Anda di halaman 1dari 40

PELURUHAN SINAR GAMMA

MAKALAH
(Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Fisika Inti Semester 6)
Dosen Pengampu,
Endah Kurnia Y, M.P.Fis
Diah Mulhayati, S.Si, M.Pd.

Disusun Oleh
Kelompok Elektron
Meisy Eliya 1162070042
Nita Septianti 1162070051
Santika Purnama 1162070064
Zoelfaris Hida 1162070081

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA


FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM SUNAN GUNUNG DJATI
BANDUNG
2019

i
KATA PENGANTAR

Segala puji kami panjatkan kehadirat Allah swt. yang telah memberikan nikmat
dan karunia-Nya kepada kami, baik nikmat sehat, nikmat iman dan nikmat islam
sehingga kami dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini. Solawat serta salam
senantiasa kami panjatkan kepada Nabi Muhammad saw. tak lupa kepada keluarga,
sahabtanya dan kepada tabi’in wa tabi’atnya dan semoga sampai kepada kita semua
selaku umatnya, semoga senantiasa mendapat syafa’at dari padanya kelak di Yaumul
Jaza, Aamiin.

Kami mengucapkan syukur kepada Allah SWT atas limpahan nikmat sehat-
Nya, baik itu berupa sehat fisik maupun akal pikiran, sehingga kami mampu untuk
menyelesaikan pembuatan makalah sebagai tugas mata kuliah Fisika Komputasi
dengan judul “Peluruhan Sinar Gamma”.
Kami tentu menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kata sempurna dan
masih banyak terdapat kesalahan serta kekurangan di dalamnya. Untuk itu, kami
mengharapkan kritik serta saran dari pembaca untuk makalah ini, supaya makalah ini
nantinya dapat menjadi makalah yang lebih baik lagi. Kemudian apabila terdapat
banyak kesalahan pada makalah ini kami mohon maaf yang sebesar-besarnya. Kami
juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak.
Demikian, semoga makalah ini dapat bermanfaat. Terima kasih.

Bandung, Maret 2019

Penyusun

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ................................................................................................... i


DAFTAR ISI ................................................................................................................. ii
DAFTAR GAMBAR ................................................................................................... iv
BAB I PENDAHULUAN ............................................................................................. 1
A. Latar Belakang Masalah ..................................................................................... 1
B. Rumusan Masalah .............................................................................................. 2
C. Tujuan ................................................................................................................ 2
D. Manfaat .............................................................................................................. 2
E. Sistematika Makalah .......................................................................................... 3
BAB II KAJIAN PUSTAKA ........................................................................................ 1
A. Sejarah Sinar Gamma ......................................................................................... 1
B. Peluruhan Sinar Gamma .................................................................................... 4
1. Karakteristik Sinar Gamma ............................................................................ 5
C. Skema Peluruhan Gamma .................................................................................. 6
D. Tingkat Energi Sinar Gamma............................................................................. 8
1. Energi yang dipancarkan oleh sinar gamma ................................................... 9
2. Absorbsi Sinar Gamma ................................................................................ 11
3. Tetapan Peluruhan Gamma .......................................................................... 12
E. Interaksi Sinar Gamma Dengan Materi ........................................................... 13
1. Efek Foto Listrik .......................................................................................... 16
2. Hamburan Compton ..................................................................................... 17
3. Produksi Pasangan ........................................................................................ 17
F. Bahaya Sinar Gamma ....................................................................................... 18
1. Merusak satelit dan atmosfir ........................................................................ 18
2. Menimbulkan Kematian terbesar apabila terjadi perang nuklir ................... 18
BAB III PEMBAHASAN ........................................................................................... 19
A. Hubungan Peluruhan Gamma dengan Aplikasi Kehidupan Sehari-Hari ......... 19
1. Membunuh bakteri ....................................................................................... 19
2. Menyembuhkan tumor, kanker, dan kelainan lain ....................................... 19

ii
3. Manfaat Sinar Gamma di Bidang Kesehatan ............................................... 20
4. Manfaat Sinar Gamma dalam Bidang Pangan dan Pertanian ....................... 21
B. Hubungan Materi dengan Pendidikan Karakter ............................................... 21
1. Q.S An-Nur Ayat 35 ..................................................................................... 22
2. Q.S Yunus Ayat 5 ......................................................................................... 24
BAB IV PENUTUP ................................................................................................... 26
A. Kesimpulan ...................................................................................................... 26
B. Implikasi ........................................................................................................... 26
DAFTAR PUSTAKA ................................................................................................. 27

iii
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1. Ledakan Bintang ......................................................................................... 5
Gambar 2. Gambar Pemancaran Beta dan Gamma Berurutan ...................................... 6
Gambar 3. Peluruhan Sinar Gamma.............................................................................. 8
Gambar 4. Beberapa Sinar Gamma yang Dipancarkan Menyusul Peluruhan Beta ...... 9
Gambar 5 Proses Produksi Pasangan .......................................................................... 18

iv
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah

Radiasi pada dasarnya merupakan proses pindahnya energi, salah satu diantaranya
ialah radiasi nuklir berupa pancaran partikel alpha, beta, sinar gamma dan lain-lain.
Beberapa inti atom yang berukuran besar cenderung memiliki inti yang tidak stabil,
sehingga terjadi peluruhan hingga selang waktu tertentu sebelum mencapai kestabilan.
Sesuai dengan yang telah disebutkan tadi, bahwa terdapat tiga bentuk radiasi, hal ini
ditemukan pleh Becquerel dan Curie yaitu; peluruhan alpha terjadi ketika inti atom
melepaskan partikel alpha yaitu dua proton dan dua neutron, setara dengan inti atom
helium; peluruhan beta terjadi ketika pelepasan partikel beta, yaitu elektron berenergi
tinggi; peluruhan gamma melepaskan sinar gamma, yang tidak sama dengan radiasi
alpha dan beta, namun merupakan radiasi elektromagnetik pada frekuensi dan energi
yang sangat tinggi.

Pada dasarnya setiap makhlus hidup yang berada di alam telah menerima paparan
radiasi. Radiasi yang dimaksud bisa dari sumber radiasi alamiah maupun radiasi akibat
penggunaan zat radioaktif. Seperti paparan sinar matahari di siang hari yang
menyebabkan tubuh kita berkeringat atau tubuh kita merasakan panas ketika berada di
dekat api unggun saat berkemah.

Sinar gamma dilambangkan dengan huruf latin 𝛾. Sinar gamma merupakan salah
satu gelombang elektromagnetik yang memiliki energi yang besar sehinggga daya
tembusnya sangat kuat. Sinar gamma mempunyai daya tembus yang paling kuat jika
dibandingkan dengan gelombang elektomagnetik lainnya seperti alpha dan beta.
Sehingga radiasi sinar gamma adalah yang paling berbahaya dan sulit untuk ditahan.
Namun sinar gamma juga memiliki manfaat yang sangat besar dalam kehidupan sehari-
hari. Sinar gamma sering dimanfaatkan dalam bidang kedokteran untuk
menyembuhkan tumor, kanker dan lain-lain. terkait hal tersebut kemungkinan adanya
radioisotop yang terbebas di lingkungan sekitar fasilitas kedokteran nuklir dapat terjadi
sehingga perlu adanya pengawasan dan pengukuran radioaktifitas lingkungan. Karena

1
terlalu lama terkena paparan radiasi nuklir dengan intensitas energi yang tinggi dapat
menyebabkan kematian, dan bahaya lainnya.
B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah diatas maka terdapat rumusan masalah


sebagai berikut:
1. Bagaimana sejarah ditemukannya sinar gamma?
2. Bagaimana proses pembentukan sinar gamma?
3. Bagaimana skema peluruhan gamma?
4. Bagaimana tingkatan energi dalam sinar gamma?
5. Bagaimana interaksi sinar gamma dengan materi?
6. Bagaimana manfaat dan bahaya dari sinar gamma?
7. Bagaimana hubungan sinar gamma dengan kehidupan sehari-hari?
8. Bagaimana hubungan sinar gamma dengan pendidikan karakter?

C. Tujuan

Adapun tujuan penulisan makalah berdasarkan rumusan masalah diatas adalah


sebagai berikut:
1. Untuk menjelaskan sejarah ditemukannya sinar gamma.
2. Untuk menjelaskan proses pembentukan sinar gamma?
3. Untuk menjelaskan skema peluruhan gamma.
4. Untuk menjelaskan tingkatan energi dalam sinar gamma?
5. Untuk menjelaskan interaksi sinar gamma dengan materi?
6. Untuk menjelaskan manfaat dan bahaya dari sinar gamma?
7. Untuk menjelaskan hubungan sinar gamma dengan kehidupan sehari-hari?
8. Untuk menjelaskan hubungan sinar gamma dengan pendidikan karakter?

D. Manfaat

Penulisan makalah ini diharapkan dapat menjadi sumber informasi tembahan bagi
yang membutuhkan atau bagi yang akan membahas mengenai sinnar gamma. Kami
mengharapkan tulisan ini bisa menjadi suatu pemaparan yang dapat menjelaskan

2
peluruhan radioaktifitas khususnya pada sinar gamma bagi pembaca yang mengalami
kesulitan dalam memahami materi ini.
E. Sistematika Makalah

Sistematika penulisan makalah ini terdiri dari:

BAB 1 Pendahuluan yang berisi latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan,
manfaat dan sistematika makalah.

Pada BAB 2 Kajian Materi berisi tentang sejarah sinar gamma, peluruhan sinar
gamma, tingkatan energi sinar gamma, interaksi sinar gamma dengan materi dan
manfaat dari sinar gamma.

