Anda di halaman 1dari 2

Penilaian Dokumen ANDAL dan RKL-RPL

Sesuai dengan Undang-Undang No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan


Pengolahan Lingkungan Hidup dan Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 2012
tentang Izin Lingkungan. Dalam pelaksanaannya sesuai dengan Peraturan Menteri
Negara Lingkungan Hidup Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2012 tentang
Pedoman Keterlibatan Masyarakat Dalam Proses Analisa Dampak Lingkungan
Hidup dan Izin Lingkungan. Maka terhitung hari ini permohonan Izin Lingkungan
tersebut mengahapkan saran, pendapat dan tanggapan mohon disampaikan dalam
kurun waktu sepuluh hari dari tanggal tersebut diatas, dapat disampakan ke:

Rekomendasi hasil penilaian akhir yang dikeluarkan oleh Ketua KPA disampaikan ke
Bupati Ketapang Cq. Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Ketapang sebagai dasar
untuk penerbitan keputusan kelayakan atau ketidak layakan lingkungan hidup
maupun penerbitan Izin Lingkungan (Sesuai Lampiran I Permen LH Nomor 8 Tahun
2013)

zin Lingkungan adalah izin yang diberikan kepada setiap orang yang melakukan
usaha dan/atau kegiatan yang wajib AMDAL atau UKL/UPL dalam rangka
perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup sebagai prasyarat memperoleh izin
usaha dan/atau kegiatan.

Izin Lingkungan diperoleh melalui tahapan kegiatan yang meliputi :

1. Penyusunan AMDAL dan UKL/UPL


2. Penilaian AMDAL dan pemeriksaan UKL/UPL, dan
3. Permohonan dan penerbitan Izin Lingkungan

Dokumen AMDAL terdiri dari :

:Kerangka Acuan Analisis Dampak Lingkungan (KA-ANDAL)

1. Analisis Dampak Lingkungan (ANDAL)


2. Rencana Pengelolaan Lingkungan (RKL)
3. Rencana Pemantauan Lingkungan (RPL)

UKL-UPL sama halnya seperti AMDAL, berfungsi sebagai panduan pengelolaan


lingkungan bagi seluruh penyelenggara suatu kegiatan. Namun, skala kegiatan yang
diwajibkan UKL-UPL relatif cukup kecil dan dianggap memiliki dampak terhadap
lingkungan yang tidak terlalu besar dan penting. Hal ini menyebabkan kegiatan
tersebut tidak tercantum dalam daftar wajib AMDAL. Namun demikian, dampak
lingkungan yang dapat terjadi tetap perlu dikelola untuk menjamin terlaksananya
pengelolaan lingkungan yang baik.

Oleh karena itu, dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2009
Tentang Perlindungan Dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, diatur bahwa setiap
usaha dan/atau kegiatan yang tidak termasuk dalam kriteria wajib AMDAL wajib
memiliki UKL dan UPL.
Jadi, UKL/UPL dan AMDAL adalah jenis dokumen yang harus diajukan untuk
mendapatkan Izin Lingkungan. Dokumen AMDAL terdiri dari KA-ANDAL dan
RKL/RPL. Dokumen AMDAL wajib disusun jika kegiatan/usaha termasuk dalam
daftar wajib AMDAL (wajib karena berdampak lingkungan besar), jika tidak
termasuk, maka diwajibkan menyusun UKL/UPL (berdampak lingkungan lebih kecil).
Setelah mendapatkan izin lingkungan, suatu usaha/kegiatan/proyek baru boleh
dimulai.