Anda di halaman 1dari 19

MAKALAH KONSLAT AKHIR SEMESTER

PROD 1 & PROD 2

NAMA\NIM : RISFAN \ 07.17.138


YENI ADELA PUTRI \ 07.17.134
GROUP : SENIN SIANG
JUDUL : PROD1(PIPAPRODUKSIDANPERLENGKAPANNYA)
PROD 2 ( CHOKE AND VALVE )

LABORATORIUM KONSERVASI PERALATAN


PEMBORAN DAN PRODUKSI
PROGRAM STUDI TEKNIK PERMINYAKAN
FAKULTAS TEKNOLOGI KEBUMIAN DAN ENERGI
UNIVERSITAS TRISAKTI
JAKARTA
2018

1
DAFTAR ISI

HalamanJudul.................................................................................................................... 1
Daftar Isi............................................................................................................................ 2
Daftar Gambar ................................................................................................................... 3
Daftar Tabel ...................................................................................................................... 4
Bab I Pendahuluan......................................................................................................... 5
Bab II Teori Dasar .......................................................................................................... 7
2.1 Prod 1 (Pipa Produksi Dan Perlengkapannya) ............................................................ 7
2.1.1 Tubing ...................................................................................................... 7
2.1.2 Coupling .................................................................................................. 7
2.1.3 Packer ...................................................................................................... 9
2.2 Prod 2(Choke and Valve) ............................................................................................ 10
2.2.1 Choke ...................................................................................................... 10
2.2.2Valve…………………………………………………………...11
Bab III Pembahasan ....................................................................................................... 14
Bab IV Kesimpulan ......................................................................................................... 18
Daftar Pustaka ................................................................................................................. 19

2
DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1.1.1 Tubing Hanger Tipe Bowl……………………………...………..8


Gambar2.1.1.2TubingHangerTipeFlange.…………………….………….…….…8
Gambar2.1.3.1PermanentPacker………….…...…………………,.,.…….………9
Gambar2.2.2.1GateValve……………...…………………………………………12
Gambar2.2.2.2PlugValve……………….......…………………………………....13
Gambar2.2.2.3GloveValve………………....………,…...………,,,……………..13

3
DAFTAR TABEL

Tabel 2.1.1.1 Keuntungan dan Kerugian positive choke…………………..……11


Tabel 2.1.1.2 Keuntungan dan Kerugian Adjustable choke…...………………...11

4
BAB I
PENDAHULUAN

Pada prinsipnya, yang dipelajari dalam peralatan produksi adalah alat-alat


yang dugunakan pada produksi perminyakan. Hal utama yang harus dipelajari
didalam alat produksi suatu sumur adalah bagian-bagian dari alat produksi serta
fungsi dari alat produksi, dimana alat-alat tersebut harus sesuai dengan apa yang
digunakan pada sumur produksi tersebut, baik ditinjau dari sumur itu sendiri
maupun dari lapangan secara keseluruhan. Pada gerakan fluida dari dasar-sumur
sampai ke permukaan melalui media pipa, yang perlu diketahui adalah penurunan
tekanan yang terjadi selama fluida mengalir didalam pipa.Besarnya penurunan
tekanan yang terjadi dapat dihitung dengan menggunakan berbagai meode yang
tersedia. Pada sumur “sembur alam” yang diproduksikan, terdapat dua kondisi
permukaan yang umum ditemui, yaitu sumur diproduksikan dengan menggunakan
“jepitan” (Choke/Bean Performance) atau sumur diproduksi tanpa choke di
permukaan. Choke biasanya dipasang pada awal masa produksi, kemudiian
dengan bertambahnya waktu ukuran choke akan bertambah sampai akhirnya
choke akan dilepas seluruhnya agar tetap diperoleh laju produksi yang optimum.
“Sembur buatan” dilakukan dengan maksud untuk mempertahankan tingkat
produksi agar tetap tinggi, karena kemampuan produksi suatu sumur akan terus
berkurang dengan bertambahnya waktu. Atau kemampuan sumur yang
bersangkutan untuk berproduksi sejak awal ditemukan sangat kecil, sehingga
perlu dilakukan sumur buatan. Sesudah fluida sampai ke permukaan dan melewati
choke, fluida akan melalui pipa-pipa (sistim) di permukaan untuk dialirjan ke
fasilitas permukaan. Hal utama yang harus diperhatikan dalam aliran pipa
horizontal adalah penentuan penurunan tekanan sepanjang aliran pipa penentuan
diameter pipa yang diperlukan.Dalam memperkirakan penurunan tekanan yang
terjadi, dapat digunakan berbagai kolerasi yang telah tersedia (Horizontal Flow
Performance).Rangkaian pipa yang dimasukan kedalam sumur sebagai media
yang di lalui fluida hasil produksi disebut tubing atau pipa produksi.Persyaratan
pertama pada pipa tubing harus kokoh dan kuat terhadap tegangan pipa. Untuk

