Anda di halaman 1dari 6

BAB 1 PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Beton adalah sebuah bahan bangunan komposit yang terbuat dari kombinasi aggregat dan pengikat semen. Penggunaan beton di dunia konstruksi makin lama semakin meningkat,hal ini dikarenakan penggunaan beton yang lebih efisien dibanding dengan konstruksi kayu maupun baja sehingga beton lebih diminati hingga sampai saat ini. Adanya perkembangan pembangunan infrastruktur yang semakin pesat seperti saat ini, menuntut pemakaian beton menggunakan bahan- bahan yang bermutu tinggi, mudah pengerjaannya, juga cepat dalam proses pengeringan serta mencukupi kebutuhan dalam proses konstruksi bangunan.

Ada beberapa jenis beton yang diklasifikasikan berdasarkan hasil nilai kuat tekannya, yaitu beton normal, beton mutu tinggi, dan beton mutu sangat tinggi. Beton mutu tinggi banyak digunakan karena biaya yang dikeluarkan untuk produksi beton mutu tinggi lebih kecil dengan penghematan konstruksi yang didapat. Beton mutu tinggi adalah beton dengan kuat tekan diatas 40 MPa, sedangkan beton mutu sangat tinggi adalah beton dengan kuat tekan diatas 80 MPa. Beton mutu tinggi didefinisikan sebagai campuran beton yang memiliki kuat tekan fc' lebih besar sama 41,4 MPa (SNI 03-6468-2000).

Beton mutu tinggi memiliki durabilitas yang tinggi serta rasio faktor air semen yang rendah dibanding dengan beton konvensional yang hanya memiliki kuat tekan sebesar 30 MPa 40 MPa. Untuk memperoleh nilai kuat tekan 60 MPa atau setara dengan K650 dapat menggunakan jenis beton self compacting concrete. Self compacting concrete adalah beton segar yang sangat plastis dan mudah mengalir karena berat sendirinya dapat mengisi ke seluruh cetakan. Beton ini memiliki sifat untuk memadat sendiri tanpa perlu bantuan pengggetar yang biasa digunakan dalam pemadatan beton. Beton SCC sering disebut dengan beton alir (flowing

1

2

concrete) karena memiliki nilai slump yang sangat tinggi. Self compacting concrete harus memiliki sifat yang homogen, kohesif, tidak segregasi, dan tidak terjadi bleeding.

Spesifikasi self compacting concrete (SCC) dari EFNARC, workability atau kelecakan campuran beton segar dapat dikatakan sebagai beton SCC apabila memenuhi kriteria sebagai berikut yaitu:

a. Filling ability, kemampuan campuran beton untuk mengisi ruangan.

b. Passingability, kemampuan campuran beton untuk melewati struktur ruangan yang rapat.

c. Segregation resistance, ketahanan campuran beton segar terhadap efek segregasi.

Demi mencapai workability yang tinggi dapat digunakan Superplasticizer sebagai bahan tambah yang langsung dicampurkan ke dalam adukan beton, lalu untuk mempercepat pengerasan beton dapat menggunakan bahan admixture. Bahan tambah (admixture) adalah suatu bahan berupa bubuk atau cairan, yang ditambahkan ke dalam campuran adukan beton selama pengadukan dengan tujuan untuk mengubah sifat adukan atau betonnya (SK SNI S-18-1990-03).

Dalam penelitian ini menggunakan bahan tambah admixture berupa accelerator. Penggunaan accelerator sendiri biasanya untuk pengecoran beton dalam air, pekerjaan basement kedap air, pekerjaan perbaikan di tepi laut pada area pasang surut, atau jika elemen struktur beton yang diperlukan untuk segera dibebani oleh pekerjaan berikutnya dalam kaitan dengan waktu pelaksanaan yang ketat. Hal ini disebabkan karena fungsi accelerator sendiri berfungsi untuk mempercepat proses pengikatan dan pengembangan kekuatan awal beton. Bahan ini juga digunakan untuk memperpendek waktu pengikatan semen sehingga mempecepat pencapaian kekuatan beton.

3

Penggunaan bahan tambah accelerator ini juga harus memperhatikan kadar ion klorida terlarut dalam beton keras yang disyaratkan, jika terlewati akan beresiko menimbulkan korosi pada besi atau baja tulangan. Dalam penggunaan accelerator ini juga harus memperhatikan waktu setting yang lebih cepat dan curing yang dilakukan harus sesempurna mungkin untuk mencapai kekuatan awal yang diinginkan lebih tinggi.

Yang termasuk jenis accelerator adalah : kalsium klorida, bromide, karbonat dan silikat. Penambahan yang dapat digunakan pada beton adalah sebesar 0,3% - 2,3 % dari berat semen tergantung pada kuat beton yang diinginkan. Tujuan penambahan material ini diharapkan dapat meningkatkan performa dan sifat-sifat campuran beton sesuai dengan kondisi dan tujuan yang diinginkan, serta dapat pula sebagai bahan pengganti sebagian dari material utama penyusun beton.

