Anda di halaman 1dari 17
MAKALAH PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN HAK ASASI MANUSIA Disusun Oleh : Kelompok 4 1. Ayu Rosalia Larasati

MAKALAH PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN HAK ASASI MANUSIA

Disusun Oleh :

Kelompok 4

1.

Ayu Rosalia Larasati

(171810401071)

2.

3.

4.

5.

UNIVERSITAS JEMBER

2018

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL

i

DAFTAR ISI

ii

BAB 1. PENDAHULUAN

3

1.1 Latar Belakang

3

1.2 Rumusan Masalah

Error!

Bookmark not defined.

1.3 Tujuan dan Manfaat

Error!

Bookmark not defined.

BAB 2. PEMBAHASAN

Error!

Bookmark not defined.

2.1 Pengertian HAM

Error!

Bookmark not defined.

2.2 Ciri Khusus HAM

Error!

Bookmark not defined.

2.3 Macam-Macam HAM

4

2.4 Instrumen HAM

5

2.5 HAM Menurut Bentuk dan Sifatnya

10

2.6 Upaya Pemerintah dalam Menegakkan HAM di Indonesia

12

BAB 3. SIMPULAN

14

DAFTAR PUSTAKA

Error!

Bookmark not defined.

ii
ii

BAB 1. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Manusia dan HAM adalah dua kata yang sulit untuk dipisahkan, karena manusia lahir dengan membawa hak-hak kodrat yang melekat integral dalam hidupnya. Hak asasi manusia yang dianut Indonesia bersumber dari Pancasila sebagai filsafat bangsa dan negara. Hak asasi memberikan kekuatan moral untuk menjamin dan melindungi martabat manusia berdasarkan hukum, bukan atas dasar kehendak, keadaan, ataupun kecenderungan politik tertentu. Secara konseptual HAM yang terkandung dalam Pancasila mengakomodasi aspek manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial. Pengakuan tentang HAM secara prinsipial tercermin dalam sila kedua Pancasila. Konsep dasar HAM yang masih bersifat abstrak perlu dijabarkan dalam konsep yang lebih kongkrit, sehingga mempunyai kekuatan hukum dalam pelaksanaannya. Faktor penting pelaksanaan HAM adalah pengakuan resmi Negara tentang HAM dalam wujud nyata, yaitu deklarasi yang dikuatkan dengan Undang-undang. Adanya landasan yuridis HAM ini setidak dapat bisa meminimalisir pelanggaran terhadap HAM. Jangan sampai kita melakukan pelanggaran HAM terhadap orang lain dalam usaha perolehan atau pemenuhan HAM pada diri kita sendiri (Wilujeng, 2013).

1.2

Rumusan Masalah Rumusan masalah yang akan dibahas dalam makalah ini adalah

1.

Apa yang dimaksud dengan hak asasi manusia ?

2

Apa ciri khusus yang dimiliki hak asasi manusia ?

3

Apa saja macam-macam hak asasi manusia ?

4

Apa macam-macam instrumen hak asasi manusia?

5

Apa saja pelanggaran hak asasi manusia menurut bentuk dan sifatnya ?

6

Bagaimana upaya pemerintah dalam menegakkan hak asasi manusia di indonesia ?

1
1

1.3

Tujuan dan Manfaat Tujuan yang ingin dicapai dalam makalah ini adalah

1.

Mengetahui dan memahami pengertian hak asasi manusia

2.

Mengetahui dan memahami ciri khusus yang dimiliki hak asasi manusia

3.

Mengetahui dan memahami macam-macam hak asasi manusia

4.

Mengetahui dan memahami macam-macam instrumen hak asasi manusia

5.

Mengetahui dan memahami pelanggaran hak asasi manusia menurut bentuk dan sifatnya

6.

Mengetahui dan memahami upaya pemerintah dalam menegakkan hak asasi manusia di Indonesia.

1.4

Manfaat Manfaat yang akan diperoleh dari makalah ini adalah

1.

Mengetahui pengertian hak asasi manusia

2.

