Anda di halaman 1dari 3

7-05-2019 1/3 Kementerian Kesehatan Republik Indonesia

Artikel ini diambil dari : www.depkes.go.id

HARI CUCI TANGAN PAKAI SABUN SEDUNIA 2010: PERILAKU SEDERHANA BERDAMPAK LUAR BIASA
DIPUBLIKASIKAN PADA : JUMAT, 15 OKTOBER 2010 13:12:40, DIBACA : 56.904 KALI

Cuci tangan pakai sabun (CTPS) merupakan cara mudah dan tidak perlu biaya mahal. Karena itu, membiasakan CTPS sama dengan mengajarkan anak-anak
dan seluruh keluarga hidup sehat sejak dini. Dengan demikian, pola hidup bersih dan sehat (PHBS) tertanam kuat pada diri pribadi anak-anak dan anggota
keluarga lainnya.

Sebaiknya kita berjuang menyelamatkan hidup anak-anak agar terhindar dari berbagai penyakit menular dengan mengajak teman-teman dan masyarakat di
sekitar untuk ikut membiasakan CTPS yang sederhana, mudah dan dapat dilakukan di mana saja sekaligus menjadikannya sebagai perilaku hidup yang harus
diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, kata Menkes, dr. Endang Rahayu Sedyaningsih, MPH, Dr.PH dalam sambutan yang dibacakan Prof. Tjandra Yoga
Aditama, Sp.P (K), MARS, Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan pada puncak peringatan Hari CTPS
Sedunia di halaman Gedung Sate, Bandung, 15 Oktober 2010.

Acara dihadiri Gubernur Propinsi Jawa Barat, Ahmad Heryawan dan demo CTPS oleh sekitar 3000 siswa dari 33 SD di Bandung.

Peringatan Hari CTPS Sedunia tahun 2010 mengusung tema global More Than Just a Day (Lebih Dari Sekedar Satu Hari), sedangkan Indonesia memilih sub
tema: Cuci Tangan Pakai Sabun, Perilaku Sederhana Berdampak Luar Biasa dengan mengedepankan pentingnya melibatkan anak-anak pada kelompok usia
sekolah.

Menurut Menkes, CTPS merupakan perilaku sehat yang terbukti secara ilmiah dapat mencegah penyebaran penyakit menular seperti diare, ISPA, flu burung serta
penyakit kulit lainnya. Dengan merebaknya virus H5N1 pada manusia pertengahan tahun 2005 di Indonesia, CTPS perlu dibudayakan sebagai upaya untuk
mencegah penyebaran penyakit tidak meluas.

Menkes mengingatkan masyarakat maupun tenaga profesional yang melakukan aktivitas di sekitar peternakan termasuk di pasar dan wilayah perbatasan laut,
darat, udara dan pintu masuk seperti bandara dan pos perbatasan membiasakan CTPS setelah beraktivitas karena merupakan kelompok yang memiliki risiko
tinggi untuk terjangkit H5N1.

Menkes berharap semua pihak secara lintas sektor, legislatif, organisasi kemasyarakatan, organisasi profesi dan badan-badan internasional terkait dan para mitra
dengan semangat kemitraan bergandengan tangan menyelenggarakan pembangunan kesehatan, untuk mewujudkan masyarakat sehat yang mandiri dan
berkeadilan.

Sejak tahun 2008, Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa menyerukan perlunya peningkatan praktek higiene dan hanitasi di seluruh dunia dan sejak itu, Hari
Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia diperingati secara global setiap tanggal 15 Oktober.

1
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia 2/3 7-05-2019

Melalui Hari CTPS ini diharapkan peran semua pemangku kepentingan untuk: menyelenggarakan kegiatan CTPS secara serentak pada tanggal 15 Oktober setiap
tahun; menyelenggarakan kegiatan lanjutan dalam rangka sosialisasi dan kampanye CTPS melalui berbagai kegiatan nyata di masyarakat; dan menyediakan
sarana CTPS yang disertai dengan kampanye perilaku higienis lainnya di masyarakat, sekolah, dan tempat umum seperti bandara, pelabuhan, terminal, stasiun,
tempat wisata, dan pasar.

Lembar Fakta

HCTPS adalah kampenye global yang dicanangkan oleh PBB pada Pertemuan Tahunan Air Sedunia (Annual World Water Week), 17-23 Agustus, 2008 di
Stockholm, Swedia.Gerakan mencuci tangan pakai sabun sedunia diharapkan dapat meningkatkan perilaku hidup sehat, mencegah timbulnya penyakit, sekaligus
menurunkan tingkat kematian pada balita dan anak-anak.
Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), kedua tangan kita adalah salah satu jalur utama masuknya kuman penyakit ke dalam tubuh. Sebab, tangan adalah
anggota tubuh yang paling sering berhubungan langsung dengan mulut dan hidung. Penyakit-penyakit yang umumnya timbul karena tangan yang berkuman,
antara lain: diare, kolera, ISPA, cacingan, flu, dan Hepatitis A.
Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2007 menunjukkan bahwa penyebab terbesar meninggalnya balita dan anak-anak Indonesia adalah penyakit diare dan
ISPA. Menanggapi data ini, para ahli kesehatan menyatakan, perilaku kecil yang tampak sepele, seperti mencuci tangan dengan sabun, bisa berdampak besar
mengurangi angka kematian yang terkait dengan penyakit diare, hingga hampir 50 persen.

Cuci tangan pakai sabun penting dilakukan, khususnya:

1. Sebelum menyiapkan makanan dan sebelum makan,


2. Sebelum menyuapi anak,
3. Sesudah buang air besar dan kecil,
4. Setelah menceboki bayi,
5. Setelah bersin, batuk, membuang ingus, setelah pulang dari bepergian, dan
6. Sehabis bermain/memberi makan/memegang hewan peliharaan.

Sementara cara yang tepat untuk cuci tangan sebagai berikut:

1. Cuci tangan dengan air yang mengalir dan gunakan sabun. Tak perlu harus sabun khusus antibakteri, namun lebih disarankan sabun yang berbentuk cairan.
2. Gosok tangan setidaknya selama 15-20 detik.
3. Bersihkan bagian pergelangan tangan, punggung tangan, sela-sela jari, dan kuku.
4. Basuh tangan sampai bersih dengan air yang mengalir.
5. Keringkan dengan handuk bersih atau alat pengering lain
6. Gunakan tisu/handuk sebagai penghalang ketika mematikan keran air

Berita ini disiarkan oleh Pusat Komunikasi Publik, Sekretariat Jenderal Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi melalui nomor

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia - 2 - Printed @ 7-05-2019 06:05


7-05-2019 3/3 Kementerian Kesehatan Republik Indonesia

telepon : 021-52907416-9, faks : 52921669, Call Center : 021-500567, 30413700, atau alamat e-mail : puskom.publik@yahoo.co.id, info@ depkes.go.id, dan
kontak@ depkes.go.id.