Anda di halaman 1dari 9

15

BAB III. METODE PENELITIAN

A. Jenis Penelitian

Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian

kuantitatif dan berjenis quasi eksperiment dengan menggunakan desain one-group

pre test-post test design yaitu rancangan penelitian dimana tidak ada kelompok

pembanding (control), tetapi paling tidak sudah dilakukan observasi pertama

(pretest) yang memungkinkan menguji perubahan yang terjadi setelah adanya

eksperimen (program) (Notoatmodjo, 2010).

Bentuk rancangan ini adalah sebagai berikut :

Tabel 1. Rancangan One-Group pre test-post test


Pre Test Perlakuan Post test
01 X 02
Keterangan :

01: Pengetahuan dan Keterampilan sebelum pelatihan

X: Pemberian Pelatihan Bantuan Hidup Dasar

02: Pengetahuan dan Keterampilan setelah pelatihan

B. Waktu dan Tempat Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April 2017 di desa Taraitak Satu

Kecamatan Langowan Utara.

C. Variabel Penelitian

Dalam penelitian ini variabel independen yaitu pelatihan bantuan hidup dasar

dan variabel dependen yaitu pengetahuan dan keterampilan perangkat desa.


16

D. Definisi Operasional

Tabel 2. Variabel, definisi operasional, parameter, alat ukur, hasil ukur,


dan skala ukur
Definisi Skala
No Variabel Parameter Alat ukur Hasil ukur
Operasional ukur
1 Independen: Kegiatan Definisi SAP - -
Pelatihan memberikan BHD
Bantuan intervensi Prosedur
Hidup Dasar melatih dan BHD
memberi
informasi
kepada
perangkat desa
mengenai
bantuan hidup
dasar.

2 Pengetahuan Kemampuan Definisi Kuesioner Kategori baik 76%- Ordinal


perangkat perangkat BHD 100% (jika jawaban
desa menjelaskan Prosedur benar dengan skor
tentang BHD 16-20)
bantuan hidup Kategori cukup 56%-
dasar yang 75% (jika jawaban
diukur benar dengan skor
sebelum dan 12-15)
sesudah Kategori kurang
pelatihan BHD <56% jawaban benar
dengan skor 0-11

3 Keterampilan Kemampuan Prosedur Lembar Terampil apabila Ordinal


perangkat perangkat desa BHD observasi dapat melakukan
desa dalam tindakan dengan nilai
melakukan/ 9-11 (76%-100%)
mengimpleme Cukup Terampil
ntasikan apabila dapat
prosedur melakukan dengan
bantuan hidup nilai 7-8 (56%-75%)
dasar yang Tidak terampil
diukur apabila dapat
sebelum dan melakukan tindakan
sesudah dengan nilai 0-6
pelatihan (<56%)
17

E. Populasi dan Sampel

1. Populasi

Populasi penelitian adalah perangkat desa Taraitak Satu berjumlah 30 orang.

2. Sampel

Teknik sampling yang digunakan adalah non probability sampling dengan

metode purposive sampling. Penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu.

Kriteria inklusi:

a. Perangkat Desa Taraitak Satu umur 30-50 tahun

b. Bisa membaca dan menulis

Kriteria eksklusi:

a. Mengalami kecacatan atau gangguan penginderaan

b. Perangkat desa yang sakit dan tidak berada di tempat

c. Tidak kooperatif

F. Instrumen Penelitian

1. Pelatihan bantuan hidup dasar

Pelatihan akan diberikan melalui modul BHD dengan metode ceramah,

diskusi, dan peragaan atau demonstrasi dengan menggunakan alat bantu

audiovisual dan manikin CPR. Alat bantu audiovisual meliputi slideshow,

powerpoint, leaflet.

