Anda di halaman 1dari 24

PROPOSAL RENCANA USAHA

RISOLES

Disusun Untuk Memenuhi Tugas Semester VI


Mata Kuliah Kewirausahaan

Dosen Pengampu : Dr. Drs. Sukirman S.Pd. SH. MM

Disusun oleh :

Destia Melinda Pratiwi (2016-11-132)

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS


UNIVERSITAS MURIA KUDUS
TAHUN 2019

ii
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan Rahmat
serta HidayahNya sehingga penulis dapat menyelesaikan Proposal Usaha Kewirausahaan
dengan baik. Proposal ini saya susun guna melengkapi tugas Kewirausahaan.

Dalam penyusunan laporan ini tidak sedikit kesulitan yang kami temui. Namun berkat
bimbingan dan bantuan dari berbagai pihak, laporan ini dapat terselesaikan dengan baik.
Dalam kesempatan ini kami mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada beliau
Bapak Dr. Drs. Sukirman S.Pd. SH. MM. Selaku dosen pengampu kewirausahaan. Saya
sangat berharap proposal yang Saya susun ini dapat berguna dan bermanfaat bagi yang
membacanya.

Di dalam penulisan proposal ini, penulis menyadari bahwa masih terdapat banyak
sekali kekurangan yang masih harus penulis perbaiki. Maka dari itu, kritik dan saran
konstruktif sangat kami harapkan demi perbaikan penyusunan selanjutnya. Akhirnya penulis
tetap berharap semoga proposal ini dapat bermanfaat bagi kita semua.

Kudus, 26 Maret 2019

Penulis

iii
DAFTAR ISI

Halaman Cover ................................................................................................................ i


Halaman Judul ................................................................................................................. ii
Kata Pengantar ................................................................................................................ iii
Daftar Isi ......................................................................................................................... iv
BAB I PENDAHULUAN ................................................................................................ 1
1.1 Latar Belakang ..................................................................................................... 1
1.2 Rumusan Masalah ................................................................................................ 1
1.3 Tujuan ................................................................................................................. 2
1.4 Luaran ................................................................................................................... 2
1.5 Manfaat. ................................................................................................................ 3
BAB II PEMBAHASAN ................................................................................................ 4
2.1 Rencana Usaha ..................................................................................................... 4
2.2 Aspek Rencana Usaha.......................................................................................... 4
2.2.1 Aspek Pemasaran ..................................................................................... 5
2.2.2 Target atau Segmen Pasar ........................................................................ 5
2.2.3 Aspek Ekonomi Sosial ............................................................................. 6
2.2.4 Deskripsi Usaha ....................................................................................... 6
2.2.5 Analisis SWOT ........................................................................................ 6
BAB III ASPEK RENCANA USAHA............................................................................ 8
3.1 Aspek Pemasaran ....................................................................................................... 8
3.2 Rencana Produksi...................................................................................................... 10
3.3 Analisis Keuangan. ................................................................................................... 12
BAB IV PELAKSANAAN............................................................................................. 14
4.1 Jadwal Kegiatan. ....................................................................................................... 14
4.2 Metode Pelaksanaan Program. .................................................................................. 14
4.3 Perijinan. ................................................................................................................... 17
DOKUMENTASI .......................................................................................................... 18

iv
v
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG


Banyaknya pengangguran di Indonesia masa kini disebut-sebut akibat dari
kurang tersedianya lapangan pekerjaan yang memadai sehingga diperlukan terobosan
baru dalam menciptakan peluang kerja. Namun, bukan hal yang mudah bagi masyarakat
untuk menciptakan peluang usaha baru dikarenakan kurangnya ketrampilan. Salah satu
altrnatif yang paling banyak dilakukan masyarakat terutama masyarakat menengah
kebawah adalah dengan membuka usaha kecil-kecilan. Sebenarnya usaha kecil-kecilan
tersebut sudah membuka peluang usaha yang besar apabila dikelola dengan baik.

