Anda di halaman 1dari 162

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PENGARUH KEPEMIMPINAN DAN LINGKUNGAN


KERJA REALISTIS PADA INOVASI PERAWAT
Studi Kasus pada Perawat Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta

SKRIPSI
Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar
Sarjana Ekonomi Program Studi Manajemen

Oleh:
Zita Dewi Aprilina
NIM : 06 2214 008

PROGRAM STUDI MANAJEMEN JURUSAN MANAJEMEN


FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA
YOGYAKARTA
2011
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PENGARUH KEPEMIMPINAN DAN LINGKUNGAN


KERJA REALISTIS PADA INOVASI PERAWAT
Studi Kasus pada Perawat Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta

SKRIPSI
Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar
Sarjana Ekonomi Program Studi Manajemen

Oleh:
Zita Dewi Aprilina
NIM : 06 2214 008

PROGRAM STUDI MANAJEMEN JURUSAN MANAJEMEN


FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA
YOGYAKARTA
2011

  i
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Skripsi

PENGARUH KEPEMIMPINAN DAN LINGKUNGAN KERJA REALISTIS


PADA INOVASI PERAWAT

Studi Kasus pada Perawat Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta

Oleh :

Zita Dewi Aprilina

NIM : 06 2214 008

Telah Disetujui Oleh :

Tanggal 8 Februari 2011

Pembimbing II

MT. Ernawati, S.E., M.A. Tanggal 8 Maret 2011

  ii
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  iii
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

MOTTO DAN PERSEMBAHAN

“Mari kita belajar untuk beriman bahwa dibalik semua penderitaan dan kegagalan
yang kita hadapi, TUHAN sudah menyiapkan sesuatu yang baik bagi hidup kita
dan DIA akanmemberikannya pada waktu yang tepat menurut-NYA”
“Setiap masalah menyimpan sisi positif yang belum terungkapkan
(Yeremia 29 : 11)”
“Mudah untuk percaya kepada TUHAN jika kita melihat apa yang tampak dengan
mata jasmani dan memperoleh berkat-berkat materi, tetapi hidup oleh iman yaitu
tetap percaya bahwa TUHAN mampu menggenapi rencana-rencanaNya dalam
hidup kitadiluar batas ruang dan waktu. Tenang ditengah tekanan dan yakin saat
dikelilingi oleh ketidakpastian bahkan ketika putus harapan”
“Keep the act of faith ‘cause there is nothing impossible with GOD”

Skripsi ini kupersembahkan kepada:


Tuhan Yesus Kristus dan Bunda Maria di surga

“Sebagai penerang jalan kehidupan”

Skripsi ini hadiah ulang tahun untukmu bu..

Adik ku Victor Bayu Wisnu Brata

My Honey Carolus Hendry Asmoro

  iv
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

UNIVERSITAS SANATA DHARMA


FAKULTAS EKONOMI
JURUSAN MANAJEMEN – PROGRAM STUDI MANAJEMEN

PERNYATAAN KEASLIAN KARYA

Yang bertanda tangan di bawah ini, saya menyatakan bahwa Skripsi dengan judul:

PENGARUH KEPEMIMPINAN DAN LINGKUNGAN KERJA REALISTIS

PADA INOVASI PERAWAT RUMAH SAKIT

Studi Kasus pada Perawat Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta

dan diajukan untuk diuji pada tanggal 22 Maret 2011 adalah hasil karya saya.

Dengan ini, saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa dalam skripsi ini tidak

terdapat keseluruhan atau sebagian tulisan orang lain yang saya ambil dengan cara

menyalin, atau meniru dalam bentuk rangkaian kalimat atau simbol yang yang

menunjukkan gagasan atau pendapat atau pemikiran dari penulis lain yang saya

akui seolah-olah sebagai tulisan saya sendiri, dan atau tidak terdapat bagian atau

keseluruhan tulisan saya salin, saya titu, atau saya ambil dari tulisan orang lain

tanpa memberikan pengakuan (disebutkan dalam referensi) pada penulis aslinya.

Yogyakarta, 20 April 2011


Yang membuat pernyataan,

Zita Dewi Aprilina


NIM: 06 2214 008

  v
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN


PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIK

Yang bertanda tangan di bawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma:

Nama : Zita Dewi Aprilina 

Nomor Mahasiswa : 06 2214 008

Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada Perpustakaan


Universitas Sanata Dharma karya ilmiah saya yang berjudul:
PENGARUH KEPEMIMPINAN DAN LINGKUNGAN KERJA REALISTIS
PADA INOVASI PERAWAT RUMAH SAKIT
Studi kasus pada Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta
Beserta perangkat yang diperlukan (bila ada). Dengan demikian, saya memberikan
kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma hak untuk menyimpan,
mengalihkan dalam bentuk media lain, mengelolanya dalam bentuk pangkalan
data, mendistribusikannya di Internet atau media lain untuk kepentingan akademis
tanpa perlu meminta ijin ataupun memberikan royalti kepada saya selama tetap
mencantumkan nama saya sebagai penulis.
Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya.

Dibuat di Yogyakarta
Pada tanggal: 20 April 2011

Yang menyatakan

Zita Dewi Aprilina

  vi
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

ABSTRAK

PENGARUH KEPEMIMPINAN DAN LINGKUNGAN KERJA REALISTIS


PADA INOVASI PERAWAT
Studi Kasus pada Perawat Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta
di Rumah Sakit Panti Rapih Jalan Cik Ditiro 30 Yogyakarta

Zita Dewi Aprilina


Universitas Sanata Dharma
Yogyakarta
2011

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kepemimpinan dan


lingkungan kerja realistis secara parsial pada inovasi perawat rumah sakit Panti
Rapih. Jenis penelitian adalah kuantitatif yang dilaksanakan di Rumah Sakit Panti
Rapih di Jalan Cik Ditiro 30 Yogyakarta.
Populasi dalam penelitian ini adalah semua perawat yang bekerja di rumah
sakit. Sampel yang digunakan sebanyak 80 responden. Teknik sampling yang
dipakai penulis adalah systematic random sampling. Teknik yang digunakan
dalam pengumpulan data adalah kuesioner yang bertujuan untuk mendapatkan
data mengenai pengaruh kepemimpinan dan lingkungan kerja realistis pada
inovasi perawat rumah sakit.
Dalam menganalisis data yang telah diperoleh penulis menggunakan
analisis regresi berganda. Untuk mengetahui pengaruh secara parsial digunakan
uji t. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa secara parsial kepemimpinan dan
lingkungan kerja realistis berpengaruh pada inovasi perawat.

Kata kunci: kepemimpinan, lingkungan kerja realistis, inovasi perawat.

  vii
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

ABSTRACT

THE INFLUENCE OF LEADERSHIP AND REALISTIC WORKING


ENVIRONMENT ON NURSES INNOVATION
A Case study on Panti Rapih Hospital Yogyakarta

Zita Dewi Aprilina


Sanata Dharma University
Yogyakarta
2011

This research aims at finding out the influence of leadership and realistic
working environment on nurses innovation of Panti Rapih hospital. This is a
quantitative research which is conducted in Panti Rapih Yogyakarta.
The population in this research is all of the nurses that work in the hospital.
The Sample are 80 respondents taken using, systematic random sampling.
Questionnaire was use to obtain data in order to get the data.
To analyze the data, the research uses Multiple Regression Analysis. The
result of the research indicates that the leadership and realistic working
environmet influence nurses innovation.

Keywords : leadership, realistic working environment, nurses innovation.

  viii
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

KATA PENGANTAR

Puji syukur kepada Allah Bapa yang bertahta di kerajaanNya atas cinta

kasih serta berkat yang senantiasa diberikan sehingga penulis dapat

menyelesaikan skripsi dengan judul “PENGARUH KEPEMIMPINAN DAN

LINGKUNGAN KERJA REALISTIS PADA INOVASI PERAWAT DI RUMAH

SAKIT”.

Adapun penyusunan skripsi ini dibuat sebagai salah satu syarat untuk

memperoleh gelar Sarjana Ekonomi di Fakultas Ekonomi Universitas Sanata

Dharma Yogyakarta, sekaligus sebagai upaya untuk memperdalam wawasan

berfikir serta menambah wacana dunia ekonomi pada umumnya.

Dalam kesempatan ini tentunya penulis juga ingin mengucapkan terima

kasih atas bantuan dan dukungan dari semua pihak yang turut berperan dalam

penyelesaian skripsi ini. Penulis mengucapkan terima kasih kepada:

1. Romo Dr. Ir. Paulus Wiryono Priyotamtama, S.J., selaku Rektor Universitas

Sanata Dharma.

2. Bapak Drs. Y.P. Supardiyono., M.Si., Akt.,Q.I.A., selaku Dekan Fakultas

Ekonomi Universitas Sanata Dharma.

3. Bapak Venantius Mardi Widyadmono, S.E., M.B.A. selaku Kepala Jurusan

Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma.

4. Ibu Ike Janita Dewi, S.E., M.B.A., Phd, selaku Dosen Pembimbing I dan Ibu

MT. Ernawati, S.E., M.A. selaku dosen Pembimbing II yang penuh

kesabaran membimbing dan mengarahkan penulis selama menyelesaikan

skripsi ini.

  ix
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

5. Bapak Marjianto selaku Kepala Bagian Personalia serta seluruh perawat

serta manajemen Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta yang telah

memberikan ijin kepada penulis untuk melakukan penelitian.

6. Untuk Ibuku tercinta, terima kasih atas cinta, kasih sayang yang selalu

menyertaiku, serta dorongan, kerja keras dan kesabarannya dalam mendidik

dan membimbing aku selama ini sehingga menghasilkan buah yang baik. ☺

7. Untuk Adikku Viktor Bayu Wisnu Brata terima kasih sudah memberi

dorongan dan doa selama ini untuk bisa menyelesaikan skripsi ini. ☺

8. Untuk Si Delly dan Si Jelly, tanpa kalian aku tidak bisa menyelesaikan

semuanya. Terima kasih sudah menemani aku selama ini. ☺

9. Untuk Daniel George A.K you’re the best thing that’s ever been mine. ☺

10. Untuk sahabat-sahabatku Nining, Tista, Ike, Putri, Tantri, Asta, Paula,

Ajeng, Avi, Caca, Rara, Iir, Wulan, Vita trima kasih ya motivatorku. Kita

semua hebat. ☺

11. Untuk Carolus Hendry Asmara, terima kasih sudah menjadi kado terindah

dalam hidupku. ☺

12. Untuk keluarga di Sambu Ceria (Uli, Sari, Vivi, Rea, Yola, Tasya, Rina,

Winda, Cinta, Mbak Ivon, Ria) semoga persaudaraan kita tetap ada, makasi

untuk kebersamaan kita selama ini. ☺

13. Untuk Anata Pea, Darla Ndanda, Moo Conn, Si kecil Abhi, Koko Lakon,

Mbak Naz, Pak Beni, Nana Avent dan Enu Avin, Frans, Durno, Mas Bams,

Mbak Munyz, Mbak Ida, Mas Bowo, Mbak Lia, Indra. Trima kasih untuk

motivasinya. ☺

  x
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

14. Untuk seluruh keluarga besar komunitas UKMK USD, KOTAFE, CHOICE

Yogyakarta, UTF, HAK KAS, GLORYA Fasilitator, OMK Lingkar Muda

Yogyakarta, terima kasih karena aku telah diijinkan untuk ikut menjadi

bagian keluarga serta berproses dengan kalian selama ini. ☺

15. Untuk Pemilik dan rekan kerja di Kedai 24 (Pak Ari), Fastnet Gejayan (Pak

Rudi), dan PT. Surya Sakti Wisata Tour & Travel (Pak Didi) terima kasih

boleh menimba pengalaman. Kebersamaan yang begitu luar biasa. ☺

16. Perpustakan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta yang telah

menyediakan fasilitas buku-buku dan juga tempat untuk transit selama ini

sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. ☺

17. Untuk TK Kanisius Boyolali, SD Kanisius Boyolali, SLTP N 5 Boyolali,

SMU N 3 Boyolali dan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta terima kasih

karena aku boleh merajut masa depan dan sejarah hidupku yang begitu luar

biasa.

Penulis menyadari bahwa hasil karya penulisan ini jauh dari sempurna, oleh

karena itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun. Akhirnya

penulis berharap semoga hasil karya ini dapat bermanfaat bagi pembaca.

Yogyakarta, 20 April 2011

Penulis

Zita Dewi Aprilina

  xi
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL............................................................................................... i

LEMBAR PERSETUJUAN PEMBIMBING ......................................................... ii

HALAMAN PENGESAHAN SKRIPSI ................................................................. iii

MOTTO DAN PERSEMBAHAN .......................................................................... iv

PERNYATAAN KEASLIAN................................................................................. v

PERNYATAAN PUBLIKASI ................................................................................ vi

ABSTRAK .............................................................................................................. vii

ABSTRACT ............................................................................................................ viii

KATA PENGANTAR ............................................................................................ ix

DAFTAR ISI ........................................................................................................... xii

DAFTAR TABEL ................................................................................................... xvi

DAFTAR GAMBAR .............................................................................................. xviii

BAB I PENDAHULUAN .................................................................................... 1

1.1. Latar Belakang Masalah ................................................................... 1

1.2 Rumusan Masalah ............................................................................ 6

1.3 Tujuan Penelitian .............................................................................. 7

1.4 Manfaat Penelitian ............................................................................ 7

BAB II TINJAUAN LITERATUR dan PERUMUSAN HIPOTESIS .................. 8

2.1 Kepemimpinan ................................................................................. 8

2.1.1 Kepemimpinan ....................................................................... 8

2.1.2 Sifat Kepemimpinan ............................................................... 10

2.1.3 Gaya Kepemimpinan .............................................................. 11

  xii
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

2.2 Inovasi .............................................................................................. 16

2.3 Lingkungan Kerja ............................................................................. 22

2.3.1 Arti Penting Lingkungan Kerja .............................................. 22

2.3.2 Aspek Pembentuk Lingkungan Kerja ..................................... 24

2.3.3 Model-model Lingkungan Kerja ............................................ 31

2.4 Kerangka Konseptual Penelitian ...................................................... 32

2.5 Relasi Antara Kepemimpinan Dan Inovasi Perawat ........................ 33

2.6 Relasi Antara Lingkungan Kerja Realistis Dan Inovasi Perawat ..... 33

BAB III METODE PENELITIAN ......................................................................... 35

3.1 Jenis Penelitian ................................................................................. 35

3.2 Tempat Dan Waktu Penelitian.......................................................... 35

3.3 Populasi, Sampel Dan Teknik Penarikan Sampel ............................ 35

3.4 Jenis Data.......................................................................................... 36

3.5 Definisi Operasionalisasi Variabel ................................................... 36

3.5.1 Identifikasi Variabel ............................................................... 36

3.5.2 Definisi Konseptual dan Operasional ...................................... 37

3.5.3 Operasionalisasi ...................................................................... 38

3.6 Skala Pengukuran ............................................................................. 40

3.7 Teknik Pengujian Instrumen............................................................. 43

3.7.1 Uji Validitas............................................................................ 43

3.7.2 Uji Reliabilitas ........................................................................ 44

3.7.3 Uji Asumsi Klasik .................................................................. 45

3.8 Hipotesis ........................................................................................... 48

3.9 Teknik Analisi Data .......................................................................... 49

  xiii
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB IV GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN ................................................. 51

4.1 Sejarah RumahSakit Panti Rapih...................................................... 51

4.2 Visi, Misi, Dan Nilai ........................................................................ 56

4.2.1 Visi ......................................................................................... 56

4.2.2 Misi ......................................................................................... 57

4.2.3 Nilai ........................................................................................ 59

4.3 Motto, Logo dan Artinya .................................................................. 60

4.4 Tujuan Pelayanan Rumah Sakit........................................................ 64

4.5 Kebijakan Mutu ................................................................................ 64

4.6 Falsafah Pelayanan Kesehatan ......................................................... 65

4.7 Layanan ............................................................................................ 66

4.7.1 IGD ......................................................................................... 66

4.7.2 MCU ....................................................................................... 69

4.7.3 Rawat Inap .............................................................................. 73

4.7.4 Laboratorium .......................................................................... 77

4.8 Personalia ......................................................................................... 82

4.8.1 Ketenaga Kerjaan ................................................................... 82

4.8.2 Sistem Pengupahan ................................................................. 83

4.8.3 Waktu Kerja............................................................................ 83

4.9 Struktur Organisasi ........................................................................... 85

BAB V DESKRIPSI DATA, ANALISIS DATA, DAN PEMBAHASAN ............ 86

5.1 Deskripsi Karakteristik Responden .................................................. 86

5.1.1 Usia Responden ...................................................................... 86

5.1.2 Jenis Kelamin ......................................................................... 87

5.1.3 Status Kepegawaian................................................................ 87

  xiv
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

5.1.4 Pendidikan Terakhir ............................................................... 88

5.1.5 Lama Bekerja.......................................................................... 89

5.2 Deskripsi Variabel ............................................................................ 90

5.2.1 Deskripsi Variabel Kepemimpinan ........................................ 90

5.2.2 Deskripsi Variabel Lingkungan Kerja Realistis ..................... 91

5.2.3 Deskripsi Variabel Inovasi Perawat ....................................... 92

5.3 Hasil Uji Statistik ............................................................................. 92

5.3.1 Uji Validitas & Uji Reliabilitas .............................................. 93

5.3.2 Analisis Regresi Linier Bergaanda ......................................... 100

5.3.3 Uji Asumsi Klasik .................................................................. 101

5.4 Pembahasan ...................................................................................... 108

BAB VI KESIMPULAN, DAN IMPLIKASI......................................................... 111

6.1 Kesimpulan ....................................................................................... 111

6.2 Implikasi Manajerial ......................................................................... 111

6.3 Implikasi Untuk Penelitian Lebih Lanjut ......................................... 113

DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................. 115

LAMPIRAN

  xv
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

DAFTAR TABEL

Tabel 5.1 : Tabel Karakteristik Responden berdasarkan Usia

Tabel 5.2 : Tabel Karakteristik Responden berdasarkan Jenis kelamin

Tabel 5.3 : Tabel Karakteristik Responden berdasarkan Status kepegawaian

Tabel 5.4 : Tabel Karakteristik Responden berdasarkan Pendidikan

Tabel 5.5 : Tabel Karakteristik Responden berdasarkan Lama bekerja

Tabel 5.6 : Tabel Deskripsi Variabel Kepemimpinan

Tabel 5.7 : Tabel Deskripsi Variabel Lingkungan Kerja Realistis

Tabel 5.8 : Tabel Deskripsi Variabel Inovasi Perawat

Tabel 5.9 : Tabel Uji KMO and Bartlett’s

Tabel 5.10 : Tabel Anti-image Matrices Kebolehterimaan Keselamatan

Tabel 5.11 : Tabel Anti-image Matrices Kebolehterimaan Kepemimpinan

Tabel 5.12 : Tabel Anti-image Matrices Kebolehterimaan Lingkungan Kerja

realistis

Tabel 5.13 : Tabel Anti-image Matrices Kebolehterimaan Lingkungan Kerja

realistis

Tabel 5.14 : Tabel Anti-image Matrices Kebolehterimaan Inovasi Perawat

  xvi
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Tabel 5.15 : Tabel Anti-image Matrices Kebolehterimaan Inovasi Perawat

Tabel 5.16 : Tabel Uji Reliabilitas Instrumen Penelitian

Tabel 5.17 : Tabel Hasil Estrimasi Regresi Linier Berganda

Tabel 5.18 : Tabel Uji Normalitas

Tabel 5.19 : Tabel Nilai VIF

Tabel 5.20 : Tabel Coefficients

  xvii
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 : Gambar Bagan Keputusan Adopsi Inovasi Organisasi.

Gambar 2.4 : Gambar Kerangka Konseptual Penelitian.

Gambar 4.3 : Gambar Lambang Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta.

Gambar 4.9 : Gambar Struktur Organisasi Rumah Sakit Panti Rapih.

Gambar 5.1 : Gambar Grafik Histogram

Gambar 5.2 : Gambar Grafik Normal Plot

Gambar 5.3 : Gambar Scatterplot

 
 

 
 

  xviii
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Rumah sakit merupakan organisasi unik, karena berbaur antara padat

teknologi, padat karya dan padat modal, sehingga pengelolaan rumah sakit

menjadi disiplin ilmu tersendiri yang mengedepankan dua hal sekaligus

yaitu teknologi dan perilaku manusia didalam organisasi. Beberapa

kelompok didalam rumah sakit itu yaitu pertama, kelompok direksi dan staf

direksi, kedua yaitu kelompok dokter spesialis, dokter umum, dan dokter

gigi, ketiga yaitu kelompok perawat dan para medis.

Perawat merupakan salah satu profesi yang selalu berhubungan dan

berinteraksi langsung dengan klien, baik itu sebagai individu, keluarga,

maupun masyarakat. Oleh karena itu perawat dalam memberikan asuhan

keperawatannya dituntut untuk memahami dan berperilaku sesuai dengan

etik perawatan. Agar seorang perawat dapat bertanggung jawab dan

bertanggunggugat maka ia harus memegang teguh nilai-nilai yang

mendasari praktik keperawatan itu sendiri, yaitu: perawat membantu klien

untuk mencapai tingkat kesehatan yang optimum, perawat membantu

meningkatkan autonomi klien mengekspresikan kebutuhannya, perawat

mendukung martabat kemanusiaan dan berlaku sebagai advokat bagi

kliennya, perawat menjaga kerahasiaan klien, berorientasi pada akuntabilitas

perawat, dan perawat bekerja dalam lingkungan yang kompeten, etik, dan
1
2
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

aman (Canadian Nurse Association, 2001).

Evolusi perkembangan sistem pelayanan kesehatan telah mengubah

peran dan tanggungjawab perawat secara signifikan. Dalam perkembangan

lebih lanjut, perawat dituntut untuk bertanggungjawab memberikan praktik

keperawatan yang aman dan efektik serta bekerja dalam lingkungan yang

memiliki standar klinik yang tinggi (Mahlmeister, 1999). Standar klinik

akan memberikan pedoman dan petunjuk bagi perawat agar mereka tidak

melakukan malpraktik dan menghindarkan klien dari dampak buruk.

Keperawatan merupakan salah satu bentuk pelayanan kesehatan

profesional yang ditujukan kepada klien baik dalam keadaan sehat maupun

sakit melalui kiat-kiat keperawatan dengan menggunakan pendekatan proses

keperawatan. Pelayanan keperawatan yang diberikan oleh seorang perawat

sangat mempengaruhi mutu asuhan keperawatan yang akan diterima oleh

klien. Oleh karena itu untuk dapat memberikan asuhan keperawatan yang

berkualitas maka perawat perlu berorientasi pada outcome klien yang lebih

baik (Bellato, 2004). Kondisi tersebut dapat tercapai apabila tercipta

lingkungan kerja perawat yang berkualitas. Canadian Nursing Association

(CNA) membuat suatu model lingkungan praktik profesional yang

berkualitas, dan mengidentifikasikan enam kondisi tempat kerja yang sehat,

yaitu (1) kontrol beban kerja, (2) kepemimpinan dalam keperawatan, (3)

kontrol kualitas pelayanan, (4) dukungan dan penghargaan, (5)

pengembangan profesi, serta (6) inovasi dan kreatifitas (Herzlinger, 2006).

Lingkungan praktik profesional yang berkualitas merupakan nilai


3
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

sentral pada praktik keperawatan yang etis dan memainkan peran yang

penting dalam menurunkan situasi berbahaya yang disebabkan oleh ethical

distress dan moral residue. Maksudnya, apabila perawat memiliki autonomi,

dukungan, dan kesempatan untuk mengembangkan profesionalitasnya, maka

hal tersebut akan menghilangkan celah antara pratik yang etis dan

penurunan ethical distress. Lingkungan kerja realistis yaitu lingkungan kerja

yang ditandai dengan tugas-tugas yang konkret, fisik, eksplisit serta

memberikan tantangan bagi karyawan maupun pimpinan atau kecakapan

hubungan antar pribadi, sebab sebagian besar tugas-tugas dapat diselesaikan

dengan hubungan yang nyata (Sukardi,1993;61).