Mengetahui ciri khusus yang dimiliki hak asasi manusia

3.

Mengetahui macam-macam hak asasi manusia

4.

Mengetahui macam-macam instrumen hak asasi manusia

5.

Mengetahui pelanggaran hak asasi manusia menurut bentuk dan sifatnya

6.

Mengetahui upaya pemerintah dalam menegakkan hak asasi manusia di Indonesia.

2
2

BAB 2. PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Hak Asasi Manusia HAM merupakan kodrat yang melekat dalam diri setiap manusia sejak ia dilahirkan kedunia. Menurut Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 Tentang Hak Asasi Manusia, HAM adalah seperangkat hak yang melekat pada hakikat dan keberadaan manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa dan merupakan anugerah-Nya yang wajib dihormati, dijunjung tinggi dan dilindungi oleh negara, hukum, pemerintah dan setiap orang demi kehormatan serta perlindungan harkat dan martabat manusia (Alim,

2010).

Jan Materson dari Komisi Hak Asasi Manusia PBB mendefinisikan bahwa, “HAM adalah hak-hak yang secara inheren melekat dalam diri manusia, dan tanpa hak itu manusia tidak dapat hidup sebagai manusia”. HAM yang sifatnya mendasar dan pokok HAM sering dianggap sebagai hak yang tidak dapat dicabut atau dihilangkan oleh siapapun, bahkan tidak ada kekuasaan apapun yang memiliki keabsahan untuk menghilangkan HAM, maka HAM perlu mendapat jaminan oleh Negara atau Pemerintah agar siapa saja yang melanggarnya akan mendapat sanksi yang tegas. Namun HAM tidak berarti bersifat mutlak tanpa batas karena batas HAM seseorang adalah HAM yang melekat pada orang lain, jadi disamping Hak Azasi ada Kewajiban Azasi, yang dalam hidup bermasyarakat seharusnya mendapat perhatian telebih dahulu dalam pelaksanannya (Hidayat, 2016).

2.2 Ciri Khusus Hak Asasi Manusia

Menurut Sarinah (2017) Hak asasi manusia atau HAM mempunyai beberapa ciri- ciri khusus jika dibandingkan dengan hak hak yang lain. Ciri khusus hak asasi manusia sebagai berikut :

a) Tidak dapat dicabut, artinya hak asasi manusia tidak dapat dihilangkan atau diserahkan.

3
3

b) Tidak dapat dibagi, artinya semua orang berhak mendapatkan semua hak, baik itu hak sipil, politik, ekonomi, sosial, dan budaya.

c) Hakiki, artinya hak asasi manusia adalah hak asasi semua umat manusia yang sudah ada sejak lahir.

d) Universal, hak asasi manusia berlaku untuk semua orang tanpa memandang status, suku bangsa, jenis kelamin, atau perbedaan lainnya.

2.3 Macam-macam Hak Asasi Manusia Menurut Sarinah (2017) macam-macam hak asasi manusia sebagai beikut

1. Hak Asasi Pribadi (Personal Rights)

Hak Asasi Pribadi adalah hak yang meliputi kebebasan menyatakan pendapat, kebebasan memeluk agama, bergerak, kebebasan untuk aktif di setiap organisasi, perkumpulan, atau sebagainya. Contohnya : hak kebebasan dalam berpendapat, hak kebebasan dalam menjalankan kepercayaan dan memeluk agama, hak kebebasan dalam bepergian, berkunjung, dan berpindah-pindah tempat, hak kebebasan ber-

organisasi, hak untuk hidup, berperilaku, tumbuh dan berkembang, serta hak untuk tidak dipaksa dan disiksa.

2. Hak Asasi Ekonomi (Property Rights) Hak Asasi Ekonomi adalah hak untuk memiliki, membeli dan menjual, serta

memanfaatkan sesuatu. Contohnya : hak kebebasan dalam membeli sesuatu, hak kebebasan mengadakan dan melakukan perjanjian kontrak, hak memiliki sesuatu, hak memiliki pekerjaan yang layak, hak kebebasan melakukan transaksi, hak untuk menikmati SDA, hak untuk memperoleh kehidupan yang layak, dan hak untuk meningkatkan kualitas hidup.

