Anda di halaman 1dari 12

Datar Isi

Datar Isi................................................................................................... i

BAB I DEFINISI........................................................................................ 1

A. Syarat Rujukan..............................................................................2

B. Sistem Informasi Rujukan.............................................................4

BAB II RUANG LINGKUP..........................................................................5

C. Kegiatan Yang Tercakup Dalam Sistem Rujukan............................5

D. Jenis-jenis rujukan (menurut lingkup pelayanan)..........................5

E. Jenis Rujukan berdasarkan kemampuan Rumah Sakit..................6

BAB III TATA LAKSANA............................................................................8

F. Merujuk Pasien..............................................................................8

G. Menerima Rujukan Pasien.............................................................9

H. Merujuk / Menerima Rujukan Specimen dan Penunjang Diagnostik


10

BAB IV DOKUMENTASI..........................................................................11

i
Lampiran Keputusan Direktur Rumah
Sakit Umum Bali Royal
Nomor :177/BROS/SK-DIR.RS/III/2018
Tanggal : 19 MARET 2018
Tentang : Panduan Transfer Dan Rujukan
Pasien di Rumah Sakit Umum
Bali Royal.

BAB I
DEFINISI

Rujukan adalah pelimpahan wewenang dan tanggung jawab atas masalah


kesehatan masyarakat dan kasus-kasus penyakit yang dilakukan secara timbal
balik secara vertikal maupun horizontal meliputi sarana, rujukan teknologi,
rujukan tenaga ahli, rujukan operasional, rujukan kasus, rujukan ilmu pengetahuan
dan rujukan bahan pemeriksaan laboratorium (permenkes 922/2008).
Sistem Rujukan pelayanan kesehatan merupakan penyelenggaraan
pelayanan kesehatan yang mengatur pelimpahan tugas dan tanggung jawab
pelayanan kesehatan secara timbal balik baik vertikal maupun horizontal sesuai
dengan kebutuhan kesinambungan asuhan pasien.
Pelimpahan wewenang dalam sistem rujukan dibagi menjadi:
1. Interval referral, pelimpahan wewenang dan tanggungjawab penderita
sepenuhnya kepada dokter konsultan untuk jangka waktu tertentu, dan
selama jangka waktu tersebut dokter tsb tidak ikut menanganinya
2. Collateral referral, menyerahkan wewenang dan tanggungjawab
penanganan penderita hanya untuk satu masalah kedokteran khusus saja
3. Cross referral, menyerahkan wewenang dan tanggungjawab penanganan
penderita sepenuhnya kepada dokter lain untuk selamanya
4. Split referral, menyerahkan wewenang dan tanggungjawab penanganan
penderita sepenuhnya kepada beberapa dokter konsultan, dan selama
jangka waktu pelimpahan wewenang dan tanggungjawab tersebut dokter
pemberi rujukan tidak ikut campur.

1
A. Syarat Rujukan
1. Rujukan harus dibuat oleh orang yang mempunyai kompetensi dan
wewenang untuk merujuk, mengetahui kompetensi sasaran/tujuan rujukan
dan mengetahui kondisi serta kebutuhan objek yang dirujuk.
2. Terdapat persetujuan dari pasien terhadap rencana rujukan dan dicatat
didalam rekam medis
3. Rujukan dan rujukan balik mengacu pada standar rujukan pelayanan medis
Rumah Sakit
4. Agar rujukan dapat diselenggarakan tepat dan memadai, maka suatu
rujukan hendaknya memenuhi syarat-syarat sebagai berikut :
a. Adanya unit yang mempunyai tanggungjawab dalam rujukan, baik
yang merujuk atau yang menerima rujukan.
b. Adanya Tenaga kesehatan yang kompeten dan mempunyai
kewenangan melaksanakan pelayanan medis dan rujukan medis
yang dibutuhkan serta bertanggung jawab dalam pengelolaan
rujukan termasuk untuk memastikan pasien dapat diterima di
rumah sakit rujukan yang dapat memenuhi kebutuhan pasien.
c. Adanya pencatatan/kartu/dokumen tertentu berupa :
 Formulir rujukan dan rujukan balik sesuai contoh.
 Kartu Jaminan / Asuransi Jika Ada
 Pencatatan dan dokumen hasil pemeriksaan penunjang
d. Adanya pengertian timbal balik antara pengirim dan penerima
rujukan.
e. Adanya pengertian petugas tentang sistem rujukan.
5. Rujukan dapat bersifat horizontal dan vertikal, dengan prinsip mengirim
ke arah fasilitas pelayanan kesehatan yang lebih mampu dan lengkap.
6. Untuk menjamin keadaan umum pasien agar tetap dalam kondisi stabil
selama perjalanan menuju ketempat rujukan, maka :

