Anda di halaman 1dari 27

PERCOBAAN III

STRUKTUR FILTER DIGITAL

3.1 Tujuan
1. Merealisasikan kaskade fungsi transfer filter FIR.
2. Merealisasikan kaskade fungsi transfer filter IIR.

3.2 Peralatan
1. Program Matlab 2014 ke atas.
2. PC atau Laptop

3.3 Dasar Teori


3.3.1 Filter Digital
Fitler digital adalah suatu sistem yang berfungsi untuk menyaring sinyal,
sebagian sinyal akan dibiarkan lewat, sebagian yang lain akan akan ditahan. Filter
yang sering digunakan adalah filter untuk menyaring sinyal berdasarkan frekuensi
sinyal, artinya sinyal dengan frekuensi tertentu akan dibiarkan lewat, sinyal
frekuensi yang lain akan ditahan. Berdasarkan sinyal yang diproses, filter dibagi
menjadi dua, yaitu filter analog dan filter digital. Secara umum, filter digital
adalah sama dengan filter analog, hanya saja sinyal input dan sinyal outputnya
adalah sinyal digital.
Secara garis besar, ada dua macam filter digital, yaitu filter IIR (Infinite
Impulse Response) dan filter FIR (Finite Impulse Response). Filter FIR adalah
sistem yang murni umpan maju (feedforward), stabil, strukturnya sederhana dan
fasenya linier. Sedangkan filter IIR dapat berupa sistem umpan maju atau umpan
balik (feedback). Tidak seperti FIR, filter IIR mempunyai fase yang tidak linier
dan mempunyai potensi untuk tidak stabil. Kelebihan IIR adalah pelemahan
(attenuation) yang tinggi untuk orde yang lebih rendah, bila dibanding dengan
FIR.
Algoritma komputasi dari filter digital LTI dapat dinyatakan dalam blok-
diagram menggunakan blok-blok bangunan dasar seperti unit delay, pengali
(multiplier), penjumlah (adder) dan pick-off node.

Gambar 3.1 (a) Pick-off Node, (b) Adder, (c) Multiplier, (d) Unit Delay

Dua struktur filter digital adalah ekivalen jika memiliki fungsi transfer
yang sama. Cara paling mudah untuk membangkitkan struktur yang ekivalen
adalah melalui fungsi transpose, yaitu : (i) Membalikan seluruh jalur, (ii)
Mengganti pick-off dengan penjumlah (adder) atau sebaliknya, dan (iii)
Membalikan node input dan ouput.
Struktur yang koefisien-koefisien pengalinya (multiplier) tepat,
koefisien-koefisien fungsi transfer disebut dengan struktur Direct Form.

3.3.2 FIR (Finite Impulse Response)


Filter FIR merupakan filter digital yang mempunyai impulse terbatas.
Yaitu jika tanggapan impuls dari sistem LTI (Linear Time-Invaritant) mempunyai
durasi yang berhingga. Dengan demikian untuk filter FIR maka h[n]= 0 untuk n <
n1 dan untuk n > n2 . Filter FIR juga sering disebut filter non-rekursif atau
moving average (MA) filter. Filter FIR (nonrecursive) sering digunakan pada
aplikasi filter adaptif dari ekualizer adaptif pada sistem komunikasi digital sistem
pengontrol noise adaptif.
Adapun kelebihan filter adaptif FIR adalah:
a) Stabilitasnya bisa dikontrol dengan mudah dengan memastikan koefisien
filter terbatas.
b) Lebih mudah dan algoritma yang efisien untuk pengaturan koefisien filter.
c) Kinerja algoritma ini bisa lebih mudah dimengerti pada bagian konvergen
dan stabilitas