5
melindungi casing dari tekanan termasuk tekanan stimulasi dan fluida korosif ,
serta mencegah casing bocor dan memisahkan interval produksi untuk
pemasangan artificial lift. Menahan kill fluid atau menjaga fluid di annulus kita
membutuhkan

6
BAB II
TEORI DASAR

2.1 PROD 1 ( Pipa Produksi Dan Perlengkapannya )

2.1.1 Tubing

Rangkainan pipa yang dimasukan ke dalam sumur sebagai media yang


dilalui fluida hasil produksi disebut tubing atau pipa produksi.

Fungsi tubing adalah :


 Untuk melakukan operasi swabing
 Untuk melakukan operasi squeeze cementing
 Untuk operasi sirkulasi

Dalam tubing juga memiliki beberapa Panjang tubing yang digunakan dibagi
dalam 2 kategori yaitu :
 Range I : 21 - 24 ft
 Range II : 28 – 32 ft

Dalam tubing juga ada tubing hanger yang memiliki Fungsi yaitu untuk
menggantung tubing dan ditempatkan pada tubing head.
Tipe tubing hanger ada dua, yaitu:

1. Tipe bowl
Ciri utama tipe ini adalah mempunyai ketirusan sebagai tempat duduk di
tubing head dan resiliemt seal sebagai penyekat.

7
Gambar 2.1.1.1
Tubing Hanger Tipe Bowl

2. Tipe flange
Tipe ini menggunakan ring joint gasket sebagai penyekat.

Gambar 2.1.1.2
Tubing Hanger Tipe Flange

2.1.2 Coupling

Selanjutnya dalam coupling memiliki memiliki jenis jenis coupling


,Standar API coupling connections ada dua jenis yang umum dipakai :

A. API non upset dengan 10 TPI, strength joint lebih kecil dari strength dari
pipa body.
B. API external upset tubing connection ( EUE) , mempunyai 8 TPI, joint
mempunyai strength yang lebih besar daripada pipa body.
C. Integral Joint dibuat untuk memperoleh clearance yang lebih besar
mempunyai ukuran standard mempunyai 10 TPI

8
2.1.3 Packer

Dalam industri perminyakan alat yang di set ini untuk menciptakan


kondisi-kondisi pembatas antara tubing dengan casing.
Pemakaian packer dimaksudkan agar :
1) Melindungi casing dari tekanan
2) Mencegah casing bocor dan memisahkan interval produksi
3) Untuk pemasang artificial lift
4) Menahan kill fluid atau menjaga fluid di annulus

Dalam packer memiliki Jenis – jenis packer yaitu :


A) Mechanical – set packer dipassang dengan bantuan gerakan tubing.
Tipe packer ini adalah :
1. Weight set packer – berat tubing digunakan untuk
menekan sehingga sealing element mengembang.
2. Tensikon set packer – packer ini terpasang dengan
mengangkat/tension pada tubing.
3. Hydraulic set packer – menggunakan bantuan tekanan
fluida untuk mendorong cone antar slip dan sealing
element.
B) Permanent packer dapat dipasang dengan electric wireline, drill pipe atau
tubing.