BAB 3 Pembahasan berisi mengenai hubungan sinar gamma dengan aplikasinya


dalam kehidupan sehari-hari serta hubungan sinar gamma dengan pendidikan karakter
yang menjelaskan dalil atau ayat Al-Qur’an mengenai sinar gamma

BAB 4 Penutup berisi kesimpulan serta implementasi dari materi yang sudah
dibahas.

3
BAB II
KAJIAN PUSTAKA
A. Sejarah Sinar Gamma

Peluruhan radioaktif adalah kumpulan beragam proses di mana sebuah inti atom
yang tidak stabil memancarkan partikel subatomik (partikel radiasi). Peluruhan terjadi
pada sebuah nukleus induk dan menghasilkan sebuah nukleus anak. Ini adalah sebuah
proses "acak" (random) sehingga sulit untuk memprediksi peluruhan sebuah atom.
Satuan internasional (SI) untuk pengukuran peluruhan radioaktif adalah becquerel
(Bq). Jika sebuah material radioaktif menghasilkan 1 buah kejadian peluruhan tiap 1
detik, maka dikatakan material tersebut mempunyai aktivitas 1 Bq. Karena biasanya
sebuah sampel material radiaktif mengandung banyak atom,1 becquerel akan tampak
sebagai tingkat aktivitas yang rendah; satuan yang biasa digunakan adalah dalam orde
gigabecquerels. (chaerul, 2007).

Radioaktivitas pertama kali ditemukan pada tahun 1896 oleh ilmuwan Perancis
Henri Becquerel ketika sedang bekerja dengan material fosforen. Material semacam ini
akan berpendar di tempat gelap setelah sebelumnya mendapat paparan cahaya, dan dia
berfikir pendaran yang dihasilkan tabung katode oleh sinar-X mungkin berhubungan
dengan fosforesensi. Karenanya ia membungkus sebuah pelat foto dengan kertas hitam
dan menempatkan beragam material fosforen diatasnya. Kesemuanya tidak
menunjukkan hasil sampai ketika ia menggunakan garam uranium. Terjadi bintik hitam
pekat pada pelat foto ketika ia menggunakan garam uranium tesebut.

Dua orang ilmuwan Paris yang sangat tertarik dengan penemuan Becquerel adalah
Merie Curie dan suaminya Piere Curie, yang akhirnya menjadi Profesor Fisika di
Sorbone. Mereka mendapatkan bahwa sinar-sinar dari radium menyebabkan ionisasi
molekul-molekul udara. Intensitas radiasi dapat diukur dengan kamar ionisasi. Alat ini
terdiri atas dua keping logam sejajar, terpisah dan diletakkan dalam sebuah kotak
logam yang dikebumikan. Keping bawah dihubungkan ke potensial tinggi yang
dihasilkan oleh baterai listrik. Suami-istri ini akhirnya berhasil menemukan dua unsur
baru bahan radioaktif, yaitu polonium dan radium (Zefri,2012).

1
Kita dapat mendeteksi aktivitas radiasi dari bahan radioaktif dengan menggunakan
pencacah Geiger-Muller. Beberapa berkas radiasi dibelokkan oleh medan magnetic
sehingga lintasannya tidak mengenai tabung Geiger. Pemelokan berkas radiasi oleh
medan magnet menunjukkan bahwa berkas radiasi tersebut terdiri atas partikel-partikel
bermuatan. Prinsip tersebut dapat digunakan oleh berkas radioaktif lain. Pada tahun
1899 Ernest Rutherford melakukan percobaan dalam rangka studinya mengenai
radioaktif. Ia menempatkan sedikit radium didasar sebuah kotak kecil dari timah hitam
(timbal). Dia mendapatkan bahwa berkas sinar terpisah menjadi tiga komponen.

Dengan memperhatikan arah sinar yang dibelokkan, dia menyimpulkan bahwa


komponen sinar yang tidak dibelokkan adalah tidak bermuatan (sinar 𝛾), komponen
sinar yang dibelokkan ke kanan adalah bermuatan positif (sinar 𝛼), dan sinar yang
dibelokkan kekiri adalah bermuatan negativ (sinar 𝛽). Sewaktu selembar kertas tipis
disisipkan diantara sumber dan tabung Geiger-Muller, pembacaan angka pada alat
hitung berkurang bila dibandingkan sebelumnya. Fakta ini menunjukkan bahwa
sebagian radiasi telah diserap oleh kertas. Radiasi yang diserapp kertas tipis adalah
radiasi sinar 𝛼. Tambahan radiasi yang diserap oleh lembaran aluminium adalah radiasi
sinar. Radiasi yang diserap oleh selembar timbal adalah radiasi sinar 𝛾 (Anto, 2008).

Sinar  ditemukan oleh ahli kimia dan fisika Perancis Paul Ulrich Villard pada
tahun 1900, ketika beliau sedang mengkaji uranium. Bekerja di bidang kimia di Ecole
Normale Superieure, Paris, dia menemukan bahwa sinar  tidak dapat dibelokkan oleh
medan magnet. Ini terjadi karena Inti dalam keadaan tereksitasi kemungkinan
memberikan energi eksitasinya dan kembali ke keadaan dasar dengan berbagai cara.
Tansisi yang paling banyak terjadi adalah pemancaran gelombang elektromagnetik.
Radiasi semacam ini disebut sebagai radiasi gamma, sinar gamma memiliki frekuensi
yang ditentukan dan energinya E = h.v. Seringkali transisi tidak terjadi secara langsung
dari tingkat yang lebih tinggi menuju tingkat dasar tetapi kemungkinan berlangsung
tahap demi tahap yang meliputi tingkat eksitasi intermediet. Sinar gamma dengan
energi beberapa keV sampai dengan 7 MeV telah diamati pada proses radioaktif. (anna,
1987)

2
Pancaran sinar gamma kemungkinan disertai atau bahkan diganti dengan proses
lain, yaitu pancaran elektron konversi internal. Konversi internal (internal conversion)
terjadi karena interaksi antara gelombang elektromagnetik dan inti atom dengan
elektron di kulit atom sehingga menyebabkan pancaran elektron dengan enegi kinetik
sebesar selisih antara energi transisi inti dan energi ikat elektron dalam atom.

Proses ketiga dan de-eksitasi inti terjadi jika terdapat energi lebih dari 1,02 MeV.
Energi ini ekivalen dengan massa dua elektron. Proses yang kemungkinan terjadi
adalah inti atom yang berada dalam keadaan tereksitasi akan menghasilkan secara
simultan satu elektron baru dan satu positron baru, keduanya akan dipancarkan dengan
energi kinetik sebesar selisih antara energi eksitasi total dikurangi dengan 1,02 MeV.

Semua proses di atas disebut dengan transisi gamma, meskipun hanya proses
pertama saja yang memancarkan gamma dan inti atom. Semua proses tersebut ditandai
dengan adanya perubahan energi tetapi tidak terjadi perubahan A dan Z. (muljonoh,
2003).

Sebagian besar transisi gamma terjadi dengan skala waktu yang sangat singkat
untuk pengukuran langsung, yaitu kira-kira kurang dan 10-12 detik, seperti yang
diharapkan untuk dimensi dipol inti dan satuan muatan elektronik. Proses de-eksitasi
gamma merupakan sesuatu yang penting pada semua jenis pengukuran radioaktivitas
dan pada pembuatan skema tingkat inti, apakah waktu hidup dapat diukur atau tidak.
Pada bagian ini hanya dibahas faktor yang mempengaruhi waktu hidup transisi gamma
dan kemungkinan menyebabkan keberadaan tingkat metastabil atau transisi isomeris.
Definisi isomer inti dalam istilah ‘umur paruh yang terukur’ menjadi sesuatu yang
samar-samar, karena perkembangan teknik langsung dan tidak langsung yang baru
dapat mengukur sampai batas yang lebih rendah. Untuk skala yang lebih tinggi
kemungkinan tidak ada batasnya, 2l0Bim memiliki umur paruh 3,5 x 106 tahun.

Peluruhan gamma dari tingkat isomeris disebut dengan transisi isomeris (isomeric
transition atau IT), dibatasi untuk transisi dengan umur paruh lebih dari atau sama
dengan 10-6 detik.

3
Transisi gamma adalah gelombang elektromagnetik yang dihasilkan dengan
mengosilasi muatan listrik sehingga membentuk medan listrik yang berosilasi, disebut
dengan radiasi multipol elektrik (E), dan mengosilasi arus listrik sehingga membentuk
medan magnet yang berosilasi disebut sebagai radiasi multipol magnetik (M). Suatu
multipol elektrik atau magnetik memancarkan foton dengan momentum sudut orbital
sebesar lh. Nomenklatur radiasi yang memiliki 1 = 1, 2, 3, 4, 5 satuan dan h adalah
radiasi dipol, quadrupol, oktupol, 24-pol, dan 25-pol. Notasi singkatan untuk radiasi
elektrik (atau magnetik) 21-pol adalah E1 (atau Ml). Dengan demikian E2 adalah
radiasi quadrupol elektrik, M4 adalah radiasi 24-pol magnetik, dan sebagainya (zia,
2012).
B. Peluruhan Sinar Gamma

Radioaktivitas disebut juga peluruhan radioaktif, yaitu peristiwa terurainya


beberapa inti atom tertentu secara spontan yang diikuti dengan pancaran partikel alfa
(inti helium), partikel beta (elektron), atau radiasi gamma (gelombang elektromagnetik
gelombang pendek. Sinar-sinar yang dipancarkan tersebut disebut sinar radioaktif,
sedangkan zat yang memancarkan sinar radioaktif disebut dengan zat radioaktif.
Istilah keradioaktifan (radioactivity) pertama kali diciptakan oleh Marie Curie (1867 -
1934), seorang ahli kimia asal Prancis. Marie dan suaminya, Pierre Curie (1859 - 1906),
berhasil menemukan unsur radioaktif baru, yaitu polonium dan radium. Ernest
Rutherford (1871 - 1937) menyatakan bahwa sinar radioaktif dapat dibedakan atas
sinar alfa yang bermuatan positif dan sinar beta yang bermuatan negatif. Paul Ulrich
Villard (1869 - 1915), seorang ilmuwan Prancis, menemukan sinar radioaktif yang
tidak bermuatan, yaitu sinar gamma.

