Anda di halaman 1dari 144

Politeknik Negeri Malang

Azas Teknik Kimia I

Ade Sonya Suryandari, ST., MT., MSc.


Rencana Perkuliahan
• Tugas individu dikerjakan pada kertas folio bergaris
• Mata Kuliah : Azas Teknik Kimia I (ATK I) • Sertakan nama dan NIM
• Bobot : 4 sks (5 jam/minggu) • E-mail : adesonya22@gmail.com
• Capaian Pembelajaran :
Setelah mengikuti mata kuliah Azas Teknik Kimia I mahasiswa mampu mengaplikasikan dasar perhitungan teknik kimia ke dalam
perhitungan neraca massa, mampu menggunakan prinsip neraca massa dalam perhitungan yang melibatkan reaksi kimia maupun tidak
terjadi reaksi kimia, dan mampu menyajikan skema proses dan neraca massa dalam single unit dan multiple unit pada industri kimia
baik secara manual dan komputasi dengan baik
• Sistem Penilaian :
1. Tugas individu : 10%
2. Tugas kelompok : 10%
3. Quiz : 20%
4. Ujian tengah semester : 25%
5. Ujian akhir semester : 30%
6. Keaktivan di kelas : 5%

Azas Teknik Kimia I


Rencana Perkuliahan
• Referensi :
 Felder, R.M., Rousseau, R.W., Newell, J.A., and Bullard, L.G., 2015, Elementary Principles of Chemical Processes,
John-Willey & Sons.
 Himmelblau, D M and Riggs, J. B, 2004, Basic Principles and Calculation in Chemical Engineering, Seventh
Edition, Prentice Hall International Series in the Physical and Chemical Engineering Sciences
 Perry, R. H, 1984, Perry’s Chemical Engineers Handbook, Sixth Edition, McGraw Hill International edition
 Sa’diyah K., Irfin, Z., dan Suharti, P.H, “Modul Ajar Komputasi Neraca Massa Teknik Kimia”, Politeknik Negeri
Malang, 2015.

Azas Teknik Kimia I


Chemical Engineering World
Physical and
Chemical/Biological
Chemical Engineering

Chemical Engineer Raw Material Process Product

• Unit Operasi
 Aliran fluida (pompa, filtrasi, fluidisasi)
 Perpindahan panas (evaporasi, heat exchanger)
 Perpindahan massa (absorpsi, adsorpsi, distilasi,
ekstraksi, pengeringan)
 Termodinamika (gas liquification, refrigeration)
 Mekanis (solid transportation, screening)
• Unit Proses
A+BC+D
Teknik Kimia adalah ilmu yang mempelajari perancangan dan pengoperasian pabrik dan
peralatan proses secara optimal dan aman untuk mengubah bahan baku melalui perubahan
fisik, kimia atau biologis menjadi produk yang bernilai ekonomis, sosial, dan ramah lingkungan

Azas Teknik Kimia I


Chemical Engineering World

Chemical Engineering • Industry


• Consultant The Most Favorite Job
Chemical Engineer • Government 1. Oil & Gas (Owner & Services)
2. FMCG (Fast Moving Consumer Goods)
• Academia 3. EPCC (Engineering, Procurement,
• Research Construction, and Commissioning)
4. Petrochemical industry
5. Chemical Industry
• Design 6. Consultant
7. Research & Development
• Operation
8. Entrepeneurship
• Control
Problems encountered by
• Troubleshooting
chemical engineers
• Research
• Politics (Economic and environmental)
Azas Teknik Kimia I
Gambaran Proses
Produksi Etil Eter dengan Proses Dehidrasi Etanol

