Anda di halaman 1dari 42

LAPORAN PRAKTIKUM SISTEM PROTEKSI

RELE ARUS LEBIH WAKTU TERBALIK

Dibuat untuk memenuhi tugas mata kuliah Praktikum Sistem Proteksi


Jurusan Teknik Elektro Program Studi Teknik Listrik

Dosen : Carlos R.S., S.T., M.T.

Disusun oleh :

Kelompok 2 (Dua)

 Muhammad Aldo Kurniawan (061630311424)


 Nur Alika Rizkita Putri (061630311428)
 Reno Anugrah Pratama (061630311429)
 Wiky Aji Pratama Putra (061630311429)

Kelas : 5 LE

PROGRAM STUDI TEKNIK LISTRIK


JURUSAN ELEKTRO

POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA


PALEMBANG
2019
RELE ARUS LEBIH WAKTU TERBALIK

1. Tujuan Percobaan
1.1 Menyelidiki operasi rele untuk penyetelan berbeda
1.2 Menentukan rasio penyetelan ulang
1.3 Mengukur sifat penundaan
1.4 Mengukur waktu pengoperasian
1.5 Mengukur konsumsi daya instrinsic
1.6 Mencatat karakteristik bentuk rele
1.7 Mendemostrasikan pemutusan pada suatu jaringan tiga fasa dengan
pewaktu dan dengan tingkatan seketika.

2. Teori Dasar
Rele arus lebih adalah suatu rele yang bekerja berdasarkan kenaikan besaran
arus yang melebihi nilai pengamanan tertentu dan dalam jangka waktu tertentu
sehingga dapat melebihi suatu nilai pengamanan tertentu dan dalam jangka
waktu tertentu, sehingga dapat digunakan sebagai pola pengamanan arus lebih
atau hubung singkat. Rele arus lebih tidak hanya bekerja karena adanya
kenaikan arus tetapi yang terpenting adalah kemampuan rele untuk mendeteksi
atau memonitor kenaikan arus apabila telah melampaui batas arus dan waktu
yang tekah ditentukan. Untuk kerja (performance) rele dipengaruhi oleh
konstruksimya, yaitu dengan prinsip elektromekanik atau elektronik dengn
saklar statis.
Pengukuran arus gangguan pada jaringan oleh rele arus lebih ditransformasikan
dengan nilai arus yang lebih kecil melalui perbandingan lilitan menggunakan
transformator arus ( Current Transformator / CT ). Hubungan rele arus lebih ,
transformator arus pemutus tenaga pada jaringan ditunjukkan pada gambar 3.1
Rele arus lebih dengan karakteristik waktu terbalik ( inverse time ) beroperasi
jika jangka waktu mulai bekerja ( pick up ) sampai selesainya kerja rele
diperpanjang dengan nilai yang berbanding terbalik dengan besarnya arus yang
menggerakkan seperti diperlihatkan pada gambar 3.2

Gambar 3.1 Hubungan rele arus lebih pada jaringan

Rele arus lebih tidak hanya bekerja karena adanya kenaikan arus tetapi yang
terpenting adalah kemampuan rele untuk mendeteksi atau memonitor kenaikan
arus bila telah melampaui batas arus dan waktu yang telah ditentukan. Untuk
kerja (performance) rele dipengaruhu oleh konstruksinya yaitu dengan
prinsip elektromekanik atau elektronik dengan saklar statis.

Gambar 3.2 Karakteristik waktu terbalik (inverse time)

Rele arus lebih IKC913 merupakan rele arus lebih dengan karakteristik waktu
terbalik (inverse time) merupakan suatu rele statis untuk penaman jaringan
distribusi terhadap hubung singkat, dimana penundaan waktu bergantung arus.
Rele mempunyai suatu pewaktu (1>) dengan penundaan waktu dan suatu
tingkat seketika ( I>>) yang beroperasi tanpa penundaan . Arus puncak
pengoperasian normal sama seperti yang terjadi pada proses saklar menutup,
sebagai contoh tidak mendahului pemutusan (tripping) rele, mengingat hubung
singkat dengan nilai tinggi memutus dengan segera. Sebagai hasil lebar
jangkauan (range) penyetelan pada karakteristik pemutusan, rele dapat
digunakan dalam suatu lebar berbagai penerapan, sebagai contoh : juga untuk
pengaman gangguan tanah.
Terminal masukan untuk pantauan monitoring arus diberikan pada terminal
A2-A3,A6-A7,A10-A11, konsumsi daya pada pengukuran masukan berkisar
0,07 VA.
Karakteristik pemutusan pewaktu rele didasarkan pada arus dasar (Ib) yang
dapat disetel pada 0,4-3,4 kali arus rating (IN) dalam tahap 0,2 menggunakan
saklar pemilih. Arus rating adalah 1 A, seperti dalam kasus versi satu fasa rele
waktu tertentu.
Suatu pemulai (start) dapat dicapai apabila arus pengukuran sangat besar
melebihi nilai 1,1 , Ib. Dengan perangkat pengeset awal ke “normal inverse”,
arus bergantung penundaaan waktu (1>) ditentukan berdasarkan formula:
𝑡𝑚𝑠 𝑥 0,14
t= 𝐼𝐵
( 𝐼𝑆 )0,02−1

Dimana nilai referensi waktu disebut k dapat juga dipilih mnggunakan suatu
saklar pemilih ( k dapat dipilih pada tahap 0,02 pada tange 0,1 – 1,08, bila k =
0 dipilih keseluruham rele terhambat/blocked, fungsinya dilumpuhkan.

