Anda di halaman 1dari 37

DENTAL ASSISTANT’S ROLE

Disusun Untuk Memenuhi Tugas Praktikum Ujian Akhir Semester


Mata Kuliah Dental Assistant II

Dosen Pembimbing :
drg. Irma H Y Siregar

Disusun Oleh :
Annisaa Sittatunnikmah
P1337425217053

Semester IV
DIV Terapis Gigi dan Mulut

POLITEKNIK KESEHATAN
KEMENTERIAN KESEHATAN SEMARANG
2019
DENTAL ASSISTANT’S ROLE in DAILY ROUTINE

Tujuan :
Bab ini membahas mengenai peranan dan rutinitas perawat gigi
sebagai dental assistant di Klinik gigi.
Target Kompetensi :
 Mahasiswa mampu melakuakan kegiatan persiapan ruangan, alat dan
bahan.
 Mahasiswa mampu melakukan tahap penerimaan, perawatan dan
penyelesaian pasien.
 Mahasiswa mampu melakukan tahap penyelesaian ruang, alat dan bahan.
Metode Pembelajaran :
Praktikum
Materi :
Peranan rutinitas perawat gigi sebagai dental assistant di Klinik gigi
adalah sebagai berikut
Kegiatan Foto
Assistant datang ke klinik gigi,
membuka klinik gigi
Assistant menyalakan saklar dan
kompresor
Assistant menyalakan lampu dan
AC/Kipas angin bila dibutuhkan
Assistant menyalakan dental chair
Assistant menyiapkan ruangan
Assistant mengatur popsisi dental
chair hingga sudut 60o
Assistant mencuci tangan dengan
sabun dan air mengalir
Assistant melakukan desinfeksi
dental chair
Assistant menata tray
Assistant menyiapkan alat dan
bahan
Pasien datang ke klinik gigi,
assistant menerima pasien
Assistant membuka jalan masuk
pasien
Assistant memasang napkin pada
pasien dan melakukan anamnesa
Assistant memakai APD
Assistant memanggil operator
Assistant menyalakan dental lamp
Assistant dan operator melakukan
perawatan pada pasien dengan
prinsip four handed dentistry
Setelah selesai, assistant
mematikan dental lamp
Assistant memberikan intruksi
pasca perawatan
Assistant melepaskan napkindari
pasien dan membuka jalan keluar
pasien
Assistant mencuci dan mensterilkan
alat
Assistant membersihkan ruangan
Assistant memposisikan dental
chair ke posisi 180o dan dimatikan
Assistant mencuci tangan
Assistant mematikan lampu dan AC
Assistant mematikan kompresor
dan saklar
SOP and CSA

Tujuan :
Bab ini membahas mengenai standar operating procedure dan
chair side assisting untuk perawat gigi

Target Kompetensi :
 Mahasiswa mampu melakuakan kegiatan assistensi operator atau dokter
gigi dalam tindakan perawatan
 Mahasiswa mengerti mengenai peranan dental assistant dalam assistensi
pada tindakan perawatan

Metode Pembelajaran :
Diskusi / presentasi

Materi :

a. Definisi
SOP adalah suatu dokumen berisi prosedur kerja yang harus
dilakukan secara kronologis dan sistematis dalam menyelesaikan suatu
pekerjaan tertentu dengan tujuan agar memperoleh hasil kerja paling
efektif.
CSA (chair side assistant) adalah suatu prosedur atau posisi atau
cara duduk assistant dalam melakukan tindakan perawatan. Sehingga
dalam melakukan tindakan perawatan assistant merasa nyaman
(ergonimi).