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah dijelaskan sebelumnya, penelitian ini akan mengambil rumusan masalah sebagai berikut :

1. Bagaimana perencanaan penambahan variasi bahan tambah kimia accelerator terhadap parameter high strength self compacting concrete (HSSCC) yang meliputi fillingability, passingability dan segregation?

2. Bagaimana perencanaan penambahan variasi bahan tambah kimia accelerator terhadap kuat tekan dari high strength self compacting concrete (HSSCC)?

3. Bagaimana perbandingan antara beton HSSCC menggunakan superplasticizer dan accelerator dengan hanya menggunakan bahan tambah accelerator?

4. Bagaimana hasil uji kuat tekan beton HSSCC menggunakan bahan tambah superplastisizer dan accelerator pada umur 14 dan 28 hari?

4

1.3 Tujuan Penelitian

Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui :

1. Mengetahui pengaruh penambahan variasi bahan tambah kimia accelerator terhadap parameter high strength self compacting concrete (HSSCC) seperti fillingability, passingability dan segregation.

2. Mengetahui pengaruh penambahan variasi bahan tambah kimia accelerator terhadap kuat tekan dari high strength self compacting concrete (HSSCC).

3. Mengetahui perbedaan antara beton HSSCC menggunakan superplasticizer dan accelerator dengan hanya menggunakan bahan tambah accelerator?

4. Mengetahui hasil uji kuat tekan beton high strength self compacting concrete (HSSCC) yang diberi bahan tambah accelerator dan superplasticizer pada umur 14 dan 28 hari.

1.4 Manfaat Penelitian

Penelitian ini diharapkan akan memberikan manfaat sebagai berikut:

1. Dapat diketahui pengaruh accelerator pada beton HSSCC jika ditinjau dari workability dan kuat tekan beton serta perencanaan campuran desain beton sehingga dapat dijadikan acuan untuk penelitian selanjutnya yang terkait dengan penelitian ini.

2. Membandingkan anatara beton HSSCC konvensional, beton HSSCC menggunakan superplastisizer dan accelerator dengan beton HSSCC yang hanya diberi bahan tambah accelerator

3. Membandingkan hasil kekuatan antara beton HSSCC konvensional , beton HSSCC menggunakan superplastisizer dan accelerator dengan beton HSSCC yang hanya diberi bahan tambah accelerator

4. Dapat dikembangkan lebih baik lagi untuk menghasilkan komposisi material beton yang sesuai dengan kualitas kuat tekan beton yang lebih tinggi accelerator pada beton HSSCC.

5

1.5 Batasan Masalah

Adapun batasanbatasan yang akan digunakan dalam penelitian ini :

1. Semen yang digunakan adalah semen OPC type I (Ordinary Portland Cement)

2. Agregat kasar yang digunakan berukuran 10 mm.

3. Superplasticizer yang digunakan adalah Sika Viscocrete 1003 produk PT. Sika Indonesia yang termasuk type A memiliki sifat water reducer.

4. Accelerator yang digunakan bernama SikaCim Accelerator type C memiliki

sifat accelerating admixture.

5. Penelitian ini menggunakan kadar superplasticizer sebesar 1,7% dan accelerator sebesar 0,4%, 1,2% dan 2%.

6.

Metode perancangan mix design yang digunakan mengacu pada peraturan EFNARC 2002 dan EFNARC 2005

1.6

Sistematika Penulisan

Sistematika penulisan dalam laporan ini terdiri dari beberapa babbab sebagai berikut :

BAB 1 PENDAHULUAN

Pada bab ini akan dijelaskan mengenai latar belakang, rumusan masalah, tujuan, dan manfaat penelitian, batasan masalah dan akan dijelaskan sitematika penulisan laporan.

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

Pada bab ini akan dijelaskan mengenai gambaran obyek penelitian dan landasan terori serta kajian pustaka yang digunakan untuk penelitian ini.

BAB 3 METODE PENELITIAN

Pada bab ini akan dijelaskan prosedur pendekatan penelitian dan diagram alir, teknik pengumpulan data, metode yang digunakan untuk pembuatan benda uji dan metode pengujian beton.

6

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN

Pada bab ini akan dijelaskan mengenai hasil penelitian dan pembahasan mengenai penelitian. Dapat dilihat pada bab ini, mengenai cara menghitung, serta hasil pengujian dari kuat tekan pada beton.

BAB 5 SIMPULAN DAN SARAN

Bab lima berisi kesimpulan dari hasil pengamatan yang dilakukan serta saran- saran yang bermanfaat untuk penelitian selanjutnya yang terkait dengan penelitian ini.