2. Kuesioner pengetahuan tentang bantuan hidup dasar

Kuesioner yang digunakan dikutip dari kuesioner Wan Muhammad Adib

tahun 2015 mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara yang


18

meneliti tentang Tingkat Pengetahuan Pengawas Kolam Renang tentang BHD

maka uji validitas dan reliabilitas tidak perlu dilakukan lagi.

Kuesioner terdiri dari bagian A berupa data demografi item 1-3.

Kemudian kuesioner bagian B berupa pernyataan tentang teori BHD (item 1-

20). Pernyataan bernilai positif pada nomor 1, 3, 4, 6, 7, 8, 10, 11, 14, 15, 17,

18, 20 dan pernyataan bernilai negatif pada nomor 2, 5, 9, 12, 13, 16, 19.

Cara pengukuran dilakukan dengan menggunakan kuesioner skala Guttman

untuk variabel bebas pada item 1-20. Pernyataan yang bernilai positif diberi

nilai 1 untuk jawaban “benar” dan bernilai 0 untuk jawaban “salah”.

3. Lembar observasi

Lembar observasi berbentuk checklist yang diisi oleh peneliti dimana

terdapat 11 item penilaian yang sesuai dengan prosedur bantuan hidup dasar

untuk masyarakat awam menurut AHA 2015 digunakan untuk melihat

keterampilan masyarakat dalam melakukan langkah-langkah bantuan hidup

dasar dengan menggunakan skala Guttman yaitu dilakukan dan tidak

dilakukan, dilakukan diberikan nilai 1 dan tidak dilakukan diberikan nilai 0.

G. Teknik Pengumpulan Data

1. Data primer

Dalam penelitian ini data primer yaitu data yang secara langsung dari

subjek penelitian yaitu didapatkan dari pengisian kuesioner oleh perangkat

desa Taraitak Satu dan lembar observasi tentang bantuan hidup dasar sebelum

dan sesudah diberi perlakuan.


19

2. Data sekunder

Data sekunder dalam penelitian ini yaitu data pendukung didapatkan dari

Hukum Tua desa Taraitak Satu mengenai data perangkat desa.

H. Pengolahan Data

Pengolahan data menurut Notoatmodjo (2010), sebagai berikut:

1. Pengeditan data (editing)

Yaitu pemeriksaan atau koreksi data yang telah dikumpulkan melalui

kuesioner dan lembar observasi meliputi kelengkapan, kesesuaian,

kejelasan dan kosistensi jawaban.

2. Pengkodean data (Coding)

Pemberian kode pada setiap komponen variabel agar mempermudah

dalam proses tabulasi dan analisis data.

3. Memasukkan data (Entry Data) atau Processing

Setelah seluruh kuesioner terisi dan diberikan kode, selanjutnya

dilakukan pemrosesan data agar data yang sudah dimasukkan dianalisis.

4. Pembersihan data (Cleaning Data)

Kegiatan pengecekan kembali data yang sudah dimasukan untuk

memastikan data yang telah dimasukkan yaitu benar.

I. Jalannya Penelitian.

1. Tahap persiapan

a. Survey awal dilakukan setelah mendapat izin dari Jurusan Keperawatan

Poltekkes Kemenkes Manado untuk melakukan survey awal dilokasi

penelitian
20

b. Melakukan penjajakan rencana penelitian pada Pemerintah Desa Taraitak

Satu. Menjelaskan tujuan penelitian, manfaat dan teknis rencana

penelitian. Mengumpulkan data awal, seperti data demografi dan data

penunjang lainnya

c. Melakukan pengajuan judul, pembuatan dan konsultasi usulan proposal

d. Melakukan seminar proposal serta perbaikan proposal

e. Mengurus surat izin penelitian dan ethical clinical

2. Tahap pelaksanaan

a. Mendapatkan Izin Penelitian dari Poltekkes Kemenkes Manado Jurusan

Keperawatan.