3. Hak Asasi Politik (Political Right)

Hak Asasi Politik adalah hak ikut serta dalam pemerintahan, hak pilih dan dipilih. Contohnya : hak memilih dalam suatu pemilihan, misalnya pemilihan presiden, hak

4
4

kebebasan ikut serta dalam kegiatan pemerintahan, hak mendirikan partai politik, hak memberikan usulan-usulan atau pendapat yang berupa usulan petisi, dan hak diangkat dalam jabatan pemerintah.

4. Hak Asasi Hukum (Rights Of Legal Equality)

Hak Asasi Hukum adalah hak untuk mendapatkan perlakukan yang sama dalam hukum dan pemerintahan. Contohnya: hak mendapatkan layanan dan perlindungan

hokum, hak mendapatkan dan memiliki pembelaan hukum pada peradilan, hak yang sama dalam proses hokum, dan hak dalam perlakuan yang adil atau sama dalam hukum.

5. Hak Asasi Sosial dan Budaya (Social and Culture Rights)

Hak Asasi Sosial dan Budaya adalah hak yang menyangkut dalam masyarakat yaitu untuk memilih pendidikan, hak untuk mengembangkan kebudayaan dan lain sebagainya. Contohnya : hak untuk mendapatkan pendidikan yang layak, hak untuk

mendapat pelajaran, hak untuk memperoleh jaminan social, hak untuk berkomunikasi, hak untuk memilih, menentukan Pendidikan, dan hak untuk mengembangkan bakat dan minat.

6. Hak Asasi Peradilan (Procedural Rights)

Hak Asasi Peradilan adalah hak untuk mendapatkan perlakuan tata cara peradilan dan perlindungan (procedural rights), misalnya peraturan dalam hal penahanan, penangkapan dan penggeledahan.Contohnya :hak memperoleh kepastian hokum, hak menolak digeledah tanpa surat adanya surat penggeledahan, hak mendapatkan pembelaan dalam hokum, hak untuk mendapatkan hal yang sama dalam berlangsungnya proses hukum baik itu penyelidikan, penggeledahan, penangkapan, dan penahanan, dan hak mendapatkan perlakukan adil dalam hukum.

2.4 Instrumen Hak Asasi Manusia Instrumen HAM adalah semua aturan dan peraturan yang dibuat untuk mengatur tentang pelaksanaan, pembatasan, dan sanksi pelanggaran terhadap HAM. Instrumen HAM perlu dibuat karena banyak jenis-jenis pelanggaran HAM yang marak terjadi,

5
5

oleh karena itu, negara-negara di dunia membuat peraturan tertulis untuk melindunginya. terdapat dua jenis instrumen HAM yakni:

1. Instrumen HAM Internasional

Menurut Nasution (2006) fungsi instrumen ini melindungi hak asasi manusia masyarakat internasional. Instrumen ini dijadikan sebagai acuan pembentukan instrumen HAM Nasional bagi negara-negara yang turut serta mengesahkan instrumen

tersebut. Beberapa instrumen hukum HAM internasional itu adalah sebagai berikut.:

a) Hukum kebiasaan internasional

Hukum kebiasaan internasional merupakan kebiasaan umum yang diterima sebagai hukum. Dalam menyelesaikan berbagai sengketa intemasional, hukum kebiasaan merupakan salah satu sumber hukum yang digunakan oleh Mahkamah Internasional. Hukum kebiasaan internasional mengenai HAM antara lain, terdiri dari larangan

penyiksaan, larangan diskriminasi, larangan pembantaian massal, larangan perbudakan dan perdagangan manusia, dan larangan terhadap berbagai tindakan pembunuhan dan sewenang-wenang.

b) The International Bill of Human Rights

The International Bill of Human Rights merupakan istilah yang digunakan dalam pemilihan tiga instrumen utama HAM beserta dengan protokol opsinya. Ketiga instrumen utama yang dimaksud tersebut meliputi:

Kovenan Internasional mengenai Hak-Hak Sipil dan Politik (The International Covenant on Civil and Political Rights/ICCPR)

Pernyataan Sedunia mengenai Hak Asasi Manusia (The Universal Declaration of Human Rights/ UDHR)

Kovenan Internasional mengenai Hak-hak Ekonomi, Sosial, dan Budaya (The International Covenant on Economic, Social, and Cultural Rights/ICESCR)

Konvensi Internasional Penghapusan Semua Bentuk Diskriminasi terhadap Perempuan (Convention on the Elimination of All Forms of Discrimination Agains Women/CEDAW ).

