajer
cukup berat. Misalnya manajer tersebut dipecat, atau bahkan dituntut di muka pengadilan, apabila tindakan manajer
menimbulkan kerugian yang besar bagi koperasi.
Berhubung tugas manajer sangat berat maka hendaknya manajer yang diangkat memenuhi beberapa persyaratan
seperti taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, sehat, jujur, berpendidikan cukup dan berpengalaman di bidang yang
akan dikelolanya.

Administrasi Koperasi
Suatu perkumpulan dari sekelompok orang, yang mempunyai tujuan tertentu membutuhkan administrasi yang baik.
Ada dua macam pengertian administrasi, pertama, administrasi berasal dari kata administratie dalam bahasa Belanda
yang mencakup kegiatan tulis-menulis, surat-menyurat serta penyusunan dan penyimpanan naskah-naskah beserta
pencatatan-pencatatan yang diperlukan. Yang kedua, administrasi yang berasal dari kata administration dalam
bahasa Inggris, mencakup semua proses penyelenggaraan usaha kerja sama sekelompok manusia untuk mencapai
tujuan tertentu.
Penyelenggaraan administrasi yang baik mempunyai suatu tujuan yaitu efisiensi. Efisiensi di sini menggambarkan
adanya perbandingan yang paling baik antara suatu usaha dengan hasil yang dicapai dari usaha tersebut. Dilihat dari
hasilnya, suatu usaha dikatakan efisien bila usaha tersebut memberikan hasil yang terbaik. Sebaliknya dilihat dari
segi usaha, suatu usaha dapat dikatakan efisien apabila hasil yang ditentukan dapat dicapai dengan usaha yang
paling ringan.
Proses penyelenggaraan usaha bersama meliputi rangkaian perbuatan yang dapat dibagi menjadi delapan jenis yang
sering disebut sebagai delapan unsur administrasi. Kedelapan unsur tersebut adalah organisasi, manajemen,
komunikasi, kepegawaian, keuangan, perbekalan, ketatausahaan dan perwakilan.

Sumber Keuangan dan Penggunaan Dana Koperasi


Sebagai suatu perusahaan yang bergerak di bidang ekonomi, koperasi membutuhkan modal untuk menjalankan
usahanya. Ada empat macam modal koperasi menurut penggunaannya, yaitu (1) modal untuk organisasi, (2) modal
untuk alat perlengkapan, (3) modal kerja atau modal lancar dan (4) modal untuk uang muka.
Untuk memenuhi kebutuhannya akan modal, koperasi memiliki beberapa sumber modal, antara lain: dari anggota,
berupa simpanan pokok, simpanan wajib dan simpanan sukarela; dari Sisa Hasil Usaha dan dari luar koperasi, yang
dapat berupa pinjaman dari bank maupun dari penanam modal.

Auditing Koperasi
Koperasi supaya dapat bersaing dengan perusahaan lain harus dalam kondisi sehat, baik dari sudut organisasi
maupun keuangannya. Untuk keperluan tersebut, koperasi harus menjalani pemeriksaan secara periodik.
Pemeriksaan dapat dilakukan oleh pihak intern koperasi, yaitu oleh pengawas. Salah satu tugas pengawas adalah
memeriksa jalannya koperasi, baik dari aspek organisasi, manajemen maupun keuangan. Pemeriksaan oleh pihak
intem sering kurang objektif, karena dalam kenyataan memang sulit memeriksa diri sendiri dan mencari kesalahan
sendiri. Selain itu ada kemungkinan anggota pengawas tidak mempunyai bekal pengetahuan tentang akuntansi.
Pemeriksaan yang lebih baik dapat dilakukan oleh seorang akuntan, meskipun untuk itu dibutuhkan biaya yang
banyak. Di Indonesia telah dibentuk suatu badan yang disebut Koperasi Jasa Audit (KJA), yang anggotanya adalah
koperasi dan bertugas mengaudit anggotanya. Selain mengaudit, KJA juga bertugas membina koperasi yang
bersangkutan dan apabila diperlukan, memberi tambahan pengetahuan kepada pengurus koperasi binaannya
mengenai masalah keuangan dan perkoperasian.
Unsur-unsur akuntansi yang diaudit KJA pada dasamya sama dengan yang dilakukan akuntan publik. Akan tetapi
dalam praktik, tidak semua koperasi melaksanakan pembukuan dengan baik. Oleh karena itu dalam pelaksanaannya
diadakan penyederhanaan, sesuai dengan situasi dan kondisi koperasi yang bersangkutan, dan selanjutnya tugas KJA
adalah membina koperasi yang bersangkutan supaya dapat melaksanakan
Organisasi
Definisi organisasi adalah sekumpulan orang yang berkumpul dalam suatu wadah yang terdiri dari pipinan dan
anggota-anggotanya yang saling mengikatkan diri dalam sistem. Memiliki Visi, misi dan tujuan bersama.
Organisasi dibangun oleh struktur kompleks yang melibatkan banyak parameter dan aspek. Komponen utama
organisasi adalah people. Faktor ini kemudian biasa disebut sebagai SDM. Kemudian kelengkapan organiasi
meliputi perangkat organisasi dan pendukungnya. Faktor nonformal diluar sistem kelembagaan namun melekat
dalam aktivitas organisasi seperti budaya, ikatan emosi, ratio persahabatan,kebersamaan dan solidaritas adalah
aspek-aspek yang sangat berpenaruh dalam proses manajemen
Organisasi dilihat dari aspek kematangan seluruh.komponen organisasi mengalami pertumbuhan sebagai berikut:
Embrionic ( Masa adaptasi)
Growth ( Ditandai dengan aktivitas yang beragam)
Maturation ( Masa puncak)
Quantum ( Kondisi dimana ada keinginan untuk mencari tantangan
baru)
Decline ( penurunan / kemunduran)
Desain Organisasi
Desain organisasi yang disebut juga perencanaan struktur organisasi adalah suatu pencapaian usaha terpadu melalui
penyusunan dan penatan tugas dan tanggung jawab; serta aliran atau arus pekerjaan, dari semua komponen dan
aktivitas dalam organisasi. Dari semiua komponen dan aktivitas dalam organisasi. Proses ini dijalankan oleh leader
dan manajer untuk menyusun dan mengembangkan interaksi efektif antar komponen dalam organisasi untuk
mencapai tujuan.
Proses perencanaan ini adalah struktur organisasi yang meliputi 2 dimensi untama yaitu:1. Pengelompokan tugas
dan tanggung jawab, ini berkenaan dengan
spesialisasi tugas, pekerjaan, pembagian dalam devisi atau departemen,
termasuk didalamnya garis/instruksi dan satf/ pembantu.
Dimensi pengelompokan tugas, tugas-tugas yang ada dikelompokan
menjadi pekerjaan. Terdapat 3 dimensi pengelompokan

a. Spesialisasi tugas pekerjan.


