Anda di halaman 1dari 8

1. A.

Hepatitis A (viral): oral fecal, nggk tembus plasenta IgM IgG


a. Hepatitis C Fulminan
b. B,C,D  hepatitis B dan C
c. Hepa E  daya infeksi tinggi
d. Pase (inkubasi) prodormal (1-2mgg), ikterik (4-6mgg), konvalesen (1-2mgg)
e. Virus DNA hepa B  HbsAg : surface (awitan dini) // HbeAg : envelope // HbcAb : core
(penanda inti virus)
2. E
3. Cohort  follow up, prospektif, 2 kelomp
Case control  mnilai sewaktu , 2 kelomp atau lebih, kausalitas
Cross sec  menilai sewaktu,retrospec, hub. Asosiasi
Clinical trial
4. Lesi mesensefalon (3,4): Hemiplegi kontralateral umn,
a. Weber (Sindroma Basis Mesensefali) n.III ipsilat, kontralat hemiplegi, n. VII, XII
b. Benedict (Sindroma Tegmentum Mesensefali)  n.III ipsilat, kontralat hemiplegi, n. VII,
Lesi pons (5,6,7,8)
a. Millard-Gubler atau Foville 
b. Sindroma Medula oblongata bagian medial/basal sindroma Dejerine

Lesi medblong (9,10)

Medular lateral sindrome

5. Natural history of disease (ada gambarnya di grup )


a. Pre pathogenesis
b. Pathogenesis
i. Clinicall horizon
ii. Point no return
c. Convalence
6. Tiroid :
a. T4 (tiroxin) dan T3 (triiodotiroxin) menunjukkan hiper atau hipo
b. TSH kebalikannya
i. TSH turun pada hipo  autoimun
Hipertiroid :
c. Patofis : proteolisis, lipolisis, peningkatan asam lemak bebas
i. Me  enzim Na, K _ ATP ase + energi
ii. Me  transpor Ion2 mell. membran sel pompa Na aktif
iii. Me  panas tubuh  me  kecep. metab tubuh
iv. Me  laju metabolik basal tubuh : lemak , karbo dan protein
v. Regular terpenting konsumsi O2 & pengeluaran energi tubuh pd keadaan
istirahat
d. Gejala :
 LMB 
 Pembentukan panas  → keringat >> → toleransi thd panas ↓
 Kebutuhan metabolik , ttp tubuh membakar bhn bakar dgn kecep.
Abnormal → walau makan banyak → BB ↓
 Terjadi degradasi netto simpanan KH, L & Prot.
Masa prot. Otot rangka ↓ → kelemahan
 Kelainan kardiovaskuler → kekuatan & kecep. denyut jantung  (palpitasi)
 Kelainan saraf : kewaspadaan mental >>, tegang, cemas, emosional, tremor
 Khas pd Grave : Eksoftalmus, terdpt timbunan KH komplex penahan air →
retensi cairan retroorbita → mendorong bola mata keluar →
kelopak tdk bisa menutup → kering, iritasi & ulkus kornea.
e. Terapi :
• Obat-2 anti tiroid → mengganggu sintesis HT
1. Ion tiosianat iodida trapping  iodinasi (–)
2. Propil tiourasil
• menghambat enzim peroksidase HT (dr iodida tirosin)
• menghambat coupling HT
3. Iodium / iodida inorganik
 me  kecep. “iodida trapping”  kecep. iodinasi tirosin   HT  
sekresi HT ke darah hampir berhenti
 me  semua aktivitas T  ukuran kel & suplay darah  GOITER
• Pengangkatan kelenjar hipersekretif
• Pemberian iodium radioaktif → menghancurkan kelenjar

