Anda di halaman 1dari 33

PROGRAM PENINGKATAN

MUTU & AKREDITASI


PELAYANAN DARAH DISAMPAIKAN PADA
BASIC ADVANCED
COURSE AND
WORKSHOP IN
TRANSFUSION 2019
dr. KAMAL AMIRUDDIN, MARS
JOGJAKARTA, 13
DIREKTORAT MUTU DAN AKREDITASI PELAYANAN KESEHATAN FEBRUARI 2019
1
SISTEMATIKA PENYAJIAN

1 PENDAHULUAN

2 KONDISI PELAYANAN DARAH

3 AKREDITASI UTD
2
PENDAHULUAN

10 3
Struktur Organisasi Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan

Direktur Jenderal
Pelayanan Kesehatan

dr. Bambang Wibowo, Sekretaris Direktorat


PERMENKESNOMOR 64 / 2015 Sp.OG(K), MARS Jenderal Pelayanan
ORGANISASIDANTATA KERJA
KEMENTERIANKESEHATAN
Kesehatan
Dr. dr. Agus Hadian Rahim,
Sp.OT(K), M.Epid, MH.Kes

Direktur Pelayanan Direktur Pelayanan Direktur Pelayanan Direktur Fasilitas Direktur Mutu & Akreditasi
Kesehatan Primer Kesehatan Rujukan Kesehatan Tradisional Pelayanan Kesehatan Pelayanan kesehatan

dr. Tri Hesti W. Dr. dr. Ina Rosalina,


drg. Saraswati, MPH dr. Andi Saguni, MA drg. Farichah Hanum, M.Kes
Marwotosoeko, Sp.M SpA(K).,M.Kes, M.H.Kes
PERAN DIT. MAY DALAM DITJEN YANKES

STAND. PENYELENGGARAAN – PEMANTAPAN MUTU –


PEMETAAN/
SISTEM RUJUKAN & JEJARING PENYIAPAN FASKES 
REGISTRASI YANKES AKREDITASI
FASYANKES
DIT PKP
DIT. PEMENUHAN DIT PKR DIT MAY SUSUN
FASYANKES KEBUTUHAN
SARPRAS & ALAT DIT KESTRAD NSPK,
FASYANKES PASTIKAN
TERLAKSANA
KEPATUHAN BIMTEK,
FASYANKES
KOMPETENSI TERHADAP
PELAYANAN STANDAR INPUT
& PROSES

DUKUNGAN ADMINISTRASI: PERENCANAAN, ANGGARAN,


KEUANGAN, HUKUM & ORGANISASI, UMUM-KEPEGAWAIAN

SETDITJEN YANKES
5
JUMLAH & JENIS
FASYANKES

PRAKTEK APOTEK:
MANDIRI:
PKM:9.985 90.000 ?? 21.852
RS: 2.858

LABKES:
1.271
HATRA/SPA
KLINIK: 8.841 OPTIKAL:
UTD: 421 10.000

6
AKREDITASI FASYANKES  MANDATORY
• UU 44/2009

RS • PERIODE / 3 THN
• LEMBAGA INDEPENDEN YG
TERSERTIFIKASI ISQUA  KARS

• KMK 298/2008
LABKES • PERIODE / 5 TAHUN
• KALK

• PERMENKES 46/2015N
• PKM & KLINIK  3 THN ;
FKTP PMDR/DRG  5 TAHUN
• KA - FKTP 7
KONDISI
PELAYANAN
DARAH
SAAT INI
10 8
PETA UNIT TRANSFUSI DARAH DI 398 KAB/KOTA
Total JumlahUTD: 421
UTD Pemerintah: 200
Aceh : Sumatera: Kalimantan: UTD PMI: 221
44 UTD PMI 20 UTD PMI
89 UTD Pemerintah 28 UTD RS Sulawesi: BDRS: 535
22 UTD PMI
Sumatera Utara : 35 UTD Pemerintah
Kalimantan Utara: Maluku:
Sulawesi Utara : 2 UTD PMI
Gorontalo : 15 UTD RS
Riau :
Kep. Riau: Kalimantan Barat:
Kalimantan Timur: Maluku Utara: Papua:
Sumatera Barat : 5 UTD PMI
Kalimantan Tengah : Sulawesi
Sulawesi Tengah 15 UTD RS
:
Jambi : Kep. Bangka Barat :
Papua Barat
Belitung : Maluku :
Bengkulu :
Sulawesi
Sumatera Selatan : Kalimantan Selatan:
Sulawesi Selatan :Tenggara :
DKI Jakarta : Papua :
Lampung
Banten : Jawa Tengah:
Jawa Timur :
Jawa Barat : NTB :
DI Yogyakarta :
Bali : NTT :
Jawa: Bali, NTB, NTT: 9
111 UTD PMI 17 UTD PMI 20
Data per Februari 2017 5 UTD Pemerintah 12 UTD Pemerintah
KEBUTUHAN DAN PEMENUHAN DARAH DI SETIAP PROVINSI DI INDONESIA

