Anda di halaman 1dari 29

PEDOMAN PENGORGANISASIAN

RUMAH SAKIT

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Organisasi rumah sakit mempunyai bentuk yang unik, yang berbeda
dengan organisasi lain pada umumnya. Rumah sakit mempunyai kekhususan
yang lahir dari adanya hubungan yang terjadi antara Kelompok dokter dengan
kelompok manajemen serta pemilik dari rumah sakit sendiri.Dokter dalam
kaitannya sebagai profesional tidak tepat jika ditempatkan secara hirarki
piramidal dalam struktur organisasi rumah sakit, namun mereka mempunyai
sendiri strukturnya dalam Medical Staff Organization. Secara klasik di
Amerika struktur organisasi rumah sakit memang khas sebagai splitting
organization dengan tiga pusat kekuasaan / kekuatan yaitu Governing Body
sebagai wakil pemilik, Administrator dan Medical Staff yang langsung
mendapat otoritasnya dari Governing Body. Oleh karena itu rumah sakit
memang merupakan sebuah organisasi yang memiliki tingkat kompleksitas
tinggi akibat adanya hubungan-hubungan tersebut, dimana otoritas formal
yang direpresentasikan oleh kelompok manajemen harus mengakomodasi
otoritas keilmuan dan keahlian yang dimiliki oleh kelompok dokter, dimana
secara historis mereka memegang peran yang sangat besar dalam organisasi
ruamah sakit dan mendapatkan otoritasnya dari Governing Body.
Untuk menjaga agar hubungan ketiganya berjalan harmonis,maka dipandang
perlu untuk disusun pedoman penggorganisasi rumah sakit dan unit kerja
sehingga haruslah diatur dengan baik keseimbangan dan keserasiannya dalam
menjalankan fungsi, kewenangan dan tanggung jawabnya masing-masing
dalam menjalankan misi rumah sakit secara keseluruhan, sehingga tujuan
organisasi rumah sakit dapat dicapai.

B. Tujuan Umum
Sebagai dasar dalam pembuatan kebijakan bagi unit kerja dalam
memberikan pelayanan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi dari Rumah
Sakit Medika Stannia

1
C. Tujuan Khusus
1. Untuk dapat menentukan tugas dan fungsi dari masing-masing satuan
kerja sehingga memberikan kontribusi pada pencapaian efektivitas
organisasi.

BAB II
GAMBARAN UMUM
RUMAH SAKIT MEDIKA STANNIA

Rumah Sakit Medika Stannia adalah rumah sakit swasta yang berdiri pada lokasi
strategis di jalan Jenderal Sudirman Nomor 03 Sungailiat , yang merupakan pusat
kota dari Kabupaten Bangka.
Rumah Sakit Medika Stannia pada awal berdiri dengan nama Balai Pengobatan
dan Rumah Bersalin (BPRB) pada Tanggal 01 Mei Tahun 1995, seiring dengan
perkembangan dan kebutuhan masyarakat, BPRB Sungailiat berubah menjadi Rumah
Sakit dengan nama Rumah Sakit Medika Stannia pada tanggal 28 April 2005. Status
kepemilikan dari Rumah Sakit Medika Stannia adalah unit usaha milik PT Rumah
Sakit Bakti Timah TMT 18 Desember 2014. Dengan kepemilikan PT Rumah Sakit
Bakti Timah diharapkan akan membantu pengembangan sarana dan prasarana yang
ada di Rumah Sakit Medika Stannia dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat di
bidang kesehatan. Rumah sakit mempunyai prinsip sosial ekonomi merupakan
rumah sakit for profit namun tidak meninggalkan prinsip – prinsip sosial. Saat ini RS
Bakti Timah mempunyai karyawan sejumlah 303 orang dengan perhitungan 70%
tenaga kesehatan dan 30% tenaga umum /administrasi. Hal ini berkaitan dengan
terwujudnya kesiapan RS dalam memberikan pelayanan yang lebih optimal.
RS Medika Stannia berkapasitas 77 tempat tidurdan akan dikembangkan secara
bertahap hingga seluruh kapasitas yang direncanakan bisa dioperasikan. Ketersediaan
tempat tidur ditunjang dengan fasilitas penunjang yang memadai agar pelayanan bisa
dilaksanakan secara optimal. RS Bakti Timah telah bekerjasama dengan perusahaan
swasta, yang merupakan peluang menarik, karena secara sigifikans RS Medika
Stannia memilikicaptive market yang memadai selain karyawan PT Timah, Tbk.
Kondisi keuangan pada kondisi saat ini telah memperlihatkan sinyal yang
menggembirakan karena ada peningkatan trend pendapatan, meskipun belum
menunjukkan profit yang diharapkan. Berdasar analisa pembiayaan diharapkan biaya
operasional akan semakin efisien sehingga mampu memperlihatkan profit yang
diharapkan.
Upaya pengembangan manajemen dititik beratkan kepada peningkatan sarana dan
prasarana dan pengembangan SDM, memperkuat proses bisnis internal, pendekatan
pelanggan dan efektifitas pengelolaan keuangan. Pendekatan ini dimaksudkan agar

2
dengan SDM yang berkompetensi tinggi mampu meningkatkan kinerja keuangan
secara bermakna.