Spesialisasi ini akan memberikan identitas pekerjaan dan membuat
batasan- batasan tanggung jawab.
b. Pembagian departemen.
Selanjutnya setelah spesialisasi dilakukan maka dilakukan usaha untuk
mengelompokan tugas spesialis tersebut kedalam departemen atau
divisi. Pembagian ini tergantung dari kebijakan organisasi sesuai
analisa kebutuhan.
c. Hubungan garis/ komando dan staf/pembantu
Penentuan mekanisme kekuasan; meliputi hak wewenang, garis komando,rentang kendali dll.
Penentuan mekanisme pengaruh dalam organisasi sangat penting dalam menjaga kontradiksi kekuasaan. Mekanisme
ini terkait dengan bagaimana mengarahkan organisasi dengan perangkat-perangkat sistem, proses prosedur dll.
Untuk melakukan upaya pengarahan itu diperlukan penggunaan kekuasaan
Desain organisasi yang baik akan lebih memberikn peluang pencapaian tujuan organisasi.
Singkat, Mengenai Manajemen
Manajemen adalah faktor terpenting dalam sebuah organisasi. Jika dianalogikan manajemen merupakan nyawa dari
sebuah stuktur kelembagaan. Peranan inilah yang menjadikan manajemen tidak saja penting tetapi juga sangat vital.
Peformance organisasi ditentukan oleh rancang bangun manajemen. Goal dari menajemen adalah kesempurnaan
pencapaian visi organisasi.
Seringkali manajemen berkaitan dengan cara mengatur,how to manage untuk mencapai tujuan organisasi. Esensi
mengatur disini tidak hanya menata saja, tetapi ada aspek-aspek pendukungnya.
Joseph L, menyatakan bawa manajemen adalah : " Gets things done trough other people"
Penjelasan dari defenisi diatas adalah :
Manejemen adalah suatu proses dimana suatu kelompok secara kerjasama mengarahkan tindakan atau kerjanya
untuk mencapai tujuan bersama. Proses tersebut mencakup teknik-teknik yang digunakan untuk para manajer untuk
mengkordinaikan kegiatan atau aktivitas orang-orang lain menuju tercapainya tujuan bersama.
Defnisi yang saat ini dipakai oleh banyak kalangan adalah buah pemikiran dari dua pakar Ilmu Manajeman Taylor
dan Henry Fayol. Pemikir – pemikir jenius yang oleh kaum sosialis dan kapitalis pada awal abad 18 disebut sebagai
bapak sebagai pendiri ilmu manajemen menyatakan sesuatu harus disederhanakan seminimal mungkin untuk
pekerjaan-pekerjaan seharusnya dibagi dan diberikan suatu standar ukuran tertentu. Konsep manajemen fayol sangat
berpengaruh dalam upaya menhilmiahkan ilmu manajeman.
Konsep Manajemen Fayol di kemukakan sebagai berikut :
Plan ( Merencanakan) ; Merencanakan erat kaitanya dengan bagaimana melihat sumberdaya, melakukan analisis
terhadap kondisi factual sekaligus meramalkan kondisi – kondisi atau perubahan pada masa datang ‘ future trend".
Dari berbagai input tersebut dibuat strategi-strategi untuk mancapai tujuan organisasi.
Organize ( Mengorganisir): Aktivitas yang ditujukan untuk melaksanakan plan. Komponen organiz meliputi siapa
yang malakukan apa, kapan dilakukan dan bagaimana pekerjaan dilakukan.
Coordinate ( Kordinasi) Upaya untuk menjaga kestabilan kinerja yang kandusif, efektif dan efesien.
Control ( Mangawasi), proses yang maliputi penilaian dan pengukuran hasil pekerjaan.
Konep Manajemen lain di kemukakan oleh George Terry :
Planning
Organizing
Actuating ( Penggerakan)
Controlling ( Pengawasan dan pengendalian)
Perencanaan Strategis
Perencanaan strategis adalah pengambilan keputusan saat ini yang akan dilakukan pada masa dating. Pengambilan
keputusan ini harus melihat Sumber daya, kondisi saat ini serta melakukan peramalan atas prakondisi dan kedaan
yang mempengaruhi organisasi dimasa dating. Minimal ada 4 aspek penting dalam strategic planning yaitu masa
depan dan perkiraannya, aspek lingkungan baikinternalaataueksternal, target kedepan dan terakhir strategi untuk
pencapaian target.
Organisasi seacara kelembagaan harus mempunyai perngkat organisasi yangmenjadi sarana dalam pencapaian
tujuan organisasi. Perangkat mendasar perencanaan strategis yang kemudian menjadi kelengkapan organisasi yang
waib ada adalah parameter-paramer idialisme dasar seperti; visi, misi, goal, objektif,

Untuk mempercepatpercapaian strategic planning diperlukan:


- Spesific ( kekhususan)
- Measurable ( Terukur)
- Achieveable ( Dapat dicapai)
- Rationable ( Rasional, dapat dipahami)
- Timebound ( Ada limit/batas waktu)
Perencanaan
Srategic planning dapat kita rumuskan dengan 3 pertanyaan mendasar:
1. Dimana kita saat ini berada, dan akan kemana arahan kita?
2. Kemana tujuan kita, ingin pergi kemana kita.?
3. Bagaimana atau dengan apa kita pergi atau mencapai tujuan tersebut?
Kemudian sebagai evaluasi kita menyapaikan pertanyaan tentang kepuasan kita
dalammencapai tujuan tersebut.
Tahap-tahap perencanaan adalah sebagai berikut:
1. Analisa SWOT
Tahap selanjutnya adalah Analisa SWOT. Perumusan SWOT ditujukan sebagai dasar pembuatan strategi. Seorang
manajer organisasi harus paham betul kondisi organisasinya, informasi detail sekaligus mampu melakukan
forecasting atau peramalan kondisi kedepan. Dari fore casting ini kemudian di rumuskan asumsi-asumsi yang
relevan. Dari pemetaan kondisi dan permalahan inilah kemudian di rumuskan SWOT. Proses pertama yang harus
dilakukanadalah evaluasi diri, dari sini akan ditemukan "strengths" dan weaknesses serta sumberdaya organisasi.
Kemdian analisa kondisi eksternal, seperti kondisi pasar, social, ekonomi dan budaya akan meminculkan
opportunities dan threats
2. Menentukan target
Komponen ini adalah bagian terpenting dari penyusunan strategi. Manajemen harus mengarahkan seluruh proses
pada sasaran yang telah ditentuan. Target ini dihasilkan dari proses telaah realistis terhadap analisa SWOT yang
telah ditentukan sebelumnya. Satu hal yang tidak boleh dilupakan, target harus diyakini oleh seluruh manajemen,
bahwa organisasi mampu mencapainya.

Strategi
Proses ini adalah upaya penyusunan siasat untuk menjawab permasalahan dan metode pencapaian target
Dalam strategi masa depan dapat meliputi semua aspek dalam organisasi , seperi sumberdaya, Perubahan anggaran
dll. Strategiini kemudian dirumuskan menjadi salaj satu perangkat proses yang nantinya akan dijadikan acauan
dalam menjalankan aktivitas organisasi.
Pelaksanaan dan Monitoring
Didasarkan pada perencanaan strategi yang telah ditentukan sebelumnya, aplikasi dari selurh rstrategi tersebut harus
dilakukan sesuai tugas dan fungsi yang ada. Perlu ada mekanisme monitoring untuk memantau proses pelaksanaan
strategi seperti rapat-rapat rutin dan mekanisme pelaporan.
Manajemen harus dapat memastikan bahwa proses sudah berjalan sebagaimana mestinya. Pastikan bahwa setiap
tahapan pelaksanaan mempunyai target hasil.
Idealnya setiap recana strategis dilaksanakan untuk jangka waktu 5 tahun, tidakterpengaruh dengan pergantian
personel atau manajemen. Perencanaan strategi harus mempunyai kekuatan mengikat kepada setiap manajemen
yang berkuasa.
Tidak dapat dipungkiri bahwa dinamika stuktur social bahkan organisasi seringkali membuat perencanaan
membutuhkan perbaikan dan pembenaan, oleh karena itu perlu mekanisme koreksi dari manjemen

Pengambilan Keputusan
Manfaat Pengambilan Keputusan.
Setiap permasalahan memerlukan solusi, dan solusi adalah buah dari proses pengambilan keputusan. Hidup itu
sendiri adalah masalah ( prespektif relative) artinya kita selalu merlukan proses pengambilan keputusan. Sama
halnya dengan kehidupan organisasi yang sangat kompleks, peranan pengambilan kepusan mempnyai arti yang tidak
hanya penting namun juga mendasar.