2C2H5OH  C2H5OC2H5 + H2O

H2SO4 pekat Etil eter murni

Pemisahan Pemisahan H2SO4


Reaktor Air
Eter Etanol

H2SO4 encer

Etanol Recycle Etanol Neraca massa

Azas Teknik Kimia I


Dimensi dan Satuan
Dimensi dan Satuan

Mol

Konversi
Definisi
Densitas

Konsentrasi

Teknik penyelesaian masalah Suhu

Tekanan

Persamaan reaksi kimia dan


Penetapan basis perhitungan Sumber data
stoikiometri

Komputasi Neraca massa dan neraca energi

Azas Teknik Kimia I


Dimensi dan Satuan
- Dimensi (dimension) merupakan dasar dari pengukuran yang dapat memberikan deskripsi tentang jenis
besaran fisik yang ditinjau. Misalnya, panjang, waktu, massa, suhu, dan lain – lain.
- Satuan (unit) adalah ukuran dari dimensi.
Contoh :
Panjang  feet, centimeter
Waktu  jam, detik
Suhu  Kelvin, Celcius

- Operasi perkalian dan pembagian dapat dilakukan walaupun satuannya berbeda


Contoh :
10 meter : 2 detik = 5 m/dt

Azas Teknik Kimia I


Konversi Satuan
• Contoh soal 1 :
Sebuah pesawat terbang dengan kecepatan 2 kali kecepatan suara (diasumsikan kecepatan suara = 1100 ft/s), berapa
jarak yang dapat ditempuh dalam waktu 1 jam dengan satuan mil?
Penyelesaian :
2 1100 ft 1 mi 60 s 60 min
= 1500 mi/hr
s 5280 ft 1 min 1 hr

• Contoh soal 2 :
Ubah 400 in.3/day menjadi cm3/min.

Penyelesaian :
3

400 in.3 2.54 cm 1 day 1 hr


= 4.56 cm3/min
day 1 in. 24 hr 60 min

Azas Teknik Kimia I


Faktor Konversi
American Engineering System  Ibf ↔ lbm Conversion factor

1 N 1 kg 1 m ft (lbm )
F = Cma = =1N g c = 32.174 2
(kg)(m) s2 s lbf
s2
1 lbf s 2 1lbm ft
= × 2 = 1 lbf
32.174 lbm ft s

Contoh soal :
Berapa energi potensial 100 lb drum yang tergantung pada ketinggian 10 ft diatas permukaan bumi
dalam satuan (ft)(lbf)?
100 lbm 32.2 ft 10 ft (s 2 )(lbf )
P = mgh = = 1000 (ft))(lbf )
100 lb s2 32.174 (ft)(lbm )
drum
10 ft 𝑔
𝑃=𝑚 ℎ
𝑔𝑐

Azas Teknik Kimia I


Latihan Soal 1
1. Konversikan satuan berikut
a. 4 lbm/ft ke dalam satuan kg/m
b. 1.2 gal ke dalam satuan ft3
2. Konversikan satuan berikut
a. 1 lbm/(ft3)(s) ke dalam satuan kg/(m3)(s)
b. 1.2 gal ke dalam satuan m3
3. Sebuah pipa orifice digunakan untuk mengukur kecepatan aliran fluida dalam sebuah pipa. Hubungan antara
kecepatan aliran dengan pressure drop adalah sebagai berikut :
∆𝑃
𝑢=𝑐
𝜌
Dimana u = kecepatan aliran fluida
∆P = pressure drop (gaya per satuan luas)
ρ = densitas dari fluida yang mengalir
c = konstanta
Apakah satuan dari c? (dalam satuan SI)

4. Berapakah energi kinetik dari 1 pound fluida yang mengalir dengan kecepatan 3 ft/s? Nyatakan dalam satuan
(ft)(lbf)

Azas Teknik Kimia I


Kerja (Work)
Kerja (work) adalah salah satu bentuk perpindahan energi antara
sistem dan lingkungan tanpa disertai perubahan suhu
𝑠𝑡𝑎𝑡𝑒 2
𝑊= 𝐹 𝑑𝑠 Jenis – jenis kerja
𝑠𝑡𝑎𝑡𝑒 1

• Mechanical work
W (+)
• Electrical work
Path function • Shaft work
Sistem • Flow work

Contoh :
• Pompa
W (-)
• Turbin

Azas Teknik Kimia I


Panas (Heat)
Panas (heat) adalah salah satu bentuk perpindahan energi antara sistem dan
lingkungan yang disebabkan oleh perbedaan suhu

Q (+)

Sistem

Q (-)