3.3.3 IIR (Infinite Impulse Response)


Infinite impulse response (IIR) adalah properti yang berlaku untuk
banyak sistem invarian waktu linier. Contoh umum sistem invarian waktu linier
adalah sebagian besar filter elektronik dan digital. Sistem dengan properti ini
dikenal sebagai sistem IIR atau filter IIR, dan dibedakan dengan memiliki respons
impuls yang tidak menjadi nol persis melewati titik tertentu, tetapi berlanjut tanpa
batas waktu. Ini berbeda dengan respon impuls terbatas (FIR) di mana respon
impuls
h (t) memang benar-benar nol pada waktu t > T untuk beberapa T
terbatas, sehingga durasi durasinya terbatas.
Dalam praktiknya, respons impuls, bahkan sistem IIR, biasanya
mendekati nol dan dapat diabaikan melewati titik tertentu. Namun sistem fisik
yang menimbulkan respons IIR atau FIR berbeda, dan di situlah letak pentingnya
perbedaan. Sebagai contoh, filter elektronik analog yang terdiri dari resistor,
kapasitor, dan / atau induktor (dan mungkin penguat linier) umumnya adalah filter
IIR. Di sisi lain, filter waktu diskrit (biasanya filter digital) berdasarkan garis
penundaan yang disadap tanpa umpan balik merupakan filter FIR. Kapasitor (atau
induktor) dalam filter analog memiliki "memori" dan keadaan internal mereka
tidak pernah benar-benar rileks mengikuti impuls (dengan asumsi model klasik
kapasitor dan induktor di mana efek kuantum diabaikan). Tetapi dalam kasus yang
terakhir, setelah suatu impuls mencapai akhir dari garis penundaan yang disadap,
sistem tidak memiliki ingatan lebih lanjut tentang impuls itu dan telah kembali ke
keadaan semula; respons impulsnya di luar titik itu persis nol.
3.3.4 Kekurangan Dan Kelebihan dari

3.3.4 Perbedaan dari filter digital IIR dan FIR


Perbedaan dari filter digital IIR dan FIR pada karakteristik respon
frekuensi filter (LPF, BPF, dan HPF). Untuk hasil filter IIR pada respon frekuensi
filter menghasilkan nilai yang tepat sesuai dengan cut-off pada titik dimana nilai
magnitudanya mengalami peredaman . Sedangkan, pada pem-filter-an FIR
peredaman tidak tepat pada posisi cut-off. Pada filter FIR masih terdapat
gelombang ripple pada respon frekuensinya.

3.3.5 Karakteristik dari filter IIR dan FIR


1) Fase linier dari filter FIR dengan panjang M dapat dikarakteristikkan oleh
kesimetrisan respon impulse h[n]=h[M-1-n] atau anti-simetris impulse response
h[n]=-h[M-1-n]. Sifat simetri dari linear phase filter FIR dapat dieksploitasi untuk
menurunkan jumlah total pengali menjadi setengah yang dibutuhkan dalam fungsi
transfer Form Direct.

2) Karakteristik dari filter IIR, menggunakan prinsip persamaan beda


(difference equation) yang merepresentasikan hubungan input/output. Nilai dari
output < 0 sudah diperhitungkan dengan adanya parameter feedback internal dari
sistem tersebut.

3.3.6 Perancangan dengan menggunakan metode Direct Design


Perancangan dengan menggunakan metode Direct Design menghitung
koefisien denominator (penyebut) menggunakan persamaan Yule Walker pada
nilai koefisien korelasi yang diperoleh dari inverse transformasi Fourier pada
respon frekuensi yang dipilih. Untuk mendapatkan bagian koefisien polinomial
numerator (pembilang). Output dari deretan koefisien filter IIR dengan pangkat z.
Variabel B (koefisien feed-forward IIR filter) sebagai denominator dan variabel A
( koefisien feed-back IIR filter) adalah numerator. Menggunakan perintah
[b,a]=yulewalk (10,f,m).

3.3.7 Realisasi Kaskade Fungsi Transfer FIR


Filter FIR kausal dengan panjang M, dikarakteristikkan oleh fungsi
transfer H(z) :
M −1
H ( z ) = ∑ h [ k ] z−k ……………………......(3.1)
k=0

Dalam domain waktu relasi input-output dinyatakan dengan :


M −1
y [ n ] = ∑ h [ k ] x [n−k ] …………………….(3.2)
k=0

Realiasasi Direct Form dari filter FIR dikembangkan dari persamaan


(3.2), ditunjukan pada gambar 3.2 (a) untuk M=5, dan transpose-nya ditunjukan
pada gambar 3.2(b). Secara umum dalam implementasinya, filter FIR dengan
panjang M dikarakteristikkan oleh M koefisien, membutuhkan M pengali dan (M-
1) penjumlah dua input.