6
6

Konvensi Internasional Penghapusan terhadap Semua Bentuk Diskriminasi Rasial (International Convention on the Elimination of All Forms of Racial Discrimination)

Konvensi Hak hak Anak (Convention on the Rights of the Child).

2.

Instrumen HAM Nasional

Menurut Soetjipto (2015) instrumen ini berlaku secara nasional saja, artinya instrumen tersebut dibuat oleh pemerintah di suatu negara dan hanya berlaku di negara di bawah hukum dimana instrumen tersebut ditetapkan. Oleh karena itu, instrumen HAM Nasional Indonesia hanya berlaku di negara Indonesia saja. Instrumen hukum HAM nasional adalah sebagai berikut.:

a) Pancasila Pancasila adalah dasar negara Indonesia. Pedoman dan contoh Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa dalam kehidupan sehari-hari manusia Indonesia. Pancasila merupakan sumber dari segala sumber hukum Indonesia. Hubungan HAM dengan Pancasila jelas. Oleh karena itu, Pancasila termasuk salah satu instrumen HAM di Indonesia, Dalam sila-sila Pancasila terkandung aturan tentang hak asasi manusia yaitu :

Hak dan kewajiban memeluk agama yang diyakini. Setelah itu setiap warga negara dalam kandungan Pancasila sila pertama berhak menjalankan ibadah sesuai dengan keyakinan agamanya masing-masing.

Hak diperlakukan sebagai manusia yang beradab. Dilindungi pribadinya, keluarganya, dan semua yang dimilikinya. termasuk dalam hak ini adalah hak untuk memperoleh penghidupan yang layak dan mendapatkan pendidikan yang layak juga.

Hak dan kewajiban dalam membela negara sesuai dengan sila Persatuan Indonesia. Dalam sila ketiga ini terkandung makna bahwa setiap hak yang dimiliki warga negara harus ditempatkan di wah kepentingan bersama dan kepentingan

7
7

negara. Di sini instrumen HAM menghindari terjadinya perselisihan karena adanya hak asasi yang dilaksanakan tak terbatas.

Hak selanjutnya sesuai dengan Pancasila sila keempat, kedaulatan rakyat. Artinya Indonesia adalah negara demokrasi yang mengakui kedaulatan rakyat. Negara mengakui segala sesuatu dibuat dengan tujuan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Di sini artinya negara mengukui hak rakyat yang bermartabat.

Hak keadilan dalam sila kelima. Yang berarti bahwa setiap warga negara berhak mendapat keadilan dalam HAM tanpa membedakan suku, ras, dan agamanya.

b)

Pembukaan UUD 1945

Pokok pikiran dalam pembukaan UUD 1945 adalah pernyataan kemerdekaan Indonesia setelah naskah proklamasi. Di dalamnya jelas mengutarakan bahwa kemerdekaan sebagai hak asasi paling dasar, dan menjadi hak semua orang dan semua

bangsa. Selanjutnya dalam alinea keempat Pembukaan UUD 1945 tertera tujuan nasional atau tujuan pembangunan Indonesia yang semuanya merupakan dasar dari

hak asasi manusia, yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa, berarti seluruh rakyat Indonesi tanpa terkecuali, melindungi segenap bangsa Indonesia, di seluruh wilayah kesatuan Indonesia dari gangguan dalam dan luar, memajukan kesejahteraan umum, yang juga berarti kemajuan seluruh rakyat Indonesia di segala bidang, serta ikut melaksanakan ketertiban dunia, ikut sertanya Indonesia dalam masalah-masalah Internasional yang merupakan pelanggaran HAM.