Proses pengambilan keputusan


1. Identifikasi masalah
Setiap leader damn manajer harus mampu menyimpulkan sebuah inti permaslahan, temukan hakekat permasalahan,
lihat latarbelakang kenapa permasalahan itu muncul. Setiap permaslahan harus dinyatakan dengan tegas mulai dari
latar belakang dan hubungan sebab-akibat yangberpengaruh terhadapnya. Kumpulkan data dan informasi tetang
problem tersebut.
2. Pilihan Alternatif
Daridata yang telah dikumpulkan, tentukan alternative-alterntif pemecahan. Semuakemungkinan yang mungkin
dilakukan disusu menurut criteria yang disepakati. Ada beberapa teknik pendekatan yang bisa dilakukan. Kita dapat
melakukan pendekatan ide alternative beba disampaikan kemudian kita melakukan penyempitan
3. Analisa Alternatif
Semua alternative di pertimbngkan dengan perimbangan resiko, kemungkinan tercapai, kesiapan organisasi, factor
ekstenal serta factor-faktor lain

Mengenal Anggota koperasi


Definisi Anggota Koperasi
Siapa anggota koperasi? Ada beberapa literature yang dapat kita gunakan . Kita bahas 1 argumen paling esensial dari
koperasi Indonesia yaitu
UU No. 25 TH. 1992
Undang-undang ini adalah dasar hukum koperasi yang mempunyai kedudukan yuridis sangat kuat. UU ini
digunakan sebagai patokan oleh seluruh gerakan koperasi Indonesia.
Pada Bab V pasal 17 disebutkan bahwa
Butir 1. Anggota Koperasi adalah pemilik dan pelanggan
Pada Pasal 19 disebutkan
Butir 1. Keanggotaan koperasi didasarkan pada kesamaan kepentingan ekonomi dalam lingkup usaha koperasi.
Butir 4. Setiap anggota koperasi mempunyai hak dan kewajiban yang sama terhadap koperasi sebagimana diatur
dalam anggaran dasar.
Bagaimana kewajiban anggota?
Kita menekankan keawajiban anggota kepada poin-poin penting yang nantinya akan di kentekstualkan dengan
fenomena actual dan klasik di Koperasi terutama Kopma UGM.
Pasal 20 menyebutkan bahwa kewajiban anggota adalah:
Sub Butir a. Mematuhi AD/ART serta keputusan yang disepakati di RAT
Sub Butir b. Berpartisipasi dalam kegiatan usaha yang diselenggarakan oleh koperasi.
Sub Butir c. Mengembangkan dan memelihara kebersamaan berdasarkan atas azas kekeluargaan.
Mari kita kupas makna dari pasal 17
Sebagai pemilik, anggota ikut menyerahkan modal, menentukan kebijakan dan rencana kerja melalui RAT,
mengawasi pelaksanaanya dan menanggung resiko.
Sebagai pelanggan, anggota mengikatkan diri untuk selalu menggunakan jasa dan terlibat dalam kegiatan ekonomi
yang disediakan kopersi.
Konsep dasar koperasi adalah untuk menjadi anggota harus mempunyai motivasi ekonomi yang sama, artinya jika
motif untuk masuk koperasi tidak sama dengan yang dijalankan koperasi maka seharusnya tidak bisa diterima
menjadi anggota.
Kesimpulanya sebagai berikut
jika anggota tidak meyetor simpanan wajib atau pokok dalam periode tertentu
Jika anggota tidak melakukan transaksi belanja di koperasi untuk memenuhi kebutuhanya
Jika calon anggota mempunyai motif untuk masuk koperasi tidak sama dengan yang dijalankan koperasi maka
seharusnya tidak bisa diterima menjadi anggota
Jika anggota tidak melaksanakan kewajiban sebagaimana disebutkanpada Pasal 17 UU No. 25 TH. 1992
maka dia sudah kehilangan haknya untuk sebagi anggota karena telah melanggar AD/ART
Manajemen Organisasi Koperasi
Mengenal Perangkat Organisasi Koperasi
Perangkat mengandung pengertian sejumlah alat atau perlengkapan yang diperlukan untuk mencapai tujuan. Dalam
konsep koperasi pernagkat tersebut minimal terdisri atas 3 hal yaitu;
- rapat Anggota
- Pengurus
- Pengawas
3 aspek tersebut adalah satu kesatuan dan tidak dapat dan harus berjalan simultan.
Bila digambarkan hubungan kerja antar perangkat adalah sebagai berikut:
Keterangan
____ Garis komando
__ __ Garis Pengawasan
1. Rapat Anggota
RA merupakan forum tertinggi koperasi yang dihadiri oleh anggota sebagai pemilik. Wewenag RA diantaranya
adalah menetapkan
a. AD/ART
b. Kebijakan Umum Organisasi, Manajemen, dan usaha koperasi
c. Memilih, mengangkat, memberhantikan pengurus dan pengawas.
d. RGBPK dan RAPBK
e. Pengesahan pertanggung jawaban pengurus pengawas.
f. Amalgamasi dan pembubaran koperasi
Rapat Anggota dapat berbentuk RAT, RAK dan RALB
RA dianggap sah apabila dihadiri oleh lebih dari setengah jumlah anggta dan disepakati oleh lebih dari setenganh
anggota yang hadir.
2. Pengurus
Pengurus koperasi merupakan pemegang kuasa RA untuk mengelola koperasi.
Persyaratan calon pengurus dicantumkan dalam AD/ART.
Syarat-syarat Umum untuk pengurus adalah
a. Mempunyai sikap mental yang baik yang dapat dilihat dari prilaku sehari-hari.
b. Mempunyai pengetahuan tentang koperasi
c. Mempunyai waktu untuk mengelola koperasi
Pengurus merupakan pimpinan kolektif yang etrdiri atas beberapa anggota pengurus. Tugas dan kewajiban pengurus
adalah:
- Pengurus bertugas mengelola koperasi sesuai keputusan RAT.
- Untuk melaksanakan tugas pengurus berkewajiban:
1). Mengajukan proker
2). Mengajukan laporan keuangandan pertanggungjawaban tugas.
3). Menyelenggarakan pembukuan keuanagn dan Inventaris.
4). Menyelenggarkan administrasi
5). Menyelenggarkan RAT.
Pada prinsipnya RAT diselenggarakan dan dipimpin oleh pengurus tetapi pengurus dapat diserahakan kepada
anggota pada saat pertanggungjawaban pengurus.
Pengurus berwenang:
d. Mewakili koperasi didalam dan diluar koperasi.
e. Melakukan tindakan hukum atau upaya lain untuk kepentingan anggota dan kemanfaatan koperasi.
f. Memutuskan penerimaan anggota dan pemberhentian anggota sesuai ketentuan AD/ART.
Tanggung Jawab Pengurus
Adalah atas segala upaya yang berhubungan dengan tugas kewajiban, dan wewenangnya.
Pertanggungjawaban pengurus di Rat munkin tidak diterima karena kelalaian atau kesengajaan yang menyebabkan
kerugaian. Apabila itu terjadi pengurus secara kolektif atau perseorangan bertanggungjawab kerugian tersebut
kecualai pengurus dapat membuktikan bahwadia tidak lalai dan telah berupaya untuk mencegah perbuatan yang
merugikan tersebut.
3. Pengawas
Pengaeas seperti hanlnay pengurus dipilh oleh RA untuk mengawasi pelaksanaan keputusan RAT
Pada prisipnya tugas pengawas tidak untuk mencari-cari kesalahan tetapiuntuk menjaga agar kegiatan yang
dilakukan oleh koperasi sesuai dengan RA.. apabila pengawas menemukan penyimpangan maka itu harus
dikonsultasikan kepada pengurus untuk diambil tindakan, selanjunya hasil pengawasan dilaporkan kepada RA.
a. Pengawas Tetap.
Adalah pengawas yang dipilih pada rapat anggota.
Tugas, kewajiban dan wewenang pengawas secara umum adalah sebagai berikut.
- untuk melaksanakan tugasnya pengawas berwenang Pengawas bertugas melakukan pengawasan terhadap
pelaksanaan kebijakan dan pengelolaan organisasi.
- Dalam rangka pelaksanaan tugas pengawas wajib membuat laporan tentang hasil kepengawasanya dan
merahasiakan hasil laporanya kepada pihak ketiga.
- meneliti catatan dan fisik yang ada dikoperasi dan mendapatkan keterangan yang diperlukan
Penutup
Tidak semua organisasi harus meniru manajemen organisasi lain, meskipun bergerak pada level dan wilayah yang
sama. Setiap organisasi harus mampu menemukan karakteristiknya sendiri. Kemampuan mengelola perbedaan yang
boleh jadi adalah kelebihan itulah yang menyebabkan organiasi dapat terus tumbuh dan bersaing dengan
kelembagaan sejenis atau organisasi lain.
Organisasi
Definisi organisasi adalah sekumpulan orang yang berkumpul dalam suatu wadah yang terdiri dari pipinan dan
anggota-anggotanya yang saling mengikatkan diri dalam sistem. Memiliki Visi, misi dan tujuan bersama.
Organisasi dibangun oleh struktur kompleks yang melibatkan banyak parameter dan aspek. Komponen utama
organisasi adalah people. Faktor ini kemudian biasa disebut sebagai SDM. Kemudian kelengkapan organiasi
meliputi perangkat organisasi dan pendukungnya. Faktor nonformal diluar sistem kelembagaan namun melekat
dalam aktivitas organisasi seperti budaya, ikatan emosi, ratio persahabatan,kebersamaan dan solidaritas adalah
aspek-aspek yang sangat berpenaruh dalam proses manajemen
Organisasi dilihat dari aspek kematangan seluruh.komponen organisasi mengalami pertumbuhan sebagai berikut:
Embrionic ( Masa adaptasi)
Growth ( Ditandai dengan aktivitas yang beragam)
Maturation ( Masa puncak)
Quantum ( Kondisi dimana ada keinginan untuk mencari tantangan
baru)
Decline ( penurunan / kemunduran)
Desain Organisasi
Desain organisasi yang disebut juga perencanaan struktur organisasi adalah suatu pencapaian usaha terpadu melalui
penyusunan dan penatan tugas dan tanggung jawab; serta aliran atau arus pekerjaan, dari semua komponen dan
aktivitas dalam organisasi. Dari semiua komponen dan aktivitas dalam organisasi. Proses ini dijalankan oleh leader
dan manajer untuk menyusun dan mengembangkan interaksi efektif antar komponen dalam organisasi untuk
mencapai tujuan.
Proses perencanaan ini adalah struktur organisasi yang meliputi 2 dimensi untama yaitu:1. Pengelompokan tugas
dan tanggung jawab, ini berkenaan dengan
spesialisasi tugas, pekerjaan, pembagian dalam devisi atau departemen,
termasuk didalamnya garis/instruksi dan satf/ pembantu.
Dimensi pengelompokan tugas, tugas-tugas yang ada dikelompokan
menjadi pekerjaan. Terdapat 3 dimensi pengelompokan

