Anda di halaman 1dari 4

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Pengaruh pH Media terhadap Jumlah Koloni Total

Berikut hasil yang diperoleh dari faktor pH media terhadap jumlah


koloni total.

3500000
3000000
jumlah koloni total

2500000
2000000 pH = 5
1500000 pH = 7
pH = 10
1000000
500000
0
Hari ke-1 Hari ke 2 Hari ke-3

Gambar 4.1 Pengaruh pH media terhadap jumlah koloni total

Berdasarkan grafik diatas dapat dilihat bahwa jumlah koloni total


pada jenis media PDA yang terbanyak terjadi saat pH = 10, diikuti oleh pH =
7 dan yang tersedikit terjadi saat pH = 5. Pada pH = 10 jumlah koloni
totalnya 2.543.400, 2.861.325 dan 3.179.250. Pada pH = 7 jumlah koloni
totalnya 2.225.475, 2.543.400 dan 2.861.325. Sedangkan pada pH = 5 jumlah
koloni totalnya 1.271.700, 1.589.625 dan 1.907..550.
Salah satu faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap viabilitas
suatu bakteri adalah pH. Pengaruh pH terhadap pertumbuhan bakteri
berkaitan dengan aktivitas enzim untuk mengkatalisis reaksi-reaksi yang
berhubungan dengan pertumbuhan bakteri. Jika pH pertumbuhan bakteri
tidak optimum akan mengakibatkan terganggunya pertumbuhan bakteri
(Respati, 2017). Mikroba umumnya menyukai pH netral, namun apabila
terdapat mikroba yang dapat tumbuh di pH asam, maka pertumbuhan koloni
didominasi oleh jamur. Meskipun pH optimum untuk pertumbuhan koloni
adalah 7, pada pH = 9 mikroba masih dapat tumbuh dan berkembang biak
dengan baik. (Maizeli, dkk., 2015)
Fenomena ini sesuai dengan teori bahwa pH optimum untuk
pertumbuhan koloni adalah pada 7 – 7,5 dengan pH minimum 4 dan pH
maksimum 9-10 (Faridz, dkk., 2007). Hal ini terjadi karena pada air
pertumbuhan didominasi oleh bakteri dan mikroba yang dapat tumbuh di pH
antara 8,4-9,5 termasuk mikroba alkalifil. Mikroba alkalifil merupakan
kelompok mikroba yang mampu tumbuh pada pH lebih dari 8 (Maizeli, dkk.,
2015). Pada pH = 9-10 pertumbuhan sel sangat baik, sedangkan pada pH = 5
pertumbuhan maupun aktivitas metabolisme sel menurun, hal ini
menunjukkan terjadinya penghambatan pertumbuhan. Pada pH yang rendah,
membran sel menjadi jenuh oleh ion hidrogen sehingga membatasi transport
membran. Keracunan yang terjadi pada pH rendah adalah karena sebagian
substansi asam yang tidak terurai meresap ke dalam sel, sehingga terjadi
ionisasi dan pH sel berubah. Perubahan ini menyebabkan proses pengiriman
asam-asam amino dari RNA terhambat sehingga menghambat pertumbuhan
dan bahkan dapat membunuh mikroba (Agustiyani, dkk., 2004). Hal ini
ditunjukkan dengan penampakan banyaknya koloni yang paling baik dan rata
– rata pertambahan panjang diameter koloni yang paling tinggi terjadi saat pH
= 10, sebaliknya pada pH = 5 tidak memperlihatkan pertumbuhan koloni
yang signifikan (Achmad, dkk., 2013).

4.3 Pengaruh Jenis Desinfektan terhadap Radius Perkembangan Mikroba

Berikut hasil yang diperoleh dari faktor perbedaan desinfektan yang


digunakan terhadap radius perkembangan mikroba.

2.62 2.6
2.6
radius rata-rata (cm)

2.58
2.56
2.54
2.52 2.5 2,5
2.5
2.48
2.46
2.44
Dettol Nuvo Antis

Gambar 4.4 Pengaruh jenis desinfektan terhadap radius perkembangan mikroba

Berdasarkan grafik di atas dapat dilihat bahwa radius perkembangan


mikroba pada jenis media PDA yang terbanyak adalah dengan menggunakan
desinfektan dettol, diikuti oleh desinfektan nuvo dan antis. Pada desinfektan
dettol diperoleh rata – rata radius perkembangan saat panen sebesar 2,6 cm.
Pada desinfektan nuvo dan antis diperoleh rata – rata radius perkembangan
saat panen sebesar 2,5 cm.
Menurut Food and Drug Administration (FDA), Hand sanitizer dapat
menghilangkan kuman kurang dari 30 detik. Alkohol yang terkandung pada
hand sanitizer memiliki kemampuan aktivitas bakteriosida yang baik
terhadap bakteri Gram positif dan Gram negatif. Selain itu, hand sanitizer
juga mengandung bahan antibakterial seperti triklosan atau agen antimikroba
lain yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri pada tangan seperti
Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Kandungan zak aktif berupa
alkohol juga mempengaruhi daya hambatnya. Alkohol dengan kadar 60-70 %
bersifat lebih polar sehingga mempunyai daya hambat labih baik. Selain
kandungan bahan, viskositas juga mempengaruhi daya hambat desinfektan.
Semakin rendah viskositasnya maka daya hambatnya juga semakin rendah.
Viskositas berpengaruh pada difusi sampel dalam media uji (Nugraheni,
2018)
Dapat disimpulkan bahwa fenomena yang terjadi sesuai teori, dimana
dettol menghasilkan radius perkembangan mikroba paling jauh karena
memiliki zat aktif alkohol 63% w/w dimana kandungan alkohol 60% adalah
yang paling efektif. Alkohol akan bekerja maksimal pada konsentrasi 60% -
80%. Konsentrasi alkohol terbaik sebagai aseptik yaitu 60%-80%.
Konsentrasi alkohol yang lebih tinggi akan mengurangi kemampuannya
dalam mendenaturasi protein karena denaturasi protein membutuhkan air
(Desiyanto, 2013).
Tambahan dapus

Desiyanto, Fajae Ardi Dan Sitti Nur Djannah. 2013. Efektifitas Mencuci Tangan
Menggunakan Cairan Pembersih Tangan Antiseptik (Hand Sanitizer)
Terhadap Jumlah Angka Kuman. Jurnal Kesmas, Vol.7, No.2, September
2013, Pp. 55 ~ 112
Aku udah print jurnalku sendiri
Kalo udah disusun kasih ke aku ya. Aku bantu koreksi lagi nanti