2
a. sarana transportasi yang digunakan harus dilengkapi alat resusitasi,
cairan infus, oksigen dan dapat menjamin pasien sampai ke tempat
rujukan tepat waktu.
b. pasien didampingi oleh tenaga kesehatan yang mahir tindakan
kegawat daruratan.
c. Selama proses rujukan, terdapat sdm yang kompeten sesuai dengan
kondisi pasien yang selalu memonitor dan mencatatnya dalam
rekam medis.
d. Selama proses rujukan tersedia obat, bahan medis habis pakai, alat
kesehatan dan peralatan medis sesuai dengan kebutuhan kondisi
pasien.
e. sarana transportasi/petugas kesehatan pendamping memiliki sistem
komunikasi;
7. Rujukan pasien/specimen ke fasilitas pelayanan kesehatan yang lebih
tinggi dan atau lengkap hanya dapat dilakukan apabila :
a. dari hasil pemeriksaan medis, sudah terindikasi bahwa keadaan
pasien tidak dapat diatasi.
b. pasien memerlukan pelayanan medis spesialis dan atau subspesialis
yang tidak tersedia di fasilitas pelayanan semula.
c. pasien memerlukan pelayanan penunjang medis yang lebih lengkap
yang tidak tersedia di fasilitas pelayanan semula.
d. pasien atau keluarganya menyadari bahwa rujukan dilaksanakan
karena alasan medis.
8. rujukan dilaksanakan ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat yang
diketahui mempunyai tenaga dan sarana yang dibutuhkan menurut
kebutuhan medis atau penunjang medis.
9. rujukan tanpa alasan medis dapat dilakukan apabila suatu rumah sakit
kelebihan pasien ( jumlah tempat tidur tidak mencukupi).
10. Terdapat proses serah terima oleh petugas yang mengantar pasien dengan
petugas yang menerima pasien yang dirujuk.
11. Fasilitas Pelayanan Kesehatan/tenaga kesehatan dilarang merujuk dan
menentukan tujuan rujukan atas dasar kompensasi/imbalan dari Fasilitas
Pelayanan Kesehatan.

3
B. Sistem Informasi Rujukan
Informasi kegiatan rujukan pasien dibuat oleh petugas kesehatan pengirim
dan dicatat dalam surat rujukan pasien yang dikirimkan ke dokter tujuan rujukan,
yang berisikan antara lain : nomor surat rujukan, tanggal dan jam pengiriman,
tujuan rujukan penerima, nama dan identitas pasien, resume hasil anamnesa,
pemeriksaan fisik, diagnosa, tindakan dan obat yang telah diberikan, termasuk
pemeriksaan penunjang, kemajuan pengobatan dan keterangan tambahan yang
dipandang perlu.
Informasi balasan rujukan dibuat oleh dokter yang telah menerima pasien
rujukan dan setelah selesai merawat pasien tersebut mencatat informasi balasan
rujukan di surat balasan rujukan yang dikirimkan kepada pengirim pasien rujukan,
yang berisikan antara lain: nomor surat, tanggal, status pembayaran pasien
(umum, Asuransi dl), tujuan rujukan penerima, nama dan identitas pasien, hasil
diagnosa setelah dirawat, kondisi pasien saat keluar dari perawatan dan follow up
yang dianjurkan kepada pihak pengirim pasien.
Informasi pengiriman spesimen dibuat oleh pihak pengirim dengan mengisi
Surat Rujukan Spesimen, yang berisikan antara lain : nomor surat, tanggal, status
pasien keluarga miskin (gakin) atau non gakin termasuk umum, ASKES atau
JAMSOSTEK, tujuan rujukan penerima, jenis/ bahan spesimen dan nomor
spesimen yang dikirim, tanggal pengambilan spesimen, jenis pemeriksaan yang
diminta, nama dan identitas pasien asal spesimen dan diagnos klinis. (Lihat format
R/2, Surat Rujukan Spesimen).
Informasi balasan hasil pemeriksaan bahan / spesimen yang dirujuk dibuat
oleh pihak laboratorium penerima dan segera disampaikan pada pihak pengirim
dengan menggunakan format yang berlaku di laboratorium yang bersangkutan.
13.2.