a. Spesialisasi tugas pekerjan.


Spesialisasi ini akan memberikan identitas pekerjaan dan membuat
batasan- batasan tanggung jawab.
b. Pembagian departemen.
Selanjutnya setelah spesialisasi dilakukan maka dilakukan usaha untuk
mengelompokan tugas spesialis tersebut kedalam departemen atau
divisi. Pembagian ini tergantung dari kebijakan organisasi sesuai
analisa kebutuhan.
c. Hubungan garis/ komando dan staf/pembantu
Penentuan mekanisme kekuasan; meliputi hak wewenang, garis komando,rentang kendali dll.
Penentuan mekanisme pengaruh dalam organisasi sangat penting dalam menjaga kontradiksi kekuasaan. Mekanisme
ini terkait dengan bagaimana mengarahkan organisasi dengan perangkat-perangkat sistem, proses prosedur dll.
Untuk melakukan upaya pengarahan itu diperlukan penggunaan kekuasaan
Desain organisasi yang baik akan lebih memberikn peluang pencapaian tujuan organisasi.
Singkat, Mengenai Manajemen
Manajemen adalah faktor terpenting dalam sebuah organisasi. Jika dianalogikan manajemen merupakan nyawa dari
sebuah stuktur kelembagaan. Peranan inilah yang menjadikan manajemen tidak saja penting tetapi juga sangat vital.
Peformance organisasi ditentukan oleh rancang bangun manajemen. Goal dari menajemen adalah kesempurnaan
pencapaian visi organisasi.
Seringkali manajemen berkaitan dengan cara mengatur,how to manage untuk mencapai tujuan organisasi. Esensi
mengatur disini tidak hanya menata saja, tetapi ada aspek-aspek pendukungnya.
Joseph L, menyatakan bawa manajemen adalah : " Gets things done trough other people"
Penjelasan dari defenisi diatas adalah :
Manejemen adalah suatu proses dimana suatu kelompok secara kerjasama mengarahkan tindakan atau kerjanya
untuk mencapai tujuan bersama. Proses tersebut mencakup teknik-teknik yang digunakan untuk para manajer untuk
mengkordinaikan kegiatan atau aktivitas orang-orang lain menuju tercapainya tujuan bersama.
Defnisi yang saat ini dipakai oleh banyak kalangan adalah buah pemikiran dari dua pakar Ilmu Manajeman Taylor
dan Henry Fayol. Pemikir – pemikir jenius yang oleh kaum sosialis dan kapitalis pada awal abad 18 disebut sebagai
bapak sebagai pendiri ilmu manajemen menyatakan sesuatu harus disederhanakan seminimal mungkin untuk
pekerjaan-pekerjaan seharusnya dibagi dan diberikan suatu standar ukuran tertentu. Konsep manajemen fayol sangat
berpengaruh dalam upaya menhilmiahkan ilmu manajeman.
Konsep Manajemen Fayol di kemukakan sebagai berikut :
Plan ( Merencanakan) ; Merencanakan erat kaitanya dengan bagaimana melihat sumberdaya, melakukan analisis
terhadap kondisi factual sekaligus meramalkan kondisi – kondisi atau perubahan pada masa datang ‘ future trend".
Dari berbagai input tersebut dibuat strategi-strategi untuk mancapai tujuan organisasi.
Organize ( Mengorganisir): Aktivitas yang ditujukan untuk melaksanakan plan. Komponen organiz meliputi siapa
yang malakukan apa, kapan dilakukan dan bagaimana pekerjaan dilakukan.
Coordinate ( Kordinasi) Upaya untuk menjaga kestabilan kinerja yang kandusif, efektif dan efesien.
Control ( Mangawasi), proses yang maliputi penilaian dan pengukuran hasil pekerjaan.
Konep Manajemen lain di kemukakan oleh George Terry :
Planning
Organizing
Actuating ( Penggerakan)
Controlling ( Pengawasan dan pengendalian)
Perencanaan Strategis
Perencanaan strategis adalah pengambilan keputusan saat ini yang akan dilakukan pada masa dating. Pengambilan
keputusan ini harus melihat Sumber daya, kondisi saat ini serta melakukan peramalan atas prakondisi dan kedaan
yang mempengaruhi organisasi dimasa dating. Minimal ada 4 aspek penting dalam strategic planning yaitu masa
depan dan perkiraannya, aspek lingkungan baikinternalaataueksternal, target kedepan dan terakhir strategi untuk
pencapaian target.
Organisasi seacara kelembagaan harus mempunyai perngkat organisasi yangmenjadi sarana dalam pencapaian
tujuan organisasi. Perangkat mendasar perencanaan strategis yang kemudian menjadi kelengkapan organisasi yang
waib ada adalah parameter-paramer idialisme dasar seperti; visi, misi, goal, objektif,

Untuk mempercepatpercapaian strategic planning diperlukan:


- Spesific ( kekhususan)
- Measurable ( Terukur)
- Achieveable ( Dapat dicapai)
- Rationable ( Rasional, dapat dipahami)
- Timebound ( Ada limit/batas waktu)
Perencanaan
Srategic planning dapat kita rumuskan dengan 3 pertanyaan mendasar:
1. Dimana kita saat ini berada, dan akan kemana arahan kita?
2. Kemana tujuan kita, ingin pergi kemana kita.?
3. Bagaimana atau dengan apa kita pergi atau mencapai tujuan tersebut?
Kemudian sebagai evaluasi kita menyapaikan pertanyaan tentang kepuasan kita
dalammencapai tujuan tersebut.
Tahap-tahap perencanaan adalah sebagai berikut:
1. Analisa SWOT
Tahap selanjutnya adalah Analisa SWOT. Perumusan SWOT ditujukan sebagai dasar pembuatan strategi. Seorang
manajer organisasi harus paham betul kondisi organisasinya, informasi detail sekaligus mampu melakukan
forecasting atau peramalan kondisi kedepan. Dari fore casting ini kemudian di rumuskan asumsi-asumsi yang
relevan. Dari pemetaan kondisi dan permalahan inilah kemudian di rumuskan SWOT. Proses pertama yang harus
dilakukanadalah evaluasi diri, dari sini akan ditemukan "strengths" dan weaknesses serta sumberdaya organisasi.
Kemdian analisa kondisi eksternal, seperti kondisi pasar, social, ekonomi dan budaya akan meminculkan
opportunities dan threats
2. Menentukan target
Komponen ini adalah bagian terpenting dari penyusunan strategi. Manajemen harus mengarahkan seluruh proses
pada sasaran yang telah ditentuan. Target ini dihasilkan dari proses telaah realistis terhadap analisa SWOT yang
telah ditentukan sebelumnya. Satu hal yang tidak boleh dilupakan, target harus diyakini oleh seluruh manajemen,
bahwa organisasi mampu mencapainya.