Gambar 3.2 (a) Struktur Direct Form Filter FIR M=5, (b) Bentuk Transpose

Fungsi transfer FIR orde lebih tinggi dapat direalisasikan dengan kaskade
seksi-seksi FIR dengan setiap seksi dikaraketeristikkan oleh fungsi transfer orde
pertama, atau kedua. Maka, fungsi transfer FIR H(z) dalam bentuk terfaktor,
dinyatakan sebagai berikut :
H ( z ) =h [ 0 ] ∏ (1+ β 1 k z −1 + β 2 k z −2 ) ……………(3.3)
k

Gambar 3.3 Bentuk Struktur Kaskade FIR Dengan Panjang 7

Fase linier dari filter FIR panjang M dikarakteristikkan oleh kesimetrisan


respon impulse h[n] = h[M− 1 − n] atau anti-simetris impulse response h[n] =
−h[M -1− n]. Sifat simetris dari linear phase filter FIR dapat dieksploitasi untuk
menurunkan jumlah total pengali menjadi setengah yang dibutuhkan dalam
implementasi fungsi transfer Direct Form. Gambar 3.4 (a) menunjukan realisasi
fungsi transfer FIR tipe 1 dengan panjang 7 dan respon impulse simetris, dan (b)
menunjukan realisasi fungsi transfer FIR tipe 1 dengan panjang 8 dan respon
impulse simetris.

Gambar 3.4 Struktur Linear-phase FIR: (a) Tipe 1, (b) Tipe 2

3.3.8 Realisasi Kaskade Fungsi Transfer IIR


Filter IIR kausal berode N dapat dikarakteristikkan dengan fungsi
transfer H(z) sebagai berikut :
N

∑ p k z−k
k=0
H (z )= N …………………………..(3.4)
1+ ∑ d k z −k

k=1

Dalam domain waktu, relasi input-output filter IIR dinyatakan dengan :


N N
y [ n ] =∑ pk x [ n−k ] −∑ d k x [n−k ] …………..(3.5)
k=0 k =1

Dengan mendefinisikan variabel sinyal intermediate (w[n]), didapatkan


persamaan sebagai berikut :
N
w [ n ]=∑ p k x [ n−k ] …………….……..(3.6)
k=0

Sehingga dari persamaan 3.5 dapat dinyatakan seperti persamaan dibawah


ini :
N
y [ n ] =w [ n ]−∑ d y y [n−k ] ………..……..(3.7)
k=1

Realisasi filter IIR berdasarkan persaman (3.6) dan (3.7) disebut dengan
struktur Direct Form I, yang ditunjukkan oleh gambar 3.5 (a) untuk N=3, dan
bentuk transpose-nya ditunjukkan pada gambar 3.5 (b). Jumlah total delay yang
diperlukan dalam realisasi Direct Form I adalah 2N, dapat diturunkan menjadi N,
dengan memanipulasi diagram blok menghasilkan struktur Direct Form II, seperti
ditunjukan pada gambar 3.6 (N=3).

Gambar 3.5 (a) Struktur Direct Form I, (b) Struktur Transpose Direct Form II
3.4 Langkah Percobaan
3.4.1 Percobaan Realisasi Fungsi Transfer FIR
A. Realisasi Kaskade
Filter FIR kausal dengan panjang M, dikarakteristikan oleh fungsi
transfer H(z) :
M−1
H(z) = ∑ h ( k ) z −k ………..………………..(3.8)
k=0

Dalam domain waktu relasi input-output dinyatakan dengan :


M −1
y[n] = ∑ h [ k ] x [n−k ] ……..………………(3.9)
k=0

Realiasasi Form Direct dari filter FIR dikembangkan dari persamaan


(3.2), ditunjukkan pada gambar 3.6 (a) untuk M=5, dan transpose-nya ditunjukan
pada gambar 3.6 (b). Secara umum dalam implementasinya, filter FIR panjang M
dikarakteristikkan oleh M koefisien, membutuhkan M pengali dan (M-1)
penjumlah dua input.
Gambar 3.6 Struktur Direct Form filter FIR