Pada kenyataannya tidak sedikit yang mengalami kegagalan. Hal ini


dikarenakan kurangnya ketrampilan dalam menentukan peluang usaha dengan kondisi
daerah yang dijadikan sasaran dalam berusaha. Tentunya diperlukan ketrampilan
membaca peluang usaha sehingga usaha yang akan dijalani sesuai dengan permintaan
sasaran dalam berusaha. Dalam suatu pemasaran banyak sekali berbagai bentuk dan
macam-macam aneka ragam makanan dari yang terkecil hingga yang terbesar, dari yang
murah hingga termahal. Dalam kebutuhan sehari-hari banyak sekali aktivitas yang
dijalani dan juga pasti memiliki makanan yang sehat dan bermanfaat bagi tubuh.

Makanan-makanan memang sudah banyak sekali yang menjual tetapi makanan


ini begitu sangat sederhana dan baik untuk dikonsumsi ketika siang maupun malam hari
untuk masyarakat kalangan menengan kebwah maupun menengah keatas. Makanan ini
disebut dengan cara pembuatan yang sederhana dengan lebih baik dan higienis, begitu
juga harga terjangkau dan banyak pula masyarakat yang berminat untuk membelinya
dengan rasa yang cukup enak, nikmat dan lezat.

Menjalankan suatu usaha dibidang kuliner – dalam hal ini kuliner jajanan pasar
khas Indonesia merupakan jenis usaha yang berkelanjutan, dimana usaha ini dapat
dijalankan oleh semua kalangan dan dapat dinikmati semua orang. Dalam kehidupan
sehari-hari, masyarakat Indonesia tidak lepas dengan makanan gorengan yang menjadi
cemilan favorit yang tentunya ditemani dengan secangkir kopi ataupun segelas teh. Hal
ini dapat dibuktikan dengan menjamurnya bisnis gorengan dari mulai jajanan pinggiran
hingga cemilan pelengkap di kafe dengan jenis yang variatif.

1
Oleh karena itu saya memilih jenis usaha yaitu “RISOLES” Untuk dijual karena
untuk mengingatkan masyarakat indonesia agar tidak lupa makanan khas indonesia,
karena ini merupakan makanan untuk dikonsumsi. Bahkan saat ini dapat dikatakan semua
orang sangat menyukai risoles, sehingga besar kemungkinan usaha ini akan dapat
menghasilkan keuntungan yang cukup besar.

1.2 RUMUSAN MASALAH


Pemilihan usaha RISOLES ini didasarkan pada semakin jarangnya dijumpai
jenis makanan seperti ini di daerah Kudus. Sayangnya, makanan ini tidak diolah secara
optimal atau kurangnya varian dan inovasi rasa. Padahal jenis makanan ini memiliki rasa
yang enak dan bergizi.
Seiring dengan meningkatknya kebutuhan pangan serta berubahnya selera
konsumen maka perlu adanya suatu trobosan untuk membuat makanan olahan berbahan
dasar daging, unggas, ikan maupun sayuran. Apabila dulu risoles biasanya berisi sayuran,
saat ini sudah banyak yang memodifikasi isian risoles dengan aneka bahan yang
menggoda. Dengan asumsi tersebut, maka usaha pembuatan risoles ayam ini diharapkan
dapat menjadi suatu usaha yang menguntungkan.
1.3 TUJUAN
Tujuan ini bertujuan untuk meningkatkan ekonomi bagi penguasahanya sendiri,
menjadi pioneer bagi masyarakat yang tidak memiliki ketrampilan, sehingga diharapkan
dengan adanya usaha ini masyarakat dapat memiliki pekerjaan atau usaha sendiri
walaupun dengan kemampuan modal yang terbatas. Serta untuk memenuhi kebutuhan
konsumen yang cenderung menyukai makanan cepat saji, kini kami hadir dengan
menawarkan makanan cepat saji dan memiliki kandungan serat yang baik bagi tubuh.
1.4 LUARAN
Dari kegiatan kewirausahaan ini diharapkan :

1. Memotivasi mahasiswa untuk menjadi seorang yang memiliki keinginan untuk maju
dan berkembang serta dapat bermanfaat dikalangan masyarakat.
2. Menjadikan usaha makanan ini berkelanjutan setelah selesai karena melihat
kebutuhan masyarakat akan konsumsi yang meningkat.
3. Produk makanan cepat saji yang berkualitas dan menarik konsumen.
4. Membuat terobosan baru produk makanan berbahan dasar ayam yang memiliki cita
rasa enak dan bergizi dengan harga yang terjangkau oleh masyarakat luas serta
dengan ditunjang system pemasaran yang efektif.