BAB III
VISI, MISI, BUDAYA KERJA, MOTTO, DAN NILAI NILAI /FALSAFAH
RUMAH SAKIT MEDIKA STANNIA

A. VISI
Menjadi Rumah Sakit Terkemuka di Provinsi kepulauan Bangka Belitung

B. MISI
1. Menyediakan jasa layanan kesehatan unggulan
2. Mengembangkan dan menyiapkan tenaga profesional
3. Mengembangkan sistem layanan terpadi yang handal
4. Menambah jejaring pengobatan

C. MOTTO
Melayani dengan sepenuh hati

D. BUDAYA KERJA
1. 3SPK

E. NILAI NILAI/FALSAFAH
Kesembuhan, keselamatan dan kepuasan pasien serta keluarga adalah
kebanggaan kami
Dengan sikap kerja :
PTPRS : Percaya, Terbuka, Positif, Rasional dan Sadar Biaya

F. TUJUAN
1. Terwujud nya SDM yang berkualitas dan Profesional dalam pencapaian
Visi Rumah Sakit
2. Terwujudnya pelayanan prima kepada pelanggan dan menjadi Pioner
kepercayaan masyarakat dibidang pelayanan kesehatan yang ada di
Provinsi Kepulauan Bangka Belitung
3. Mewujudkan sistem kepemimpinan dan manajemen yang Terpercaya,
efisien, dan efektif
4. Pelayanan kesehatan sesuai dengan standar pelayanan

3
BAB IV
STRUKTUR ORGANISASI
RUMAH SAKIT MEDIKA STANNIA

BAB V
PENJABARAN STRUKTUR ORGANISASI

Dalam melaksanakan Tugas dan tanggung jawab nya, direktur di bantu oleh
seorang wakil Direktur Umum dan Pelayanan Medik.
Ada beberapa Komite :
1. Komite Medis
2. Komite Keperawatan
3. SPI
4. Komite Etik dan Hukum

Dalam Struktur organisasi di bagi menjadi II yaitu Bagian dan Bidang


1. Bagian di gunakan untuk unit kerja yang tidak menjalankan fungsi fungsional
tetapi lebih ke pengaturan manajerial :
Unit-unit kerja nya terdiri sebagai berikut :
a. SDM
b. Humas dan Pemasaran
c. Keuangan
d. Administrasi
e. Pengadaan
f. EDP
2. Bidang digunakan untuk unit kerja yang menjalankan fungsi pelayanan
kesehatan.

4
Unit-unit kerja nya terdiri sebagai berikut :
a. Bidang Keperawatan
b. Bidang Pelayanan Medis
c. Bidang Penunjang Medis
d. Instalasi farmasi
3. Ada unit usaha yang langsung dibawah oleh Wakil Direktur yaitu Klinik
Medika Stannia yang beralamat di Kecamatan Belinyu, jalan Depati Amir Ie.
Belinyu. Status adalah klinik Utama Medika Stannia yang menjalankan fungsi
rawat inap.

BAB VI
URAIAN JABATAN

Uraian tugas juga dibutuhkan bagi profesional kesehatan ketika :


a) Seseorang yang utamanya menjalankan tugas manajerial, seperti manajer
departemen/unit kerja atau memiliki tugas ganda, di bidang klinis dan manajerial,
dengan tanggung jawab manajerial yang ditetapkan di dalam uraian tugas;
b) Seseorang yang memiliki beberapa tanggung jawab klinis, dimana dia tidak
diberi kewenangan untuk berpraktik mandiri, sama seperti seorang praktisi mandiri
yang sedang belajar tugas baru atau keterampilan baru
c) Seseorang yang sedang dalam program pendidikan dan dibawah supervisi, dan
program akademis menetapkan, untuk setiap tahap atau tingkat pelatihan, apa yang
dapat dilakukan secara mandiri dan apa yang harus dibawah supervisi. Dalam hal ini,
deskripsi program dapat berfungsi sebagai uraian tugas; dan
d) Seseorang mendapat izin sementara untuk memberikan pelayanan di rumah sakit.

Bila rumah sakit menggunakan uraian tugas nasional atau generik (contoh, uraian
tugas bagi “perawat”), maka perlu untuk menambah jenis uraian tugas dengan
tanggungjawab tugas yang spesifik sesuai jenis perawat, (misalnya, perawat
perawatan intensif, perawat pediatri atau perawat kamar bedah dan sebagainya).

Untuk mereka yang diberi izin praktik mandiri sesuai, undang-undang, ada proses
untuk melakukan identifikasi dan otorisasi agar individu dapat praktik berdasarkan
pendidikan, pelatihan dan pengalaman.

Wewenang
No Uraian
1 Memberikan masukan kepada atasan tentang evaluasi kinerja karyawan di unit
kepegawaian
2 Mengusulkan perubahan anggaran/penggeseran anggaran langsung kepada atasan
3 Memberikan masukan/usulan/ide langsung keatasan

SpesifikasiJabatan

5
Latar : 1. Pendidikan teknis minimum S-1 semua jurusan diutamakan
belakang minimal S-1 Psikologi, SI Hukum atau Manajemen SDM
pendidikan
dan 2. Diutamakan pengalaman bekerja di bagian kepegawaian
pengalaman minimal 5 tahun
Kualitas
: 1. Memiliki kematangan soft skill baik intra maupun interpersonal
Pribadi
2. Memiliki konseptual yang baik
3. Mampu berkomunikasi secara efektif
4. Mampu memegang teguh rahasia perusahaan
5. Jujur, berani dan tanggungjawab
6. Mampu bekerja dibawah tekanan
7. Memiliki keinginan dan berusaha memwujudkan kinerja
terbaik