3. Peralatan yang dibutuhkan


1. Pemutus tenaga / CB (1)
2. Beban resistif (1)
3. Transformator tiga fasa (1)
4. Power supply 220 V Ac satu fasa (1)
5. Power supply 12 V DC (1)
6. Rele arus lebih waktu terbalik tiga fasa (1)
7. Amperemeter (2)
8. Voltmeter (2)
9. Stopwacth (1)
10. Bell/buzzer (1)
11. Kabel penghubung (1)

4. Prosedur percobaan
1. Merangkai rangkaian seperti digambarkan pada gambar 3.3
2. Pertama-tama set harga berikut pada rele :
Tingkat seketika I>> :0
Faktor pewaktu k : 10 (artinya : tms diberikan 0,1
Jembatan E7-E8 : terpasang
3. Menghubungkan penjembatan (bridge) “ Relay” dan “PLC” pada CB untuk
meniadaan perintah pemutusan (trip) pada modul CB.
4. Set nilai penyetelan arus atau arus dasar Ib pada rele ke nilai 2 (artinya : arus
penyetelan rele ( IS= 0,4 A )
5. Memperhatikan posisi resistor beban, resistor beban harus dalam posisi
maksimum (R=100%). Menghubungkan sumber tegangan tiga fasa ke
jaringan listrik dengan menghubungkan kontak CB ( CB posisi on).
6. Menggunakan resistor beban, menaikkan arus yang masuk ke rangkaian
pengukuran dengan memperhatikan alat ukur amperemeter sampai rele
mulai beroperasi (start) diisyaratkan melalui keluarannya (kontak E7-E8)
yang ditandai dengan berbunyinya buzzer. Mencatat nilai arus pada
amperemeter sebagai nilai arus pengahsutan (Ist) pada tabel 1.
7. Setelah ini, melalui resistor beban kurngi arus smpai rele melepas (release)
yang ditandai dengan padamnya buzzer. Mencatat nilai arus pada
amperemeter sebagai nilai arus pelepasan (IRE) pada tabel 1.
8. Mengurangi arus jaringan dengan membuat resistor beban pada posisi
maksimum. Memutuskan sumber tegangan tiga fasa dengan memutuskan
kontak CB ( CB dalam posisi off)
9. Mengulangi percobaan untuk nilai penyetelan arus IB dari 3 sampai 6.
Mencatat masing-masing pengukuran arus pengasutan (IST) dan Arus
penyetelan (IS). Gunakan untuk menghitung rasio penyetelan ulang rele dan
melengkapi hasil pengukuran pada tabel 1.
10. Merangkai diagram rangkaian seperti digambarkan pada gambar 3.4 dalam
syarat untuk mengukur konsumsi daya instinsic
11. Memperhatikan posisi resistor beban, posisi resistor beban harus dalam
posisi maksimum (R=100%) . Menghubungkan sumber tegangan tiga fasa
ke jaringan listrik dengan menghubungkan kontak CB (CB posisi on).
12. Menggunakan resistor beban, menaikkan arus yang masuk ke rangkaian
pengukuran dengan memperhatikan alat ukur amperemeter sampai arus
berkisar 1A
13. Mencatat nilai pengukuran arus dan tegangan untuk menentukan daya
terlihat (apparent power) pada rangkaian pengukuran dengan melengkapi
tabel 2
14. Mencatat nilai pengukuran arus dan tegangan unutk menentukan daya
terlihat (apparent power) pada rangkaian elektronik dengan melengkapi
tabel 3
15. Dalam syarat untuk mendemostrasikan pengoperasian rele waktu terbalik,
merangkai rangklaian seperti pada gambar 3.5
16. Pertama-tama membuat penyetelan berikut pada rele :
Tingkat seketika I>> :0
Faktor k : 10 (artinya :tms diberikan 0,1)
Arus dasar IB : 2 (artinya : Is diberikan 0,4 )
Jembatan A8-A12 : terpasang ke CB
17. Memperhatikan posisi resistor beban, posisi resistor beban harus dalam
posisi maksimum (R=100%) . Menghubungkan sumber tegangan tiga fasa
ke jaringan listrik dengan menghubungkan kontak CB (CB posisi on).
18. Menggunakan resistor beban, menaikkan arus beban (IF) pada jarungan
dengan memperhatikan alat ukur amperemeter sampai arus berkisar 0,44 A.
Setelah ini padamkan jaringan dengan memutuskan kontak CB (CB posisi
off)
19. Mempersiapkan stopwatch dan set ke posisi 0. Secara bersamaan hiduokan
stopwatch dan menghubungkan ke sumber tegangan tiga fasa ke jaringan
listrik denan menghubungkan kontak CB ( CB posisi on)
20. Memperhatikan lampu indikator On pada CB. Memadamkan stopwatch
bersamaan dengan padamnya lampu indikator ON (lampu indikator off
menyala)
21. Mencatat penunjukan waktu pada stopwatch sebagai pengukuran waktu
operasi rele dan memasukkan hasil pengukuran pada tabel 4.
22. Menekan tombol reset pada rele sampai lampu indikator operasi padam.
23. Mengulangi untuk setiap prosedur percobaan dengan arus gangguan If dari
0,54 A sampai 1,24 A (dalam tahap 0,1 A). Harus diingat sebelum
menghubungkan kontak CB (CB poaisi on) resistor beban harus dalam
posisi maksimum ( R=100%)
24. Menggunakan persamaan perhitungan waktu operasi rele pada setiap tahap
arus gangguan dan melengkapi tabel 4
25. Mengulangi pengukuran denan penyetelan faktor waktu ke 50 (tms- 0,5),
mencatat hasil penukuran pada tabel 5. Jangan memvariasikan penyetelan
arus.
26. Untuk mendemostrasikan pemutusan seketika, set penyeelan arus pada rele
IB =12
27. Memperhatikan posisi resistor beban , posisi resistor beban harus dalam
posisi maksimum (R=100%) . Menghubungkan sumber tegangan tiga fasa
ke jaringan listrik dengan menghubungkan kontak CB (CB posisi on).
28. Menggunakan resistor beban, menaikkan arus beban (IF) pada jarungan
dengan memperhatikan alat ukur amperemeter sampai arus berkisar 0,9 A.
Setelah ini padamkan jaringan dengan memutuskan kontak CB (CB posisi
off)
29. Membuat penyetelan berikut pada rele setelah arus dipadamkan dan
stpwatch teah di set ulang :
Arus dasar (IB) : 2 (Is = 0,4 A)
Tingkat seketika I>> :2 (hasil pada harga pengperasian 2 x Is=0,8
A)
Faktor waktu k : 10
30. Menghubungkan sumber tegangan tiga fasa ke jaringan listrik dengan
menghubungkan kontak CB (CB posisi on) dan secara bersamaan
menghiduokan stopwacth
31. Memperhatikan lampu indikator ON pada CB. Memadamkan stopwatch
bersamaan dengan padamnya lampu indikator OnN ( lampu indikator Off
menyala). Mencatat reaksi pada rele.

