Anda di halaman 1dari 10

BAB 1.

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Seiring dengan perkembangan dibidang pangan yaitu dengan adanya
peningkatan produksi pangan bervariasi dari segi bahan dasar, rasa, bentuk, dan lain-
lain. Hal ini menunjukan bahwa masyarakat saat ini menginginkan variasi makanan
yang mempunyai gizi tinggi baik dari segi kualitas maupun kuantitasnya. Upaya
peningkatan konsumsi pangan tersebut tidak hanya menitik beratkan pada makanan
pokok dan lauk pauk saja tetapi juga terhadap makanan ringan. Salah satu contoh
makanan ringan yang popular yaitu bidaran.
Bidaran merupakan salah satu makanan ringan atau jenis kue kering yang
pengolahannya dengan cara digoreng. Banyak produk bidaran yang sudah beredar
dipasaran dengan segmen konsumen yang berasal dari berbagai jenis umur,
disamping itu banyak juga konsumen yang tertarik dengan produk bidaran karena
kerenyahannya dan pilihan rasanya. Selama ini sebagian besar produk yang beredar
di pasaran yaitu bidaran keju, bidaran yang didalamnya ditambahkan keju dan ada
juga bidaran lain dengan rasa tertentu karena didalamnya ditambahkan bumbu
tertentu.
Bidaran ikan merupakan variasi produk olahan dari bidaran dengan tujuan
menambah nilai gizi yaitu dengan penambahan daging ikan. Dibuat dari daging ikan
yang ditambahkan tepung tapioka dan bumbu lainnya. Adonan ini dicetak lonjong
berbentuk stik. Setelah itu bidaran ikan sudah dicetak kemudian digoreng dengan
minyak panas. Bidaran ikan yang sudah berwarna kuning keemasan diangkat dan
ditiriskan dari minyaknya. Setelah dingin, bidaran dikemas dengan kemasan plastik
PP (Polypropylene) atau zipper. Bidaran ikan dalam kemasan ini memiliki daya tahan
cukup lama dengan ketentuan kemasan tidak bocor dan disimpan pada suhu ruangan
normal.

1
1.2 Tujuan
Tujuan dari dijalankannya kegiatan usaha bidaran ikan ini adalah :
1. Mengetahui anggaran-anggaran yang dibutuhkan dalam pembuatan bidaran
ikan tongkol
2. Untuk mengetahui proses pembuatan bidaran ikan tongkol

1.3 Manfaat
Manfaat dari dijalankannya kegiatan usaha bidaran ikan ini adalah :
1. Dapat dijadikan referensi mengenai pengolahan bidaran ikan
2. Dapat menciptakan peluang bisnis dalam berwirausaha dan menciptakan
lapangan pekerjaan baru khususnya produk bidaran ikan
3. Memberikan lapangan pekerjaan bagi orang yang belum mempunyai
pekerjaan.

2
BAB 2. METODOLOGI

2.1 Waktu dan Tempat pelaksanaan


Waktu : Jumat 17 Mei 2019
Pukul : 13.00 - Selesai
Tempat : Jln. Mastrip V No. 189 RT. 03 RW. 07 Kel. Tegal Gede Kec.
Sumbersari Kab. Jember

2.2 Alat dan Bahan


Adapun alat dan bahan yang digunakan dalam pembuatan bidaran ikan di
antaranya yaitu :
 Alat – alat yang digunakan :
Baskom
Sendok
Wajan
Spatula
Kompor
Pisau
Parutan keju

 Bahan-bahan yang dibutuhkan:


Tepung tapioka
Ikan
Telur
Margarin
Garam
Penyedap rasa
Minyak goreng
Keju

3
2.3 Prosedur Pembuatan bidaran ikan :
1. Menyiapkan alat dan bahan
2. Mencincang ikan hingga halus
3. Campur semua bahan (telur, ikan, margarin, tepung tapioka, penyedap rasa,
garam, dan keju) kemudian diuleni sampai kalis
4. Ambil sejumput adonan kemudian gulung kecil-kecil, karena setelah di
goreng adonan akan mengembang.
5. Adonan yang telah di gulung di masukkan ke dalam wajan yang berisi
minyak goreng dingin.
6. Kemudian goreng adonan di atas api sedang sampai berwarna kekuningan.
7. Jika sudah matang, bidaran ditiriskan.
8. Setelah ditiriskan dan bidaran sudah dingin timbang bidaran dengan berat 70
gram.
9. Setelah itu bidaran dikemas dalam plastik zipper dan di beri label.

4
BAB 3. PEMBAHASAN

3.1 Pengertian Makanan Ringan


Makanan Ringan, camilan, atau kudapan (bahasa Inggris: snack) adalah istilah
bagi makanan yang bukan merupakan menu utama (makan pagi, makan siang atau
makan malam). Makanan yang dianggap makanan ringan merupakan makanan untuk
menghilangkan rasa lapar seseorang sementara waktu, memberi sedikit pasokan
tenaga ke tubuh, atau sesuatu yang dimakan untuk dinikmati rasanya.

