Anda di halaman 1dari 19

BAB IV

PEMBAHASAN

4.1. Stopside 1 (Belakang SMA Negeri 5)


Pada studi lapangan 1 batuan yang mendominasi adalah batu
lempung kepasiran serta terdapat lapisan batu bara diatasnya. Kondisi
cuaca di lapangan pada saat pengamatan cerah dan strike dip pada
lapangan ini adalah N 2600E/120.
Dari pengamatan yang kami lakukan, pada lapisan pertama
memiliki warna batuannya hitam sedangkan untuk belahannya yaitu tidak
sempurna. Lapisan ini memiliki kilap kaca dan gores hitam untuk
pecahannya yaitu concoidal. Nama batuannya adalah Batu Bara.
Pada lapisan kedua, jenis batuannya adalah sediman klastik dengan
warna coklat kehitaman, kemudian strukturnya massif sedangkan untuk
teksturnya ukuran besar butir lempung(< 1/256 meter) derajat
pembundarannya membulat sempurna, derajat pemilahannya terpilah baik.
Komposisi mineralnya yaitu memiliki fragmen lempung dan matriks nya
lempung. Ciri khususnya yaitu terdapat pasir pada batuan. Nama
batuannya adalah Batu Lempung Kepasiran.

Gambar 4.1. Panorama Stopside 1

20
Gambar 4.2. Satuan Batuan Daerah Pengamatan Stopside 1

Gambar 4.3. Sample Stopside 1 Lapisan 1

21
Gambar 4.3. Sample Stopside 1 Lapisan 2

4.2. Stopside 2 (Dekat PT. HER)


Pada studi lapangan 2 batuan yang mendominasi adalah batu pasir
serta terdapat lapisan batu bara dan batu lempung dibawahnya. Kondisi
cuaca di lapangan pada saat pengamatan cerah dan strike dip pada
lapangan ini adalah N 2880E/90.
Pada lapisan pertama memiliki warna coklat kekuningan, jenis
batuannya yaitu sedimen klastik dan strukturnya masif. Sedangkan untuk
teksturnya yaitu ukuran besar butir pasir sangat kasar (1-2 mm) sampai
dengan pasir sedang (1/2–¼ mm), derajat pemilahannya buruk, lalu derajat
pembundarannya menyudut, kemasnya terbuka. Untuk komposisi
mineralnya memiliki matriks kuarsa, nama batuannya adalah Batu Pasir.
Pada lapisan kedua memiliki warna batuannya hitam dan untuk
belahannya tidak sempurna, memiliki kilap kaca dan untuk pecahannya
concoidal. Nama batuannya adalah Batu Bara.
Pada lapisan ketiga memiliki warna batuannya adalah abu-abu tua,
jenis batuannya yaitu klastik dan strukturnya masif. Kemudian untuk
teksturnya memiliki ukuran besar butir lempung (<1/256 mm), derajat
pembundarannya membulat sempurna, derajat pemilahannya sangat baik
dan memiliki kemas tertutup. Komposisi mineralnya terdiri dari fragmen
lempung, matrik lempung. Nama batuannya adalah Batu Lempung.

22
Gambar 4.4. Satuan Batuan Daerah Pengamatan

Gambar 4.5. Sample Stopside 2 Lapisan 1

Gambar 4.6. Sample Stopside 2 Lapisan 2

23
Gambar 4.7. Sample Stopside 2 Lapisan 3

4.3. Stopside 3 (Perumahan Perusda)


Pada studi lapangan 3 hanya terdapat lapisan Batu Pasir. Kondisi
cuaca di lapangan pada saat pengamatan cerah. Lapisan ini memiliki
warna coklat kekuningan sedangkan untuk jenis batuannya yaitu batuan
sedimen klastik yang memiliki struktur Masif. Lapisan ini memiliki tekstur
yaitu ukuran besar butir pasir sedang (1/2 – ¼ mm) sampai pasir halus
(0,125 – 0,25 mm), derajat pemilahannya buruk, derajat pembundarannya
menyudut dan kemasnya terbuka. Dan untuk komposisi mineralnya yaitu
matriksnya kuarsa.Nama Batuannya yaitu Batu Pasir.