Minimal Persentase Minimal Persentase


No Provinsi Jumlah Kebutuhan Produksi Pemenuhan No Provinsi Jumlah Kebutuhan Produksi Pemenuhan
Penduduk Darah (2% Darah Kebutuhan Darah Penduduk Darah (2% dari Darah Kebutuhan Darah
dari jumlah jumlah
penduduk) penduduk)
1 Aceh 5.096.248 100.039 95.847 68,6 19 Nusa Tenggara Timur 5.203.514 102.401 4.639 18,7
2 Sumatera Utara 14.102.911 278.756 124.275 36,9 20 Kalimantan Barat 4.861.738 95.791 36.837 47,3
3 Sumatera Barat 5.259.528 103.926 86.926 84,7 21 Kalimantan Tengah 2.550.192 49.901 20.826 41,0
4 Riau 6.500.971 126.888 87.930 64,6 22 Kalimantan Selatan 4.055.479 79.796 51.891 80,6
5 Kepulauan Riau 2.028.169 39.461 22.837 59,9 23 Kalimantan Timur 3.501.232 68.533 70.152 104.5
6 Jambi 3.458.926 68.041 28.875 41,2 24 Kalimantan Utara 666.333 12.839 11.822 86,7
7 Sumatera Selatan 8.160.901 161.046 91.475 35,4 25 Sulawesi Utara 2.436.921 48.242 38.121 86,8
8 Bengkulu 1.904.793 37.499 4.076 37,3 26 Sulawesi Tengah 2.921.715 57.534 17.460 43,7
9 Lampung 8.205.141 162.345 52.434 50,2 27 Sulawesi Selatan 8.606.375 170.406 92.600 61,5
10 Bangka Belitung 1.401.827 27.456 16.706 77,3 28 Sulawesi Tenggara 2.551.008 49.991 7.274 25,9
11 DKI Jakarta 10.277.628 203.558 620.648 289,1 29 Gorontalo 1.150.765 22.665 16.941 61,8
12 Jawa Barat 47.379.389 934.191 589.999 56,1 30 Sulawesi Barat 1.306.478 25.643 8.568 27,4
13 Banten 12.203.148 239.105 143.522 60,2 31 Maluku 1.715.548 33.729 2.085 11,9
14 Jawa Tengah 34.019.095 675.483 654.905 96,7 32 Maluku Utara 1.185.912 23.247 4.625 5,9
15 Yogyakarta 3.720.912 73.584 113.390 156,7 32 Maluku Utara 893.362 17.430 3.955 10,3
16 Jawa Timur 39.075.152 776.951 901.658 116,6 33 Papua Barat 3.207.444 62.988 27.485 31,4
17 Bali 4.200.069 83.057 104.362 115,9 34 Papua 5.203.514 102.401 4.639 18,7
18 Nusa Tenggara Barat 4.896.162 96.712 44.945 14,6 Total 258.704.986 5.174.100 4.224.070 81,6

Hanya 5 dari 34 propinsi


yang kebutuhan
SUMBER DATA: DATA DIT. PKP 2016 darahnya telah terpenuhi 10
VARIASI UTD
KEPEMILIKAN : PMI / PEMERINTAH / PEMDA
ORGANISASI : MANDIRI, INTEGRASI PELAYANAN RS
PRODUKSI DARAH : 400 s/d 300.000 kantong/TAHUN
KELAS UTD :
•TINGKATAN: NASIONAL, PROVINSI, KAKO
•PELAYANAN: UTAMA, MADYA, PRATAMA
• PEMDA beragam
RISFASKES 2011