Strategi
Proses ini adalah upaya penyusunan siasat untuk menjawab permasalahan dan metode pencapaian target
Dalam strategi masa depan dapat meliputi semua aspek dalam organisasi , seperi sumberdaya, Perubahan anggaran
dll. Strategiini kemudian dirumuskan menjadi salaj satu perangkat proses yang nantinya akan dijadikan acauan
dalam menjalankan aktivitas organisasi.
Pelaksanaan dan Monitoring
Didasarkan pada perencanaan strategi yang telah ditentukan sebelumnya, aplikasi dari selurh rstrategi tersebut harus
dilakukan sesuai tugas dan fungsi yang ada. Perlu ada mekanisme monitoring untuk memantau proses pelaksanaan
strategi seperti rapat-rapat rutin dan mekanisme pelaporan.
Manajemen harus dapat memastikan bahwa proses sudah berjalan sebagaimana mestinya. Pastikan bahwa setiap
tahapan pelaksanaan mempunyai target hasil.
Idealnya setiap recana strategis dilaksanakan untuk jangka waktu 5 tahun, tidakterpengaruh dengan pergantian
personel atau manajemen. Perencanaan strategi harus mempunyai kekuatan mengikat kepada setiap manajemen
yang berkuasa.
Tidak dapat dipungkiri bahwa dinamika stuktur social bahkan organisasi seringkali membuat perencanaan
membutuhkan perbaikan dan pembenaan, oleh karena itu perlu mekanisme koreksi dari manjemen

Pengambilan Keputusan
Manfaat Pengambilan Keputusan.
Setiap permasalahan memerlukan solusi, dan solusi adalah buah dari proses pengambilan keputusan. Hidup itu
sendiri adalah masalah ( prespektif relative) artinya kita selalu merlukan proses pengambilan keputusan. Sama
halnya dengan kehidupan organisasi yang sangat kompleks, peranan pengambilan kepusan mempnyai arti yang tidak
hanya penting namun juga mendasar.

Proses pengambilan keputusan


1. Identifikasi masalah
Setiap leader damn manajer harus mampu menyimpulkan sebuah inti permaslahan, temukan hakekat permasalahan,
lihat latarbelakang kenapa permasalahan itu muncul. Setiap permaslahan harus dinyatakan dengan tegas mulai dari
latar belakang dan hubungan sebab-akibat yangberpengaruh terhadapnya. Kumpulkan data dan informasi tetang
problem tersebut.
2. Pilihan Alternatif
Daridata yang telah dikumpulkan, tentukan alternative-alterntif pemecahan. Semuakemungkinan yang mungkin
dilakukan disusu menurut criteria yang disepakati. Ada beberapa teknik pendekatan yang bisa dilakukan. Kita dapat
melakukan pendekatan ide alternative beba disampaikan kemudian kita melakukan penyempitan
3. Analisa Alternatif
Semua alternative di pertimbngkan dengan perimbangan resiko, kemungkinan tercapai, kesiapan organisasi, factor
ekstenal serta factor-faktor lain