Permasalahan yang sering muncul di suatu rumah sakit adalah beban

kerja perawat yang tidak seimbang (Ilyas, 2004). Biasanya situasi tersebut

diawali dari tahap perencanaan kebutuhan tenaga perawat yang tidak sesuai

dengan kapasitas kerja satuan institusi pelayan. Hal ini sangat berisiko bagi

kualitas pelayanan yang diberikan oleh perawat karena apabila beban kerja

tinggi maka ketelitian dan keamanan kerja menjadi menurun (Ferguson-

Pare, 2004). Affonso et al (2003) mengingatkan bahwa beban kerja perawat

memiliki hubungan yang signifikan dengan keamanan pasien. Pasien dan

lingkungan kerja yang aman akan meningkatkan outcome pasien (Nicklin et

al, 2004). Kepemimpinan dalam keperawatan menuntut seorang perawat

agar memiliki peran sebagai pemimpin formal atau informal dimana dia

dikenal memiliki keahlian dalam praktik keperawatan, memberikan asuhan

keperawatan prima, dipercaya oleh rekan sejawat dan memberikan harapan


4
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

bagi lainnya, serta dapat menjelaskan visi dan misinya sebagai tenaga

keperawatan (Donner & Wheeler, 2004). Perawat yang memiliki

kepemimpinan juga harus dapat mengkondisikan lingkungan kerja yang

kondusif dan dinamis serta merencanakan pengembangan karier perawat

yang jelas dengan cara aktif memberikan dukungan untuk pengembangan

diri perawat. Seorang pemimpin juga harus dapat memotivasi perawat

menjadi pekerja yang ulet, dan mempunyai pandangan ke depan sehingga

meningkatkan profesionalisme mereka. Dalam perkembangan sistem

kesehatan yang progresif, investasi pada pengembangan kepemimpinan akan

memberikan hasil yang signifikan pada pengembangan organisasi yang

efektif (Leatt & Porter, 2003).

Banyak pakar atau ahli manajemen yang menyatakan bahwa inovasi

merupakan salah satu jaminan untuk perusahaan atau organisasi dalam

meningkatkan daya saingnya. Masalah inovasi yang akan disampaikan

dalam penelitian ini mengenai inovasi dalam bidang kesehatan. Masalah

yang paling terkenal mulai dari kesalahan-kesalahan medis, yang oleh

beberapa laporan merupakan delapan penyebab kematian tertinggi di

Amerika Serikat tahun 2006, hingga tingginya biaya kesehatan. Jumlah yang

telah dihabiskan untuk biaya kesehatan di rumah sakit sekitar satu per enam

produk domestik kotor, hal ini terus berkembang lebih cepat daripada

bidang ekonomi, dan hal ini mengancam masa depan perekonomian

pemerintah, bisnis, dan individual dalam pembayaran tagihan. Disamping

pengeluaran, lebih dari 40 juta orang tidak mempunyai


5
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

asuransi kesehatan (Herzlinger, 2006).

Menurut sebuah studi terhadap berbagai laporan penelitian

keperawatan (meta-analysis) yang dilakukan oleh Heater, Beckker, dan

Olson, menjumpai bahwa pasien yang mendapatkan intervensi keperawatan

bersumber dari riset memiliki outcome yang lebih baik bila dibandingkan

dengan pasien yang hanya mendapatkan intervensi standar. Sistem

dukungan dan penghargaan bagi perawat akan memberikan pengaruh yang

cukup baik bagi kinerja perawat. Lingkungan kerja yang lebih

memprioritaskan pada budaya penghargaan akan lebih baik menghasilkan

perubahan perilaku perawat bila dibandingkan budaya hukuman (The Office

of Minority Health, 2000). Secara psikologis lingkungan kerja yang

memuaskan akan meningkatkan kinerja perawat sehingga akan

meningkatkan outcome pasien (Rogers, 2000). Berdasarkan penelitian yang

dilakukan oleh Laschinger et al (2001), apabila perawat tidak mendapatkan

kesempatan untuk mengembangkan karier dirinya maka akan berpengaruh

terhadap keinginan perawat untuk melakukan tindakan yang positif di masa

mendatang. Pada bagian lain, dia pun mengingatkan apabila lingkungan

kerja perawat tidak menjanjikan dalam jangka panjang akan terjadi

penurunan kualitas kerja, tidak puas terhadap pekerjaan, kesehatan fisik dan

mental yang melemah. Dalam sistem pelayanan kesehatan, kinerja perawat

merupakan faktor utama dalam pencapaian outcome pasien yang positif.

Keinginan untuk berinovasi dan berkreativitas para perawat merupakan

aktualisasi diri dari keinginan untuk berkembang (need for achievement).


6
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Orang-orang yang seperti itulah yang diharapkan oleh profesi keperawatan

sebagai change agent. Teori perubahan yang disampaikan oleh Kurt Lewin

memberikan penjelasan bahwa perubahan terjadi melalui dua mekanisme,

yaitu (1) mengurangi hambatan, dan (2) meningkatkan dukungan (Schein,

1997). Oleh karena itu, manajer keperawatan perlu mengkondisikan

lingkungan agar kondusif bagi perawat untuk mengekspresikan inovasi dan

kreativitasnya melalui riset keperawatan. Menurut Rogers (1995) dalam

Hebert (2000), langkah strategis upaya adopsi inovasi dalam rangka

peningkatan standar praktik keperawatan adalah meningkatkan kesempatan

pelatihan dan pendidikan berkelanjutan (continuing education) bagi para

perawat.

Dari uraian yang ada, penulis tertarik untuk mengetahui

“PENGARUH KEPEMIMPINAN DAN LINGKUNGAN KERJA

REALISTIS PADA INOVASI PERAWAT DI RUMAH SAKIT PANTI

RAPIH YOGYAKARTA”.

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan pada latar belakang yang telah dipaparkan, maka penulis

merumuskan masalah penelitian sebagai berikut:

1. Apakah kepemimpinan berpengaruh pada inovasi perawat di rumah

sakit Panti Rapih?

2. Apakah lingkungan kerja realistis berpengaruh pada inovasi perawat

di rumah sakit Panti Rapih?


7
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

1.3 Tujuan Penelitian

Penelitian yang dilakukan oleh penulis mempunyai beberapa tujuan

yang ingin dicapai. Tujuan itu antara lain adalah:

1. Untuk mengetahui pengaruh kepemimpinan pada inovasi perawat di

rumah sakit Panti Rapih.

2. Untuk mengetahui pengaruh lingkungan kerja realistis pada inovasi

perawat di rumah sakit Panti Rapih.

1.4 Manfaat Penelitian

Manfaat dari penelitian ini antara lain adalah:

Bagi perusahaan / instansi.

Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat dijadikan bahan

pertimbangan atau masukan bagi perusahaan atau instansi, khususnya

bagian sumber daya manusia dalam menciptakan lingkungan kerja

yang mendukung inovasi perawat.

Bagi Universitas.

Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai bahan

referensi tambahan untuk penelitian lebih lanjut dan sumbangan

kepustakaan untuk Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

 
 
PLAGIAT
  MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB II
TINJAUAN LITERATUR DAN PERUMUSAN HIPOTESIS

Dalam bab ini penulis akan memaparkan beberapa kajian pustaka yang akan

mendukung tulisan ini. Selain itu penulis akan memberikan beberapa hipotesis

berdasarkan kajian pustaka yang akan dipaparkan. Dalam bab ini penulis akan

menjelaskan mengenai Kepemimpinan, Inovasi, Lingkungan kerja, dan Kerangka

konseptual penelitian. Beberapa hal tersebut akan dijelaskan satu persatu dan pada

setiap akhir pembahasan penulis akan menuliskan hipotesis mengenai hal yang

bersangkutan.

2.1 Kepemimpinan

2.1.1 Kepemimpinan

Setiap manusia pada hakikatnya adalah pemimpin dan setiap manusia

akan diminta pertanggungjawaban atas kepemimpinannya kelak. Manusia

sebagai pemimpin minimal mampu memimpin dirinya sendiri. Setiap

organisasi harus ada pemimpinnya, yang secara ideal dipatuhi dan disegani

bawahannya. Organisasi tanpa pemimpin akan kacau balau. Oleh karena itu,

harus ada seorang pemimpin yang memerintah bawahannya dan

mengarahkan bawahannya mencapai tujuan individu, kelompok, dan

organisasi.

Kepemimpinan menurut Surat Keputusan Badan Administrasi

Kepegawaian Negara No.27/KEP/1972 ialah kegiatan untuk meyakinkan

orang lain sehingga dapat dibawa turut serta dalam suatu pekerjaan.

8
 
9
PLAGIAT
  MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Kepemimpinan menurut Surat Edaran Kepala Badan Administrasi

Kepegawaian Negara No.02/SE/1980 ialah kemampuan seorang pegawai

negeri sipil untuk meyakinkan orang lain sehingga dapat dikerahkan secara

optimal. Handoko (2003; 165) menyatakan bahwa kepemimpinan adalah

hubungan yang ada dalam diri seorang pemimpin, mempengaruhi orang lain

untuk bekerja sama secara sadar dalam hubungan tugas yang diinginkan.

Sapto (2001: 220) menyatakan bahwa kepemimpinan adalah penyatupaduan

dari kemampuan, cita-cita dan semangat kebangsaan dalam mengatur,

mengendalikan, dan mengelola rumah tangga keluarga maupun organisasi

atau rumah tangga negara.

Berbagai definisi mengenai kepemimpinan yang telah ditawarkan

sepertinya tidak berisi hal-hal selain itu. Definisi tersebut berbeda di dalam

berbagai aspek, termasuk di dalamnya siapa yang menggunakan pengaruh,

sasaran yang ingin diperoleh dari pengaruh tersebut, cara bagaimana

pengaruh tersebut digunakan,serta hasil dari usaha menggunakan pengaruh

tersebut. Perbedaan tersebut bukan hanya sebuah hal akademis yang dicari-

cari. Perbedaan di antara para peneliti mengenai konsep mereka tentang

kepemimpinan menimbulkan perbedaan di dalam pemilihan fenomena

untuk melakukan penyelidikan dan kemudian menimbulkan perbedaan

dalam menginterpretasikan hasilnya.

Singkatnya kepemimpinan adalah suatu upaya yang dilakukan

seseorang dalam hubungan antar manusia untuk mempengaruhi (influence)

orang lain dan diarahkan melalui proses komunikasi dengan maksud


10
PLAGIAT
  MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

mencapai tujuan bersama. Yang dimaksud dengan komunikasi adalah setiap

gerak gerik, tatacara, bicara dan segala tindakan yang dilakukan oleh

seseorang. Definisi ini mengandung arti bahwa dalam kepemimpinan

tercermin adanya pendayagunaan pengaruh dan semua aspek hubungan

antar manusia, dan mengandung unsur komunikasi yang akan berpengaruh

terhadap pikiran, tingkah laku dan hasil kerja para pengikut (the follower).

Ketidak mampuan pemimpin dalam komunikasi merupakan kelemahan

yang serius bahkan kegagalan bekerja 70 % diakibatkan karena ketidak

mampuan berkomunikasi seorang pemimpin ( Hanna, 2005; 50).

Dalam instansi rumah sakit, tidak sedikit orang mengira bahwa

kepemimpinan itu hanya bisa terpusat pada direktur rumah sakit saja.

Padahal sebenarnya kepemimpinan harus ada disetiap orang yang

memimpin unit baik pada jalur struktural maupun jalur fungsional, atau

disetiap lini di rumah sakit.

2.1.2 Sifat Kepemimpinan

Pemimpin dapat bersifat formal dan dapat pula bersifat nonformal.

Pemimpin formal diangkat oleh atasannya dengan surat keputusan resmi,

sedangkan pemimpin nonformal diangkat oleh anggota lainnya tanpa surat

keputusan resmi. Seseorang dapat menjadi pemimpin karena memiliki suatu

kelebihan dibandingkan dengan anggota lainnya. Esensi kepemimpinan

seorang pemimpin ialah ia harus mampu tidak saja hanya sekedar memberi

contoh, tetapi yang lebih penting lagi adalah menjadi contoh teladan bagi

bawahannya.
11
PLAGIAT
  MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Tugas seorang pemimpin karyawan di rumah sakit adalah

melaksanakan manajemen rumah sakit, baik sebagai fungsi maupun sebagai

tugas (Husaini ,2006; 253).

2.1.3 Gaya Kepemimpinan

Gaya kepemimpinan ialah norma perilaku oleh seseorang, pada saat

orang itu mempengaruhi perilaku orang lain (Husaini,2006; 253). Selama

bertahun-tahun orang membicarakan gaya kepemimpinan dan mereka

mengidentifikasikan dua gaya kepemimpinan yang ekstrim, yaitu otoriter

dan demokratis.

Dari berbagai pengertian, para peneliti juga mengidentifikasi dua gaya

kepemimpinan, yaitu (1) berorientasi tugas (task oriented) dan (2)

berorientasi bawahan (employee oriented). Gaya yang berorientasi pada

tugas lebih memperhatikan pada penyelesaian tugas dengan pengawasan

yang sangat ketat agar tugas selesai sesuai dengan keinginannya. Hubungan

baik dengan bawahannya diabaikan, yang sangat penting bawahan harus

bekerja keras, produktif, dan tepat waktu. Sebaliknya, gaya kepemimpinan

yang berorientasi pada bawahan cenderung lebih memperhatikan hubungan

yang baik dengan bawahannya, lebih memotivasi karyawannya ketimbang

mengawasi dengan ketat, dan yang lebih penting lagi adalah lebih

merasakan perasaan bawahannya. Kelemahan jika seorang pemimpin

berorientasi pada tugas ialah kurang disenangi bawahannya karena bawahan

dipaksa bekerja keras agar tugas-tugas selesai dengan cepat dan baik.

Sedangkan kelebihan jika seorang pemimpin berorientasi pada tugas ialah


12
PLAGIAT
  MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

pekerjaan dapat diselesaikan tepat waktu. Sebaliknya, kelemahan jika

pemimpin berorientasi bawahan adalah pekerjaan banyak yang tidak selesai

pada waktunya. Kelebihannya adalah pemimpin disenangi oleh sebagian

besar bawahannya. Untuk menjadi pemimpin yang efektif digunakan

keseimbangan gaya kepemimpinan yang berorientasi pada tugas dengan

gaya kepemimpinan yang berorientasi pada bawahan. Gaya kepemimpinan

ini disebut gaya kepemimpinan transaksional.

Ada tiga gaya kepemimpinan yang dikembangkan oleh Lewin, Lippit,

dan White (Abidin, 2009) yaitu:

1. Gaya Kepemimpinan Otokratik

Gaya kepemimpinan otokratik adalah kemampuan

mempengaruhi orang lain agar bersedia bekerjasama untuk mencapai

tujuan yang telah ditentukan dengan cara segala kegiatan yang akan

dilakukan semata-mata diputuskan oleh pimpinan. Pemimpin secara

sepihak menentukan peran serta apa, bagaimana, kapan, dan bilamana

berbagai tugas harus dikerjakan. Yang menonjol dalam gaya ini

adalah pemberian perintah. Pemimpin otokratik adalah seseorang yang

memerintah dan menghendaki kepatuhan. Ia memerintah berdasarkan

kemampuannya untuk memberikan hadiah serta menjatuhkan

hukuman.

Gaya ini kadang-kadang dikatakan kepemimpinan terpusat pada

diri pemimpin atau gaya direktif. Gaya ini ditandai dengan sangat

banyaknya petunjuk yang datangnya dari pemimpin dan sangat


13
PLAGIAT
  MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

terbatasnya bahkan sama sekali tidak adanya peran serta anak buah

dalam perencanaan dan pengambilan keputusan.

Adapun ciri-ciri gaya kepemimpinan otokratik adalah sebagai

berikut:

a) wewenang mutlak terpusat pada pemimpin.

b) keputusan selalu dibuat oleh pemimpin.

c) komunikasi berlangsung satu arah dari pimpinan kepada

bawahan.

d) kebijakan selalu dibuat pemimpin.

e) pengawasan terhadap sikap, tingkah laku, perbuatan atau

kegiatan para bawahannya dilakukan secara ketat.

f) tidak ada kesempatan bagi bawahan untuk memberikan saran

pertimbangan atau pendapat.

g) tugas-tugas bawahan diberikan secara instruktif.

h) lebih banyak kritik dari pada pujian, menuntut prestasi dan

kesetiaan sempurna dari bawahan tanpa syarat, dan cenderung

adanya paksaan, ancaman, dan hukuman.

2. Gaya Kepemimpinan Demokratik

Gaya kepemimpinan demokratik adalah kemampuan

mempengaruhi orang lain agar bersedia bekerja sama untuk mencapai

tujuan yang telah ditetapkan dengan cara berbagai kegiatan yang akan

dilakukan, ditentukan bersama antara pimpinan dan bawahan.


14
PLAGIAT
  MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Gaya ini kadang-kadang disebut juga gaya kepemimpinan yang

terpusat pada anak buah, kepemimpinan dengan kesederajatan,

kepemimpinan konsultatif atau partisipatif. Pemimpin berkonsultasi

dengan anak buah untuk merumuskan tindakan keputusan bersama.

Adapun ciri-ciri gaya kepemimpinan demokratik adalah sebagai

berikut:

a) wewenang pemimpin tidak mutlak.

b) pimpinan bersedia melimpahkan sebagian wewenang kepada

bawahan.

c) keputusan dan kebijakan dibuat bersama antara pimpinan dan

bawahan.

d) komunikasi berlangsung secara timbal balik, baik yang terjadi

antara pimpinan dan bawahan maupun sesama bawahan.

e) pengawasan terhadap sikap, tingkah laku, perbuatan atau

kegiatan para bawahan dilakukan secara wajar.

f) prakarsa dapat datang dari pimpinan maupun bawahan.

g) banyak kesempatan bagi bawahan untuk menyampaikan saran,

pertimbangan atau pendapat.

h) tugas-tugas kepada bawahan diberikan dengan lebih bersifat

permintaan dari pada intruksi.

i) pimpinan memperhatikan dalam bersikap dan bertindak, adanya

saling percaya, dan saling menghormati.


15
PLAGIAT
  MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

3. Gaya Kepemimpinan Laissez-faire

Gaya ini mendorong kemampuan anggota untuk mengambil

inisiatif, serta kurangnya interaksi dan kontrol yang dilakukan oleh

pemimpin, sehingga gaya ini hanya bisa berjalan apabila bawahan

memperlihatkan tingkat kompetensi dan keyakinan akan mengejar

tujuan dan sasaran cukup tinggi. Dalam gaya kepemimpinan ini,

pemimpin sedikit sekali menggunakan kekuasaannya atau sama sekali

membiarkan anak buahnya untuk berbuat sesuka hatinya.

Adapun ciri-ciri gaya kepemimpinan Laissez-faire adalah

sebagai berikut:

a) bawahan diberikan kelonggaran atau fleksibel dalam

melaksanakan tugas-tugas, tetapi dengan hati-hati diberi batasan

serta berbagai prosedur.

b) bawahan yang telah berhasil menyelesaikan tugas-tugasnya

diberikan hadiah atau penghargaan, disamping adanya sanksi-

sanksi bagi mereka yang kurang berhasil, sebagai dorongan.

c) hubungan antara atasan dan bawahan dalam suasana yang baik

secara umum manajer bertindak cukup baik.

d) manajer menyampaikan berbagai peraturan yang berkaitan

dengan tugas-tugas atau perintah , dan sebaliknya para bawahan

diberikan kebebasan untuk memberikan pendapat.


16
PLAGIAT
  MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

2.2 Inovasi

Konsep inovasi mempunyai sejarah yang panjang dan pengertian yang

berbeda-beda, terutama didasarkan pada persaingan antara perusahaan-

perusahaan dan strategi berbeda yang bisa dimanfaatkan untuk bersaing.

Josef Schumpeter sering dianggap sebagai ahli ekonomi pertama yang

memberikan perhatian pada pentingnya suatu inovasi. Pada tahun 1949

Schumpeter menyebutkan bahwa inovasi terdiri dari lima unsur yaitu: (1)

memperkenalkan produk baru atau perubahan kualitatif pada produk yang

sudah ada, (2) memperkenalkan proses baru ke industri,(3) membuka pasar

baru, (4) mengembangkan sumber pasokan baru pada bahan baku atau

masukan lainnya, dan (5) perubahan pasokan pada organisasi industri (Budi

Hermana, 2010).

Dalam kurun waktu lebih dari 50 tahun, konsep inovasi tersebut terus

dikembangkan oleh sejumlah pakar dan institusi. Beberapa pengertian

tersebut dapat dilihat seperti di bawah ini:

a. Inovasi adalah memperkenalkan ide, barang, jasa atau praktek-praktek

baru yang bermanfaat (en.wikipedia.org/wiki/Inovation).

b. Memperkenalkan ide baru ke pasar dalam bentuk barang dan jasa

yang baru atau perbaikan dalam organisasi atau proses

(www.business.gov/phase/lauching/are you ready/glossary.html).

c. Ide, metode atau peralatan baru. Tindakan dalam menciptakan barang

atau proses baru. Tindakan yang mencakup penemuan atau pekerjaan

yang diperlukan untuk membawa ide atau konsep ke dalam bentuk


17
PLAGIAT
  MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

akhir (www.shapetomorrow.com/resources/i.html).

d. Proses merubah pengetahuan dan ide menjadi cara yang lebih baik

dalam menjalankan usaha atau menjadi barang dan jasa yang baru atau

lebih baik, yang dinilai oleh masyarakat. Proses inovasi berkaitan

dengan pengembangan, komersialisasi, dan difusi teknologi

(www.smartstate.glv.gov.au/strategy/strategi05.15/glossary,shtm).

e. Penciptaan, pengembangan, dan implementasi barang, proses, dan jasa

baru dengan tujuan untuk meningkatkan efisiensi, efektifitas atau

keunggulan bersaing. Inovasi mungkin berkenaan dengan produk,

jasa, proses manufaktur, proses managerial atau disain organisasi.

Inovasi sebagian besar dipandang pada tingkat produk atau proses

dimana inovasi produk tersebut memuaskan kebutuhan konsumen dan

inovasi proses meningkatkan efisiensi dan efektifitas

(www.digitalstrategy.govt.nz/templates/Page60.aspx).

Dari beberapa sumber tersebut, terlihat bahwa ada beberapa kemiripan

mendasar dari konsep inovasi, yaitu sesuatu yang baru, baik berupa ide,

barang, proses, atau jasa. Tetapi yang masih menunjukkan berbagai

perbedaan bagaimana cakupan dan cara pengukuran inovasi tersebut.

Pengertian inovasi yang penulis pakai untuk penelitian ini adalah inovasi

perawat rumah sakit, yaitu usaha untuk mengetahui dan mempelajari hal-hal

yang bersifat baru untuk kemajuan perawat, sehingga dapat terciptakan

standar praktik keperawatan (Bondan, 2006).


18
PLAGIAT
  MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Berdasarkan berbagai pengertian dari inovasi, ukuran inovasi dibagi

dalam dua kelompok yaitu ukuran yang berhubungan dengan output dan

input. Ukuran output misalnya (a) produk atau proses baru atau yang

dikembangkan, (b) persentase penjualan dari produk atau proses baru

tersebut, (c) kekayaan intelektual yang dihasilkan (paten, merk, atau disain),

dan (d) kinerja perusahaan. Sedangkan ukuran inovasi yang berkaitan

dengan input adalah (a) investasi di bidang penelitian dan pengembangan,

(b) kekayaan intelektual, (c) biaya akuisisi teknologi baru, (d) biaya

produksi pertama produk baru, (e) asset tak terwujud misalnya goodwill, (f)

biaya pemasaran dan pelatihan untuk produk baru, dan (g) perubahan dalam

organisasi dan metode manajerial (Budi Hermana, 2010).