Azas Teknik Kimia I


Suhu (Temperature)
Definisi :
• Suhu merupakan sebuah ukuran energi (utamanya energi kinetik) dari molekul dalam sebuah sistem

Suhu adalah properti keadaan yang Suhu menyatakan kemampuan Derajat panas dari suatu sistem yang
menyatakan kesetimbangan termal dari sebuah sistem untuk menyatakan sistem tersebut mampu
dari suatu sistem dengan tetap melakukan perpindahan energi melepas panas ke lingkungan atau
memperhatikan sistem lainnya (dalam bentuk panas) menyerap panas dari lingkungan

Skala relatif  Fahrenheit (oF) dan Celcius (oC)


• Didasarkan pada acuan yang spesifik
• Contoh : air membeku menjadi es pada suhu 0oC atau 32oF
Fahrenheit  Rankine
Suhu Celcius  Kelvin

Skala absolut  Rankine (oR) dan Kelvin (K)


• Suhu dengan skala absolut memiliki titik nol pada suhu serendah mungkin yang kita yakini ada
• Contoh :
0oR = -459.67oF ≈ -460oF
0 K = -273.15oC ≈ -273oC

Azas Teknik Kimia I


Suhu (Temperature)
Skala Suhu

!
∆ oF = ∆ oR
212 672 373 100
∆oC = ∆K Titik didih air pada tekanan 1 atm


∆o C 180 100
o = 1.8 atau ∆oC = 1.8 ∆oF
∆ F
∆K
o = 1.8 atau ∆K = 1.8 ∆oR 32 492 Titik beku air 273 0
∆ R
0 460 255 -18
oF = oC 233 -40
∆ 𝐑𝐨 -40 420
𝐓 𝐨𝐑 = 𝐓℉ + 𝟒𝟔𝟎𝐨𝐑 𝟏
∆℉

Fahrenheit
∆𝑲

Rankine

Celcius
𝑻𝑲 = 𝑻℃ + 𝟐𝟕𝟑 𝐊 (𝟐)

Kelvin
∆℃
𝟏. 𝟖 ∆℉
𝑻℉ − 𝟑𝟐℉ = 𝑻℃ (𝟑)
∆℃

∆℃
𝑻℃ = 𝑻℉ − 𝟑𝟐℉ (𝟒) -460 0 Nol absolut 0 -273
𝟏. 𝟖 ∆℉

Azas Teknik Kimia I


Suhu (Temperature)
Contoh soal 1 :
Konversikan 100oC ke dalam satuan (a) K, (b) oF, (c) oR.

Penyelesaian :
∆K ∆K
a) TK = T℃ ∆℃
+ 273 K = 100℃
∆℃
+ 273 K = 373 K
1.8 ∆℉ 1.8 ∆℉
b) T℉ = T℃
∆℃
+ 32℉ = 100℃
∆℃
+ 32℉ = 212℉
∆ oR ∆ oR
c) T oR = T℉ ∆℉
+ 460oR = 212℉
∆℉
+ 460oR = 672oR

Azas Teknik Kimia I


Suhu (Temperature)
Contoh soal 2 :
Kapasitas panas (heat capacity) dari asam sulfat memiliki satuan J/(g mol)(oC) dan diberikan
persamaan sebagai berikut :
Cp = 139.1 + 1.56 x 10-1T
Dimana T dalam satuan oC. Ubah persamaan diatas sehingga dihasilkan persamaan yang memiliki
satuan Btu/(lb mol)(oR) dan T dalam satuan oR.

Penyelesaian :
Gunakan persamaan berikut untuk mengkonversi T dalam satuan oC menjadi oR
∆ oR
T oR = T℉ + 460oR
∆℉
Cp = 139.1 + 1.56 x 10-1T(oC)
∆℃ = 23.06 + 2.07 x 10-2T(oR)
T℃ = T℉ − 32℉
1.8 ∆℉

