Anda di halaman 1dari 10

ANALISA PROSES INTERAKSI (API)

Inisial klien : An. E


Status interaksi : Interaksi 1 (SP 1 RPK)
Lingkungan : Di ruang tunggu Poli Psikiatri RSSA
Deskripsi klien : Klien duduk didepan perawat, keadaan tenang.
Tujuan : Klien tahu tanda-tanda, bentuk, frekuensi, penyebab, damdek dari marah yang dilakukan dan mampu
melakukan cara mengontrol marah dengan latihan fisik 1 (tarik nafas dalam) dan latihan fisik 2 (Pukul bantal)
Nama Mahasiswa : Miftakhul Jannah
Tanggal : 9 Mei 2019
Jam : 10.15 WIB
KOMUNIKASI NON ANALISA BERPUSAT ANALISA BERPUSAT
KOMUNIKASI VERBAL RASIONAL
VERBAL PADA PERAWAT PADA KLIEN
P : Assalamu’alaikum, P : Menghampiri klien, Perawat memulai Klien tamdek bersedia Dengan mengucapkan
selamat pagi Dek. mengulurkan tangan percakapan dengan sikap berinteraksi salam, sikap ramah dan
Perkenalkan saya Jannah K : Melihat kearah terbuka lembut merudekan awal
Mahasiswa keperawatan perawat, mengulurkan terjadinya hubungan
Brawijaya, ingin ngobrol- tangan, tersenyum, saling percaya klien
ngobrol sekitar 10 menit dan ekspresi tumpul. dengan perawat. Sesuai
sama Adek adekah bisa? dengan teori bahwa
keberhasilan membina
hubungan saling percaya
sangat dipengaruhi oleh
komunikasi verbal dan
non verbal yang
disampaikan oleh perawat
K : wa’alaikumsalam K : klien duduk di kursi Perawat tetap menjaga Klien berespon positif Perawat
mbak, iya boleh tunggu posisi tubuh dengan dengan salam yang mempertahankan sikap
P : mempertahankan terapeutik disampaikan oleh terbuka, duduk disamping
sikap terbuka, duduk perawat klien dan mendengarkan
disamping klien, dan dengan penuh perhatian
mendengarkan ketika berinteraksi dengan
dengan penuh klien. Sesuai dengan teori
perhatian hal ini merudekan sikap-
sikap yang harus
dilakukan dalam
melakukan hubungan
terapeutik sehingga klien
dapat berespoin positif
terhadap interaksi yang
dilakukan.
P : Bagaimana kabarnya P : Suara jelas, tetap Perawat mencoba Klien tamdek senang Perawat menunjukkan
hari ini Dek? tersenyum, membuka diri dan tetap hubungan yang terbuka
mempertahankan berkomunikasi kepada dengan klien. Hal ini
sikap terbuka, klien, sambil menatap sesuai dengan teori
memandang klien wajah klien komunikasi yaitu teknik
dengan bersahabat komunikasi terapeutik
K : Menoleh kearah dimana bahwa untuk
perawat sambil mendapatkan data
tersenyum diperlukan pertanyaan
dan sikap terbuka dari
perawat dalam
memahami kebutuhan
klien saat ini
K : Baik mbak K : kepala menunduk, Perawat Klien tamdek senang Perawat menggunakan
wajah tersenyum mempertahankan sikap teknik komunikasi
P : menganggukkan terbuka menerima klien terbuka. Hal ini sesuai
kepala, memandang apa adanya dan dengan teori bahwa sikap
wajah klien dan menunjukkan perhatian terapeutik yaitu
mencoba menarik terhadap kebutuhan klien keterbukaan, jujur,
perhatian klien keiklasan dan
penggunaan teknik
terapeutik akan
mempengaruhi
keberhasilan interaksi