Gambar 4.8. Panorama Stopside 3

24
Gambar 4.9. Satuan Batuan Daerah Pengamatan

4.4. Stopside 4 (Perumahan KORPRI)


Pada studi lapangan 4 terdiri dari 2 lapisan yaitu lapisan batu
lempung dan batu pasir. Kondisi cuaca di lapangan pada saat pengamatan
cerah dan strike dip pada lapangan ini adalah N 1760E/60.
Pada lapisan pertama batuannya memiliki warna abu-abu
kehitaman. Jenis batuannya adalah batuan sedimen klastik dan untuk
teksturnya yaitu memiliki ukuran besar butir lempung (<1/256 mm),
derajat pemilahannya baik, derajat pembundarannya membundar dan
kemasnya tertutup. Lapisan ini memiliki komposisi mineral yaitu
matriksnya lempung, dan juga memiliki keterangan tambahan yaitu
lempungnya terdapat carbonant. Nama batuannya adalah Batu Lempung
Carbonant.
Pada lapisan kedua batuannya memiliki warna coklat kehitaman
dan jenis batuannya yaitu batuan sedimen klastik. Lapisan ini memiliki
struktur masif dan untuk teksturnya yaitu memiliki ukuran besar butir pasir
halus (0,125 – 0,25 mm), derajat pemilahannya buruk , derajat
pembundarannya menyudut dan memiliki kemas terbuka . Memiliki

25
komposisi mineral yaitu matriks kuarsa, nama batuannya adalah Batu
Pasir.

Gambar 4.10. Panorama Stopside 4

Gambar 4.11. Satuan Batuan Daerah Pengamatan

4.5. Stopside 5 (Belakang KNPI)


Pada studi lapangan 5 terdiri dari 2 lapisan yaitu lapisan batu pasir
dan batu bara. Kondisi cuaca di lapangan pada saat pengamatan cerah dan
strike dip pada lapangan ini adalah N 1550E/50.
Pada lapisan pertama batuannya memiliki warna abu-abu dan jenis
batuannya sediman klastik. Lapisan ini memiliki struktur massif dan untuk

26
teksturnya yaitu memiliki ukuran besar butir pasir halus (0,125 – 0,25
mm), derajat pemilahannya buruk , derajat pembundarannya menyudut
dan kemasnya terbuka . Komposisi mineral lapisan ini adalah matriknya
kuarsa, nama batuannya adalah Batu Pasir.
Pada lapisan kedua batuannya memiliki warna hitam dan untuk
belahannya yaitu tidak sempurna. Lapisan ini memiliki kilap kaca,
goresnya hitam dan untuk pecahannya yaitu concoidal. Nama batuannya
adalah Batu Bara.

Gambar 4.12. Panorama Stopside 5

Gambar 4.13. Satuan Batuan Daerah Pengamatan

27
Gambar 4.14. Sample Stopside 5 Lapisan 1

Gambar 4.15. Sample Stopside 5 Lapisan 2

4.6. Stopside 6 (Belakang PT. Hansley)


Pada studi lapangan 6 terdiri dari 3 lapisan yaitu lapisan batu pasir,
batu lempung kepasiran dan batu lempung carbonant. Kondisi cuaca di
lapangan pada saat pengamatan cerah dan strike dip pada lapangan ini
adalah N 1230E/130.