5. Hasil percobaan

Tabel 3.1 Pengukuran rasio penyetelan ulang

Besaran yang diukur Hasil pengukuran


1 2 3 4 5
Arus penyetelan, Is (A) 0,4 0,6 0,8 1,0 1,2
Harga pengasutan, IST (A) 0,35 0,54 0,71 0,9 1,08
Harga pelepasan , IRE (A) 0,35 0,53 0,69 0,89 1,06
Rasio penyetaln ulang IRE / IST (A) 1 1,01 1,02 1,01 1,02

Tabel 3.2 Pengukuran daya terlihat pada komponen elektronik

Tegangan (V) Arus (mA) Daya (VA)


230 19,67 4,6

Tabel 3.3 Pengukuran daya terlihat pada rangkaian pengukuran

Arus (A) Tegangan (mV) Daya (VA)


1 70 0,07

Tabel 3.4 Pengukuran arus dan waktu interupsi untuk Is= 0,4A tms=0,3

Besaran yang Hasil pengukuran


diukur 1 2 3 4 5 6 7 8 9
Arus gangguan IF 0,44 0,54 0,64 0,74 0,84 0,94 1,04 1,14 1,24
(A)
Faktor keamanan 1,1 1,35 1,6 1,65 2,1 2,35 2,6 2,85 3,1
IF/IS
t pengukuran 10,9 5,9 3,5 2,9 2,5 2,4 2,1 1,8 1,6
(dt)
t perhitungan 22 6,97 4,46 3,4 2,8 2,44 2,17 1,98 1,83
(dt)

Tabel 5 Pengukuran arus dan waktu interupsi untuk Is =0,4 A tms = 0,5

Besaran yang Hasil pengukuran


diukur 1 2 3 4 5 6 7 8 9
Arus gangguan IF 0,44 0,54 0,64 0,74 0,84 0,94 1,04 1,14 1,24
(A)
Faktor keamanan 1,1 1,35 1,6 1,65 2,1 2,35 2,6 2,85 3,1
IF/IS
t pengukuran 15,2 8,5 6 4,5 4,1 3,8 3,5 3,1 2,7
(dt)
t perhitungan 36,8 11,7 7,4 5,6 4,8 4,1 3,7 3,3 3,06
(dt)

6. Tugas dan Pertanyaan


1. Berdasarkan hasil pengukuran tabel 1, berapa range dan harga rata-rata rasio
penyetelan ulang atau factor arus kembali (Kd) rele arus lebih waktu terbalik
yang digunakan ?
2. Berapa konsumsi daya instrinsic (apparent power) rele arus lebih yang
dihasilkan untuk arus rangkaian pengukuran 1 A ?
3. Dari hasil pengukuran pada tabel 5, berapa range dan harga rata-rata factor
keamanan pengukuran 9, jika waktu operasi rele arus lebih yang diinginkan
t= 5 detik
4. Gambarkan karakteristrik rele arus lebih waktu terbalik berdasarkan hasil
pengukuran pada tabel 4 dan tabel 5
5. Tentukan penyetelan arus atau dasar IB dan factor perkalian waktu (tms)
pada rele arus lebih waktu terbalik dari sistem tenaga listrik seperti gambar
dibawah. Faktor keamanan (Kd) merupakan nilai rata-rata hasil percobaan.

7. Perhitungan Tabel
7.1 Perhitungan Tabel 3.2
Dik :V = 237 V
I = 20.06 mA
= 0,02006 A
Dit :S?
Jawab
S = V. I
= 237 X 0.02006 A
= 4,75 VA
Daya terlihat pada komponen elektronik adalah 4,75 VA

7.2 Perhitungan Tabel 3.3


Dik :I =1A
V = 66 mV
= 0,066 V
Dit :S?
Jawab
S = V. I
= 0,066 V X I
= 0,066 VA

7.3 Perhitungan Tabel 3.4


Dik : Is = 0,4 A
tms = 0,3
Dit : t, untuk IF =
a. 0,44 A d. 0,74 A g. 1,04 A
b. 0,54 A e. 0,84 A h. 1,14 A
c. 0,64 A f. 0,94 A i. 1,24 A
Jawab :

a. Untuk IF = 0,44 A
tms x 0,14
t = 0,02
(If⁄Is) -1

0,3 x 0,14
= 0,02
(0,44⁄0,4) -1

0,3 x 0,14
=
(1,1)0,02 -1
0,042
=
0,0019
= 22,1 dt

b. Untuk IF= 0,54 A


tms x 0,14
t = 0,02
(If⁄Is) -1

0,3 x 0,14
= 0,02
(0,54⁄0,4) -1

0,3 x 0,14
=
(1,35)0,02 -1
0,042
=
0,00602
= 6,98 dt

c. Untuk IF= 0,64 A


tms x 0,14
t = 0,02
(If⁄Is) -1

0,3 x 0,14
= 0,02
(0,64⁄0,4) -1

0,3 x 0,14
=
(1,6)0,02 -1
0,042
=
0,00944
= 4,45 dt

d. Untuk IF = 0,74 A
tms x 0,14
t = 0,02
(If⁄Is) -1

0,3 x 0,14
= 0,02
(0,74⁄0,4) -1

0,3 x 0,14
=
(1,85)0,02 -1
0,042
=
0,01238
= 3,39 dt

e. Untuk IF = 0,84 A
tms x 0,14
t = 0,02
(If⁄Is) -1

0,3 x 0,14
= 0,02
(0,84⁄0,4) - 1

0,3 x 0,14
=
(2,1)0,02 -1
0,042
=
0,015
= 2,8 dt

f. Untuk IF = 0,94 A
tms x 0,14
t = 0,02
(If⁄Is) -1

0,3 x 0,14
= 0,02
(0,94⁄0,4) -1
0,3 x 0,14
=
(2,35)0,02 -1
0,042
=
0,0172
= 2,44 dt

g. Untuk IF = 1,04 A
tms x 0,14
t = 0,02
(If⁄Is) -1

0,3 x 0,14
= 0,02
(1,04⁄0,4) -1

0,3 x 0,14
=
(2,6)0,02 -1
0,042
=
0,0193
= 2,17 dt

h. Untuk IF = 1,14 A
tms x 0,14
t = 0,02
(If⁄Is) -1

0,3 𝑥 0,14
= 0,02
(1,14⁄0,4) -1

0,3 x 0,14
=
(2,85)0,02 -1
0,042
=
0,02116
= 1,98 dt

i. Untuk IF = 1,24 A
tms x 0,14
t = 0,02
(If⁄Is) -1

0,3 x 0,14
= 0,02
(1,24⁄0,4) -1

0,3 x 0,14
=
(3,1)0,02 -1
0,042
=
0,0229
= 1,83 dt

7.4 Perhitungan Tabel 3.5


Dik : Is = 0,4 A
tms = 0,5
Dit : t, untuk IF =
a. 0,44 A d. 0,74 A g. 1,04 A
b. 0,54 A e. 0,84 A h. 1,14 A
c. 0,64 A f. 0,94 A i. 1,24 A
Jawab :
a. Untuk IF = 0,44 A
tms x 0,14
t = 0,02
(If⁄Is) -1