b. Perbadaan SOP dengan CSA


Dalam hal ini CSA pada dasarnya berpandu dengan SOP karena
sebagai pedoman dalam melaksanakan pekerjaan terutama yang
berkaitan dengan alur/proses dalam melakukan suatu tindakan. Selama
prosesnya, CSA lebih cenderung/harus dikuasai seorang asisten secara
detail setiap tahapan yang akan dilakukan.
SOP berbentuk dokumen yang berisi serangkaian instruksi tertulis
yang telah dibekukan mengenai berbagai proses berkaitan dengan cara
melakukan pekejaan dan memuat berbagai macam aturan sebelum
memulai suatu kegiatan.
CSA belum tentu bersifat tertulis/terikat sebuah aturan tetapi cukup
dipahami oleh seseorang yang akan melakukan suatu pekerjaan sesuai
dengan langkah-langkah kerja yang akan dilakukan secara berurutan
yang terdiri dari 2 orang/lebih dan saling berinteraksi/berkoordinasi selama
pelaksanaan tindakan yang biasanya dilakukan seorang asisten dalam
membantu operator.
Apabila seorang dental asisten mengetahui SOP dan CSA dapat
melaksanakan tugasnya di bawah tanggung jawab dokter gigi dengan
baik. Seperti dental asisten dapat mengetahui prosedur apa saja yang
dilakukan oleh dokter gigi atau setiap tindakan dan dental asisten juga
dapat membantu dokter gigi agar tugas dokter gigi itu dapat terlaksana
dengan baik.
Karena apabila seorang dental asisten hanya mengetahui SOP dan
tidak mengetahui CSA maka tidak dapat bekerja sama atau berkolaborasi
sebagai mitra dengan dokter gigi.
Dengan demikian, SOP : agar dental asisten bisa memahami
standarisasi cara yang dilakukan dalam menyelesaikan perkerjaan
khusus, mengurangi kesalahan dan kelalaian serta membantu
penelusuran terhadap kesalahan-kesalahan procedure dalam memberikan
pelayanan sehingga menjamin proses pelayanan tetap berjalan dalam
berbagai situasi.
CSA : karena untuk memudah proses pelaksaan suatu tindakan
pelanyanan yang dilakukan dental asisten terhadap pasien, dimana
seorang dental asisten saling berkoordinasi dengan operator baik dalam
mentrasfer alat atau bahan maupun posisi duduk dental asisten selama
perawatan/pelayanan.
Berikut contoh SOP da CSA tindakan perawatan :
 SOP Scalling
1. Persiapan
2. Identifikasi kasus
3. Komunikasi terapeutik
4. Scalling
5. Pemolesan
6. Instruksi
 CSA Scalling
1) Persiapan
 Asisten mempersiapkan ruangan,alat dan bahan
 Asisten mempersilahkan masuk pasien dan mempersiapkan pasien
2) Identifikasi kasus
 Asisten mentransfer kaca mulut dan sonde kepada operator dan operator
menerima
 Operator memeriksa pasien
3) Komunikasi terapeutik
 Asisten melakukan komunikasi terapeutik kepada pasien
4) Scalling
 Asisten memberikan scaller dan menerima sonde dari operator
 Operator melakukan scalling
 Operator memberikan scaller dan asisten menerima
5) Pemolesan
 Asisten memberikan handpice yang sudah dipasangi brush dan di beri
campuran pumice dan pasta gigi dan operator menerima
 Operator melakukan pemolesan
 Asisten memberikan cotton pellet yang telah diberi larutan desinfektan dan
menerima handpice dari operator
6) Instruksi
 Asisten memberikan instruksi kepada pasien
 Asisten mempersilahkan pasien untuk menyelesaikan administrasi
Chair Side Assistant dalam Penambalan Tetap dengan Amalgam

SOP CSA dan FOTO


Persiapan  Asisten mencuci tangan

 Asisten menyiapkan alat dan bahan

 Asisten menata alat dan bahan pada tray

 Pasien datang, asisten mepersilakan masuk

Melakukan Identifikasi
 Asistem membuka jalan masuk pasien
 Asisten memakai APD

 Asisten menyalakan dental lamp dan melkukan


identifikasi kasus pada gigi indikasi

Komunikasi  Assisten melakukan komunikasi terapeutik


Terapeutik berupa penjelasan prosedur perawatan

 Asisten memanggil operator


Preparasi  Asistem menyalakan dental lamp dan men-
transfer sonde dan kaca mulut ke operator,
operator menerima

 Asisten menyiapkan handpiece dan mata bur


untuk prepearasi

 Asisten menyerahkan handpice kepada


operator, operator menerima dan
mengembalikan sonde kepada asisten

 Operator melakukan preparasi kavita, asisten


menyiapkan suction

 Asisten menyerahkan three way syringe untuk


membersihkan kavita kepada operato, operator
menerima sambil menyerahkan handpiece.
Sterilisasi Kavita  Assisten menyerakan cotton pellet yang dijepit
pinset
untuk membersihkan dan mengeringkan kavita
pada operator

Isolasi  Asisten menyiapkan cotton roll untuk


membendung saliva

 Asisten menyerahkan cotton pellet yang sudah


dibasahi aquadest, untuk membersihkan kavita
diikuti dengan penyerahan three way syringe
kepada operator

 Asisten menyerahkan matriks kepada operator,


operator menerima dan memasang matriks
pada kavita 2-3 bidang.
Sementasi  Asisten mengaduk bahan basis dan
menyerahkannya kepada operator
menggunakan plastis filling instrument

Manipulasi bahan dan Triturasi : Assisten mengaduk aloy dan mercuri


penambalan pada mortar dan pastel hingga mendapat
konsistensi mengkilap dan menempel di dinding
mortar

 Squealing : asisten meletakkan bahan tambalan


ke kain mulin untuk mengurangi kelebihan
mercury

 Kondensasi : Assisten menyerahkan bahan


tambalan kepada operator menggunakan
amalgam stopper. Operator meletakkan bahan
tambalan pada kavita sedikit demi sedikit.