Sinar gamma merupakan gelombang elektromagnetik, serupakan sinar X tetapi


sinar gamma memiliki panjang geombang yang lebih pendek dibandingkan dengan
sinar X. Kita tidak dapat bisa membedakan sifat-sifat sinar X dengan siar gamma. Kita
mengunakan dua istilah yang berbeda hanya untuk membedakan sumber radiasi
keduanya. Radiasi sinar gamma berasal dari inti sedangkan radiasi sinar X berasal dari
transisi antara level energi elektron. Sinar gamma berhubungan dengan transisi level
enegi nuklir. Sinar gamma menyertai perubahan radioaktif intiyaitu pada proses

4
peluruhan partikel alfa dan partikel beta (Diktat mata kuliah pendahuluan fisika inti
n.d.).

Gambar 1. Ledakan Bintang

Sinar gamma terbentuk karena adanya proses nuklir atau subatomik lainnya seperti
penghancuran elektron-positron. Oleh karena itu sinar tersebut tidak dapat ditemukan
pada sembarang tempat karena hanya dapat terjadi akibat proses nuklir dan subatomik
lainnya. Sinar ini dapat terbentuk saat (i. b. Nowikow 2002) :
1. Ledakan bintang (Supernova)
2. Ledakan bom nuklir
3. Bintang yang terhisap lubang hitam
4. Terapi Sinar gamma
5. gelembung energi di pusat galaksi Bima Sakti
6. Bahan radioaktif

1. Karakteristik Sinar Gamma


Sinar gamma adalah radiasi gelombang elektromagnetik yang terpancar dari inti
atom dengan energi yang sangat tinggi yang tidak memiliki massa maupun muatan.
Sinar gamma ikut terpancar ketika sebuah inti memancarkan sinar alfa dan sinar beta.
Peluruhan sinar gamma tidak menyebabkan perubahan nomor atom maupun massa
atom. Sinar gamma memiliki beberapa sifat alamiah berikut ini (anonim 2002).
a. Sinar gamma tidak memiliki jangkauan maksimal di udara, semakin jauh dari
sumber intensitasnya makin kecil.
b. Mempunyai daya ionisasi paling lemah.
c. Mempunyai daya tembus yang terbesar.
d. Tidak membelok dalam medan listrik maupun medan magnet.
5
e. Sinar- merupakan radiasi elektromagnetik dengan panjang gelombang yang sangat
pendek.
f. Kecepatan bernilai sama dengan kecepatan cahaya di ruang hampa.
g. Sinar- dalam interaksinya menimbulkan peristiwa fotolistrik atau juga dapat
menimbulkan produksi pasangan. Dalam interaksi dengan bahan, seluruh energi
sinar diserap oleh bahan. Peristiwa inilah yang disebut produksi pasangan
h. Tidak bermassa
i. Mempunyai sifat yang sama dengan sinar-X, tetapi panjang gelombangnya lebih
pendek
C. Skema Peluruhan Gamma

Peluruhan gamma biasanya menyertai peluruhan alfa dan beta. Pada gambar di
bawah ini disajikan skema peluruhan gamma yang menyertai peluruhan beta pada
sampel 27Mg.

Gambar 2. Gambar Pemancaran Beta dan Gamma Berurutan

Konversi internal adalah proses elektromagnetik yang bersaing dengan emisi


gamma. Dalam hal ini medan multi-elektromagnetik dari inti tidak menghasilkan emisi
foton. Sebaliknya medan berinteraksi dengan elektron atom dan menyebabkan salah
satu elektron yang dipancarkan dari atom. Berbeda dengan pembusukan betha, elektron
tidak dibuat dalam proses peluruhan, melainkan elektron yang sebelumnya ada dalam
orbit atom. karena itu alasan laju peluruhan konversi internal dapat diubah sedikit
dengan mengubah lingkungan kimia atom. Itu agak mengubah orbit atom. Namun perlu
diingat bahwa ini bukan proses dua langkah di mana foton pertama kali dipancarkan
oleh inti dan kemudian ketukan kehilangan elektron yang mengorbit oleh proses yang

6
analog dengan efek fotolistrik. Proses seperti itu akan memiliki kemungkinan kecil
untuk akurasi yang sangat kecil (K. Krane and Halliday 1987).

Radiasi merupakan pancaran energi yang melalui materi atau ruang. Radiasi bisa
dalam bentuk panas, partikel, maupun gelombang elektromagnetik (foton) dari suatu
sumber energi. Radiasi tinggi mampu melepaskan energi dalam jumlah yang besar.
Peluruhan gamma adalah jenis peluruhan radioaktif dimana inti atom memancarkan
sinar gamma (Purwanti, Sutapa and Trisnawati 2013).

Pada dasarnya makhluk hidup yang berada di alam ini telah menerima paparan
radiasi baik yang berasal dari sumber radiasi alamiah maupun radiasi akibat
penggunaan zat radioaktif. Terkait penggunaan radioisotope dalam bidang kedokteran,
salah satu rumah sakit di Semarang yaitu rumah sakit Dokter Kariadi, menggunakan
131 60
zat radioaktif I53 dan Co27, sebagai sumber radiasi pada pesawat teleterapi dan
digunakan untuk mendiagnosa ataupun untuk pengobatan. Fasilitas kedokteran nuklir
ini terletak di ruangan instalasi radiodiagnostik dan berdekatan dengan ruang Merak
(Lely and Yulianti 2012).

Inti yang telah dibiarkan dalam keadaan tereksitasi setelah peluruhan alfa atau
peluruhan beta dapat melewati ke keadaan yang kurang tereksitasi baik dengan
memancarkan sinar gamma atau dengan konversi internal. Telah ditunjukkan bahwa
dengan anggapan ini adalah mungkin untuk memperhitungkan energi dari sinar gamma
yang terkait dengan peluruhan alfa dan peluruhan beta dan untuk menuliskan skema
peluruhan yang konsisten (Kaplan 1963, 425) .

Rohanda (2017: 74) mengatakan “Peluruhan gamma merupakan gamma yang


berasal dari peluruhan inti dari produk fisi. produk aktivasi, juga produk aktinida dan
anak luruhnya. Informasi peluruhan gamma sangat berguna untuk perhitungan kuat
sumber dalam teras, perhitungan tebal perisai radiasi atau prisai biologi disekitar teras
reaktor dan untuk penentuan dosis pekerja radiasi yang berguna dalam pengaturan jam
kerja bagi pekerja radiasi”. Menurut (Stephes and Badwar 1981) tak dapat dipungkiri
juga pengukuran sinar gamma berenergi tinggi yang dibuat sejauh ini telah
memberikan informasi berharga menuju pemahaman struktur dan isi galaksi.

7
D. Tingkat Energi Sinar Gamma

Suatu inti atom yang berada dalam keadaan tereksitasi dapat kembali ke keadaan
dasar (ground state) yang lebih stabil dengan memancarkan sinar gamma. Peristiwa ini
dinamakan peluruhan sinar gamma. Atom yang tereksitasi biasanya terjadi pada atom
yang memancarkan sinar alfa maupun sinar beta, karena pemancaran sinar gamma
biasanya menyertai pemancaran sinar alfa dan sinar beta. Peluruhan gamma hanya
mengurangi energi saja, tetapi tidak mengubah susunan inti. (yati 2015).

Setelah peluruhan alfa dan beta, inti biasanya dalam keadaan tereksitasi. Seperti
halnya atom, inti akan mencapai keadaan dasar (stabil) dengan memancarkan foton
(gelombang elektromagnetik) yang dikenal dengan sinar gamma (γ).

Dalam proses pemancaran ini, baik nomor atom atau nomor massa inti tidak
berubah.
( A X) * → A X + γ

Energi gelombang ini ditentukan oleh panjang gelombang )(λ atau oleh
frekuensinya (f) sesuai persamaan
𝐸 = ℎ𝑓 = ℎ𝑐 / 𝜆 (7.1)

-34
dengan h adalah tetapan plank yang besarnya 6,63 10 Js.

Gambar 3. Peluruhan Sinar Gamma

Energi tiap foton adalah beda energi antara keadaan awal dan keadaan akhir inti,
dikurangi dengan sejumlah koreksi kecil untuk energi pental inti. Energi ini berada
pada kisaran 100 KeV hingga beberapa MeV.