Mengenal Anggota koperasi


Definisi Anggota Koperasi
Siapa anggota koperasi? Ada beberapa literature yang dapat kita gunakan . Kita bahas 1 argumen paling esensial dari
koperasi Indonesia yaitu
UU No. 25 TH. 1992
Undang-undang ini adalah dasar hukum koperasi yang mempunyai kedudukan yuridis sangat kuat. UU ini
digunakan sebagai patokan oleh seluruh gerakan koperasi Indonesia.
Pada Bab V pasal 17 disebutkan bahwa
Butir 1. Anggota Koperasi adalah pemilik dan pelanggan
Pada Pasal 19 disebutkan
Butir 1. Keanggotaan koperasi didasarkan pada kesamaan kepentingan ekonomi dalam lingkup usaha koperasi.
Butir 4. Setiap anggota koperasi mempunyai hak dan kewajiban yang sama terhadap koperasi sebagimana diatur
dalam anggaran dasar.
Bagaimana kewajiban anggota?
Kita menekankan keawajiban anggota kepada poin-poin penting yang nantinya akan di kentekstualkan dengan
fenomena actual dan klasik di Koperasi terutama Kopma UGM.
Pasal 20 menyebutkan bahwa kewajiban anggota adalah:
Sub Butir a. Mematuhi AD/ART serta keputusan yang disepakati di RAT
Sub Butir b. Berpartisipasi dalam kegiatan usaha yang diselenggarakan oleh koperasi.
Sub Butir c. Mengembangkan dan memelihara kebersamaan berdasarkan atas azas kekeluargaan.
Mari kita kupas makna dari pasal 17
Sebagai pemilik, anggota ikut menyerahkan modal, menentukan kebijakan dan rencana kerja melalui RAT,
mengawasi pelaksanaanya dan menanggung resiko.
Sebagai pelanggan, anggota mengikatkan diri untuk selalu menggunakan jasa dan terlibat dalam kegiatan ekonomi
yang disediakan kopersi.
Konsep dasar koperasi adalah untuk menjadi anggota harus mempunyai motivasi ekonomi yang sama, artinya jika
motif untuk masuk koperasi tidak sama dengan yang dijalankan koperasi maka seharusnya tidak bisa diterima
menjadi anggota.
Kesimpulanya sebagai berikut
jika anggota tidak meyetor simpanan wajib atau pokok dalam periode tertentu
Jika anggota tidak melakukan transaksi belanja di koperasi untuk memenuhi kebutuhanya
Jika calon anggota mempunyai motif untuk masuk koperasi tidak sama dengan yang dijalankan koperasi maka
seharusnya tidak bisa diterima menjadi anggota
Jika anggota tidak melaksanakan kewajiban sebagaimana disebutkanpada Pasal 17 UU No. 25 TH. 1992
maka dia sudah kehilangan haknya untuk sebagi anggota karena telah melanggar AD/ART
Manajemen Organisasi Koperasi
Mengenal Perangkat Organisasi Koperasi
Perangkat mengandung pengertian sejumlah alat atau perlengkapan yang diperlukan untuk mencapai tujuan. Dalam
konsep koperasi pernagkat tersebut minimal terdisri atas 3 hal yaitu;
- rapat Anggota
- Pengurus
- Pengawas
3 aspek tersebut adalah satu kesatuan dan tidak dapat dan harus berjalan simultan.
Bila digambarkan hubungan kerja antar perangkat adalah sebagai berikut:
Keterangan
____ Garis komando
__ __ Garis Pengawasan
1. Rapat Anggota
RA merupakan forum tertinggi koperasi yang dihadiri oleh anggota sebagai pemilik. Wewenag RA diantaranya
adalah menetapkan
a. AD/ART
b. Kebijakan Umum Organisasi, Manajemen, dan usaha koperasi
c. Memilih, mengangkat, memberhantikan pengurus dan pengawas.
d. RGBPK dan RAPBK
e. Pengesahan pertanggung jawaban pengurus pengawas.
f. Amalgamasi dan pembubaran koperasi
Rapat Anggota dapat berbentuk RAT, RAK dan RALB
RA dianggap sah apabila dihadiri oleh lebih dari setengah jumlah anggta dan disepakati oleh lebih dari setenganh
anggota yang hadir.
2. Pengurus
Pengurus koperasi merupakan pemegang kuasa RA untuk mengelola koperasi.
Persyaratan calon pengurus dicantumkan dalam AD/ART.
Syarat-syarat Umum untuk pengurus adalah
a. Mempunyai sikap mental yang baik yang dapat dilihat dari prilaku sehari-hari.
b. Mempunyai pengetahuan tentang koperasi
c. Mempunyai waktu untuk mengelola koperasi
Pengurus merupakan pimpinan kolektif yang etrdiri atas beberapa anggota pengurus. Tugas dan kewajiban pengurus
adalah:
- Pengurus bertugas mengelola koperasi sesuai keputusan RAT.
- Untuk melaksanakan tugas pengurus berkewajiban:
1). Mengajukan proker
2). Mengajukan laporan keuangandan pertanggungjawaban tugas.
3). Menyelenggarakan pembukuan keuanagn dan Inventaris.
4). Menyelenggarkan administrasi
5). Menyelenggarkan RAT.
Pada prinsipnya RAT diselenggarakan dan dipimpin oleh pengurus tetapi pengurus dapat diserahakan kepada
anggota pada saat pertanggungjawaban pengurus.
Pengurus berwenang:
d. Mewakili koperasi didalam dan diluar koperasi.
e. Melakukan tindakan hukum atau upaya lain untuk kepentingan anggota dan kemanfaatan koperasi.
f. Memutuskan penerimaan anggota dan pemberhentian anggota sesuai ketentuan AD/ART.
Tanggung Jawab Pengurus
Adalah atas segala upaya yang berhubungan dengan tugas kewajiban, dan wewenangnya.
Pertanggungjawaban pengurus di Rat munkin tidak diterima karena kelalaian atau kesengajaan yang menyebabkan
kerugaian. Apabila itu terjadi pengurus secara kolektif atau perseorangan bertanggungjawab kerugian tersebut
kecualai pengurus dapat membuktikan bahwadia tidak lalai dan telah berupaya untuk mencegah perbuatan yang
merugikan tersebut.
3. Pengawas
Pengaeas seperti hanlnay pengurus dipilh oleh RA untuk mengawasi pelaksanaan keputusan RAT
Pada prisipnya tugas pengawas tidak untuk mencari-cari kesalahan tetapiuntuk menjaga agar kegiatan yang
dilakukan oleh koperasi sesuai dengan RA.. apabila pengawas menemukan penyimpangan maka itu harus
dikonsultasikan kepada pengurus untuk diambil tindakan, selanjunya hasil pengawasan dilaporkan kepada RA.
a. Pengawas Tetap.
Adalah pengawas yang dipilih pada rapat anggota.
Tugas, kewajiban dan wewenang pengawas secara umum adalah sebagai berikut.
- untuk melaksanakan tugasnya pengawas berwenang Pengawas bertugas melakukan pengawasan terhadap
pelaksanaan kebijakan dan pengelolaan organisasi.
- Dalam rangka pelaksanaan tugas pengawas wajib membuat laporan tentang hasil kepengawasanya dan
merahasiakan hasil laporanya kepada pihak ketiga.
- meneliti catatan dan fisik yang ada dikoperasi dan mendapatkan keterangan yang diperlukan
Penutup
Tidak semua organisasi harus meniru manajemen organisasi lain, meskipun bergerak pada level dan wilayah yang
sama. Setiap organisasi harus mampu menemukan karakteristiknya sendiri. Kemampuan mengelola perbedaan yang
boleh jadi adalah kelebihan itulah yang menyebabkan organiasi dapat terus tumbuh dan bersaing dengan
kelembagaan sejenis atau organisasi lain.
Manajemen Koperasi
Tugas manajemen koperasi adalah menghimpun, mengkoordinasi dan mengembangkan potensi yang ada pada
anggota sehingga potensi tersebut menjadi kekuatan untuk meningkatkan taraf hidup anggota sendiri melalui proses
“nilai tambah”. Hal itu dapat dilakukan bila sumberdaya yang ada dapat dikelola secara efisien dan penuh kreasi
(inovatif) serta diimbangi oleh kemampuan kepemimpinan yang tangguh.
Manajemen koperasi memiliki tugas membangkitkan potensi dan motif yang tersedia yaitu dengan cara memahami
kondisi objektif dari anggota sebagaimana layaknya manusia lainnya. Pihak manajemen dituntut untuk selalu
berpikir selangkah lebih maju dalam memberi manfaat dibanding pesaing hanya dengan itu anggota atau calon
anggota tergerak untuk memilih koperasi sebagai alternatif yang lebih rasional dalam melakukan transaksi
ekonominya.
Rumusan manfaat bagi setiap orang akan berbeda hal itu tergantung kepada pandangan hidup terhadap nilai
manfaat itu sen-diri. Motif berkoperasi bagi sementara orang adalah untuk memperoleh nilai tambah ekonomis
seperti, me-ningkatnya penghasilan atau menambah kekayaan (aset) usaha. Tetapi bagi sebagian orang menjadi
anggota koperasi bukan karena adanya dorongan materi atau alasan finansial akan tetapi semata-mata untuk
kepuasan batin saja atau alasan ideal lainnya.
Untuk menjaga momentum pertumbuhan usaha maupun perkembangan koperasi pada umumnya pihak manajemen
perlu mengupayakan agar koperasi tetap menjadi alternatif yang menguntungkan, dalam arti lain manajemen
koperasi harus mampu mempertahankan manfaat (benefit) koperasi lebih besar dari manfaat yang disediakan oleh
non-koperasi. Atau koperasi harus selalu mengembangkan keunggulan kompetitif dan komparatif dalam sistem
manajemen yang dikembangkannya.
Perangkat organisasi koperasi sebagaimana diatur dalam pasal 21 Undang-Undang Perkoperasian Nomor 25 tahun
1992 terdiri atas, (a) rapat anggota, (b) pengurus, dan (c) pengawas.
Ketiganya dalam organisasi koperasi memiliki tugas mengembangkan kerjasama sehingga membentuk suatu
kesatuan sistem pengelolaan. Untuk menuju ke arah itu diperlukan komitmen unsur-unsur tersebut terhadap
sistem kerja yang telah disepakati bersama.
Rapat anggota merupakan kolektivitas suara anggota yang merupakan pemilik organisasi dan juga merupakan
pemegang kekuasaan tertinggi. Ide-ide dan kebijakan dasar dihasilkan dalam forum ini. Anggaran dasar dan
anggaran rumah tangga, anggaran pendapatan dan belanja, pokok-pokok program dan ketentuan-ketentuan dasar
dibuat berdasarkan musyawarah anggota, yang selanjutnya dilaksanakan oleh pengurus atau manajer dan
pengawas. Secara sistimatis Roy (1981,426) menunjuk kekuasaan dan tanggungjawab anggota.
Sehubungan dengan beratnya kewajiban yang harus diemban anggota, maka sistem penerimaan keanggotaan
se-layaknya menggunakan standar minimal kualifikasi. Standar minimal kualifikasi tersebut berhubungan dengan
tingkat minimal pemahaman calon anggota terhadap hak, tanggung jawab dan kewaji-ban selaku anggota. Dengan