0,5 x 0,14
= 0,02
(0,44⁄0,4) -1

0,5 x 0,14
=
(1,1)0,02 -1
0,07
=
0,0019
= 36,84 dt

b. Untuk IF = 0,54 A
tms x 0,14
t = 0,02
(If⁄Is) -1

0,5 x 0,14
= 0,02
(0,54⁄0,4) -1

0,5 x 0,14
=
(1,35)0,02 -1
0,07
=
0,00602
= 11,63 dt

c. Untuk IF = 0,64 A
tms x 0,14
t = 0,02
(If⁄Is) -1

0,5 x 0,14
= 0,02
(0,64⁄0,4) -1

0,5 x 0,14
=
(1,6)0,02 -1
0,07
=
0,00944
= 7,42 dt

d. Untuk IF = 0,74 A
tms x 0,14
t = 0,02
(If⁄Is) -1

0,5 x 0,14
= 0,02
(0,74⁄0,4) -1

0,5 x 0,14
=
(1,85)0,02 -1
0,07
=
0,01238
= 5,65 dt

e. Untuk IF = 0,84 A
tms x 0,14
t = 0,02
(If⁄Is) -1

0,5 x 0,14
= 0,02
(0,84⁄0,4) -1

0,5 x 0,14
=
(2,1)0,02 -1
0,07
=
0,015
= 4,67 dt

f. Untuk IF = 0,94 A
tms x 0,14
t = 0,02
(If⁄Is) -1

0,5 x 0,14
= 0,02
(0,94⁄0,4) -1

0,5 x 0,14
=
(2,35)0,02 -1
0,07
=
0,0172
= 4,07 dt

g. Untuk IF = 1,04 A
tms x 0,14
t = 0,02
(If⁄Is) -1

0,5 x 0,14
= 0,02
(1,04⁄0,4) -1
0,5 x 0,14
=
(2,6)0,02 -1
0,07
=
0,0193
= 3,63 dt

h. Untuk IF = 1,14 A
tms x 0,14
t = 0,02
(If⁄Is) -1

0,5 x 0,14
= 0,02
(1,14⁄0,4) -1

0,5 x 0,14
=
(2,85)0,02 -1
0,07
=
0,02116
= 3,3 dt

i. Untuk IF = 1,24 A
tms x 0,14
t = 0,02
(If⁄Is) -1

0,5 x 0,14
= 0,02
(1,24⁄0,4) -1

0,5 x 0,14
=
(3,1)0,02 -1
0,07
=
0,0229
= 3,06 dt

7.5 Perhitungan tabel 3.4 dan tabel 3.5


Dik : Is = 0,4 A
Dit : Faktor Keamanan (Kfk), untuk IF
a. 0,44 A d. 0,74 A g. 1,04 A
b. 0,54 A e. 0,84 A h. 1,14 A
c. 0,64 A f. 0,94 A i. 1,24 A
Jawab :
a. Untuk IF = 0,44 A
If 0,44 A
Kfk = = =1,1
Is 0,4 A

b. Untuk IF = 0,54 A
If 0,54 A
Kfk = = =1,35
Is 0,4 A

c. Untuk IF = 0,64 A
If 0,64 A
Kfk = = =1,6
Is 0,4 A

d. Untuk IF = 0,74 A
If 0,74 A
Kfk = = =1,85
Is 0,4 A

e. Untuk IF = 0,84 A
If 0,84 A
Kfk = = =2,1
Is 0,4 A

f. Untuk IF = 0,94 A
If 0,94 A
Kfk = = =2,35
Is 0,4 A

g. Untuk IF = 1,04 A
If 1,04 A
Kfk = = =2,6
Is 0,4 A

h. Untuk IF = 1,14 A
If 1,14 A
Kfk = = =2,85
Is 0,4 A

i. Untuk IF = 1,24 A
If 1,24 A
Kfk = = =3,1
Is 0,4 A

8. Pembahasan Tugas dan Pertanyaan


8.1. Bagian 5.1
Berdasarkan hasil pengukuran tabel 1 untuk pengukuran rasio
penyetelan ulang, didapatkan nilai rasio penyetelan ulang atau faktor
arus kembali (Kd) secara berurutan dari pengukuran satu sampai lima
adalah 1 , 1,01 , 1,02 , 1,01 dan 1,02. Maka dari hasil tersebut dapat
ditentukan range dan harga rata-rata rasio penyetelan ulang sebagai
berikut :
 Range merupakan kisaran nilai faktor arus kembali (Kd) dari nilai
yang terkecil hingga nilai yang terbesar, sehingga
Range = Faktor arus kembali (Kd) min – Faktor arus kembali
(Kd)max
= 1 – 1,02

 Harga rata-rata rasio penyetelan ulang merupakan total dari


seluruh hasil pengukuran dibagi dengan banyaknya pengukuran
yang dilakukan, sehingga nilai rata-ratanya adalah :
Kd1 +Kd2 +Kd3 +Kd4 +Kd5
Kd rata-rata =
5
1+1,01+1,02+1,01+1,02
=
5
5,06
=
5
= 1,012
Sehingga nilai range Kd yang diperoleh adalah 1 – 1,02 dan harga rata-
rata rasio penyetelan ulang (Kd) adalah 1,012

8.2. Bagian 5.2


Berdasarkan hasil pengukuran pada tabel 2 untuk pengukuran
daya terlihat pada komponen elektronik didapatkan nilai untuk
tegangannya sebesar 230 V dan nilai arusnya sebesar 19,67 mA dan
hasil pengukuran pada tabel 3 untuk pengukuran daya terlihat pada
rangkaian pengukuran didapatkan nilai untuk tegangannya sebesar 0,07
V untuk arus yang ditentukan sebesar 1 A. Konsumsi daya intrinsic rele
arus lebih merupakan penjumlahan dari konsumsi daya pada rangkaian
elektronik dan konsumsi daya pada rangkaian pengukuran, maka
berdasarkan hasil pengukuran dapat ditentukan konsumsi daya
intrinsicnya adalah sebagai berikut :
Konsumsi daya intrinsic = Daya Rangkaiaan Elektronik + Daya
Rangkaian Pengukuran
= (VRE x IRE) + (VRP x IRP)
= (230 V x 0,01967 A) + (0,07 V x 1 A)
= 4,6 VA + 0,07 VA
= 5,3 VA
Dari hasil perhitungan didapatkan konsumsi daya instrinsicnya sebesar
5,3 VA.