BAB II

4
RUANG LINGKUP

C. Kegiatan Yang Tercakup Dalam Sistem Rujukan


1. Pengiriman pasien
Pengiriman pasien rujukan harus dilaksanakan sedini mungkin
untuk perawatan dan pengobatan lebih lanjut ke sarana pelayanan yang
lebih lengkap. Rumah sakit yang merujuk memastikan bahwa fasilitas
kesehatan yang menerima dapat memenuhi kebutuhan pasien yang di
rujuk. Unit pelayanan kesehatan yang menerima rujukan harus merujuk
kembali pasien ke sarana kesehatan yang mengirim, untuk mendapatkan
pengawasan pengobatan dan perawatan termasuk rehabilitasi selanjutnya.
2. Pengiriman spesimen atau penunjang diagnostik lainnya
a. Pemeriksaan:
Bahan Spesimen atau penunjang diagnostik lainnya yang dirujuk,
dikirimkan ke laboratorium atau fasilitas penunjang diagnostic
rujukan guna mendapat pemeriksaan laboratorium atau fasilitas
penunjang diagnostik sesuai kebutuhan pasien
b. Pemeriksaan Konfirmasi
Sebagian Spesimen yang telah di periksa di laboratorium RSU Bali
Royal boleh dikonfirmasi ke laboratorium yang lebih mampu untuk
divalidasi hasil pemeriksaan jika diperlukan

D. Jenis-jenis rujukan (menurut lingkup pelayanan)


1. Rujukan Medik adalah rujukan pelayanan yang terutama meliputi upaya
penyembuhan (kuratif) dan pemulihan (rehabilitatif).
a. Transfer Of Patient
penatalaksanaan pasien dari strata pelayanan kesehatan yang kurang
mampu ke strata pelayanan kesehatan yang lebih sempurna atau
sebaliknya untuk pelayanan tindak lanjut
b. Transfer Of Specimen

5
pengiriman bahanbahan pemeriksaan bahan laboratorium dari strata
pelayanan kesehatan yang kurang mampu ke strata yang lebih mampu
atau sebaliknya, untuk tindak lanjut.
c. Transfer Of Knowledge/ personel
pengiriman dokter/ tenaga kesehatan yang lebih ahli dari strata pel.
kes. Yang lebih mampu ke strata pelayanan kesehatan yang kurang
mampu untuk bimbingan dan diskusi atau sebaliknya, untuk mengikuti
pendidikan dan pelatihan
2. Rujukan Kesehatan adalah rujukan pelayanan yang umumnya berkaitan
dengan upaya peningkatan promosi kesehatan (promotif) dan pencegahan
(preventif). Contohnya;Pemberian pangan atas terjadinya kelaparan di
suatu wilayah, Pemberian makanan, tempat tinggal dan obat-obatan untuk
pengungsi atas terjadinya bencana alam

