Anda di halaman 1dari 8

Soal 1

Baca dan ringkas Bab 12-Capital Market Research buku Godfrey ed 7. Buatkan matriks tentang jenis-
jenis UTAMA riset pasar modal, metodologi temuanya, serta maknanya bagi Teori Akuntansi menurut
anda!

Jawab:

A. Filosofi teori akuntansi positif:


 Teori positif dikeluarkan untuk memahami fenomena-fenomena akuntansi dengan mengamati
kejadian secara empiris dan hasil pengamatan tersebut digunakan untuk membuat prediksi
kejadian di masa akan datang.
 Teori akuntansi postif didasarkan atas beberapa asumsi mengenai perilaku individu, seperti:
a) Para manajer, investor dan lender merupakan orang-orang yang rasional, menginginkan
adanya keuntungan dari sisi finansial
b) Manajer bisa memilih metode akuntansi yang secara langsung memaksimalkan
kepentingan pribadinya atau merubah kebijakan yang berkaitan dengan pendanaan dan
produksi yang secara tidak langsung menyejahterakan dirinya sendiri
c) Manajer memaksimalkan nilai perusahaan

B. Kelebihan teori akuntansi positif:


 Teori ini bisa menghasilkan hipotesis melalui pengujian empiris
 Memberi pemahaman tentang bagaimana dunia ini bekerja dan bukan menggambarkan
bagaimana dunia ini sebaiknya bekerja
 Dalam penelitian pasar modal memberi pemahaman mengenai kaitan antara akuntansi dan
harga saham
 Berusaha memberi pemahaman mengenai kaitan antara informasi akuntansi, manajer
perusahaan dan pasar serta menganalisa hubungannya