2
1.5 MANFAAT
Manfaat dari program kewirausahaan ini :
1. menciptakan lapangan pekerjaan yang dapat memperlambat pengangguran.
2. Memenuhi keinginan masyarakat.
3. Memperkenalkan produksi/makanan dari anak bangsa.
4. Sebagai media penghasil sampingan.
5. Menciptakan lapangan kerja sendiri.

3
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 GAMBARAN UMUM RENCANA USAHA

Menjual Risoles merupakan salah satu bentuk usaha dalam dunia perdagangan
yang inovatif, dan kreatif. Dengan menjual risoles yang menyedikan suatu produk/jenis
makanan yang dapat menarik perhatian konsumen untuk membeli, karena makanan ini
mempunyai rasa yang berkualitas dan di jual dengan harga yang ekonomis, sehingga
berbagai kalangan dapat membelinya. Selain dari pada itu media pemasaran Risoles
menggunakan media internet seperti Instagram, Facebook, dan Twitter. Sehingga dapat
menjadikan Usaha kami ini dapat cepat berkembang dan menyebar luas.

Melihat dari prospek usaha menjual Risoles sangat berpotensi untuk menjadi
usaha sampingan mahasiswa, karena waktu kerja yang tidak menghalangi proses belajar,
selain tugasnya untuk mencari ilmu bukan hanya mencari keuntungan, tetapi pengalaman
atau experience yang memang jika tidak di asah selama masih kuliah akan tumpul.
Sebagai bisnis pioner di masyarakat menjual Risoles yakin mampu bersaing dalam dunia
perdagangan makanan, yang banyak menjajakan makanan- makanan ini.

Kelebihan usaha ini adalah Usaha kami menggunkanan media pemasaran yang
unik yaitu dengan menggunakan internet seperti Instagram, Facebook, dan Twitter.
Dengan menggunakan media tersebut dapat menjadikan usaha yang menguntungkan dan
bermanfaat disamping mahasiswa melakukan aktifitas perkuliahan. Selain dari pada itu
dengan berwirausaha dapat menjadikan diri setiap mahasiswa menjadi pribadi yang
mandiri dan mampu bersosialisasi dengan masyarakat. Dan yang paling penting dari suatu
bisnis ini adalah untuk dapat menumbuhkan jiwa kewirausahaan sebagai bekal bagi
mahasiswa setelah lulus kuliah. Sehingga dapat mengurangi angka pengangguran sarjana.

Usaha “Risoles” ini merupakan usaha milik bersama dan rekan yang dijalankan
secara bersama-sama. Risoles Frozzen ini akan dipasarkan dengan keadaan beku sehingga
dapat di konsumsi sewaktu-waktu dan dapat disimpan dikulkas. Produk kami dapat
bertahan hingga satu bulan sehingga dapat dijadikan makanan atau cemilan cadangan dan
dapat dimasak sewaktu-waktu.

4
Makanan yang berbahan dasar tepung terigu ini cukup ekonomis dan sudah
dikenal oleh sebagian besar konsumen. Dalam usaha risoles ini selain memasarkan
menggunakan media internet kami juga menjual dengan cara menyetor kepenjual-penjual
lainya, seperti ditoko-toko dan minimarket. Kami juga menerima pesanan lewat telepon
dan SMS.