Fungsi transfer FIR orde lebih tinggi dapat direalisasikan dengan kaskade
seksi-seksi FIR dengan setiap seksi dikarakteristikkan oleh fungsi transfer orde
pertama, atau kedua. Maka, fungsi transfer FIR H(z) dalam bentuk terfaktor,
dinyatakan sebagai :
−1 −2
(1+ β 1 k z + ¿ β2 k z )
H(z) = h[0] ………….…..(3.10)
∏¿ k

Gambar 3.7 Struktur Bentuk Kaskade FIR Dengan Panjang 7

Fase linier dari filter FIR panjang-M dikarakteristikkan oleh kesimetrisan


response impulse h[n]=h[M−1− n] atau anti-simetris impulse response h[n]=−h
[M-1-n]. Sifat simetris dari linear phase filter FIR dapat dieksploitasi untuk
menurunkan jumlah total pengali menjadi setengah yang dibutuhkan dalam
implementasi fungsi transfer Form Direct. gambar 3.8 (a) menunjukan realisasi
fungsi transfer FIR tipe 1 panjang 7 dengan respon impulse simetris, dan (b)
menunjukan realisasi fungsi transfer FIR tipe 1 panjang 8 dengan respon impulse
simetris.
Gambar 3.8 Struktur Linear-Phase FIR : (a) Tipe 1 and (b) Tipe 2.

1. Buat script Matlab dan simpan hasilnya dengan nama “P3-1”.

% Program P3_1

num = input(’Numerator coefficient vector = ’);

den = input(’Denominator coefficient vector = ’);

[A, B] = eqtflength(num, den);


Kode Program 3.1 Realisasi Kaskade Filter FIR
2. Dengan menggunakan program P3_1, bangunlah sebuah realisasi
kaskade untuk fungsi tranfer FIR berikut :
H1(z) = 2 | 10z-1 | 23z-2 | 34z-3 | 31z-4 | 16z-5 | 4z-6
a. Sketch blok diagram untuk merealisasikan kaskade.
b. Apakah H1z adalah fungsi transfer fase linier ?
3. Selanjutnya, gunakan Program P3_1 untuk membangun kaskade
dengan fungsi tranfer FIR berikut :
H2(z) = 6 + 31z-1 + 74z-2 + 102z-3 + 74z-4 + 31z-5 + 6z-6
a. Sketch blok diagram untuk merealisasikan kaskade.
b. Apakah H1(z) adalah fungsi transfer fase linier?

3.4.2 Percobaan Realisasi Fungsi Transfer IIR


A. Realisasi Kaskade
Filter IIR kausal berorde N dapat dikarakteristikkan oleh fungsi transfer
H(z) sebagai berikut :
N

∑ Pk z−k
k=0
H(z) = n ………………………….(3.11)
1+ ∑ d k z
−k

k=1

Dalam domain waktu, relasi input-output filter IIR dinyatakan dengan :


N N
y[n] = ∑ Pk x [n−k ]−∑ d k y [n−k ] …………(3.12)
k=0 k =1

Dengan mendefinisikan variabel sinyal intermediate, w[n] :


N
w[n] = ∑ Pk x [n−k ] …………..…………(3.13)
k=0

Maka persamaan (3.12) dapat dinyatakan sebagai :


N
y[n] = w[n] −∑ Pk y [n−k ] …………………..(3.14)
k=0

Realisasi filter IIR berdasarkan persamaan (3.13) dan (3.14) disebut


dengan struktur Direct Form I, seperti ditunjukan oleh gambar 3.5(a) untuk N=3,
dan bentuk transposenya ditunujukan pada gambar 3.9 (b). Jumlah total delay
yang diperlukan dalam realisasi Direct Form I adalah 2N, dapat diturunkan
menjadi N, dengan memanipulasi diagram blok menghasilkan struktur Direct
Form II, seperti ditunjukan pada gambar 3.9 (N=3).