Martin Rdenakers membagi inovasi ke dalam beberapa tipe yang

mempunyai karakteristik masing-masing (Hendri, 2009), sebagai berikut:

a. Inovasi Produk

Karakteristiknya yaitu produk, jasa, atau kombinasi keduanya yang

baru.

b. Inovasi Proses

Karakteristiknya yaitu metode baru dalam menjalankan kegiatan

bernilai tambah (misalnya distribusi atau produksi) yang lebih baik

atau lebih murah.

c. Inovasi Organisasional

Karakteristiknya yaitu metode baru dalam mengelola,

mengkoordinasi, dan mengawasi pegawai, kegiatan, dan tanggung


19
PLAGIAT
  MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

jawab.

d. Inovasi Bisnis

Karakteristiknya yaitu kombinasi produk, proses, dan sistem

organisasional yang baru (dikenal juga sebagai model bisnis).

Pengertian inovasi akhirnya memang menjadi luas tetapi pada

dasarnya inovasi merupakan suatu proses yang tidak hanya sebatas

menciptakan ide atau pemikiran baru. Ide tersebut harus diimplementasikan

melalui sebuah proses adopsi. Dan adopsi adalah keputusan untuk

menggunakan inovasi secara keseluruhan sebagai cara tindakan yang terbaik

(Roger, Higa et al,1951). Proses adopsi inovasi inilah yang harus mendapat

perhatian utama oleh perusahaan. Proses keputusan inovasi dibagi menjadi 5

tahapan (Roger, Higa et al,1951), yaitu:

Tahap pertama terjadi ketika seseorang menunjukkan perhatian awal

terhadap inovasi. Kadang-kadang setelah itu, individu tersebut membentuk

sikap tertentu terhadap inovasi tersebut, baik menguntungkan atau tidak.

Tahap kedua adalah dengan pengambilan keputusan untuk mengadopsi atau

menolak inovasi. Jika individu telah memutuskan untuk mengadopsi

inovasi, maka individu melangkah ke tahap ketiga yaitu secara aktual

menggunakan inovasi. Setelah menggunakan inovasi, individu melanjutkan

ke tahap keempat, yaitu penguatan dan institusionalisasi keputusan inovasi.

Tahap terakhir dalam proses keputusan inovasi adalah tindak lanjut dari

keputusan inovasi.

Difusi adalah proses dimana suatu inovasi dikomunikasikan melalui


20
PLAGIAT
  MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

saluran tertentu pada periode waktu tertentu diantara anggota sebuah sistem

sosial. Sedangkan inovasi adalah gagasan, praktek atau obyek yang

dianggap baru oleh individu atau satuan adopsi lainnya. Komunikasi adalah

proses dimana anggota membuat dan membagikan informasi kepada

anggota lainnya untuk mencapai pemahaman yang saling menguntungkan.

Menurut Higa et al (1997), sebagai sebuah keputusan, adopsi inovasi

dipengaruhi oleh berbagai faktor, yang secara umum dibagi dua kelompok

yaitu atribut inovasi dan karakteristik organisasi. Model faktor untuk

pengambilan keputusan adopsi inovasi organisasi selengkapnya melalui

bagan berikut:

Bagan Keputusan Adopsi Inovasi Organisasi

Keputusan 
adopsi inovasi 

Gambar 2.1 : Keputusan Adopsi Inovasi (Roger, Higa et al,1951).


21
PLAGIAT
  MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Jadi kalangan manajer harus memahami mengenai atribut inovasi dan

karakteristik organisasinya. Kecocokan inovasi dalam suatu organisasi

merupakan kunci keberhasilan inovasi itu sendiri. Artinya, inovasi bersifat

melekat dalam kegiatan organisasi yang mana mempunyai peranan penting

dalam menciptakan sebuah organisasi.

Dengan demikian karyawan yang inovatif melakukan inovasi untuk

menjual karyanya dan “dirinya” kepada perusahaan, agar dipandang

memiliki nilai lebih dari karyawan lain. Kondisi tersebut akan menimbulkan

keunggulan bersaing di dalam diri karyawan sehingga dia layak untuk

dipertahankan (Eni Munarsih, 2010).

Faktor-faktor yang mempengaruhi inovasi perawat diantaranya adalah

(Persatuan Perawat Nasional Indonesia/PPNI, 1999):

1. Pengatahuan perawat dalam memahami penyakit.

2. Kemampuan perawat dalam melaksanakan tindakan yang cepat dan

tepat terhadap pasien.

3. Ketrampilan perawat memecahkan masalah pasien.

4. Daya tangkap dan kepedulian perawat dalam menghadapi pasien.

5. Kemampuan interpersonal perawat dalam berkomunikasi baik

dengan pasien, dokter, maupun dengan perawat yang lainnya.

6. Kemampuan perawat dalam memecahkan komplikasi.


22
PLAGIAT
  MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

2.3 Lingkungan Kerja

Keberadaan lingkungan kerja suatu organisasi sebagai sistem yang

terbuka (open system) termasuk Departemen Sumber Daya Manusia tidak

lepas dari tantangan faktor lingkungan, baik yang berupa faktor lingkungan

internal maupun faktor lingkungan eksternal organisasi. Faktor lingkungan

internal merupakan faktor-faktor dari dalam organisasi yang mempengaruhi

organisasi dan merupakan faktor yang dapat dikendalikan oleh organisasi

(controllable factors) yang meliputi serikat kerja, sistem informasi, budaya

atau karakter organisasi, dan konflik-konflik internal, sedangkan faktor

lingkungan eksternal merupakan faktor-faktor yang berasal dari luar

organisasi yang mempengaruhi organisasi dan merupakan faktor yang tidak

dapat dikendalikan (uncontrollable factors) yang meliputi lingkungan

demografi, nilai budaya dan norma sosial, teknologi, ekonomi,

pemerintahan, tuntutan profesionalisme, tuntutan dunia internasional, dan

kondisi geografis. Organisasi modern berada pada suatu lingkungan yang

berubah yang penuh dengan tantangan dimana organisasi dan departemen

sumber daya manusia hanya memiliki pengaruh yang kecil terhadap

lingkungan. Tantangan-tantangan dari faktor lingkungan ini mempengaruhi

jalannya organisasi dan mempengaruhi berbagai kebijakan dan praktik

organisasi baik yang bersifat internal maupun eksternal (Agus

Ahyari,1994:127).

Lingkungan kerja di dalam suatu perusahaan tidak hanya meliputi

kondisi kerja karyawan dalam arti fisik seperti penerangan, suhu udara di
23
PLAGIAT
  MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

tempat kerja dan peralatan yang digunakan, namun juga memperhatikan hal-

hal yang berhubungan langsung dengan kebutuhan dan kesejahteraan

karyawan yang dapat mendorong karyawan untuk bekerja lebih baik.

2.3.1 Arti Penting Lingkungan Kerja

Sebagaimana diketahui bahwa semangat kerja karyawan dalam

melaksanakan tugas-tugas dihubungkan antara lain dengan jumlah dan

komposisi dari kompensasi yang diberikan, penempatan yang tepat, latihan,

rasa aman di masa depan, mutasi dan masih banyak lainnya.

Selain faktor-faktor tersebut diatas, masih ada faktor lain yang juga

dapat dihubungkan dengan semangat kerja karyawan, yaitu lingkungan

kerja. Lingkungan kerja dalam suatu perusahaan perlu mendapatkan

perhatian karena mempunyai hubungan langsung dengan para karyawan

yang sedang melakukan proses produksi. Dengan demikian secara tidak

langsung lingkungan kerja berhubungan dengan produk yang diproses

dalam perusahaan yang bersangkutan. Lingkungan kerja yang memuaskan

bagi karyawan dapat meningkatkan semangat kerja karyawan dan

mendorong karyawan perusahaan untuk bekerja dengan sebaik-baiknya

sehingga pelaksanaan proses produksi akan berjalan dengan baik pula dan

sebaliknya.

Bagi para manajer dan departemen sumber daya manusia yang

merespon perubahan lingkungan secara proaktif, perlu untuk memberikan

perhatian dan kepedulian terhadap perubahan lingkungan eksternal antara

lain lingkungan demografi, nilai budaya dan norma sosial, teknologi,


24
PLAGIAT
  MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

ekonomi, pemerintahan, tuntutan dunia internasional dan kondisi geografis,

juga terhadap lingkungan internal yaitu lingkungan organisasional di mana

perusahaan beroperasi. Perusahaan yang peduli terhadap perubahan

lingkungan eksternal akan senantiasa mengadaptasikan bisnis dan strategi

sumber daya manusianya pada kenyataan-kenyataan atau fakta-fakta yang

baru. Bagi perusahaan yang beroperasi pada lingkungan global harus peduli

terhadap tantangan-tantangan internasional agar tetap dapat memberikan

kontribusi yang berarti pada keseluruhan aspek keberhasilan strategi

organisasi (Agus Ahyari, 1994;130).

2.3.2 Aspek Pembentuk Lingkungan Kerja

Lingkungan kerja di dalam perusahaan dibentuk oleh 3 aspek (Agus

Ahyari, 1994;33) yaitu:

1. Pelayanan karyawan

Sikap karyawan dalam perusahaan sedikit banyak mempunyai

hubungan dengan pelayanan karyawan dari perusahaan sehingga

perusahaan harus benar-benar menyiapkan pelayanan yang tepat bagi

para karyawan. Pelayanan karyawan yang diberikan perusahaan

meliputi:

1) Pelayanan makanan

Pelayanan makanan mempunyai hubungan yang cukup

besar bagi produktivitas kerja karyawan. Karena makanan dapat

memberikan energi bagi karyawan dalam bekerja.


25
PLAGIAT
  MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Ada beberapa cara yang dapat ditempuh perusahaan untuk

mengadakan pelayanan makanan ini yaitu dengan menyediakan

cafetaria perusahaan, toko makanan dalam perusahaan, kereta

makanan atau mesin pelayanan otomatis (Agus Ahyari, 1994;

132). Dalam pemilihan beberapa alternatif untuk pelayanan

makanan ini perusahaan harus benar-benar mempertimbangkan

keadaan finansial perusahaan sehingga tidak menjadi beban bagi

perusahaan, perlu diingat juga bahwa pengadaan fasilitas ini

bukan untuk tujuan kemewahan akan tetapi semata-mata untuk

meningkatkan produktivitas perusahaan.

2) Pelayanan kesehatan

Karyawan perusahaan akan selalu produktif apabila dalam

kondisi yang baik. Beberapa fasilitas makanan yang

diselenggarakan oleh perusahaan dimaksudkan untuk

menunjang kesehatan para karyawan sehingga tingkat

produktivitas kerja karyawan juga meningkat. Di samping itu

pelayanan kesehatan yang dilakukan oleh tenaga ahli medis

untuk para karyawan akan menunjang tugas-tugas yang

dikerjakan.

3) Penyediaan kamar mandi dan kamar kecil

Peningkatan semangat kerja karyawan antara lain juga

akan ditunjang oleh adanya fasilitas kamar mandi dan kamar

kecil. Fasilitas kamar mandi dan kamar kecil dapat direncanakan


26
PLAGIAT
  MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

untuk diletakkan di dekat ruang kerja karyawan yang mudah

terjangkau. Kamar mandi harus selalu dijaga kebersihannya.

2. Kondisi kerja

Kondisi kerja adalah kondisi yang dapat dipersiapkan oleh

manajemen perusahaan yang bersangkutan pada pabrik yang didirikan

oleh perusahaan tersebut.

Kondisi kerja yang buruk akan mempunyai hubungan yang

buruk pula bagi karyawan karena karyawan merasa terganggu dalam

pekerjaannya, sehingga tidak dapat mencurahkan perhatian secara

penuh terhadap pekerjaannya. Beberapa hal yang termasuk dalam

kondisi kerja karyawan (Agus Ahyari,1994;142) adalah:

1) Faktor penerangan

Penerangan disini bukanlah terbatas pada penerangan

listrik, tetapi termasuk juga penerangan matahari. Dalam

melaksanakan tugas sering kali karyawan membutuhkan

penerangan yang cukup, apalagi bila pekerjaan yang dilakukan

tersebut menuntut ketelitian.

Dalam mengatur lampu tersebut harus diperhatikan

ketepatannya, sehingga dapat memberikan penerangan yang

cukup tapi tidak menyilaukan. Perusahaan harus selalu ingat

bahwa penerangan yang terlalu besar akan membuat rasa panas

pada karyawan sehingga akan dapat menimbulkan rasa

kegelisahan. Tetapi sebaliknya apabila penerangan kurang maka


27
PLAGIAT
  MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

karyawan akan lekas mengantuk dan kemungkinan pekerjaan

banyak yang keliru.

2) Faktor kebisingan

Suara bising, dapat mengganggu konsentrasi dan

ketenangan karyawan dalam bekerja. Dengan terganggunya

konsentrasi kerja maka pekerjaan yang dilakukan akan banyak

timbul kesalahan ataupun kerusakan. Kebisingan yang terus

menerus akan mengganggu kesehatan karyawan terutama

pendengaran karyawan.

Ada beberapa cara untuk mengurangi suara bising

tersebut, yaitu:

a) Pengendalian sumber suara.

b) Isolasi dari suara.

c) Penggunaan peredam suara.

d) Penggunaan sistem akustik.

e) Pemakaian alat perlindungan suara.

3) Faktor suhu udara

Suhu udara pada ruang kerja karyawan akan ikut

berhubungan dengan produktivitas karyawan, dimana suhu

udara yang terlalu panas atau dingin akan mengakibatkan

turunnya semangat kerja karyawan. Ada beberapa cara yang

dapat dilakukan oleh perusahaan dalam pengaturan suhu udara

dalam ruang kerja yaitu ventilasi yang cukup pada gedung


28
PLAGIAT
  MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

pabrik, pemasangan kipas angin dan air conditioner (AC) yang

bermanfaat ganda yaitu sebagai pengatur suhu udara dalam

ruang kerja dan sekaligus sebagai alat untuk mengurangi

kelembapan udara dalam ruangan kerja.

4) Faktor pewarnaan

Pewarnaan dapat berhubungan dalam diri manusia karena

warna dapat mempengaruhi semangat dan kegairahan kerja para

karyawan. Komposisi warna yang salah akan dapat mengganggu

pemandangan, sehingga dapat menimbulkan rasa tidak atau

kurang menyenangkan bagi mereka yang memandangnya. Rasa

tidak menyenangkan ini dapat mempengaruhi semangat dan

kegairahan kerja para karyawan. Misalnya warna biru yang

dijajarkan dengan warna ungu, salah satunya akan suram.

Meskipun apabila warna-warna tersebut berdiri sendiri akan

tampak baik.

5) Faktor keamanan kerja

Keamanan kerja dapat ditingkatkan dengan berbagai cara,

yaitu: penyediaan fasilitas alat pemadam kebakaran yang cukup

memadai, penyediaan fasilitas tanda bahaya (alarm), penyediaan

tempat parkir kendaraan para karyawan dan tempat penitipan

barang pribadi untuk karyawan, jumlah pintu darurat yang

cukup banyak dalam mengantisipasi bahaya yang terjadi

sewaktu-waktu, lantai ruang kerja yang tidak licin.


29
PLAGIAT
  MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

3. Hubungan karyawan

Hubungan karyawan sangat diperlukan untuk kelangsungan

pekerjaan karyawan. Hubungan dan kerjasama yang baik dapat

mendorong motivasi karyawan untuk bekerja sesuai dengan harapan

perusahaan, sehingga akan meningkatkan semangat kerja karyawan

yang dapat pula berpengaruh dalam peningkatan produktivitas kerja

karyawan.

Adapun hubungan karyawan ini dikelompokkan menjadi 2 (Agus

Ahyari,1994) yaitu:

1) Karyawan sebagai individu

Para karyawan yang bekerja dalam perusahaan juga

mengharapkan adanya penghargaan sebagai manusia.

Manajemen perusahaan yang kurang memberikan perhatian dan

pengarahan terhadap para karyawan akan mengakibatkan

banyaknya karyawan yang mengabaikan produktivitas dan

kualitas kerja. Para karyawan sebagai individu pada umumnya

mempunyai 3 keinginan yang utama, yaitu keinginan ekonomi,

keinginan sosial dan keinginan sosial psikologis.

2) Karyawan sebagai kelompok

Disamping pengarahan yang diberikan oleh manajemen

perusahaan pada karyawan sebagai individual, maka pengarahan

terhadap para karyawan sebagai kelompok juga dilaksanakan

oleh manajemen. Beberapa masalah yang perlu diperhatikan


30
PLAGIAT
  MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

dalam pengarahan karyawan sebagai kelompok adalah sebagai

berikut:

a) Kepemimpinan yang baik

Dengan adanya kepemimpinan yang baik, maka

karyawan dalam bekerja pasti akan merasa senang dan

gairah kerja tinggi, sehingga pekerjaan dapat dilakukan

dengan sebaik-baiknya. Sebaliknya kepemimpinan yang

tidak baik akan mengundang protes dan pemogokan.

b) Informasi yang lancar

Dengan kelancaran informasi baik tentang tugas-

tugas maupun hak-hak yang dapat diperoleh di

perusahaan, para karyawan akan dapat melaksanakan

pekerjaan dengan sebaik-baiknya.

c) Hubungan karyawan yang baik

Hubungan yang baik akan menimbulkan perasaan

aman dalam pelaksanaan tugas dan para karyawan akan

dapat menghindarkan diri dari konflik-konflik yang

mungkin timbul di perusahaan, adanya konflik dapat

menurunkan semangat kerja karyawan.

d) Sistem pengupahan yang mudah dimengerti

Sistem pengupahan yang mudah dimengerti oleh

para karyawan akan mendorong karyawan untuk bekerja


31
PLAGIAT
  MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

dengan lebih baik karena merasa puas dengan upah dan

gaji yang diterimanya.

2.3.3 Model-Model Lingkungan Kerja

Model-model ini dapat dinyatakan sebagai suatu situasi atau suasana

yang diciptakan oleh orang yang menguasai lingkungan tertentu (Ketut

Sukardi, 1993;61).

1. Lingkungan kerja realistis

Lingkungan kerja realistis yaitu lingkungan kerja yang ditandai

dengan tugas-tugas yang konkret, fisik, eksplisit serta memberikan

tantangan bagi karyawan maupun pimpinan atau kecakapan hubungan

antar pribadi, sebab sebagaian besar tugas-tugas dapat diselesaikan

dengan hubungan yang nyata.

2. Lingkungan kerja intelektual

Lingkungan kerja intelektual yaitu lingkungan kerja yang

ditandai dengan tugas-tugas yang memerlukan kemampuan abstrak

dan kreatif tidak tergantung pada pengamatan pribadinya. Untuk

pemecahan masalah yang efektif memerlukan imajinasi, intelegensi

dan kepekaan terhadap permasalahan fisik dan intelektual.

3. Lingkungan kerja sosial

Lingkungan kerja sosial yaitu lingkungan kerja yang ditandai

dengan masalah-masalah yang memerlukan kemampuan menafsirkan

dan mengubah perilaku manusia yang tertarik untuk berkomunikasi

dengan orang lain.


32
PLAGIAT
  MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

4. Lingkungan kerja konvensional

Lingkungan kerja konvensional yaitu lingkungan kerja yang

ditandai dengan tugas-tugas dan masalah-masalah yang memerlukan

proses informasi verbal dan matematis secara rutin, sistematis dan

konflik.

5. Lingkungan kerja usaha

Lingkungan kerja usaha yaitu lingkungan kerja yang ditandai

dengan tugas-tugas yang mengutamakan kemampunan verbal yang

diperlukan untuk mengarahkan atau mempengaruhi orang lain.

6. Lingkungan kerja artistik

Lingkungan kerja artistik yaitu lingkungan kerja yang ditandai

dengan tugas-tugas dan masalah-masalah yang memerlukan

interprestasi atau kreasi dalam bentuk artistik melalui cita rasa,

perasaan dan imajinasi.

2.4 Kerangka Konseptual Penelitian

Berdasarkan pengertian di atas maka kerangka konseptual dari

penelitian ini adalah sebagai berikut :

KEPEMIMPINAN
INOVASI PERAWAT
RUMAH SAKIT
LINGKUNGAN KERJA
REALISTIS

Gambar 2.4 : Kerangka Konseptual Penelitian


33
PLAGIAT
  MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

2.5 Relasi antara Kepemimpinan pada Inovasi Perawat rumah

sakit Panti Rapih

Kepemimpinan merupakan indikator bagi perkembangan perusahaan.

seorang pemimpin harus dapat menjadi motor atau penggerak bagi

karyawan (bawahannya). Kepemimpinan mempunyai kaitan erat dengan

inovasi. Hal tersebut dapat dilihat dari keberhasilan seorang pemimpin

dalam menggerakkan orang lain dalam mencapai tujuan yang telah

ditetapkan, sangat tergantung kepada kewibawaan dan juga pimpinan itu

dalam menciptakan inovasi dalam diri setiap bawahan, kolega maupun

atasan pimpinan itu sendiri.

Oleh karena itu diajukan H1 : Kepemimpinan berpengaruh pada

inovasi perawat rumah sakit Panti Rapih.

2.6 Relasi antara Lingkungan Kerja Realistis pada Inovasi

Perawat rumah sakit Panti Rapih

Lingkungan kerja realistis yaitu lingkungan kerja yang ditandai

dengan tugas-tugas yang konkret, fisik, eksplisit serta memberikan

tantangan bagi karyawan maupun pimpinan atau kecakapan hubungan antar

pribadi, sebab sebagaian besar tugas-tugas dapat diselesaikan dengan

hubungan yang nyata. Sedangkan inovasi karyawan rumah sakit yaitu usaha

untuk mengetahui dan mempelajari hal-hal yang bersifat baru untuk

kemajuan karyawan sehingga dapat terciptakan standar praktik

keperawatan. Tanpa adanya dukungan dari lingkungan kerja maka inovasi


34
PLAGIAT
  MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

tidak akan tercipta secara maksimal, karena salah satu faktor yang

mendorong timbulnya inovasi kerja yaitu adanya lingkungan kerja yang

mendukung.

Oleh karena itu diajukan H1 : Lingkungan Kerja Realistis berpengaruh

pada inovasi perawat rumah sakit Panti Rapih.


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB III

METODE PENELITIAN

3.1 Jenis Penelitian

Penelitian yang akan dilakukan penulis merupakan penelitian

kuantitatif. Semua hasil temuan dalam penelitian akan didapatkan dan

disimpulkan berdasarkan hasil perhitungan yang akan dilakukan. Penelitian

kuantitatif adalah penelitian yang digunakan untuk menarik kesimpulan dari

data hasil penelitian dengan menggunakan perhitungan dan rumus statistik

(Prasetyo, 2005; 133).

3.2 Tempat dan Waktu Penelitian

3.2.1 Penelitian dilakukan di Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta Jalan

Cik Ditiro 30 Yogyakarta 55223.

3.2.2 Penelitian dilakukan pada bulan Desember 2010 – Januari 2011.

3.3 Populasi, Sampel, dan Teknik Penarikan Sampel

Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek atau

subyek yang mempunyai kualitas dan kerakteristik tertentu yang ditetapkan

oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya

(Sugiyono, 2002; 124). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perawat

rumah sakit yang berjumlah 640 orang perawat.

35

 
36
PLAGIAT
  MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Metode penentuan sampel yang digunakan adalah systematic random

sampling atau teknik acak berlapis. Tahap yang dilakukan untuk menarik

sampel ini adalah dengan menyusun kerangka sampel dalam kelompok

secara sistematis. Sampel yang akan diteliti sebanyak 80 responden. Cara

pengambilan data dilakukan dengan membagikan kuesioner kepada

responden.