C. Ruang lingkup teori akuntansi positif


Pengembangan teori akuntansi positif ada 2 tahap:
a. Pertama, penelitian mengenai dampak akuntansi dan perilaku dalam pasar modal. Data
tahap ini tidak dijelaskan mengenai praktek akuntansi melainkan hubungan antara
pengumuman data akuntansi dan reaksi harga saham.
b. Kedua, berusaha menjelaskan dan memprediksi praktek akuntansi dalam perusahaan.
Fokusnya ada 2, yang pertama, usaha untuk menjelaskan apakah perusahaan
menggunakan metode akuntansi tertentu untuk alasan oportunistik, contohnya
memindahkan kesejahteraan milik pemegang saham ke tangan manajer. Perspektif
mengenai oportunistik ini sering disebut ex post. Yang kedua mengasumsikan
perusahaan memilih praktek akuntansi untuk alasan efisiensi, sehingga kebijakan
akuntansi ditempatkan sebagai ex ante untuk menurunkan biaya kontrak antara
perusahaan dan pemegang saham.
D. Riset pasar modal dan hipotesis pasar efisien
 Ada 2 macam penelitian pasar modal yang secara khusus penting terhadap teori akuntansi
positif:
a. Studi yang berusaha menentukan dampak perilisan informasi keuangan terhadap return
saham
b. Studi yang memikirkan efek dari perubahan kebijakan akuntansi terhadap harga saham
Sebagian besar penelitian mengenai hal ini mengarah pada satu paradigma ekonomi – efficient
markets hypothesis (EMH).
 Dalam pasar modal yang bersaing, biaya margin informasi sama dengan pendapatan margin.
 Definisi pasar efisien yang ‘menggambarkan sepenuhnya’ informasi yang tersedia didasarkan
atas asumsi:
a. Tidak ada biaya transaksi dalam perdagangan sekuritas
b. Informasi disediakan secara cuma-cuma bagi seluruh peserta pasar
c. Ada perjanjian mengenai dampak informasi saat ini terhadap harga sekarang dan
pendistribusian harga pada masa yang akan datang
 Ada 3 macam informasi, yaitu:
a. Weak, dimana harga sekuritas saat ini hanya mencerminkan harga masa lalu
b. Semistrong, dimana harga sekuritas saat ini menunjukkan segala informasi yang
tersedia, selain dari harga masa lalu
c. Strong, dimana harga sekuritas menunjukkan seluruh informasi termasuk informasi yang
tidak dipublikasikan
 Bentuk informasi semistrong adalah yang paling sesuai dengan penelitian akuntansi, karena
informasi keuangan sebagai bagian dari informasi yang tersedia.
 Pasar efisiensi bukan berarti bahwa seluruh informasi keuangan telah disajikan ‘secara benar’
atau ‘secara tepat’ oleh si pengambil keputusan. Melainkan menunjukkan bahwa manajer
membuat keputusan manajemen yang terbaik atau bahwa investor dapat memprediksi
peristiwa masa depan dengan tepat.
 Pasar efisiensi dalam konteks EMH, secara sederhana berarti harga sekuritas menggambarkan
dampak keseluruhan atas semua informasi yang relevan sehingga tidak bias dan
membingungkan.
 Sementara EMH adalah teori tentang mekanisme harga pada pasar sekuritas, capital market
research (CMR) adalah penelitian empiris yang menggunakan metode statistik untuk menguji
hipotesis yang berkaitan dengan perilaku pasar modal. Kebanyakan CMR menggunakan market
model.
 Asumsi dalam market model:
a. Investor merupakan risk-averse
b. Return didistribusikan secara normal dan para investor memilih portofolio mereka
sendiri
c. Investor memiliki ekspektasi yang sama
d. Merupakan pasar sempurna
E. Dampak Pengumuman profit terhadap harga saham
1. Arah (direction). Terbagi menjadi favorable dan unfavorable. Pengumuman yang favorable
dimana melaporkan profit yang lebih besar dibanding yang diprediksi. Pengumuman
unfavorable dimana melaporkan profit yang lebih kecil dibanding tahun lalu.
2. Besaran (magnitude). Sangat mungkin untuk meneliti hubungan antara besarnya perubahan
yang tak terduga dari profit dan abnormal return. Teori yang mendasari pengujian ini yaitu
bahwa apabila profit yang diumumkan mengandung suatu informasi, maka besarnya abnormal
return dapat dikaitkan dengan besarnya profit yang tak terduga.
3. Asimetri informasi dan ukuran perusahaan. Semakin kecil perusahaan, semakin banyak
informasi yang terdapat dalam laporan keuangan. Penelitian empiris menunjukkan profit yang
diumumkan oleh perusahaan yang kecil mempunyai dampak informasi yang lebih besar.
4. Magnitude of profit release from other firms. Penelitian mengenai pasar modal lainnya telah
meneliti bahwa tidak hanya kecermatan menanggapi return perusahaan terhadap pengumuman
profit mereka, tapi juga return atas pengumuman profit perusahaan lain. Penelitian ‘transfer
informasi’ ini didasarkan pada keyakinan bahwa profit yang tak terduga dalam satu perusahaan
pada industri tertentu akan berpindah melalui industri tersebut.
5. Volatilitas. Peneliti lain telah menggunakan ‘index’ alternatif atas informasi yang terkandung
dalam profit yang diumukan. Salah satunya abnormal return. Teori yang mendasari yaitu jika
pada profit yang diumumkan mengandung suatu informasi, maka bisa diperkirakan perubahan
harga saham yang lebih besar pada saat tanggal pengumuman.
6. Association studies and earnings response coefficients (ERC). Ada penelitian yang mengukur