8
Inti dapat pula dieksitasi dari keadaan dasar ke keadaan eksitasi dengan menyerap
foton dengan energi yang tepat.

Gambar 3 memperlihatkan suatu diagram tingkat energi yang khas dari keadaan
eksitasi inti dan beberapa transisi sinar gamma yang dipancarkan. Waktu paro khas
-9 -12
bagi tingkat eksitasi inti adalah 10 hingga 10 s. Ada beberapa yang memiliki waktu
paro lama (beberapa jam bahkan beberapa hari). Inti-inti yang tereksitasi seperti ini
dinamakan isomer dan keadaan tereksitasinya dikenal sebagai keadaan isomerik
(Mostavan 1999)

Gambar 4. Beberapa Sinar Gamma yang Dipancarkan Menyusul Peluruhan Beta

Dalam menghitung energi partikel alfa dan beta yang dipancarkan dalam
peluruhan radioaktif di depan dianggap tidak ada sinar gamma yang dipancarkan. Jika
ada sinar gamma yang dipancarkan, maka energi yang ada (Q) harus dibagi bersama
antara partikel dengan sinar gamma. e-e-0,412 MeV0Au198 Hg198γ1 γ2 γ3 (K. Krane
1992).
1. Energi yang dipancarkan oleh sinar gamma
Energi yang dipancarkan oleh sinar gamma

𝐸𝑖 = 𝐸𝑓 + 𝐸𝑅 + 𝐸𝛾

𝐸𝑖 − 𝐸𝑓 = 𝐸𝑅 + 𝐸𝛾

Dimana:
𝐸𝑅 : energi kinetik bergerak mundur (recoil)

𝑃𝑅2
𝐸𝑅 =
2𝑀

9
𝐸𝛾
𝑃𝑅 = 𝑃𝛾 =
𝐶

Jadi persamaan diatasnya akan menjadi

∆𝐸 = 𝐸𝛾 + 𝐸𝑅

𝑃𝑅2
∆𝐸 = 𝐸𝛾 +
2𝑀

𝐸𝛾2
∆𝐸 = 𝐸𝛾 +
2𝑀𝐶 2

∆𝐸2𝑀𝐶 2 = 𝐸𝛾 2𝑀𝐶 2 + 𝐸𝛾2

𝐸𝛾 2𝑀𝐶 2 + 𝐸𝛾2 ∆𝐸2𝑀𝐶 2 = 0

Gunakan rumus abc untuk mencaria 𝐸𝛾

−2𝑀𝐶 2 ± √(2𝑀𝐶 2 )2 + 4.2𝑀𝐶 2 ∆𝐸


𝐸𝛾 =
2

𝐸𝛾 = −𝑀𝐶 2 ± √(𝑀𝐶 2 )2 + 2𝑀𝐶 2 ∆𝐸

2𝑀2 𝐶 4 ∆𝐸
𝐸𝛾 = −𝑀𝐶 2 ± √(𝑀𝐶 2 )2 +
𝑀𝐶 2

2∆𝐸
𝐸𝛾 = −𝑀𝐶 2 ± 𝑀𝐶 2 √1 +
𝑀𝐶 2

2∆𝐸
𝐸𝛾 = 𝑀𝐶 2 [−1 ± √1 + ]
𝑀𝐶 2

Subtsitusikan hasil diatas

2∆𝐸
𝐸𝛾 = −𝑀𝐶 2 ± 𝑀𝐶 2 √1 +
𝑀𝐶 2

2∆𝐸 1/2 2∆𝐸 1 2∆𝐸 2


(1 + ) ≈ 1 + − (1 + ) +⋯
𝑀𝐶 2 𝑀𝐶 2 2! 𝑀𝐶 2

10
2
2𝐸 1 ∆𝐸 2
𝐸𝛾 = 𝑀𝐶 [−1 + 1 + − ( ) +⋯]
𝑀𝐶 2 2! 𝑀𝐶 2

∆𝐸
2
1 ∆𝐸 2
𝐸𝛾 = 𝑀𝐶 [ − ( ) +⋯]
𝑀𝐶 2 2 𝑀𝐶 2

1 ∆𝐸 2
𝐸𝛾 = ∆𝐸 − 2 (𝑀𝐶 2 )

∆𝐸 2
(𝑀𝐶 2 ) merupakan energi recoil yang nilainya secara eksperimen sangat kecil

sehingga dapat ditiadakan

𝐸𝛾 = ∆𝐸 = 𝐸𝑖 − 𝐸𝑓

2. Absorbsi Sinar Gamma


Sinar gamma merupakan gelombang elektromagnetik yang membawa energi
dalam bentuk paket-paket yang disebut foton. Jika sinar gamma masuk ke dalam suatu
bahan, juga mengahsilkan ionisasi, hanya saja ionisasi yang dihasilkan sebagian besar
melalui proses ionisasi sekunder. Jadi, sinar gamma berinteraksi dengan materi hanya
beberapa pasang ion primer saja yang terbentuk. Ion-ion primer itu selanjutnya
melakukan proses ionisasi sekunder sehingga diperoleh pasangan ion yang lebih
banyak dibandingkan yang terbentuk pada proses ionisasi primer.
Ketika Sinar Gamma menembus sebuah bahan, maka akan terjadi pelemahan
intensitas yang besarnya sangat bergantung pada ketebalan bahan yang menembus dan
koefisien absorpsi yang dimiliki bahan dengan nilai yang berbeda-beda untuk setiap
bahan. Misalkan foton dengan intesitas I jatuh tegak lurus pada sebuah bahan dengan
tebal dx, maka perubahan intesitas foton tersebut diformulasikan sebagai berikut:
∆𝑙 = −𝜇𝐼∆𝑥

Tanda negatif pada persamaan di atas menunjukkan bahwa intensitas semakin


kecil seiring dengan semakin tebalnya suatu bahan. Apabila kita mengganti symbol Δ
dengan difernsial, maka kita dapat menurunkan persamaan diatas menjadi bentuk lain
yang prosesnya akan dimulai sebagai berikut:
𝑑𝐼 = −𝜇𝐼𝑑𝑥 ln 𝐼 = −𝜇𝑥 + 𝐶
𝑑𝐼 ln 𝐼 = ln 𝑒 −𝜇𝑥 + ln 𝐶
= −𝜇𝑑𝑥
𝐼

11
𝑙 ln 𝐼 = ln 𝐶𝑒 −𝜇𝑥
𝑑𝐼
∫ = − ∫ 𝜇𝑑𝑥 𝑙 = 𝐶𝑒 −𝜇𝑥
𝐼
0

Apabila ketika 𝑥 = 0, 𝐼 = 𝐼0 , maka :


𝐼0 = 𝐶𝑒 0 𝐶 = 𝐼0
Maka diperoleh persamaan:
𝐼 = 𝐼0 𝑒 −𝜇𝑥

Dengan :
𝐼0 = intensitas sinar radioaktif sebelum melewati ketping (W/m2)
𝐼 = intensitas sinar radioaktif setelah melewati keping (W/m2)
𝑥 = tebal keping (m)
𝜇 = koefisien pelemahan bahan (m-1)
Ketebalan absorber yang diperlukan agar intesitas berkas sinar gamma menjadi
setengah intesitas semula disebut ketebalan paruh.
3. Tetapan Peluruhan Gamma
Peluruhan gamma dari inti tereksitasi memerlukan selang waktu tertentu, seperti
peluruhan pada atom yang tereksitasi memiliki umur paruh tingkat eksitasi atom 10-8
detik untuk electron-elektron valensi dan 10-15 detik untuk eksitasi lubang (hole) yang
tercipta setelah terjadi pancaran electron dari kulit atom yang lebih dalam. Keadaan
eksitasi inti memiliki umur paruh terhadap pancaran gamma pada rentang 10-16 detik
sampai lebih dari 100 tahun.
Umur paruh ini dapat diperkirakan secara kasar dengan pendekatan semiklasik.
Dapat ditunjukan dari permasalhan Maxwell bahwa sebuah titik muatan e yang
mengalami percepatan akan memancarkan radiasi elektroagnetik dengan laju: (semua
besaran dinyatakan dalam satuan elektrostatis).
𝑑𝐸 2 𝑒 2 𝑎2
=
𝑑𝑡 3 𝑐 3
Dengan 𝛼 adalah percepatan gerak muatan yang besarnya dapat ditentukan dari
komponen-komponen kecepatan pada sumbu 𝑥, 𝑦 dan 𝑧 sebagai berikut:
1⁄
𝑎 = (𝑎𝑥2 + 𝑎𝑦2 + 𝑎𝑧2 ) 2

𝑥 = 𝑥0 𝑐𝑜𝑠𝜔𝑡

12
𝑦 = 𝑦0 𝑐𝑜𝑠𝜔𝑡

𝑧 = 𝑧0 𝑐𝑜𝑠𝜔𝑡

Pemilihan amplitude gerak selaras tersebut dipilih dengan sedemikian rupa


sehingga:
𝑥02 + 𝑦02 + 𝑧02 ≈ 𝑅 2

𝑎 ≈ 𝑅𝜔2 𝑐𝑜𝑠𝜔𝑡

Sehingga persamaannya dapat diperoleh:


𝑑𝐸 𝑒 2 𝑅 2 𝜔4

𝑑𝑡 3𝑐 3
Laju emisi energi dari muatan yang bergerak adalah:
𝑑𝐸 ℎ𝑣
=
𝑑𝑡 𝑡
1
Dalam hal ini t adalah umur rata-rata peluruhan gamma = 𝜆 , substitusi 𝑡 dan 𝜔 =
𝛾

2𝜋𝑣 ke dalam persamaan sehingga menghasilkan:


𝑒 2 𝑅 2 𝐸𝛾2
𝜆𝛾 ≈
3ℎ4 𝑐 3
Massa atom yang memancarkan radiasi tidak masuk dalam persamaan tersebut.
Selanjutnya dengan menerapkan persamaan tersebut pada sebuah atom dengan jari-jari
R = 10-4 cm memancarkan sebuah foton dengan energi 1 eV maka diperoleh (Wiyatmo
2012):
𝑒 2 𝑅 2 𝐸𝛾2 (4,80.10−10 )2 (10−8 )2 (1,6.10−12 )3
𝜆𝛾 ≈ = ≈ 106 𝑠 −1
3ℎ4 𝑐 3 3(1,05.10−27 )4 (3.10−10 )3
𝑇1⁄ = 7. 10−7 𝑆
2

E. Interaksi Sinar Gamma Dengan Materi

Ada tiga proses utama yang dapat terjadi apabila radiasi gamma melewati bahan,
yaitu efek fololistrik, hamburan Compton dan produksi pasangan. Ketiga proses
tersebut melepaskan elektron yang selanjutnya dapat mengionisasi atom-atom lain
dalam bahan.