Azas Teknik Kimia I


Latihan Soal 2
1. Konversikan suhu berikut :
a) 20oC = … oF
b) 20oC = … oR
c) -50oF = … K
d) 300 K = … oR
2. Kapasitas panas dari asam asetat dalam satuan J/(gmol)(K) dapat dihitung dengan
menggunakan persamaan berikut :
Cp = 8.41 + 2.4346 x 10-5 T
Dimana T dalam satuan K. Konversikan persamaan diatas sehingga T memiliki satuan oR.
3. Daya emisi dari blackbody bergantung pada suhu dan mengikuti persamaan berikut
W = AT4
Dimana W = daya emisi, Btu/(ft2)(hr)
A = konstanta Stefan-Boltzman, 0.171 x 10-8 Btu/(ft2)(hr)(oR)4
T = suhu, oR
Berapa nilai A dalam satuan J/(m2)(s)(K4)?
Azas Teknik Kimia I
Tekanan (Pressure)
Tekanan  gaya normal per satuan luas Satuan tekanan
𝐹 𝑁
Atmospheric Pressure 𝑝= = 2 = 𝑃𝑎 (𝑆𝐼)
𝐴 𝑚
𝐹
𝑝 = = ρ𝑔ℎ + 𝑝0 Bars (bar): 100 kPa = 1 bar
𝐴 Torr (Torr):760 Torr = 1 atm

p = tekanan di dasar kolom fluida


F = gaya AE System :
A = luas  Milimetes of mercury (mmHg)
mercury ρ = massa jenis fluida  Inches of mercury (in. Hg)
h g = percepatan gravitasi  Feet of water (ft H2O)
h = tinggi fluida di dalam kolom  Inches of water (in. H2O)
p0 = tekanan di permukaan fluida  Atmospheres (atm)
 Pounds (force) per square inch (psi)

Azas Teknik Kimia I


Tekanan (Pressure)
Sebuah kolom berisi merkuri memiliki luas 1 cm2 dan tinggi 50 cm. Pada suhu 20oC,
Atmospheric Pressure massa jenis Hg adalah 13.55 gr/cm3. Gaya yang dilakukan oleh Hg sendiri terhadap
dasar kolom adalah :
𝐹 = ρ𝑔ℎA
13.55 𝑔 980 𝑐𝑚 2
1 𝑘𝑔 1𝑚 1𝑁
= × × 50 𝑐𝑚 × 1 𝑐𝑚 × × ×
𝑐𝑚3 𝑠2 1000 𝑔 100 𝑐𝑚 1 (𝑘𝑔)(𝑚)
𝑠2
= 6.64 𝑁
mercury 50 cm

2
6.64 𝑁 100 𝑐𝑚 1 𝑚2 1 𝑃𝑎 1 𝑘𝑃𝑎
𝑝= × × × + 𝑝0 = 6.64 𝑘𝑃𝑎 + 𝑝0
1 cm2 1 𝑐𝑚2 1𝑚 1𝑁 1000 𝑃𝑎
845 𝑙𝑏𝑚 32.2 𝑓𝑡 1 𝑖𝑛. 1 𝑓𝑡 1 𝑙𝑏𝑓
𝑝= × × 50 𝑐𝑚 × × × + 𝑝0 = 1388 + 𝑝0
1 𝑓𝑡 3 𝑠2 2.54 𝑐𝑚 12 𝑖𝑛. 32.174 (𝑓𝑡)(𝑙𝑏𝑚 ) 𝑓𝑡 2
𝑠 2 𝑙𝑏𝑓

Azas Teknik Kimia I


Tekanan (Pressure)
Atmospheric Pressure

Head of liquid Tinggi liquida di dalam kolom


mercury 50 cm
p = 50 cmHg + p0

Azas Teknik Kimia I


Tekanan (Pressure)

Relative pressure (gauge pressure)


• Reference (zero point) : pressure of the
atmosphere
• Zero point dipengaruhi tekanan udara di
Tekanan lingkungan (nilainya mungkin saja berbeda – beda)
(Pressure)

Absolut pressure
• Reference (zero point) : complete vacuum
• Zero point tidak dipengaruhi tempat, suhu, cuaca,
dan faktor lainnya.