6
A. KEPALA UNIT KEPEGAWAIAN

JABATAN : Kepala Unit Kepegawaian


ATASAN LANGSUNG : Kepala Bidang Umum
BAWAHAN LANGSUNG : Pelaksana Kepegawaian

Tugas Utama

7
Skala
No Uraian Waktu
H/M/B/T
1 Menjalankan strategi dan kebijakan pengelolaan SDM di B/T
perusahaan berdasarkan strategi jangka panjang dan jangka
pendek agar diperoleh SDM dengan kinerja, kapabilitas dan
kompetensi yang sesuaidengan yang diinginkan perusahaan
2 Menjalankan sistem manajemen di unit kepegawaian (SPO, H/M/B/T
Control System, Laporan, Review) yang efisien dan efektif dan
bersifat dinamis serta Memastikan berjalannya sistem tersebut
3 Menjalankan Program kerja dan anggarannya sesuai dengan T
strategi, kebijakan dan sistemdi unit kepegawaian yang telah
ditetapkan untuk memastikan tercapainya tujuan di Bidang
Umum
4 Melakukan POACH setiap program kerja/kegiatan di unit B/T
kepegawaian agar efisien dan efektif
5 Menjalankan dan mengontrol anggaran yang telah ditetapkan di B
unit kepegawaian agar digunakan dengan efektif dan efisien
sesuai dengan rencanakerja.
6 Menjalankan, menganalisa dan mengelola praktek dan prosedur B/T
remunerasi untuk memastikan paket remunerasi yang ditetapkan
perusahaan kompetitif, sejalan dengan praktek industri, sesuai
kemampuan financial perusahaan dan adil secara internal.
7 Pelaksanaan program pelatihan dan pengembangan, termasuk B/T
identifikasi kebutuhan pelatihan dan evaluasi pelatihan, untuk
memastikan tercapainya target tingkat kemampuan dan
kompetensi setiap karyawan.
8 Membantu dan memberikan masukan kepada atasan dalam B/T
merencanakan kebutuhan tenaga kerja sesuai dengan
perkembangan organisasi, serta menjalankan pelaksanaan
kegiatan rekrutmen dan seleksi untuk memastikan tersedianya
tenaga kerja yang dibutuhkan sesuai dengan permintaan dan
kualifikasi yang diinginkan dalam jangka waktu yang telah
disepakati.
9 Melaksanakan fungsi Manajemen (Planning, Organizing, H/M/B/T
Leading, Controling, Delegating, coaching,
counselling)dengansebaik-baiknya
10 Menjaga standar mutu di unit kepegawaian B/M/H
11 Memastikan penerapan etika di unit kepegawaian B/M/H

H : Harian, M : Mingguan, B : Bulanan, T : Tahunan

Tanggung Jawab
1 Terkendalinya kegiatan unit kepegawaian T
2 Terselenggarakannya proses kerjaunit kepegawaian sesuai dengan T/B
perencanaan
3 Tersajinya laporan manajemen yang bermakna bagi atasan untuk B
Menyusun kebijakan.
4 Membantu atasan dalam penyediaan data harian kepegawaian serta M/B
untuk penyusunan RKAU yang benar, memadai, dan tepat /T
5 Dilaksanakannya pengembangan yang berkelanjutan terhadap Sasaran B
mutu Unit Kerja dan Prosedur Mutu Unit Kerja yang mengacu kepada
Kebijakan Mutu Perusahaan yang telah ditetapkan
6 Terwujudnya suasana kantor yang nyaman dan dapat meningkatkan H

8
Produktivitas kerja serta membentuk citra yang baik terhadap
perusahaan.

Hasil Kerja
1. Renstra unit kepegawaian
2. Rencana kerja

3. Anggaran unit kepegawaian

4. Pelaksanaan system penggajian, pajak Pph pasal 21, Jaminan sosial

5. Pelaksanaan program pelatihan dan pengembangan


6. Pengelolaan dan pengarsipan dokumen pegawai

Wewenang
No Uraian
1 Memberikan masukan kepada atasan tentang evaluasi kinerja karyawan di unit
kepegawaian
2 Mengusulkan perubahan anggaran/penggeseran anggaran langsung kepada atasan
3 Memberikan masukan/usulan/ide langsung keatasan

SpesifikasiJabatan
Latar : 1. Pendidikan teknis minimum S-1 semua jurusan diutamakan
belakang minimal S-1 Psikologi, SI Hukum atau Manajemen SDM
pendidikan
dan 2. Diutamakan pengalaman bekerja di bagian kepegawaian
pengalaman minimal 5 tahun
Kualitas
: 1. Memiliki kematangan soft skill baik intra maupun interpersonal
Pribadi
2. Memiliki konseptual yang baik
3. Mampu berkomunikasi secara efektif
4. Mampu memegang teguh rahasia perusahaan
5. Jujur, berani dan tanggungjawab
6. Mampu bekerja dibawah tekanan
7. Memiliki keinginan dan berusaha memwujudkan kinerja
terbaik

B. KEPALA BAGIAN HUMAS DAN PEMASARAN

JABATAN : Kabag Humas dan Pemasaran


ATASAN LANGSUNG : Wadir Umum dan pelayanan Medik
BAWAHAN LANGSUNG : Kepala humas dan Kepala Pemasaran

Tugas Utama

9
Skala
No Uraian Waktu
H/M/B/T
1 Menjalankan strategi dan kebijakan Perencanaan Humas dan B/T
Pemasaran di perusahaan berdasarkan strategi jangka panjang
dan jangka pendek agar diperoleh target pemasaran dan
pengembangan yang diinginkan perusahaan seperti
meningkatnya angka kunjungan rumahs akit, rumah sakit makin
dikenal masyarakat dan nama baik rumah sakit selalu terjaga
2 Menjalankan sistem manajemen Humas dan Pemasaran (SPO, H/M/B/T
Control System, Laporan, Review) yang efisien dan efektif dan
bersifat dinamis serta Memastikan berjalannya sistem tersebut
3 Menjalankan Program kerja dan anggarannya sesuai dengan T
strategi, kebijakan dan sistem di Bagian Humas dan Pemasaran
yang telah ditetapkan untuk memastikan tercapainya tujuan
perusahaan dilihat dari pemasaran yaitu meningkatnya angka
kunjungan pasien dari waktu ke waktu
4 Melakukan POACH setiap program kerja/kegiatan di bagian B/T
humas dan pemasaran agar efisien dan efektif
5 Menjalankan dan mengontrol anggaran yang telah ditetapkan di B
bagian humas dan pemasaran agar digunakan dengan efektif dan
efisien sesuai dengan rencana kerja.
6 Menjalankan, menganalisa dan mengelola angka kunjungan dan B/T
memproyeksikan kunjungan untuk periode kedepan, membuat
grafik kunjungan dalam penentuan fokus dan layanan unggulan
yang akan di kembangakan oleh RS
7 Pelaksanaan program Humas dan Pemasaran , untuk memastikan B/T
tercapainya target kunjungan dan mitra dari RS dapat merasa
puas
8 Membantu dan memberikan masukan kepada atasan dalam B/T
pencitraan rumah sakit, promosi kesehatan baik melalui media
atau siaran radio
9 Melaksanakan fungsi Manajemen (Planning, Organizing, H/M/B/T
Leading, Controling, Delegating, coaching,
counselling)dengansebaik-baiknya
10 Menjaga standar mutu di Bagian Humas dan Pemasaran B/M/H
11 Memastikan penerapan pelayanan yang prima dari segala aspek B/M/H
pelayanan yang ada di RS