Peluang terjadinya interaksi antara radiasi gamma dengan bahan ditentukan oleh
koefisien absorbsi linier (𝜇). Karena penyerapan intensitas gelombang elektromagnetik
13
melalui tiga proses utama, maka nilai μ juga ditentukan oleh peluang terjadinya ketiga
proses tersebut, yaitu μf untuk foto listrik, 𝜇𝑐 untuk hamburan Compton dan 𝜇𝑝𝑝 untuk

produksi pasangan. Koefisien absorbsi total (𝜇𝑡) dari ketiga koefisien tersebut (Beiser
1999) .

𝜇𝑡 = 𝜇𝑓 + 𝜇𝑐 + 𝜇𝑝𝑝
Jika koefisien absorbsi dinyatakan 𝜇/𝜌 atau 𝜇/𝜌 maka perubahan nilainya
menunjukkan nilai perubahan terkecil dari unsur satu ke unsur lain. Dari persamaan
(6) dapat dituliskan kembali.
𝜇
= 0,693/𝑋1
𝜌

Karena perubahan nilai 𝜇/𝜌 terhadap 𝑍 kecil, maka variasi 𝑋1 dari unsur satu ke
unsur lain juga kecil. Dari hasil ini dapat kita nyatakan bahwa semakin besar massa
jenis bahkan kecil ketebalan bahan yang dibutuhkan untuk mereduksi intensitas sinar
gamma. Karena hal inilah, maka biasanya logam berat seperti besi dan timbal
digunakan sebagai perisai sinar gamma dan sinar X.
Interaksi sinar gamma dengan bahan sangat berbeda dengan yang terjadi pada
partikel alfa dan partikel beta. Perbedaan ini nampak dari daya tembus sinar gamma
yang jauh lebih besar dan hukum absorbsinya.
Sinar gamma yang merupakan radiasi gelombang elektromagnetik menunjukkan
karakteristik absorbsi eksponensial terhadap bahan dan tidak mempunyai range tertentu
tidak seperti yang terdapat pada partikel –partikel bermuatan. Partikel-partikel
bermuatan terutama partikel berat akan kehilangan energinya saat terjadi tumbukan
dengan atom-atom elektron bahan.
Proses kehilangan energi terjadi dalam beberapa tahapan kecil dan partikel secara
teratur menjadi lambat sampai akhirnya berhenti bersama dan diserap. Akan tetapi saat
berkas sinar gamma hanya menumbuk keping penyerapan yang tipis, maka setiap foton
yang dipindahkan dari berkas akan berpindah-pindah sendiri dalam satu kejadian.
Kejadian tersebut dapat berupa peoses absorbsi sebenarnya diman dalam hal itu
foton hilang atau foton dihamburkan keluar berkas. Sifat inilah yang menyebabkan
mengapa proses absorbsinya terjadi secara eksponensial.

14
Tiga proses penting yang menyebabkan terjadi absorbsi sinar gamma yaitu efek
fotolistrik, hambatan Compton oleh elektron dalam atom dan pembentukan pasang
elektron dalam atom dan pembentukan pasangan elektron-positron sebagai hasil
interaksi antara sinar gamma dengan medan listrikinti atom.
Dengan mekanika kuantum, probabilitas kejadian dari setiap proses dapat
ditentukan dan biasanya dinnyatakan dalam koefisien absorbsi. Jadi koefisienabsorbsi
(𝜇)merupakan penjumlahan koefisien absorbi masing-masing proses. Masalahnya
koefisien absorbi tidak dapat dinyatakan dalam suatu persamaan saja atau oleh satu
kurva range energi saja. Karena koefisien absorbsi setiap prosestergantung pada energi
sinar gamma yang datang dan sifat bahan yang menyerapnya. Koefisien absorbsi
sebagai fungsi nenergi dapat dinyatakan dengan:
𝜇(𝐸) = 𝜏(𝐸) + 𝜎(𝐸) + 𝐾(𝐸)

Dimana
𝜇 (𝐸) = koefisien absorpsi total
𝜏 (𝐸) Koefisien absorbsi akibat efek foto listrik
𝜎 (𝐸) Koefisien absorbsi akibat efek hamburan compton
𝐾 (𝐸) Koefisien absorbsi akibat efek pembentukan pasangan
Pada proses fotolistrik hf dari foton yang datang ditransfer ke elektron terikat
sehingga eektron tersebut keluar dari atom dengan energi kinetik
𝑇 = ℎ𝑓 − 𝐼

Dimana 𝐼 adalah potensial ionisasi elektron.


Elektron keluar dari penyerap atau segera diserap kembali jika penyerapnya tebal.
Untukenergi foton kecil dibawah untuk aluminium 50keV dan 500keV untuk timbal.
Efek foto listrik memberikan kontribusi utama dalam koefesien absorbi total.
Jika energi foton naik,hamburan compton menggantikan posisi fotolistrik. Dalam
hamburan compton foton yang datang dihamburkan oleh satu elektron.foton
menyimpang dari arah gerakan awalnya dengan energi yang lebih rendah akibatnya
foton dipindahkan dari berkas sinar gamma yang datang.
Hamburan compton memberikan kontribusi yang utama pada koefisien absorbsi
total jika energi sinar gamma yang datang berkisar diantara 50 keV dan 15 keV untuk
aluminium dan 0,5 MeV sampai dengan 5 MeV untuk timbal.

15
Pada energi sinar gamma yang cukup tinggi, absorbsi fotolistrik dan absorbsi
hamburan Compton menjadi tidak penting bila dibandingkan dengan pembentukan
pasangan elektron-positron. Pada akhir proses dalam medan coulomb inti atom, sinar
gamma dengan energy yang cukup tinggi hilang dan pasangan elektron-positron
terbentuk. Total energi pasangan sama dengan energi hf sinar gamma yang datang.
Energi kinetik T pasangan sebesar,
𝑇 = ℎ𝑓 − 𝑚0 𝑐 2
Dimana
𝑇 = Energi kinetik pasangan
2𝑚0 𝐶 2 = Energi yang dibutuhkan untu meloncat dari keadaan energi negatif
menuju keadaan energi positif
ℎ𝑓 = Energi sinar gamma per foton
Agar pembentukan pasangan elektron-positron dapat terjadi, maka hf harus lebih
besar dari 2𝑚0 𝑐 2 atau 1,02 MeV. Pembentukan pasangan tidak akan terjadi jika hf <
2𝑚0 𝑐 2 karena jumlah energi ini dibutuhkan untuk mengganti energi diam kedua
partikel. Untuk energi foton > 5 Mev untuk timbal dan 15 MeV untuk Alumunium
kemungkinan terjadinya pembentukan pasangan lebih besar disbanding hamburan
Compton dan terus bertambah dengan naiknya energi sinar gamma yang datang.
Selain tiga proses diatas, sebenarnya ada beberapa efek atau kejadian yang juga
memberikan kontribusi pada pengurangan berkas gamma. Yang paling berpengaruh
dari semua efek tambahan diatas adalah hamburan coherent oleh seluruh atom atau
molekul pada bahan yang memiliki nilai Z besar dan energi sinar gamma datang yang
kecil. Efek lainnya yaitu
1. Efek fotolistrik nuklir, dimana pada proses tersebut foton dengan energi tinggi
mengusir netron dari inti bahan yang memiliki nomor atom (Z) besar
2. Thomson and Compton scattering oleh inti. Biasanya semua efek tambahan diatas
dalam praktek diabaikan.
1. Efek Foto Listrik
Efek foto listrik adalah peristiwa diserapnya energi foton seluruhnya oleh elektron
yang terikat kuat oleh suatu atom sehingga elektron tersebut terlepas dari ikatan atom.
Elektron yang terlepas dinamakan fotoelektron.efek foto listrik terutama terjadi antara
0,01 MeV hingga 0,5 MeV.