Gambar 2.1.3.1
Permanent Packer

9
C) Cement packer seringkali digunakan pada casing – tubing annulus, atau
open hole, sebagai pengganti daripada conventional packer.

2.2 PROD 2 (Choke And Valve)

2.2.1 Choke

Untuk mengstur laju aliran produksi yang dikehendaki. Choke ini dapat
dipasang di permukaan maupun di bawah permukaan. Pemasangan choke ini
untuk memelihara tekanan reservoir agar tidak turun secara tajam sehingga sumur
akan berproduksi lebih lama dan kumulatif produksi lebih besar.

Jenis choke yang digunakan ada dua yaitu:

1. Positive choke
Choke tipe ini hanya mempunyai satu ukuran diameter untuk setiap choke.
Choke ini dipasang di christmass tree pada tee-line di dalam bean box.
Dalam positive choke juga memiliki keuntungan dan kerugian pemakaian
Positive Choke yaitu :

KEUNTUNGAN KERUGIAN

Pemakaian lebih tahan lama Pada saat penggantian ukuran


choke, sumur harus ditutup

Jika rusak cukup diganti chokenya


saja

10
Tersedia dalam berbagai ukuran

Harganya relatif lebih murah.

TABEL 2.2.1.1
KEUNTUNGAN DAN KERUGIAN POSITIVE CHOKE

2. Adjustable choke
Mempunyai beberapa diameter atau ukuran dalam satu
perangkat/assembly choke. Dalam Adjustable choke juga memiliki
keuntungan dan kerugian juga dalam pemakaian adjustable choke yaitu :

KEUNTUNGAN KERUGIAN

Untuk merubah ukuran choke sumur Harga lebih mahal


tidak perlu dimatikan

Jika choke rusak seluruh choke


assembly harus diganti

Sangat peka terhadap scale dan


shale

TABEL 2.2.1.2
KEUNTUNGAN DAN KERUGIAN ADJUSTABLE CHOKE

2.2.2 Valve
Fungsi valve adalah untuk mengatur aliran fluida.

11
Jenis valve yang sering digunakan:
1) Gate valve Jenis ini didesain untuk membuka dan menutup aliran dengan
cara tertutup rapat dan terbuka penuh.

GAMBAR 2.2.2.1
GATE VALVE

2) Ball valve untuk menutup atau membuka maka handwell harus diputar
90drajat

3) Plug valve dipakai untuk aliran yang bertekanan tinggi mempunyai waktu
untuk menutup dan membuka yang cepat

12
GAMBAR 2.2.2.2
PLUG VALVE

4) Glove valve digunakan untuk tekana yang tidak terlalu tinggi , tetapi
mempunyai waktu untuk menutup atau membuka lambat, valve ini
memberikan efek penyekat yang baik sekali.

GAMBAR 2.2.2.3
GLOVE VALVE

5) Butterfly valve merupakan jenis valve dengan desain sederhana dan


umumnya hanya digunakan untuk aliran bertekanan rendah.

13
BAB III
PEMBAHASAN

Dalam makalah ini kami akan membahas tentang Produksi 1 yaitu Pipa
Produksi dan Perlengkapannya dan Produksi 2 yaitu Choke dan Valve yang kami
dapatkan slama mengikuti pratikum labiratorium konservasi peralatan pengeboran
dan produksi.

Dalam produksi kita mempelajari tentang cara cara mengeluarkan fluida


dari reservoir ke permukaan .dalam produksi 1 kami mempelajari tentang bentuk
dan spesifikasi pipa produksi dan beberapa perlengkpannnya dan menentukan
susunan rangkaian pipa produksi. Tahap operasi produksi dimulai apabila sumur
telah selesai dikomplesi (well completion), dimana tipe yang digunakan terutama
tergantung pada karaktristik dan konfigurasi antara formasi produktif dengan
formasi di atas dan dibawahnnya , tekanan formasi, jenis fluida dan metode
produksi.Namun dalam pembahasan ini kami membahas tentang
tubing,packer,choke dan valve.