H : Harian, M : Mingguan, B : Bulanan, T : Tahunan

Tanggung Jawab
1 Terkendalinya kegiatan Humas dan Pemasaran dengan baik T
2 Terselenggarakannya proses kerja bagian Humas dan Pemasaran sesuai T/B
dengan perencanaan
3 Tersajinya laporan manajemen yang bermakna bagi atasan untuk B
Menyusun kebijakan.
4 Membantu atasan dalam penyediaan pembanding kunjungan serta M/B
untuk penyusunan RKAU yang benar, memadai, dan tepat /T
5 Dilaksanakannya pengembangan yang berkelanjutan terhadap Sasaran B
mutu Unit Kerja dan Prosedur Mutu Unit Kerja yang mengacu kepada
Kebijakan Mutu Perusahaan yang telah ditetapkan
6 Terwujudnya hubungan kerjasama yang baik antara rumah sakit H
dengan mitra baik masyarakata langsung, instansi pemerintah, swasta

10
dan kelompok profesi baik profesi kesesehatan maupun umum

Hasil Kerja
1. Renstra Bagian Humas dan Pemasaran
2. Rencana kerja

3. Anggaran Bagian Humas dan Pemasaran

4. Pengelolaan manajemen komplain dan customer service di RS


Pelaksanaan program Humas dan Pemasaran serta pengembangan dari masing-masing
5.
program

Hubungan kerjasama yang baik dengan mitra dan bertambahnya angka


6.
Kunjungan baik rawat jalan maupun rawat inap

Wewenang
No Uraian
1 Memberikan masukan kepada atasan tentang evaluasi kinerja karyawan di unit
kepegawaian
2 Mengusulkan perubahan anggaran/penggeseran anggaran langsung kepada atasan
3 Memberikan masukan/usulan/ide langsung keatasan

SpesifikasiJabatan
Latar : 1. Pendidikan teknis minimum S-1 semua jurusan diutamakan
belakang minimal S-1 Psikologi, SI Hukum atau Manajemen SDM
pendidikan
dan 2. Diutamakan pengalaman bekerja di bagian kepegawaian
pengalaman minimal 5 tahun
Kualitas
: 1. Memiliki kematangan soft skill baik intra maupun interpersonal
Pribadi
2. Memiliki konseptual yang baik
3. Mampu berkomunikasi secara efektif
4. Mampu memegang teguh rahasia perusahaan
5. Jujur, berani dan tanggungjawab
6. Mampu bekerja dibawah tekanan
7. Memiliki keinginan dan berusaha memwujudkan kinerja
terbaik

C. KEPALA BAGIAN KEUANGAN

JABATAN : Kabag Keuangan


ATASAN LANGSUNG : Wadir Umum dan pelayanan Medik
BAWAHAN LANGSUNG : Kepala Akuntansi dan Kepala
Perbendaharaan

11
Tugas Utama
Skala
No Uraian Waktu
H/M/B/T
1 Menjalankan strategi dan kebijakan Perencanaan Humas dan B/T
Pemasaran di perusahaan berdasarkan strategi jangka panjang
dan jangka pendek agar diperoleh target pemasaran dan
pengembangan yang diinginkan perusahaan seperti
meningkatnya angka kunjungan rumahs akit, rumah sakit makin
dikenal masyarakat dan nama baik rumah sakit selalu terjaga
2 Menjalankan sistem manajemen Humas dan Pemasaran (SPO, H/M/B/T
Control System, Laporan, Review) yang efisien dan efektif dan
bersifat dinamis serta Memastikan berjalannya sistem tersebut
3 Menjalankan Program kerja dan anggarannya sesuai dengan T
strategi, kebijakan dan sistem di Bagian Humas dan Pemasaran
yang telah ditetapkan untuk memastikan tercapainya tujuan
perusahaan dilihat dari pemasaran yaitu meningkatnya angka
kunjungan pasien dari waktu ke waktu
4 Melakukan POACH setiap program kerja/kegiatan di bagian B/T
humas dan pemasaran agar efisien dan efektif
5 Menjalankan dan mengontrol anggaran yang telah ditetapkan di B
bagian humas dan pemasaran agar digunakan dengan efektif dan
efisien sesuai dengan rencana kerja.
6 Menjalankan, menganalisa dan mengelola angka kunjungan dan B/T
memproyeksikan kunjungan untuk periode kedepan, membuat
grafik kunjungan dalam penentuan fokus dan layanan unggulan
yang akan di kembangakan oleh RS
7 Pelaksanaan program Humas dan Pemasaran , untuk memastikan B/T
tercapainya target kunjungan dan mitra dari RS dapat merasa
puas
8 Membantu dan memberikan masukan kepada atasan dalam B/T
pencitraan rumah sakit, promosi kesehatan baik melalui media
atau siaran radio
9 Melaksanakan fungsi Manajemen (Planning, Organizing, H/M/B/T
Leading, Controling, Delegating, coaching,
counselling)dengansebaik-baiknya
10 Menjaga standar mutu di Bagian Humas dan Pemasaran B/M/H
11 Memastikan penerapan pelayanan yang prima dari segala aspek B/M/H
pelayanan yang ada di RS

