Anda di halaman 1dari 6

1.

model organisasi

Bekerja dalam lingkungan yang semakin dinamis melibatkan modifikasi peran, tujuan kerja, dan
proses yang berkesinambungan untuk memenuhi kondisi operasi dan perubahan persyaratan
bisnis. Memiliki model yang mengintegrasikan struktur organisasi, tujuan, perilaku, dan
komponen (strategis dan operasional) bisnis bermanfaat dalam mengatasi tantangan sehari-hari.

Pemodelan organisasi adalah teknik untuk menggambarkan peran dan struktur pelaporan dalam
bisnis dan memastikan bahwa struktur tersebut mendukung tujuan bisnis. Model atau bagan
organisasi biasanya dirancang oleh pengelompokan orang dengan seperangkat tujuan yang sama.
Model organisasi menggambarkan: Karyawan yang termasuk dalam kelompok, Hubungan antara
anggota suatu kelompok, Peran setiap orang dalam suatu kelompok

2. Mendiagnosa organisasi merupakan salah satu komponen utama dalam melakukan


perencanaan perubahan. Diagnosis adalah proses untuk mengerti suatu fungsi dari arus system,
yang pada kegiatan tersebut melibatkan pengumpulan informasi bersangkutan tentang operasi
organisasi yang sedang berjalan, meneliti data tersebut, dan menggambarkan penarikan
kesimpulan untuk peningkatan dan perubahan yang potensial. Hasil diagnosa yang efektif
menyediakan pengetahuan yang sistematis bagi organisasi untuk mendesain intervensi yang
sesuai.

Six Box Organizational Model adalah tools yang dikembangkan oleh Marvin Weisbord,
seorang analis Pengembangan Organisasi (Organizational Development) untuk menganalisa
fungsi-fungsi yang ada di dalam organisasi. Six Box Model ini dipublikasikan pertama kali
dalam buku “Organizational Diagnosis: A Workbook of Theory and Practice,” pada tahun 1978.
Six Box digunakan untuk melihat gap yang ada di organisasi antara apa yang terjadi sekarang
dengan kondisi optimum yang diinginkan. Dengan menggunakan kerangka pendekatan yang
sederhana model ini bisa menjadi tools yang ampuh untuk melihat apakah fungsi-fungsi
organisasi sudah berjalan seperti yang diharapkan atau belum.

Six-Box Model terdiri atas enam kotak yaitu:

1. Purpose: Merujuk pada visi dan misi serta goal perusahaan


2. Structure: Mengacu pada pengaturan dalam organisasi. Bisa dilakukan secara fungsi
(specialist) atau secara produk, program atau project (multi skilled team bekerja sama)
3. Relationship: Bagaimana orang-orang berkomunikasi, serta bagaimana kita berinteraksi
dengan teknologi
4. Rewards: Insentif berupa intrisik dan ekstrinsik yang diberikan sehubungan dengan
pekerjaan yang dilakukan
5. Leadership: Mengacu pada tugas-tugas pemimpin termasuk bagaimana menjaga
keseimbangan diantara ‘kotak-kotak’ yang ada
6. Mechanism: mengacu pada proses perencanaan , pengontrolan, alokasi anggaran dan
sistem informasi yang mendukung tujuan organisasi.
Kelebihan Six Box Model
1. Six Box Model relatif mudah dipahami, tidak rumit dan sangat mudah dijelaskan dengan
melihat gambar modelnya. Six Box Model mencerminkan aktivitas penting dan variabel kunci
dalam organisasi dan telah sukses diterapkan dalam membantu klien menerapkan program
perubahan dalam organisasi mereka.

2. Weisbord menganggap politik internal sebagai bagian integral dari proses perubahan. Jika
organisasi ingin sukses dalam menghadapi perubahan, maka setiap individu dan departemen
dalam organisasi harus mempunyai kekuatan untuk menjalankan perubahan itu.

3. Walaupun Six Box Model tidak banyak digunakan secara massal oleh konsultan manajemen
lain, namun beberapa penulis ternama di bidang ini menggunakan Six Box Model sebagai
kerangkan acuan mereka.

Kekurangan Six Box Model


1. Six Box Model tidak membahas peran strategi dan keuangan secara mendalam.

2. Tidak ada data empiris yang telah memvalidasi klasifikasi yang digunakan Six Box Model
bahwa organisasi bisa dibagi menjadi enam komponen. Model ini dibuat berdasarkan logika.

3. Six Box Model berdasarkan Goal-Setting Theory dimana teori ini mendukung gagasan bahwa
jika antara pengusaha dan karyawan sepakat mengenai tujuan perusahaan, maka performa
organisasi akan meningkat.

sumber:reflectlearn.org, slideshare.net
gambar: t4ols.com aliexpress.com
Six Box Model

7 Elemen dalam McKinsey 7s Framework

Keterkaitan antar elemen-elemen McKinsey 7s ini dapat dilihat dari gambar dibawah ini :

1. Strategy (Strategi)

Strategi merupakan suatu rumusan organsasi yang digunakan untuk mempertahankan dan
membangun keunggulan kompetitif yang berkelanjutan dalam persaingan. Strategi pada dasarnya
memiliki arahan yang tegas dan jelas sehingga setiap individu ataupun kelompok mengetahui
dengan jelas tentang cara yang diharus digunakan untuk mencapai sasaran organisasi.

2. Structure (Struktur)

Struktur yang dimaksud disini adalah Struktur Organisasi Perusahaan yang mengatur sistem
kerja, komunikasi, wewenang dan tanggung jawab serta pendelegasian tugas kepada unit kerja
atau orang-orang tertentu untuk mencapai sasaran organisasi. Struktur merupakan elemen yang
dapat terlihat sehingga mudah untuk mengatur ataupun mengubahnya.

3. Systems (Sistem)

Sistem di dalam McKinsey 7s ini adalah Proses dan Prosedur Perusahaan yang berisikan
kegiatan operasional sehari-hari dan pembuatan keputusan dalam perusahaan. Sistem ini
merupakan fokus utama manajemen apabila terjadi perubahaan organisasi dalam suatu
perusahaan.

4. Skills (Keterampilan)

Skill adalah kemampuan karyawan yang dibutuhkan oleh perusahaan sehingga dapat berkinerja
dengan baik sesuai dengan yang diharapkan sehingga dapat membantu perusahaan dalam
mencapai sasarannya. Skill atau Keterampilan yang dimaksud ini juga termasuk Kapabilitas
(Capabilities) dan Kompetensi (Competences).

5. Staff (Karyawan)

Staff adalah Karyawan yang dibutuhkan oleh perusahaan. Elemen Staff berkaitan dengan
bagaimana karyawan tersebut diseleksi, direkrut, dilatih, dimotivasi dan dihargai.

6. Style (Gaya Kepemimpinan)

Elemen Style ini berkaitan dengan Gaya Kepemimpinan Manajemen yang digunakan dalam
organisasi untuk mencapai sasaran perusahaannya.

7. Shared Values (Nilai-nilai Perusahaan)

Shared Values merupakan inti utama dari Kerangka McKinsey 7s karena berkaitan dengan nilai-
nilai inti perusahaan yang menjadi budayanya. Share Values pada dasarnya adalah Standar
ataupun norma-norma yang menjadi panduan perilaku bagi semua karyawan dan manajemen
perusahaan.