Azas Teknik Kimia I


Tekanan (Pressure)
Barometer
• Alat untuk membaca tekanan atmosfer
• Atmospheric pressure  barometric pressure

Manometer
• Alat untuk membaca tekanan fluida pada keadaan setimbang
• Air dan merkuri (Hg) biasanya digunakan sebagai indicator
 inHg atau cmHg
 inH2O atau cmH2O

Azas Teknik Kimia I


Tekanan (Pressure)
Vacuum system of measurement (pengukuran sistem vakum)

• Pada umumnya digunakan pada peralatan yang dioperasikan pada tekanan kurang dari / lebih rendah dari
tekanan atmosfer
• Contoh: vacuum evaporator, vacuum filter

Hubungan antara tekanan absolut, tekanan relatif dan tekanan barometric

Satuan :
gauge pressure + barometer pressure = absolute pressure • psi  psia, psig
yang terbaca pada • in. Hg  absolute, gauge
alat pengukur Tekanan atmosfer • Pa  absolute, gauge
tekanan Satuan lainnya
• Milimeters of mercury (mm Hg)
• Feet of water (ft H2O)
Ingat!! • Atmospheres (atm)
Titik acuan atau zero point dari skala tekanan relatif tidak konstan • Bars (bar) : 100 kPa = 1 bar

Azas Teknik Kimia I


Tekanan (Pressure)
Standard atmosphere vs Atmospheric pressure
• Standard atmosphere
Tekanan pada medan gravitasi standar yang sebanding dengan 1 atm atau 760 mm Hg pada suhu 0oC
• Atmospheric pressure
Hasil pengukuran barometer tiap waktu
standard atmosphere ≠ atmospheric pressure
Tidak selalu sama

Standard atmosphere
Apabila tidak ada informasi mengenai barometric • 1.000 atmospheres (atm)
pressure maka barometric/atmospheric pressure • 33.91 feet of water (ft H2O)
diasumsikan sama dengan standard atmosphere • 14.7 (14.696) psia
• 29.92 (29.921) in. Hg
• 760.0 mm Hg
• 1.013 x 105 Pa = 1.013 x 105 N/m2 = 101.3 kPa

Azas Teknik Kimia I


Tekanan (Pressure)
Contoh Soal 1 :

Tekanan gauge pada sebuah tangki CO2 yang digunakan untuk mengisi
botol air soda terbaca sebesar 51 psi. Pada waktu yang sama bacaan
barometer menunjukkan 28 in. Hg. Berapakah tekanan absolut di dalam
tangki? (dalam satuan psia)

Penyelesaian :
Barometric pressure = 28 in. Hg

14.7 𝑝𝑠𝑖𝑎
𝑎𝑡𝑚𝑜𝑠𝑝ℎ𝑒𝑟𝑖𝑐 𝑝𝑟𝑒𝑠𝑠𝑢𝑟𝑒 = 28 𝑖𝑛. 𝐻𝑔 × = 13.76 𝑝𝑠𝑖𝑎
29.92 𝑖𝑛. 𝐻𝑔

Tekanan absolut dalam tangki


gauge pressure + barometric pressure = absolute pressure
51 + 13.76 = 64.8 psia

Azas Teknik Kimia I


Tekanan (Pressure)
Contoh Soal 2 :

Binatang kecil seperti tikus mampu bertahan hidup pada tekanan udara yang
rendah hingga 20 kPa. Dengan menggunakan tabung tes manometer yang
berisi merkuri, tekanan yang terbaca adalah 64.5 cm Hg dan barometer
terbaca 100 kPa. Apakah tikus tersebut mampu bertahan hidup?

Penyelesaian :
Tekanan gauge = 64.5 cm Hg (dibawah atmosferik)
101.3 𝑘𝑃𝑎
= 64.5 𝑐𝑚 𝐻𝑔 ×
76 𝑐𝑚 𝐻𝑔
= 86 kPa

gauge pressure + barometric pressure = absolute pressure


(-86) + 100 = 14 kPa absolut

Tikus tersebut tidak akan mampu bertahan hidup

Azas Teknik Kimia I


Tekanan (Pressure)

