Anda di halaman 1dari 19

LAPORAN PRAKTIKUM PROSES ENERGI I

KONSERVASI ENERGI PADA SISTEM POMPA AIR

Disusun Oleh :
Kelas / Prodi : 3D / D4-Teknik Konservasi Energi
Kelompok :1
Helmi Mufidz Maula (161734011)
Rahmat Hidayat (161734022)
Syifaprilia Nurhasanah (161734030)

Dosen Pembimbing :
Annisa Syafitri K, M.Sc. (201704001)

Tanggal Praktikum : 12 November 2018


Tanggal Pengumpulan : 22 November 2018

JURUSAN TEKNIK KONVERSI ENERGI


POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
2018
PRAKTIKUM PROSES ENERGI I
PROGRAM STUDI DIV TEKNIK KONSERVASI ENERGI
JURUSAN TEKNIK KONVERSI ENERGI
POLBAN POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
Semester, Tahun Ajaran : Ganjil, 2018/2019 Praktikum : 1
Durasi Praktikum : 200 menit Halaman : 2/18

I. REFERENSI
1. “Power Factor and Capacitor”. (Online).
https://petrowiki.org/Power_factor_and_capacitors. [Diakses pada 21 November
2018]
2. “How capacitors improve the power factor and how to calculate them”. (Online).
https://electrical-engineering-portal.com/capacitors-improve-power-factor. [Diakses
pada 21 November 2018]

II. TUJUAN
Setelah melakukan praktikum diharapkan dapat :
a. Melakukan pengujian kinerja pompa pada kondisi exsisting (data kondisi yang ada)
b. Melakukan konservasi energi pada pompa dengan cara melakukan variasi bukaan
katup
c. Melakukan konservasi energi pada pompa dengan cara pemasangan kapasitor
d. Melakukan pengujian kinerja pompa setelah proses konservasi
e. Membandingkan data exsisting dengan data setelah konservasi

III. DASAR TEORI


Pompa adalah suatu alat atau mesin yang digunakan untuk memindahkan cairan dari
suatu tempat ke tempat yang lain melalui suatu media perpipaan dengan cara menambahkan
energi pada cairan yang dipindahkan dan berlangsung secara terus menerus. Pompa beroperasi
dengan prinsip membuat perbedaan tekanan antara bagian masuk (suction) dengan bagian
keluar (discharge). Oleh karena itu, pompa berfungsi mengubah tenaga mekanis dari suatu
sumber tenaga (penggerak) menjadi tenaga kinetis (kecepatan), dimana tenaga ini berguna
untuk mengalirkan cairan dan mengatasi hambatan yang ada sepanjang pengaliran. Berikut ini
sistem pompa secara umum :
PRAKTIKUM PROSES ENERGI I
PROGRAM STUDI DIV TEKNIK KONSERVASI ENERGI
JURUSAN TEKNIK KONVERSI ENERGI
POLBAN POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
Semester, Tahun Ajaran : Ganjil, 2018/2019 Praktikum : 1
Durasi Praktikum : 200 menit Halaman : 3/18

Gambar 3.1 Sistem Pompa Air


Perputaran impeler pompa sentrifugal menghasilkan head. Kecepatan keliling impeler
berhubungan langsung dengan kecepatan perputaran batang torak. Oleh karena itu variasi
kecepatan putaran berpengaruh langsung pada kinerja pompa. Parameter kinerja pompa (debit
alir, head, daya) akan berubah dengan bervariasinya kecepatan putaran. Oleh karena itu, untuk
mengendalikan kecepatan yang aman pada kecepatan yang berbeda- beda maka penting untuk
mengerti hubungan antara keduanya. Persamaan yang menjelaskan hubungan tersebut dikenal
dengan “ Hukum Afinitas” :

• Debit aliran (Q) berbanding lurus dengan kecepatan putaran (n)

• Head (H) berbanding lurus dengan kuadrat kecepatan putarar (n)

• Daya (P) berbanding lurus dengan kubik kecepatan putaran (n)