8.3. Bagian 5.3


Berdasarkan hasil pengukuran tabel 5, didapatkan nilai faktor
keamanan (Kfk) rele arus lebih waktu terbalik secara berurutan dari
hasil pengukuran satu sampai sembilan sebesar 1,1 ; 1,35 ; 1,6 ; 1,85 ;
2,1 ; 2,35 ; 2,6 ; 2,85 dan 3,1. Dari nilai-nilai tersebut dapat ditentukan
range dan harga rata-ratanya adalah sebagai berikut :
 Range Kfk = Faktor Keamanan (Kfk) min – Faktor Keamanan
max
= 1,1 – 3,1
Kfk 1+Kfk 2+Kfk 3+Kfk 4+Kfk 5+Kfk 6+Kfk 7+Kfk 8+Kfk 9
 Kfk rata-rata =
9
1,1+1,35+1,6+1,85+2,1+2,35+2,6+2,85+3,1
=
9
18,9
=
9
= 2,1
Nilai range Kfk yang didapatkan adalah 1,1 sampai 3,1 dan harga rata-
rata faktor keamanan (Kfk) rele arus lebih waktu terbalik adalah 2,1.

8.4. Bagian 5.4


Dik : Is = 0,4 A Kfk = 3,1
IF = 1,24 t = 5 detik
Dit : tms ?
Jawab :
0,02
I
t{(IF ) -1}
S
tms =
0,14

5{(3,1)0,02 -1}
=
0,14
5(1,0228876-1)
=
0,14
5(0,022886)
=
0,14
0,11443
=
0,14
= 0,817
Jadi pada saat waktu operasi rele arus lebih adalah 5 detik maka nilai
tms yang didapatkan adalah 0,817.

8.5. Bagian 5.5


Grafik karakteristik rele arus lebih waktu terbalik berdasarkan
hasil pengukuran tabel 4 dan tabel 5.

Keterangan : a. tms = 0,3

b. tms = 0,5

8.6. Bagian 5.6


Dik : Kfk = 2,1
Kd = 0,944
Dit : Arus dasar (IB) dan faktor perkalian waktu (tms) pada rele
arus
` lebih waktu terbalik pada gambar 3.3
Jawab :
1. Untuk rele RA
Dik : S = 15 MVA = 15 x 106 VA
V = 70 KV = 70 x 103 VA
t = 5 detik
rasio CT = 300/5
Dit : IB dan tms
Jawab :
S 15 x 106 VA
In = = 3 = 123, 72 A
√3 . V √3 . 70 x 10 VA
1
Is = Kfk x x In
rasio CT
5
= 2,1 x x 123,72
300
1299,06
=
300
= 4,33 A
IS 4,33 A 4,33
IB = = = = 21,65
0,2 x In 0,2 x 1 A 0,2 A

t{(Kfk)0,02 -1}
tms =
0,14

5{(2,1)0,02 -1}
=
0,14
5(1,01495 -1)
=
0,14
5(0,01495)
=
0,14
0,07475
=
0,14
= 0,534
Jadi, pada rele RA nilai IB nya 21,65 dan nilai tms nya adalah 0,534

2. Untuk rele RB
Dik : S = 10 MVA = 10 x 106 VA
V = 70 KV = 70 x 103 VA
t = 5”
rasio CT = 300/5
Dit : IB dan tms
Jawab :
S 10 x 106 VA
In = = = 82,84 A
√3 . V √3 . 70 x 103 VA
1
Is = Kfk x x In
rasio CT
5
= 2,1 x x 82,84
300
866,04
=
300
= 2,89 A
IS 2,89 A 2,89
IB = = = = 14,45
0,2 x In 0,2 x 1 A 0,2 A

t{(Kfk)0,02 -1}
tms =
0,14

5{(2,1)0,02 -1}
=
0,14
5(1,01495 -1)
=
0,14
5(0,01495)
=
0,14
0,07475
=
0,14
= 0,534
Jadi, pada rele RA nilai IB nya 14,45 dan nilai tms nya adalah 0,534

3. Untuk rele RC
Dik : S = 10 MVA = 10 x 106 VA
V = 70 KV = 70 x 103 VA
t = 5”
rasio CT = 350/5
Dit : IB dan tms
Jawab :
S 10 x 106 VA
In = = =82,48 A
√3 . V √3 . 70 x 103 VA
1
Is = Kfk x x In
rasio CT
5
= 2,1 x x 82,48
350
866,04
=
350
= 2,47 A
IS 2,47 A 2,47
IB = = = = 12,35
0,2 x In 0,2 x 1 A 0,2 A

t{(Kfk)0,02 -1}
tms =
0,14

5{(2,1)0,02 -1}
=
0,14
5(1,01495 -1)
=
0,14
5(0,01495)
=
0,14
0,07475
=
0,14
= 0,534
Jadi, pada rele RA nilai IB nya 12,35 dan nilai tms nya adalah 0,534

4. Untuk rele RD
Dik : S = 35 MVA = 35 x 106 VA
V = 70 KV = 70 x 103 VA
t = 10”
rasio CT = 600/5
Dit : IB dan tms
Jawab :
S 35 x 106 VA
In = = =288,67 A
√3 . V √3 . 70 x 103 VA
1
Is = Kfk x x In
rasio CT
5
= 2,1 x x 288,67
350
3031,035
=
600
= 5,052 A
IS 5,052 A 5,052
IB = = = = 25,26
0,2 x In 0,2 x 1 A 0,2 A

t{(Kfk)0,02 -1}
tms =
0,14

10{(2,1)0,02 -1}
=
0,14
10(1,01495 -1)
=
0,14
10(0,01495)
=
0,14
0,1495
=
0,14
= 1,068
Jadi, pada rele RA nilai IB nya 25,26 dan nilai tms nya adalah 1,068