Gambar 3.9 (a) Struktur Direct Form I, (b) Struktur Transpose Direct Form II

Gambar 3.10 (a) Struktur Direct Form II, (b) Struktur Transpose Direct Form II
Dengan menyatakan polinomial pembilang (numerator) dan penyebut
(denominator) dari fungsi transfer H(z) sebagai perkalian dari polinomial-
polinomial orde rendah, maka filter digital dapat direalisasikan sebagai kaskade
dari seksi-seksi filter orde rendah. Pada kasus ini, H(z) dinyatakan sebagai :
(1+ β1 k z−1 + β 2 k z −2 )
H(z) = po ∏ (1+ α z−1 + α z −2 ) ………….…………(3.15)
k 1k 2k

Untuk orde pertama, faktor α 2 k = β2k = 0. Realisasi yang mungkin


dari fungsi transfer orde-3 adalah :
−1 −1 −2

H(z) = po
( 1+ β11 z
1+ α 11 z−1 ) ( 1+ β12 z + β 22 z
1+ α 12 z −1 +α 22 z−2 ) ............................(3.16)

Gambar 3.11 Realisasi Kaskade Fungsi Transfer IIR Orde-3

Fungsi transfer IIR dapat direalisasikan dalam bentuk Paralel Form I, dan
Paralel Form II, yaitu :
Parallel Form I :
γ 0 k +γ 1 k z −1
H(z) = γ 0 + ∑
k
( 1+α 1 k z −1 +α 2 k z−2 ) ………………….(3.17)

Parallel Form 2 :
δ 1 k z−1 + δ 2 k z −2
H(z) = δ 0+ ∑
k
( 1+α 1 k z−1+ α 2 k z−2 ) …………………(3.18)

Realisasi paralel dari fungsi transfer IIR orde-3 ditunjukan pada gambar 3.12 :
Gambar 3.12 Realisasi Paralel dari Fungsi Transfer IIR Orde-3:
(a) Parallel Form I, (b) Parallel Form II

Realisasi Kaskade :
1. Gunakan Program P3_1 untuk membangun realisasi kaskade
dengan fungsi transfer IIR.
−1 −2 −3 −4 −5
3+8 z + 12 z +7 z +2 z −2 z
H1(z) = −1 −2 −3 −4 −5
1 6+24 z +24 z +14 z + 5 z + z
Gambarkan blok diagram dari realisasi kaskade.
2. Gunakan Program P3_1 untuk membangun realisasi kaskade
dengan fungsi transfer IIR.
2+10 z−1 +23 z−2 +34 z −3 +31 z −4+ 16 z−5 + 4 z−6
H2(z) =
36 +78 z −1 +87 z−2 +59 z −3 +26 z−4 +7 z−5 + z−6
Gambarkan blok diagram dari realisasi kaskade.

Realisasi Paralel :
1. Buat script Matlab dan simpan hasilnya dengan nama “P3-2”
% Program P3_2

% Parallel Form Realizations of an IIR Transfer


Function

num = input(’Numerator coefficient vector = ’);

den = input(’Denominator coefficient vector = ’);

[r1,p1,k1] = residuez(num,den);

[r2,p2,k2] = residue(num,den);

Kode Program 3.2 Realisasi Kaskade Paralel Filter IIR

2. Gunakan Program P3_2 untuk membangun realisasi bentuk paralel


dengan fungsi transfer IIR.
3+8 z−1+ 12 z−2 +7 z−3 +2 z−4−2 z−5
H1(z) =
1 6+24 z−1 +24 z −2 +14 z−3+ 5 z −4 + z−5
Gambarkan blok diagram dari realisasi paralel.
3. Gunakan Program P3_2 untuk membangun realisasi bentuk paralel
dengan fungsi transfer IIR
−1 −2 −3 −4 −5 −6
2+10 z +23 z +34 z +31 z + 16 z + 4 z
H2(z) = −1 −2 −3 −4 −5 −6
36 +78 z +87 z +59 z +26 z +7 z + z
Gambarkan blok diagram dari realisasi paralel.
3.5 Data Hasil Percobaan
3.5.1 Data Hasil Realisasi Kaskade Fungsi Transfer FIR
Berdasarkan penggunaan program P3_1 pada langkah percobaan dengan
realisasi kaskade dari fungsi transfer FIR :
H1(z) = 2 | 10z-1 | 23z-2 | 34z-3 | 31z-4 | 16z-5 | 4z-6
Didapatkan data hasil seperti pada gambar 3.13.
Gambar 3.13 Realisasi Kaskade Dengan Fungsi Transfer FIR H1

Berdasarkan penggunaan program P3_1 pada langkah percobaan dengan


realisasi kaskade dari fungsi transfer FIR :
H2(z) = 6 + 31z-1 + 74z-2 + 102z-3 + 74z-4 + 31z-5 + 6z-6
Didapatkan data hasil seperti pada gambar 3.14.