Sebagaimana dapat dilihat dari hukum diatas, penggandaan kecepatan putaran pompa
sentrifugal akan meningkatkan pemakaian daya 8 kalinya. Sebaliknya penurunan kecepatan
yang kecil akan berakibat penurunan pemakaian daya yang sangat besar. Hal ini menjadikan
PRAKTIKUM PROSES ENERGI I
PROGRAM STUDI DIV TEKNIK KONSERVASI ENERGI
JURUSAN TEKNIK KONVERSI ENERGI
POLBAN POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
Semester, Tahun Ajaran : Ganjil, 2018/2019 Praktikum : 1
Durasi Praktikum : 200 menit Halaman : 4/18

dasar bagi penghematan energi pada pompa sentrifugal dengan kebutuhan aliran yang
bervariasi. Hal yang relevan untuk dicatat bahwa pengendalian aliran oleh pengaturan
kecepatan selalu lebih efisien daripada oleh kran pengendali. Hal ini disebabkan kran
menurunkan aliran namun tidak menurunkan pemakaian energi pompa. Sebagai tambahan
terhadap penghematan energi, terdapat manfaat lainnya dari kecepatan yang lebih rendah
tersebut.
• Umur bantalan meningkat. Hal ini disebabkan bantalan membawa gaya hidrolik
pada impeler (dihasilkan oleh profil tekanan dibagian dalam wadah pompa), yang
berkurang kira - kira sebesar kuadrat kecepatan. Untuk sebuah pompa, umur
bantalan sebanding dengan kecepatan pangkat tujuh ( n7 ).
• Getaran dan kebisingan berkurang dan umur seal meningkat selama titik tugas
tetap berada didalam kisaran operasi yang diperbolehkan.

Pada pompa diperlukan tekanan yang cukup tinggi untuk mengatasi tahanan sistem,
yang juga disebut “head”. Head total merupakan jumlah dari head statik dan head gesekan
(friksi).

1. Head statik
Head statik merupakan perbedaan tinggi antara sumber dan tujuan dari cairan yang
dipompakan. Head statik merupakan aliran yang independen dan dapat dihitung dengan
persamaan berikut:
Head Static = Head Discharge (Hd) – Head Suction (Hs)

 Head hisapan statis (Hsuction) : dihasilkan dari pengangkatan cairan


relatif terhadap garis pusat pompa. Hs nilainya positif jika ketinggian cairan diatas
garis pusat pompa, dan negatif jika ketinggian cairan berada dibawah garis pusat
pompa (juga disebut “pengangkat hisapan”)
 Head pembuangan statis (Hdischarge) : jarak vertikal antara garis pusat pompa
dan permukaan cairan dalam tangki tujuan.
PRAKTIKUM PROSES ENERGI I
PROGRAM STUDI DIV TEKNIK KONSERVASI ENERGI
JURUSAN TEKNIK KONVERSI ENERGI
POLBAN POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
Semester, Tahun Ajaran : Ganjil, 2018/2019 Praktikum : 1
Durasi Praktikum : 200 menit Halaman : 5/18

Gambar 3.2 Head static

2. Head gesekan atau friksi (Hf)


Head gesekan merupakan kehilangan yang diperlukan untuk mengatasi tahanan
untuk mengalir dalam pipa dan sambungan – sambungan. Head ini tergantung pada
ukuran, kondisi dan jenis pipa, jumlah dan jenis sambungan, debit aliran, dan sifat dari
cairan. Head gesekan (friksi) ini sebanding dengan kuadrat debit aliran seperti
diperlihatkan dalam gambar 2.8. Loop tertutup sistem sirkulasi hanya menampilkan
head gesekan atau friksi (bukan head static)

Gambar3.3 Head gesekan (friksi) versus aliran


PRAKTIKUM PROSES ENERGI I
PROGRAM STUDI DIV TEKNIK KONSERVASI ENERGI
JURUSAN TEKNIK KONVERSI ENERGI
POLBAN POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
Semester, Tahun Ajaran : Ganjil, 2018/2019 Praktikum : 1
Durasi Praktikum : 200 menit Halaman : 6/18

Dalam hampir kebanyakan kasus, head total sistem merupakan gabungan antara head
statik dan head gesekan seperti diperlihatkan dalam gambar berikut.

Gambar 3.4 Sistem dengan head static rendah


Kurva kinerja pompa
Head dan debit aliran menentukan kinerja sebuah pompa sebagai kurva kinerja atau
kurva karakteristik pompa. Pada pompa sentrifugal, head secara perlahan turun dengan
meningkatnya aliran. Dengan meningkatnya tahanan sistem, head juga akan naik. Hal ini
pada gilirannya akan menyebabkan debit aliran berkurang dan akhirnya mencapai nol.
Debit aliran nol hanya dapat diterima untuk jangka pendek tanpa menyebabkan pompa
terbakar.