3.4 Jenis Data

Dalam pengumpulan informasi dan data yang dibutuhkan dalam

penulisan ini, yaitu dengan data primer. Data primer adalah data yang

diperoleh dari objek penelitian yang belum diolah dengan metode kuisioner

tentang kepemimpinan, lingkungan kerja realistis serta inovasi perawat

rumah sakit (Prasetyo, 2005).

3.5 Definisi Operasional Variabel

3.5.1 Identifikasi Variabel

Variabel yaitu sesuatu yang bervariasi pada beberapa subyek, baik

barang, orang, atau kasus. Nilai dapat berbeda pada waktu yang

berbeda untuk objek atau orang yang sama atau nilai dapat berbeda

dalam waktu yang sama untuk objek atau orang yang berbeda

(Indriantoro, 2002). Dalam penelitian ini, ada beberapa variabel yang

akan diteliti yaitu:

 
37
PLAGIAT
  MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

3.5.1.1 Variabel Independen merupakan variabel yang

mempengaruhi atau menjadi penyebab berubah atau timbulnya

variabel dependen (terikat). Dalam penelitian ini, variabel

bebasnya adalah Lingkungan kerja realistis dan Kepemimpinan

yang merupakan variabel X.

3.5.1.2 Variabel Dependen adalah variabel yang dipengaruhi atau

yang menjadi akibat dari variabel independen. Yang termasuk

variabel dependen atau variabel terikat dalam penelitian ini

adalah Inovasi perawat yang merupakan variabel Y.

3.5.2 Definisi Konseptual dan Operasional

3.5.2.1 Kepemimpinan

Kepemimpinan adalah suatu upaya yang dilakukan

seseorang dalam hubungan antar manusia untuk mempengaruhi

(influence) orang lain dan diarahkan melalui proses komunikasi

dengan maksud mencapai tujuan bersama. Tugas seorang

pemimpin karyawan di rumah sakit adalah melaksanakan

manajemen rumah sakit, baik sebagai fungsi maupun sebagai

tugas (Husaini ,2006; 253). Ada tiga macam gaya

kepemimpinan (Abidin, 2009) yaitu: gaya kepemimpinan

otokratik, gaya kepemimpinan demokratik, gaya kepemimpinan

laissez-faire.

 
38
PLAGIAT
  MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

3.5.2.2 Lingkungan kerja realistis

Lingkungan kerja realistis yaitu lingkungan kerja yang

ditandai dengan tugas-tugas yang konkret, fisik, eksplisit serta

memberikan tantangan bagi karyawan maupun pimpinan atau

kecakapan hubungan antar pribadi, sebab sebagian besar tugas-

tugas dapat diselesaikan dengan hubungan yang nyata (Ketut

Sukardi,1993; 61).

3.5.2.3 Inovasi perawat.

Inovasi perawat yaitu usaha untuk mengetahui dan

mempelajari hal-hal yang bersifat baru untuk kemajuan

karyawan sehingga dapat terciptakan standar praktik

keperawatan (Bondan, 2006).

3.5.3 Operasionalisasi

3.5.3.1 Kepemimpinan akan dioperasionalkan sebagai berikut:

1) Pemimpin mendorong karyawan untuk lebih kreatif dan pro

aktif.

2) Apabila terjadi masalah dalam pekerjaan, pemimpin selalu

memberikan kesempatan kepada karyawan untuk

mengambil keputusan jalan keluar.

3) Pemimpin hampir tidak pernah mengubah-ubah perintah

yang telah disampaikan.

4) Pemimpin menegur apabila karyawan tidak mematuhi

aturan.

 
39
PLAGIAT
  MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

5) Pemimpin selalu memberikan pujian atas pekerjaan yang

telah dikerjakan dengan baik.

6) Pemimpin menentukan dengan jelas hal-hal apa saja yang

harus dikerjakan.

3.5.3.2 Lingkungan kerja realistis akan dioperasionalkan sebagai

berikut:

1) Menyelesaikan pekerjaan sebelum batas waktu yang telah

ditentukan.

2) Menyukai tantangan dan tanggung jawab.

3) Merasa nyaman dengan sistem infrastruktur yang

diterapkan dalam perusahaan.

4) Didorong untuk menyelesaikan pekerjaan dengan cara yang

lebih baik.

5) Didorong untuk selalu mempelajari hal-hal yang baru

sesuai dengan pekerjaan.

6) Tetap bekerja walaupun tanpa adanya pengawasan.

3.5.3.3 Inovasi perawat, akan dioperasionalkan sebagai berikut:

1) Berusaha mencari perspektif atau pandangan yang baru

tentang perkembangan teknologi yang berguna untuk

kemajuan perusahaan.

2) Berusaha mencari ide yang baru yang berkaitan dengan

pelayanan demi perkembangan perusahaan.

 
40
PLAGIAT
  MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

3) Berusaha mencari cara untuk dapat meningkatkan kualitas

bekerja di perusahaan.

4) Berusaha meng up-date pengetahuan atau perkembangan

yang baru untuk kemajuan perusahaan.

5) Berusaha bersikap kritis dan proaktif terhadap teknologi

yang akan menjadi bagian dalam tugasnya.

3.6 Skala Pengukuran

Dalam penelitian ini, data diukur dari persepsi responden atas

pertanyaan yang diajukan. Untuk menentukan nilai atas persepsi responden

dibentuk sebuah kuesioner. Angket atau kuesioner merupakan metode

pengumpulan data dengan mengajukan pernyataan-pernyataan secara

tertulis kepada subyek penelitian dengan maksud untuk memperoleh data

tentang pengaruh kepemimpinan dan lingkungan kerja realistis. Skala likert

ini meminta responden menunjukkan tingkat persetujuan atau

ketidaksetujuannya terhadap serangkaian pernyataan tentang suatu objek.

Bobot nilai yang diberikan untuk setiap jawaban pernyataan:

a. Sangat Setuju Skor 5

b. Setuju Skor 4

c. Netral Skor 3

d. Tidak Setuju Skor 2

e. Sangat Tidak Setuju Skor 1

 
41
PLAGIAT
  MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Untuk mendapatkan skor dari setiap responden, setiap pertanyaan

mempunyai 5 (lima) alternatif jawaban berurutan dan berjenjang dari

jawaban dengan kategori baik hingga buruk.

1. Pertanyaan tentang kepemimpinan ada 6 (enam) item.

a) Sangat setuju (SS) = 5 x 6 item = 30

b) Setuju (S) = 4 x 6 item = 24

c) Netral (N) = 3 x 6 item = 18

d) Tidak setuju (TS) = 2 x 6 item = 12

e) Sangat tidak setuju (STS) = 1 x 6 item = 6

Dengan demikian nilai terendah dalam kuesioner pernyataan

tentang kepemimpinan adalah 6 dan nilai tertinggi adalah 30. Maka

dicari interval dari kepemimpinan tersebut dengan rumus Sturges

(Andika, 2005;34).

Keterangan:

: interval kelas

Range : selisih batas atas dan bawah

k : banyaknya kelas

Interval kelasnya: = = =8

Dengan demikian skala kepemimpinan sebagai berikut:

Skor 6 -13 adalah gaya kepemimpinan Otokratik

Skor 14-21 adalah gaya kepemimpinan Demokratik

 
42
PLAGIAT
  MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Skor 22-30 adalah gaya kepemimpinan Laissez Faire

2. Pertanyaan tentang lingkungan kerja realistis ada 6 (enam) item.

a) Sangat setuju (SS) = 5 x 6 item = 30

b) Setuju (S) = 4 x 6 item = 24

c) Netral (N) = 3 x 6 item = 18

d) Tidak setuju (TS) = 2 x 6 item = 12

e) Sangat tidak setuju (STS) = 1 x 6 item = 6

Dengan demikian nilai terendah dalam kuesioner pernyataan

tentang lingkungan kerja realistis adalah 6 dan nilai tertinggi adalah

30.

Interval kelasnya: = = =8

Dengan demikian skala lingkungan kerja realistis sebagai

berikut:

Skor 6 -13 adalah lingkungan kerja kurang realistis

Skor 14-21 adalah lingkungan kerja cukup realistis

Skor 22-30 adalah lingkungan kerja sangat realistis

3. Pertanyaan tentang inovasi ada 5 (lima) item.

a) Sangat setuju (SS) = 5 x 5 item = 25

b) Setuju (S) = 4 x 5 item = 20

c) Netral (N) = 3 x 5 item = 15

d) Tidak setuju (TS) = 2 x 5 item = 10

e) Sangat tidak setuju (STS) = 1 x 5 item = 5

 
43
PLAGIAT
  MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Dengan demikian nilai terendah dalam kuesioner pernyataan

tentang inovasi adalah 5 dan nilai tertinggi adalah 25.

Interval kelasnya: = = = 6,6

Dengan demikian skala inovasi sebagai berikut:

Skor 5 -11,6 adalah inovasi perawat rendah

Skor 11,7-18,3 adalah inovasi perawat sedang

Skor 18,4-25 adalah inovasi perawat tinggi

3.7 Teknik Pengujian Instrumen

Hal pertama-tama sebelum melakukan analisis data yang diperoleh,

kuisioner yang telah dibagi akan dilakukan tes validitas dan realiabilitas

dahulu.

3.7.1 Uji Validitas

Uji Validitas menunjukkan sejauh mana ketepatan dan

kecermatan suatu alat ukur dapat mengukur suatu konstruk. Faktor

analisis dipergunakan dalam pengujian validitas karena alat analisis

ini merupakan salah satu metode statistik multifariat yang bertujuan

untuk meringkas atau mengurangi data (variabel) yang akan

diperlukan dalam analisis. Faktor analisis dapat digunakan untuk

menentukan pola hubungan yang mendasari sejumlah variabel dan

menentukan apakah informasi dapat diringkas dalam sejumlah faktor

yang lebih kecil. Item kuesioner dapat dikatakan valid sebagai

instrumen penelitian apabila menghasilkan Kaiser Meyer-Olkin

Measure of Sampling Adequacy (KMO) lebih dari 0,5 dan loading

 
44
PLAGIAT
  MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

factor (component matrix) lebih dari 0,4 (Ghozali, 2007; 47).

Rumusnya uji KMO yaitu:

∑∑r ≠j
2
ij

KMO=
i

∑∑r +∑∑a
i ≠j
2
ij
i ≠j
2
ij ; i = 1,2,…,p ; j = 1,2,…,p

Dimana: rij = Koefisisen korelasi sederhana antara variabel i dan j

aij = Koefisien korelasi parsial antara variabel i dan j

i = Variabel Kepemimpinan

j = Variabel Lingkungan kerja realistis

Penilaian uji KMO dari matrik antar peubah adalah sebagai berikut:

a. 0,9 < KMO ≤ 1,00 → data sangat baik untuk analisis faktor

b. 0,8 < KMO ≤ 0,9 → data baik untuk analisis faktor

c. 0,7 < KMO ≤ 0,8 → data agak baik untuk analisis faktor

d. 0,6 < KMO ≤ 0,7 → data lebih dari cukup untuk analisis faktor

e. 0,5 < KMO ≤ 0,6 → data cukup untuk analisis faktor

f. KMO ≤ 0,5 → data tidak layak untuk analisis faktor

3.7.2 Uji Realiabilitas

Uji realibilitas digunakan untuk mengetahui apakah instrumen

yang digunakan mempunyai realibilitas yang baik atau tidak.

Realibilitas adalah istilah yang dipakai untuk menunjukkan sejauh

mana pengukuran relatif konsisten apabila pengukurannya diulang dua

kali atau lebih instrumen. Instrumen dikatakan mempunyai realibilitas

 
45
PLAGIAT
  MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

apabila instrumen itu cukup dapat dipercaya untuk digunakan sebagai

alat pengumpul data (Ghozali, 2007; 47). Untuk menguji realibilitas

dalam penelitian ini digunakan rumus Alpha Cronbach. Butir tes

mempunyai realibilitas baik, jika nilai Alpha Cronbach lebih besar

dari 0,6. Rumusnya yaitu:

Keterangan:

: Reliabilitas instrumen / koefisien Alpha Cronbach

M : Banyaknya butir pertanyaan atau banyaknya soal

: Variansi butir

: Variansi total

3.7.3 Uji Asumsi Klasik

3.7.3.1 Uji Asumsi Klasik Normalitas

Uji normalitas, di mana akan menguji data variabel bebas

(X) dan data variabel terikat (Y) pada persamaan regresi yang

dihasilkan. Berdistribusi normal atau berdistribusi tidak normal.

Uji normalitas yang digunakan dalam penelitian ini

dengan cara Grafik Histogram dan Normal Probability Plots.

Cara grafik histogram dalam menentukan suatu data

berdistribusi normal atau tidak, cukup membandingkan antara

data riil atau nyata degan garis kurva yang terbentuk, apakah

mendekati normal atau memang normal sama sekali. Jika data

 
46
PLAGIAT
  MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

riil membentuk garis kurva cenderung tidak simetri terhadap

mean (U), maka dapat dikatakan data berdistribusi tidak normal

dan sebaliknya. Cara grafik histogram lebih sesuai untuk data

yang relatif banyak, dan tidak cocok untuk banyak data yang

sedikit, karena interpretasinya dapat menyesatkan.

Cara normal probability plot lebih handal daripada cara

grafik histogram, karena cara ini membandingkan data riil

dengan data distribusi normal (otomatis oleh komputer) secara

kumulatif. Suatu data dikatakan berdistribusi normal jika garis

data riil mengikuti garis diagonal (Sunyoto, 2007 : 95).

3.7.3.2 Uji Asumsi Klasik Heteroskedastisitas

Dalam persamaan regresi berganda perlu juga diuji

mengenai satu sama atau tidak varians dari residual observasi

yang satu dengan observasi yang lain. Jika residualnya

mempunyai varians yang sama disebut homoskedastisitas dan

jika variansnya tidak sama disebut terjadi heteroskedastisitas.

Analisis uji asumsi heteroskedastisitas hasil output SPSS

melalui grafik scatterplot antara Z prediction (ZPRED) yang

merupakan variabel bebas (sumbu X = Y hasil prediksi) dan

nilai residualnya (SRESID) merupakan variabel terikat (sumbu

Y = Y prediksi – Y riil).

Homoskedastisitas terjadi jika pada scatterplot titik-titik

hasil pengolahan data antara ZPRED dan SRESID menyebar di

 
47
PLAGIAT
  MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

bawah maupun di atas titik origin (angka 0) pada sumbu Y dan

tidak mempunyai pola yang teratur.

Heteroskedastisitas terjadi jika pada scatterplot titik-

titiknya mempunyai pola yang teratur baik menyempit, melebar

maupun bergelombang-gelombang (Sunyoto, 2007 : 93).

3.7.3.2 Uji Asumsi Klasik Multikolinieritas

Uji multikolinieritas dimaksudkan untuk menguji apakah

model regresi ditemukan adanya korelasi antara variabel

bebas/independen (Ghozali,2007:91). Multikolinieritas dapat

dilihat dari (1) nilai tolerance dan lawannya, dan (2) variance

inflation factor (VIF). Kedua ukuran ini menunjukkan setiap

variabel independen yang dijelaskan oleh variabel independen

lainnya. Dalam pengertian sederhana setiap variabel independen

menjadi variabel dependen dan diregres terhadap variabel

independen lainnya. Tolerance mengukur variabilitas variabel

independen yang terpilih tidak dijelaskan oleh variabel

independen lainnya. Jadi nilai tolerance yang rendah sama

dengan nilai VIF tinggi (karena VIF = 1/ tolerance). Nilai cutoff

yang umum dipakai untuk menunjukkan adanya

multikolinieritas adalah nilai tolerance < 0,10 atau sama dengan

nilai VIF > 10. Setiap peneliti harus menentukan tingkat

kolinieritas yang masih dapat ditolerir. Sebagai nilai tolerance

=0,10 sama dengan tingkat kolinieritas 0,95.

 
48
PLAGIAT
  MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

3.8 Hipotesis

Hipotesis adalah jawaban yang bersifat sementara terhadap masalah

penelitian yang kebenarannya masih lemah, sehingga harus diuji secara

empiris (Iqbal, 2002: 50). Menurut Sugiono (2008 :93), hipotesis

merupakan jawaban terhadap rumusan masalah penelitian.

Dari berbagai definisi diatas, maka dapat disimpulkan bahwa hipotesis

adalah jawaban yang bersifat sementara terhadap rumusan masalah yang

dapat diuji kebenarannya secara empiris.

Untuk mempermudah penulis dalam melaksanakan penelitian, penulis

mencoba membuat rumusan hipotesis sebagai berikut:

Hipotesis 1:

Ho : Kepemimpinan tidak berpengaruh pada inovasi perawat rumah

sakit Panti Rapih.

Ha :Kepemimpinan berpengaruh pada inovasi perawat rumah sakit

Panti Rapih.

Hipotesis 2:

Ho : Lingkungan kerja realistis tidak berpengaruh pada inovasi

perawat rumah sakit Panti Rapih.

Ha :Lingkungan kerja realistis berpengaruh pada inovasi perawat

rumah sakit Panti Rapih.

 
49
PLAGIAT
  MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

3.9 Teknik Analisis Data

Adapun tahap-tahap dalam analisis data diuraikan sebagai berikut:

3.9.1 Dalam menghitung pengaruh kepemimpinan dan lingkungan kerja

realistis terhadap inovasi perawat rumah sakit dapat menggunakan alat

analisis regresi linier berganda. Secara matematis sebagai berikut:

Y = a + bX1 + bX2 + e

Dimana:

: Variabel dependen (inovasi perawat)

: Variabel independen (kepemimpinan)

: Variabel independen (lingkungan kerja realistis)

a : konstanta

b : koefisien regresi

e : error of prediction

3.9.2 Setelah persamaan regresi linier berganda diketahui maka tahap

selanjutnya adalah menguji signifikansi koefisien regresi untuk

mengetahui pengaruh variabel-variabel dalam persamaan tersebut.

Berkenaan dengan hal tersebut akan diuji koefisien b dengan

menggunakan t-test.

Dimana :

bk adalah koefisien regresi ke-k

Sbk adalah simpangan baku koefisien b yang ke-k

 
50
PLAGIAT
  MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Hipotesis 1

Bila Ho ditolak maka Ha diterima, yaitu Kepemimpinan berpengaruh

pada inovasi perawat rumah sakit Panti Rapih.

Bila Ho diterima maka Ha ditolak, yaitu Kepemimpinan tidak

berpengaruh pada inovasi perawat rumah sakit Panti Rapih.

Hipotesis 2

Bila Ho ditolak maka Ha diterima, yaitu Lingkungan Kerja realistis

berpengaruh pada inovasi perawat rumah sakit Panti Rapih.

Bila Ho diterima maka Ha ditolak, yaitu Lingkungan Kerja realistis

tidak berpengaruh pada inovasi perawat rumah sakit Panti Rapih.

 
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB 4

GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

Dalam bab ini penulis akan memaparkan mengenai gambaran umum

perusahaan. Gambaran umum perusahaan dalam penelitian ini akan

menggambarkan mengenai Sejarah rumah sakit Panti Rapih, Visi Misi dan Nilai,

Motto Logo dan Artinya, Tujuan Pelayanan rumah sakit, Kebijakan Mutu,

Falsafah Pelayanan Kesehatan, Layanan, Personalia dan Struktur Organisasi.

4.1 Sejarah Rumah Sakit Panti Rapih

Sejarah berdirinya Rumah Sakit Panti Rapih, di Jalan Cik Di Tiro 30

Yogyakarta, tidak terlepas dari sejarah perkembangan gereja Katolik di

Yogyakarta. Pada tahun 1914 warta gembira Kerajaan Allah mulai dikenal

oleh warga Yogyakarta dengan dimulainya pelajaran agama Katolik di

rumah R.P. Himawidjaja (ayah Mgr. A. Djajasepoetro, SJ). Para misionaris

bersama murid-murid dari Xaverius College Muntilan dengan semangat

merasulnya yang tinggi mampu membuat Yogyakarta sebagai daerah yang

menarik untuk dikembangkan. Tahun 1917 berdirilah Standaart-School

sebagai lembaga pendidikan Katolik pertama di Yogyakarta. Seiring

perjalanan waktu, lembaga pendidikan Katolik di Yogyakarta semakin

berkembang.

Dari perkembangan yang menggembirakan tersebut, para misionaris

berkeinginan mengembangkan karyanya bagi masyarakat pribumi dengan

51
52
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

membangun rumah sakit. Untuk merealisasikan tujuan tersebut, maka

pengurus Gereja Yogyakarta menjalin hubungan dengan para Suster

Fransiskanes agar bersedia mengelola rumah sakit. Namun karena pilihan

para Suster Fransiskanes untuk berkonsentrasi di bidang pendidikan maka

tawaran tersebut terpaksa ditolak. Tahun 1921 pengurus Gereja Yogyakarta

memutuskan untuk meminta bantuan kepada Suster-suster Carolus

Borromeus yang berpusat di Maastricht Belanda untuk mengelola rumah

sakit. Keputusan ini kemungkinan besar karena keberadaan Ir. Julius Robert

Anton Marie Schmutzer seorang tokoh awam dan administratur

onderneming Gondang Lipoero Ganjuran Bantul yang memiliki hubungan

erat dengan Kongregasi Suster CB karena istrinya, Ny. C.T.M. Schmutzer,

murid sekolah perawat yang dikelola Suster CB di Belanda.

Titik awal berdirinya Rumah Sakit Panti Rapih adalah dibentuknya

yayasan "Onder de Bogen" atau dalam bahasa Belanda Onder de Bogen

Stichting oleh pengurus Gereja Yogyakarta pada tanggal 22 Februari 1927.

Tanda pembangunan fisik rumah sakit dimulai dengan peletakan batu

pertama oleh Ny. C.T.M. Schmutzer van Rijckevorsel tanggal 14 September

1928.

Pada bulan Januari 1929, tibalah lima orang Suster Cinta Kasih St.

Carolus Borromeus dari Belanda. Mereka adalah Moeder Gaudentia Brand,

Sr. Yudith de Laat, Sr. Ignatia Lemmens, Sr. Simonia, dan Sr. Ludolpha de

Groot.
53
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Pembangunan rumah sakit akhirnya dapat diselesaikan pada

pertengahan Agustus 1929 dan pada tanggal 24 Agustus 1929 Mgr. A.P.F

van Velse, SJ berkenan memberkati bangunan tersebut. Tanggal 14

September 1929 secara resmi rumah sakit dibuka oleh Sri Sultan Hamengku

Buwono VIII dengan nama Rumah Sakit "Onder de Bogen". Beberapa

tahun kemudian Sri Sultan Hamengku Buwono VIII berkenan

menghadiahkan sebuah mobil ambulance sebagai penghargaan atas

pelayanan bagi masyarakat pribumi.

Para suster melayani dan merawat orang sakit, meringankan

penderitaan sesama sesuai dengan ajaran Injil tanpa memandang agama dan

bangsa. Sedikit demi sedikit penderita datang dan semakin lama semakin

bertambah dan meningkat jumlahnya. Diantara penderita tersebut sebagian

besar adalah pejabat Belanda dan kerabat Kraton.

Sementara itu rakyat yang miskin dan lemah belum bisa menikmati

pelayanan rumah sakit, maka para suster menjadi prihatin dan merasa tidak

puas akan hal ini sehingga mereka datang mengabdi di Bumi Nusantara ini.

Oleh karena itu Pimpinan Umum Suster-suster CB di Maastricht mendesak

Pengurus Yayasan Onder de Bogen untuk menyediakan fasilitas guna

melayani rakyat kecil yang miskin dan lemah. Namun apa daya, Yayasan

Onder de Bogen belum mempunyai dana yang cukup untuk itu. Melalui

uluran tangan Kongregasi Bruder FIC, yang berkenan membantu

membangunkan bangsal khusus untuk orang yang miskin dan lemah.


54
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Hari berganti hari, jumlah penderita yang datang semakin meningkat.