12
MUTU &
AKREDITASI
PELAYANAN
DARAH
10 13
14
Psl 19: Pemerintah bertanggung jawab atas
ketersediaan segala bentuk upaya kesehatan
yang bermutu, aman, efisien, dan terjangkau.
Psl 86: Pelayanan darah merupakan upaya
pelayanan kesehatan yang memanfaatkan
darah manusia sebagai bahan dasar dengan
tujuan kemanusiaan dan tidak untuk tujuan
UU 36/2009 komersial.
KESEHATAN Psl 89: Menteri mengatur standar dan
persyaratan pengelolaan darah untuk pelayanan
transfusi darah
Psl 90: Pemerintah bertanggung jawab atas
pelaksanaan pelayanan darah yang aman,
mudah diakses, dan sesuai dengan kebutuhan
masyarakat. .
TUJUAN PROGRAM PELAYANAN DARAH

3. Memelihara dan Tanggung Jawab Pemerintah dan


1. Memenuhi meningkatkan Pemerintah Daerah:
ketersedian mutu
pelayanan  Mengatur/membina, mengawasi
darah yang aman
darah / menyelenggarakan pelayanan
darah aman, mudah diakses,
sesuai kebutuhan masyarakat
4. Memudahkan  Mendorong Litbang kegiatan
2. Memudahkan
akses Pelayanan Darah
akses memperoleh memperoleh
informasi  Pendanaan Pelayanan Darah
darah
ketersediaan
darah 816
PERATURAN TERKAIT PELAYANAN DARAH

PMK
72/2015
tentang
Fraksionasi
Plasma
Perka Badan POM
Permenkes No. 10/2017 Penerapan
Peraturan 92/2015 tentang Juknis
Permenkes Pelaksanaan Program Kerja
Pedoman
Pemerintah Sama Antara PUSKESMAS, CPOB untuk
No. 7/2011 No. 91/2015
UTD & RS dalam Pelayanan UTD & Pusat Plasmaferesis
tentang
tentang Pelayanan Permenkes Darah untuk Menurunkan
Darah Standar Angka Kematian Ibu
No. 83/2014 Pelayanan
tentang UTD,
BDRS dan
Transfusi
Jejaring Darah

17
Kerangka NQPS

Sumber: Prof. Adi Utarini – Konsep NQPS - WHO


UPAYA PENINGKATAN MUTU  DIT. MUTU & AKREDITASI YANKES

Kriteria indicator:

1. 1. Menggambarkan 6 Dimensi Mutu WHO :


Aksesibilitas, Keselamatan Keamanan, Efektif,
PENGUKURAN
INDIKATOR & Efisien, Berorientasi Pada Pelanggan/Dapat
EVALUASI Diterima, Adil + Tepat Waktu
MUTU 2. Dipilih dari indikator yang high Problem, high cost,
high volume dan problem prone.

3. SMART
19
Definisi dan Dimensi Mutu Pelayanan Kesehatan
IOM WHO NHS- UK Victoria Irlandia Indonesia Indonesia Indonesia
(2001) (2006, (1997) (Australia) (2016) (2013) (2008) (2017 - )
2017) (2005)
PerPres No.12
tahun 2013
KMK No.129/2008
HASIL DISKUSI
Aman Aman Peningkatan Aman Aman Keamanan pasien Keselamatan
kesehatan
Aman
Efektif Efektif Efektivitas Efektif Efektif Efektivitas Kenyamanan
Yankes
Efektif
Fokus pada Dapat Pengalaman Dapat diterima Fokus Kesesuaian Kesinambungan
pasien diterima/foku pasien terhadap
Dapat
s pada pasien individu diterima/fokus pada
pasien
Efisien Efisien Efisien Efisien Kesehatan Efisiensi Akses
dan
Efisien
kesejahteraan
Tepat waktu Mudah Akses yang Mudah diakses Kompetensi teknis
diakses adil
Mudah diakses
Adil Adil Kelayakan Hubungan antar
manusia
Adil
Terintegrasi
Tepat Waktu
UPAYA PEJAMINAN &
PENINGKATAN MUTU PMI