Adapun alat dan bahan yang digunakan dalam membuat Risoles Frozzen ini
adalah sebagai berikut:

Alat Bahan
1. Kulkas 1. Tepung Terigu
2. Kompor 2. Daging Ayam
3. Teflon 3. Telur
4. Gas 4. Wortel
5. Panci 5. Kentang
6. Mixer 6. Daun Bawang
7. Baskom 7. Tepung Panir
8. Bumbu Risoles
2.2 ASPEK RENCANA USAHA
2.2.1 Aspek Pemasaran
Dalam usaha ini produk yang dipasarkan yaitu berupa makanan “Risoles”
yang di pasarkan dalam bentuk beku. Area pemasaran yaitu di sekitar wilayah
Kudus, yang dekat dengan tempat produksi karena mempertimbangkan efisiensi.
Segmen pasar yang dituju adalah semua kalangan, segala usia. Metode pemasaran
dengan cara menggunakan media masa dan meyetorkan peroduk ke toko-toko dan
minimarket.
2.2.2 Target Atau Segmen Pasar Yang Dituju
Target rencana usaha ini adalah penjual-penjual, toko-toko, warung makan,
dan lainya seperti orang-orang yang akan ada hajatan yang dapat menerima produk
ini sehingga dapat menyetorkan makanan setiap harinya dan dapat menerima
pesanan sesuai kebutuhan konsumen.

5
2.2.3 Aspek Ekonomi Sosial
Usaha ini sangat ekonomis, risoles ini dapat dikonsumsi oleh segala tingkat
ekonomi. Dengan harga yang tidak terlalu mahal dan pastinya bergizi, semua
masyarakat pasti akan dapat menikmatinya.
2.2.4 Deskripsi Usaha
Data Usaha
Nama : Risoles
Tempat : Toko Sembako
Basis operasi : Kecamatan Mejobo Kabupaten Kudus
Bentuk usaha : Perdagangan dan Pengembangan usaha Mandiri Kecil dan
Menengah (UMKM).
Lokasi Usaha
Usaha ini berlokasi di ruko yang beralamatkan di ruko” pertigaan pekeng Desa
Gulang Kecamatan Mejobo Kudus
Keberlanjutan Usaha
Usaha ini akan berjalan terus dan akan terus menerus mengembangkan inovasi.
2.2.5 Analisis SWOT

Setiap kegiatan untuk memulai usaha saya harus mengukur kemampuan


saya terhadap lingkungan atau pesaing yaitu melalui analisis SWOT.
1. Strength (kekuatan)
Kekuatan dari menjual produk ini ialah :
- Dapat dibeli oleh segala kalangan baik kalangan menengah keatas ataupun
menengah kebawah.
- Produk ini terdiri dari berbagai macam rasa.
- Bahan produk yang terjamin sehat dan higienis
2. Weakness (kelemahan)
- Tidak dapat tahan lama
- Produknya mudah ditiru
- Produk tidak terjual banyak
3. Oppurtinity (peluang)
- Tempat strategis
- Fasilitas yang cukup memadai

6
4. Threath (ancaman)
Adanya pesaing yang menjual produk dengan harga yang relatif rendah dibanding
Risoles yang saya jual.

7
BAB III
ASPEK PERENCANAAN USAHA

3.1 ASPEK PEMASARAN

Dalam usaha ini produk yang dipasarkan yaitu pakaian bermerk “#santri”
berselogan menarik “Lokasi pemasarannya yaitu di sekitar wilayah Kecamatan Mejobo
yang dekat dengan pasar berlangsung mengingat pentingnya efisiensi waktu. Segmen
pasar yang dituju adalah semua kalangan dari segala usia.

Dalam pemasaran produk tentu harus menerapkan strategi bauran pemasaran


(marketing mix) yaitu “Product, Price, Promotion, Place”.

1. Product

Produk yang akan dipasarkan harus senantiasa menekankan nilai ekonomis


namun berkualitas tanpa mengesampingkan invoasi pada produk tersebut sehingga
dapat digunakan oleh semua lapisan masyarakat. Terlebih lagi untuk menarik
pelanggan juga harus memperhatikan keunikan kata-kata sehingga produk tersebut
memiliki karakter sendiri.