b. Melapor dan meminta izin kepada Hukum Tua desa Taraitak Satu

c. Melakukan sosialisasi rencana penelitian pada pemerintah desa Taraitak

Satu mengenai waktu kegiatan yang akan dilaksanakan selama 5 hari

d. Menentukan responden yang akan dilakukan intervensi pelatihan bantuan

hidup dasar. Penjelasan sebelum persetujuan dan pengajuan informed

consent

e. Pelaksanaan kegiatan hari pertama, peneliti melakukan observasi

keterampilan BHD sebelum pelatihan dan membagikan kuesioner kepada

responden

f. Peneliti memberi perlakuan/ intervensi berupa pelatihan bantuan hidup

dasar oleh peneliti dan instruktur lainnya yang diikuti oleh responden

dengan metode ceramah, diskusi, demonstrasi dan simulasi.


21

g. Pelaksanaan hari kedua dan ketiga, peneliti memberikan kesempatan pada

responden untuk melakukan simulasi secara mandiri dan dinilai sesuai

dengan lembar observasi yang disusun

h. Pelaksanaan hari keempat dan kelima, peneliti kembali melakukan

observasi keterampilan BHD setelah pelatihan dan memberikan kuesioner

kepada responden sebagai bahan evaluasi

i. Setelah data terkumpul peneliti melakukan pemeriksaan tentang

kelengkapan data.

J. Analisis Data

1. Analisis univariat

Analisa univariat adalah seluruh variabel yang akan di gunakan dalam

analisa di tampilkan dalam distribusi frekuensi, Analisa univarat untuk

melihat distribusi frekuensi dari masing-masing variable dependen dan

independen dengan rumus:

𝑓
𝑃= × 100
𝑛

Keterangan :

P: Jumlah persentase yang di cari

f: Jumlah frekuensi untuk setiap katagori

n: Jumlah sempel

100 angka konstan


22

2. Analisis bivariate

Analisa bivarat adalah analisa yang di gunakan untuk membandingkan

sebelum dan sesudah treatment atau perlakuan, dengan menggunakan uji t

jika syarat uji t dipenuhi. Jika tidak, maka akan dilakukan uji alternatif lain

dari uji t yaitu Wilcoxon Signed Ranks Test. Dengan derajat kesalahan 0.05%

atau derajat kemaknaan 95%.

I. Etika Penelitian

Etika penelitian merupakan masalah yang sangat penting dalam penelitian,

mengingat penelitian berhubungan langsung dengan manusia maka segi etika

penelitian harus diperhatikan antara lain sebagai berikut :

1. Inform consent

Merupakan bentuk persetujuan antara peneliti dengan responden

penelitian dengan memberikan lembar persetujuan untuk menjadi

responden.

2. Anonimity (tanpa nama)

Merupakan pemberian jaminan dalam penggunaan subyek penelitian

dengan cara tidak memberikan/mencantumkan nama responden pada

lembar alat ukur dan hanya menuliskan kode pada lembar pengumpulan

data atau hasil penelitian yang akan disajikan.

3. Confidentiality (kerahasiaan)

Merupakan etika dalam pemberian jaminan kerahasiaan hasil

penelitian, baik informasi masalah-masalah lainnya. Semua informasi


23

yang telah dikumpulkan dijamin kerahasiaannya oleh peneliti, hanya

kelompok data tertentu yang akan dilaporkan pada hasil riset.

J. Jadwal Penelitian

Waktu pelaksanaan penelitian akan di laksanakan dalam waktu bulan

terhitung dari bulan Januari hingga bulan Juni 2017

Tabel 3. Jadwal penelitian


No Kegiatan Bulan 2017
Jan Feb Mar Apr Mei Jun

Minggu Ke
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
1. Tahap Persiapan
Penelitian
a. Penhajuan judul
dan penyusunan
proposal
b. Pengajuan
proposal
c.Perijinan
penelitian
2. Tahap pelaksanaan
a. Pengumpulan
Data
b. Analisis Data
3. Tahap Penyusunan
Laporan
a.Penulisan
Laporan
b. Ujian Skripsi