dampak perhitungan akuntansi terhadap harga saham. Tujuannya untuk menguji dampak dari
variabel akuntansi dan informasi yang lebih luas yang menunjukkan return sekuritas dalam
jangka panjang.
7. Faktor-faktor yang mempengaruhi ERC:
a. Risiko dan ketidakpastian. Risiko yang besar berarti tingkat bunga yang dibayarkan besar
pula dimana mengurangi nilai sekarang dari perkiraan profit yang akan datang dan juga
ERC. Ketidakpastian mengenai operasional masa depan bisa mempengaruhi manfaat
ekonomis di masa yang akan datang atau tingkat bunga.
b. Kualitas audit. Apabila besarnya ERC berfungsi bagi kredibilitas profit yang diumumkan,
dan jika proses audit eksternal bertujuan untuk menaikkan kredibilitas profit, maka
besarnya ERC berguna dalam kualitas audit. Penelitian analitis menunjukkan ukuran
perusahaan yang diaudit dan kualitas auditnya memiliki hubungan positif.
c. Industri. Hipotesis menyatakan industri dengan ketidakpastian outcome yang besar akan
memiliki ERC yang besar pula. Seperti halnya dengan ukuran perusahaan, industri
kelihatan tidak begitu penting, tapi bertindak sebagai pelindung bagi faktor lain (seperti
risiko).
d. Tingkat bunga. Discount rate pada waktu tertentu merupakan hasil dari risk free rate of
return dan risk premium. Jika risk free rate of interest naik, kemudian hal-hal lainnya
tetap, maka nilai sekarang dari perkiraan profit menurun, sehingga menghasilkan
hubungan negatif antara tingkat bunga dan ERC.
e. Financial Leverage. Penekanan terhadap leverage di analisa oleh Jeter dan Chaney yang
menemukan sebuah gabungan yang menolak antara leverage dan ERC. Berikut ini
adalah urutan teori – teori lainnya. Pertama, teori ‘default’ dimana ERC mengkaitkan
secara positif untuk faktor kegigihan profit dan secara negatif mengkaitkan untuk resiko
kegagalan perusahaan (tingkat financial leverage). Kedua, teori ‘maximum debt’
menyebutkan saat financial leverage meningkat, harga saham meningkat secara
bersamaan untuk 2 alasan. Alasan pertama, pajak dapat mengurangi bunga dana
pinjaman yang menghasilkan suatu perlindungan pajak dimana meningkatkan tingkat
hutang perusahaan, karena itu weighted average biaya modal menurun. Kedua,
mengkaitkan kepada penyampaian leverage perusahaan secara positif. Kesediaan
manajer untuk meningkatkan financial leverage adalah sebuah ungkapan keyakinan
manajer di masa depan dan percaya perusahaan akan menghasilkan dana yang melebihi
adjusted weighted average biaya modal. Terakhir, pendekatan ‘optimal leverage’
mengasumsikan suatu posisi terbaik financial leverage untuk setiap perusahaan.
Pendekatan optimal leverage memprediksi arah perubahan harga saham adalah syarat
pada financial leverage perusahaan yang relative untuk sesuai. Jika perusahaan di atas
hipotesis yang sesuai untuk tingkat hutang, ERC lebih rendah. Sebaliknya, jika
perusahaan di bawah leverage yang sesuai, ERC lebih tinggi.
f. Pertumbuhan perusahaan. Kesempatan bertumbuh akan menunjukkan ERC yang lebih
tinggi. Kesempatan bertumbuh termasuk rancangan yang ada atau kesempatan
investasi di dalam suatu projek yang mengharapkan yield tingkat pengembalian
melebihi resiko yang sebanding dengan tingkat pengembalian sepadan dengan resiko
sistematik rancangan arus kas.
g. Permanent & temporary profits. Jika besar kecilnya nilai profit yang tidak terduga
diharapkan berlangsung lama, besar kecilnya abnormal return akan seperti yang
diharapkan. Oleh karena itu, hubungan positif antara perbaikan ukuran untuk
‘permanen’ profit dan ERC yang diharapkan.
h. Non-Linear Modelling. Satu kritikan pada penelitian ERC adalah kejelasan kekuatan
profit untuk harga lebih rendah (jenis R-Square di bawah 10%). Sebelumnya,
pembelajaran ERC menyetujui teknik statistic linear untuk mengestimasi ERC, tetapi
beberapa penelitian saat ini memiliki teknik non-linear. Hubungan non-linear pada nilai
absolute profit tidak terduga yaitu berkorelasi negative dengan kekuatan profit.
Pengetahuan tentang hubungan ini penting, karena teori valuasi meramalkan analisa
dan investor harus menempatkan dampak terbaik pada peramalan kekuatan profit yang
tinggi dibandingkan kekuatan profit yang rendah.
i. Disaggregating profits. Enam komponen profit seperti gross profit, general dan
administrative expense, depreciation expense, interest expense, income tax dan other
item sudah diteliti dengan keadaan regresi abnormal return pada perubahan tidak
terduga pada komponen. Pendekatan alternatif lainnya untuk disagregat accounting
profit memisahkan profit ke dalam cash flow dan komponen akrual.
j. Arus kas. Bowen, Burgstahler dan Daley menyebutkan bahwa cash flow harus
ditambahkan sebagai penambahan variabel penjelas untuk harga, karena profit dan cash
yang individu dan penambahan yang penting atau kedua – duanya bersifat individu yang
penting tetapi kedua – duanya bukan penambahan yang penting, atau masing – masing
bersifat individu yang penting tetapi satu sedikit lebih penting dan mendominasi.Berikut
replikasi dari penjelasan tersebut menggunakan diagram venn :
a. Both are individually and incrementally important