16
Efek fotolistrik ini umumnya banyak terjadi pada materi dengan 𝑍 yang besar,
seperti tembaga (Z = 29).
Energi foton yang datang sebagian besar berpindah ke elektron fotolistrik dalam
bentuk energi kinetik elektron dan sebagian lagi digunakan untuk melawan energi ikat
elektron (𝑊0 ). Besarnya energi kinetik fotoelektron (𝐾) dalam peristiwa ini adalah:
𝐾 = ℎ𝑓 − 𝑊0
Dari persamaan di atas terlihat bahwa agar efek fotolistrik terjadi, maka energi
foton harus sekurang-kurangnya sama dengan energi ikat elektron yang berinteraksi.
2. Hamburan Compton
Hamburan Compton terjadi apabila foton dengan energi hf berinteraksi dengan
elektron bebas atau elektron yang tidak terikat dengan kuat oleh inti, yaitu elektron
terluar dari atom. Elektron itu dilepaskan dari ikatan inti dan bergerak dengan energi
kinetik tertentu disertai foton lain dengan energi lebih rendah dibandingkan foton
datang. Foton lain ini dinamakan foton hamburan.
Kemungkinan terjadinya hamburan Compton berkurang bila energi foton yang
datang bertambah dan bila Z bertambah. Dalam hamburan Compton ini, energi foton
yang datang yang diserap atom diubah menjadi energi kinetik elektron dan foton
hamburan. Perubahan panjang gelombang foton hamburan dari λ menjadi λ’
dirumuskan

∆𝜆 = 𝜆′ − 𝜆 = (1 − 𝑐𝑜𝑠𝜃)
𝑚𝐵 𝑐
Dengan memasukkan nilai-nilai ℎ, 𝑚 dan 𝑐 diperoleh
∆𝜆(𝐴) = 0,0242(1 − 𝑐𝑜𝑠𝜃)
Hamburan foton penting untuk radiasi elektromagnetik dengan energi 200 keV
hingga 5 MeV dalam sebagian besar unsur-unsur ringan.
3. Produksi Pasangan
Produksi pasangan terjadi karena interaksi antara foton dengan medan listrik
dalam inti atom berat (Alatas 2012). Jika interaksi itu terjadi, maka foton akan lenyap
dan sebagai gantinya akan timbul sepasang elektron-positron. Massa diam
elektron/positron ekuivalen dengan energi foton datang 0,51 MeV, maka produksi
pasangan hanya dapat terjadi pada energi foton datang ≥ 1,02 MeV (2𝑚𝑜 𝑐 2 ).
Berikut gambar proses terjadinya produksi pasangan:

17
Gambar 5 Proses Produksi Pasangan

Gambar 4. Karena massa diam elektron ekivalen dengan energi 0,51 MeV, maka
2
produksi pasangan hanya dapat terjadi pada energi foton ≥ 1,02 MeV (2mec ).

Energi kinetik total pasagan elektron-positron sesuai dengan persamaan:


ℎ𝑓 = 𝐾𝑒 + 𝐾𝑝 + 𝑚𝑒 𝑐 2 + 𝑚𝑝 𝑐 2
Kedua partikel ini akan kehilangan energinya melalui proses ionisasi atom bahan.
Positron yang terbentuk juga bisa bergabung dengan elektron melalui suatu proses yang
dinamakan annihiliasi.
F. Bahaya Sinar Gamma

1. Merusak satelit dan atmosfir


Sinar gamma yang berasal dari luar angkasa ternyata dapat merusak satelit dan
atmosfir. Ini terjadi karena energi yang sangat kuat dari sinar gamma. Walaupun begitu,
kita dapat bernafas lega karena menurut para ilmuan semburan gamma ini jarang
terjadi. Yaitu sekitar 10 ribu - 1 juta tahun sekali. Terakhir terjadi pada abad ke-8.
2. Menimbulkan Kematian terbesar apabila terjadi perang nuklir
Dalam ledakan sebuah senjata nuklir banyak materi radioaktif yang tercipta.
Namun, Sinar gama dari fallout nuklir kemungkinan akan menyebabkan jumlah
kematian terbesar dalam penggunaan senjata nuklir dalam sebuah perang nuklir.
Sebuah perlindungan fallout yang efektif akan mengurangi terkenanya manusia 1000
kali.
Sinar gamma memang kurang mengionisasi dari sinar alfa atau beta. Namun,
mengurangi bahaya terhadap manusia membutuhkan perlindungan yang lebih tebal.
Mereka menghasilkan kerusakan yang mirip dengan yang disebabkan oleh sinar-X,
seperti terbakar,kanker, dan mutasi genetika.

18
BAB III
PEMBAHASAN
A. Hubungan Peluruhan Gamma dengan Aplikasi Kehidupan Sehari-Hari

Sinar gamma ini memiliki banyak manfaat bagi kehidupan manusia. Dari
kehidupan sehari-hari hingga untuk industri dan kedokteran. Manfaat sinar gamma
antara lain (i. b. Nowikow 2001) :
1. Membunuh bakteri
Sinar gamma merupakan radiasi yang memiliki energi tinggi sama seperti sinar-X
. Yang mana dengan energi tinggi tersebut dapat merusak sel-sel makhluk hidup oleh
karena itu tak heran jika sinar gamma dapat membunuh bakteri. Karena itulah sinar
gamma dapat digunakan untuk :

a Mensterilisasi makanan dan minuman


b Mensterilisasi peralatan dokter sebelum melakukan operasi.

2. Menyembuhkan tumor, kanker, dan kelainan lain


Sinar gamma ternyata dapat digunakan untuk membunuh sel kanker dan tumor
serta kelainan lainnya karena sinar gamma dapat menghancurkan sel-sel tersebut.
Terapi ini disebut gamma knife.
Gamma Knife adalah suatu metode terapi sinar gamma (radiosurgery) yang
digunakan untuk pengobatan tumor dan kelainan-kelainan lainnya di otak tanpa
membuka tulang tengkorak. Radiasi sinar gamma ini digunakan untuk menghancurkan
sel-sel yang sakit sementara menjaga sel-sel lainnya yang masih sehat.
“Dalam operasi Gamma Knife dipancarkan sebanyak 200 sinar radiasi yang
difokuskan ke tumor atau target lainnya. Setiap pancaran sinar mempunyai dampak
kecil terhadap sel otak yang dilaluinya, namun memiliki dosis radiasi yang cukup besar
pada lokasi target di mana semua pancaran-pancaran bertemu,” terang Prof. Eka J.
Wahjoepramono, MD, PhD, dokter ahli bedah syaraf dari Siloam Hospital, Jakarta.
Keakuratan operasi Gamma Knife hampir tidak menyebabkan kerusakan pada sel-
sel yang berada di sekitar target penyinaran dan dalam beberapa kasus hanya
menyebabkan sedikit efek samping dibandingkan dengan perawatan radiasi biasa.

19
3. Manfaat Sinar Gamma di Bidang Kesehatan
Aplikasi sinar gamma dalam bidang kesehatan adalah untuk mengobati pasien
yang menderita penyakit kanker atau tumor. Sumber radiasi yang sering digunakan
pada pengobatan penyakit-penyakit ini adalah Cobalt-60 atau sering ditulis Co-60.
Salah satu alat untuk mendeteksi sinar gamma adalah detektor Geiger-Muller. Ada
jenis detektor sinar gamma yang lain yaitu detektor sintilasi Nal-TI.
Daya tembus dari foton gamma memiliki banyak aplikasi dalam kehidupan
manusia, dikarenakan ketika sinar gamma menembus beberapa bahan, sinar gamma
tidak akan membuatnya menjadi radioaktif. Sejauh ini ada tiga radionuklida pemancar
gamma yang paling sering digunakan yakni cobalt-60, cesium-137 dan technetium-
99m.
a. Cesium-137 bermanfaat digunakan dalam perawatan kanker, dan memastikan
level pengisian yang tepat untuk paket makanan, obat-obatan dan produk yang
lain.
b. Cobalt-60 bermanfaat untuk sterilisasi peralatan medis di rumah sakit, dan sebagai
terapi kanker (Rahmawati 2014). Sinar gamma merupakan radiasi yang
mempunyai energi tinggi sama seperti sinar-X yang mana dengan energy tinggi
tersebut dapat merusak sel-sel makhluk hidup oleh karena itu tak heran bila sinar
gamma dapat membunuh bakteri (Pendidikan 2019)
c. Tc-99m adalah isotop radioaktif yang paling banyak digunakan secara luas untuk
studi diagnosa sebagai radiofarmaka. (Technetium-99m memiliki waktu paruh
yang lebih singkat). Radiofarmaka ini digunakan untuk mendiagnosa otak, tulang,
hati dan juga mampu menghasilkan pencitraan yang dapat digunakan untuk
mendiagnosa aliran darah pasien (Rahmawati 2014)

Terapi yang digunakan untuk membunuh sel kanker dan tumor serta kelainan
lainnya disebut gamma knife. Gamma knife ialah suatu metode terapi sinar gamma
(radiosurgery) yang digunakan untuk pengobatan tumor dan kelainan-kelainan lainnya
di otak tanpa membuka tulang tengkorak. Radiasi sinar gamma ini digunakan untuk
menghancurkan sel-sel yang sakit sementara menjaga sel-sel lainnya yang masih sehat.
Dalam operasi gamma knife dipancarkan sebanyak 200 sinar radiasi yang
difokuskan ke tumor atau target lainnya stiap pancaran sinar memiliki dampak kecil
terhadap sel otak yang dilaluinya, namun memiliki dosis radiasi yang cukup besar pada
20
lokasi target dimana semua pencaran-pancaran bertemu. Keterangan Prof. Eka J.
Wahjoepramono, MD, PhD. Doketr ahli bedah syaraf dari Siloam Hospital, Jakarta.
Keakuratan operasi gamma knife hampir tidak menyebabkan kerusakan pada sel-
sel yang berada disekitar target penyinaran dan dalam beberapa kasus hanya
menyebabkan sedikit efek samping dibandingkan dengan perawatan radiasi biasa
(Pendidikan 2019)
4. Manfaat Sinar Gamma dalam Bidang Pangan dan Pertanian
Pada bidang teknologi pangan masalah utama yang dihadapi oleh produk bahan
pangan di Indonesia adalah tingginya kerusakan pasca panen, termasuk akibat
pencemaran mikroorganisme dan serangga perusak. Untuk mengatasinya perlu
dilakukan pengawetan bahan makanan diantaranya menggunakan radiasi sinar gamma
dari isotop Co-60.
Radiasi ini dapat dimanfaatkan untuk aspek lain, misalnya membunuh serangga
atau hama gudang penyimpanan, menunda pertunasan umbi-umbian, menunda
kematangan berbagai jenis buah, mempercepat keempukan sayuran kering dan kedelai,
serta membasmi cacing pita dan cacing gelang (Septiana 2017).
Pembentukan bibit unggul pada tanaman dapat dilaksanakan dengan
memanfaatkan radiasi gelombang elektromagnetik sinar gamma, misalnya
pembentukan bibit unggul pada tumbuhan padi. Bibit padi yang ingin dibuat bibit
unggul diberi radiasi dengan dosis yang bervariasi, dari dosis paling kecil yang tidak
membawa pengaruh sampai dengan dosis yang rendah yang mematikan. Biji yang telah
diradiasi tersebut kemudian disemaikan dan ditanam berkelompok berdasarkan ukuran
dosis radiasinya. Sinar gamma ini dapat memicu terjadinya mutasi pada suatu tanaman.
Dari proses mutasi itu diharapkan bisa dihasilkan tanaman dengan sifat-sifat yang
memberi untung, seperti pada tanaman padi yang lebih tahan terhadap hama dan
memiliki tunas lebih banyak (Supriatna 2016)
B. Hubungan Materi dengan Pendidikan Karakter