H : Harian, M : Mingguan, B : Bulanan, T : Tahunan

Tanggung Jawab
1 Terkendalinya kegiatan Humas dan Pemasaran dengan baik T
2 Terselenggarakannya proses kerja bagian Humas dan Pemasaran sesuai T/B
dengan perencanaan
3 Tersajinya laporan manajemen yang bermakna bagi atasan untuk B
Menyusun kebijakan.
4 Membantu atasan dalam penyediaan pembanding kunjungan serta M/B
untuk penyusunan RKAU yang benar, memadai, dan tepat /T
5 Dilaksanakannya pengembangan yang berkelanjutan terhadap Sasaran B
mutu Unit Kerja dan Prosedur Mutu Unit Kerja yang mengacu kepada
Kebijakan Mutu Perusahaan yang telah ditetapkan
6 Terwujudnya hubungan kerjasama yang baik antara rumah sakit H

12
dengan mitra baik masyarakata langsung, instansi pemerintah, swasta
dan kelompok profesi baik profesi kesesehatan maupun umum

Hasil Kerja
1. Renstra Bagian Humas dan Pemasaran
2. Rencana kerja

3. Anggaran Bagian Humas dan Pemasaran

4. Pengelolaan manajemen komplain dan customer service di RS


Pelaksanaan program Humas dan Pemasaran serta pengembangan dari masing-masing
5.
program

Hubungan kerjasama yang baik dengan mitra dan bertambahnya angka


6.
Kunjungan baik rawat jalan maupun rawat inap

Wewenang
No Uraian
1 Memberikan masukan kepada atasan tentang evaluasi kinerja karyawan di unit
kepegawaian
2 Mengusulkan perubahan anggaran/penggeseran anggaran langsung kepada atasan
3 Memberikan masukan/usulan/ide langsung keatasan

SpesifikasiJabatan
Latar : 1. Pendidikan teknis minimum S-1 semua jurusan diutamakan
belakang minimal S-1 Psikologi, SI Hukum atau Manajemen SDM
pendidikan
dan 2. Diutamakan pengalaman bekerja di bagian kepegawaian
pengalaman minimal 5 tahun
Kualitas Memiliki kematangan soft skill baik intra maupun
: 1.
Pribadi interpersonal
2. Memiliki konseptual yang baik
3. Mampu berkomunikasi secara efektif
4. Mampu memegang teguh rahasia perusahaan
5. Jujur, berani dan tanggungjawab
6. Mampu bekerja dibawah tekanan
7. Memiliki keinginan dan berusaha memwujudkan kinerja
terbaik

13
BAB VII
TATA HUBUNGAN KERJA

Bidang Umum Bidang Pelayanan dan


 Humas & PenunjangMedis
Pemasaran  UGD
 IPSRS  MCU
 Rumah Tangga  Rekam Medis
 EDP  Labor
 Logistik Umum  Radiologi
 Supir  Farmasi
 Satpam
Bidang Keuangan
 Akuntansi
 Bendahara
 Kasir

Keterkaitan Hubungan Unit Kerja Kepegawaian dan Unit Lain


a. Seluruh Unit
Dikarenakan kepegawaian merupakan sebuah unit dimana pelanggannya
merupakan seluruh pegawai/ karyawan, maka kepegawaian saling berhubungan
dengan seluruh unit yang ada di Rumah Sakit Medika Stannia :

A. POLA KETENAGAAN UNIT KEPEGAWAIAN

B. DASAR PERHITUNGAN KETENAGAAN

14
1. Dasar perhitungan ketenagaan Bidang Keperawatan , mengacu pada :

Menurut Gillies (1982)

TP = Jumlah jam perawatan yang dibutuhkan/ tahun .


Jumlah jam kerja perawat/th x jam kerja perawat/hari

Kebutuhan tenaga perawat dirumuskan perhitungan sebagai berikut :

Atau :

Tenaga Perawat (TP)= A x B x 365


(365-C) x jam kerja /hari

Keterangan :
A : jam efektif/24 jam → waktu perawatan yang dibutuhkan klien
B : sensus harian (jumlah pasien) → BOR x Jumlah tempat tidur
C : jumlah hari libur
365:jumlah hari kerja selama 1 tahun

2. Dasar Perhitungan tenaga IGD

DASAR PERHITUNGAN KETENAGAAN UNIT GAWAT DARURAT


1. Untuk jabatan Kepala Kepala Unit DN Koordinator ditetapkan 1 (satu) orang
2. Untuk jabatan Pelaksana, perhitungannya ditetapkan sebagai berikut:
Cara perhitungan ketenagaan perawat pelaksana di UGD adalah berdasarkan
jam perawatan untuk setiap pasien dalam waktu 24 jam dan berdasarkan jumlah
kunjungan pasien UGD, rumus perhitungan tenaga perawat UGD berdasarkan
gabungan rumus dari Philipine dan lokakarya PPNI :

Jumlah jam perawatan x 52 minggu x 7 hari x jumlah kunjungan + 10 %


41 mg x 40 jam

Jumlah jam perawatan = 1 jam


Jumlah kunjungan = 30 pasien per hari

= 1 jam x 52 mg x 7 hr x 30 psn + 10 %
1640
= 12740 + 10 % = + 8 orang + 1 orang Karu
1640
= 9 Orang

Jadi jumlah tenaga perawat yang dibutuhkan 9 orang, yang dibagi dalam 3 Shift
yaitu :

15
 Dinas pagi : 2 orang
 Dinas sore : 2 orang (1 org penanggung jawab shift, 1 org
pelaksana)
 Dinas malam : 2 orang (1 org penanggung jawab shift, 1 org
pelaksana)
 Lepas malam : 2 orang
 Libur / cuti : 1 orang
JUMLAH YANG DIBUTUHKAN ADALAH 9 (SEMBILAN)
PELAKSANA PERAWAT
a. Berdasarkan pedoman pengelolaan rekam medis revisi I 1997, maka
standart jumlah tenaga perekam medis (D3 Rekam Medis) untuk RS
tipe C adalah sebanyak 4 orang.
b. Sesuai dengan standart akreditasi, maka semua tenaga rekam medis
harus memiliki sertifikat pelatihan Rekam Medis (sekurang-kurangnya
30 jam)atau 60% lebih dari total tenaga rekam medis telah memiliki
sertifikat pelatihan rekam medis.
c. Berdasarkan perhitungan beban kerja dengan mempertimbangkan :
 Ruang lingkup mpekerjaan
 Pelayanan, meliputi : Pendaftaran, Admisi
 Administrasi Rekam Medis : Assembling, Coding,
Indexing, Filing, Analising dan Reporting.

