Anda di halaman 1dari 17

I JUDUL

Kegiatan Penambangan Nikel Pada PT. Gag Nikel Distrik Waigeo Barat
Kepulauan, Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat.

II LATAR BELAKANG
Pertambangan ialah suatu rangkaian kegiatan mulai dari kegiatan penyelidikan
bahan galian sampai dengan pemasaran bahan galian. Secara umum tahapan kegiatan
pertambangan terdiri dari penyelidikan umum (prospeksi), eksplorasi, studi
kelayakan, perencanaan tambang, persiapan, penambangan, pengolahan, dan
pemasaran.
PT. Gag Nikel merupakan salah satu perusahaan yang berada di Kabupaten
Raja Ampat, Provinsi Papua Barat, yang berpusat di Gedung PT. Antam (persero),
salah satu perusahaan negara di bawah naungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
PT. Antam membuat saham pada PT. Gag Nikel yang merupakan salah satu
perusahaan pemegang kontrak karya generasi VII yang ditandatangani oleh Presiden
Republik Indonesia pada Tanggal 19 Februari tahun 1998 dengan luas 13.136 ha. PT.
Gag Nikel termasuk salah satu dari 13 perusahaan yang diperbolehkan melakukan
aktivitas penambangan di dalam kawasan hutang lindung sesuai dengan surat
Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 41 Tahun 2004.
Kegiatan penambangan yang dilakukan oleh PT. Gag Nikel menggunakan
metode tambang terbuka yang bertujuan untuk mengambil mineral nikel, yang
nantinya akan dipasarkan. Kegiatan penambangan merupakan suatu kegiatan untuk
mengambil material, yang terdiri dari kegiatan pembongkaran, pemuatan dan
pengangkutan.

III PERMASALAHAN
1. Bagaimana tahapan penambangan yang diterapkan pada PT.Gag Nikel?
2. Alat apa saja yang digunakan pada kegiatan penambangan di PT.Gag Nikel?

1
IV TUJUAN
Adapun tujuan dari Kerja Praktek ini sebagai berikut:
1. Menguraikan tahapan kegiatan penambangan yang diterapkan pada PT.Gag
Nikel.
2. Menguraikan alat yang digunakan pada kegiatan penambangan di PT. Gag Nikel.

V WAKTU DAN TEMPAT


Penelitian ini rencananya akan dilakukan pada PT. Gag Nikel yang berlokasi
di Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat. Waktu Penelitian yang
direncanakan selama 4 bulan dari bulan Mei – Agustus 2018.
Tabel 5.1 waktu dan tempat
Tahun 2018
No Kegiatan Mei Juni Juli Agustus
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
1 Studi literatur
2 Bimbingan proposal
3 Bimbingan kerja praktek
4 Pengambilan data
5 Pengolahan data
6 Penyusunan laporan
Keterangan :
1 : Rencana Pelaksanaan

VI TINJAUAN PUSTAKA
6.1 Pengertian Nikel
Berdasarkan cara terjadinya, endapan nikel dapat dibedakan menjadi 2 macam,
yaitu endapan sulfida nikel – tembaga berasal dari mineral pentlandit, yang terbentuk
akibat injeksi magma dan konsentrasi residu (sisa) silikat nikel hasil pelapukan
batuan beku ultramafik yang sering disebut endapan nikel laterit. Menurut Bateman
(1981), endapan jenis konsentrasi sisa dapat terbentuk jika batuan induk yang
mengandung bijih mengalami proses pelapukan, maka mineral yang mudah larut akan
terusir oleh proses erosi, sedangkan mineral bijih biasanya stabil dan mempunyai
berat jenis besar akan tertinggal dan terkumpul menjadi endapan konsentrasi sisa.

2
Nikel laterite merupakan sumber bahan tambang yang sangat penting, menyumbang
terhadap 40% dari produksi nikel dunia. Endapan nikel laterite terbentuk dari hasil
pelapukan yang dalam dari batuan induk dari jenis ultrabasa. Umumnya terbentuk
pada iklim tropis sampai sub-tropis. Saat ini kebanyakan nikel laterite memang
terbentuk di daerah ekuator. Negara penghasil nikel laterite di dunia diantaranya New
Caledonia, Kuba, Philippines, Indonesia, Columbia dan Australia.
Istilah “laterite” bisa diartikan sebagai endapan yang kaya akan iron-oxide,
miskin unsure silica dan secara intensif ditemukan pada endapan lapukan di iklim
tropis (eggleton, 2001). Ada juga yang mengartikan nikel laterite sebagai endapan
lapukan yang mengandung nikel dan secara ekonomis dapat di tambang.
Batuan induk dari endapan Nikel Laterite adalah batuan ultrabasa; umumnya
harzburgite (peridotite yang kaya akan unsur ortopiroksen), dunite dan jenis peridotite
yang lain.