5. Untuk rele RE
Dik : S = 50 MVA = 50 x 106 VA
V = 12 KV = 12 x 103 VA
t = 15”
rasio CT = 400/5
Dit : IB dan tms
Jawab :
S 50 x 106 VA
In = = =2405,63 A
√3 . V √3 . 12 x 103 VA
1
Is = Kfk x x In
rasio CT
5
= 2,1 x x 2405,63
400
25259,115
=
400
= 63,15 A
IS 63,15 A 63,15
IB = = = = 315,75
0,2 x In 0,2 x 1 A 0,2 A

t{(Kfk)0,02 -1}
tms =
0,14

15{(2,1)0,02 -1}
=
0,14
15(1,01495 -1)
=
0,14
15(0,01495)
=
0,14
0,22425
=
0,14
= 1,602
Jadi, pada rele RA nilai IB nya 315,75 dan nilai tms nya adalah
1,602

6. Untuk rele RF
Dik : S = 10 MVA = 10 x 106 VA
V = 12 KV = 12 x 103 VA
t = 15”
rasio CT = 250/5
Dit : IB dan tms
Jawab :
S 10 x 106 VA
In = = 3 =481,13 A
√3 . V √3 . 12 x 10 VA
1
Is = Kfk x x In
rasio CT
5
= 2,1 x x 481,13
250
5051,865
=
250
= 20,2 A
IS 20,2 A 20,2
IB = = = = 101
0,2 x In 0,2 x 1 A 0,2 A

t{(Kfk)0,02 -1}
tms =
0,14

15{(2,1)0,02 -1}
=
0,14
15(1,01495 -1)
=
0,14
15(0,01495)
=
0,14
0,22425
=
0,14
= 1,602
Jadi, pada rele RA nilai IB nya 101 dan nilai tms nya adalah 1,602

7. Untuk rele RG
Dik : S = 60 MVA = 60 x 106 VA
V = 12 KV = 12 x 103 VA
t = 20”
rasio CT = 350/5
Dit : IB dan tms
Jawab :
S 60 x 106 VA
In = = =2886,75 A
√3 . V √3 . 12 x 103 VA
1
Is = Kfk x x In
rasio CT
5
= 2,1 x x 2886,75
350
30310,875
=
350
= 86,6 A
IS 86,6 A 86,6
IB = = = = 433
0,2 x In 0,2 x 1 A 0,2 A

t{(Kfk)0,02 -1}
tms =
0,14

20{(2,1)0,02 -1}
=
0,14
20(1,01495 -1)
=
0,14
20(0,01495)
=
0,14
0,299
=
0,14
= 2,136
Jadi, pada rele RA nilai IB nya 433 dan nilai tms nya adalah 2,136

9. Analisa
9.1. Analisa Hasil Percobaan Pertama
Pada percobaan pertama, rangkaian yang digunakan adalah
rangkaian pada gambar 3.4.pertama – tama set harga rele dengan tingkat
waktu seketika (I>>0), factor waktu (K) 30 (artinya tms diberikan 0,3) dan
jembatan E7-E8 dalam posisi terpasang. Atur nilai arus penyetelan (Is)
sesuai dengan nilai yang telah ditentukan posisikan resistor beban dalam
posisi maksimum (R=100%). Naikkan nilai arus yang masuk ke rangkaian
pengukuran dengan menurunkan posisi resistor beban dari keadaan
maksimum sampai rele mulai beroperasi yang ditandai dengan
berbunyinya buzzer.Nilai arus pada saat rele beroperasi merupakan nilai
arus penghasutan (IST). Selanjutnya kurangi nilai arus dengan menaikkan
nilai pada resistor beban hingga rele melepas (release) yang ditandai
dengan padamnya buzzer. Nilai arus yang terukur pada saat rele melepas
merupakan nilai arus pelepasan (IRE). Lakukan percobaan pada rangkaian
ini sebanyak lima kali sesuai dengan nilai arus penyetelan yang telah
ditentukan pada table 1. Catat nilai arus penghasutan (IST) dan nilai arus
pelepapasan (IRE) pada masing – masing pengukuran.Hitung rasio
penyetelan ulang dengan membagi arus pelepasan dengan nilai arus
pengasutan (IRE/IST).

Pada pengukuran pertama dengan nilai arus penyetelan 0,4 A


didapatkan nilai arus penghastuan (IST) 0,38 A dan nilai arus pelepasan
(IRE) 0,35 A. dari hasil perhitungan didapatkan nilai rasio penyetelan
ulang pada rele sebesar 0,92. Pada pengukuran kedua dengan nilai arus
penyetelan ulang pada rele 0,6 A didapatkan nilai arus pengasutan (IST)
0,57 A dan nilai arus pelepasan (IRE) 0,52 A. dan hasil perhitungan
didapatkan rasio penyetelan ulang rele sebesar 0,91. Pada pengukuran
ketiga dengan nilai arus penyetelan 0,8 A didapatkan nilai arus pengasutan
(IST) 0,8 A dan nilai arus pelepasan (IRE) 0,74 A. dari hasil perhitungan
didapatkan nilai rasio penyetelan ulang rele sebesar 0,93. Pada pengukuran
keempat dengan nilai arus penyetelan 1,0 A didapatkan nilai arus
pengasutan (IST) 0,93 A dan nilai arus pelepasan (IRE) 0,91 A. dari hasil
perhitungan didapatkan nilai rasio penyetelan ulang pada rele sebesar 0,98.
Pada pengukuran kelima dengan nilai arus penyetelan 1,2 A didapatkan
nilai arus penghasutan (IST) 1,11 A dan nilai arus pelepasan (IRE) 1,09 A.
dari hasil perhitungan didapatkan nila rasio penyetelan ulang pada rele
sebesar 0,98.

Dari hasil pengukuran yang telah dilakukan.Dapat dilihat bahwa


nilai arus pengasutan (IST) mendekati nilai arus penyetelan (IS) dengan
selisih nilai yang kecil.Hal ini berarti rele arus lebih beroperasi pada saat
nilai arus pengasutannya mendekati nilai arus penyetelan yang telah
ditentukan.Kemudian dan hasil pengukuran yang telah dilakukan dapat
dilihat bahwa nilai arus pelepasan (IRE) selalu lebih kecil dari nilai arus
pengasutan (IST), hal ini membuktikan bahwa nilai factor arus kembali
adalah benar selalu kurang dari satu.