c) UUD 1945 Beserta Amandemennya

UUD 1945 mengalami amandemen sebanyak 4 (empat) kali yaitu pada tahun 1999, 2000, 2001, dan 2002. Di Indonesia, tahun 2000 merupakan babakan penting untuk perlindungan HAM. Hal ini dikarenakan dalam Sidang Tahunan MPR pada tahun tersebut telah ditetapkan perubahan atau amandemen kedua terhadap UUD 1945 yang mana terdapat bab khusus yaitu Bab XA yang mengatur tentang HAM dalam. Bab XA tersebut ditetapkan sebagai bentuk perluasan dari Pasal 28 UUD 1945. Pada mulanya

8
8

pasal 28 hanya terdiri dari 1 pasal dan 1 ayat yang kemudian diubah menjadi Pasal 28A sampai Pasal 28J yang merupakan pasal peraturan dan hukum HAM.

d) Tap MPR

Instrumen HAM juga terdapat dalam ketetapan MPR RI yang dapat dilihat dalam Tap. MPR No. XVII/ 1996 tentang pandangan dan sikap BAngsa Indonesia terhadap

Hak Asasi Manusia (HAM). Bahwakan negara demokrasi mengakui adanya hak asasi manusia dan mengaturnya dalam UU. Selain tiu, Tap MPR ini juga berisi tentang pengakuan terhadap piagam HAM Internasional.

e) Undang-Undang Selain contoh instrumen di atas, pemerintah bersama DPR juga membuat beberapa

instrumen HAM yang mendukung dan lebih menjelaskan tentang HAM di Indonesia. Instrumen HAM atau Undang-Undang yang mengatur tentang HAM tersebut, antara lain :

UU No. 5 Tahun 1998 tentang Ratifikasi Konvensi Anti Penyiksaan, Perlakuan atau Penghukuman yang Kejam Tidak Manusiawi dan Merendahkan Martabat, konvensi yang telah menjadi hukum internasional.

UU No. 9 Tahun 1998 tentang Kebebasan Menyatakan Pendapat, secara lisan maupun tulisan.

UU No. 19 Tahun 1999 tentang Ratifikasi Konvensi ILO No. 105 tentang Penghapusan Pekerja secara Paksa, sehingga tidak ada lagi orang yang bekerja karena dipaksa pihak lain dan tidak mendapatkan upah sebagai haknya

UU No. 20 Tahun 1999 tentang Ratifikasi Konvensi ILO No. 138 tentang Usia Minimum bagi Pekerja, anak-anak tidak bisa dijadikan pekerja karena akan berkaitan dengan UU Perlindungan Anak.

UU No. 21 Tahun 1999 tentang Ratifikasi Konvensi ILO No. 11 tentang Diskriminasi dalam Pekerjaan, seseorang akan dinilai berdasarkan kemampuannya dalam bekerja bukan karena ras, golongan atau keompok, dan harta / jabatannya

9
9

UU No. 29 Tahun 1999 tentang Ratifikasi Konvensi Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi, di segala bidang kehidupan berbangsa dan bernegara.

UU No. 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia, dimana UU mencakup HAM, perlindungan HAM, dan menghargai HAk asasi orang lain, serta peran pemerintah dah Komnas HAM.

UU No. 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan HAM, pengadilan untuk tindak pidana HAM yang berat seperti genosida (pemusnahan suatu kelompok) yang merupakan pengadilan khusus.

f)

Peraturan Pemerintah

Di tingkat pemerintah, dalam hal ini Presiden dan semua yang berada di bawahnya juga terdapat instrumen HAM. Instrumen HAM di tingkat ini bisa dikatakan semua dibuat sebelum era reformasi. Belum ada perubahan, karena dianggap sudah mencakup semua hal. Instrumen tersebut, antara lain :

Peraturan Pemerintah Pengganti UU (Perpu) No. 1 Tahun 1999 tentang Pengadilan HAM, peraturan pemerintah yang berkaitan dengan UU NO.39 tahun 1999

Keputusan Presiden RI Nomor 50 Tahun 1993 tentang Komisi Nasional Hak Asasi Manusia, pembentukan serta rincian tugas, fungsi, wewenangnya.