E. Jenis Rujukan berdasarkan kemampuan Rumah Sakit


1. Rujukan Secara Horisontal merupakan rujukan antar pelayanan
kesehatan dalam satu tingkat, satu tipe Rumah sakit.
Rujukan horizontal dilakukan apabila perujuk tidak dapat memberikan
pelayanan kesehatan sesuai dengan kebutuhan pasien karena keterbatasan
fasilitas, peralatan dan/atau ketenagaan yang sifatnya sementara atau
menetap.
2. Rujukan Secara Vertikal merupakan rujukan pelayanan kesehatan yang
lebih rendah ke lebih tinggi atau sebaliknya. Rujukan vertikal dari
pelayanan yang lebih rendah ke tingkat yang lebih tinggi dilakukan
apabila:
a. Pasien membutuhkan pelayanan kesehatan spesialistik atau
subspesialistik.
b. Perujuk tidak dapat memberikan pelayanan kesehatan sesuai
dengan kebutuhan pasien karena keterbatasan fasilitas, peralatan
dan/atau ketenagaan.
Rujukan vertikal dari pelayanan yang lebih tinggi ke tingkat yang lebih
rendah dilakukan apabila:

6
a. Permasalah kesehatan pasien dapat ditangani oleh tingkat
pelayanan kesehatan yang lebih rendah sesuai dengan kompetensi
dan kewenangannya.
b. Kompetensi dan pelayanan tingkat pertama atau kedua lebih baik
dalam menangani kasus pasien tersebut.
c. Pasien membutuhkan pelayanan lanjutan yang dapat di tangani
oleh tingkat pelayanan kesehatan yang lebih rendah dan untuk
alasan kemudahan, efisiensi dan pelayanan jangka panjang.
d. Perujuk tidak dapat memberikan pelayanan kesehatan sesuai
dengan kebutuhan pasien karena terbatasnya sarana, prasarana,
peralatan dan atau ketenagaan
Perujuk sebelum melakukan rujukan harus:
1. melakukan pertolongan pertama dan/atau tindakan stabilisasi kondisi
pasien sesuai indikasi medis serta sesuai dengan kemampuan untuk tujuan
keselamatan pasien selama pelaksanaan rujukan;
2. melakukan komunikasi dengan penerima rujukan dan memastikan bahwa
penerima rujukan dapat menerima pasien dalam hal keadaan pasien gawat
darurat; dan membuat surat pengantar rujukan untuk disampaikan kepada
penerima rujukan.
Surat pengantar rujukan sekurang-kurangnya memuat:
a. identitas pasien;
b. hasil pemeriksaan (anamnesis, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan
penunjang) yang telah dilakukan;
c. diagnosis kerja;
d. terapi dan/atau tindakan yang telah diberikan;
e. tujuan rujukan; dan
f. nama dan tanda tangan tenaga kesehatan yang memberikan pelayanan.
BAB III
TATA LAKSANA

Tata Cara Pelaksanaan Sistem Rujukan

7
F. Merujuk Pasien
Pasien yang akan dirujuk harus sudah diperiksa dan layak untuk dirujuk.
Terdapat sdm yang bertanggung jawab dalam pengelolaan rujukan,
termasuk untuk memastikan pasien diterima di rumah sakit rujukan yang
dapat memenuhi kebutuhan pasien.
a. Adapun kriteria pasien yang dirujuk adalah bila memenuhi salah satu
dari:
1. Hasil pemeriksaan fisik sudah dapat dipastikan tidak mampu
diatasi.
2. Hasil pemeriksaan fisik dengan pemeriksaan penunjang medis
ternyata tidak mampu diatasi.
3. Memerlukan pemeriksaan penunjang medis yang lebih lengkap,
tetapi pemeriksaan harus disertai pasien yang bersangkutan.
4. Apabila telah diobati dan dirawat ternyata memerlukan
pemeriksaan, pengobatan dan perawatan di sarana kesehatan yang
lebih mampu.
b. Prosedur Klinis:
1. Melakukan anamnesa, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan
penunjang medik untuk menentukan diagnosa utama dan diagnose
banding.
2. Memberikan tindakan pra rujukan sesuai kasus berdasarkan
Standar Prosedur Operasional (SPO).
3. Memutuskan unit pelayanan tujuan rujukan.
4. Untuk pasien gawat darurat harus didampingi petugas Medis /
Paramedis yang kompeten dibidangnya dan mengetahui kondisi
pasien.
5. Melakukan serah terima pasien, hasil pemeriksaan penunjang dan
pemeriksaan diagnostic sesuai kondisi pasien
c. Prosedur Administratif:
1. Dilakukan setelah pasien diberikan tindakan pra-rujukan.
2. Membuat catatan rekam medis pasien.
3. Memberikan Informed Consernt (persetujuan rujukan)