9.2. Analisa Hasil Percobaan Kedua


Pada percobaan kedua rangkaian yang digunakan adalah rangkaian
pada gambar 3.5 rangkaian tersebut ditujukan untuk mengukur konsumsi
data intrinsic.Konsumsi daya intrinsic dapat diperoleh dengan
menjumlahkan daya terlihat pada rangkaian elektronik dengan daya
terlihat pada rangkaian pengukuran. Catat nilai pengukuran arys dan
tegangan untuk menentukan konsumsi daya intrinsic pada rangkaian
elektronik dengan table 2 dan pada rangkaian pengukuran dengan
melengkapi table 3.
Pada saat nilai arus yang masuk ke rangkaian diatur sebesar 1 A.
didapatkan nilai pengukuran arus dan tegangan pada rangkaian elektronik
dengan nilai arus sebesar 20,06 mA ayat 0,02006 A dan nilai tegangan
sebesar 237 V. sedangkan pada rangkaian pengukuran didapatkan nilai
arus sebesar 1 A dan nilai tegangan sekitar 66 mV atau 0,066 V. hasil
pengukuran arus dan tegangan tersebut selanjutnya digunakan untuk
mencari daya terlihat pada masing - masing rangkaian. Pada rangkaian
elektronik diperoleh nilai daya terlihat sebesar 4,75 VA, sedangkan pada
rangkaian pengukuran diperoleh nilai daya terlihat sebesar 0,066 VA. Nilai
daya terlihat pada rangkaian elektronik dan rangkaian pengukuran
selanjutnya dijumlahkan untuk memperoleh nilai konsumsi daya
intrinsic.Dari hasil penjumlahan diperoleh nilai untuk konsumsi daya
intrinsic sebesar 4m82 VA.

Dari hasil percobaan kedua dapat dilihat bahwa nilai arus dan
tegangan pada rangkaian elektronik dan rangkaian pengukuran berbanding
terbalik.Pada rangkaian elektronuk nilai tegangan yang didapatkan lebih
besar daripada nilai arusnya.Sedangkan pada rangkaian pengukuran nilai
aurs lebih besar daripada nilai tegangannya.

9.3. Analisa Hasil Percobaan Ketiga


Pada percobaan ketiga rangkaian yang digunakan adalah sama
dengan rangkaian yang digunakan pada percobaan keempat yaitu
rangkaian yang digambarkan pada gambar 3.6. percobaan ini dilakukan
untuk mengetahui karakteristik dari pengoperasian rele arus lebih waktu
terbalik. Pada percobaan ketiga, rele diatur dengan tingkat waktu seketika
(I>>) 0, factor waktu (K) 30 (artinya : tms diberikan 0,3), arus dasar IB 2
(artinya : Is diberikan 0,4 ) dan jembatan A8 – 12 terpasang ke CB. Pada
percobaan ini pengukuran dilakukan sebanyak Sembilan kali pengukuran
dengan arus gangguan dari pengukuran pertama sampai kesembilan adalah
0,44 A, 0,54 A, 0,64 A, 9,72 A, 0,84 A, 0,94 A, 1,04 A, 1,14 A, dan 1,24
A. Gunakan stopwatch dan catat penunjukkan waktunya sebagai
pengukuran waktu tunda operasi rele pada tabel 4.

Pada pengukuran pertama, denga arus gangguan (IF) sebesar 0,44 A


didadaptkan waktu tunda operasi rele selama 9,15 detik sedangkan
berdasarkan hasil perhitungan waktu tunda operasi rele didapatkan sebesar
22,1 detik. Harga factor keamanan (KFK) didapat sebesar 1,1 dari hasil
perhitungan. Pada pengukuran kedua, dengan arus gangguan (IF) sebesar
0,54 A didapatkan waktu tunda operasi rele selama 5,27 detik sedangkan
berdasarkan hasil perhitungan didapatkan sebesar 6,,98 detik. Harga factor
keamanan (KFK) didapatkan sebesar 1,36 dari hasil perhitungan. Pada
pengukuran ketiga, dengan arus gangguan (IF) sebesar 0,64 A didapatkan
waktu tunda operasi rele selama 3,89 detik. Sedangkan berdasarkan hasil
perhitungan didappatkan 4,45 detik harga factor keamananan (KFK)
didapatkan sebesar 1,6 dari hasil perhitungan. Pada pengukuran keempat,
dengan arus gangguan (IF) sebesar 0,74 didapatkan waktu tunda operasi
rele selama 2,78 detik sedangkan berdasarkan hasil perhitungan didapat
sebesar 3,39 detik. Harga factor keamanan (KFK) didapatkan sebesar 1,85
dari hasil perhitungan. Pada pengukuran kelima dengan arus gangguan
(IF) sebesar 0,84 didapatkan waktu tunda operasi rele selama 2,58 detik
sedangkan berdasarkan hasil perhitungan didapat sebesar 2,8 detik. Harga
factor keamanan (KFK) didapatkan sebesar 2,1 dari hasil perhitungan.
Pada pengukuran keenam, dengan arus gangguan (IF) sebesar 0,94
didapatkan waktu tunda operasi rele selama 2,37 detik sedangkan
berdasarkan hasil perhitungan didapat sebesar 2,44 detik. Harga factor
keamanan (KFK) didapatkan sebesar 2,35 dari hasil perhitungan. Pada
pengukuran ketujuh, dengan arus gangguan (IF) sebesar 1,04 didapatkan
waktu tunda operasi rele selama 1,99 detik sedangkan berdasarkan hasil
perhitungan didapat sebesar 2,17 detik. Harga factor keamanan (KFK)
didapatkan sebesar 2,6 dari hasil perhitungan. Pada pengukuran kedelapan,
dengan arus gangguan (IF) sebesar 1,14 didapatkan waktu tunda operasi
rele selama 1,92 detik sedangkan berdasarkan hasil perhitungan didapat
sebesar 1,98 detik. Harga factor keamanan (KFK) didapatkan sebesar 2,85
dari hasil perhitungan. Pada pengukuran kesembilan, dengan arus
gangguan (IF) sebesar 1,24 didapatkan waktu tunda operasi rele selama
1,80 detik sedangkan berdasarkan hasil perhitungan didapat sebesar 1,85
detik. Harga factor keamanan (KFK) didapatkan sebesar 3,1 dari hasil
perhitungan.

Dari hasil percobaan dapat diketahui bahwa rele arus lebih waktu
terbalik bekerja dengan dipengaruhi waktu diamana semakin besar arus
gangguan yang diberikan ke rele maka akan semakin cepat waktu tunda
operasi rele.