2. Price (Harga)

Dalam penetapan kebijakan harga saya melihat dari pasar yang ada.
Kebanyakan pengusaha lainnya berlomba-lomba untuk memberikan harga yang
relative lebih murah namun tidak memberikan kualitas produksi yang baik. Oleh
karena itu, harga yang saya tetapkan berdasarkan kualitas bahan dan kualitas sablon,
serta menyeimbangkan dengan harga bahan baku untuk isian yang saya gunakan.
Namun, harga masih terjangkau agar produk saya bisa digunakan semua kalangan.

3. Promotion

 Pada tahap awal promosi yang bisa dilakukan adalah secara mulut ke mulut. Dimulai
dari rekan kerja, lingkungan kantor, dan tetangga.
 Untuk mencakup pelanggan yang lebih luas lagi, promosi bisa juga dilakukan dengan
menggunakan media online seperti lazada, tokopedia,dan buka lapak

8
 Penyebaran brosur juga saya lakukan, agar masyarakat secara luas mengetahui
tentang keberadaan produk yang saya tawarkan.
 Cara lain, saya mengikuti bazar yang biasa diadakan oleh pelaku UKM lainnya.

4. Place

Penempatan produksi dan pendistribusian merupakan bagian yang sangat


penting dalam suatu usaha. Pemilihan tempat produksi dan distribusi berlokasi di
ruko yang terletak di sekitar menara kudus. Lokasi tersebut dipilih berdasarkan
dekatnya lokasi tersebut dengan pasar jember kudus dimana pasar tersebut
menyediakan perlengkapan sablon dan bahan pakaian dan juga lokasi tersebut cocok
dengan target pasar “#santri” yaitu segmen demografi-sosial, para santri di sekitar
menara kudus.

3.2 Profil Konsumen

Masyarakat kota Kudus

Segmentasi Pasar

Demografi-sosial
-Para Santri

Media Promosi yang akan digunakan

1. Media Cetak : Pamflet

2. Media Elektronik : Radio kampus, facebook, instagram, whatsapp, bukalapak

3. Media Lainnya : Mengikuti berbagai macam pameran, pemberian voucher potongan


harga

Strategi Pemasaran yang akan digunakan

1. Kemasan yang menarik

2. Distribusi yang luas dan mudah didapatkan

3. Harga terjangkau

4. Promosi

5. Produk yang unik dan menyehatkan

9
Bab 3

Pesaing dan Peluang Pasar

Pesaing : Adanya produk bakso daging sapi yang sudah memasyarakat.

Peluang Pasar : Masyarakat kini sudah mulai berpikir untuk mengkonsumsi makanan
yang enak dan bergizi dengan harga terjangkau seiring dengan meningkatnya harga-harga
kebutuhan yang lain. Risoles merupakan salah satu solusi dari permasalahan tersebut.
Selain itu masyarakat Kota Kudus banyak yang gemar makan camilan ini.

3.2 RENCANA PRODUKSI

Produk yang akan dipasarkan adalah pakaian dengan slogan original yang unik,
dan juga berorientasi terhadap keinginan konsumen . berikut bahan dan alat yang di
butuhkan:

Bahan dan Alat:

1. Kaos Polos

2. Sablon

-Bahan Emulsi

-Tinta Sablon

-Pewarna

-Rubber

-Foaming

-Glitter

-Lem PVC

-Latex

-Elastic Binder

3. Peralatan

-Printer

10
-Heater atau Microwave

-Isolasi

Proses Pembuatan Sablon

Pada dasarnya, metode sablon manual ini idenya cukup sederhana, yaitu dengan melapisi
desain yang sudah Anda cetak dengan menggunakan emulsi foto, kemudian panaskan dengan
cahaya lampu sehingga lapisan emulsi rontok dan desain akan menempel pada kaos.

Namun untuk lebih jelasnya, berikut ini akan kami berikan langkah-langkah cara sablon
manual

1. Siapkan Perlengkapan

Pertama-tama, siapkan bahan yang sudah kami berikan daftarnya di atas, dan juga siapkan
ruangan gelap yang akan digunakan untuk melakukan proses sablon.