Tubing atau Pipa Produksi disebut rangkaian pipa yang dimaksudkan ke


dalamm sumur sebagai media yang dilalui fluida, dalam produksi persyaratan
utama dalam pipa tubing adalah harus kokoh dan kuat terhadap tegangan pipa ,
yield strength, dan juga harus garus tahan terhadap sifat korosifitas fluida
formasi.Tubing juga merupakan alir vertikal yang ditempatkan didalam casing
produksi yang berfungsi untuk mengalirkan fluida produksi sumur kepermukaan
atau mengalirkan fluida injeksi ke dalam sumur . dismping itu, tubing dapat pula
digunakan dalam :

1. Melakukan operasi swabbing


2. Melakukan operasi squeeze cementing
3. Sirkulasi pembersian sumur dan
4. Mengalirkan fluida serta material peretak hidraulisis dan
pengasaman

14
Dalam sumur, tubing juga digantungkan pada tubing hanger yang
berfungsi untuk menggantungkan tubing dan ditempatkan pada tubing head, tipe
tubing hanger ada dua macam, yaitu :
1. Tipe Bowl (mmpunyai ketiruasan sebagai tempat dudukditubing
head)
2. Tipe Flange (menggunakan ring joint gasket sebagai penyekat )

Pada saat tubing digantungkan di tubing hanger biasanya ditempatkan hinngga


beberapa feet diatas zona perforasi. Diameter tubing berkisar antara 2 inci sampai
4,50 inci dengan panjang setiap single berkisar antara 6 sampai 9,50 inci. Baik
dalam tubing da coupling dispesifikasikan oleh API (American Petroeum
Institute), jenis sambungannnya, bentuk ulir dan dimensinya.
Untuk jenis coupling, dibagi atas :

 External Upset End (EUE)


 Non External Upset End (NUE)
 Integral Joint

Selanjutnya fungsi pokok dari packer adalah memisahkan atau mengisolasi


anullus tubing-casing dan membantu efisiensi produksi .dalam packer juga
dipakai dimaksudkan agar :
1. Melindungi casing dari tekanan (termaksud tekanan sumur/ dan fluida
yang korosif
2. Mencegah casing bocor, dan memisahkan interval produksi
3. Untuk pemasangan artificial lift
4. Menahan kill fluid atau menjaga fluid di annulus

Dalam packer juga memiliki beberapa jenis jenis packer yang terdiri dari
A. Mechanical – set packer
B. Permanent packer
C. Dan cement packer

Selanjutnya kami akan membahas tentang produksi 2 yaitu choke and valve,
choke and valve sering digunakan dalam kegiatan kegiatan produksi dalam
perminyakan. Choke atau sering disebut bean atau jepitan merupakan valve yang
berfungsi untuk sebagai penahan dan pengatur aliran produksi sumur, melalui
lubang (orifice) yang ada. Akibat adanya orifice ini, tekanan sebelumnnya dan