KOMUNIKASI NON ANALISA BERPUSAT ANALISA BERPUSAT


KOMUNIKASI VERBAL RASIONAL
VERBAL PADA PERAWAT PADA KLIEN
Mau tanya Dek, tadi P : menanyakan dengan Perawat menanyakan Klien tamdek Mempemudah menggali
waktu daftar katanya kata-kata yang jelas, klien & mengajak klien memperhatikan fokus informbaki
keluhannya marah- dan keadaan klien untuk tetap menjaga bahasan dalam interaksi
marah sama susah saat itu kesehatan klien
tidur itu sebabnya apa K : Menganggukkan
Dek? kepala,
mendengarkan
penjelasan dari
perawat, dan
memberikan feedback
K : saya juga nggak tahu K : menjawab pertanyaan Perawat Perhatian klien dalam Jawaban yang
awalnya apa, mungkin yang diberikan oleh mempertahankan sikap berinteraksi dengan disampaikan
sudah kebiasaan perawat, pasien terbuka perawat mbakih terkontrol menunjukkan bahwa klien
menjawab namun kooperatif terhadap
hanya singkat saja, pertanyaan perawat
kemudian klien walaupun ekspresi klien
menundukkan kepala seperti ingin menutupi
P : Menganggukkan namun klien berusaha
kepala, bercerita pada perawat
mendengarkan klien,
tetap
mempertahankan
sikap terbuka
P : oh iya Dek (perawat P : menanyakan kondisi Perawat mencoba Klien tamdek Perawat berusaha
memutuskan untuk klien , tersenyum, mengembalikan emosi memperhatikan fokus mengalihkan
tidak terlalu menggali ekpresi wajah klien bahasan dalam interaksi pembicaraan dan mencari
marah yang dulu bersahabat. topik lain agar klien tidak
dilakukan oleh klien). K : Mendengarkan, mulai bersedih.
Saya punya cara tamdek tersenyum,
untuk mengatasi kontak mata kurang.
marah-marahnya Dek.
Ada 4 cara untuk
mengatasi marah-
marahnya mbak, yang
pertama latihan fisik,
terus minum obat,
bercakap-cakap, dan
cara spiritual,
sekarang saya ajari
cara mengontrol yang
pertama mau Dek?
K : Iya mau mbak K : ekspresi senang, , Memperhatikan klien Klien mencoba untuk Perawat memberi
kontak mata kurang berkomunikasi tetapi kesempatan kepada
P : Memperhatikan klien terlihat malu untuk klien.hal ini dapat
dan tetap bersikap berbicara mengajak klien untuk
terbuka melatih cara
berkomunikasi dengan
orang di sekitarnya
P: Cara yang pertama itu P : tersenyum, Perawat mencoba Perhatian klien dalam Perawat memfokuskan
memakai latihan fisik memandang klien berinteraksi pada klien berinteraksi dengan topik bahasan interaksi.
yang bisa dilakukan dengan senang, dengan teknik komunikasi perawat mbakih terkontrol Hal ini sesuai dengan
dengan tarik nafas menjelaskan dengan, terbuka dan mencotohkan teori bahwa interaksi yang
dalam Dek. Begini mempraktekkan cara cara tarik nafas dalam efektif harus memenuhi
caranya Dek, pertama tarik nafas dalam teknik komunikasi, salah
tarik nafas dalam K : Tersenyum, satunya adalah focusing
lewat hidung, tahan 3 mengangguk- Perawat mencoba
detik terus dikeluarkan anggukkan kepala , mencontohkan agar klien
lewat mulut pelan- mudah memahami
pelan Dek. Nah ayok
praktek bersama-
sama Dek.
K : Begini ya mbak? K : Memandang perawat Memperhatikan klien Klien mampu melakukan Perawat menggali faktor
sambil teknik nafas dalam presipitasi yang dialami
mempraktekkan yang oleh klien. Menurut
diajarkan oleh konsep bahwa
perawat pertanyaan terbuka akan
P : Memperhatikan klien, menghasilkan data
tetap bersikap terbuka kualitatif tentang faktor
pencetus
P : nah bener Dek. Itu P : Sikap badan terbuka, Perawat mencoba Klien tamdek memahami Untuk melatih
bisa dipraktikkan kalau badan condong menjelaskan cara dan menyetujui saran dari kemampuan klien dimulai
Adek lagi pengen kedepan, mengontrol marah perawat dengan memberikan