28
Pada lapisan pertama batuannya memiliki warna coklat ke abu-
abuan dan jenis batuannya sedimen klastik. Struktur pada lapisan ini yaitu
massif dan teksturnya yaitu memiliki ukuran besar butir pasir sedang (1/2
– ¼ mm), derajat pemilahannya buruk, derajat pembundarannya menyudut
dan kemasnya terbuka. Lapisan ini memiliki komposisi mineral yaitu
matriknya kuarsa, nama batuannya adalah Batu Pasir.
Pada lapisan kedua batuannya memiliki warna orange dan jenis
batuannya sedimen klastik. Struktur lapisannya massif dan teksturnya
yaitu memiliki ukuran besar butir lempung (<1/256 mm), derajat
pemilahannya baik , derajat pembundarannya membundar dan kemasnya
tertutup. Komposisi mineral lapisan ini yaitu memiliki fragmen pasir,
nama batuannya adalah Batu Lempung Kepasiran.
Pada lapisan ketiga batuannya memiliki warna coklat kehitaman
dan jenis batuannya adalah sedimen klastik. Tekstur pada lapisan ini yaitu
memiliki ukuran besar butir lempung (<1/256 mm), derajat pemilahannya
baik, derajat pembundarannya membundar dan kemasnya tertutup.
Memiliki komposisi mineral yaitu matriknya lempung, nama batuannya
adalah Batu Lempung Carbonant.

Gambar 4.16. Sample Stopside 6 Lapisan 1

29
Gambar 4.17. Sample Stopside 6 Lapisan 2

Gambar 4.18. Sample Stopside 6 Lapisan 3

30
4.7. Stopside 7 (Perumahan Pelangi)
Pada studi lapangan 7 terdiri dari 3 lapisan yaitu lapisan batu bara,
batu lempung dan batu pasir. Kondisi cuaca di lapangan pada saat
pengamatan cerah dan strike dip pada lapangan ini adalah N 2000E/80.
Pada lapisan pertama batuannya memiliki warna hitam dan untuk
belahannya tidak sempurna. Memiliki kilap kaca, goresnya hitam dan
untuk pecahannya yaitu concoidal. Nama batuannya yaitu Batu Bara.
Pada lapisan kedua batuannya memiliki warna abu-abu tua
kehitaman dan jenis batuannya adalah sedimen klastik. Struktur lapisan ini
massif dan teksturnya yaitu memiliki ukuran besar butir lempung (<1/256
mm), derajat pemilahannya baik, derajat pembundarannya membundar dan
kemasnya tertutup. Lapisan ini memiliki komposisi mineral yaitu matrik
dan fragmennya lempung, nama batuannya adalah Batu Lempung.
Pada lapisan ketiga batuannya memiliki warna abu-abu muda dan
jenis batuannya adalah sedimen klastik. Struktur lapisan ini masif dan
teksturnya yaitu memiliki ukuran besar butir pasir halus (0,125 – 0,25
mm), derajat pemilahannya baik, derajat pembundarannya membundar dan
kemasnya tertutup. Memiliki komposisi mineral matrik kuarsa, nama
batuannya adalah Batu Pasir.

31
Gambar 4.19. Panorama Stopside 7

Gambar 4.20. Satuan Batuan Daerah Pengamatan

Gambar 4.21. Sample Stopside 7 Lapisan 1

32
Gambar 4.22. Sample Stopside 7 Lapisan 2

Gambar 4.23. Sample Stopside 7 Lapisan 3

4.8. Stopside 8 (Perumahan Balikpapan Indah 3)


Pada studi lapangan 8 terdiri dari 2 lapisan yaitu lapisan batu bara
dan batu lempung. Kondisi cuaca di lapangan pada saat pengamatan cerah
dan strike dip pada lapangan ini adalah N 1930E/70.

33
Pada lapisan pertama batuannya memiliki warna hitam dan
belahannya tidak sempurna. Memiliki kilap kaca, goresnya hitam dan
untuk pecahannya yaitu concoidal. Nama batuannya adalah Batu Bara.
Pada lapisan kedua batuannya memiliki warna abu-abu dan jenis
batuannya adalah sedimen klastik. Struktur lapisan ini massif dan untuk
teksturnya yaitu memiliki ukuran besar butir lempung (<1/256 mm),
derajat pemilahannya baik, derajat pembundarannya membundar dan
kemasnya tertutup. Komposisi mineral lapisan ini yaitu matrik dan
fragmennya lempung, nama batuannya adalah Batu Lempung.