Gambar 3.14 Realisasi Kaskade Dengan Fungsi Transfer FIR H2

3.5.2 Data Hasil Realisasi Kaskade Fungsi Transfer IIR


Berdasarkan penggunaan program P3_1 pada langkah percobaan dengan
realisasi kaskade dari fungsi transfer IIR :
3+8 z−1+ 12 z−2 +7 z−3 +2 z−4−2 z−5
H1(z) =
1 6+24 z−1 +24 z −2 +14 z−3+ 5 z −4 + z−5
Didapatkan data hasil seperti pada gambar 3.15.

Gambar 3.15 Realisasi Kaskade Dengan Fungsi IIR H1

Berdasarkan penggunaan program P3_1 pada langkah percobaan dengan


realisasi kaskade dari fungsi transfer IIR :
2+10 z−1 +23 z−2 +34 z −3 +31 z −4+ 16 z−5 + 4 z−6
H2(z) =
36 +78 z −1 +87 z−2 +59 z −3 +26 z−4 +7 z−5 + z−6
Didapatkan data hasil seperti pada gambar 3.16.

Gambar 3.16 Realisasi Kaskade Dengan Fungsi IIR H2

3.5.3 Data Hasil Realisasi Paralel Fungsi Transfer IIR


Berdasarkan penggunaan program P3_2 pada langkah percobaan dengan
realisasi paralel dari fungsi transfer IIR :
−1 −2 −3 −4 −5
3+8 z + 12 z +7 z +2 z −2 z
H1(z) =
1 6+24 z−1 +24 z −2 +14 z−3+ 5 z −4 + z−5
Didapatkan data hasil seperti pada gambar 3.17.
Gambar 3.17 Realisasi Paralel Dengan Fungsi IIR H1

Berdasarkan penggunaan program P3_2 pada langkah percobaan dengan


realisasi paralel dari fungsi transfer IIR :
2+10 z−1 +23 z−2 +34 z −3 +31 z −4+ 16 z−5 + 4 z−6
H2(z) =
36 +78 z −1 +87 z−2 +59 z −3 +26 z−4 +7 z−5 + z−6
Didapatkan data hasil seperti pada gambar 3.18.
Gambar 3.18 Realisasi Paralel Dengan Fungsi IIR H2

3.6 Analisa Hasil Percobaan


3.6.1 Realisasi Kaskade Fungsi Transfer FIR
Dengan melakukan percobaan realisasi kaskade dari fungsi transfer FIR
sebagai berikut :
H1(z) = 2 | 10z-1 | 23z-2 | 34z-3 | 31z-4 | 16z-5 | 4z-6
Fungsi transfer FIR diatas memiliki panjang orde = 6, karena fase linier
dari filter FIR panjang M dikarakteristikkan oleh kesimetrisan respon impulse
h[n]=h[M−1−n] atau anti-simetris impulse response h[n]=−h[M-1-n]. Sehingga
dapat ditunjukkan dengan blok diagram dari realisasi kaskade dengan fungsi
transfer FIR seperti pada gambar 3.19.
Gambar 3.19 Blok Diagram Orde 6 Realisasi Kaskade Fungsi Transfer FIR