Other Information

b. Both are individually important, but neither is incrementally important

Other Information

c. Both are individually important but profits more incrementally important

Other Information

k. Neraca & komponen neraca. Kombinasi neraca dan profit serta penyesuaian terhadap
kondisi makroekonomi menambah kuatnya harga saham. Model ini menjadi dasar
dalam menentukan harga dan nilai intrinsik.

F. Strategi perdagangan
1. Post-announcement Drift. Dua penemuan yang mewakili pertanyaan terkait efisiensi pasar
modal, yaitu adanya post – announcement drift dan penurunan trading rule dimana abnormal
return dapat diperoleh melalui perdagangan pada informasi akuntansi yang dipublikasikan. Post-
announcement drift terjadi ketika abnormal return berlanjut setelah pengumuman profit,
sehingga kandungan informasi dari pengumuman profit itu tidak menggambarkan sepenuhnya
harga saham pada saat tanggal pengumuman.
2. Winners/ Losers & Overconfidence. Efek winner / loser adalah sebuah contoh anomali asosiasi
jangka panjang. Efek ini menghasilkan sebuah strategi perdagangan. Saham yang menghasilkan
pengembalian positif (winner) atau pengembalian negatif (loser) diurutkan berdasarkan kinerja
3 tahun terakhir dan penempatan dalam portofolio. Terlalu percaya tentang informasi yang
tertutup juga menyebabkan investor mengecilkan pentingnya informasi yang disebarluaskan ke
publik. Lebih lanjut, dalam pembentukkan harapan, investor berhipotesis yaitu memberikan
banyak bobot untuk kinerja profit perusahaan sebelumnya dan sedikit sekali menyadari fakta
bahwa kinerja yang akan datang cenderung tidak sama seperti sebelumnya. Disini juga
dipercaya bahwa pasar bereaksi perlahan pada saat dan di dalam penggabungan informasi baru.
3. Mechanistic or behavioral effect. Dua hipotesis yang dikembangkan dalam cosmetic accounting:
a. Mekanisme reaksi pasar untuk mengubah urutan akuntansi, tanpa memperhatikan apakah
mereka cosmetic atau apakah mereka memiliki implikasi arus kas, seperti pasar secara
sistematis tertipu oleh perubahan akuntansi yang meningkatkan atau menurunkan profit
(hipotesis ‘mechanistic’)
b. Pasar menolak perubahan akuntansi yang tidak memiliki konsekuensi arus kas, yaitu pasar
tidak bereaksi terhadap perubahan akuntansi selain dari peningkatan nilai sekarang dari tax
saving atau efek – efek lainnya dari arus kas perusahaan.(hipotesis ‘no-effects’ turunan dari
EMH)
Pengujian untuk kedua hipotesis ini mempertimbangkan perilaku tingkat pengembalian
abnormal dan waktu berubahnya kebijakan akuntansi. Catatan untuk hipotesis ‘no-effect’, harus
bersifat abnormal return ketika terjadi ‘cosmetic change’ dalam kebijakan akuntansi, karena
tidak ada efek pada arus kas.
4. Manipulating accounting numbers. Perhitungan income dengan GAAP ramai diberitakan tidak
sempurna dalam mengukur ‘economic income’ atau ‘fundamental value’. Ini karena standar
akuntansi tidak tepat menjelaskan atau konsisten di seluruh dunia; dampak terhadap akuntan
yaitu subjektif dan budaya interpretasi dengan estimasi mereka, serta pengaturan dan
manipulasi laporan keuangan sangat banyak.
Dalam perspektif oportunistik, kecurangan merupakan jenis manajemen laba yang paling
ekstrim dan digunakan oleh manajer untuk membohongi pengguna laporan keuangan. Berikut
adalah gambar dua sudut pandang manipulasi dalam akuntansi :