2. Buat Desain yang ingin disablon

Buatlah desain yang akan disablon, baik itu menggambar sendiri ataupun dari gambar hasil
print (yang harus tinggi resolusinya), dan pastikan desain tersebut menggunakan warna hitam
pekat.

Print desain tersebut pada kertas transparan menggunakan printer laser atau inkjet, yang bisa
dicetak sendiri apabila memiliki perlengkapannya atau print di tempat printing terdekat.

3. Lapisi Screen dengan Emulsi

Langkah selanjutnya melapisi screen yang sudah disiapkan dengan emulsi foto, namun
sebelumnya campur dan aduk dahulu emulsi dengan sensitizer yang biasanya disediakan
sepaket, sesuai dengan instruksi yang disediakan pada kemasan.

Tuang sedikit emulsi pada screen, kemudian ratakan lapisan emulsi tersebut menggunakan
rakel, dan pastikan emulsi tersebut lebih luas dari luas desain yang ingin disablon.

11
Pastikan lapisan emulsi tersebut melapisi screen dengan tipis tapi merata, serta tidak
menumpuk atau menggumpal pada beberapa bagian.

4. Panaskan Desain dengan Lampu

Selanjutnya, letakkan screen dan kemudian letakkan kertas transparan berisi desain Anda
pada bagian screen yang sudah dilapisi emulsi foto, kemudian tempelkan kertas transparan
pada screen menggunakan selotip.

Arahkan lampu pijar ke arah gambar, dan jangan nyalakan lampu apapun selain lampu pijar
tersebut, kemudian tunggu hingga kira-kira 10-15 menit, kemudian tarik perlahan kertas
transparan tersebut.

5. Siram Screen dengan Air Dingin

Pegang frame dan screen kemudian semprotkan air dingin menggunakan selang atau shower
hingga nantinya emulsi foto akan mengelupas pada bagian desain dan lama kelamaan bentuk
desain akan semakin jelas.

Setelah bentuk desain sudah terlihat sangat jelas, berhenti menyiram dan kemudian keringkan
screen tersebut, kemudian setelah kering lapisi bagian screen yang tidak terkena area desain
dengan menggunakan selotip.

6. Mulai Proses Sablon

Selanjutnya proses penyablonan kaos akan dimulai, dan pertama-tama letakkan kaos polos
pada bidang datar, kemudian letakkan screen di area yang ingin Anda sablon. Kemudian pada
permukaan screen, dituangkan tinta sablon secara perlahan dengan arah horizontal, kemudian
ratakan satu arah ke bawah dengan rakel hingga tinta melapisi screen dengan merata. Setelah
itu lapisi terus tinta ke atas, kiri, kanan, bawah menggunakan rakel yang sedikit ditekan
supaya tinta dapat terdorong ke permukaan kaos dengan merata.

Apabila sudah, angkat screen perlahan dan Anda bisa lihat bahwa proses sablon sudah
selesai, hanya perlu ditunggu hingga sablon kering atau Anda bisa menggunakan metode
berikut ini.

12
7. Panaskan Kaos

Panaskan kaos tersebut pada microwave dengan suhu 400 derajat selama 30 detik.

3.3 ANALISIS KEUANGAN

Alokasi Dana

Modal Usaha

Modal Sendiri Rp 10.000.000


Modal pinjaman Rp 5.000.000
Total Rp 15.000.000

Perhitungan Keuangan

Perhitungan Laba

Estimasi pengeluaran perpieces kaos

Harga bahan kaos per pieces (Rp 30.000) Rp 30.000


Harga bahan sablon per kaos (Rp 20,000) Rp 20.000
Listrik per pieces Rp 5.000
Packaging per pieces Rp 2.000
Total Rp57.000

Estimasi penjualan perhari 20 kaos

Biaya Total per hari (Rp 57.000 x 20) Rp 1.140.000

Biaya Total perbulan (Rp 1.140.000 x 22) Rp 25.080.000

Pendapatan

Harga Jual Kaos Rp 90.000

Pendapatan perhari Rp 1.800.000

Hari efektif penjualan 22 hari


Pendapatan per hari Rp 1.800.000
Pendapatan per bulan Rp 1.800.000 x 22 = Rp 39.600.000