Gambar 3.5 Kurva kinerja pomp


Titik operasi pompa
Debit aliran pada head tertentu disebut titik tugas. Kurva kinerja pompa terbuat dari
banyak titik-titik tugas. Titik operasi pompa ditentukan oleh perpotongan kurva sistem
dengan kurva pompa sebagaimana ditunjukkan dalam gambar berikut.
PRAKTIKUM PROSES ENERGI I
PROGRAM STUDI DIV TEKNIK KONSERVASI ENERGI
JURUSAN TEKNIK KONVERSI ENERGI
POLBAN POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
Semester, Tahun Ajaran : Ganjil, 2018/2019 Praktikum : 1
Durasi Praktikum : 200 menit Halaman : 7/18

Gambar 3.6 Titik operasi pompa (US DOE, 2001)

Kualitas Daya

Kualitas daya yang dipasok ke sistem penggerak motor berkaitan dengan knerja
peralatan energi yang akan dioperasikan. Kualitas daya perlu dianalisa khususnya ketidak
seimbangan tegangan. Motor tiga fasa tidak toleran terhadap tegangan tidak seimbang.
Ketidakseimbangan tegangan akan mengakibatkan aliran arus yang tidak merata antara fasa
belitanya. Pengaruh tegangan tak seimbang ini adalah pemanasan terhadap motor listrik dan
rugi energi meningkat. Dapat dilihata ada Gambar 3.2. Pengaruh tegangan tak seimbang.

Gambar 3.7 Tegangan Tak Seimbang


PRAKTIKUM PROSES ENERGI I
PROGRAM STUDI DIV TEKNIK KONSERVASI ENERGI
JURUSAN TEKNIK KONVERSI ENERGI
POLBAN POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
Semester, Tahun Ajaran : Ganjil, 2018/2019 Praktikum : 1
Durasi Praktikum : 200 menit Halaman : 8/18

Fungsi Kapasitor pada Pompa Air

Kapasitor adalah alat yang menyimpan muatan listrik, yang kemudian bisa digunakan
kembali. Kapasitor juga digunakan untuk menghilangkan ripple dan factor daya pada
tegangan pemasok.
Pada pompa kapasitor akan berpengaruh pada proses dari starting pompa tersebut.
Pada saat starting energi putar yang dihasilkan mengonsumsi daya yang cukup besar. Adanya
kapasitor meringankan beban motor saat starting, dimana kapasitor akan memasok arus listrik
yang tersimpan didalamnya.
Selain itu pemasangan kapasitor juga akan memperbaiki besarnya faktor daya.
Kapasitor berperan sebagai pembangkit daya reaktif, sehingga akan mengurangi jumlah daya
reaktif yang dikonsumsi pompa.

Seperti di gambar, dapat dilihat bahwa nilai daya reaktif (KVAR) yang lebih kecil
akan menghasilkan nilai faktor daya (cos θ) yang lebih besar, karena sudutnya semakin kecil
sehingga nilai cosnya akan lebih besar.
Untuk menentukan nilai kapasitor yang dibutuhkan untuk mendapatkan nilai cosphi
tertentu dilakukan dengan cara sebagai berikut. :

Satu buah TL dengan daya = 20 W, tegangan = 220 V, Faktor daya = 0,35 maka :
P = V.I.Cos θ
I1 = P/V.Cos θ = 20 / 220 x 0,35 = 20 / 77 = 0,2597 A = 259,7 mA

Konsumsi arus listrik yang dibutuhkan secara teori apabila Cos θ sebesar 0,9 adalah :
I2 = P/V.Cos θ = 20 / 220 x 0,9 = 20 / 198 = 0,101 A = 101 mA
PRAKTIKUM PROSES ENERGI I
PROGRAM STUDI DIV TEKNIK KONSERVASI ENERGI
JURUSAN TEKNIK KONVERSI ENERGI
POLBAN POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
Semester, Tahun Ajaran : Ganjil, 2018/2019 Praktikum : 1
Durasi Praktikum : 200 menit Halaman : 9/18

Prosentase (%) penghematan konsumsi arus listrik sebesar :


259,7 A – 101 A = 158,7 A = ± 61%

Cara menentukan nilai kapasitas kapasitor :


Cos θ1 = 0,35 à θ1 = Cos-1 x 0,35 = 69,5
Cos θ2 = 0,9 à θ2 = Cos-1 x 0,9 = 25,84

Daya Nyata (P1) = 20 W


Daya Semu (S1) = P / Cos θ1 = 20 / 0,35 = 57,143 VA atau
S1 = V.I = 220 x 0,2597 = 57,143 VA
Daya Reaktif (Q1) = S.Sin θ1
= 57,143 x Sin 69,5
= 53,524 VAR