6.2 Sistem Penambangan Nikel


1. Metode penambangan nikel
Metode penambangan yang akan diusahakan untuk dilakukan dengan metode
open pit mining dengan system berjenjang dengan banyak muka kerja (multi bench
system). Setiap jenjang dihubungkan jalan masuk tambang dengan jalan utama
tambang. Penambangan mulai dari pengupasan overburden, limonit, saprolit dan
berhenti pada batuan dasar (bed rock).
Pada setiap jenjang lapisan ore, akan dilakukan face sampling dan selanjutnya
akan dipasang patok dan diberi keterangan hasil dari face sampling, selanjutnya data
ini akan dijadikan acuan rencana (sequence) penambangan.
Dimensi desain tambang sebagai berikut:
Tinggi per jenjang (single bench) : 3.0 meter
Lebar jenjang : 20.0 meter
Kemiringan jenjang : 90 °
Jalan masuk tambang (mine acces road), lebar : 12 meter ( 2 jalur)
Jalan utama : 14 meter ( 2 jalur)

3
Namun bila kondisi lapangan belum memungkinkan untuk penerapan system
berjenjang, maka pihak perusahaan akan menerapkan metoda penambangan
konvensional yaitu jenjang per jenjang dengan kedalaman setiap penggalian sedalam
2 meter dan kemiringan dinding 60° dan kemiringan keseluruhan untuk satu trap
(bench) 52° dengan tinggi maksimum 6 meter, dengan tetap menjaga lingkungan,
produktifitas dan keselamatan kerja.
Tabel 6.1 Lingkup kerja Penambangan Bijih Nikel
Alat
Aktivitas Asal Tujuan
Exc Truck Other
Clearing Bulldozer
Direct Dozing Bulldozer
Stripping OB/Waste& Top Soil Front W/DUMP 320D DT Bulldozer
Mining
Stock
Limonite Front 320D DT
Yard
Saprolite Front Stock File 320D DT
Removal Efo
Saprolite Grizly EFO 320 D DT
Removal Over Size
Saprolite + Limonite Grizly W/Dump 330D DT
Barge Loading
Stock
Limonite + Saprolit Jetty 320D DT
Yard
Transhipment
Limonit + Saprolit Jetty Kapal 320D Tongkang
Stock
Saprolite Jetty 320D DT
Pile
Project Works
SK
W/Dump Bulldozer
220
Water
Road Maintenance Grader Compactor
Truck

2. Tahapan Kegiatan Penambangan Nikel


a. Clearing & Grubb

4
Pekerjaan Clear & Grubb membersihkan lahan dari semak-semak dan pohonan
kecil dipergunakan Bulldozer D85 dan chainshaw jika diperlukan untuk menebang
pohon besar. Diameter > 200 mm, target pekerjaan ini didasarkan atas rencana Land
Clearing Plan dari Perusahaan. Pemindahan batang kayu komersial meliputi semua
jenis kayu yang berdiameter > 200mm dimana masih layak dipakai merupakan milik
Perusahaan.
b. Top Soil Removal
Pekerjaan pengalian lapisan Top Soil diperkirakan ketebalannya 1 meter, Top
Soil ini l merupakan lapisan tanah penutup bagian atas yang mengandung unsur hara
yang berguna sebagai media tumbuh dari tanaman.
Top soil ini harus diperlakukan secara baik dan akan ditempatkan pada Top
Soil stock area, dimana nantinya akan dipergunakan dan disebar untuk Reklamasi
Tambang. Penimbunan Top Soil peletakkannya harus diatur dengan ketinggian
maksimum 2 meter berjajar, dan timbunan diusahakan harus tetep stabil.
Peralatan yang dipergunakan untuk operasi pekerjaan pemindahan Top Soil
adalah Excavator 320D untuk alat gali/muat dan Dump Truck sebagai alat
angkutnya. Biaya pekerjaan ini termasuk pada kegiatan pemindahan Overburden dan
waste.
c. Overburden & Waste Removal
Dari data geologi yang kami peroleh, type tanah/batuan overburden dan waste
karakteristik adalah Overburden merupakan lapisan diantara lapisan atas/Top Soil dan
lapisan bijih/Ore , lapisan overburden ini mayoritas terdiri dari tanah laterit dan
batuan lempungan yang mudah untuk digali.
Untuk operasi pekerjaan pemindahan Overburden akan dipergunakan Buldozer
85, Excavator 320 D sebagai alat gali/muat dan peralatan angkut Dump Truck atau
dump truk 6 x 4, dan batasan maksimum jarak angkut adalah 0.3 Km terukur dari
front tambang ke waste dump area. Apabila jarak angkut “overburden” melebihi dari
rata-rata 0.3 Km, penambahan atau pengurangan jarak angkut akan diperhitungkan
dengan penambahan jarak angkut (incremenet 100 meter).