3.2 Pengertian Ikan Tongkol


Ikan tongkol (Euthynnus affinis) merupakan golongan dari ikan tuna kecil.
Badannya memanjang, tidak bersisik kecuali pada garis rusuk. Sirip punggung
pertama berjari-jari keras 15, sedangkan yang kedua berjari-jari lemah 13, diikuti 8 –
10 jari - jari sirip tambahan. Ukuran asli ikan tongkol cukup besar, bisa mencapai 1
meter dengan berat 13,6 kg. Rata-rata, ikan ini berukuran sepanjang 50-60 cm. Ikan
tongkol memiliki kulit yang licin berwarna abu-abu, dagingnya tebal, dan warna
dagingnya merah tua.
Komponen kimia utama daging ikan adalah air, protein dan lemak yaitu
berkisar 98% dari total berat daging. Komponen ini memiliki pengaruh besar
terhadap nilai nutrisi, sifat fungsi, kualitas sensori, dan stabilitas penyimpanan
daging. Kandungan komponen kimia lainnya seperti karbohidrat, vitamin dan 10
mineral berkisar 2% yang berperan pada proses biokimia di dalam jaringan ikan mati
(Sikorski dan Pan, 1994). Ikan tongkol (Euthynnus affinis) merupakan jenis ikan
dengan kandungan gizi yang tinggi yaitu kadar air 71,00 – 76,76%, protein 21,60 –
26,30%, lemak 1,30 – 2,10%, mineral 1,20 – 1,50% dan abu 1,45 – 3,40%.

3.3 Pengertian Bidaran


Bidaran sering di sebut jajanan telur gabus (orang jawa menyebutnya).
Bidaran sangat cocok untuk cemilan keluarga karena dari segi kandungan, bidaran

5
juga memiliki khas pada bentuk dan cita rasanya. Produk olahan ikan khususnya ikan
tongkol merupakan inovasi dari hasil olahan produk perikanan. Dimana mayoritas
ikan tongkol hanya untuk disajikan dengan cara dipindangkan oleh masyarakat
Indonesia. Maka diciptakanlah sebuah inovasi cemilan bidaran dengan bahan utama
ikan tongkol. Dengan diciptakannya inovasi produk, diharapkan bisa menambah nilai
jual dan memotivasi para masyarakat bahwa sumber daya alam yang ada di Indonesia
sangat bermanfaat untuk kesejahteraan dan pemikiran untuk maju sebagai
wirausahawan.

3.4 Perhitungan Biaya


 Biaya Bahan

No Keterangan Jumlah Satuan Harga


1 Tepung Tapioka 500 Gram Rp 5.570
2 Ikan 1/2 Kg Rp 17.000
3 Telur 1/4 Kg Rp 6.000
4 Margarin 1 Bungkus Rp 8.000
5 Garam 1/2 Bungkus Rp 1.000
6 Penyedap Rasa 1 Bungkus Rp 500
7 Minyak Goreng 1 Liter Rp 12.000
8 Keju Cheddar 75 Gram Rp 11.600
9 Bumbu Tabur 1/2 Bungkus Rp 3.000
Total Rp 64.670

6
 Biaya Alat

No Uraian Jumlah Jumlah biaya


1 LPG 1/2 Rp 9.000
2 Zipper 8 Rp 17.000
3 Plastik kresek 1 Rp 1.000
Total Rp 27.000

 Biaya Lain-lain
No Uraian Satuan Harga
1 Label - Rp 10.000
2 Biaya sewa - Rp 25.000
Total Rp 35.000

No Keterangan Jumlah
2 Total Biaya Bahan Rp 64.670
3 Total Biaya Alat Rp 27.000
4 Total Biaya Lain- Lain Rp 35.000
Jumlah Rp 126.670

 Perhitungan BEP
Berdasarkan hasil perhitungan biaya dan laba produksi dapat dihitung BEP ( unit)
dan BEP harga sebagai berikut :
a. BEP (Harga)
Biaya Total
BEP (Harga) = Produksi Total
Rp 126.670
= 20 unit

= Rp 6.333,5 (Rp 6.000 per unit)

7
Interpretasi :
Dari perhitungan yang telah dilakukan dapat diketahui bahwa BEP dalam harga
sebesar Rp 6.000 per unit, yang artinya apabila jumlah produk yang diproduksi dijual
dengan harga Rp 6.000 per unit maka produsen tidak mengalami kerugian dan tidak
pula mendapatkan keuntungan karena berada pada kondisi impas atau total biaya
produksi sama dengan pendapatan yang diterima.
b. BEP (Unit)
Biaya Total
BEP (Unit) = Harga Jual Per produk
RP 126.670
= Rp 7.000

= 18.095 unit (18 unit)


Interpretasi :
Dari perhitungan yang telah dilakukan dapat diketahui bahwa BEP unit sebesar 18
unit, artinya apabila jumlah produk yang diproduksi dan terjual sebanyak 18 unit,
produsen tidak mengalami kerugian dan tidak pula mendapatkan keuntungan karena
berada pada kondisi impas atau total biaya produksi sama dengan output yang
dihasilkan.

8
BAB 4. PENUTUP

4.1 Kesimpulan
Berdasarkan praktikum produksi perikanan “Produk Bidaran Ikan Tongkol” dapat
disimpulkan bahwa pembuatan produk bidaran ikan merupakan salah satu cara untuk
memanfaatkan hasil perikanan dengan mengolah menjadi produk yang dapat
meningkatkan nilai jual. Dengan menggunakan metode BEP unit dan BEP harga,
produk bidaran ikan dikatakan layak dan pantas untuk diusahakan.

4.2 Saran
Kita harus memahami peluang-peluang usaha yang ada di dalam dunia agribisnis
khususnya bidang perikanan, karena dengan kita mengetahui peluang yang ada maka
kita akan mudah dalam mengolah hasil perikanan menjadi produk lain yang sesuai
dengan keinginan pasar dan memiliki nilai jual yang lebih tinggi. Dengan mengetahui
cara pemanfaatan dari suatu hasil perikanan tersebut lalu menerapkannya dalam suatu
usaha, maka akan diperoleh keuntungan lebih besar dan dapat meningkatkan
penghasilan usaha tersebut.

9
LAMPIRAN

10