demikian memungkin-kan anggota memiliki pengetahuan yang relatif sama menge-nai organisasi dan tujuan yang
hendak dicapai. Penetapan standar minimal kualifikasi tidak bertentangan dengan prinsip "keanggotaan terbuka"
karena pada dasarnya memung-kinkan setiap orang untuk menjadi anggota, akan tetapi sebelum pendaftaran
dilakukan setiap anggota perlu memiliki wawasan minimal sebagai anggota. Untuk keperluan itulah diperlukan
pendidikan dasar bagi calon anggota. Standar minimal kualifikasi tersebut menyangkut pemahaman dan ketertautan
diri terhadap isi anggaran dasar dan ang-garan rumah tangga serta ketentuan lain dalam organisasi.
Pengurus adalah orang-orang yang dipercaya oleh rapat anggota untuk menjalankan tugas dan wewenang dalam
menjalankan roda organisa-si dan usaha. Sehubungan dengan hal itu, maka pengurus wajib melaksanakan harapan
dan amanah anggota yang disampaikan dalam forum rapat anggota. Pengurus perlu menjabarkan kehendak anggota
dalam program kerja yang lebih teknis.
Pasal 30 dalam perundang-undangan yang sama telah menetapkan tugas pengurus adalah (a) mengelola koperasi dan
usahanya, (b) mengajukan rancangan rencana kerja serta rancangan rencana Anggaran pendapatan dan belanja
koperasi, (c) menyelengga-rakan rapat anggota, (d) mengajukan laporan keuangan dan pertang-gungjawaban
pelaksanaan tugas, (e) memelihara daftar buku anggota pengurus.
Selain tugas seperti di atas pengurus pun memiliki kewenangan, untuk, (a) mewakili koperasi di dalam dan di luar
pengadilan, (b) memutuskan penerimaan dan penolakan anggota baru serta pemberhentian anggota sesuai dengan
ketentuan dalam anggaran dasar, (c) melakukan tindakan dan upaya bagi kepentingan dan kemanfaatan koperasi
sesuai dengan tanggungjawabnya dan keputusan rapat anggota. Untuk terlaksananya tugas tersebut, pengurus
dibantu oleh pengelola dan karyawan lainnya.
Mengenai kehadiran pengelola telah diatur dalam pasal 32, yang berisi ketentuan sebagai berikut, (a) pengurus
koperasi dapat mengangkat pengelola dan diberi wewenang dan kuasa untuk mengelola usaha, (b) dalam hal
pengurus koperasi bermaksud untuk mengangkat pengelola, maka rencana pengangkatan tersebut diajukan kepada
rapat anggota untuk mendapat persetujuan, (c) pengelola bertanggungjawab kepada pengurus, (d) pengelola usaha
oleh pengelola tidak mengurangi tanggungjawab pengurus sebagaimana ditentukan dalam pasal 31.
Pengangkatan pengelola dan karyawan didasarkan pada tingkat kebutuhan dan tuntutan yang diha-dapi oleh
masing-masing koperasi. Pada umumnya pengangkatan sering disebabkan karena alasan-alasan, (a) organisasi
semakin besar dan kompleks, (b) biasanya pemilihan pengurus karena alasan “personality”, bukan berdasarkan
keahlian, (c) masa kerja pengurus terbatas, (d) mengurus koperasi ditempatkan sebagai kerja sambilan, (d) sulit
memisahkan antara kepentingan, sebagai anggota yang menjalankan usaha pribadi dengan kepentingan sebagai
pengurus yang harus mengelola perusahaan koperasi, atau (e) kurang memiliki waktu dan keahlian.
Pengelola perlu memiliki berbagai kompetensi dan sikap tertentu untuk menjalankan fungsinya. Diantaranya adalah
sikap terbuka terhadap hal-hal atau penemuan-penemuan baru (inovasi) yang mendukung jalannya tugas
keorganisasian dan usaha. Malahan lebih dari pada itu harus terangsang untuk mencari terobosan-terobosan baru
yang belum ditemukan oleh pesaing. Sikap yang terlalu toleran terhadap cara-cara lama sampai batas tertentu akan
sangat membahayakan terhadap eksistensi dan daya hidup koperasi. Hal yang harus disadari oleh pengelola hasrat
anggota maupun konsumen bukan anggota selalu dalam keadaan dinamis, walau arah dinamika itu tidak selalu
berjalan ke muka, tetapi mungkin akan kembali ke semula. Dengan demikian esensi inovasi dapat diklasifikasi
dengan: (a) menerima dan menerapkan cara atau teknologi yang sama sekali baru, (b) memodifikasi cara atau
teknologi lama sehingga terkesan baru, (c) menerapkan cara baru dari tekbologi lama.
Sikap lain yang harus dimiliki pengelola hubungannya dengan usaha adalah kemampuan dalam menghimpun modal.
Menarik modal, baik dari dalam maupun luar, bukanlah pekerjaan ringan mengingat hal itu sangat berhubungan
dengan kepercayaan pihak anggota maupun pihak non-anggota terhadap koperasi. Memposisikan usaha yang
dijalankan sebagai sarana investasi rasional merupakan tanggungjawab pengelola.
Kepemimpinan merupakan kemampuan yang harus dimiliki oleh seorang pengelola. Data empiris menyatakan
sikap ini masih tergolong rendah di kalangan pengelola terutama KUD. Tanpa sikap ini, pengelola tidak lebih dari
karyawan biasa yang menggantungkan hidup dari koperasi. Terakhir adalah kemampuan manajerial yang
berhubungan dengan kebersediaan dan ketersedian pengelola untuk melaksanakan fungsi manajemen secara
proporsional dan profesional sehingga apa yang dikerjakan merupakan hasil kerja yang terurut dan terukur.
Pengawas atau badan pemeriksa adalah orang-orang yang diangkat oleh forum rapat anggota untuk
mengerjakan tugas pengawasan kepada pengurus. Tiga hal penting yang diawasi dari pengurus oleh pengawas,
yakni: (a) keorganisasian; (b) keusahaan; (c) keuangan.
Tugas pengawas dalam manajemen koperasi memiliki posisi strategis, mengingat secara tidak langsung, posisi-
nya dapat menjadi pengaman dari ketidakjujuran, ketidaktepatan pengelolaan atau ketidakprofesionalan pengurus.
Oleh sebab itu menjadi pengawas harus memiliki per-syaratan kemampuan (kompentensi), yaitu: a) kompentensi
pribadi; b) kompentensi profesional.
Kompetensi pribadi menyangkut, kharisma atau kewibawaan, kejujuran dan kepemimpinan. Kompetensi pertama
ini angat ditentukan oleh personaliti yang dimiliki oleh seorang pengawas. Kompetensi ini dapat terbentuk secara
alamiah tetapi juga dapat non-alamiah, misal, karena status sosial ekonomi yang dimiliki.
Kompentensi profesional menyangkut kemam-puan teknis, seperti: akuntansi, menejerial, menilai kelayakan
usaha dlsb. Kompentensi terbentuk karena pengalaman dan pendidikan. Idealnya seorang pengawas memiliki dua
kompentensi itu sekaligus, tetapi pengalaman empiris membuktikan sangat sulit mendapatkan pengawas dari
kalangan anggota dengan kualifikasi demikian. Beberapa kasus ketidakberfungsian pengawas dalam manajemen
koperasi, menjadi awal dari kekisruhan dan kemunduran koperasi secara umum. Ketidak berfungsian tersebut sering
disebabkan, antara lain disebabkan, (a) kurangnya motivasi dan rasa tanggung jawab, (b) tidak memahami lapangan
tugas dan wewenang yang dimiliki, (c) pada beberapa kasus kurangnya perhatian rapat anggota terhadap hasil
temuan pengawas.
Ukuran Keberhasilan
Para ahli koperasi masih belum terlihat kesepakatan pendapat mengenai bagaimana dan apa ukuran efektivitas
koperasi yang setepatnya. Hal itu sebagaimana diungkapkan Blumle (Dulfer dan Hamm, 1985) yakni, “ Finally let
us see what co-operative science has to say, for it has been widely debating the problem of success. In current
discussion about the promotional task this problem is linked up with the co-operative system of objectives and
member participation. But there will be disappointment in the results of this research for anybody who
approaches with hopes and analysis of the diverse attempts to make the promotional maxims operational, and to
measurement co-operative success.”
Oleh sebab itu sampai saat ini mengukur efektivitas koperasi tidaklah sesederhana mengukur efektivitas
organisasi atau badan usaha lain bukan koperasi. Efektivitas organisasi koperasi tidak saja semata berkenaan
dengan aspek ekonomi melainkan juga akan berkenaan dengan aspek sosialnya. Akan tetapi sebagai konsekuensi
logis dari kondisi koperasi yang selalu dalam keadaan bersaing dengan organisasi lain untuk mendapatkan
sumberdaya maka merumuskan keberhasilan merupakan hal yang penting.
Keunggulan merupakan syarat utama untuk terlibat dalam persaingan itu. Keunggulan yang harus dimiliki
senantiasa memuat dimensi koperasi sebagai unit usaha maupun gerakan swadaya. Ketangguhan dalam dimensi
gerakan swadaya sangat ditentukan oleh tingkat keperdu-liaan anggota dalam fungsinya sebagai pemilik untuk turut
dalam proses pengembangan Koperasi. Partisipasi anggota merupakan indikator dalam konteks. Sementara dilihat
dari fungsi “badan usaha” ketangguhan koperasi diukur oleh kemampuannya dalam mengembangkan dan
menguasai pasar. Hal ini sangat ditentukan oleh kemampuan koperasi dalam meraih lebih besar potensi yang
dimiliki pasar ketimbang para pesaing. Koperasi harus mampu memberi alternatif rasional bagi pelanggannya
(anggota) melalui berbagai kebijakan insentif usaha maupun perbaikan dalam teknis pelayanan pelanggan. Rumusan
sederhana mengenai penjelasan di atas adalah, “Koperasi berhasil bila mampu mengembangkan usaha yang dapat
memberi manfaat sebesar-besarnya bagi anggota, dengan mengoptimalkan keterlibatan potensi anggota di dalam
proses dan hasil usaha”. Sehubungan dengan itu Ropke (1989) berpendapat perlunya uji partisipasi (Participation-
test) dan uji pasar (Market-test) untuk mengukur keberhasilan koperasi.
Kedua indikator keberhasilan bermuara pada, semakin baiknya tingkat kesejahteraan relatif anggota koperasi. Hal
itu juga dikemukakan oleh Hanel (1985,76) yakni, "Advantages of cooperation and, thus, produce sufficient
promotional potential for the benefit of the members".