13
Laba Perbulan (Rp 39.600.000 – Rp 25.08000)

Rp 14.520.000/bulan

14
BAB IV

PELAKSANAAN

NO HARI/TGL KEGIATAN PENGELUAR PENERIMAAN


AN
1. Kamis 11 April 2019 Pembelian dan Pengambilan Rp. 81.000
Rp 50.000
barang
2. Kamis 18 April 2019 Pembelian dan Pengambilan Rp. 81.000
Rp 50.000
barang
3. Senin 22 April 2019 Pembelian dan Pengambilan Rp. 81.000
Rp 50.000
barang
4. Kamis 25 April 2019 Pembelian dan Pengambilan Rp. 81.000
Rp 50.000
barang
JUMLAH Rp 200.000 Rp 324.000
Laba Kotor = Rp 324.000
Biaya Operasional = Rp 200.000 -
Laba Bersih = Rp 124.000

4.1 Jadwal Kegiatan

Wirausaha Pembuatan Risoles akan dilaksanakan pada tahun 2019. Dengan


berbagai pertimbangangan yang berkaitan langsung dengan penulis.
4.2 Metode Pelaksanaan Program
4.2.1 Survei Peralatan

Asumsi

 Lama pemakaian : etalase/gerobak dalam jangka 4.5 tahun


 Lama pemakaian : pisau dalam jangka 2 tahun
 Lama pemakaian : wadah dalam jangka 2 tahun
 Lama pemakaian : pengaduk dalam jangka 3 tahun
 Lama pemakaian : wajan dalam jangka 3 tahun
 Lama pemakaian : peralatan penggoreng dalam jangka 3 tahun
 Lama pemakaian : kompor dan tabung gas dalam jangka 4 tahun
 Lama pemakaian : piring dalam jangka 3 tahun
 Lama pemakaian : loyang dalam jangka 2 tahun
 Lama pemakaian : meja dan kursi dalam jangka 4.5 tahun
 Lama pemakaian : serbet dalam jangka 1.5 tahun

15
 Lama pemakaian : peralatan tambahan lain dalam jangka 2 tahun
 Investasi

Peralatan Harga
Etalase/gerobak Rp. 2,121,000
Pisau Rp. 37,000
Wadah Rp. 70,800
Pengaduk Rp. 33,500
Wajan Rp. 114,300
Peralatan penggoreng Rp. 81,200
Kompor dan tabung gas Rp. 255,300
Piring Rp. 66,100
Loyang Rp. 46,900
Meja dan kursi Rp. 141,300
Serbet Rp. 15,400
Peralatan tambahan lain Rp. 59,100
Jumlah Investasi Rp. 3,041,900

Biaya Operasional per Bulan


Biaya Tetap Nilai
Penyusutan etalase/gerobak 1/54 x Rp. 2,120,000 Rp. 39,259
Penyusutan pisau 1/24 x Rp. 37,000 Rp. 1,542
Penyusutan wadah 1/24 x Rp. 70,800 Rp. 2,950
Penyusutan pengaduk 1/18 x Rp. 33,500 Rp. 1,861
Penyusutan wajan 1/36 x Rp. 114,300 Rp. 3,175
Penyusutan peralatan penggoreng 1/36 x Rp. 81,200 Rp. 2,256
Penyusutan kompor dan tabung gas 1/48 x Rp. 255,300 Rp. 5,319
Penyusutan piring 1/36 x Rp. 66,100 Rp. 1,836
Penyusutan loyang 1/24 x Rp. 46,900 Rp. 1,954
Penyusutan meja dan kursi 1/54 x Rp. 141,300 Rp. 2,617
Penyusutan serbet 1/18 x Rp. 15,400 Rp. 856
Penyusutan peralatan tambahan lain 1/24 x Rp. 59,100 Rp. 2,463
Total Biaya Tetap Rp. 66,086