Berdasarkan pada gambar 3.19 merupkan sebuah blok diagram FIR ber-
orde 6, dimana memiliki β1k sebagai numerator dan β2k merupakan denominator.
Pada persamaan H1(z), fungsi transfer FIR yang diberikan hanya memiliki nilai
numerator ber-orde 6 dan tidak memiliki denominator sehingga bernilai 1.
H2(z) = 6 + 31z-1 + 74z-2 + 102z-3 + 74z-4 + 31z-5 + 6z-6
Sehingga, dari fungsi transfer FIR diatas memiliki panjang orde = 6,
karena fase linier dari filter FIR panjang M dikarakteristikkan oleh kesimetrisan
respon impulse h[n]=h[M− 1 − n] atau anti-simetris impulse response h[n]=−h[M
-1− n]. Sehingga dapat ditunjukkan dengan blok diagram dari realisasi kaskade
dengan fungsi transfer FIR seperti pada gambar 3.20.
Gambar 3.20 Blok Diagram Orde 6 Realisasi Kaskade Fungsi Transfer FIR

Berdasarkan pada gambar 3.20 merupakan sebuah blok diagram FIR ber-
orde 6 dimana memiliki β1k sebagai numerator dan β2k merupakan denominator.
Pada persamaan H1(z), fungsi transfer FIR yang diberikan hanya memiliki nilai
numerator ber-orde 6 dan tidak memiliki denominator sehingga bernilai 1.
Sifat simetris dari linear phase filter FIR dapat dieksploitasi untuk
menurunkan jumlah total pengali menjadi setengah yang dibutuhkan dalam
implementasi fungsi transfer Form Direct.

3.6.2 Realisasi Kaskade Fungsi Transfer IIR


Filter IIR kausal berorde N dapat dikarakteristikkan oleh fungsi transfer
H(z) sebagai berikut :
N

∑ p k z−k
k=0
H (z )= N …………………………..(3.19)
1+ ∑ d k z
−k

k=1

Dengan menyatakan polinomial pembilang (numerator) dan penyebut


(denominator) dari fungsi transfer H(z) sebagai perkalian dari polinomial-
polinomial orde rendah, maka filter digital dapat direalisasikan sebagai kaskade
dari seksi-seksi filter orde rendah.
Dengan melakukan percobaan realisasi kaskade dari fungsi transfer FIR
diberikan fungsi sebagai berikut :
−1 −2 −3 −4 −5
3+8 z + 12 z +7 z +2 z −2 z
H1(z) = −1 −2 −3 −4 −5
1 6+24 z +24 z +14 z + 5 z + z
Dari fungsi transfer IIR diatas, memiliki panjang orde = 5. Memiliki nilai
numerator dan denominator, sehingga dapat ditunjukkan dengan blok diagram
dari realisasi kaskade fungsi transfer IIR.

Gambar 3.21 Blok Diagram Orde 5 Realisasi Kaskade Fungsi Transfer IIR

Diberikan fungsi transfer IIR kedua H2 untuk membangun realisasi


kaskade fungsi transfer IIR sebagai berikut :
2+10 z−1 +23 z−2 +34 z −3 +31 z −4+ 16 z−5 + 4 z−6
H2(z) =
36 +78 z −1 +87 z−2 +59 z −3 +26 z−4 +7 z−5 + z−6
Dari fungsi transfer IIR diatas, memiliki panjang orde = 6. Memiliki nilai
numerator dan denominator, sehingga dapat ditunjukkan dengan blok diagram
dari realisasi kaskade fungsi transfer IIR.
Gambar 3.22 Blok Diagram Orde 6 Realisasi Kaskade Fungsi Transfer IIR

3.6.3 Realisasi Paralel Fungsi Transfer IIR


Dengan melakukan percobaan realisasi paralel dari fungsi transfer IIR,
diberikan fungsi sebagai berikut :
3+8 z−1+ 12 z−2 +7 z−3 +2 z−4−2 z−5
H1(z) = −1 −2 −3 −4 −5
1 6+24 z +24 z +14 z + 5 z + z
Fungsi transfer IIR diatas memiliki panjang orde = 5, karena fase linier
dari filter IIR dengan panjang M. Sehingga dapat ditunjukkan dengan blok
diagram dari realisasi kaskade dengan fungsi transfer FIR seperti pada gambar
3.23.
Gambar 3.23 Blok Diagram Orde 5 Realisasi Paralel Fungsi Transfer IIR form I