15
sesudah orifice menjadi berbeda yang besarnya tergantung dari diameternya
orificemya .choke juga peralatan produksi yang digunakan untuk mengatur laju
aliran produksi yang dikehendaki , choke ini dapat dipasang dipermukaaan
maupun dibawah permukaan. Pemasangan choke ini diperlukan juga untuk
memelihara tekanan reservoir agar tidak turun secara tajam, sehinnga sumur akan
berproduksi lebih lama dan kumulatif produksi lebih besar.
Dalam choke, choke memiliki 2 jenis choke yaitu :
1. Posittive Choke
Merupakan valve dimana lubang (orifice) yang ada sudah mempunyai
diameter tertentu, sehinnnga pengaturan aliran tergantung pada
diameter orificennya. Positife choke ini hanya mempunyai satu ukuran
diameter untuk setiap choke, dan postife choke ini dipasang di
christmass tree pada tee –line di dalam bean box. pada positife choke
ini juga memiliki keutungan yang sangat efisien, dan harganya yang
relative lebih murah namun kekurangannnya adalah pada saat
penggantian choke sumur harus ditutup.
2. Adjustable Choke
Choke ini lebih fleksible karena diameter orifice dapat diatur sesuai
dengan posisi needle terhadap seat sehinnnga pengaturan alirannya pun
fleksible seuai dengan keperluan (tekananan dan laju aliran)
Prinsip kerja adjustable choke ini dengan memutar handwell yang
berhubungan langsung dengan stem dan neddle valve maka dapat
diatur lubang antara needle denag seat yang juga merupakan diameter
choke yang besarnya akan ditunjjjukan dengan skala melalaui indicator
yang ikut bergerak sesuai pergerakan steam.adjustable choke ini juga
mempunyai beberapa diameter atau ukuran dalam satu perangkat ,
namun dalam pemakainnnya juga ada kelebihannya yaitu untuk
merubah ukuran choke tidak perlu sumur dimatikan dan choke dapat
diganti namun kekurangnnnya adalah harganya yang sangat mahal dan
sangat peka terhadap scale dan shale

16
Selanjutnya adalah valve, fungsi valve adalah untuk mengatur aliran aliran
fluida. Dalam valve memiliki beberapa jenis jenis valve, Jenis valve yang sering
digunakan:
1) Gate valve Jenis ini didesain untuk membuka dan menutup aliran dengan
cara tertutup rapat dan terbuka penuh.
2) Ball valve untuk menutup atau membuka maka handwell harus diputar
90drajat
3) Plug dipakai untuk aliran yang bertekanan tinggi mempunyai waktu untuk
menutup dan membuka yang cepat
4) Glove valve digunakan untuk tekana yang tidak terlalu tinggi , tetapi
mempunyai waktu untuk menutup atau membuka lambat, valve ini
memberikan efek penyekat yang baik sekali.
5) Butterfly valve merupakan jenis valve dengan desain sederhana dan
umumnya hanya digunakan untuk aliran bertekanan rendah.

Itu merupakan jenis jenis valve yang umum sering digunakanakan dalam
proses produksi minyak dan gas.

17
BAB IV
KESIMPULAN

1. Tubing berfungsi untuk mengalirkan fluida dari reservoir ke permukaan.


2. Tubing memilliki 2 tipe range yaitu( I. 21-24ft II. 28-32ft ), 3 jenis
coupling yaitu ( API external upset end, API non upset, integral joint ) dan
2 tipe hanger ( tipe bowl dan tipe flange)
3. Packer berfungsi untuk menegah annulus kemasuka fluida .
4. Jenis – jenis packer ada 2 yaitu permanent packer dan retrievable packer.
5. Tipe tipe kompleksi ada 4 yaitu single string single completion, simhle
string dual completion, dual string dual completion, dan paralel strong
miltiple completin.
6. Choke berfungsi untuk mengatur laju alir produksi
7. Choke meliliki 2 jenis yaitu possitive choke dan adjustable choke.
8. Jenis – jenis dari choke memiliki keuntungan dan kerugian masing-
masing.
9. Valve berfungsi untuk membuka dan menuutup aliran.
10. Jenis – jenis valve yang sering digynakan itu adalah gate valve, ball valve,
plug valve, glove valve, dan butterfly valve.

18
DAFTAR PUSTAKA

1. (Sumber: http://www.academia.edu./perlengkapan-alat-produksi-migas)
2. Buku panduan PPSDM MIGAS. Pelatihan pengantar operasi lapangan
migas.tim.2018.
3. Lab. Konslat. 2016. Buku Penuntun Pratikum Peralatan Pemboran Dan
Produksi.
Jakarta. Universitas Trisakti.
4. (Sumber: https://www.enggcyclopedia.com/2012/03/choke-valves/)
5. (Sumber:
https://www.glossary.oilfield.slb.com/en/Terms/t/tubing_hanger.aspx)

19