Biaya Variabel
Tepung terigu Rp. 15,000 x 30 = Rp. 450,000
Margarine Rp. 8,500 x 30 = Rp. 255,000
Telur Rp. 7,000 x 30 = Rp. 210,000

16
Susu Rp. 8,000 x 30 = Rp. 240,000
Garam Rp. 1,500 x 30 = Rp. 45,000
Minyak goreng Rp. 12,500 x 30 = Rp. 375,000
Kentang Rp. 10,000 x 30 = Rp. 300,000
Wortel Rp. 5,000 x 30 = Rp. 150,000
Bawang putih Rp. 6,500 x 30 = Rp. 195,000
Daun bawang Rp. 5,000 x 30 = Rp. 150,000
Tepung roti Rp. 8,500 x 30 = Rp. 255,000
Biaya promosi Rp. 6,900 x 30 = Rp. 207,000
Biaya sewa tempat Rp. 10,000 x 30 = Rp. 300,000
Biaya listrik dan air Rp. 9,500 x 30 = Rp. 285,000
Biaya lain-lain Rp. 9,700 x 30 = Rp. 291,000
Total Biaya Variabel Rp. 3,708,000

Total Biaya Operasional


Biaya tetap + biaya variabel
Rp. 3,774,086
=

Pendapatan per
Bulan
Penjualan rata – rata =
123 Biji x Rp. 1,500 = Rp. 184,500
184,500 x 30 Hr = Rp. 5,535,000

Keuntungan per Bulan


Laba = Total Pendapatan – Total Biaya Operasional
Rp. 5,535,000 – 3,774,086 = Rp. 1,760,914

Lama Balik Modal


Total Investasi / Keuntungan
Rp. 3,041,900 : 1,760,914 = 2 bln
=

17
4.3 Jenis Dokumen yang Terkait Perijinan
1. Surat keterangan Domisili Usaha
2. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)
3. Izin Usaha Dagang (UD)
4. Surat Izin Tempat Usaha (SITU)
5. Surat Izin Prinsip
6. Surat Izin Usaha Industri (SIUI)
7. Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP)
8. Tanda Daftar Perusahaan (TDP)
9. Tanda Daftar Industri (TDI)
10. HO Surat Izin Gangguan
11. Surat Izin Mendirikan Bangunan
12. Izin BPOM
Namun untuk produk makanan home industry, minimal harus ada izin edar
PIRT (Produk Industri Rumah Tangga) dari Dinas Kesehatan setempat.
Pengurusannya cukup mudah. Bisa datang ke kantor Dinas Kesehatan terdekat dengan
lokasi produksi untuk mendapatkan formulir isiannya.
Kemudian melengkapi formulir tersebut dengan data yang dibutuhkan, antara
lain fotocopy KTP penanggung jawab usaha, lokasi usaha, jenis produk, dan label
kemasan produk. Pihak Dinas Kesehatan akan melakukan kunjungan ke lokasi
produksi untuk melihat dan memberi arahan mengenai proses dan layout ruang
produksi yang baik sesuai standar kebersihan dan kesehatan. Pihak Dinkes juga akan
membawa beberapa sampel produk untuk diuji lebih lanjut kandungannya. Setelah itu
peserta diminta mengikuti training tentang produksi home industri, termasuk
pengemasan produk, sebelum sertifikat PIRT dikeluarkan.
Sedangkan untuk logo halal, walau tidak wajib ada, tapi sangat penting untuk
kenyamanan konsumen mengkonsumsi produk kita. Sertifikasi halal bisa diajukan ke
LP POM MUI setempat dengan prosedur yang kurang lebih serupa dengan
pengurusan izin PIRT, hanya pemeriksaannya lebih pada sisi kehalalan bahan baku
dan proses produksi produk.
Secara berkala, Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Dinas Perindustrian dan
Perdagangan (Disperindag) memiliki program sertifikasi PIRT dan Halal gratis untuk
UKM yang baru memulai usaha rumahan. Bisa datang ke dinas tersebut di daerah
masing-masing, dan tanyakan langsung untuk program tersebut.
18
DOKUMENTASI

19
20

Anda mungkin juga menyukai