Accounting Standard

Noisy Income

Earning Management

Research detecting
earnings management

Opportunistic Perspective Informational Perspective

Fraud Industry Equity Debt Management Signalling Fair


Regulation Offering Covenants Compensation Values

5. Detecting the quality and probability of accounting management. Kita dapat menggunakan
reaksi harga pasar sebagai indikasi kualitas. Namun, penelitian oleh Sloan dan lainnya
menunjukkan pasar tidak memiliki pemahaman akrual yang sophisticated dan karenanya
muncul reaksi yang berlebih untuk peningkatan akrual income positif. Reaksi analis – analis
keuangan dapat juga digunakan untuk menaksir kualitas karena keahlian mereka. Namun,
penelitian ini menyatakan bahwa analis dapat bersifat bias dan berfokus pada faktor industri
yang spesifik daripada variabel perusahaan yang spesifik. Laporan dan opini auditor juga dapat
sebagai proxy atas kualitas tapi hal ini diperdebatkan karena belum tentu auditor tersebut
benar-benar independen.
Berikut adalah gambar detecting earning management:

How do you detect earning management?

Share Financial Auditors Board of Discretionary Inside


accruals
price analysts’ directors trading
reaction reaction reaction

No Focus on Claims of Type of Based on Inside


understanding industry not independence corporate specific knowledge
of accruals firm - governance knowledge
specific

Strength of the detection knowledge base

Matriks:
Riset pasar modal terdiri atas
a) Dampak perilisan informasi keuangan terhadap return saham
b) Efek perubahan kebijakan akuntansi terhadap harga saham

Dampak perilisan info keuangan terhadap return Efek perubahan kebijakan akuntansi terhadap
saham harga saham; dengan trading strategies
Arah Post announcement drift & penurunan trading
a. Favorable: profit yg dilaporkan/diumumkan > rule: abnormal return terjadi bahkan setelah
profit yg diprediksi pengumuman profit sehingga info keuangan dari
b. Unfavorable: profit yg dilaporkan/diumumkan < pengumuman profit tidak menggambarkan
profit yg diprediksi sepenuhnya harga saham saat tgl pengumuman

Magnitude: besarnya hubungan abnormal return Winners/losers & overconfidence: investor


dengan besarnya profit yang tak terduga membentuk ekspektasi berdasarkan kinerja
perusahaan 3 tahun terakhir tanpa menyadari
bahwa kinerja perusahaan pada periode
selanjutnya bisa saja berbeda.
Asimetri info keuangan dengan ukuran Mechanistic or behavioral effect:
perusahaan: profit yang diumumkan oleh a. Pasar tertipu oleh perubahan akuntansi
perusahaan kecil memiliki dampak informasi yang (kosmetik), tanpa adanya implikasi cashflow
lebih besar b. Pasar tidak bereaksi terhadap perubahan
akuntansi selain dari peningkatan nilai
Magnitude of profit release from other firms: Manipulating accounting numbers: akuntansi tdk
pengumuman profit suatu perusahaan dapat dpt secara sempurna mengukur economic
mempengaruhi return perusahaan lain income/fundamental value karena standar
akuntansi tdk konsisten di seluruh dunia,
interpretasi terhadap akuntansi yang subjetif dan
beda budaya.
a. Opportunistic perspective
b. Informational perspective
Volatilitas: jika profit yang diumumkan Detecting the quality & probability accounting
mengandung info keuangan, maka perubahan management.
harga saham pada tanggal pengumuman profit a. Mengunakan reaksi harga pasar sebagai indikasi
dapat diprediksi kualitas. Namun, pasar bisa saja tidak memiliki
Assosiation studies & Earning Response pemahaman akrual yang baik sehingga dapat
Coefficients (ERC): mengukur dampak perhitungan muncul reaksi berlebih utk peningkatan income
akuntansi terhadap harga saham. yang akrual.
b. Reaksi analis keuangan sesuai keahlian mereka.
ERC ditentukan oleh: Namun, analis dpt bersifat bias dan fokus pd faktor
a. Risiko dan ketidakpastian industri yg spesifik, ketimbang variabel perusahaan
b. Kualitas audit yang spesifik.
c. Industri c. Laporan dan opini auditor. Namun auditor
d. Tingkat bunga belum tentu selalu independen.
e. Financial leverage: default;maximum;optimal
f. Pertumbuhan perusahaan
g. Permanent & temporary profits
h. Non-linear modeling
i. Disagregrating profits
j. Arus kas
k. Neraca & komponen neraca

Efficient Market Hypothesis yaitu


ketika biaya margin informasi = pendapatan margin informasi