INTERNAL
PENGUKURAN
MUTU
PENGUKURAN
PELAYANAN
INDIKATOR
PENILAI/ MUTU
PENGUKURAN
PENYELENGGARA
LAYANAN
MUTU
PELAYANAN

EKSTERNAL PME

IJIN, INSPEKSI, INSENTIVE,


ENGGANGE AKREDITASI
INDIKATOR MUTU PELAYANAN UTD
No Dimensi Mutu Indikator

1 1. Pemenuhan kebutuhan darah di UTD


Aksessibilitas
2 2. Hasil pemeriksaan golongan darah pendonor yang berbeda dengan
Keselamatan dan uji konfirmasi golongan darah
Keamanan 3. Komponen sel darah merah pekat/ packed red cell (PRC) yang
diluluskan
4. Suhu blood refrigerator sesuai dengan standar
5. Suhu rantai dingin selama transportasi darah sesuai standar
6. Validasi reagensia uji saring IMLTD
3 7. Tenaga UTD yang mendapatkan pelatihan secara berkala
Efektif 8. Alat yang terkalibrasi sesuai jadwal
9. Audit internal ditindaklanjuti dengan rapat tinjauan manajemen

4 10. Jumlah darah yang dikembalikan ke UTD


Efisien
5 11. Donasi dari pendonor darah sukarela
Equity
6 12. Kepuasan Pelanggan Terhadap Layanan Darah
Berorientasi Pada
Pelanggangan
UPAYA PENINGKATAN MUTU  DIT. MUTU & AKREDITASI YANKES

URGENSI
DARI 4 TUJUAN PELAYANAN DARAH DALAM PP 7
TAHUN 2011
2. Akreditasi untuk UTD  memastikan bahwa
pelayanan di UTD telah bermutu tidak hanya mampu
AKREDITASI menghasilkan produk darah yang berkualitas tetapi
mampu memuaskan pelanggan dalam memenuhi
UTD kebutuhan darah yang berkualitas,  saat ini yang
sering menjadi permasalahan di lapangan adalah
permasalahan dalam upaya pemenuhan kebutuhan
darah dan disharmony hubungan pelanggan
(Produsen-user)yang merupakan salah satu point
penting yang tidak dapat dinilai oleh jenis audit
eksternal yang lain baik PME maupun CPOB

23
DUKUNGAN REGULASI
AKREDITASI PELAYANAN DARAH

Kewajiban untuk akreditasi BELUM dinyatakan secara Eksplisit dalam


peraturan menteri kesehatan

Audit Mutu Pelayanan Darah dilakukan melalui Audit Internal dan Eksternal
(Permenkes No 83/2014, Pasal 60)

Pasal 60
(1) Setiap UTD dan BDRS wajib dilakukan audit penyelenggaraan Pelayanan Darah.
(2) Audit penyelenggaraan Pelayanan Darah sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
merupakan audit teknis Pelayanan Darah.
DUKUNGAN REGULASI
AKREDITASI PELAYANAN DARAH (2)

(3) Audit penyelenggaraan Pelayanan Darah sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
bertujuan untuk melakukan evaluasi mutu Pelayanan Darah, mengetahui penerapan
standar Pelayanan Darah, dan acuan untuk melakukan perbaikan standar Pelayanan
Darah.
(4) Audit penyelenggaraan Pelayanan Darah sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
harus dilaksanakan secara terbuka, transparan, tidak konfrontasional, tidak
menghakimi dan konfidensial.
(5) Audit penyelenggaraan Pelayanan Darah sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
dilakukan melalui audit internal dan audit eksternal.
POLA FIKIR PENGEMBANGAN MUTU & AKREDITASI UTD

AUDIT INTERNAL AUDIT EKSTERNAL

PEMANTAPAN PEMANTAPAN
MUTU MUTU AKREDITASI GMP/CPOB
INTERNAL EKSTERNAL

UTD • DILAKSANAKAN BERTAHAP DAN SELEKTIF

UTD YG PENYEDIA
SELURUH UTD : 2017/18  PMI/PME ; 2019  UJI COBA BAHAN BAKU PLASMA
INSTRUMEN AKREDITASI (Ke 2020) FRAKSIONASI

BDRS • INTEGRASI AKREDITASI RS


Pusat Fraksionasi • CPOB OLEH BADAN POM
26
B. POLA PENGEMBANGAN AKREDITASI
A. SISTEM
 LEMBAGA AKREDITASI: BERGABUNG KOMISI LAIN ATAU BERDIRI
SENDIRI
 KRITERIA KELULUSAN: TERAKREDITASI A , B, C
 PERIODE : TIAP 5 TAHUN
B. STANDAR AKREDITASI PMK 83 ; PMK 91 ; PMK 92 ; CPOB
 MANAJEMEN
 TEKNIS
 PROGRAM NASIONAL
27
DRAFT PEDOMAN AKREDITASI UTD