Gambar 3.24 Blok Diagram Orde 5 Realisasi Paralel Fungsi Transfer IIR form form II
Fungsi transfer IIR H1(z) memiliki numerator (pembilang) yang biasa
dilambangkan α dan juga denominator (penyebut) yang biasa dilambangkan β
pada blok diagram hasil realisasi parallel fungsi transfer IIR.
Diberikan fungsi transfer IIR kedua H2 untuk membangun realisasi
paralel fungsi transfer IIR sebagai berikut :
2+10 z−1 +23 z−2 +34 z −3 +31 z −4+ 16 z−5 + 4 z−6
H2(z) =
36 +78 z −1 +87 z−2 +59 z −3 +26 z−4 +7 z−5 + z−6
Fungsi transfer IIR diatas memiliki panjang orde = 6, karena fase linier
dari filter IIR dengan panjang M. Sehingga dapat ditunjukkan dengan blok
diagram dari realisasi kaskade dengan fungsi transfer IIR seperti pada gambar
3.24.

Gambar 3.25 Blok Diagram Orde 6 Realisasi Paralel Fungsi Transfer IIR formI
Gambar 3.26 Blok Diagram Orde 6 Realisasi Paralel Fungsi Transfer IIR form II

Fungsi transfer IIR H2(z) memiliki numerator (pembilang) yang biasa


dilambangkan α dan juga denominator (penyebut) yang biasa dilambangkan β
pada blok diagram hasil realisasi parallel fungsi transfer IIR.
3.7 Simpulan
1. Fase linier dari filter FIR dengan panjang M dapat dikarakteristikkan
oleh kesimetrisan respon impulse h[n]=h[M-1-n] atau anti-simetris
impulse response h[n]=-h[M-1-n]. Sifat simetri dari linear phase filter
FIR dapat dieksploitasi untuk menurunkan jumlah total pengali menjadi
setengah yang dibutuhkan dalam fungsi transfer Form Direct.

2. Karakteristik dari filter IIR, menggunakan prinsip persamaan beda


(difference equation) yang merepresentasikan hubungan input/output.
Nilai dari output < 0 sudah diperhitungkan dengan adanya parameter
feedback internal dari sistem tersebut.
3. Perancangan dengan menggunakan metode Direct Design menghitung
koefisien denominator (penyebut) menggunakan persamaan Yule Walker
pada nilai koefisien korelasi yang diperoleh dari inverse transformasi
Fourier pada respon frekuensi yang dipilih. Untuk mendapatkan bagian
koefisien polinomial numerator (pembilang). Output dari deretan
koefisien filter IIR dengan pangkat z. Variabel B (koefisien feed-forward
IIR filter) sebagai denominator dan variabel A ( koefisien feed-back IIR
filter) adalah numerator. Menggunakan perintah [b,a]=yulewalk(10,f,m).
4. Perbedaan dari filter digital IIR dan FIR pada karakteristik respon
frekuensi filter (LPF, BPF, dan HPF). Untuk hasil filter IIR pada respon
frekuensi filter menghasilkan nilai yang tepat sesuai dengan cut-off pada
titik dimana nilai magnitudanya mengalami peredaman . Sedangkan,
pada pem-filter-an FIR peredaman tidak tepat pada posisi cut-off. Pada
filter FIR masih terdapat gelombang ripple pada respon frekuensinya.
Daftar Pustaka
Arif, surtono.(2014).pengertian filter digital FIR dan folter digital IIR . Diperoleh
dari.http://jurnal.fmipa.unila.ac.id/ index. php/jtaf/article/ view/484. Pada
tanggal 6 mei 2019
Samodro.(2018). Perbedaan Filter Digital FIR dan Filter digital IIR Diperoleh
dari http://samodro.com/ 2018/12/perbedaan-filter-digital-.html pada tanggal 6
mei 2019
Rahmad.(2015).karakteristik filter digital IIR dan FIR.Diperoleh dari .http://
rahmad.com/2015/06/karakteristik-filter-digital-IIR-FIR.html. pada tanggal 6
mei 2019
Anafajrin(2015).Sinyal Analog dan Sinyal Digital.Diperoleh dari.https://
anafajrin.com/2015/02/07/sinyal-analog-dan-sinyal-digital/. Pada tanggal 6
mei 2019