5
Jarak angkut adalah jarak titik tengah lokasi penambangan menuju titik tengah
lokasi pembuangan material diukur mengikuti jalan sebenarnya yang sudah dibuat
berdasarkan desain tambang dan akan ditentukan dan disetujui di lapangan bersama-
sama.
Sebagian volume material akan dilakukan Direct dozing diperkirakan volume
direct dozing 25% dari total overburden dan waste. Direct dozing merupakan
kegiatan pendorongan material yang dilakukan oleh bulldozer secara tuntas (backfill)
ke lokasi area timbunan (dump area).
Volume Overburden dan waste serta penempatan material dan konfigurasi alat
yang digunakan harus sesuai dengan Rencana Tambang yang dibuat Perusahaan
dengan acuan batasan Ratio berdasarkan surveyor.
6.3 Nickel Ore Mining (Penambangan Bijih Nikel)
Penambangan diklasifikasikan atas 2 jenis kualitas ore utama, yaitu limonit dan
saprolit. Sedangkan 1 jenis kualitas ore lagi yaitu low grade saprolit (LGSO) dimana
kualitas ore merupakan transisi antara saprolit dan limonit. Ke tiga jenis ore tersebut
ditentukan oleh Tim Eksplorasi dan Perencanaan Tambang. Pelaksanaan dilapangan
akan diawasi oleh grade controller.
Limonit ditambang dan diangkut langsung ke tempat pemisahan ukuran
berdasarkan gravitasi atau Grizzly portable.
Saprolit ditambang sebagian akan diangkut langsung ke tempat penyaringan
tetap atau disebut Grizzly portable . Pengambilan sample dilakukan diatas truk
dengan ketentuan yang ditetapkan oleh perusahaan. Dan sebagian akan dipindahkan
ke tempat penyimpanan sementara atau disebut Stockyard dan pengambilan sample
diatas truk atau pada tumpahan truk dengan ketentuan yang ditetapkan sebelumnya.
Penentuan ore akan diangkut langsung ke grizzly atau diangkut ke stockyard
oleh grade control. Hal ini didasari oleh fackor kualitas. Penambangan harus
mengikuti prosedur tersebut dan penentuan lokasi stock akan ditentukan oleh pihak
perusahaan.
Operator Tambang harus menjaga tidak terjadinya pengotoran ore baik limonit
atau saprolit pada saat penggalian di lokasi penambangan (front). Pembatuan jalan di

6
front ataupun tempat penggalian harus menggunakan batuan yang tidak mengandung
silica tinggi diutamakan menggunakan batuan/boulder sekitar area penggalian yang
masih mengandung nikel.
Selama penggalian operator tambang harus memisahkan boulder yang
berukuran besar sehingga dipastikan tidak terangkut sebagai ore. Boulder dapat
diangkut sebagai waste ataupun dipindahkan ketempat aman yang tidak mengganggu
kegiatan gali muat disekitar area penambangan.
Saprolit yang disimpan di stockyard pada saat diangkut kembali ke grizlly
portable dipastikan diangkut bersih, tidak terjadi pengotoran dari material lain diluar
tumpukan ore, dan boulder yang besar dipisahkan sehingga tidak terangkut ke grizzly.
Tidak ada pengambilan sample yang dilakukan pada kegiatan ini.

6.4 Peralatan Penambangan Nikel


Adapun peralatan yang digunakan untuk kegiatan penambangan nikel antara
lain yaitu:
a) Bulldozer, merek Cat dengan type D 85 – E. Fungsi utamanya adalah untuk
operasi pengupasan lapisan tanah tertutup (striping overburden), perataan
kembali dan untuk membantu perintisan pembukaan jalan tambang.

Gambar 6.1 Bulldozer

7
8
b) Hydraulic Excavator, dengan type PC 200 .

Gambar 6.2 Excavator

c) Dump Truck, merk Mitsubishi. Peralatan tersebut berfungsi Mengangkut nikel


dari front penambangan ke tempat penimbunan. Bila dibutuhkan juga dapat
digunakan untuk ke tempat pembuangan sementara.

Gambar 6.3 Dump Truck

d) Stone Chruser, berkapasitas produksi 25 ton/jam. Peralatan tersebut digunakan.


untukmenghancurkan bongkah-bongkah batuan mengandung nikel dari front
penambangan sampai ukuran kerikil sampai kerakal.

9
Gambar 6.4 Stone Crusher
e) Whell Loader, berkapasitas produksi 25 ton/jam. Peralatan tersebut
digunakan Untuk pemuatan ore laterit dari penampungan ke pelabuhan.