 Assisten menyerahkan burnisher untuk


menghaluskan tambalan, operator menerima
 Asisten melepaskan isolasi kerja (cotton roll)

Instruksi  Asisten komunikasi terapeutik pasca perawatan

Dokumentasi  Assisten melakukan dokumentasi tindakan dan


membersihkan alat dan bahan yang telah
digunakan
Chair Side Assistant dalam Penambalan dengan Glass Ionomer
Cement dengan ART
SOP CSA dan FOTO
Persiapan  Asisten mencuci tangan

 Asisten menyiapkan alat dan bahan

 Asisten menata alat dan bahan pada tray

 Pasien datang, asisten mepersilakan masuk

Melakukan  Asistem membuka jalan masuk pasien


Identifikasi

 Asisten memakai APD

 Asisten menyalakan dental lamp dan


melkukan identifikasi kasus pada gigi
indikasi

Komunikasi  Assisten melakukan komunikasi terapeutik


Terapeutik berupa penjelasan prosedur perawatan

 Asisten memanggil operator

Ekskavasi  Asisten menyalakan dental lamp dan men-


transfer sonde dan kaca mulut ke operator,
operator menerima

 Asisten menyerahkan ekscavator kepada


operator sambil menerima sonde. Operator
melakukan ekskavasi.
Sterilisasi kavita  Operator mengembalikan excavator,
assisten menerima

 Asisten menyerahkan cotton pellet basah


yang dijepit pinset kepada operator,
operator menerima. Operator
membersihkan kavita

 Asisten menyerahkan three way syringe


kepada operator untuk mengeringkan
kavita, operator menerima

Isolasi  Operator menyerahkan cotton roll yang di


jepit pinset kepada operator, operator
menerima, operator melakukan isolasi area
kerja.

Conditioning  Assisten menyerahkan cotton pellet yang di


beri conditioner kepada operator, operator
melakukan conditioning pada kavita

 Assisten menyerahkan cotton pellet untuk


membersihkan etsa kepada operator

Penumpatan  Assisten mengaduk GIC dengan agate


spatel

 Asisten mengambil bahan tumpatan dengan


plastis filling instrument, operator melakukan
penumpatan pada kavita

 Assisten menyerahkan cotton pellet dengan


cocoa butter kepada operator untuk
dioleskan di permukaan.
Assisten melepaskan isolasi kerja
Komunikasi dan  Assisten melakukan komunikasi terapeutik
interuksi pasca dan interuksi pada pasien pasca perawatan
perawatan

Dokumentasi dan  Assisten membersihkanalat dan bahan


membersihkan alat setelah perawatan
Chair Side Assistant dalam Pencabutan
SOP CSA dan FOTO
Persiapan  Assistant mempersiapkan ruangan, alat dan
bahan

 Assistant mempersiapkan pasien masuk dan


mempersiapkan pasien

Indentifikasi kasus  Assistant menyerahkan kaca mulut dan sonde


kepada operator dan operator menerima,
operator menerima.

Komunikasi
Terapeutik  Assistant melakukan komunikasi terapeutik
kepada pasien mengenai perawatan yang akan
dilakaukan.
Melakukan Anastesi
 Assisten menyiapkan bahan anastesi, operator
mela
kuka
n
anas
tesi pada gigi indikasi cabut.

Pencabutan  Assisten memberikantang sesuai indikasi


kepada operator, operator menerima

 Operator melakukan tindakan pencabutan pada


gigi yang telah dianastesi
 Assistent memberikan tampon yang telah diberi
antiseptik dengan pinset dan
menerima tang dari operator

 Operator meletakkan tampon pada luka bekas


pencabutan, operator mengembalikan pinset
dan assisten menerima.