8
4. Membuat surat rujukan pasien rangkap 2 (Lembar pertama dikirim
ke tempat rujukan bersama pasien yang bersakutan, lembar kedua
disimpan sebagai arsip)
5. Mencatat identitas pasien pada buku register rujukan pasien.
6. Menyiapkan sarana transportasi dan sedapat mungkin menjalin
komunikasi dengan tempat tujuan rujukan.
7. Pengiriman pasien ini sebaiknya dilaksanakan setelah diselesaikan
administrasi yang bersangkutan.

G. Menerima Rujukan Pasien


a. Prosedur Klinis:
1. Segera menerima dan melakukan stabilisasi pasien rujukan sesuai
Standar Prosedur Operasional (SPO).
2. Setelah stabil, meneruskan pasien ke ruang perawatan atau keruang
perawatan intensif sesuai kebutuhan pasien.
3. Melakukan monitoring dan evaluasi kemajuan klinis pasien.
b. Prosedur Administratif:
1. Menerima, mengecek dan menandatangani surat rujukan pasien
yang telah diterima untuk ditempelkan di berkas Rekam Medis
Pasien.
2. Mengisi hasil pemeriksaan dan pengobatan serta perawatan pada
kartu catatan medis dan diteruskan ke tempat perawatan
selanjutnya sesuai kondisi pasien.
3. Membuat informed consent (persetujuan tindakan, persetujuan
rawat inap sesuai kebutuhan pasien).
4. Segera memberikan informasi tentang keputusan tindakan /
perawatan yang akan dilakukan kepada petugas / keluarga pasien
yang mengantar.
5. Mencatat identitas pasien di buku register yg ditentukan.

9
H. Merujuk / Menerima Rujukan Specimen dan Penunjang Diagnostik
Pemeriksaan Spesimen dan Penunjang Diagnostik lainnya dapat
dirujuk apabila pemeriksaannya memerlukan peralatan medik/tehnik
pemeriksaan laboratorium dan penunjang diagnostik yang lebih lengkap.
Spesimen dapat dikirim dan diperiksa tanpa disertai pasien yang
bersangkutan. Rumah sakit atau unit kesehatan yang menerima rujukan
specimen tersebut harus mengirimkan laporan hasil pemeriksaan spesimen
yang telah diperiksanya.

Pencatatan Dan Pelaporan


Pencatatan dan Pelaporan ini merupakan bagian penting dalam sistem rujukan
pelayanan kesehatan meliputi:
1. Pencatatan kasus rujukan menggunakan Buku Register Rujukan, dimana
setiap pasien dirujuk dicatat dalam buku register rujukan di 1 (satu) unit
pelayanan.
2. Pelaporan dilakukan setiap bulan sebagai laporan bulanan unit dan
pelaporan Rumah sakit

BAB IV
DOKUMENTASI

1. SPO Transfer pasien antar rumah sakit

10
2. SPO menerima rujukan pasien
3. Form Transfer antar rumah sakit
4. Form monitoring antar rumah sakit
5. Daftar Fasilitas Kesehatan Rujukan RSU Bali Royal Hospital

Ditetapkan di : Denpasar
Pada Tanggal : 19 MARET 2018
Rumah Sakit Umum Bali Royal

dr. Dwi Ariawan


Direktur RSU Bali Royal Hospital

11