MATERI MANAJEMEN KOPERASI

Februari 15, 2011 oleh pebriwasito

1.1. Pengertian Organisasi koperasi

Pengertian koperasi dapat dibedakan menjadi dua bagian, yaitu pengertian umum dan menurut
Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian.

Pengertian secara umum : Koperasi adalah suatu perkumpulan yang beranggotakan orang-
orang atau badan-badan hukum koperasi yang memberikan kebebasan masuk dan keluar sebagai
anggota, dengan bekerjasama secara kekeluargaan menjalankan usaha untuk mempertinggi
kesejahteraan para anggotanya.

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian di

berikan pengertian sebagai berikut : Koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan

orang-orang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip
koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan atas asas kekeluargaan.

Inti dari pengertian koperasi tersebut diatas dapat diuraikan sebagai berikut :

1. Koperasi Sebagai Badan Usaha

Koperasi sebagai organisasi ekonomi yg berwatak sosial harus mampu menjalan kegiatannya
secara seimbang, jangan sampai kegiatan ekonominya tidak diisi dan hanya di landasi oleh nilai-
nilai kemasyarakatan tertentu.

Sebagai badan usaha, koperasi adalah sebuah perusahaan yang harus mampu berdiri sendiri
menjalankan kegiatan usahanya mendapatkan laba. Sehingga dapat mempertahankan
kelangsungan hidupnya para anggota-anggotanya.

1. Beranggotakan Orang-orang

Pengaruh dan penggunaan modal jangan mengurangi arti koperasi Indonesia. I

Ini berarti koperasi harus benar-benar mengabdikan kepada perikemanusiaan

dan bukan kepada kebendaan.


1. Asas Kekeluargaan

Koperasi harus menyadari bahwa di dalamnya terdapat kepribadian Indonesia.

Asas kekeluargaan mencerminkan adanya kesadaran dari hati nurani manusia

untuk mengerjakan segala sesuatu dalam koperasi : oleh semua, untuk semua di

bawah pimpinan pengurus yang dipilih anggota atas dasar keadilan, kebenaran

dan keberanian berkorban bagi kepentingan bersama.

1.2. Ciri-ciri Pokok Koperasi Indonesia

Dari pengertian yang telah dipaparkan di muka maka beberapa cirri pokok berikut haruslah
nampak di dalam koperasi, antara lain :

1. Koperasi Indonesia adalah kumpulan orang-orang dan bukan kumpulan modal.

Ini berarti bahwa koperasi Indonesia harus benar-benar mengabdikan kepada

perikemanusiaan bukan peri kebendaan.

1. Koperasi Indonesia bekerjasama, bergotong royong berdasarkan persamaan

derajat, hak dan kewajiban yang berarti koperasi seharusnya adalah merupakan

wadah demokrasi ekonomi dan social

1. Segala kegiatan koperasi Indonesia harus didasarkan atas kesadaran para anggota

Dalam koperasi tidak boleh ada paksaan, ancaman, intimidasi dan campur tangan

dari pihak lain yang tidak ada sangkut pautnya dengan internal koperasi.

1. Tujuan koperasi Indonesia harus benar-benar merupakan kepentingan bersama

dari para anggotanya dan tujuan tersebut dicapai berdasarkan karya dan jasa yang

disumbangkan para anggota masing-masing.

1.3. Pentingnya Manajemen Koperasi

Manajemen merupakan salah satu bagian penting dari organisasi koperasi. Berhasil tidaknya
suatu koperasi sangat tergantung pada mutu dan kerja manajemennya. Apabila
orang-orang dalam manajemen ini memiliki kejujuran, kecakapan dan giat dalam bekerja

maka besarlah kemungkinannya koperasi akan maju pesat atau setidak-tidaknya tendensi untuk
terjadinya kebangkrutan dapat ditanggulangi dan sebaliknya.

Manajemen memang bukanlah satu-satunya unsur yang menentukan gagal tidaknya

suatu usaha, tetapi bagaimanapun orang-orang yang dalam manajemen ini mempunyai peranan
penting. Lebih-lebih dalam organisasi koperasi yang bukan kumpulan modal

uang melainkan kumpulan orang-orang. Sehingga dari sekian banyak koperasi yang gagal
banyak diantaranya yang disebabkan oleh kekacauan dalam bidang manajemen.

Setiap usaha kerjasama harus ada seorang pejabat atau lebih yang memimpin segenap proses
penyelenggaraan dalam usaha kerjasama yang desebut dengan manajer.

Dalam proses penyelenggaraan usaha kerjasama, manajer itu melakukan pekerjaan dari dua
segi :

1). Menggerakkan orang-orang, yaitu mendorong, memimpin, menjuruskan, menertibkan

orang-orang agar melakukan perbuatan-perbuatan dalam menuju kea rah tercapainya

tercapainya tujuan yang telah ditentukan dalam usaha kerjasama itu.

2). Mengarahkan fasilitas, yaitu menghimpun, mengatur, memelihara dan mengendalikan

alat, benda, uang dan metode kerja serta peralatan apapun yang diperlukan untuk

menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan dalam usaha kerja sama itu.

Dalam menggerakkan orang-orang dan mengerahkan fasilitas, manager melakukan lima pola
perbuatan : perencanaan, pembuatan keputusan, pembimbingan, pengorganisasian, pengendalian.

1. Perencanaan

Menentukan terlebih dahulu hal-hal yang harus dikerjakan dan cara mengerjakan

nya dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

1. Pembuatan keputusan

Melakukan pemilihan diantara berbagai kemungkinan untuk menyelesaikan persoalan-persoalan,


pertentangan-pertentangan dan keragi-raguan yang timbul dalam proses penyelenggaraan usaha
kerja sama itu.
1. Pembimbingan

Memerintah, menugaskan, memberi arah dan menuntut bawahan untuk melaksana

kan pekerjaan-pekerjaan dalam mencapai tujuan yang telah ditentukan.

1. Pengkoordinasian

Menghubung-hubungkan, menyelaraskan orang-orang dan pekerjaannya sehingga semua


berlangsung secara tertib dan seirama menuju kearah tercapainya tujuan tanpa terjadinya
kekacauan, percekcokan atau kekosongan kerja.

1. Pengendalian

Melakukan kegiatan pemeriksaan, mencocokkan & mengusahakan agar pekerjaan

pekerjaan yang dilakukan sesuai dengan rencana yang ditetapkan dan hasil yang dikehendaki.

Manajemen merupakan kebutuhan mutlak bagi setiap organisasi. Sebagaimana di ketahui


hakikat manajemen adalah mencapai tujuan melalui tangan orang lain. Pencapaian tujuan
melalui tangan orang lain itu dilakukan oleh manajemen dengan melaksanakan fungsi-fungsi
manajemen yaitu fungsi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan. Dengan
demikian, keberhasilan manajemen sebuah organisasi akan sangat tergantung pada pelaksanaan
masing-masing fungsi tersebut.

Koperasi sebagai bentuk badan usaha yang bergerak di bidang perekonomian, mempunyai
tatanan manajemen yang berbeda dengan badan usaha non koperasi. Perbedaan tersebut
terletak pada asas koperasi yang bersifat demokratis dimana pengelolaan koperasi adalah
dari. Oleh dan untuk anggota. Karena itu dalam tatanan

manajemen koperasi Indonesia mempunyai unsur-unsur : Rapat anggota, pengurus, pengawas


dan manajer.

Dalam manajemen koperasi kekuasaan tertinggi adalah di tangan Rapat Anggota, sebab koperasi
adalah organisasi diri, oleh dan untuk anggota. Karena rapat anggota yang pada hakekatnya
merupakan suatu kegiatan organisasi dengan sendirinya tidak dapat

mengelola kegiatan-kegiatan koperasi. Baik pengurus maupun pengawas dipilih oleh anggota-
anggota dan bertindak untuk dan atas nama anggota.

Seperti badan usaha lainnya, koperasi juga akan menghadapi berbagai persoalan

dalam mencapai tujuan. Sebagian besar tugas manajemen adalah memecahkan persoalan
persoalan itu dan membuat keputusan yang akan menuju sasaran yang dikehendaki.