Perkembangan ilmu pengetahuan kini semakin maju. Telah banyak penemuan-


penemuan baik dalam ilmu pengetahuan maupun teknologi. Namun hal itu tidak dapat
dipungkiri bahwasanya yang pertama kali menemukan beberapa ilmu pengetahuan dan
teknologi tersebut adalah para ilmuwan muslim. Seperti halnya Perhitungan kecepatan
cahaya yang berhubungan dengan sinar-γ pada ayat AL-Qur'an telah dilakukan Oleh
21
ilmuan muslim Dr. Mansour Hassab Elnaby. Pandangan Sinar Gamma dalam
pandangan Al-Qur’an tertera dalam ayat-ayat di bawah ini:
1. Q.S An-Nur Ayat 35
‫ص ب َ اح ف ِ ي‬ ْ ‫ص ب َ اح ۖ ال ْ ِم‬ ِ ‫ض ۖ َم ث َ ل ن‬
ْ ‫ور ه ِ ك َ ِم شْ ك َاة ف ِ ي هَ ا ِم‬ ِ ‫اْل َ ْر‬ ْ ‫ت َو‬
ِ ‫او ا‬ َ ‫ّللاَّ ن ور ال س َّ َم‬
َ َ ‫ج ة ۖ ال ُّز َج ا َج ة كَأ َن َّ هَ ا ك َْو ك َب د ِر ي ي و ق َ د ِم ْن ش‬
‫ج َر ة م ب َ ا َر كَة َز ي ْت و ن َة َل ش َ ْر ق ِ ي َّة‬ َ ‫ز َج ا‬
َّ‫ض يء َو ل َ ْو ل َ مْ ت َ ْم س َ سْ ه ن َار ۖ ن ور عَ ل َ ى ن ور ۖ ي َ ْه دِ ي ّللا‬ ِ ‫َو َل غ َ ْر ب ِ ي َّة ي َ كَاد َز ي ْت هَ ا ي‬
ِ َّ ‫اْل َ ْم ث َ ا َل ل ِ ل ن‬
ْ َ ‫اس ۖ َو ّللاَّ ب ِ ك ل ِ ش‬
‫ي ء عَ ل ِ يم‬ ْ َّ‫ض ِر ب ّللا‬
ْ َ ‫ور ه ِ َم ْن ي َ ش َ اء ۖ َو ي‬
ِ ‫لِ ن‬

Artinya:
Allah (Pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya Allah,
adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus, yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita
itu di dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara,
yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang berkahnya, (yaitu) pohon zaitun yang
tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat(nya), yang
minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di
atas cahaya (berlapis-lapis), Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang dia
kehendaki, dan Allah memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan
Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.
a. Tafsir Jalalyn
(Allah cahaya langit dan bumi) yakni pemberi cahaya langit dan bumi dengan
matahari dan bulan. (Perumpamaan cahaya Allah) sifat cahaya Allah di dalam
kalbu orang Mukmin (adalah seperti misykat yang di dalamnya ada pelita besar.
Pelita itu di dalam kaca) yang dinamakan lampu lentera atau Qandil. Yang
dimaksud Al Mishbah adalah lampu atau sumbu yang dinyalakan. Sedangkan Al
Misykaat artinya sebuah lubang yang tidak tembus. Sedangkan pengertian pelita
di dalam kaca, maksudnya lampu tersebut berada di dalamnya (kaca itu seakan-
akan) cahaya yang terpancar darinya (bintang yang bercahaya seperti mutiara)
kalau dibaca Diriyyun atau Duriyyun berarti berasal dari kata Ad Dar'u yang
artinya menolak atau menyingkirkan, dikatakan demikian karena dapat mengusir
kegelapan, maksudnya bercahaya. Jika dibaca Durriyyun dengan mentasydidkan
huruf Ra, berarti mutiara, maksudnya cahayanya seperti mutiara (yang dinyalakan)
kalau dibaca Tawaqqada dalam bentuk Fi'il Madhi, artinya lampu itu menyala.
Menurut suatu qiraat dibaca dalam bentuk Fi'il Mudhari' yaitu Tuuqidu, menurut
22
qiraat lainnya dibaca Yuuqadu, dan menurut qiraat yang lainnya lagi dapat dibaca
Tuuqadu, artinya kaca itu seolah-olah dinyalakan (dengan) minyak (dari pohon
yang banyak berkahnya, yaitu pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah Timur
dan pula tidak di sebelah Barat) akan tetapi tumbuh di antara keduanya, sehingga
tidak terkena panas atau dingin yang dapat merusaknya (yang minyaknya saja
hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api) mengingat jernihnya
minyak itu. (Cahaya) yang disebabkannya (di atas cahaya) api dari pelita itu.
Makna yang dimaksud dengan cahaya Allah adalah petunjuk-Nya kepada orang
Mukmin, maksudnya hal itu adalah cahaya di atas cahaya iman (Allah
membimbing kepada cahaya-Nya) yaitu kepada agama Islam (siapa yang Dia
kehendaki, dan Allah memperbuat) yakni menjelaskan (perumpamaan-
perumpamaan bagi manusia) supaya dapat dicerna oleh pemahaman mereka,
kemudian supaya mereka mengambil pelajaran daripadanya, sehingga mereka mau
beriman (dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu) antara lain ialah membuat
perumpamaan-perumpamaan ini (TafsirQ t.thn.)

b. Tafsir Quraish Shihab


Allah adalah sumber segala cahaya di langit dan di bumi. Dialah yang
menerangi keduanya dengan cahaya yang bersifat materiil yang dapat kita lihat
dan berjalan di bawah cahayanya. Cahayanya juga ada yang bersifat maknawi
seperti cahaya kebenaran, keadilan, pengetahuan, keutamaan, petunjuk dan
keimanan. Dia juga menerangi langit dan bumi dengan bukti-bukti yang
terkandung di dalam alam raya ini dan segala sesuatu yang menunjukkan wujud
Allah serta mengajak untuk beriman kepada-Nya. Kejelasan cahaya-Nya yang
agung dan bukti-buktinya yang mengagumkan adalah seperti cahaya sebuah lampu
yang sangat terang. Lampu itu diletakkan di sebuah celah dinding rumah yang
dapat membantu mengumpulkan cahaya dan memantulkannya. Lampu itu berada
dalam kaca yang bening dan bersinar seperti matahari, mengkilap seperti mutiara.
Bahan bakar lampu itu diambil dari minyak pohon yang banyak berkahnya, berada
di tempat dan tanah yang baik, yaitu pohon zaitun. Pohon itu ditanam di tengah-
tengah antara timur dan barat yang membuatnya selalu mendapat sinar matahari
sepanjang hari, pagi dan sore. Pohon itu bahkan berada di puncak gunung atau di
tanah kosong yang yang mendapatkan sinar matahari dalam sehari penuh. Karena
23
teramat jernih, minyak pohon itu seakan hampir menyala, meskipun lampu
tersebut tidak disentuh api. Semua faktor tersebut menambah sinar dan cahaya
lampu menjadi berlipat ganda. Demikianlah bukti-bukti materi dan maknawi yang
terpancar di alam raya ini menjadi tanda-tanda yang jelas yang menghapus
keraguan akan wujud Allah dan kewajiban beriman kepada-Nya serta risalah-
risalah-Nya. Melalui itu semua, Allah merestui siapa saja yang dikehendaki untuk
beriman jika dia mau menggunakan cahaya akalnya. Allah memaparkan contoh-
contoh yang bersifat materiil agar persoalan-persoalan yang bersifat rasionil
mudah ditangkap. Allah Swt. Mahaluas pengetahuan-Nya. Dia mengetahui siapa
saja yang memperhatikan ayat-ayat-Nya dan siapa yang enggan dan sombong. Dia
akan memberi balasan kepada mereka atas itu semua (TafsirQ t.thn.)