marah ataupun kalau memandang klien, dengan latihan fisik 2 pengetahuan secara
Adek sedang capek. berbicara dengan kognitif. Kemempuan
Nah cara latihan fisik 2 persuasif kognitif akan menjadi
Dek Even Bisa K : Menganggukkan dasar dalam melakukan
melakukan pukul kepala, tersenyum, kemampuan psikomotor.
bantal kalau marahnya ekpresi wajah senang
sudah kelewatan
K : oh iya mbak. K : Tersenyum, Perawat mendengarkan Klien menyetujui Klien memahami cara
memandang perawat, dan memperhatikan klien penjelasan perawat mengontrol marah
sambil mengangguk- dengan cara pertama
anggukkan kepala
P : Ekpresi wajah
senang,
memperhatikan klien,
tetap bersikap terbuka
P : nah Dek itu latihannya P : tersenyum, Perawat mencoba Klien memperhatikan Perawat mencoba
bisa dilakukan setiap memandang klien membakukkan dalam perawat membakukkan jadwal
hari ya. Nah Dek tadi dengan senang, jadwal harian klien latihan klien untuk
apa saja cara yang menjelaskan dengan memudahkan klien dalam
bisa dilakukan untuk nada suara yang latihan
mengontrol marah? lemah lembut, suara
jelas.
K : Tersenyum,
mengangguk-
anggukkan kepala
K : Tarik nafas, pukul K : Tersenyum sambil Perawat melihat Klien menyetujui perawat Hal ini menunjukkan
bantal, obat, menganggukan pasiendengan eye untuk pamit bahwa antara klien dan
bercakap-cakap, sama kepala contact dipertahnkan perawat telah terjadi trust.
spiritual P : tersenyum, ekspresi Hal ini sesuai dengan
wajah senang teori bahwa aspek utama
untuk mempertahankan
hubungan adalah adanya
hubungan saling percaya
P : iya bener Dek, Dek ini P : Perawat mulai Perawat mengajak untuk Klien bersikap antusias Perawat memberikan
udah 10 menit, terminasi dan sebelumnya berkomunikasi secara dengan pembicaraan pujian agar klien merasa
bagaimana memberikan pujian pada terbuka dan menggali karena klien senang dihargai dan
perasaanya setelah klien data yang ingin di dikunjungi perawat meningkatkan
ngobrol dengan saya? K : Klien mendengarkan, butuhkan kepercayaan diri klien
memahami perkataan dan
pertanyaan perawat.
K : iya mbak saya agak K : klien senang dengan Perawat memahami dan Klien menjawab dengan Menurut konsep bahwa
tenang kedatangan saya mendengarkan perkataan rasa malu dan berbicara pertanyaan terbuka akan
P : perawat senang klien dengan dengan menatap muka menghasilkan data
mendengarkan dan berkomunikasi terbuka perawat kualitatif
memahami perkataan
klien
P : Nah Dek, kegiatan P : ekspresi wajah Perawat mencoba Klien memperhatikan Dengan kontrak yang
yang sudah diajarkan tersenyum, membuat kontrak yang penjelasan perawat dAdikat diharapkan klien
hari ini jangan lupa mempertahankan akan datang dapat tahu agenda
dipraktikkan ya. kontak mata selanjutnya
Jangan lupa minum K : klien menatap
obatnya dan rutin perawat, dan
kontrol menganggukkan
kepala

K : iya mbak. K : klien tamdek Perawat memperhatikan Klien menyetujui saran Klien menyetujui
tersenyum, kontak klien perawat kunjungan yang akan
mata baik dilakukan oleh perawat
P : mendengarkan klien,
tetap
mempertahankan
kontak mata dan
sikap tubuh condong
ke klien
P : Kalau begitu saya P : Perawat pamit ke klien Perawat melakukan Adik klien bersikap Membina BHSP
pamit dulu ya Dek. dan keluarga terminasi antusias dengan
Assalamu’allaikum. K : senang dan baik pembicaraan karena topik
yang dibicarakan adalah
termbakuk kesenangan
klien

Kendala: Pasien sempat mengalihkan pembicaraan beberapa menit namun kemudian pasien kembali fokus lagi
Kesan perawat: Pada pertemuan pertama perawat dapat berinteraksi dengan pasien secara baik. Teknik komunikasi efektif sehingga terbina
hubungan saling percaya.