Anda di halaman 1dari 5

KERANGKA ACUAN KEGIATAN

KUNJUNGAN RUMAH BAYI/BALITA


DENGAN PNEUMONIA
PUSKESMAS I SUMPIUH

No. Dokumen : KAK - P2 - 02


Tanggal Terbit : 4 April 2017
No. Revisi :0

DINAS KESEHATAN
PEMERINTAH KABUPATEN BANYUMAS

TAHUN 2017
KERANGKA ACUAN KEGIATAN
KUNJUNGAN RUMAH BAYI/BALITA DENGAN PNEUMONIA

a. Pendahuluan

KAK Kunjungan Rumah PneumoniaPage 1


Penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan penyakit
yang paling sering terjadi pada anak. ISPA juga merupakan salah satu penyebab
utama kunjungan pasien di sarana kesehatan. Sejak tahun 1990 Pengendalian
Penyakit ISPA menitikberatkan atau memfokuskan kegiatan penanggulangannya
pada Pneumonia Balita. Pneumonia adalah penyakit paling serius dan paling
membahayakan jiwa anak-anak dibandingkan dengan penyakit infeksi saluran
nafas lainnya terutama pada bayi dan balita.

b. Latar belakang
Pneumonia adalah pembunuh utama balita di dunia dibandingkan penyakit
lainnya seperti AIDS, Malaria dan Campak. Di dunia setiap tahun diperkirakan
lebih dari 2 juta balita meninggal karena pneumonia dari 9 juta total kematian
balita.
Hingga saat ini ISPA masih merupakan masalah kesehatan masyarakat di
Indonesia. Sebanyak 40-60% kunjungan berobat di Puskesmas disebabkan oleh
ISPA. Pneumonia dari tahun ke tahun selalu menduduki peringkat atas dalam hal
penyebab kematian bayi dan anak balita di Indonesia. Berdasarkan survei
kematian balita pada tahun 2005, 23,6% disebabkan oleh pneumonia.
Melihat data di atas perlu adanya program pengendalian penyakit ISPA
yang menitikbertakan kegiatan penanggulangannya pada pneumonia balita.
Strategi dalam penanggulangan pneumonia adalah penemuan dini dan
tatalaksana anak batuk dan atau kesukaran bernafas yang tepat. Strategi
tersebut bertujuan untuk menurunkan angka kematian balita karena pneumonia.

c. Tujuan umum dan tujuan khusus


1. Tujuan umum
Menurunkan angka kematian bayi dan balita akibat pneumonia.
2. Tujuan Khusus
a. Mengetahui kondisi bayi/ balita penderita pneumonia
b. Meningkatkan pengetahuan dan perilaku keluarga di dalam pola
pencarian pengobatan untuk pneumonia balita

d. Kegiatan pokok dan rincian kegiatan


Kegiatan pokok : kunjungan rumah bayi/balita pneumonia
Rincian kegiatan :
1. Memeriksa kondisi bayi/balita pneumonia
2. Memberikan penyuluhan tentang pneumonia kepada keluarga pasien

e. Cara melaksanakan kegiatan


1. Melakukan koordinasi dengan petugas MTBS dan melihat buku
kunjungan MTBS untuk menentukan pasien yang akan dilakukan kunjungan
rumah
2. Mempersiapkan peralatan yang dibutuhkan

KAK Kunjungan Rumah PneumoniaPage 2


3. Mengunjungi rumah pasien
4. Menyapa pasien dengan ramah
5. Melakukan pemeriksaan dan klasifikasi kepada pasien menggunakan
formulir MTBS dan MTBM
6. Menyimpulkan dan memberikan tindakan pada pasien
7. Memeriksa faktor resiko
8. Memberikan saran kepada pasien terhadap faktor resiko yang
ditemukan
9. Memberikan penyuluhan tentang pneumonia kepada keluarga pasien
10. Menanyakan kembali tentang penyuluhan yang sudah diberikan
kepada pasien
11. Berpamitan kepada pasien dan keluarga pasien
12. Menuliskan hasil kunjungan rumah ke form rekapitulasi kunjungan
rumah pneumonia

f. Sasaran
Terlaksananya kunjungan rumah pada bayi/balita dengan pneumonia 4 kali
dalam sebulan.

g. Jadwal pelaksanaan kegiatan


2016
No Kegiatan Ja Fe Ma Ap Me Ju Ag Se Ok No De
Jul
n b r r i n s p t v s
1 Kunjungan x x x X x X x
rumah

h. Evaluasi pelaksanaan kegiatan dan pelaporan


Evaluasi kegiatan dilakukan setiap bulan sekali dan dilaporkan kepada
Kepala Puskesmas. Evaluasi dilaksanakan secara berkesinambungan.

i. Pencatatan, Pelaporan dan evaluasi kegiatan


Pencatatan dilakukan pada setiap kegiatan. Pelaporan dilaporkan kepada
Kepala Puskesmas tiap bulan. Setiap kegitan dievaluasi dan dilakukan
tindaklanjut secara berkesinambungan.

Mengesahkan
Kepala Puskesmas I Sumpiuh

KAK Kunjungan Rumah PneumoniaPage 3


dr. Dri Kusrini

KAK Kunjungan Rumah PneumoniaPage 4


NIP. 19720112 200212 2 004

KAK Kunjungan Rumah PneumoniaPage 5