Daya Nyata (P2) = P1 = 20 W


Daya Semu (S2) = P / Cos θ2 = 20 / 0,9 = 22,22 VA atau
S2 = V.I = 220 x 0,101 = 22,22 VA
Daya Reaktif (Q2) = S.Sin θ2
= 22,22.Sin 25,84
= 9,685 VAR

Daya reaktif yang harus dihilangkan : ΔQ = Q2 – Q1


= 9,685 – 53,524
= - 43,839 VAR

Nilai kapasitas kapasitor yang digunakan untuk mendapatkan sudut (Phi) = 0,9 adalah :
C = Qc / -V².ω
= - 43,839 / (- 220² x 314)
= 43,839 / 15.197.600
= 2,9 μF
PRAKTIKUM PROSES ENERGI I
PROGRAM STUDI DIV TEKNIK KONSERVASI ENERGI
JURUSAN TEKNIK KONVERSI ENERGI
POLBAN POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
Semester, Tahun Ajaran : Ganjil, 2018/2019 Praktikum : 1
Durasi Praktikum : 200 menit Halaman : 10/18

IV. PERALATAN DAN BAHAN


a. Raven meter
b. Rota Meter

c. Kapasitor

V. LANGKAH KERJA
5.1. Persiapan Alat
1) Pastikan tangki terisi air

2) Periksa semua kedudukan alat ukur pada posisi yang benar


PRAKTIKUM PROSES ENERGI I
PROGRAM STUDI DIV TEKNIK KONSERVASI ENERGI
JURUSAN TEKNIK KONVERSI ENERGI
POLBAN POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
Semester, Tahun Ajaran : Ganjil, 2018/2019 Praktikum : 1
Durasi Praktikum : 200 menit Halaman : 11/18

3) Pastikan Katup terbuka 100 %

5.2. Percobaan Pompa

Gambar 1. Sistem Pompa Air

a. Tanpa Kapasitor
1. Sambungkan sumber listrik tanpa menggunakan kapasitor seperti gambar berikut

Gambar 2. Rangkaian Input Pompa Tanpa kapasitor


PRAKTIKUM PROSES ENERGI I
PROGRAM STUDI DIV TEKNIK KONSERVASI ENERGI
JURUSAN TEKNIK KONVERSI ENERGI
POLBAN POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
Semester, Tahun Ajaran : Ganjil, 2018/2019 Praktikum : 1
Durasi Praktikum : 200 menit Halaman : 12/18

2. Lakukan variasi bukaan katup hingga 0 %

3. Data diambil setiap 5 menit, data yang harus diambil adalah sebagai berikut:
a. Tegangan Input (V)
b. Arus Input (A)
c. Daya Pompa (W)
d. Faktor Daya
e. Bukaan Katup (%)
f. Debit air (m3/s)

4. Untuk mengakhiri pengujian matikan mesin dengan mematikan sumber listrik.


PRAKTIKUM PROSES ENERGI I
PROGRAM STUDI DIV TEKNIK KONSERVASI ENERGI
JURUSAN TEKNIK KONVERSI ENERGI
POLBAN POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
Semester, Tahun Ajaran : Ganjil, 2018/2019 Praktikum : 1
Durasi Praktikum : 200 menit Halaman : 13/18

b. Menggunakan Kapasitor
1. Pastikan Katup terbuka 100 %
2. Sambungkan sumber listrik menggunakan kapasitor seperti gambar berikut

Gambar 3. Rangkaian Input Pompa Dengan kapasitor

3. Lakukan variasi bukaan katup hingga 0 %. Data diambil setiap 5 menit, data yang
harus diambil adalah sebagai berikut:
• Tegangan Input (V)
• Arus Input (A)
• Daya Pompa (W)
• Faktor Daya
• Bukaan Katup (%)
• Debit air (m3/s)
4. Untuk mengakhiri pengujian matikan mesin dengan mematikan sumber listrik.
PRAKTIKUM PROSES ENERGI I
PROGRAM STUDI DIV TEKNIK KONSERVASI ENERGI
JURUSAN TEKNIK KONVERSI ENERGI
POLBAN POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
Semester, Tahun Ajaran : Ganjil, 2018/2019 Praktikum : 1
Durasi Praktikum : 200 menit Halaman : 14/18