Gambar 6.5 whell loader

6.5 Sarana Penunjang Penambangan Nikel

Sarana penunjang merupakan modal tetap berwujud, diperlukan untuk


menunjang berbagai kegiatan di lapangan pada operasi penambangan. Sarana
penunjang yang dimaksud adalah:

10
a. Base Camp, berupa perumahan semi permanent, untuk staf karyawan di lapangan
serta perlengkapannya.
b. Perkantoran di sekitar areal penambangan yang berfungsi sebagai tempat
melakukan kegiatan- kegiatan administrasi, penyusunan laporan atau data-data,
tempat pertemuan staf dan menerima tamu-tamu di lapangan.
c. Bengkel dan gudang, berfungsi untuk tempat perawatan atau perbaikan alat-alat
berat serta kendaraan-kendaraan dan alat perlengkapan lainnya, juga berfungsi
sebagai tempat penyimpanan bahan/alat-alat yang diperlukan di lapangan.
d. Kendaraan lapangan berupa, 1 unit mobil ford ranger gardan ganda, dan 2 unit
taff/rocky.
e. Generator mesin listrik dengan daya 500 kVA yang akan digunakan untuk
penerangan perumahan (base camp) dan perkantoran, juga untuk menunjang
perbengkelan seperti pengelasan dan penambangan serta pengolahan.
f. Jalan tambang, digunakan untuk menghubungkan front penambangan ke tempat
penampungan (stock pile) di Pelabuhan.
g. Akses pelabuhan dan jalan, digunakan untuk jalur transport pengangkutan dan
pengapalan batuan Nikel.
h. Alat komunikasi, digunakan untuk memperlancar hubungan komunikasi di
lapangan antara lokasi yang satu dengan lokasi lainnya yang letaknya cukup
berjauhan dengan kantor pusat.
i. Alat keselamatan kerja dan alat gali sederhana, termasuk di dalam hal ini seperti
pemadam kebakaran, helm, sepatu boots, peralatan PPPK, cangkul, sekop dan
linggis.
j. Pompa air, digunakan untuk pencucian Nikel, dan kebutuhan air untuk base camp
dan perkantoran.
k. Kompresor, digunakan untuk sirkulasi udara dalam lubang/terowongan.

11
VII Data Dan Hasil Yang Diharapkan

7.1. Data Yang Diharapkan


Adapun data yang diharapkan diperoleh pada PT. Gag Nikel:
1. Tahapan kegiatan penambang
2. Alat yang digunakan pada kegiatan penambang PT. Gag Nikel

7.2. Hasil Yang Diharapkan


Hasil yang diharapkan dari kerja praktek ini adalah:
1. Uraian tahapan kegiatan penambangan PT. Gag Nikel
2. Uraian alat yang digunakan PT. Gag Nikel

VIII PENUTUP

Proposal kerja praktek ini dibuat sebagai salah satu syarat untuk melakukan
pengambilan data pada PT. Gag Nikel. Semoga proposal ini dapat diterima agar
penulis dapat melakukan penelitian pada perusahaan tersebut.

12
DAFTAR PUSTAKA

Andi Tenrisukki Tenriajeng. 2003. Pemindahan Tanah Mekanis. Jakarta.


Bateman Diktat.1981. Genesa Nikel Laterit. Diktat. New York.
Kuntjojo. 2009. Metodologi Penelitian. Jakarta.
Partanto Prodjo Sumarto. 1995. Pemindahan Tanah Mekanis. ITB Bandung.
Yanto Indonesianto. 2005. Pemindahan Tanah Mekanis. UPN “Veteran”
Yogyakarta.
White 1997. Tahapan Eksplorasi. Diktat Jerman.

13
LAMPIRAN

14
LAMPIRAN 1
BIODATA PRIBADI

Nama Lengkap : Mega Asrina Nurdin


Tempat, Tanggal Lahir : Sorong 4 Agustus 1995
Kewarganegaraan : Indonesia
Alamat : Jln. Pertanian Wosi blkng SD Inpres 22
Pekerjaan : Belum Kerja
Jenis Kelamin : Perempuan
Agama : Islam
Pendidikan : 2013-Sekarang Universitas Papua (S1 Teknik Pertambangan)
2013 SMA Negeri 3 Model Kota Sorong
2010 SMP Negeri 09 Unggulan kota sorong
2007 SD Negeri 01 kota sorong
2001 TK AISYAH 01 kota sorong
Alamat Email : Ghasrina23@gmail.com
Nomor Handphone : 085244624456

15
LAMPIRAN 2
KARTU RENCANA STUDI

16
LAMPIRAN 3
KEMAJUAN STUDI

17