Fasilitas pun harus ditambah dan dikembangkan untuk mengimbangi

kebutuhan pelayanan.

Pada tahun 1942 datanglah bangsa Jepang untuk menjajah Indonesia

tercinta ini. Dalam waktu singkat, penderitaan besar segera melanda seluruh

penjuru Indonesia. Rumah Sakit Onder de Bogen tidak terhindar pula dari

penderitaan ini. Pengelolaan rumah sakit menjadi kacau balau. Keadaan

keuangan rumah sakit benar-benar menyedihkan: biaya rutin saja harus

ditutup dengan segala susah payah. Sementara itu para Suster Belanda

diinternir dan dimasukkan kamp tahanan Jepang. Dan saat itu yang paling

pedih pun datang; rumah sakit Onder de Bogen diambil alih menjadi rumah

sakit pemerintah Jepang. Dr. Sentral selaku Direktur Rumah Sakit,

dipindahkan ke Rumah Sakit Bethesda, yang juga diambil alih pemerintah

Jepang. Pimpinan rumah sakit diserahkan kepada Sr. Sponsari, dan Moeder

Yvonne diangkat sebagai Pembesar Umum Suster CB di Indonesia.

Keadaan rumah sakit menjadi semakin parah.

Pemerintah Jepang juga menghendaki agar segala sesuatu termasuk

bahasa, yang berbau Belanda tidak digunakan di seluruh muka bumi

Indonesia. Tidak luput pula nama rumah sakit ini harus diganti nama

pribumi. Mgr. Alb. Soegijopranoto, SJ, Bapa Uskup pada Keuskupan

Semarang berkenan memberikan nama baru "Rumah Sakit Panti Rapih",

yang berarti Rumah Penyembuhan.


55
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Sesudah masa pendudukan Jepang, berkibarlah dengan megahnya

Sang Dwi Warna, Merah Putih, dan para Suster CB dapat kembali lagi ke

Rumah Sakit Panti Rapih. Dengan semangat cinta kasih, mereka merawat

para pejuang kemerdekaan bangsa Indonesia, diantaranya Panglima Besar

Angkatan Perang Republik Indonesia, Jenderal Sudirman. Ketika Sr.

Benvunito -- seorang Suster CB yang merawat Jenderal Sudirman --

memperingati genap dua puluh lima tahun membiara, Panglima Besar

Jenderal Sudirman berkenan merangkai sebuah sajak indah dan ditulis

tangan dengan hiasan yang cantik khusus untuk Suster Benvunito dan

Rumah Sakit Panti Rapih. Sajak yang berjudul RUMAH NAN BAHAGIA

tersebut saat ini masih tersimpan dengan baik.

Sesudah kedaulatan Indonesia diakui oleh dunia Internasional, maka

Rumah Sakit Panti Rapih juga semakin dikenal dan mendapat kepercayaan

dari masyarakat. Semakin banyak pula penderita yang datang dan dirawat di

Rumah Sakit Panti Rapih. Untuk mengimbangi hal ini, para pengurus

Yayasan dan para Suster merencanakan untuk memperluas bangunan dan

menambah fasilitas yang ternyata membutuhkan dana dan pembiayaan yang

tidak sedikit.

Para Suster CB bersama Pengurus Yayasan berusaha keras sekuat

tenaga untuk mendapatkan dana bantuan, baik dari Pemerintah maupun dari

umat Katolik. Sekedar untuk menambah dana, para Suster membuat

lukisan-lukisan dan pekerjaan tangan lainnya untuk dijual. (Atas jasa dan

jerih payah Marcus Mangoentijoso, yang menjabat sebagai Pengurus


56
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Yayasan pada waktu itu, diperoleh bantuan yang cukup besar dari

Pemerintah Republik Indonesia melalui Yayasan Dana Bantuan, yang dapat

dimanfaatkan untuk membangun bangsal Albertus, bangsal Yacinta dan

Poliklinik Umum.)

Tahap demi tahap, sesuai dengan datangnya dana bantuan Rumah

Sakit Panti Rapih melengkapi dirinya dengan fasilitas-fasilitas yang

sebaiknya dimiliki sebuah rumah sakit, baik peralatan medis, peralatan unit

penunjang, maupun bangunan-bangunan bangsal baru dan poliklinik.

Untuk dapat lebih memperpanjang daya jangkau pelayanan kepada

masyarakat kecil, khususnya warga pedesaan, Rumah Sakit Panti Rapih

Yogyakarta membuka cabang berupa Rumah Bersalin dan Balai Pengobatan

di daerah Pakem dan di daerah Kalasan. Khusus untuk warga masyarakat

yang lemah dan miskin benar-benar membutuhkan pelayanan rumah sakit,

dibukalah bangsal PUSPITA yang merupakan singkatan dari "Pusat

Spiritualitas".

4.2 VISI, MISI, & NILAI

4.2.1 VISI

Rumah Sakit Panti Rapih sebagai rumah sakit rujukan yang

memandang pasien sebagai sumber inspirasi dan motivasi kerja dengan

memberikan pelayanan kepada siapa saja secara profesional dan penuh

kasih dalam suasana syukur kepada Tuhan.


57
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

RS Rujukan. Sebagai rumah sakit yang mampu menerima rujukan

dari rumah sakit lain disekitarnya, terutama bagi layanan subspesialistik

yang tersedia. Selain itu RS Panti Rapih juga memberikan bimbingan baik

medik, keperawatan maupun non medik kepada rumah sakit lain yang

membutuhkan.

Pasien sebagai Pusat Inspirasi dan Motivasi. Semangat melayani kepada

pasien selalu berkembang dengan memperhatikan perkembangan kebutuhan

pasien dalam semua aspek layanan, supaya dapat memberikan kepuasan

yangmaksimal.

Penuh Kasih. Semua orang adalah umat Allah yang kudus, yang harus

dihargai, dihormati, dan dibela hak hidupnya secara bersungguh-sungguh.

Layanan diberikan dengan sentuhan yang manusiawi, adil dan tanpa

membeda-bedakan pangkat / jabatan, asal usul, ras, suku dan golongan dan

agama, dan sekaligus juga adanya berbagai status sosial.

Syukur. Setiap orang, baik karyawan maupun pasien merasakan layanan

yang ikhlas, jujur dan penuh kasih, dan mampu merasakan pengayoman

Tuhan sebagai pemberi hidup yang memelihara setiap orang dengan kasih

yang tak terbatas, adil dan tidak membedakan.

4.2.2 MISI

1. RS Panti Rapih menyelenggarakan pelayanan kesehatan

menyeluruh secara ramah, adil, profesional, ikhlas dan hormat

dalam naungan iman Katolik yang gigih membela hak hidup

insani dan berpihak kepada yang berkekurangan


58
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

2. RS Panti Rapih memandang karyawan sebagai mitra karya

dengan meberdayakan mereka untuk mendukung kualitas kerja

demi kepuasan pasien dan keluarga, dan dengan mewajibkan

diri menyelenggarakan kesejahteraan karyawan secara terbuka,

proporsional adil dan merata sesuai dengan perkembangan dan

kemampuan

A. Pelayanan kesehatan menyeluruh. Dengan

memperhatikan aspek fisik, mentak, sosial, spiritual dan

intelektual.

B. Secara ramah. Ringan menyapa, tulus tersenyum, peka

pada harapan/kebutuhan yang dilayani.

C. Secara adil. Memberikan layanan kesehatan dan sikap

melayani yang sama tanpa memandang strata sosial,

pangkat/jabatan, kaya_miskin, asal_usul, dan perbedaan

lain.

D. Secara profesional. Layanan diberikan sesuai standar

yang sudah ditetapkan.

E. Ikhlas. Kepada siapapun, memperoleh seberapapun, tidak

menjadi halangan untuk terus melayani dan membela

kehidupan pasien sampai Tuhan sendiri mengambil

keputusan.

F. Hormat. Siapapun dia, RS Panti Rapih memberikan

layanan dengan menghargai hak hidup setiap orang dan


59
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

memandang setiap individu sebagai ciptaan Tuhan yang

harus dihargai oleh karena Roh Allah sendiri ada dalam

diri setiap individu itu.

4.2.3 NILAI

1. Ramah

Keterbukaan "menyambut" kepada siapa saja baik yang dikenal

maupun belum dikenal. Bersikap : senyum, sapa, sambut, sopan.

2. Adil

Keterbukaan dan jujur baik terhadap diri sendiri, teman, pasien,

dan keluarganya dengan penuh tanggungjawab.

3. Profesional

Memberikan layanan sesuai standar secara optimal sesuai

dengan tersedianya sumber-sumber yang ada.

4. Ikhlas

Kerelaan dan ketulusan dalam melayani demi keselamatan

sesama dan keagungan nama Tuhan.

5. Hormat

Sikap menghargai keunikan manusia dan menjunjung martabat

manusia sejak dalam kandungan sampai Tuhan memanggil.


60
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

4.3 MOTTO, LOGO & ARTINYA

“SAHABAT UNTUK HIDUP SEHAT” Dengan motto ini, RS Panti

Rapih menyadari sepenuhnya bahwa pelayanan kesehatan (perawatan dan

pengobatan) yang diselenggarkan merupakan bagian dari doa permohonan

para pasien dan keluarganya untuk memohon kesembuhan jiwa dan atau

raga dari Allah sendiri yang sesungguhnya berkuasa atas kesehatan dan

kehidupan manusia ciptaan Nya.

LAMBANG RUMAH SAKIT PANTI RAPIH

Perancang : Y.B. Mangunwijaya Pr.

KATA-KATA

1. ABDI DHARMA

ABDI : hamba, pelayan.

DHARMA : kewajiban/tugas hidup, kebaktian kepada yang luhur

Arti keseluruhan : kewajiban/tugas hidup untuk menjadi abdi/pelayan

atau mempunyai kewajiban/tugas hidup untuk mengabdi/melayani.

2. PANTI RAPIH

PANTI : tempat/rumah
61
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

RAPIH : baik/sembuh kembali

Arti keseluruhan : tempat/rumah orang disembuhkan kembali atau

RUMAH PENYEMBUHAN.

BENTUK-BENTUK

1. MERPATI BERBENTUK SALIB

Melambangkan Kristus dan Roh Kudus, dan melambangkan

perjuangan yang penuh pengorbanan dalam kedamaian sejati.

2. GUNUNGAN

Bentuk ini lazim terdapat pada pagelaran wayang kulit di Jawa

Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Melambangkan alam

semesta, yang merupakan karya penciptaan kembali,

pemeliharaan/perawatan dan pemulihan/pemurnian kembali atas

segala makhluk alam semesta ini.

3. TANGAN

Melambangkan tawaran kasih yang tulus. Penyerahan diri secara total

kepada Tuhan dan sesama.

4. API MERAH MENYALA

Melambangkan cinta membara, yang mampu memusnahkan hal-hal

yang kurang baik (termasuk penyakit), dan mampu memurnikan

kembali sehingga terwujud penciptaan kembali, dan mampu

mengangkat derajad kemanusiaan.


62
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

WARNA-WARNA

1. MERAH

Melambangkan keberanian dan ketegasan untuk bertindak, untuk

selalu melangkah maju.

2. PUTIH

Melambangkan ketulusan dan kesucian hati.

3. BIRU

Melambangkan naluri keibuan, naluri untuk merawat dan memelihara

penuh kelembutan kasih sayang.

ARTI KESELURUHAN

1. Rumah Sakit Panti Rapih adalah lembaga yang mempunyai

kewajiban/tugas hidup untuk mengabdi dan melayani Tuhan dan

sesama.

2. Wujud pengabdian dan pelayanan Rumah Sakit Panti Rapih adalah

karya pelayanan kesehatan kepada sesama yang menderita dan

membutuhkan, dengan tidak membedakan agama, status sosial,

golongan dan perbedaan duniawi lainnya.

3. Wujud pengabdian dan pelayanan Rumah Sakit Panti Rapih

merupakan pengejawantahan karya Tuhan sendiri, karya

penyelamatan atas semesta alam yang senantiasa berlangsung, yang

berintikan : mencipta kembali, merawat (me-rekso) dan

memulihkan/memurnikan kembali.
63
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

4. Dalam melaksanakan dan mewujudkan kewajiban/tugas hidupnya,

Rumah Sakit Panti Rapih senantiasa dalam naungan dan bimbingan

Roh Kudus, sumber segala kebijaksanaan, sumber segala terang hidup

dan sumber kedamaian sejati.

5. Karya pengabdian dan pelayanan Rumah Sakit Panti Rapih adalah

pancaran Cinta, Harapan, dan Iman kepada Tuhan Yang Maha

Pengasih, dan Kristus sendiri adalah suri tauladan dan sumber

kekuatan bagi Rumah Sakit Panti Rapih dalam melaksanakan karya

pengabdian dan pelayanan ini. Sehingga dengan penuh keberanian dan

ketegasan Rumah Sakit Panti Rapih bertindak dan melangkah maju,

sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang senantiasa berkembang,

karena berpijak dari ketulusan dan kesucian hati yang mampu

memancarkan kelembutan kasih sayang kepada sesama yang

menderita dan membutuhkan pelayanan dan pengabdian yang pasrah.


64
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

4.4 Tujuan Pelayanan Rumah Sakit

Mengabdi sesama yang menderita dan sakit agar Nama Tuhan

semakin dimuliakan dengan :

Mengantar masyarakat mencapai status kesehatan yang optimalmelalui

pendekatan layanan holistik (menyeluruh) yang meliputi aspek

biologis, psikologis, sosial, spiritual, dan intelektual.

Menciptakan budaya kerja yang dipenuhi buah penghayatan iman sejati

guna mewujudkan pengabdian yang penuh kasi, saling menghargai,

membela hak hidup setiap insan, dan sekaligus mewujudkan

kesejahteraan umum bagi seluruh karyawan secara wajar.

Mengupayakan pelayanan kesehatan yang sesuai dengan perkembangan

ilmu dan teknologi kedokteran bagi seluruh lapisan masyarakat.

4.5 Kebijakan Mutu

Sebagai upaya mewujudkan diri menjadi rumah sakit swasta terbaik di

Yogyakarta, maka :

”Manajemen dan Staf RS Panti Rapih akan menjamin selalu terpenuhinya


kepuasan pelanggan dengan cara memberikan pelayanan medis tercepat
dan menyediakan fasilitas medis terlengkap terutama pada pelayanan
unggulan sesuai dengan kemampuan rumah sakit, serta menyempurnakan
sistem manajemen kerja organisasi melalui pelaksanaan evaluasi kinerja
setiap 3 bulan sekali”
65
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

4.6 Falsafah Pelayanan Kesehatan

1. Setiap pasien adalah citra Allah yang unik yang patut dihargai dan

dikasihi.

2. Setiap pasien adalah pribadi yang bermartabat dan mempunyai hak

untuk memperoleh layanan optimal agar dapat menjadi bagian dari

masyarakat umum sehingga derajat kesehatan masyarakat dapat

terwujud.

3. Layanan diberikan secara menyeluruh dilandasi iman, pengharapan,

dan kasih yang diwujudkan dalam semangat pendampingan dan

layanan kepada para pasien dan keluarganya.

4. Karyawan RS Panti Rapih adalah bagian integral tak terpisahkan dari

karya RS Panti Rapih, dan kesejahteraan mereka secara wajar dan

terhormat menjadi bagian pula dari tujuan penyelenggaraan pelayanan

kesehatan RS Panti Rapih.


66
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

4.7 Layanan

4.7.1 IGD

Instalasi Gawat Darurat

Melayani kegawatdaruratan secara optimal dan profesional dengan

tujuan mencegah kematian dan meminimalkan kecacatan.

Siapa saja yang bisa dilayani?

Semua pasien dengan keluhan apapun dapat dilayani termasuk korban

bencana. Tetapi kami akan mendahulukan pasien yang mengalami

kegawatan terlebih dahulu.

Sasaran Mutu IGD

Pasien gawat darurat (label merah) harus sudah ditangani dalam waktu

kurang dari 3 menit sejak pasien datang di IGD.

Fasilitas yang tersedia 24 jam

1. Dokter dan perawat jaga yang profesional dan terlatih serta

bersertifikat PPGD, BLS, ATLS,ACLS.

2. Pembagian ruang yang sangat memadai, terdiri dari:

a. Ruang triase, untuk memilah pasien.

b. Ruang resutasi dilengkapi dengan peralatan resusitasi

jantung dan paru.

c. Ruang isolasi untuk pasien dengan penyakit menular.

d. Ruang khusus anak yang dikhususkan untuk melayani

pasien anak-anak dan bayi.


67
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

e. Ruang periksa bedah untuk memeriksa dan melakukan

tindakan bedah.

f. Ruang periksa penyakit dalam untuk melayani pasien

dengan kasus penyakit dalam.

g. Ruang observasi dikhususkan untuk pengawasan pasien

kurang dari 8 jam.

h. Ruang tunggu yang nyaman disediakan untuk pengantar

atau keluarga pasien.

3. Kamar operasi

4. Dokter spesialis konsulen

a. Dokter spesialis bedah:

1) Tulang

2) Syaraf

3) Anak

4) Plastik

5) Tumor

6) Umum

7) Saluran kencing

8) Saluran cerna

9) Thoraks dan pembuluh darah

b. Dokter spesialis penyakit dalam:

1) Jantung

2) Paru
68
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

3) Darah

4) Gastroenterologi

5) Penyakit tropis

c. Dokter spesialis jiwa, THT, mata, kulit, kesehatan anak,

syaraf, obstetri, gynekologi.

d. Psikiater.

5. Radiologi, laboratorium klinik, dan instalasi farmasi.

6. Pelayanan mobil ambulance. Bagi yang memerlukan

ambulance, dapat dilayani dengan fasilitas yang lengkap dan

perawat pendamping yang terlatih dalam transportasi medis.

Peralatan

IGD RS Panti Rapih memiliki peralatan dan obat-obatan lengkap yang

sesuai dengan standar:

- Peralatan bedah minor

- WSD

- Syringe pump

- EKG elektrik

- Defibrilator dengan monitor EKG

- Inkubator mobile

- Peralatan bilas lambung

- Monitor tekanan darah

- Oksimetri
69
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

4.7.2 MCU

Medical Check Up merupakan pemeriksaan komprehensif

terhadap diri seseorang untuk menentukan status kesehatan dan atau

menemukan penyakit secara dini.

Paket pemeriksaan MCU

1. Paket dasar

Terdiri dari:

a. Jasa rumah sakit

b. Pemeriksaan fisik oleh dokter umum

c. Foto thorax

d. Laboratorium:

1) Darah rutin, LED

2) Urine rutin

3) Faeces rutin

4) HbsAg

5) Anti HCB NTB

2. Paket eksekutif standar

Terdiri dari:

a. Jasa rumah sakit

b. Pemeriksaan fisik oleh dokter umum

c. Foto thorax

d. EKG

e. Laboratorium:
70
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

1) Darah rutin, LED, golongan darah, malaria

2) Urine rutin

3) Faeces rutin

4) HbsAG

5) Gula darah puasa dan 2 jam PP

6) Fungsi hati: alkali phospatase, SGOT, SGPT, protein

total (albumin, globulin).

7) Fungsi ginjal: ureum, creatinin, asam urat.

8) Profil lemak: cholesterol total, trigliserde, HDL,LDL

9) Anti HCV

3. Paket eksekutif lanjutan

Terdiri dari:

a. Jasa rumah sakit

b. Pemeriksaan fisik oleh dokter spesialis penyakit dalam

c. Pemeriksaan mata oleh dokter spesialis mata

d. Pemeriksaan THT oleh dokter spesialis THT

e. Pemeriksaan syaraf oleh dokter spesialis syaraf

f. Pemeriksaan gigi oleh dokter gigi

g. Foto thorax

h. EKG

i. USG Abdomen

j. Laboratorium:

1) Darah rutin, LED, gol darah, malaria


71
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

2) Urine lengkap

3) Faeces rutin

4) HbsAG

5) Gula darah puasa dan 2 jam PP

6) Fungsi hati: SGOT,SGPT, protein total (Albumin,

globulin, Gamma GT, Bilirubin (direx, indirex),

Alkali fostafase.

7) Fungsi ginjal: ureum, creatinin, asam urat

8) Profil lemak: cholesterol total, trigliseride, HDL,

LDL

9) Anti HCV NTB

4. Eksekutif menyeluruh

Terdiri dari:

a. Jasa rumah sakit

b. Pemeriksaan fisik oleh dokter spesialis penyakit dalam

c. Pemeriksaan mata oleh dokter spesialis mata

d. Pemeriksaan THT oleh dokter spesialis THT

e. Pemeriksaan syaraf oleh dokter spesialis syaraf

f. Pemeriksaan gigi oleh dokter spesialis gigi

g. Pemeriksaan paru-paru oleh dokter spesialis paru-paru

h. Spirometri/LFT

i. Audiometri

j. Treadmill
72
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

k. Foto thorax

l. EKG

m. USG abdomen

n. Laboratorium:

1) Darah rutin,LED, golongan darah, malaria

2) Urine rutin

3) Faeces rutin

4) HbsAG

5) Anti HCB NTB

6) Gula darah puasa dan 2 jam PP

7) Fungsi hati: SGOT, SGPT, protein total (albumin,

globumin), gamma GT, bilirubin (direx,indirex),

alkali fostase.

8) Fungsi ginjal: ureum, creatin, asam urat

9) Profil lemak: cholesterol, trigliseride, HDL, LDL

10) Serologi VDRL

11) Khusus wanita: pemeriksaan kandungan &

pap’smear oleh dokter obsgyn.

5. Paket deteksi dini penyakit jantung & pembuluh darah

6. Paket stroke

7. Paket pra nikah (pria)

8. Paket pra nikah (wanita)


73
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

4.7.3 RAWAT INAP

1. Prosedur rawat inap

a. Prosedur umum

1) Membawa surat rujukan rawat inap dari dokter

poliklinik atau IGD.

2) Bila membawa rujukan dari rumah sakit lain,

dimintakan surat pengantar rawat inap dari IGD RS

Panti Rapih.

3) Menyerahkan surat rujukan rawat inap ke bagian

PPRI untuk pemesanan kamar rawat inap.

4) Pasien/keluarga pasien menentukan ruang perawatan

yang diinginkan atau sesuai dengan ketentuan

instansi penjamin.

5) Pasien/keluarga mengisi blangko persetujuan rawat

inap.

6) Pasien/keluarga mengisi data psien secara lengkap

dan benar sesuai identitas (KTP/SIM/Paspor) yang

masih berlaku.

7) Menyelesaikan registrasi awal sesuai prosedur yang

berlaku di rumah sakit.

b. Pasien dengan jaminan instansi

1) Menyertakan surat jaminan pembiayaan perawatan

dan atau fotocopy kartu identitas, dan berkas-berkas


74
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

yang dipersyaratkan oleh instansi penanggungjawab

yang bersangkutan ke bagian keuangan selambatnya

dalam waktu 2x24 jam.

2) menempati kamar perawatan sesuai dengan

golongan/ketentuan instansi penanggungjawab

pembiayaan.

3) membayar selisih biaya yang tidak dijamin oleh

penanggungjawab pembiayaan perawatan.