Intruksi pasca
pencabutan  Assistant memberikan intruksi pasca
pencabutan kepada pasien

Dokumentasi dan
Membersihkan alat  Assistant membersihkan alat dan bahan setelah
perawatan
Chair Side Assisting dalam Fissure Sealant
SOP CSA dan FOTO

Persiapan  Asisten mempersiapkan ruangan,alat dan bahan


 Asisten mempersilahkan masuk pasien dan
mempersiapkan pasien

 Asisten mengenakan napkin didada pasien

 Asisten memanggil operator

Identifikasi kasus Asisten mentransfer kaca mulut dan sonde


kepada operator dan operator menerima.

 Operator memeriksa pasien.



 Operator mengembalikan sonde kepada asisten
menerima


Komunikasi  Asisten melakukan komunikasi terapeutik kepada
terapeutik pasien

Brushing  Asisten menyerahkan cotton pellet dengan pasta


dan pumice yang di jepitkan pada pinset kepada
operator, dan operator menerima.

 Operator melakukanpengolesanpimicepadagigi
yang di indikasi,
 Operator mengembalikan kepada asisten pinset
dan cotton pellet ,asisten menerima.

 Asisten menyerahkan handpiece dan brush


kepada operator, operator menerima.

 Operator melakukan brushing padagigi yang di


indikasi


 Operator mengembalikanhandpiecedan brush
kepadaasisten ,asistenmenerima.


Isolasi  Asisten mentransfer cotton roll yang di jepitkan
pada pinset kepada operator, operator menerima
 Operator melakukan melakukan isolasi kavita

Conditioning  Asisten mentransfer cotton pellet yang dijepitkan


dengan dentin condisioner kepada operator ,
operator menerima.

 Operator melakukanpengetsaanpadagigi yang


diindikasikan (ditungguhingga 20 detik)

 Operator mengembalikanpinsetdengan cotton


pollet
 Asistenmentransfer cotton pellet yang
dijepitkandenganaquadeskepadaoperator ,
operator menerima.

 Operator melakukanpembersihanetsa

 Operator mengembalikanpinsetdengan cotton


pellet.

 Asistenmentransfer cotton pellet kering yang


dijepitkankepadaoperator , operator menerima.
 Operator melakukanpengeringandengan cotton
pellet keringpadagigi yang di indikasi.

 Operator mengembalikan pinset dengan cotton


pellet.

Penumpatan  Asisten mamanipulasi bahan

 Asistenmemberikanbahanmenggunakanplastis
filling instrument kepada operator, operator
menerima.
 Operator melakukan penumpatan.

 Operator mengembalikanplastis filling instrument


kepadaasisten ,asistenmenerima.

 Asistenmemberikan cotton pellet yang


telahdiberikancocoabutterdenganpinsetkepada
operator, operator menerima

 Operator melakukanpengolesankepadapasien

 Operator mengembalikan cotton pellet


danpinsetkepadaasisten, asistenmenerima.
 Asistenmengambil cotton roll setelahselesaiisolasi

Instruksi  Asistenmemberikaninstruksikepadapasien


Chair Side Assistant in Prostodonti

SOP CSA dan FOTO


Persiapan  Assisten menyiapkan alat dan bahan

 Assisten mempersilakan pasien duduk

 Assisten memasang napkin pada pasien

 Assisten menggunakan APD


 Assisten mengatur posisi dental chair

Komunikasi  Assisten melakukan komunikasi terapeutik mengenai


terapeutik tahapan perawatan yang akan dilakukan
Identifikasi  Assisten memanggil operator

 Assisten menyerahkan kacamulut kepada operator,


operator menerima

 Operator melakukan identifikasi kasus

 Operator mengembalikan alat kepada assisten,


assisten menerima

Manipulasi  Assisten mengaduk bahan alginate pada rubber bowl


Bahan Cetakan
Plastis

 Assisten meletakkan bahan adukan ke dalam sendok


cetak

 Assisten memberikan sendok cetak yang berisi


bahan yang telah diaduk kepada operator, operator
menerima
 Operator memasukkan sendok cetak kedalam mulut
pasien, assisten mengintruksikan pasien untuk tidak
membuka mulut

 Operator memberikan hasil cetakan kepada assisten,


assisten menerima

 Assisten mencuci hasil cetakan dibawah air mengalir

Manipulasi  Assisten mengaduk bahan gips stone pada rubber


Bahan Model bowl
Gigi

 Assisten menuangkan bahan ke dalam cetakan


plastis untuk membuat model gigi

Intruksi  Assisten memberikan intruksi pasca perawtan


kepada pasien
 Assisten melepaskan napkin dan membuka jalan
keluar pasien
Scalling