Hipotiroid
f. Patofisi
i. Me << enzim Na, K _ ATP ase + energi (nafsu makan turun)
ii. Me << transpor Ion2 mell. membran sel pompa Na aktif
iii. Me << panas tubuh  me << kecep. metab tubuh (peka dingin)
iv. Me << laju metabolik basal tubuh (): lemak (penurunan lipolisisi), karbo dan
protein (), pe<< as.ampedu, liposlisis<< VLDL >> hiperkolesterol 
aterosklerosis
g. Gejala :
i. Otak  lemah, lelah, ngantuk, depresi, kemampuan bicara menurun, proses
psikis pelan
ii. Darah 
iii. Mata  sakit kepala
iv. Jantung  bradikardi, HT diastolik, CO turun,
v. Sal. Cerna  BB naik
vi. Ginjal  retensi cairan, fungsi ginjal turun
vii. Otot dan saraf  gerak otot lemah, edem non piting, ataksia, kram otot,
kesemutan, cretinism
h. Komplikasi : mixedema
i. Terapi : levotiroxin (T4), triiootironin (T3)
7. C
D  ttraktus  motorik <<
E  juling (+) disoal nggk ada
8. –C–Pernafasan chynes stokes  lesi diensefalon
Tanda herniasi (+) adanya penonjolan organ ke tempat organ yang melewati batasnya
Supratentorial
- H. uncal (di sisi lob. temporal)
- H. Cingulata / subFaksi (di corda) (daerah falx cerebri ke bawah lob. Frontalis)
- H. Central / transtentorial (di mesensefalon)
- H. Transcalvaria (akibat trauma fraktur)
Infratentorial
H. upward (tekanan fossa posterior  hiatus tentorial)
H. downward/ tonsilar (cerebellar  for. magnum)
9. Light perception  proy. Iluminasi
Tes lap. Pandang  glaucoma
Tes worth forth duction test  ambliopia
Tes seidel  ulkus kornea, keluar aquos humous ndak?
Tes sensibilitas kornea  n. V (cek kesadaran)
10. _C_
Cohort  follow up, prospektif, 2 kelomp
Case control  mnilai sewaktu, retrospec , 2 kelomp atau lebih, kausalitas
Cross sec  menilai sewaktu,retrospec, hub. Asosiasi & kualitas
Clinical trial
11. Occult bleeding  perdarahan tak terlihat
USG abdo : (-)
Foto polos abdo : (-)
_C_Tes guaic : tes darah samar pada feses, u/ tes yang tidak dapat menyatakan perdarahan
secara micros atau macros  cara emulsi darah dengan emulsi dg serbuk guaic reagen  dx
upper bleeding (ulcus gaster, ca gaster), ca colon, colitis ulceratif, diverticulitis, adenoma
Hasil tes (+) hijau
(++) biru hijau
(+++) biru
(++++) biru tua
Hapusan dara tepi : jenis anemia
Porfirin : zat yg terjadi akibat penumpukan heme yang tak terbentuk ”dx: Porfiria”
Tes urin : Tes darah : Tes feses :
12. (11) Sirosis : hipertensi portal & kegagalan fungsi hepar
HT portal  ascites,malabsorbsi,splenomegali  trombositopenia  perdarahan 
vasodilatasi  TD <<, CO >>, sirkulasi kolateral portal (varises esofagus, ruptur perdarahn,
caput medusa)),
Kegagalan fungsi hepar 
13. (12) B
14. (13) B : Ribosom
15. (14) perdarahan  terapi nutrisi _C_
16. (15) lumpuh derajat sama  subcortex
Medula spinalis  paraparese
Kortex  Lumpuh derajat tidak sama
Batang otak  ipsilateral tergantung lesi
17. (16) _E_
18. (17) kronis : > 2 minggu, tanpa infeksi _A_
Persisten : 1-2mingg: > 2 minggu dengan infeksi
Akut : < 1 minggu
Prolong : – diantara akut & kronis 1-2minggu –
19. (18) cushing sindrome : kortisol _B_
Kolesterol : dislipid
Androgen : sindroma androgen
20. (19) funikulus posterior : getar & posisi
Traktus spinotalamikus anterior : raba
Traktus spinotalamikus lateralis : nyeri & suhu
kortikobulbar : n.cranialis
21. (20) _B_
AUB  gangguan regulasi, frekuensi, durasi/jumlah volume mens dengan adanya penyebab dari
fisiologi, patologi, atau farmakologi
DUB/PUD  AUB tanpa adanya gangguan organ
Irregular bleeding  termasuk semua gangguan menometroragi, metroragi, menoragi,
oligomenoragi, prolong bleeding, intermenstrual bleeding
Severe bleeding  Perdarahan yang membutuhkan 1 tampon atau/jam, dengan gangguan VS,
mengakibatkan hipovolemi
22. (21) _E_

23. (22) _C_ Level prevention :


Primer : no disease present
- Health promotion : program kesehatan
- Spesivic protection
Sekunder : disease has occur, tapi px belum tau
 pengobatan HT
- Early diagnosis
- Prompt treatment
Tersier : menurunkan progresifitas peny. Meningkatkan kualitas hidup
 pemeriksaan berkala , diet
- Disability limitation
- Rehabilitative prevention
24. (23) lensa iris shadow  katarak imatur, komplikasi : glaucoma fakomorfik_B_
- Fakomorfik  gl. Sekunder sudut tertutup , ec pembesaran lensa
- Fakolitik  gl. Sekunder sudut terbuka