Gambar 4.24. Panorama Stopside 8

34
Gambar 4.25. Sample Stopside 8 Lapisan 1

Gambar 4.26. Sample Stopside 8 Lapisan 2

4.9. Stopside 9 (Balikpapan Regency)


Pada studi lapangan 9 terdiri dari 2 lapisan yaitu lapisan batu
lempung dan batu lempung kepasiran. Kondisi cuaca di lapangan pada saat
pengamatan cerah dan strike dip pada lapangan ini adalah N 1090E/220.
Pada lapisan pertama batuannya memiliki warna abu-abu tua dan
jenis batuannya adalah sedimen klastik. Struktur pada lapisan ini berlapis
dan teksturnya yaitu memiliki ukuran besar butir lempung (<1/256 mm),
derajat pemilahannya baik, derajat pembundarannya membundar dan
kemasnya tertutup. Komposisi mineral pada lapisan ini yaitu fragmen,
matrik dan semennya lempung, nama batuannya adalah Batu Lempung.
Pada lapisan kedua batuannya memiliki warna coklat muda
kehijauan dan jenis batuannya sedimen klastik. Struktur lapisan ini massif
dan untuk teksturnya yaitu memiliki ukuran besar butir lempung (<1/256
mm), derajat pemilahannya baik dan kemasnya tertutup. Komposisi
mineral pada lapisan ini yaitu matrik dan fragmennya lempung, nama
batuannya adalah Batu Lempung Kepasiran.

35
Gambar 4.27. Panorama Stopside 9

Gambar 4.28. Sample Stopside 9 Lapisan 1

Gambar 4.29. Sample Stopside 9 Lapisan 2

36
4.10. Stopside 10 (Balikpapan Regency)
Pada studi lapangan 10 hanya terdapat lapisan Batu Lempung
Kepasiran. Kondisi cuaca di lapangan pada saat pengamatan cerah. Warna
dari batuannya adalah orange dan jenis batuannya adalah sedimen klastik.
Struktur lapisan ini massif dan untuk teksturnya yaitu memiliki ukuran
besar butir lempung (<1/256 mm), derajat pemilahannya baik, derajat
pembundarannya membundar dan kemasnya tertutup. Komposisi mineral
pada lapisan ini yaitu matriksnya lempung dan keterangan tambahannya
memiliki pasir sedang pada batuannya.

Gambar 4.30. Panorama Stopside 10

Gambar 4.31. Sample Stopside 10

37
BAB V
KESIMPULAN

5.1 Kesimpulan
Dari data di atas dapat disimpulkan sebagai berikut:
1. Pemetaan geologi secara sederhana dapat di artika sebagai, keseluruhan
kegiatan atau proses yang dijalankan dalam krangka membuat peta geologi
dari Suatu daerah yang menjadi objek pemetaan.
2. Jenis-jenis dari batuan sedimen dapat dibedakan dengan melihat dari jenis
batuan, warna, tekstur, komposisi, dan struktur yang terdapat pada batuan.
3. Bartuan sedimen klastik adalah batuan sedimen yang terbentuk sebagai hasil
pengerjaan kembali (reworking) terhadap batuan yang sudah ada. Proses
pengerjaan kembali itu meliputi pelapukan, erosi, transportasi dan kemudian
redeposisi (pengendapan kembali). Sebagai media proses tersebut adalah air,
angin, es atau efek gravitasi (beratnya sendiri).
4. Lapisan yang kita dapatkan dari ST1 sampai ST10, yaitu batubara,
lempung,lempung kepasiran, lempung karbonat, pasir, batu pasir.
5. Disini kami menggunakan peta yaitu, peta lintasan, peta geologi, peta
geomorfologi.
6. Perlengkapan, peralatan dan sampel yaitu, plastic, alat tulis, papan scanner,
kompas, palu, gps, meteran, dan batuannya.

38