2. Q.S Yunus Ayat 5


ِ ‫ض ي َ ا ءً َو ال ْ ق َ َم َر ن و ًر ا َو ق َ د َّ َر ه َم ن‬
‫َاز َل ل ِ ت َع ْ ل َ م وا عَ د َ د َ الس ِ ن ِ ي َن‬ ِ ‫س‬ َ ‫ه َو ا ل َّ ِذ ي‬
َ ‫ج ع َ َل ال ش َّ ْم‬
‫ت لِ ق َ ْو م ي َ ع ْ ل َ م و َن‬ ْ ‫صل‬
ِ ‫اْل ي َ ا‬ ِ َ ‫ك إ ِ َّل ب ِ ال ْ َح ق ِ ي ف‬ َ َ‫خ ل‬
َ ِ ‫ق ّللاَّ ذ َ ل‬ َ ‫ب َم ا‬ َ ‫َو ال ْ ِح س َ ا‬

Artinya:
Dialah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan ditetapkan-
Nya manzilah-manzilah (tempat-tempat) bagi perjalanan bulan itu, supaya kamu
mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan yang
demikian itu melainkan dengan hak. Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya)
kepada orang-orang yang mengetahui.
a. Tafsir Jalalyn
(Dialah yang menjadikan matahari bersinar) mempunyai sinar (dan bulan
bercahaya dan ditetapkan-Nya bagi bulan) dalam perjalanannya (manzilah-
manzilah) selama dua puluh delapan malam untuk setiap bulan, setiap malam
daripada dua puluh delapan malam itu memperoleh suatu manzilah, kemudian
tidak tampak selama dua malam, jika jumlah hari bulan yang bersangkutan ada
tiga puluh hari. Atau tidak tampak selama satu malam jika ternyata jumlah hari
bulan yang bersangkutan ada dua puluh sembilan hari (supaya kalian mengetahui)
melalui hal tersebut (bilangan tahun dan perhitungan waktu, Allah tidak
menciptakan yang demikian itu) hal-hal yang telah disebutkan itu (melainkan
dengan hak) bukannya main-main, Maha Suci Allah dari perbuatan tersebut (Dia

24
menjelaskan) dapat dibaca yufashshilu dan nufashshilu, artinya Dia menerangkan
atau Kami menerangkan (tanda-tanda kepada orang-orang yang mengetahui) yakni
orang-orang yang mau berpikir (TafsirQ t.thn.)

b. Tafsir Quraish Shihab


Tuhan kalianlah yang menciptakan langit dan bumi, yang menjadikan matahari
memancarkan sinar dan bulan mengirimkan cahaya. Dialah yang menjadikan
tempat-tempat beredarnya bulan, sehingga cahayanya berbeda-beda sesuai dengan
tempat edarnya ini, dengan maksud agar kalian dapat mempergunakannya untuk
memperkirakan waktu kalian dan dapat mengetahui bilangan tahun dan hisab (1).
Allah tidak akan menciptakan itu semua kecuali dengan hikmah. Dialah yang
menjelaskan bukti-bukti yang menunjukkan ketuhanan dan kesempurnaan
kekuasaan-Nya di dalam kitab suci-Nya, agar kalian merenunginya dengan akal
kalian dan memenuhi tuntutan ilmu pengetahuan. (1) Matahari adalah benda langit
yang menyala dan memancarkan sinar dari dirinya sendiri serta sebagai sumber
kekuatan bagi bumi, seperti sinar dan panasnya. Sedangkan bulan tidak
memancarkan sinar dari dirinya sendiri, tetapi memantulkan atau mengembalikan
sinar matahari yang jatuh di permukaannya, sehingga terlihat seolah tampak
bercahaya. Tempat-tempat beredarnya bulan tidak sama jika dilihat dari bumi dan
matahari. Hal inilah yang menghasilkan bentuk-bentuk bulan. Dari sini
dimungkinkan untuk menentukan bulan-bulan kamariah, yaitu tanda-tanda
angkasa yang jelas untuk menentukan bulan. Dalam mengelilingi bumi, bulan
memakan waktu selama 29 hari, 12 jam, 44 menit, 2,8 persepuluh detik (TafsirQ
t.thn.)

25
BAB IV
PENUTUP
A. Kesimpulan

Berdasarkan pembahasan diatas dapat dibuat kesimpulan sebagai berikut:

1. Sinar Gamma ditemukan oleh Paul Ulrich Villard (1869 - 1915), seorang
ilmuwan Prancis. Beliau menemukan sinar radioaktif yang tidak bermuatan,
yaitu sinar gamma.
2. Sinar Gamma memiliki energi yang terbesar dari pada sinar alpha dan sinar beta
pada gelombang elektromagnetik.
3. Hubungan sinar gamma dengan materinya yaitu efek fotolistrik, hamburan
compton dan produksi pasangan.
4. Sinar gamma memiliki manfaat dalam kehidupan sehari-hari, sering digunakan
dalam bidang kedokteran dan pangan. Selain itu sinar gamma juga sangat
berbahaya jika terkena paparan sinar gamma terlalu lama dengan energi yang
tinggi.

B. Implikasi

Penulisan makalah ini digunakan sebagai sumber pembelajaran bagi calon guru
atau mahasiswa. Pembahasan materi sinar gamma ini dapat digunakan sebagai bekal
bagi calon guru untuk menambah pengetahuannya agar bisa mengajarkannya kembali
kepada peserta didik. Selain itu terdapat nilai nilai pendidikan karakter dari
pembahasan materi sinar gamma ini, yang diharapkan dapat menumbuhkan nilai-nilai
positif bagi calon guru itu sendiri maupun peserta didik.

26
DAFTAR PUSTAKA
Alatas. 2012. Buku Pintar Nuklir. Yogjakarta: Mitra Bestari.
anonim. 2002. “Atophysics.”
Beiser, Athur. 1999. Fisika Inti. Jakarta: Erlangga.
t.thn. “Diktat mata kuliah pendahuluan fisika inti.”
Kaplan, I. 1963. Nuclear physics.
Krane, K. S, dan Halliday. 1987. Introductory nuclear physics.
Krane, Kenneth. 1992. Fisika Modern. Jakarta: Unniversitas Indonesia.
Lely, N, dan Yulianti. 2012. “Pengukuran Radiaktivitas Lingkungan di Sekitar Instalasi
Radiodiagnostik Rumah Sakit.” Unnes Physics Journal .
Mostavan, Aman. 1999. Fisika Inti. bandung: ITB.
Nowikow, igor, brian hembecker. 2001. “Physics concepts and connections.canada.”
Irwin publishing.
Nowikow, igor, brian hembecker, dkk. 2002. Physics concepts and connections .book
II. canada: Irwin publishing.
Pendidikan, Dosen. 2019. Penjelasan Sinar Gamma Beserta Manfaat Dan Bahayanya.
3 Februari. Diakses Maret 1, 2019.
https://www.dosenpendidikan.com/penjelasan-sinar-gamma-beserta-manfaat-
dan-bahayanya/.
Purwanti, Sutapa, dan Trisnawati. 2013. “Pengawetan Umbi Bawang Merah dengan
Radiasi Gamma CO-60.” Buletin Fisika 57.
Rahmawati. 2014. “PEMANFAATAN SINAR GAMMA DALAM BIDANG
KESEHATAN.” 28 Februari. Diakses Maret 1, 2019.
https://id.scribd.com/doc/209752193/Manfaat-Sinar-Gamma-Dalam-Bidang-
Kesehatan.
Septiana, Muhamad. 2017. “Sinar Gamma.” 14 November.
Stephes, S.A , dan Badwar. 1981. “Production spectrum of gamma rays ini interstellar
space through neutral pion decay.” Astrophysics and Space Science 213-233.
Supriatna. 2016. “Pengertian Sinar Gamma, Sumber, Manfaat, Bahayanya.” 15
Desember.
t.thn. TafsirQ. Diakses Maret 2, 2019. https://tafsirq.com/.
Wiyatmo, Yusman. 2012. FIsika Nuklir. Yogyakarta: Pustaka Pelajar Offset.
yati, wija. 2015. “peluruhan sinar gamma.” 3.

27
28
Pertanyaan :

1. Pertanyaan : Mengapa sinar gamma () tidak dibelokan seperti sinar alfa()
dan beta( ) ?
Jawab: Karena sinar gamma tidak memiliki muatan listrik. bila ada muatan
listrik, maka:
1. akan muncul gaya listrik( gaya coulomb) oleh medan listrik
2. akan muncul gaya magnet(gaya lorentz) oleh medan magnet
karena sinar gamma tidak memiliki muatan, maka tidak ada gaya magnet atau
gaya listrik yang membelokannya

2. Pertanyaan; Apa kelebihan/ manfaat unsur cobalt-60, cesium-137 ?


Jawab : Kobalt-60 (Co-60) atau radium-60 berfungsi untuk terapi
dan mematikan sel kanker dan tumor karena dapat menghasilkan radiasi gamma
Manfaat cesium pengobatan kanker, dan sterilisasi peralatan makanan, limbah
lumpur, dan bedah. Isotop radioaktif cesium dalam perangkat radiasi yang
digunakan dalam bidang medis untuk mengobati jenis kanker tertentu.

3. Pertanyaan: Bagaimana skema peluruhan gamma () ?


Jawab :

4. Bagaimana konstanta peluruhan sinar gamma () ?

29
Waktu paruh dapat diestimasi dengan semiklasik yaitu dapat ditunjukkan dari
persamaan Maxwell dengan suatu pemercepat muatan titik e memancarkan
radiasi elektromagnetik

Kita asumsikan bahwa masing-masing foton dipancarkan selama


interval waktu rata- rata τ.
Pemancaran energy rata-rata

30
5. Apa saja Kerugian sinar gamma pada hewan?
Kerugian sinar gamma yang terjadi pada hewan akan memiliki efek seperti
pada manusia yakni bisa menyebabkan kematian.

31
6. Bagaimana koefisien absorsi? Mengapa hanya gamma() yang mengalami?

7. Bagaimana kaidah seleksi dalam peluruhan sinar gamma?

32