Keputusan Presiden RI Nomor 181 Tahun 1998 tentang Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan, pmbentukan dan uraian seceara jelas tentang fungsi, tujuan, tanggung jawab, wewenang, dan anggotanya.

Keputusan Presiden RI Nomor 129 Tahun 1998 tentang Rencana Aksi Nasional Hak-Hak Asasi Manusia Indonesia, yang lebih ditujukan untuk pemberlakuan perlindungan HAm secara menyeluruh di dunia internasinal.

2.5 Pelanggaran HAM Menurut Bentuk dan Sifatnya

Menurut

Lubis

(2005)

Berdasarkan

bentuknya,

pelanggaran

HAM

dibedakan menjadi dua, yaitu sebagai berikut:

1.

Diskriminasi

dapat

10
10

Merupakan suatu pembatasan, pelecehan atau bahkan pengucilan secara langsung maupun tidak langsung didasarkan pada pembedaan manusia, atas dasar agama, suku, ras, kelompok, golongan, jenis kelamin, etnik, keyakinan beserta politik yang selanjutnya berimbas pada pengurangan, bentuk penyimpangan atau penghapusan hak asasi manusia dan kebebasan dasar dalam kehidupan baik secara individu, maupun kolektif di dalam berbagai aspek kehidupan.

2. Penyiksaan perbuatan yang dilakukan secara sengaja sehingga menimbulkan rasa sakit yang

teramat atau penderitaan baik itu jasmani maupun rohani. Berdasarkan sifatnya, pelanggaran HAM dapat dibedakan menjadi dua, yaitu sebagai berikut:

1. Pelanggaran HAM berat,

Pelanggaran HAM yang bersifat berbahaya, dan mengancam nyawa manusia, seperti halnya pembunuhan, penganiayaan, perampokan, perbudakan, penyanderaan dan lain sebagainya. Pelanggaran HAM berat, menurut Undang-Undang RI nomor 26 tahun 2000 tentang Pengadilan HAM, dapat diklasifikasikan menjadi 2 yakni :

Kejahatan Genosida. Merupakan setiap perbuatan yang dilakukan dengan maksud menghancurkan atau memusnahkan seluruh maupun sebagian kelompok bangsa, ras, kelompok, maupun agama.

Kejahatan terhadap kemanusiaan. Merupakan suatu tindakan/perbuatan yang dilakukan sebagai bagian dari serangan yang meluas atau sistematik yang diketahuinya bahwa serangan tersebut ditujukan secara langsung terhadap penduduk sipil. Conthnya Pembunuhan, Perbudakan, dan Pengusiran atau pemindahan penduduk secara paksa

Pelanggaran HAM (Hak Asasi Manusia) di atas pada dasarnya adalah bentuk pelanggaran kepada hak hidup, hak kemerdekaan, dan hak kebahagiaan yang dimiliki

11
11

oleh setiap manusia. Selain itu pula, pelanggaran HAM berat merupakan bentuk penghinaan terhadap harkat, derajat dan martabat manusia.

2. Pelanggaran HAM ringan

Pelanggaran HAM yang tidak mengancam jiwa manusia, namun berbahaya apabila tidak segera diatasi/ditanggulangi. Misal, seperti kelalaian dalam memberikan pelayanan kesehatan, pencemaran lingkungan secara disengaja oleh masyarakat dan sebagainya.