 Beban kerja
Pendaftaran
Jumlah pasien perhari (RJ & RI) : 65 pasien
Waktu pendaftaran (respon time) : 10 menit
Kurun waktu : 365

Rumus yang digunakan :

Jumlah pasien harian (RJ&RI) X waktu pendaftaran


(respon time) :

Kurun waktu (365 hari)

65 X10 = 650 = 1.8 = 2 orang / Shif pagi

365 365

Karena 3 Shif maka jumlah tenaga (5 orang )

REKAM MEDIS (SISTEM)

 Jumlah berkas pasien masuk (RI & RJ )thn 2014 : 65 berkas

16
 Proses pengerjaan berkas (sampai Filing) : 1/2 jam
(0.5)

 Kurun waktu : 365 hari

 Jam kerja / hari : 7 jam

 Hari kerja efektif : 290 hari

Rumus yang digunakan ;

Jumlah berkas pasien (RI & RJ ) X Proses pengertiaan berkas X


kurun waktu

Hari kerja efektif x Jam kerja/hari

= 65 X 0.5 X 365 =11.863 = 5 orang petugas pendaftaran

290 X 7 2030

Di system rekam medis ada 5 :

 Assembling

 Koding

 Indexing

 Filling

 Analisa reporting

KEPUTUSANMENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA


NOMOR : KEP/75/M.PAN/7/2004 TENTANG PEDOMAN
PERHITUNGAN KEBUTUHAN PEGAWAI BERDASARKAN BEBAN
KERJA DALAM RANGKA PENYUSUNAN FORMASI PEGAWAI
NEGERI SIPIL

1. Untuk jabatan kepala unit ditetapkan 1 (satu) orang

2. Untuk jabatan pelaksana, perhitungannya ditetapkan sebagai berikut:

a. Aspek-aspek dalam perhitungan

Dalam menghitung formasi pegawai terdapat 3 (tiga) aspek pokok yang harus
diperhatikan. Ketiga aspek tersebut adalah:

1. Beban kerja

17
Beban kerja merupakan aspek pokok yang menjadi dasar untuk perhitungan.
Beban kerja perlu ditetapkan melalui program-program unit kerja yang
selanjutnya dijabarkan menjadi target pekerjaan untuk setiap jabatan.

2. Standar Kemampuan Rata-rata


Standar kemampuan rata-rata dapat berupa standar kemampuan yang diukur
dari satuan waktu yang digunakan atau satuan hasil.Standar kemampuan dari
satuan waktu disebut dengan Norma Waktu.Sedangkan standar kemampuan
dari satuan hasil disebut dengan Norma Hasil.

Norma waktu adalah satu satuan waktu yang dipergunakan untuk mengukur
berapa hasil yang dapat diperoleh. Rumusnya adalah:

NORMA Orang x Waktu


WAKTU =
Hasil

Contoh:

Pengetik dalam waktu 30 menit dapat menghasilkan berapa lembar ketikan


(misalnya 2 lembar ketikan).

NORMA 1 Orang pengetik x 30 menit


WAKTU =
2 lembar ketikan

Dari contoh tersebut dapat ditetapkan bahwa rata-rata standar kemampuan


seorang pengetik adalah 30 menit menghasilkan 2 lembar ketikan.

Norma hasil adalah satu satuan hasil dapat diperoleh dalam waktu berapa
lama. Rumusnya adalah:

NORMA Hasil
HASIL =
Orang x Waktu
Contoh:

Analisis jabatan untuk menghasilkan 1 uraian jabatan diperlukan waktu


berapa lama untuk menyelesaikannya (misalnya 90 menit).

NORMA 1 Uraian jabatan


HASIL =
1 Analis Jabatan x 90 menit

Dari contoh tersebut dapat ditetapkan bahwa rata-rata standar kemampuan


seorang analis Jabatan untuk menghasilkan 1 uraian jabatan diperlukan waktu
90 menit.

3. Waktu kerja

18
Waktu kerja yang dimaksud di sini adalah waktu kerja efektif, artinya waktu kerja
yang secara efektif digunakan untuk bekerja.Waktu kerja Efektif terdiri atas
HARI KERJA EFEKTIF dan JAM KERJA EFEKTIF.

a. Hari kerja efektif adalah jumlah hari dalam kalender dikurangi hari libur
dan cuti. Perhitungannya adalah sebagai berikut:

Jml. Hari menurut kalender …. Hari


Jml. Hari minggu dalam 1 tahun …. Hari
Jml. Hari libur dalam 1 tahun …. Hari
Jumlah cuti dalam 1 tahun …. Hari

Hari libur dan cuti …. Hari

Hari kerja Efektif …. Hari

Catatan:
Hari libur dapat berupa hari libur nasional dan hari libur kedaerahan.Oleh
karena itu, bagi tiap-tiap daerah dapat menghitung sendiri hari libur
kedaerahannya.
b. Jam kerja efektif adalah jumlah jam kerja formal dikurangi dengan waktu
kerja yang hilang karena tidak bekerja (allowance) seperti buang air,
melepas lelah, istirahat makan, dan sebagainya. Allowance diperkirakan
rata-rata sekitar 30 % dari jumlah jam kerja formal. Dalam menghitung
jam kerja efektif sebaiknya digunakan ukuran 1 minggu.