2. Ruang perawatan

Ruang perawatan tersedia dengan 360 tempat tidur dengan

klasifikasi mulai dari VVIP sampai dengan kelas 3 dengan

perincian:

a. Kelas VVIP (Bangsal Maria-Yosep)

: 1 bed

b. Kelas VIP (Bangsal Maria Yosep, Carolus)

: 21 bed

c. Kelas Utama (Bangsal Maria Yosep, Carolus)

: 47 bed

d. Kelas 1 (Bangsal Lukas, Carolus)

: 66 bed

e Kelas 2 (Bangsal Elisabet, Carolus)

: 92 bed)
75
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

f. Kelas 3 (Bangsal Elisabet)

: 133 bed

3. Fasilitas kamar rawat inap

Biaya kamar perawatan hanya meliputi biaya akomodasi, belum

termasuk biaya pelayanan dokter, pelayanan keperawatan,

pemeriksaan penunjang, obat-obatan dan lain-lain.

a. VVIP

Fasilitas: AC, Kulkas, Telephone, kamar mandi, tempat

tidur penunggu, mini bar, ruang tamu + tv, toilet

Tarif akomodasi VVIP Rp 1.250.000,00

b. VIP

Fasilitas: AC, TV, Kulkas, telephone, kamar mandi, tempat

tidur penunggu, ruang tamu

Tarif akomodasi:

1) VIP (MariaYosep) Rp 800.000,00

2) VIP (Carolus) Rp 600.000,00

c. Utama

Fasilitas: AC, TV, Kulkas, telephone, kamar mandi,tempat

tidur penunggu.

Tarif akomodasi Utama Rp 500.000,00

d. Kelas 1

Fasilitas: AC,TV, Kulkas, kamar tidur, sofa penunggu

Tarif akomodasi:
76
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

1) 1 (Carolus) Rp 450.000,00

2) 1 (Lukas) Rp 350.000,00

e. Kelas 2

Fasilitas: kursi penunggu, kamar mandi dalam

Tarif akomodasi:

1) II (Carolus) Rp 190.000,00

2) II (Elisabet) Rp 170.000,00

f. Kelas 3

Fasilitas: kursi penunggu, kamar mandi dalam

Tarif akomodasi:

1) III (Carolus) Rp 95.000,00

2) III (Elisabet) Rp 75.000,00

4. Aturan pemesanan kamar

a. Pemesanan kamar dapat dilakukan 1 minggu sebelumnya.

b. Batas maksimal kepastian pemesanan kamar 6 jam untuk

pasien luar kota, dan 3 jam untuk pasien dalam kota.

c. Konfirmasi pemesanan kamar dilakukan pada hari ‘H’ jam

11.00 WIB.

d. Untuk kasus tertentu, misalnya partus normal,pemesanan

dari ruang bersalin, tidak melalui PPRI.

e. Pemesanan kamar 24 jam di telephon 0274 563333 psw.

334, 253.
77
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

4.7.4 LABORATORIUM

Kesehatan adalah kebutuhan dasar yang paling utama bagi setiap

insan. Untuk mencapai status kesehatan yang bagus kita harus

memoitornya setiap saat. Pemeriksaan laboratorium merupakan salah

satu sarana untuk mengetahui serta memonitor status kesehatan kita.

Laboratorium rumah sakit Panti Rapih memberikan layanan

yang terbaik untuk kita dengan buka 24 jam (hari minggu dan libur

tetap buka) didukung dengan peralatan laboratorium canggih dan

terintegrasi dengan Ssistem Informasi Laboratorium (LIS).

1. Fasilitas layanan:

a. Hermatologi Klinis

b. Kimia Klinik

c. Urinalisa

d. Immunologi

1) Petanda tumor

2) Petanda serologis hepatitis TORCH

e. Mikrobiologi

f. Patologi anatomi

1) Sitologi : pap smear

2) Histologi

3) Frozen section
78
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

2. Panel pemeriksaan

a. Panel pemantauan diabetes (DM)

1) Glukosa darah puasa

2) Glukosa 2 jam PP

3) Tes toleransi glukosa (GTT)

4) Reduksi

5) Hb Alc

b. Panel lemak

1) Kolesterol total

2) Kolesterol LDL

3) Kolesterol HDL

4) Trygliseride

c. Panel demam berdarah

1) Darah rutin

2) Antigen NS 1

3) Antobody dengue (Ig G dan Ig M)

d. Panel petanda tumor

1) Ca 125 : tumor rahim

2) Ca 153 : tumor payudara

3) Ca 19-9 : tumor pancreas

4) CEA : tumor gastroenterology

5) AFP : tumor hati


79
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

e. Panel TORCH

1) Toxoplasma : antibodi Ig G, antibodi Ig M, aviditas

Ig G

2) Rubella : antibodi Ig G , antobodi Ig M

3) Citimegalovirus (CMV) : antibodi Ig G, antibodi Ig

M, aviditas Ig G

f. Panel anemia

1) Darah rutin

2) Retikulosit

3) Kadar zat beasi (Fe)

4) Total iron binding capacity (TIBC)

5) Tes Coomb’s

6) Morfologi darah tepi

7) Fungsi sumsum tulang (BMP)

g. Panel infeksi

1) Hs CRP

2) Kultur dan sensitivitas

3) Tipus : kultur, Ig M salmonela typhi, widal

4) Malaria : mikroskopis, antigen (ICT)

h. Panel fungsi tiroid

1) TSH S

2) T3

3) Free T3
80
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

4) T4

5) Free T4

i. Panel hepatitis

1) SGOT

2) SGPT

3) HBs Ag

4) Anti HBS

5) Anti HBs total dengan Ig M

6) Hbe Ag

7) Anti HCV

8) Anti HAV total dengan Ig M

j. Panel fungsi ginjal

1) Ureum

2) Kliren ureum

3) Kreatinim

4) Kliren kreatin

5) Asam urat

k. Panel petanda serangan jantung

1) CK MB

2) Troponim I (kuantitatif)

3) SGOT

4) LDH
81
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

l. Panel medical check up

1) Sederhana

2) Executive

3) Lansia

4) Pra nikah

3. Layanan

a. Buka 24 jam, hari minggu dan libur tetap buka.

b. Layanan cepat (15 menit-4 menit) dengan penanggung

jawab laboratorium adalah dokter tetap yang merupakan

Dokter Spesialis Patologi Klinik.

c. Melayani konsultasi check up

d. Melayani konsultasi hasil check up oleh Dokter Spesialis

Patologi Klinik.
82
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

4.8 Personalia

4.8.1 Ketenaga Kerjaan

Total karyawan yang bekerja di Rumah Sakit Panti Rapih sampai

saat ini mencapai 1313 orang. Ketenaga kerja pada rumah sakit Panti

Rapih terbagi dalam 4 macam bagian. Di bawah ini data ketena

kerjaan pada rumah sakit Panti Rapih Yogyakarta:

4.8.1.1 Dokter ada 100 orang dengan rincian:

a. Untuk Dokter Full Time : 48 orang

b. Untuk Dokter Honorer : 10 orang

c. Untuk Dokter Part Time : 42 orang

4.8.1.2 Perawat ada 640 orang dengan rincian:

a. Untuk Perawat Tetap : 526 orang

b. Untuk Perawat Kontrak : 108 orang

c. Untuk Perawat Honorer : 6 orang

4.8.1.3 Non Medis ada 425 orang dengan rincian:

a. Untuk Pegawai Tetap : 356 orang

b. Untuk Pegawai Kontrak : 63 orang

c. Untuk Pegawai Honorer : 6 orang

4.8.1.4 Pegawai Penunjang ada 148 orang dengan rincian:

a. Untuk Pegawai Penunjang Tetap : 102 orang

b. Untuk Pegawai Penunjang Kontrak :27 orang

c. Untuk Pegawai Penunjang Honorer : 19 orang


83
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

4.8.2 Sistem Pengupahan

Sistem pengupahan di Rumah Sakit Panti Rapih terbagi atas tiga

golongan yaitu: karyawan tetap, kontrakan dan harian. Untuk

karyawan tetap dan karyawan kontrakan sistem penggajian disesuaikan

dengan golongan masing-masing karyawan. Untuk karyawan harian

disesuaikan dengan jumlah jam kerja. Penggajian karyawan dilakukan

pada tiap akhir bulan dan khusus untuk bagian perawatan pada

pertengahan bulan mendapatkan gaji tambahan untuk jasa pelayanan

pasien (JP) sesuai nilai pelayanan pasien dan penilaiannya oleh

masing-masing kepala bangsal.

4.8.3 Waktu Kerja

Untuk waktu kerja karyawan masing-masing mendapatkan 7 jam

kerja pelayanan di rumah sakit Panti Rapih, di keperawatan ada 3

pembagian jam kerja yang dikenal dengan nama pergantian jam / shif

yaitu; jaga pagi dengan waktu istirahat 1 jam, siang dengan waktu

istirahat 1 jam dan jaga malam dengan waktu istirahat 2 jam.

a. Untuk Pegawai Kantor bekerja pada hari Senin-Sabtu, jam kerjanya

08.00 – 12.00

12.00 – 13.00 istirahat

13.00 – 14.00

b. Untuk Pegawai Medis bekerja pada hari Senin-Minggu (sistem

shif), jam kerjanya


84
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

1. Shif pagi

07.00 – 10.00

10.00 – 11.00 istirahat

11.00 – 14.00

2. Shif siang

14.00 – 17.00

17.00 – 18.00 istirahat

18.00 – 21.00

3. Shif malam

21.00 – 24.00

24.00 – 02.00 istirahat

02.00 – 07.00
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
85

4.9 Struktur Organisasi


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB V

DESKRIPSI DATA, ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN

5.1 Deskripsi Karateristik Responden

Populasi yang diteliti adalah perawat rumah sakit Panti Rapih. Jumlah

sampel yang diambil 80 responden. Berdasarkan informasi yang diperoleh

dari kuesioner yang diberikan, responden digolongkan ke dalam beberapa

kelompok yang berdasarkan atas usia, jenis kelamin, status kepegawaian,

pendidikan terakhir, dan lama bekerja.

5.1.1 Usia Responden

Usia Menunjukkan umur mereka pada saat penelitian dilakukan.

Karakteristik usia responden dapat dilihat pada tabel V.1

Tabel V.1

Karakteristik Responden Berdasarkan Usia

No Usia Responden Jumlah Persentase(%)


1 <20 Tahun 1 1%
2 20 – 30 Tahun 35 44 %
3 31 – 40 Tahun 27 34 %
4 41 – 50 Tahun 12 15 %
5 >50 Tahun 5 6%
Total 80 100 %
Sumber : Data primer yang diolah, 2011

Berdasarkan tabel V.1 di atas menunjukkan bahwa jumlah responden

paling banyak yaitu berusia antara 20 – 30 tahun sebanyak 35 karyawan

86
87
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

atau sebesar 44 %, diikuti responden usia antara 31 – 40 tahun sebanyak 27

orang atau sebesar 34 5, kemudian usia antara 41 – 50 tahun sebanyak 12

orang atau sebesar 14 %, selanjutnya diikuti usia >50 tahun sebanyak 5

orang atau sebesar 6 % dan responden dengan usia kurang dari 20 tahun

sebanyak 1 orang atau sebesar 1 %.

5.1.2 Jenis Kelamin

Karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin dapat dilihat pada

tabel V.2 di bawah ini

Tabel V.2

Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin

No Jenis Kelamin Jumlah Persentase(%)


1 Pria 6 7%
2 Wanita 74 93 %
Total 80 100 %
Sumber : Data primer yang diolah, 2011

Berdasarkan tabel V.2 di atas menunjukkan jumlah responden paling

banyak adalah wanita yaitu sebanyak 74 orang atau sebesar 93 % sedangkan

jenis kelamin pria yaitu sebanyak 6 orang atau sebesar 7 %.

5.1.3 Status Kepegawaian

Karakteristik responden berdasarkan status kepegawaian dapat dilihat

pada tabel V.3 di bawah ini


88
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Tabel V.3

Karakteristik Responden Berdasarkan Status Kepegawaian

No Status Kepegawaian Jumlah Persentase(%)


1 Pegawai Tetap 65 81 %
2 Pegawai Tdk Tetap 15 19 %
Total 80 100 %
Sumber : Data primer yang diolah, 2011

Berdasarkan tabel V.3 menunjukkan bahwa jumlah responden paling

banyak yaitu pegawai tetap sebanyak 65 orang atau sebesar 81 % dan

responden dengan status pegawai tidak tetap yaitu sebanyak 15 orang atau

sebesar 19 %.

5.1.4 Pendidikan Terakhir

Karakterstik responden berdasarkan pendidikan terakhir dapat dilihat

pada tabel V.4 di bawah ini

Tabel V.4

Karakteristik Responden Berdasarkan Pendidikan Terakhir

No Pendidikan Terakhir Jumlah Persentase(%)


1 SLTA – D3 79 99 %
2 Sarjana 1 1%
Total 80 100 %
Sumber : Data primer yang diolah, 2011

Berdasarkan tabel V.4 di atas menunjukkan bahwa sebagian besar

responden berpendidikan terakhir SLTA – D3 sebanyak 79 orang atau

sebesar 99 % dan responden berpendidikan terakhir sarjana sebanyak 1

oarang atau sebesar 1 %.


89
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

5.1.5 Lama Bekerja

Tabel V.5

Karakteristik Responden Berdasarkan Lama Bekerja

No Lama Bekerja Jumlah Persentase(%)


1 <2 Tahun 15 19 %
2 2 – 5 Tahun 18 22 %
3 6 – 10 Tahun 20 25 %
4 >10 Tahun 27 34 %
Total 80 100 %
Sumber : Data primer yang diolah, 2011

Berdasarkan tabel V.5 di atas menunjukkan bahwa sebagian besar

responden lama bekerja >10 tahun sebanyak 27 orang atau sebesar 34 %,

sedangkan lama bekerja 6 – 10 tahun sebanyak 20 orang atau sebesar 25 %,

sedangkan lama bekerja 2 – 5 tahun sebanyak 18 orang atau sebesar 22 %,

dan lama bekerja <2 tahun sebanyak 15 orang atau sebesar 19 %.


90
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

5.2 Deskripsi Variabel

Deskripsi variabel akan menampilkan kecenderungan jawaban

responden terhadap setiap butir pertanyaan kuesioner yang meliputi Range,

Minimum, Maximum, Mean, Std Deviation, Variance.

5.2.1 Deskrisi Variabel Kepemimpinan

Tabel V.6

Deskripsi Variabel Kepemimpinan

Std.
N Range Minimum Maximum Mean Deviation Variance
Statistic Statistic Statistic Statistic Statistic Std. Error Statistic Statistic
KP1 80 2 3 5 4.19 .051 .453 .205
KP2 80 3 2 5 3.61 .101 .907 .823
KP3 80 2 3 5 4.15 .059 .530 .281
KP4 80 3 2 5 3.91 .078 .697 .486
KP5 80 2 3 5 4.09 .060 .532 .283
KP6 80 3 2 5 4.21 .061 .544 .296
Valid N 80
Sumber : Data primer yang diolah, 2011

Berdasarkan tabel di atas dapat ditunjukkan bahwa range diantara

angka 2-3. Nilai minimum dari variabel kepemimpinan diantara 2 dan

3. Nilai maksimum variabel kepemimpinan yaitu 5. Nilai mean untuk

seluruh indikator variabel kepemimpinan (KP1-KP6) berada di atas

angka 3. Ini berarti bahwa rata-rata responden memiliki pandangan

yang relatif baik mengenai kepemimpinan di rumah sakit Panti Rapih.


91
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

5.2.2 Lingkungan Kerja Realistis

Tabel V.7

Deskripsi Variabel Lingkungan Kerja Realistis

Std.
N Range Minimum Maximum Mean Deviation Variance
Statistic Statistic Statistic Statistic Statistic Std. Error Statistic Statistic
LK1 80 2 3 5 4.18 .056 .497 .247
LK2 80 4 1 5 4.10 .072 .648 .420
LK3 80 2 3 5 3.91 .074 .660 .435
LK4 80 3 2 5 4.11 .067 .595 .354
LK5 80 2 3 5 4.15 .064 .576 .332
LK6 80 2 3 5 4.19 .057 .506 .256
Valid N 80
Sumber : Data primer yang diolah, 2011

Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa range diantara

angka 2-4. Nilai minimum dari variabel lingkungan kerja realistis

diantara 1 dan 3. Nilai maksimum variabel lingkungan kerja realistis

yaitu 5. Mean untuk semua indikator variabel lingkungan kerja realistis

memiliki rata-rata di atas angka 3. Ini berarti dalam pandangan

responden mengenai lingkungan kerja realistis yang diterapkan oleh

rumah sakit sudah baik.


92
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

5.2.3 Inovasi perawat rumah sakit

Tabel V.8

Deskripsi Variabel Inovasi Perawat

N Range Minimum Maximum Mean Std. Deviation Variance


Statistic Statistic Statistic Statistic Statistic Statistic Statistic
IN1 80 2 3 5 4.03 .595 .354
IN2 80 2 3 5 4.11 .595 .354
IN3 80 2 3 5 4.19 .576 .331
IN4 80 2 3 5 4.10 .542 .294
IN5 80 2 3 5 4.21 .567 .321
Valid N 80
Sumber : Data primer yang diolah, 2011

Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa range pada

angka 2. Nilai minimum dari variabel inovasi perawat adalah 3. Nilai

maksimum variabel inovasi perawat yaitu 5. Mean untuk semua

indikator variabel inovasi perawat memiliki skor di atas angka 4. Ini

berarti dalam pandangan responden mengenai inovasi perawat juga

sudah sangat baik diterapkan dalam rumah sakit.

5.3 Hasil Uji Statistik

Berdasarkan data yang telah dikumpulkan, jawaban dari responden

telah direkapitulasi kemudian dianalisis untuk mengetahui pengaruh

kepemimpinan, lingkungan kerja realistis pada inovasi perawat rumah sakit

Panti Rapih dengan menggunakan analisis kuantitatif.


93
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Analisis kuantitatif yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji

validitas dan reliabilitas, uji asumsi klasik, regresi linier berganda dan uji t.

5.3.1 Uji Validitas dan Uji Reliabilitas

Uji validitas dan reliabilitas digunakan untuk mengetahui apakah

instrumen atau alat penelitian yang digunakan benar-benar

mencerminkan variable atau atribut yang diteliti.

5.3.1.1 Uji Validitas

Uji validitas dalam penelitian ini menggunakan analisis

faktor, hasil uji validitas dapat dilihat pada tabel V.9 berikut ini:

Tabel V.9
KMO and Bartlett’s
Kaiser-Meyer-Olkin Measur of Adequac .63
Approx. Chi- 568.62

Bartlett’s Sphericit df 136

Sig. .00
Sumber : Data primer yang diolah, 2011
Dari perhitungan hasil uji validitas diperoleh nilai Kaiser

Meyer-Olkin Measure of Sampling Adequacy pada kotak KMO

and Bartlet’s test adalah 0,636. Hasil ini memperlihatkan bahwa

instrumen ini valid karena KMO telah melebihi 0,5. Di samping

itu nilai Bartlet’s test menunjukkan nilai 568,635 dengan nilai

signifikansi 0,000 sehingga dapat disimpulkan bahwa instrumen

ini telah memenuhih syarat valid.


94
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

1. Uji Validitas Item-item Variabel Kepemimpinan (X1)

Tabel V.10
Anti-image Matrices Kebolehterimaan Keselamatan

Kp 1 Kp 2 Kp 3 Kp 4 Kp 5 Kp 6
Kp 1 ,599(a) -,237 -,306 ,188 -,452 -,173

Anti-image Kp 2 -,237 ,610(a) ,208 -,408 -,039 -,127

Correlation Kp 3 -,306 ,208 ,550(a) -,295 -,044 -,470


Kp 4 188 -,408 -,295 ,630(a) -,315 ,058
Kp 5 -,452 -,039 -,044 -,315 ,700(a) ,115
Kp 6 ,173 -,127 -,470 ,058 ,115 ,495(a)
Sumber : Data Primer yang diolah, 2011

Hasil analisis faktor pada pertanyaan-pertanyaan

variabel Kepemimpinan ditunjukkan dalam tabel berikut

ini

Tabel V.11
Anti-image Matrices Kebolehterimaan Kepemimpinan
Component
1
KP 1 ,599
KP 2 ,610
KP 3 ,550
KP 4 ,630
KP 5 ,700
KP 6 ,495
Sumber : Data Primer yang diolah, 2011

Jika melihat tabel di atas yang mana loading factor-

nya (component matrix) seluruhnya lebih dari 0,4. Ini

berarti seluruh item pertanyaan kepemimpinan valid dan


95
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

dapat dianalisis lebih lanjut. Ini berarti bahwa pertanyaan

yang diajukan, terutama tentang kepemimpinan tidak

menimbulkan kebingungan atau dapat dipahami dengan

baik. Para responden rata-rata dapat memahami dengan

baik apa yang dimaksud dengan pertanyaan dalam

kuesioner mengenai kepemimpinan.

2. Uji Validitas Item-item Lingkungan Kerja Realistis (X2)

Tabel V.12
Anti-image Matrices Kebolehterimaan Lingkungan
Kerja Realistis

LK 1 LK 2 LK 3 LK 4 LK 5 LK 6
LK 1 ,628(a) -,476 ,026 -,343 ,134 -,344

Anti-image LK 2 -,476 ,587(a) -,236 ,327 -,209 -,036

Correlation LK 3 -,026 -,236 ,702(a) -,424 ,306 -,240


LK 4 -,343 ,327 -,424 ,626(a) -,563 -,027
LK 5 ,134 -,209 ,306 -,563 ,601(a) -,280
LK 6 -,344 -,036 -,240 -,027 -,280 ,796(a)
Sumber : Data Primer yang diolah, 2011

Sementara itu hasil analisis faktor pada pertanyaan-

pertanyaan lingkungan kerja realistis ditunjukkan dalam

tabel berikut ini:


96
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Tabel V.13
Anti-image Matrices Kebolehterimaan Lingkungan
Kerja Realistis
Component
1
LK 1 ,628
LK 2 ,587
LK 3 ,702
LK 4 ,626
LK 5 ,601
LK 6 ,796
Sumber : Data Primer yang diolah, 2011

Jika melihat tabel di atas, nilai loading factor-nya

(component matrix) variabel lingkungan kerja realistis

seluruhnya menunjukkan lebih dari 0,4. Ini berarti seluruh

item pertanyaan lingkungan kerja realistis adalah valid dan

dapat dianalisis lebih lanjut. Ini berarti bahwa pertanyaan

yang diajukan terutama tentang lingkungan kerja realistis

tidak menimbulkan kebingungan atau dapat dipahami

dengan baik. Para responden rata-rata dapat memahami

dengan baik apa yang dimaksud dengan pertanyaan dalam

kuesioner mengenai lingkungan kerja realistis.


97
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

3. Uji Validitas Item-item Variabel Inovasi Perawat (Y)

Tabel V.14
Anti-image Matrices Kebolehterimaan Inovasi Perawat
Rumah Sakit

IN 1 IN 2 IN 3 IN 4 IN 5
Anti-image IN 1 ,674(a) -,410 -,259 -,477 ,301
Correlation IN 2 -,410 ,725(a) -,009 -,072 -,282
IN 3 -,259 -,009 ,671(a) -,017 -,180
IN 4 -,477 -,072 -,017 ,660(a) -,538
IN 5 ,301 -,282 -,180 -,538 ,555(a)
Sumber : Data Primer yang diolah, 2011

Sementara itu hasil analisis faktor pada pertanyaan-

pertanyaan variabel Inovasi perawat ditunjukkan dalam

tabel berikut ini:

Tabel V.15
Anti-image Matrices Kebolehterimaan Inovasi perawat
Component
1
IN 1 ,674
IN 2 ,725
IN 3 ,671
IN 4 ,660
IN 5 ,555
Sumber : Data Primer yang diolah, 2011

Tabel component matrix menunjukkan bahwa angka

loading factor seluruhnya lebih besar dari 0,4, sehingga

seluruh item pertanyaan variabel inovasi perawat

dinyatakan valid dan dapat dianalisis lebih lanjut. Ini


98
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

berarti bahwa pertanyaan yang diajukan terutama tentang

inovasi perawat tidak menimbulkan kebingungan atau

dapat dipahami dengan baik. Para responden rata-rata

dapat memahami dengan baik apa yang dimaksud dengan

pertanyaan dalam kuesioner mengenai inovasi perawat.