STANDAR STANDAR PROGRAM


MANAJEMEN TEKNIS NASIONAL
AKSES DAN KONTINUITAS KETERSEDIAAN
DARAH (AKKD)
PROSES KONTROL LINGKUNGAN
(PKL)
PENURUNAN ANGKA KEMATIAN
PENGELOLAAN DAN KEPEMIMPINAN IBU DAN BAYI DAN
(PK) PROSES DAN PROSEDUR PENINGKATAN KESEHATAN IBU
PEMERIKSAAN (PPP) DAN BAYI
PENGELOLAAN KONTRAK DAN KERJASAMA
(PKK)

PERENCANAAN DAN KAJIAN MANAJEMEN RUJUKAN UTD (R UTD)


(PKM)

PROGRAM MUTU PEMERIKSAAN


PROGRAM MANAJEMEN MUTU (PMM)
(PMP) PENURUNAN ANGKA
KESAKITAN HIV/AIDS
PROGRAM KEAMANAN DAN KESELAMATAN TATA KELOLA PENDONOR (TKP)
(KK)

28
JUMLAH STANDAR, PARAMETER DAN ELEMEN PENILAIAN
STANDAR AKREDITASI PELAYANAN DARAH

C. KELOMPOK
PROGRAM
A KELOMPOK STANDAR
MANAJEMEN
B. KELOMPOK STANDAR
TEKNIS NASIONAL TOTAL

26
2 Standar
12 Standar
Standar
12 Standar

2 Parameter
62
35 Parameter Parameter
25 Parameter

4 Elemen
Penilaian
144 Elemen Penilaian 253 EP
105 Elemen Penilaian
EP
ALUR FIKIR INSTRUMEN - CONTOH
menetapkan kebijakan
pelaksanaan donor darah

BAB STANDAR PARAMETER


menetapkan panduan dan
informasi pelaksanaan donor
darah

1.prosedur pelaksanaan
donor darah

Kemudahan Akses Pendonor

1.menetapkan alur donor


darah
Kemudahan Memperoleh
AKSES DAN AKSES Darah
1.prosedur rekruitmen
KONTINUITAS donor, seleksi donor,
KETERSEDIAAN Kontinuitas pengambilan darah
DARAH (AKKD) KETERSEDIAAN Kemudahan Distribusi Darah
DARAH evaluasi pelaksanaan donor
darah dan menindaklanjuti
hasil evaluasi
30
ROADMAP AKREDITASI UTD : 2016 -2020

1. Peraturan Menteri Kesehatan No. 83/2014 tentang UTD, 2020


BDRS dan Jejaring Pelayanan Transfusi darah
2. Peraturan Menteri Kesehatan No. 72/2015 tentang • PELATIHAN SURVEYOR
Fraksionasi Plasma
3. Peraturan Menteri Kesehatan No. 91/2015 tentang Standar 2019 • 68 UTD terakreditasi
Pelayanan Transfusi Darah  2021
4. Elemen “self Assessment UTD”
1. Pembentukan Kelembagaan (SK Menkes)
2. Penyusunan Kurmod Surveior Akreditasi Yan Darah
3. Uji coba INSTRUMEN AKREDITASI  2020
2018

• Penyusunan pedoman akreditasi UTD


• Penyusunan Instrumen akreditasi UTD
2017

• Penyusunan Rancangan Peraturan Akreditasi Pelayanan Darah


• Sosialisasi Pengembangan akreditasi Pelayanan Darah

2016
• 2016
Mapping UTD
TOTAL  414 UTD
• 193 (UTD DI RS / UPT DINKES)
• 221 (MILIK PMI) 31
 BERBAGAI UPAYA UNTUK PENINGKATAN
MUTU PELAYANAN DARAH TELAH
DILAKUKAN
 AKREDITASI UTD PENTING DILAKUKAN
SEBAGAI SALAH SATU TOOLS UNTUK
MENJAMIN PELAYANAN DARAH YG
KESIMPULAN BERMUTU (6 DIMENSI)  KEMANUSIAAN &
TIDAK UNTUK TUJUAN KOMERSIL
 PROSES PENGEMBANGAN AKREDITASI
TERUS DILAKUKAN DAN RENCANA MULAI
IMPLEMENTASI TAHUN 2020 
DILAKSANAKAN SECARA BERTAHAP

32
33