1. Perhitungan dengan Metoda Umum

Perhitungan dengan metoda umum adalah perhitungan untuk jabatan


fungsional umum dan jabatan fungsional tertentu yang belum ditetapkan
standar kebutuhannya oleh instasi Pembina.Perhitungan kebutuhan
pegawai dalam jabatan tersebut menggunakan acuan dasar data pegawai
yang ada serta peta dan uraian jabatan.Oleh karena itu, alat pokok yang
dipergunakan dalam menghitung kebutuhan pegawai adalah uraian jabatan
yang tersusun rapi. Pendekatan yang dapat dilakukan untuk menghitung
kebutuhan pegawai adalah mengidentifikasi beban kerja melalui:

 Hasil kerja
 Objek kerja
 Peralatan kerja
 Tugas per tugas jabatan

19
Berdasarkan tugas dan hasil kerja dari unit Kepegawaian, maka
perhitungan pola ketenagakerjaan unit kepegawaian menggunakan
pendekatan tugas per tugas jabatan.

a. Pendekatan Tugas per tugas jabatan


Metoda ini adalah metoda untuk menghitung kebutuhan pegawai pada
jabatan yang hasil kerjanya abstrak atau beragam.Hasil beragam artinya
hasil kerja dalam jabatan banyak jenisnya.
Informasi yang diperlukan untuk dapat menghitung dengan metoda ini
adalah:
 uraian tugas beserta jumlah beban untuk setiap tugas;
 waktu penyelesaian tugas;
 jumlah waktu kerja efektif per hari rata-rata.
Rumusnya adalah:

∑ Waktu penyelesaian tugas


∑ Waktu kerja efektif

Waktu penyelesaian tugas disingkat WPT.Sedangkan waktu kerja Efektif


disingkat WKE.
Work Load Indikator Staff Need (WISN) adalah indikator yang menunjukkan
besarnya kebutuhan tenaga pada sarana berdasarkan beban kerja, sehingga alokasi
atau relokasi tenaga akan lebih mudah dan rasional.

1. Perhitungan dengan metode WISN

 Mudah dioperasionalkan

 Mudah digunakan

 Secara teknis mudah diterapkan

 Komprehensif realistis

2. Data yang dibutuhkan dalam menetapkan waktu kerja tersedia atau hari
kerja

 1 minggu : 5 atau 6 hari kerja

20
 1 tahun : 5 × 52 minggu = 260 (A)

 Cuti tahunan : 12 hari (B)

 Diklat : 6 hari (C)

 Hari libur : 15 hari + 6 hari cuti bersama (D)

 Sakit dan ijin/th : 6 hari (E)

 Waktu kerja/hr : 8 jam (F)

3. Menetapkan waktu tersedia

 Waktu kerja tersedia : (A – (B + C + D + E)) × F

4. Menetapkan unit kerja dan kategori sumber daya manusia (SDM)


Untuk menetapkan unit kerja dan kategori sumber daya manusia maka data dan
informasi yang dibutuhkan adalah:

 Struktur orang, uraian tugas pokok dan fungsi masing-masing unit

 Keputusan Direktur rumah sakit tentang pembentukan Unit Kerja


Rekam Medis (UKRM)

 Data pegawai berdasarkan pendidikan yang bekerja di UKRM

 PP 32 tentang tenaga kesehatan

 UU tentang jabatan fungsional

 Standar profesi, standar pelayanan dan Standar Operasional Prosedur (SOP) di


UKRM

5. Menyusun Standar Beban Kerja

 Standar beban kerja merupakan volume atau kuantitas beban kerja satu tahun.

 Disusun berdasarkan waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan


(ratarata waktu) dan waktu yang tersedia atau yang dimiliki oleh masing-
masing kategori tenaga.

6. Beban Kerja
Meliputi:

 Kegiatan pokok yang dilaksanakan

 Rata-rata waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan tiap kegiatan pokok

21
 Standar beban kerja/ tahun

7. Rata-rata Waktu

 Suatu waktu yang dibutuhkan untuk suatu kegiatan pokok oleh


masingmasing tenaga.

 Kebutuhan waktu untuk menyelesaikan kegiatan sangat bervariasi


dan dipengaruhi: standar pelayanan, SOP, sarana prasarana yang tersedia
dan kompetensi SDM

 Ditetapkan berdasarkan pengamatan dan pengalaman selama bekerja


dan kesepakatan bersama.

 Sebaiknya ditetapkan berdasarkan waktu yang dibutuhkan


untuk menyelesaikan tiap kegiatan pokok oleh SDM yang memiliki
kompetensi, kegiatan pelaksanaan, standar pelayanan, SOP dan memiliki etos
kerja yang baik.

8. Standar Beban Kerja

 Volume atau kuantitas beban kerja selama satu tahun.

 Disusun berdasarkan waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan


(waktu rata-rata) dan waktu kerja tersedia yang dimiliki oleh masing-
masing kategori SDM.

Rumus perhitungannya adalah:

Contoh kegiatan pokok dan rata-rata waktu kerja.

9. Standar Kelonggaran
Tujuan dari diperolehnya faktor kelonggaran tiap kategori SDM meliputi jenis
kegiatan dan kebutuhan waktu adalah untuk menyelesaikan suatu kegiatan yang tidak
terkait langsung atau dipengaruhi tinggi rendahnya kualitas atau jumlah kegiatan
pokok atau pelayanan. Contoh fakto kelonggaran adalah:

 Rapat, penyusunan laporan, menyusun pengebonan barang

 Frekuensi kegiatan dlm suatu hari, minggu, bulan

 Waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan kegiatan

Rumus menyusun standar kelonggaran :

22
10. Penghitungan tenaga kerja
Sumber data yang dibutuhkan adalah
a. Data yang diperoleh sebelumnya,

 Waktu kerja tersedia

 Standar beban kerja

 Standar kelonggaran

11. Kebutuhan SDM-UKRM ( Unit Kerja Rekam Medis )


Rumusnya adalah:

BAB X
RAPAT

A. Pengertian
Rapat merupakan suatu pertemuan yang terdiri dari beberapa orang yang
memiliki kepentingan dan tujuan yang sama untuk membicarakan atau
memecahkan suatu masalah tertentu.