5.3.1.2 Uji Reliabilitas

Pengujian reliabilitas instrumen dilakukan dengan

menggunakan teknik Cronbach Alpha. Uji signifikansi pada taraf

signifikansi 0,05 artinya instrumen dapat dikatakan reliabel bila

nilai alpha > dari r kritis product moment. Atau bisa

menggunakan batasan tertentu seperti 0,60. Menurut Sekaran

(Priyatno, 2008; 26). Reliabilitas < 0,60 adalah kurang baik,

sedangkan 0,70 dapat diterima dan diatas 0,80 adalah baik.

Hasil analisis reliabilitas instrumen, yang didasarkan pada

kriteria Cronbach Alpha dapat dilihat dalam tabel V.16 dibawah

ini:

Tabel V.16

Hasil Uji Reliabilitas Instrumen Penelitian

Variabel Keterangan
Nilai Cronbach Alpha
Kepemimpinan ( X 1 ) 0.658 Reliabel

0,725 Reliabel
Lingkungan Kerja Realistis ( X 2)
Inovasi ( Y ) 0,851 Reliabel

Sumber: Data primer yang diolah, 2011


99
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Dari hasil analisis pada tabel V.16 di atas dapat dilihat

bahwa setiap instrumen memiliki nilai realibilitas yang

memenuhi syarat dan dinyatakan reliabel, karena nilai Cronbach

Alpha berada di atas 0,60.

5.3.1.3 Deskripsi tentang hasil kepemimpinan, lingkungan kerja

realistis dan inovasi perawat adalah

a) Kepemimpinan

Dari hasil jawaban kuesioner pada lampiran

diperoleh nilai rata-rata kepemimpinan sebesar 23,73

menunjukkan bahwa rumah sakit Panti Rapih

menggunakan gaya kepemimpinan Laissez faire.

Otokratik Demokratik Laissez faire

6-13 14-21 22-30

b) Lingkungan kerja realistis

Dari hasil jawaban kuesioner pada lampiran

diperoleh nilai rata-rata lingkungan kerja realistis sebesar

24,46 menunjukkan bahwa rumah sakit Panti Rapih

memiliki lingkungan kerja sangat realistis.

kurang realistis cukup realistis sangat realistis

6-13 14-21 22-30

c) Inovasi perawat

Dari hasil jawaban kuesioner pada lampiran

diperoleh nilai rata-rata inovasi perawat sebesar 20,11


100
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

menunjukkan bahwa perawat di rumah sakit Panti Rapih

memiliki inovasi yang sangat tinggi

rendah sedang tinggi

5-11,6 11,7-18,3 18,4-25

5.3.2 Analisis Regresi Linier Berganda

Model regresi linier berganda digunakan untuk menjawab

hipotesis yaitu apakah kepemimpinan dan lingkungan kerja realistis

berpengaruh terhadap inovasi karyawan perawat. Hasil regresi linier

berganda dapat ditunjukkan seperti pada tabel V.17

Tabel V.17

Hasil Estimasi Regresi Linier Berganda

Koef Regresi
Variabel Koef Beta t hitung
(B)
Konstanta 0,058 0,100

Kepemimpinan (X1) 0,544 0,411 4,114

Lingkungan kerja realistis (X2) 0,444 0,315 3,148

Standar error = 0,40737

Adjusted R Square = 0,367

R Square = 0,383

F hitung = 23,926

Signifikan F = 0,000
Sumber: Data primer yang diolah, 2011
101
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Dari hasil analisis regresi berganda terhadap data yang tersaji

maka penyelesaian terhadap model persamaan

Y = 0,058 + 0,544 (X1) + 0,444 (X2)

Dapat dihasilkan konstanta masing-masing secara lengkap dalam

persamaan sebagai berikut:

IN = 0,058 + 0,544 KP + 0,444 LKR

Dari hasil perhitungan dan pengujian di atas, semua variabel

dinyatakan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap inovasi

perawat.

5.3.3 Uji Asumsi Klasik

5.3.3.1 Uji Normalitas

Uji normalitas dilakukan untuk mengetahui apakah sebuah

model regresi, variabel pengganggu atau residual memiliki

distribusi normal (Ghozali, 2006; 110). Normal disini dalam arti

mempunyai distribusi data normal. Model regresi yang baik

adalah berdistribusi normal atau mendekati normal. Hasil uji

normalitas dapat ditunjukkan seperti pada tabel V.18 sebagai

berikut:
102
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Tabel V.18

Hasil Uji Normalitas

Nilai Asymp sig Taraf


Variabel Keputusan
signifikansi
(2-tailed)
Kepemimpinan (X1) 0,062 0,05 Normal

Lingkungan kerja realistis 0,102 0,05 Normal


(X2)
Inovasi (Y) 0,090 0,05 Normal

Sumber: Data primer yang diolah, 2011

Regresi linier berganda sebaiknya menggunakan R Square

yang sudah disesuaikan atau tertulis Adjusted R Square, karena

disesuaikan dengan jumlah variabel independen yang digunakan

(Sujianto, 2009;71). Angka Adjusted R Square adalah 0367,

artinya 36,7% variabel terikat inovasi dijelaskan oleh variabel

bebas yaitu kepemimpinan dan lingkungan kerja realistis dan

sisanya 63,3% dijelaskan oleh variabel lain di luar variabel yang

digunakan dalam model penelitian ini.


103
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Histogram

Dependent Variable: Inovasi

25

20

Frequency
15

10

Mean = 9.78E-16
Std. Dev. = 0.987
0 N = 80
-3 -2 -1 0 1 2 3 4

Regression Standardized Residual

Gambar V.1

Grafik Histogram

Normal P-P Plot of Regression Standardized Residual

Dependent Variable: Inovasi


1.0

0.8
Expected Cum Prob

0.6

0.4

0.2

0.0
0.0 0.2 0.4 0.6 0.8 1.0

Observed Cum Prob

Gambar V.2

Grafik Normal plot


104
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

5.3.3.2 Uji Heteroskedastisitas

Uji heteroskedastisitas digunakan untuk menguji apakah

dalam sebuah model regresi terjadi ketidaksamaan varian dan

residual dari suatu pengamatan ke pengamatan yang lain.

Berdasarkan pola gambar Scatterplot model di bawah titik-titik

menyebar secara acak serta tersebar baik di atas maupun di

bawah angka 0 pada sumbu Y. Hal ini dapat disimpulkan bahwa

tidak terjadi heteroskedastisitas pada model regresi, sehingga

model regresi layak dipakai untuk memprediksi inovasi

karyawan perawat berdasarkan masukkan variabel independen

kepemimpinan dan lingkungan kerja realistis.

Scatterplot

Dependent Variable: Inovasi

4
Regression Studentized Residual

-2

-4

-4 -2 0 2 4

Regression Standardized Predicted Value

Gambar V.3
Scatterplot
5.3.3.2 Uji Multikolinieritas

Uji multikolineritas adalah uji yang digunakan untuk

menguji apakah dalam model regresi ditemukan korelasi antar


105
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

variabel bebas. Regresi yang baik adalah regresi yang tidak

terjadi multikolinieritas. Untuk mendeteksi ada atau tidaknya

multikolinieritas dapat dideteksi dengan cara berikut:

a. Jika antar variabel bebas ada korelasi yang cukup tinggi (di

atas 0,90) maka hal ini merupakan indikasi adanya

multikolinieritas.

b. Multikolinieritas dapat juga dilihat dari VIF, jika VIF < 10,

maka tingkat kolinieritas dapat ditoleransi.

Dari data penelitian yang sudah dihitung dengan

menggunakan SPSS 17.0 maka didapatkan tabel sebagai berikut:

Tabel V. 19
Nilai VIF

Unstandardized Standardized
Collinearity Statistics
Model Coefficients Coefficients t Sig.
B Std. Error Beta Tolerance VIF

1 (Constant) 0,058 0,582 0,100 ,921


Kepemimpinan ,544 ,132 ,411 4,114 ,000 ,776 1,289
Lingkungan ,444 ,141 ,315 3,148 ,002 ,776 1,289
kerja realistis
Sumber: Data primer yang diolah, 2011

Berdasarkan table V.19 di atas, diketahui bahwa nilai VIF

semua variabel bebas < 10 dan dapat disimpulkan tidak terjadi

multikolinieritas dalam persamaan regresi berganda tersebut.


106
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

5.3.3.3 Uji t (Uji Parsial)

Uji t digunakan untuk mengetahui apakah regresi yang

dihasilkan dari masing-masing variabel bebas signifikan atau

tidak terhadap variabel dependen. Dengan menggunakan SPSS

versi 17.0 maka diperoleh hasil perhitungan seperti di bawah ini.

Tabel V. 20
Tabel Coefficients
Unstandardized Standardized
Model Coefficients Coefficients t Sig.
B Std. Error Beta

1 (Constant) 0,058 0,582 0,100 ,921


Kepemimpinan ,544 ,132 ,411 4,114 ,000
Lingkungan kerja ,444 ,141 ,315 3,148 ,002
realistis
Sumber: Data primer yang diolah, 2011

Ho : b1 ; b2 = 0 artinya variabel kepemimpinan dan lingkungan kerja

realistis secara parsial tidak berpengaruh pada inovasi perawat.

Ha1 : b1 ; b2 ≠ 0 artinya variabel kepemimpinan dan lingkungan kerja

realistis secara parsial berpengaruh pada inovasi perawat.

Dengan menggunakan program SPSS 17.0 diperoleh t hitung.

Setelah t hitung dan t tabel (df = n – 2) 80 – 2 = 78 diketahui, maka

langkah selanjutnya adalah menentukan kriteria pengujian yaitu:

a) Variabel Kepemimpinan (X1)

Bila Ho ditolak maka Ha diterima, yaitu Kepemimpinan

berpengaruh pada inovasi perawat rumah sakit Panti Rapih.


107
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Bila Ho diterima maka Ha ditolak, yaitu Kepemimpinan tidak

berpengaruh pada inovasi perawat rumah sakit Panti Rapih.

Hasil analisis regresi linier berganda menunjukkan bahwa

variabel kepemimpinan (X1) secara parsial berpengaruh

signifikan pada inovasi perawat yang ditunjukkan oleh besarnya

t hitung > t tabel yaitu 4,114 > 1,9908. Hal ini mendefinisikan

bahwa inovasi perawat dipengaruhi oleh gaya kepemimpinan

yang terpusat pada karyawan, kepemimpinan dengan

kesederajatan, pemimpin berkonsultasi dengan karyawan untuk

merumuskan tindakan keputusan bersama.

b) Variabel Lingkungan Kerja Realistis (X2)

Bila Ho ditolak maka Ha diterima, yaitu Lingkungan Kerja

realistis berpengaruh pada inovasi perawat rumah sakit Panti

Rapih.

Bila Ho diterima maka Ha ditolak, yaitu Lingkungan Kerja

realistis tidak berpengaruh pada inovasi perawat rumah sakit

Panti Rapih.

Hasil analisis regresi linier berganda menunjukkan bahwa

variabel lingkungan kerja realistis (X2) secara parsial

berpengaruh signifikan pada inovasi karyawan perawat yang

ditunjukkan oleh besarnya t hitung > t tabel yaitu 3,148 >

1,9908. Hal ini mendefinisikan bahwa inovasi perawat ditandai

dengan tugas-tugas yang konkret, fisik, eksplisit serta


108
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

memberikan tantangan bagi karyawan maupun pimpinan atau

kecakapan hubungan antar pribadi karena sebagaian besar tugas-

tugas didapat diselesaikan dengan hubungan yang nyata.

5.4 Pembahasan

Hasil analisis menunjukkan bahwa kepemimpinan berpengaruh pada

inovasi perawat. Adapun gaya kepemimpinan yang digunakan rumah sakit

Panti Rapih menurut analisis tersebut yaitu gaya kepemimpinan Laissez-

faire atau gaya kepemimpinan bebas. Artinya semakin bebas gaya

kepemimpinan maka semakin tinggi inovasi perawat dan sebaliknya semakin

otokratik gaya kepemimpinan maka semakin rendah inovasi perawat.

Kepemimpinan merupakan suatu upaya atau kemampuan untuk

mempengaruhi sebuah kelompok melalui proses komunikasi untuk mencapai

suatu tujuan tertentu. Adapun ciri gaya kepemimpinan bebas yaitu:

a) Perawat diberikan kelonggaran atau fleksibel dalam melaksanakan

tugas-tugas, tetapi dengan hati-hati diberi batasan serta berbagai

prosedur.

b) Perawat yang telah berhasil menyelesaikan tugas-tugasnya diberikan

hadiah atau penghargaan, disamping adanya sanksi-sanksi bagi

mereka yang kurang berhasil, sebagai dorongan.

c) Hubungan antara atasan dan bawahan dalam suasana yang baik secara

umum manajer bertindak cukup baik.


109
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

d) Manajer menyampaikan berbagai peraturan yang berkaitan dengan

tugas-tugas atau perintah, dan sebaliknya para bawahan diberikan

kebebasan untuk memberikan pendapat.

Maka pimpinan dapat mendorong kemampuan perawat untuk dapat

mengambil keputusan bersama sehingga meningkatkan inovasi perawat,

perawat dapat memperlihatkan tingkat kompetensi dan keyakinan untuk

mengejar tujuan dan sasaran yang telah ditentukan sehingga dapat

meningkatkan inovasi perawat dalam bekerja. Sebagai contoh mengenai

kepemimpinan bebas yang diterapkan dalam rumah sakit Panti Rapih yaitu:

Dalam pelaksanaan pemilihan jadwal kerja, perawat diberikan kelonggaran

untuk memilih jadwal kerja tetapi tetap sesuai dengan standar waktu kerja di

rumah sakit.

Hasil analisis menunjukkan bahwa lingkungan kerja realistis

berpengaruh pada inovasi perawat, artinya semakin realistis lingkungan

kerja yang diciptakan dalam rumah sakit maka semakin mendorng inovasi

karyawan dalam bekerja. Lingkungan kerja sangat berperan penting bagi

perawat dalam melaksanakan tugasnya. Untuk itu diperlukan usaha-usaha

agar lingkungan kerja tetap realistis sehingga dapat meningkatkan inovasi

perawat seperti; tugas-tugas yang diberikan bersifat konkret, fisik, eksplisit

serta memberikan tantangan bagi karyawan maupun pimpinan, kecakapan

hubungan antar pribadi, sebab sebagian besar tugas-tugas dapat diselesaikan

dengan hubungan yang nyata. Sebagai contoh mengenai lingkungan kerja

realistis yang diterapkan dalam rumah sakit Panti Rapih yaitu:


110
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Dalam pelaksanaan kerja perawat sehari-hari diterapkan situasi yang bisa

meningkatkan semangat kerja perawat sehingga dapat meningkatkan kinerja

serta keinovasian dalam bekerja.


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB VI

KESIMPULAN, IMPLIKASI MANAJERIAL DAN IMPLIKASI

PADA PENELITIAN SELANJUTNYA

6.1 Kesimpulan

Berdasarkan analisis dan pembahasan hasil analisis data penelitian

tentang pengaruh variabel bebas yaitu kepemimpinan dan lingkungan kerja

realistis pada variabel terikat inovasi perawat dapat ditarik beberapa

kesimpulan sebagai berikut:

1. Kepemimpinan berpengaruh pada inovasi perawat, dan gaya

kepemimpinan yang diterapkan pada rumah sakit Panti Rapih adalah

gaya kepemimpinan Laissez-faire atau bebas. Jadi dapat disimpulkan

bahwa semakin bebas gaya kepemimpinan maka semakin tinggi

inovasi perawat, dan sebaliknya semakin otokratik gaya

kepemimpinan maka semakin rendah inovasi perawat.

2. Lingkungan kerja realistis berpengaruh pada inovasi perawat, artinya

semakin realistis lingkungan kerja yang diciptakan dalam rumah sakit,

maka semakin mendorong inovasi perawat dalam bekerja.

6.2 Implikasi Manajerial

Berdasarkan analisis dan pembahasan hasil analisis data penelitian

tentang pengaruh variabel bebas yaitu kepemimpinan dan lingkungan kerja

111
112
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

realistis pada variabel terikat inovasi perawat dapat diimplikasikan kepada

rumah sakit Panti Rapih bahwa:

1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan memberikan

pengaruh terhadap inovasi perawat rumah sakit Panti Rapih. Dan gaya

kepemimpinan yang digunakan di rumah sakit Panti Rapih menurut

penelitian adalah menggunakan gaya kepemimpinan Laissez-faire atau

bebas, seperti diterapkan dalam hal-hal sebagai berikut: atasan

memberikan kelonggaran atau fleksibel dalam melaksanakan tugas-

tugas, tetapi dengan hati-hati diberi batasan serta berbagai prosedur;

bawahan yang telah berhasil menyelesaikan tugas-tugasnya diberikan

hadiah atau penghargaan, disamping adanya sanksi-sanksi bagi mereka

yang kurang berhasil, sebagai dorongan; atasan menyampaikan

berbagai peraturan yang berkaitan dengan tugas-tugas atau perintah ,

dan sebaliknya para bawahan diberikan kebebasan untuk memberikan

pendapat; hubungan antara atasan dan bawahan dalam suasana yang

baik secara umum manajer bertindak cukup baik.

Sebagai contohnya yaitu:

a) Perawat diberikan kelonggaran dalam pemilihan waktu kerja,

tetapi tetap sesuai dengan standar waktu kerja di rumah sakit.

b) Pada saat berinteraksi dengan pasien dengan atau tanpa dokter,

perawat diharapkan mampu memberikan penjelasan apabila ada

pertanyaan dari pasien.


113
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

c) Perawat diharapkan dapat menjadi seorang pemimpin yang baik

bagi pasien sehingga dapat bertanggung jawab terhadap

tugasnya.

2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lingkungan kerja memberikan

pengaruh pada inovasi perawat rumah sakit Panti Rapih dan atasan

disarankan untuk tetap mempertahankan lingkungan kerja yang

realistis, seperti memberikan tugas yang konkret kepada karyawan,

memberikan tantangan bagi karyawan maupun pimpinan atau

kecakapan hubungan antar pribadi, sebab sebagian besar tugas-tugas

dapat diselesaikan dengan hubungan yang nyata.

Sebagai contohnya yaitu:

a) Perawat diberikan tugas dalam pelaksanaan pemeriksaan kondisi

pasien dan melaporkan hasil dan perkembangannya kepada

dokter.

b) Perawat diberikan pengertian tentang pelaksanaan hubungan

yang kekeluargaan dengan pasien.

6.2 Implikasi pada penelitian selanjutnya

Penelitian ini memiliki keterbatasan-keterbatasan yang nantinya dapat

diperbaiki pada penelitian selanjutnya. Keterbatasan yang dapat diperbaiki

untuk penelitian selanjutnya adalah :


114
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

1. Untuk penelitian selanjutnya dapat menggunakan variabel lingkungan

kerja intelektual karena variabel mengenai inovasi juga dapat

menggunakan lingkungan kerja intelektual.

2. Dalam penelitian ini, variabel yang digunakan untuk mempengaruhi

inovasi perawat adalah kepemimpinan dan lingkungan kerja realistis.

Oleh karena itu penelitian selanjutnya dapat meneliti variabel-

variabel lain supaya penelitian mengenai variabel inovasi dapat lebih

berkembang.

3. Untuk penelitian selanjutnya dapat direkomendasikan untuk instansi

yang lain. 
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

DAFTAR PUSTAKA

Abidin, Muhammad. 2009. Gaya kepemimpinan. http://meetabied.wordpress.com


/2009/12/24/gaya-kepemimpinan/. (online akses, 26 April 2010)

Ahyari, Agus. 1994, Manajemen Produksi: Perencanaa Sistem Produksi. Edisi 4.


Yogyakarta: BPFE UGM

Andika, Antonius. 2005. Analisis Gaya Kepemimpinan Manajer terhadap


Motivasi Kerja Karyawan. Yogyakarta: Skripsi USD

Bondan. 2006. Keperawatan modern. Http://bondanmanajemen .blogspot.com


/2006/10/fungsi-perawat-spesialis. Html (online akses, 30 April 2010)

Ghozali, Imam. 2007. Aplikasi Analisis Multivariat dengan program SPSS. Edisi
4. Semarang: UNDIP

Hadi, Sutrisno. 2004. Metodologi Research. Jilid 2. Yogyakarta : Penerbit ANDI.

Handoko, Hani. 2003. Manajemen. Edisi II. Yogyakarta : BPFE

Hanna Permana. 2005. Kepemimpinan dalam perusahaan. Yogyakarta : Penerbit


ANDI

Heidjrachman, R dan Husman, Suad,. 2005. Manajemen Personalia (Edisi III).


Yogyakarta: BPFE

Herzlinger, Regina E. 2006, Innovation in hospotal. Harvard Business Review

Hermana, Budi. 2010. Inovasi dalam perusahaan. www.binanusantara.com/Budi

Hermana,2010 (online akses, 28 April 2010)

Intanghina. 2008. Pengaruh Budaya Perusahaan dan Lingkungan Kerja terhadap


Kinerja Karyawan.(http://intanghina.wordpress.com/2008/04/28/pengaruh-
budaya-perusahaan-dan-lingkungan-kerja-terhadap-kinerja-karyawan)
(online akses, 10 Maret 2010)

115
116
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Indriantoro, Nur & Bambang Supomo, 2002, Metodologi Penelitian Bisnis, BPFE,

Yogyakarta

Mireille Merx, C. And W.J. Nicklin (2005), Factors influencing knowledge


creation and innovation in an organization, Journal of European Industrial
Training; 2005;29,2/3; ABI/INFORM Global, pg.135

Nawawi, Hadari. 2005. Manajemen Sumber Daya Manusia untuk Bisnis yang
kompetitif. Yogyakarta:Gajah Mada University Press

Prasetyo, B & Jannah, Lina. 2005. Metode Penelitian Kuantitatif Teori dan
Aplikasi. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada

Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), “Panduan Keperawatan &


Praktek Keperawatan”, Jakarta, 1999

Riduwan. 2009. Metode dan Teknik Menyusun Tesis. Bandung: CV Alfabeta

Saputra, Hendri. 2009. Tipe-tipe Inovasi berdasarkan karakteristinya.


www.binanusantara.com/Hendri Saputra,2009(online akses, 29 April 2009)

Sapto J. Porwowidagda. 2001. Leadhership and Management Challenges for New


Paradigm of Indonesia Higher Education. Jurnal Ilmu Pendidikan. Agustus,
Jilid 9, Nomor 3 : hlm 220

Sugiyono. 2002. Metode Penelitian Bisnis. Bandung : CV Alfabeta.

Sukardi, Dewa Ketut. 1993. Model-model Lingkungan kerja. www.jurnal-


sdm.com/Dewa Ketut Sukardi,1993;61(online akses, 29 April 2009)

Sunyoto, Danang. 2007. Analisis Regresi dan Korelasi Bivariat. Yogyakarta :


Penerbit Amara Books.

www.business.gov/phase/lauching/are you ready/glossary.html (online akses, 29


April 2009)

www.desainulang.com/artikel holystico/Eni Munarsih-2010(online akses, 2 Mei


2010)
www.wikipedia.org/wiki/Inovation(online akses, 2 Mei 2010)
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

LAMPIRAN 1
SURAT IZIN PENELITIAN
RUMAH SAKIT PANTI RAPIH YOGYAKARTA
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

LAMPIRAN 2
LEMBAR KUESIONER
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Kepada Yth,

Pengisi kuesioner

Dengan hormat,

Bersama ini saya, Zita Dewi Aprilina mahasiswi Program Studi Manajemen,

Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma, yang sedang menyusun skripsi

dengan judul “Pengaruh Kepemimpinan dan Lingkungan Kerja realistis

terhadap Inovasi perawat rumah sakit Panti Rapih Yogyakarta”, ingin

memohon bantuan kepada Bapak/Ibu/Sdr/i untuk berkenan menjawab pertanyaan-

pertanyaan yang tersusun dalam kuesioner ini.