Subluksasi lensa  putusnya zonula zinii sebagian lensa

Luksasi lensa putusnya zonula zinii semua lensa

- anterior  COA
- Posterior  jatuh ke vitreus
25. (24) hepatitis _D_
Pase (inkubasi) prodormal (1-2mgg),
Fase ikterik (4-6mgg),
Fase konvalesen (1-2mgg)
26. (25) hemiparese D, parese VII & XII D, tipe UMN, topis  korteks sebelah S _C_
27. (26) ??
28. (27) steatore  lemak dalam feses  Sudan III _D_
Clinitest  karbohidrat dalam feses
Chalange test  radioalergosorben test  mengukur konsentrasi IgE makanan dalam darah px
Breath hydrogen  Pengukuran zat hydrogen dalam pernafasan  untuk cek malabsorbsi
Bence jone’s  cek protein di urin
 Clinitest : negatif : normal
 + : 0,5%
 ++ : 0,75%
 +++ : 1%
 ++++ : 2%
 Laktosa loading test : pemberian laktosa 2 g/kg BB setelah puasa, ukur tiap ½ jam selama 2 jam
 Positif : grafik mendatar/ GD ↑< 25%
 Barium meal lactose : positif : keluar cepat ( 1 jam): sedikit yang diabsorbsi.
29. (28) ?
30. (29) _B_
31. (30) _E_
Ulkus pepticum 
Pmx breath test (+)  H. Pylori Tx: PAC (PPI, Amox, Claritro) “alergi PMC (PPI, Metro, Clarit)”
32. (31) _C_
IgG  kronis …. Hepa C
IgM  akut
HbsAg (+) pada akut & kronis
33. (32) _B_ PID  nyeri goyang portio
KET  amenorea, plano test (+), anemia
Endometriosis  asimptomatis, mass pada pelvic, nyeri hebat
UTI  disuria
34. (33) _C_
Hemoroid :
I : masuk spontan
II : benjol bisa masuk sendiri
III : benjol gabisa balik, bisa dibantu dg tangan
IV :benjol gabisa balik
Anemia mikrositik
Anemia makrositik
Anemia normositik MCV 80-100
Kegagalan sumsum tulang  pansitopenia
IBS  colitis ulserativ (nyeri perut, diare kronik, dengan/tanpa darah) Biopsi : abses kripte
dan crohn disease (nyeri perut, diare, tanpa darah) biopsy : kripte distorsi
35. (34) lumpuh 2 tungkai, ref. patologis (+) setinggi papilla mammae
Segmen thoracal 4
Lesi vertebrat thoracal 2
Umbilicus
Segmen thoracal 10
Lesi vertebrat thoracal 8
36. (35) A
Hipoksia  edem otak
K+  intrasel
Na- dan Cl-  ekstrasel
37. (36) sirosis hepatis  biopsy , USG abdo , albumin : globulin
SGOT / SGPT  kronis sirosis bisa normal/menurun
HbsAg dan anti HbsAb  etiologi
Thorax  komplikasi
38. (37) penurunan kesadaran , kaku kuduk (+) meningen (A)  SAH
Hemisfer  lumpuh separuh badan
Cerebelum  keseimbangan
Thalamus  fungsi luhur
39. (38) GCS 111  tes batang otak
Tes apneu : untuk di ICU dengan ventilator
40. (39) _D_ kolesistitis 4F kolik RUQ, murphy sign +, nyeri bs menjalar
Kolelitiasis kolik +, murphy sign -, komplikasi kolesistisis DCD tsumbat
41. (40) upper bleeding
Forrest IA : bleed aktif, darah arteri menyembur
Forrest IB : bleed aktif, darah merembes
Forrest 2 : bleed stop, ada sisa gumpalan darah (cloth)
Forrest 3 : bleed stop, tanpa sisa perdarahan _E_
42. (41)criteria infeksi nosokomial (depkes 2003)
- Mulai dirawat tidak ada tanda inkubasi infeksi
- Infeksi sejak min. 3x24jam
- Infeksi neonates dari ibunya selama proses persalinan
43. (42) diagnosis: cytoma ovarii/kista coklat
Terapi definitive : ofoorectomi
44. (43) sasaran promosi kesehatan
Primer : sasaran disesuaikan permasalahan kesehatan sesuai dg masalah kes.di tempat itu
Sekunder : diberikan misalnya tokoh agama/ masayarakat/adat
Tersier : untuk pembuat keputusan kebijakan : dinkes _D_
45. (44) dehidrasi tidak berat = ringan sedang
- Oralit 75cc/kg/3-4jam + cairan tiap BAB
Dehidrasi berat
- < 1th 30cc/kg/1jam 70cc/kg/5jam
- >1th 30cc/kg/1/2jam 70cc/kg/2.5jam
Dehidrasi ringan
- <1th 50-100cc
- 1-5th 100-200cc
- >5th sepuasnya
5 : oralit, zinc, nutrisi, AB prn, KIE
Zinc <6bln 10mg // >6bln 20mg selama 10 hari
Syr zinc 10mg/5mL // tab 20mg tab
46. (45) _D_
47. (46)
48. (47)
49. (48)
50. (49)
51. (50)
52. (51)
53. (52)
54. (53)
55. (54)
56. (55)
57. (56)
58. (57)
59. (58)
60. (59)
61. (60)
62. (61)
63. (62)
64. (63)
65. (64)
66. (65)
67. (66)
68. (67)
69. (68)
70. (69)
71. (70)
72. (71)
73. (72)
74. (73)
75. (74)
76. (75)
77. (76)
78. (77)
79. (78)
80. (79)
81. (80)
82.
83. Assasa
84. sasaf