B. Tujuan
1. Umum :
Dapat membantu terselenggaranya kinerja dan pelayanan di Rumah Sakit
Medika Stannia
2. Khusus :
a. Dapat menggali segala permasalahan terkait dengan pelayanan yang ada
b. Dapat mencari jalan keluar atau pemecahan permasalahan

C. Kegiatan Rapat
1. Rapat Terjadwal :
Rapat terjadwal merupakan rapat rutin yang telah ditetapkan sebagai berikut:
a. Rapat Koordinasi

23
Waktu : Setiap Hari Sabtu minggu ke dua dan ke empat
Jam : 08.00wib - selesai
Tempat : Ruang Pertemuan Komite Medis
Peserta : Direksi dan L3 (esselon III)t
Materi : - Evaluasi Pelayanan setiap 2 minggu
- Informasi antar unit kerja di RSMS
- Rekomendasi dan saran antar unit pelayanan RSMS

b. Rapat Coffee Morning


Waktu : Akhir bulan
Jam : 08.00 wib- selesai
Tempat : Ruang Pertemuan Poliklinik
Peserta : Direksi, Pejabat Struktural dan Fungsional serta
perwakilan karyawan
Materi : - Silatuhrahmi dan forum komunikasi karyawan
Dengan direksi
- Informasi dari karyawan ke direksi
- Motivasi
c. Rapat Evaluasi Kinerja Bulanan
Waktu : Setiap satu bulan sekali
Jam : 09.00wib - selesai
Tempat : Ruang Komite Medis
Peserta : Direksi dan Esselon III
Penanggungjawab Unit
Materi : - Evaluasi Unjuk Kinerja Bulanan setiap
bagian/bidang/instalasi
- Rekomendasi dan saran antar bagian/bidang dan
instalasi

2. Rapat Tidak Terjadwal :


Rapat tidak terjadwal merupakan rapat yang sifatnya insidentil dan
memerlukan rekomendasi penyelesaian segera.Sehingga rapat ini dapat
dilakukan kapan saja ketika diperlukan.

24
BAB XI
PELAPORAN

A. Pengertian
Pelaporan merupakan sistem atau metode yang dilakukan untuk melaporkan
segala bentuk kegiatan yang dilaksanakan oleh rumah sakit medika stannia.

B. Jenis Laporan
a. Laporan Harian
b. Laporan Bulanan
c. Laporan Tri wulan
d. Laporan Tahunan

Laporan tahunan merupakan kumpulan dari laporan bulanan yang direkap


dalam satu tahun berjalan.

BAB X

TATA KELOLA HUBUNGAN KERJA

Hubungan kerja yanga da di Rumah Sakit Medika Stannia di bagi menjadi III

1. Hubungan antara Pemilik yaitu PT. Rumah Sakit Bakti Timah dengan
Rumah sakit medika stannia di atur kedalam Hospital By laws

2. Hubungan antara Rumah Sakit dengan Staf medis fungsional di atur


kedalam Medical Staff bylaws

3. Hubungan antara sesama karyawan di atur dalam Peraturan


Perusahaan atau lebih dikenal dengan nama Perpes.

25
URAIAN PEKERJAAN

JABATAN : --
ATASAN LANGSUNG : --
BAWAHAN LANGSUNG : --

Tugas Utama

26
Skala
No Uraian Waktu
H/M/B/T
B/T
H/M/B/T

T
B/T

B
B/T
B/T
B/T
H/M/B/T
B/M/H
B/M/H

H : Harian, M : Mingguan, B : Bulanan, T : Tahunan

Tanggung Jawab
1 T
2 T/B
3 B
4 M/B
/T
5 B
6 dan kelompok profesi baik profesi kesesehatan maupun umum H

Hasil Kerja
1.
2.

3.

4.

5.
6.

Wewenang
No Uraian
1
2
3

27
SpesifikasiJabatan
Latar : 1. Pendidikan teknis minimum
belakang
pendidikan
dan 2.
Diutamakan pengalaman bekerja di bagian --- minimal 5 tahun
pengalaman
Kualitas
: 1. Memiliki kematangan soft skill baik intra maupun interpersonal
Pribadi
2. Memiliki konseptual yang baik
3. Mampu berkomunikasi secara efektif
4. Mampu memegang teguh rahasia perusahaan
5. Jujur, berani dan tanggungjawab
6. Mampu bekerja dibawah tekanan
7. Memiliki keinginan dan berusaha memwujudkan kinerja
terbaik

BAB IX
KEGIATAN ORIENTASI

Hari Ke Penanggung
Materi Waktu Metoda Jawab
Orientasi Umum:
1 a. Peraturan Perusahaan Ceramah
(pertama) b. Sejarah, visi, misi, value, dan Dan Tanya Kepegawaian
motto RS jawab
c. Struktur Organisasi RS
d. Budaya Kerja

1 e. Hand Hygine Praktek/ PPI


(pertama) f. CPR / RJP simulasi UGD
g. Penggunaan APAR IPSRS
h. Jalur Evakuasi IPSRS
i. Keselamatan Pasien PMKP

Orientasi Lansung:
2 a. Perkenalan dengan Direktur
(kedua) b. Perkenalan dengan Kepala Bidang
c. Perkenalan dengan Kepala Unit
d. Perkenalan dengan seluruh perkenalan Kepegawaian

28
karyawan
e. Perkenalan ruangan dan
lingkungan RS

Orientasi Khusus:
2 a. Struktur organisasi unit kerja Ceramah, Masing-
(kedua) b. Job Desk / Uraian Tugas diskusi, masing
c. Pedoman pengorganisasian unit Tanya bidang/unit
dst kerja jawab, kerja
d. Pedoman pelayanan unit kerja praktek
e. SPO
f. Peraturan unit kerja
g. Praktek

29