2.6 Upaya Pemerintah dalam Menegakkan HAM di Indonesia. Menurut Suastika (2014) sebagai negara yang memiliki keberagaman dan kemajemukan yang menyebar di seluruh negeri, penegakkan hak asasi manusia merupakan salah satu cara merawat kemajemukan bangsa Indonesia. Beberapa upaya yang dapat dilakukan oleh pemeritah untuk upaya pemerintah dalam menegakkan HAM bagi warga negara Indonesia antara lain:

Penegakan Pemerintah Melalui Undang-Undang Undang-undang sebagai pedoman dan acuan kehidupan bermasyarakat dan bernegara juga mempunyai beberapa kaitan dengan hak asasi manusia. Kaitan tersebut berupa produk undang-undang yang mengatur tentang perlindungan terhadap hak-hak asasi yang dimiliki oleh setiap warga negara

Pembentukan Pemerintah Komisi Nasional Dalam upaya pemerintah dalam menegakkan HAM terhadap hak asasi manusia bagi warga negara Indonesia, pemerintah membentuk beberapa komisi nasional guna membantu pemerintah dalam menegakkan hak asasi. Adapun komisi nasional tersebut antara lain Komisi Nasional Perempuan dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia

Pembentukan Pengadilan HAM Keberadaan pengadilan HAM di Indonesia merupakan salah upaya pemerintah dalam menegakkan hak asasi manusia bagi setiap warga negara Indonesia. Pengadilan HAM ini dibentuk berdasarkan UU No. 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan HAM.

12
12

Dalam menjalankan perannya, pengadilan ini berperan khusus dalam mengadili kejahatan genosida dan kejahatan terhadap kemanusiaan, sebagai berikut:

Penegakan Melalui Proses Pendidikan Penegakan hak asasi manusia juga dapat dilakukan melalui proses pendidikan, baik itu dalam pendidikan formal, informal, maupun non formal. Proses penegakan yang dilakukan melalui proses pendidikan merupakan penanaman konsep tentang HAM itu sendiri kepada peserta didik yang ikut di dalam proses pendidikan. melalui penanaman konsep HAM melalui pendidikan, peserta didik dapat melakukan penegakan HAM secara sederhana misalnya dengan melakukan penerapan Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat.

13
13

BAB 3. SIMPULAN

HAM adalah seperangkat hak yang melekat pada hakikat dan keberadaan manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa. HAM wajib dihormati, dijunjung tinggi dan dilindungi oleh negara, hukum, pemerintah dan setiap orang demi kehormatan serta perlindungan harkat dan martabat manusia. HAM diatur dan dilindungi oleh perundang-undangan RI, dimana setiap bentuk pelanggaran HAM baik yang dilakukan oleh seseorang, kelompok atau suatu instansi atau bahkan suatu Negara akan diadili di pengadilan HAM. Pemerinta berupaya menegakkan HAM bagi warga negara Indonesia dengan cara penegakan melalui undang-undang, pembentukan Komisi Nasional, pembentukan pengadilan HAM dan penegakan melalui proses Pendidikan.

14
14

DAFTAR PUSTAKA

Alim, M. 2010. Asa-asas Negara Hukum Modern dalam Islam ; Kajian Komprehensif Islam dan Ketatanegaraan. Yogyakarta : Lkis Pelangi Aksara.

Hidayat, E. 2016. Perlindungan Hak Asasi Manusia dalam Negara Hukum Indnesia. Jurnal Asas. 8(2): 80-87.

Lubis, T.M. 2005. Jalan Panjang Hak Asis Manusia. Jakarta: Gramedia Pustaka

Utama.

Nasution, A.B. dan Zen, A.P.M. 2006. Instrumen Internasional Pokok Hak Asasi Manusia. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia, Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia dan Kelompok Kerja Ake Arif.

Sarinah.,

M.

Dahri.,

dan

Harmaini.

2017.

Pendidikan

Pancasila

dan

Kewarganegaraan; PPKN di Perguruan Tinggi. Yogyakarta : Deepublish.

Soetjipto, A.W. 2015. HAM dan Politik Internasional : Sebuah Pengantar. Jakarta:

Yayasan Obor Indonesia.

Suastika, N. dan Sukadi. 2014. Pendidikan Kewarganegaraan . Yogyakarta : CV Andi Offset

Wilujeng, S. R. 2013. Hak Asasi Manusia Tinjauan dari Aspek Historis dan Yuridis. Jurnal Humanika. 18(2): 1-10.

iii
iii