VI. DATA PENGAMATAN


Dari hasil pengujian didapatkan data sebagai berikut :
a. Tanpa Kapasitor
t Tegangan Input Arus Input Daya Faktor Bukaan Katup
(menit) (V) (A) (kW) Daya (%) Q (m^3/s)
5 223.99 0.97 0.0199 0.91 100 0.0004083
10 223.8 1.03 0.022 0.95 75 0.0004
15 223.46 1.13 0.025 0.98 50 0.0002
20 223.68 1.25 0.027 0.9914 25 0.00009167

b. Dengan Kapasitor
t Tegangan Input Arus Input Daya Faktor Bukaan Katup Q
(menit) (V) (A) (kW) Daya (%) (m^3/s)
5 224.7 0.81 0.0177 0.96 100 0.0004083
10 224.78 0.92 0.02 0.95 75 0.0004
15 224.04 1.06 0.0226 0.94 50 0.0002
0.0000916
20 223.93 1.23 0.0256 0.94 25 7
PRAKTIKUM PROSES ENERGI I
PROGRAM STUDI DIV TEKNIK KONSERVASI ENERGI
JURUSAN TEKNIK KONVERSI ENERGI
POLBAN POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
Semester, Tahun Ajaran : Ganjil, 2018/2019 Praktikum : 1
Durasi Praktikum : 200 menit Halaman : 15/18

VII. GRAFIK HASIL PERCOBAAN


7.1. Tanpa Kapasitor

Grafik Tegangan terhadap Debit


224.1
224
223.9
V (volt)

223.8
223.7
223.6
223.5
223.4
0 0.0001 0.0002 0.0003 0.0004 0.0005
Q (m3/s)

Grafik Arus terhadap Debit


1.4
1.2
1
0.8
I (A)

0.6
0.4
0.2
0
0 0.0001 0.0002 0.0003 0.0004 0.0005
Q (m3/s)
PRAKTIKUM PROSES ENERGI I
PROGRAM STUDI DIV TEKNIK KONSERVASI ENERGI
JURUSAN TEKNIK KONVERSI ENERGI
POLBAN POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
Semester, Tahun Ajaran : Ganjil, 2018/2019 Praktikum : 1
Durasi Praktikum : 200 menit Halaman : 16/18

Grafik Daya terhadap Debit


0.03

0.025

0.02
P (kW)

0.015

0.01

0.005

0
0 0.0001 0.0002 0.0003 0.0004 0.0005
Q (m3/s)

Grafik Faktor Daya terhadap Debit


1
0.99
0.98
0.97
0.96
pf

0.95
0.94
0.93
0.92
0.91
0.9
0 0.0001 0.0002 0.0003 0.0004 0.0005
Q (m3/s)
PRAKTIKUM PROSES ENERGI I
PROGRAM STUDI DIV TEKNIK KONSERVASI ENERGI
JURUSAN TEKNIK KONVERSI ENERGI
POLBAN POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
Semester, Tahun Ajaran : Ganjil, 2018/2019 Praktikum : 1
Durasi Praktikum : 200 menit Halaman : 17/18

7.2. Dengan Kapasitor

Grafik Tegangan terhadap Debit


224.9
224.8
224.7
224.6
224.5
V (volt)

224.4
224.3
224.2
224.1
224
223.9
223.8
0 0.0001 0.0002 0.0003 0.0004 0.0005
Q (m3/s)

Grafik Arus terhadap Debit


1.4
1.2
1
0.8
I (A)

0.6
0.4
0.2
0
0 0.0001 0.0002 0.0003 0.0004 0.0005
Q (m3/s)
PRAKTIKUM PROSES ENERGI I
PROGRAM STUDI DIV TEKNIK KONSERVASI ENERGI
JURUSAN TEKNIK KONVERSI ENERGI
POLBAN POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
Semester, Tahun Ajaran : Ganjil, 2018/2019 Praktikum : 1
Durasi Praktikum : 200 menit Halaman : 18/18

Grafik Daya terhadap Debit


0.03

0.025

0.02
P (kW)

0.015

0.01

0.005

0
0 0.0001 0.0002 0.0003 0.0004 0.0005
Q (m3/s)

Grafik Faktor Daya terhadap Debit


0.965

0.96

0.955
pf

0.95

0.945

0.94

0.935
0 0.0001 0.0002 0.0003 0.0004 0.0005
Q (m3/s)
PRAKTIKUM PROSES ENERGI I
PROGRAM STUDI DIV TEKNIK KONSERVASI ENERGI
JURUSAN TEKNIK KONVERSI ENERGI
POLBAN POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
Semester, Tahun Ajaran : Ganjil, 2018/2019 Praktikum : 1
Durasi Praktikum : 200 menit Halaman : 19/18