Kuesioner ini disusun dengan tujuan untuk mendapatkan data yang

dibutuhkan dan semua jawaban yang diberikan hanya akan digunakan untuk

kepentingan ilmiah dalam penyusunan skripsi ini. Untuk itu saya sangat

mengharapkan kesediaan Bapak/Ibu/Sdr/i dalam menjawab kuesioner ini sesuai

dengan keadaan yang sesungguhnya.

Sebelumnya saya mengucapkan terima kasih atas kesediaan Bapak/Ibu/Sdr/i

untuk meluangkan waktu dalam menjawab kuesioner ini.

Hormat saya,

Zita Dewi Aprilina


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

KUESIONER
PENGARUH KEPEMIMPINAN DAN LINGKUNGAN KERJA REALISTIS
PADA INOVASI PERAWAT
(studi kasus pada Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta)

A. IDENTITAS RESPONDEN
Petunjuk pengisian:
Pilih jawaban yang ada dan menurut saudara anggap paling sesuai, dengan
memberi tanda (X) silang pada jawaban pilihan saudara.
1. Usia saudara
a. < 20 Tahun
b. 20 – 30 Tahun
c. 31 – 40 Tahun
d. 41 – 50 Tahun
e. > 50 Tahun
2. Jenis kelamin
a. Laki-laki
b. Perempuan
3. Status kepegawaian
a. Pegawai Tetap
b. Pegawai Tidak Tetap
4. Pendidikan terakhir
a. SLTA – D3
b. Sarjana
5. Lama bekerja di perusahaan
a. < 2 Tahun
b. 2 – 5 Tahun
c. 6 – 10 Tahun
d. > 10 Tahun
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

B. DAFTAR PERTANYAAN
Pilihlah salah satu dari lima (5) alternatif jawaban yang sesuai dengan
pilihan saudara atau sesuai dengan kenyataan yang sesungguhnya dengan
memberi tanda (√) centang pada salah satu jawaban:
SS : Sangat Setuju
S : Setuju
N : Netral
TS : Tidak Setuju
STS : Sangat Tidak Setuju

KEPEMIMPINAN
No Pertanyaan SS S N TS STS
1 Atasan mendorong saya untuk lebih kreatif dan
pro aktif.
2 Apabila terjadi masalah dalam pekerjaan saya,
atasan memberikan kesempatan kepada saya
untuk mengambil keputusan jalan keluar.
3 Atasan saya hampir tidak pernah mengubah-
ubah perintah yang telah disampaikan kepada
saya.
4 Atasan menegur saya, apabila saya tidak
mematuhi aturan.
5 Atasan saya selalu memberikan pujian atas
pekerjaan yang saya kerjakan dengan baik.
6 Atasan saya menentukan dengan jelas, hal-hal
yang harus saya kerjakan.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

LINGKUNGAN KERJA REALISTIS


No Pertanyaan SS S N TS STS
1 Berusahan menyelesaikan pekerjaan sebelum
batas waktu yang telah ditentukan.
2 Menyukai tantangan dan tanggung jawab.
3 Merasa nyaman dengan sistem infrastruktur
yang diterapkan dalam perusahaan.
4 Selalu didorong untuk menyelesaikan pekerjaan
dengan cara yang lebih baik.
5 Selalu didorong untuk selalu mempelajari hal-
hal yang baru sesuai dengan pekerjaan.
6 Selalu bekerja walaupun tanpa adanya
pengawasan.

INOVASI PERAWAT RUMAH SAKIT


No Pertanyaan SS S N TS STS
1 Berusaha mencari perspektif atau pandangan
yang baru tentang perkembangan teknologi
yang berguna untuk kemajuan perusahaan.
2 Berusaha mencari ide yang baru yang berkaitan
dengan pelayanan demi perkembangan
perusahaan.
3 Berusaha mencari cara untuk dapat
meningkatkan kualitas bekerja di perusahaan.
4 Berusaha meng up-date pengetahuan atau
perkembangan yang baru untuk kemajuan
perusahaan.
5 Berusaha bersikap kritis dan proaktif terhadap
teknologi yang akan menjadi bagian dalam
tugas.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

LAMPIRAN 3
DESKRIPSI VARIABEL
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

LAMPIRAN DESKRIPSI VARIABEL

Deskripsi Variabel Kepemimpinan

Descriptive Statistics
Minimu Maximu Std. Varianc
N Range m m Mean Deviation e
Std.
Statistic Statistic Statistic Statistic Statistic Error Statistic Statistic
KP1 80 2 3 5 4.19 .051 .453 .205
KP2 80 3 2 5 3.61 .101 .907 .823
KP3 80 2 3 5 4.15 .059 .530 .281
KP4 80 3 2 5 3.91 .078 .697 .486
KP5 80 2 3 5 4.09 .060 .532 .283
KP6 80 3 2 5 4.21 .061 .544 .296
Valid N 80
(listwise)

Deskripsi Variabel Lingkungan Kerja

Descriptive Statistics
Minimu Maximu Std.
N Range m m Mean Deviation Variance
Std.
Statistic Statistic Statistic Statistic Statistic Error Statistic Statistic
LK1 80 2 3 5 4.18 .056 .497 .247
LK2 80 4 1 5 4.10 .072 .648 .420
LK3 80 2 3 5 3.91 .074 .660 .435
LK4 80 3 2 5 4.11 .067 .595 .354
LK5 80 2 3 5 4.15 .064 .576 .332
LK6 80 2 3 5 4.19 .057 .506 .256
Valid N 80
(listwise)
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Deskripsi Variabel Inovasi perawat

Descriptive Statistics
Minimu Maximu Std.
N Range m m Sum Mean Deviation Variance
IN1 80 2 3 5 322 4.03 .595 .354
IN2 80 2 3 5 329 4.11 .595 .354
IN3 80 2 3 5 335 4.19 .576 .331
IN4 80 2 3 5 328 4.10 .542 .294
IN5 80 2 3 5 337 4.21 .567 .321
Valid N 80
(listwise)
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Factor Analysis
Correlation Matrix

KP1 KP2 KP3 KP4 KP5 KP6 LK1 LK2 LK3 LK4 LK5 LK6 IN1 IN2 IN3 IN4 IN5
Correlation KP1 1.000 .352 .486 .266 .547 .327 .050 -.008 .110 .189 .152 .158 -.291 -.244 -.131 .025 -.022
KP2 .352 1.000 .184 .436 .335 .182 .095 .121 .272 .158 .004 .146 -.228 -.049 -.086 -.165 -.141
KP3 .486 .184 1.000 .434 .371 .512 -.097 -.001 .059 .151 .117 .231 -.060 .059 .029 .029 -.004
KP4 .266 .436 .434 1.000 .465 .298 -.177 .071 .200 .212 .234 .167 .025 .112 .043 .073 .100
KP5 .547 .335 .371 .465 1.000 .182 -.128 -.095 .018 .138 .102 .014 -.169 -.093 -.095 -.097 -.058
KP6 .327 .182 .512 .298 .182 1.000 -.084 .197 .225 .168 .163 .103 .079 -.002 .257 .015 .297
LK1 .050 .095 -.097 -.177 -.128 -.084 1.000 .511 .402 .459 .294 .554 .065 .135 .099 .210 .100
LK2 -.008 .121 -.001 .071 -.095 .197 .511 1.000 .398 .175 .229 .382 .181 .171 .080 .146 .176
LK3 .110 .272 .059 .200 .018 .225 .402 .398 1.000 .511 .254 .473 .190 .195 .198 .213 .160
LK4 .189 .158 .151 .212 .138 .168 .459 .175 .511 1.000 .617 .527 .031 .115 .086 .212 .150
LK5 .152 .004 .117 .234 .102 .163 .294 .229 .254 .617 1.000 .479 .237 .230 .342 .326 .178
LK6 .158 .146 .231 .167 .014 .103 .554 .382 .473 .527 .479 1.000 .105 .208 .060 .223 .063
IN1 -.291 -.228 -.060 .025 -.169 .079 .065 .181 .190 .031 .237 .105 1.000 .645 .536 .619 .361
IN2 -.244 -.049 .059 .112 -.093 -.002 .135 .171 .195 .115 .230 .208 .645 1.000 .403 .550 .430
IN3 -.131 -.086 .029 .043 -.095 .257 .099 .080 .198 .086 .342 .060 .536 .403 1.000 .421 .414
IN4 .025 -.165 .029 .073 -.097 .015 .210 .146 .213 .212 .326 .223 .619 .550 .421 1.000 .612
IN5 -.022 -.141 -.004 .100 -.058 .297 .100 .176 .160 .150 .178 .063 .361 .430 .414 .612 1.000

KMO and Bartlett's Test


Kaiser-Meyer-Olkin Measure of Sampling
Adequacy. .636

Bartlett's Test of Approx. Chi-Square 568.625


Sphericity df 136
Sig. .000
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Anti-image Matrices

KP1 KP2 KP3 KP4 KP5 KP6 LK1 LK2 LK3 LK4 LK5 LK6 IN1 IN2 IN3 IN4 IN5
Anti-image KP1 .401 -.113 -.127 .082 -.209 -.071 -.038 .040 -.045 .053 -.074 .006 .073 .105 .066 -.118 .007
Covariance KP2 -.113 .571 .103 -.212 -.021 -.062 -.058 -.014 -.069 -.008 .080 .004 .081 -.106 -.046 .023 .099
KP3 -.127 .103 .430 -.133 -.021 -.201 .020 .021 .084 -.029 .084 -.107 .055 -.119 -.034 -.039 .124
KP4 .082 -.212 -.133 .474 -.159 .026 .138 -.059 -.047 -.013 -.075 -.030 -.011 .023 .032 -.020 -.057
KP5 -.209 -.021 -.021 -.159 .536 .055 .009 .021 .033 -.042 .002 .046 -.038 -.028 -.003 .076 -.021
KP6 -.071 -.062 -.201 .026 .055 .424 .087 -.109 -.049 -.040 -.013 .019 -.087 .099 -.089 .126 -.183
LK1 -.038 -.058 .020 .138 .009 .087 .385 -.216 .011 -.127 .053 -.143 .026 -.001 -.084 -.020 -.003
LK2 .040 -.014 .021 -.059 .021 -.109 -.216 .536 -.122 .143 -.096 -.018 -.044 -.001 .123 .026 -.044
LK3 -.045 -.069 .084 -.047 .033 -.049 .011 -.122 .497 -.178 .136 -.113 -.035 -.014 -.094 -.011 .036
LK4 .053 -.008 -.029 -.013 -.042 -.040 -.127 .143 -.178 .354 -.212 -.011 .030 .014 .107 -.012 -.038
LK5 -.074 .080 .084 -.075 .002 -.013 .053 -.096 .136 -.212 .398 -.118 -.003 -.027 -.170 -.028 .068
LK6 .006 .004 -.107 -.030 .046 .019 -.143 -.018 -.113 -.011 -.118 .448 .003 -.034 .079 -.010 .024
IN1 .073 .081 .055 -.011 -.038 -.087 .026 -.044 -.035 .030 -.003 .003 .331 -.155 -.107 -.154 .111
IN2 .105 -.106 -.119 .023 -.028 .099 -.001 -.001 -.014 .014 -.027 -.034 -.155 .431 -.004 -.026 -.118
IN3 .066 -.046 -.034 .032 -.003 -.089 -.084 .123 -.094 .107 -.170 .079 -.107 -.004 .513 -.007 -.083
IN4 -.118 .023 -.039 -.020 .076 .126 -.020 .026 -.011 -.012 -.028 -.010 -.154 -.026 -.007 .313 -.193
IN5 .007 .099 .124 -.057 -.021 -.183 -.003 -.044 .036 -.038 .068 .024 .111 -.118 -.083 -.193 .410
Anti-image KP1 .599a -.237 -.306 .188 -.452 -.173 -.097 .085 -.101 .141 -.186 .015 .200 .251 .146 -.332 .017
Correlation KP2 -.237 .610a .208 -.408 -.039 -.127 -.124 -.026 -.130 -.018 .169 .007 .186 -.215 -.084 .054 .204
KP3 -.306 .208 .550a -.295 -.044 -.470 .048 .043 .182 -.074 .202 -.244 .145 -.277 -.072 -.108 .296
KP4 .188 -.408 -.295 .630a -.315 .058 .323 -.116 -.096 -.031 -.173 -.065 -.028 .050 .064 -.052 -.130
KP5 -.452 -.039 -.044 -.315 .700a .115 .020 .040 .065 -.097 .005 .094 -.089 -.057 -.005 .185 -.044
KP6 -.173 -.127 -.470 .058 .115 .495a .215 -.228 -.107 -.104 -.032 .044 -.233 .231 -.191 .346 -.439
LK1 -.097 -.124 .048 .323 .020 .215 .628a -.476 .026 -.343 .134 -.344 .074 -.002 -.190 -.058 -.009
LK2 .085 -.026 .043 -.116 .040 -.228 -.476 .587a -.236 .327 -.209 -.036 -.104 -.003 .235 .063 -.094
LK3 -.101 -.130 .182 -.096 .065 -.107 .026 -.236 .702a -.424 .306 -.240 -.087 -.030 -.186 -.028 .079
LK4 .141 -.018 -.074 -.031 -.097 -.104 -.343 .327 -.424 .626a -.563 -.027 .086 .036 .252 -.037 -.100
LK5 -.186 .169 .202 -.173 .005 -.032 .134 -.209 .306 -.563 .601a -.280 -.007 -.066 -.377 -.079 .169
LK6 .015 .007 -.244 -.065 .094 .044 -.344 -.036 -.240 -.027 -.280 .796a .009 -.077 .164 -.026 .055
IN1 .200 .186 .145 -.028 -.089 -.233 .074 -.104 -.087 .086 -.007 .009 .674a -.410 -.259 -.477 .301
IN2 .251 -.215 -.277 .050 -.057 .231 -.002 -.003 -.030 .036 -.066 -.077 -.410 .725a -.009 -.072 -.282
IN3 .146 -.084 -.072 .064 -.005 -.191 -.190 .235 -.186 .252 -.377 .164 -.259 -.009 .671a -.017 -.180
IN4 -.332 .054 -.108 -.052 .185 .346 -.058 .063 -.028 -.037 -.079 -.026 -.477 -.072 -.017 .660a -.538
IN5 .017 .204 .296 -.130 -.044 -.439 -.009 -.094 .079 -.100 .169 .055 .301 -.282 -.180 -.538 .555a
a. Measures of Sampling Adequacy(MSA)
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Communalities

Initial Extraction
KP1 1.000 .569
KP2 1.000 .388
KP3 1.000 .560
KP4 1.000 .542
KP5 1.000 .544
KP6 1.000 .435
LK1 1.000 .717
LK2 1.000 .389
LK3 1.000 .514
LK4 1.000 .593
LK5 1.000 .459
LK6 1.000 .650
IN1 1.000 .706
IN2 1.000 .583
IN3 1.000 .522
IN4 1.000 .647
IN5 1.000 .518
Extraction Method: Principal Component Analysis.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Total Variance Explained

Initial Eigenvalues Extraction Sums of Squared Loadings Rotation Sums of Squared Loadings
Component Total % of Variance Cumulative % Total % of Variance Cumulative % Total % of Variance Cumulative %
1 4.111 24.183 24.183 4.111 24.183 24.183 3.230 18.999 18.999
2 3.133 18.427 42.610 3.133 18.427 42.610 3.153 18.550 37.549
3 2.094 12.317 54.927 2.094 12.317 54.927 2.954 17.378 54.927
4 1.118 6.579 61.505
5 1.050 6.177 67.682
6 .873 5.135 72.818
7 .809 4.757 77.575
8 .662 3.892 81.467
9 .646 3.800 85.266
10 .530 3.119 88.385
11 .452 2.661 91.046
12 .398 2.342 93.387
13 .331 1.946 95.334
14 .296 1.741 97.075
15 .202 1.188 98.262
16 .155 .912 99.175
17 .140 .825 100.000
Extraction Method: Principal Component Analysis.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Component Matrixa

Component
1 2 3
KP1 .153 .727 .135
KP2 .140 .604 -.058
KP3 .257 .582 .395
KP4 .329 .538 .380
KP5 .071 .665 .310
KP6 .366 .382 .394
LK1 .515 -.043 -.671
LK2 .499 -.005 -.375
LK3 .630 .155 -.304
LK4 .633 .275 -.341
LK5 .663 .091 -.104
LK6 .645 .204 -.439
IN1 .535 -.561 .325
IN2 .571 -.427 .273
IN3 .521 -.350 .357
IN4 .646 -.397 .268
IN5 .533 -.309 .372
Extraction Method: Principal Component Analysis.
a. 3 components extracted.

Component Transformation Matrix

Component 1 2 3
1 .641 .715 .279
2 -.543 .166 .823
3 .542 -.679 .495
Extraction Method: Principal Component Analysis.
Rotation Method: Varimax with Kaiser Normalization.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Rotated Component Matrixa

Component
1 2 3
KP1 -.224 .138 .707
KP2 -.270 .240 .507
KP3 .063 .012 .746
KP4 .125 .066 .723
KP5 -.148 -.049 .721
KP6 .241 .057 .611
LK1 -.010 .817 -.224
LK2 .120 .610 -.051
LK3 .155 .683 .153
LK4 .072 .730 .234
LK5 .319 .560 .208
LK6 .065 .793 .131
IN1 .823 .068 -.152
IN2 .746 .152 -.057
IN3 .718 .072 .033
IN4 .775 .214 -.014
IN5 .711 .077 .079
Extraction Method: Principal Component Analysis.
Rotation Method: Varimax with Kaiser Normalization.
a. Rotation converged in 5 iterations.

Rotated Component Matrixa

Component
1 2 3
KP1 .707
KP2 .507
KP3 .746
KP4 .723
KP5 .721
KP6 .611
LK1 .817
LK2 .610
LK3 .683
LK4 .730
LK5 .560
LK6 .793
IN1 .823
IN2 .746
IN3 .718
IN4 .775
IN5 .711
Extraction Method: Principal Component Analysis.
Rotation Method: Varimax with Kaiser Normalization.
a. Rotation converged in 5 iterations.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Scree Plot

3
Eigenvalue

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17

Component Number

Component Plot in Rotated Space

1.0 LK1
LK6
LK4 LK2
Component 2

0.5 LK3
KP2 LK5
IN2 IN4
KP4 KP6
0.0 KP1 IN5 IN3IN1
KP3
KP5
-0.5

-1.0
-1.0
-1.0 -0.5
-0.5 0.0
0.0 0.5
0.5 1.0 1.0 nt 3
Componen pone
t1 Com
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

LAMPIRAN 4
UJI VALIDITAS DAN RELIABILITAS
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

LAMPIRAN UJI RELIABILITAS


Reliability (Kepemimpinan)

Case Processing Summary

N %
Cases Valid 80 100.0
Excludeda 0 .0
Total 80 100.0
a. Listwise deletion based on all
variables in the procedure.

Reliability Statistics

Cronbach's
Alpha N of Items
.658 6

Item-Total Statistics

Scale Corrected Cronbach's


Scale Mean if Variance if Item-Total Alpha if Item
Item Deleted Item Deleted Correlation Deleted
KP1 19.64 3.981 .482 .586
KP2 20.16 3.556 .316 .668
KP3 19.70 4.213 .372 .621
KP4 19.88 3.731 .466 .585
KP5 19.73 4.278 .395 .616
KP6 19.59 4.220 .378 .620
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Reliability (Lingkungan Kerja Realistis)

Case Processing Summary

N %
Cases Valid 80 100.0
Excludeda 0 .0
Total 80 100.0
a. Listwise deletion based on all
variables in the procedure.

Reliability Statistics

Cronbach's
Alpha N of Items
.725 6

Item-Total Statistics

Scale Corrected Cronbach's


Scale Mean if Variance if Item-Total Alpha if Item
Item Deleted Item Deleted Correlation Deleted
LK1 20.30 3.681 .433 .695
LK2 20.36 3.829 .288 .734
LK3 20.58 3.285 .452 .691
LK4 20.40 3.180 .586 .646
LK5 20.38 3.453 .441 .692
LK6 20.30 3.377 .577 .654
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Reliability (Inovasi Perawat)

Case Processing Summary

N %
Cases Valid 80 100.0
Excludeda 0 .0
Total 80 100.0
a. Listwise deletion based on all
variables in the procedure.

Reliability Statistics

Cronbach's
Alpha N of Items
.851 5

Item-Total Statistics

Scale Corrected Cronbach's


Scale Mean if Variance if Item-Total Alpha if Item
Item Deleted Item Deleted Correlation Deleted
IN1 16.19 4.129 .725 .802
IN2 16.10 4.243 .682 .814
IN3 16.04 4.568 .588 .839
IN4 16.10 4.370 .686 .814
IN5 16.03 4.455 .626 .829
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

LAMPIRAN 5
UJI ASUMSI KLASIK
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

LAMPIRAN UJI ASUMSI KLASIK

A.  Hasil Uji Normalitas 
One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

Lingkungan
Kepemimpinan Kerja Inovasi
N 80 80 80
Normal Parameters a,b Mean 3.9560 4.0769 4.0225
Std. Deviation .38692 .36271 .51213
Most Extreme Absolute .147 .157 .207
Differences Positive .130 .171 .155
Negative -.147 -.179 -.152
Kolmogorov-Smirnov Z 1.318 1.175 1.259
Asymp. Sig. (2-tailed) .062 .102 .090
a. Test distribution is Normal.
b. Calculated from data.

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

Unstandardized
Residual
N 80
Normal Parameters a,b Mean .0000000
Std. Deviation .40218329
Most Extreme Absolute .146
Differences Positive .146
Negative -.096
Kolmogorov-Smirnov Z 1.305
Asymp. Sig. (2-tailed) .066
a. Test distribution is Normal.
b. Calculated from data.

Kriteria:

Distribusi normal jika signifikansi p > 0,05 atau Z hitung < 1,96
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Histogram

Dependent Variable: Inovasi

25

20
Frequency

15

10

Mean = 9.78E-16
Std. Dev. = 0.987
0 N = 80
-3 -2 -1 0 1 2 3 4

Regression Standardized Residual

Normal P-P Plot of Regression Standardized Residual

Dependent Variable: Inovasi


1.0

0.8
Expected Cum Prob

0.6

0.4

0.2

0.0
0.0 0.2 0.4 0.6 0.8 1.0

Observed Cum Prob

Kriteria:

Distribusi normal jika titik-titik menyebar di sekitar garis diagonal


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

B.  Hasil Uji Heteroskedastisitas 

Scatterplot

Dependent Variable: Inovasi

4
Regression Studentized Residual

-2

-4

-4 -2 0 2 4

Regression Standardized Predicted Value

Kriteria:

Tidak terjadi problem heteroskedastisitas jika titik-titik menyebar di bawah


maupun di atas titik origin (angka 0) pada sumbu Y.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

LAMPIRAN 6
UJI T & ANALISIS LINIER BERGANDA
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Regression

Variables Entered/Removedb

Variables
Model Variables Entered Removed Method
1 Lingkungan Kerja,
a . Enter
Kepemimpinan
a. All requested variables entered.
b. Dependent Variable: Inovasi

Model Summaryb

Adjusted Std. Error of


Model R R Square R Square the Estimate
1 .619a .383 .367 .40737
a. Predictors: (Constant), Lingkungan Kerja,
Kepemimpinan
b. Dependent Variable: Inovasi

ANOVAb

Sum of
Model Squares df Mean Square F Sig.
1 Regression 7.941 2 3.971 23.926 .000a
Residual 12.778 77 .166
Total 20.720 79
a. Predictors: (Constant), Lingkungan Kerja, Kepemimpinan
b. Dependent Variable: Inovasi

Coefficientsa

Unstandardized Standardized
Coefficients Coefficients
Model B Std. Error Beta t Sig.
1 (Constant) .058 .582 .100 .921
Kepemimpinan .544 .132 .411 4.114 .000
Lingkungan Kerja .444 .141 .315 3.148 .002
a. Dependent Variable: Inovasi