9.4. Analisa Hasil Pecobaan Keempat


Pada percobaan keempat rangkaian yang digunakan merupakan
rangkaian yang digambarkan pada gambar 3.6. Prosedur kerja pada
percobaan ini sama seperti percobaan ketiga tetapi factor waktu (K) yang
digunakan pada rele berbeda. Pada percobaan keempat factor waktu yang
digunakan adalah 50 (artinya : tms yang diberikan 0,5) nilai arus yang
diberikan juga sama yakni 0,44 A, 0,54 A, 0,64 A, 0,74 A, 0,84 A, 0,94 A,
1,04 A, 1,14 A, dan 1,24 A.

Pada pengukuran pertama, dengan arus gangguan (IF) sebesar 0,44


didapatkan waktu tunda operasi rele selama 18,84 detik sedangkan
berdasarkan hasil perhitungan didapat sebesar 36,84 detik. Harga factor
keamanan (KFK) didapatkan sebesar 1,1 dari hasil perhitungan. Pada
pengukuran kedua, dengan arus gangguan (IF) sebesar 0,54 didapatkan
waktu tunda operasi rele selama 8,02 detik sedangkan berdasarkan hasil
perhitungan didapat sebesar 11,63 detik. Harga factor keamanan (KFK)
didapatkan sebesar 1,35 dari hasil perhitungan. Pada pengukuran ketiga,
dengan arus gangguan (IF) sebesar 0,64 didapatkan waktu tunda operasi
rele selama 5,46 detik sedangkan berdasarkan hasil perhitungan didapat
sebesar 7,42 detik. Harga factor keamanan (KFK) didapatkan sebesar 1,6
dari hasil perhitungan. Pada pengukuran keempat, dengan arus gangguan
(IF) sebesar 0,74 didapatkan waktu tunda operasi rele selama 4,34 detik
sedangkan berdasarkan hasil perhitungan didapat sebesar 5,65 detik.
Harga factor keamanan (KFK) didapatkan sebesar 1,85 dari hasil
perhitungan. Pada pengukuran kelima, dengan arus gangguan (IF) sebesar
0,84 didapatkan waktu tunda operasi rele selama 4,14 detik sedangkan
berdasarkan hasil perhitungan didapat sebesar 4,67 detik. Harga factor
keamanan (KFK) didapatkan sebesar 2,1 dari hasil perhitungan. Pada
pengukuran keenam, dengan arus gangguan (IF) sebesar 0,94 didapatkan
waktu tunda operasi rele selama 3,82 detik sedangkan berdasarkan hasil
perhitungan didapat sebesar 4,07 detik. Harga factor keamanan (KFK)
didapatkan sebesar 2,35 dari hasil perhitungan. Pada pengukuran ketujuh,
dengan arus gangguan (IF) sebesar 1,04 didapatkan waktu tunda operasi
rele selama 3,39 detik sedangkan berdasarkan hasil perhitungan didapat
sebesar 3,63 detik. Harga factor keamanan (KFK) didapatkan sebesar 2,6
dari hasil perhitungan. Pada pengukuran kedelapan, dengan arus gangguan
(IF) sebesar 1,14 didapatkan waktu tunda operasi rele selama 3,16 detik
sedangkan berdasarkan hasil perhitungan didapat sebesar 3,3 detik. Harga
factor keamanan (KFK) didapatkan sebesar 2,85 dari hasil perhitungan.
Pada pengukuran kesembilan, dengan arus gangguan (IF) sebesar 1,24
didapatkan waktu tunda operasi rele selama 2,96 detik sedangkan
berdasarkan hasil perhitungan didapat sebesar 3,06 detik. Harga factor
keamanan (KFK) didapatkan sebesar 3,1 dari hasil perhitungan.

Dari hasil percobaan bahwa rele arus lebih waktu terbalik bekerja
dipengarui waktu, dimana semakin besar arus gangguan yang diberikan ke
rele maka akan semakin cepat waktu tunda operasi rele. Terdapat
perbedaan dlam waktu tunda operasi rele pada percobaan ketiga dan
keempat. Dimana pada percobaan keempat waktu tunda operasi rele lebih
besar daripada percobaan ketiga, hal tersebut dikarekan factor waktu (K)
pada percobaan keempat disetel le bih besar (0,5) dibandingkan pada
percobaan ketiga dimana factor waktu (K) yang disetel adalah 30 (tms
diberikan 0,3)

9.5. Analisa Hasil Percobaan Kelima


Pada percobaan kelima rangkaian yang digunakan adalah rangkaian
[ada gambar 3.6. [ertama buat penyetelan pada rele dengan arus dasar (IB)
sebesar 2. (Is = 0,4 A). Tingkat waktu seketika (I>>) sebesar 2 (hasil pada
harga pengoperasian 2 x Is = 0,8 A), dan factor waktu (K) 10.

Pada saat CB di onkan dan secara bersamaan stopwatch dihidupkan


dengan sektika rele langsung bekerja memutuskan rangkaian. Sehingga
lampu indicator OFF pada CB langsung menyala, Reaksi rele untuk tingkat
waktu seketika mendekati nol. Dengan deminikian rele arus lebih untuk
tingkat waktu seketika beroperasi tidak dipengaruhi waktu.

10. Kesimpulan
10.1 Rele arus lebih adalah suatu rele yang bekerja berdasarkan kenaikan
besaran arus yang melebihi sautu nilai pengamanan tertentu dan dalam
jangka waktu tertentu. Rele arus lebih tidak hanya bekerja karena
adanya kenaikan arus tetapi yang terpenting adalah keamanan rele
untuk mendeteksi dan memonitor kenaikan arus bila telah melampaui
batas arus dan waktu yang ditentukan.
10.2 Konsumsi daya intrinsic dapat diperoleh dengan menjumlahkan daya
pada rangkaian elektronik dengan daya pada rangkaian pengukuran.
10.3 Pada rangkaian elektronik nilai tegangan lebih besar daripada nilai
arusnya, sedangkan pada rangkaian pengukuran nilai tegangan lebih
kecil daripada nilai arusnya.
10.4 Rele arus lebih waktu terbalik merupakan rele arus lebih yang bekerja
dipengaruhi waktu, dimana semain besar arus gangguan yang masuk ke
rele maka akan semakin cepat waktu operasi rele.
10.5 Rele arus lebih waktu seketika merupakan rele arus lebih yang
beroperasi tanpa dipengaruhi waktu (nilai t nya mendekati 0).
LAMPIRAN