𝑝1 + 𝜌1 𝑑1 𝑔 = 𝑝2 + 𝜌2 𝑑2 𝑔 + 𝜌3 𝑑3 𝑔

𝑑3 = 𝑑1 − 𝑑2

Apabila fluida 1 dan 3 adalah gas  𝜌 = 𝜌 = 𝜌


1 3

𝑝1 − 𝑝2 = (𝜌2 − 𝜌)𝑑2 𝑔

Azas Teknik Kimia I


Tekanan (Pressure)
Contoh Soal 3 :

Pengukuran aliran fluida didalam sebuah pipa manometer


diferensial dapat digunakan untuk menentukan perbedaan
tekanan yang melewati sebuah orifice. Laju alir dapat dikalibrasi
dengan mengamati pressure drop. Hitung pressure drop p1 – p2
dalam satuan Pa!

Penyelesaian :

𝑝1 − 𝑝2 = 𝜌𝑓 − 𝜌 𝑔𝑑
1.10 − 1.00 103 𝑘𝑔 9.807 𝑚 −3
1(𝑁) 1 𝑃𝑎
= × × 22 10 𝑚 × ×
𝑚3 𝑠2 (𝑘𝑔)(𝑚) 1 (𝑁)
𝑠2 𝑚2
= 21.6 Pa

Azas Teknik Kimia I


Latihan Soal 1

1. Konversikan tekanan berikut 800 mmHg


a. psia
b. kPa
c. atm
d. ft H2O

2. Udara mengalir melewati sebuah pipa kecil dan memiliki ketinggian 4.0 cm H2O.
Barometer mengindikasikan tekanan atmosferik sebesar 730 mm Hg. Berapakah
tekanan absolut dari udara tersebut dalam satuan in. Hg?

3. Minyak (massa jenis = 0.91 g/cm3) mengalir dalam sebuah pipa, dan laju alir
diukur dengan menggunakan manometer merkuri (massa jenis = 13.546 g/cm3),
jika perbedaan tinggi antara titik A dan B adalah 0.78 in., nyatakan hubungan
perbedaan tekanan antara titik A dan B dalam mm Hg! Titik A atau B yang
memiliki tekanan lebih tinggi?

Azas Teknik Kimia I


Massa Jenis (Density) dan Volume Spesifik (Specific Volume)
• Massa jenis (density) adalah rasio antara massa per satuan volume
• Massa jenis biasanya dinyatakan dalam kg/m3 atau lb/ft3 𝑚𝑎𝑠𝑠 𝑚
• Massa jenis dipengaruhi oleh perubahan suhu 𝜌 = 𝑑𝑒𝑛𝑠𝑖𝑡𝑦 = =
𝑣𝑜𝑙𝑢𝑚𝑒 𝑉

• Specific volume  inverse dari massa jenis


• Biasanya dinyatakan dalam cm3/g atau ft3/lb

𝑣𝑜𝑙𝑢𝑚𝑒 𝑉
𝑉 = 𝑠𝑝𝑒𝑐𝑖𝑓𝑖𝑐 𝑣𝑜𝑙𝑢𝑚𝑒 = =
𝑚𝑎𝑠𝑠 𝑚

Azas Teknik Kimia I


Specific Gravity
• Specific gravity adalah perbandingan dari dua massa jenis  dimensionless ratio
𝑙𝑏 𝑔 𝑘𝑔
( 3 )𝐴 ( ) ( 3 )𝐴
𝑓𝑡 𝑐𝑚 3 𝐴
𝑚
𝑠𝑝 𝑔𝑟 = 𝑠𝑝𝑒𝑐𝑖𝑓𝑖𝑐 𝑔𝑟𝑎𝑣𝑖𝑡𝑦 = = 𝑔 =
𝑙𝑏 𝑘𝑔
( 3 )𝑟𝑒𝑓 (𝑐𝑚3 )𝑟𝑒𝑓 ( 3 )𝑟𝑒𝑓
𝑓𝑡 𝑚

• Substansi referensi (acuan) untuk solid dan liquid biasanya air.

(𝜌)𝐴
𝑠𝑝 𝑔𝑟 (𝑙𝑖𝑞𝑢𝑖𝑑 𝑜𝑟 𝑠𝑜𝑙𝑖𝑑) = 𝑠𝑝𝑒𝑐𝑖𝑓𝑖𝑐 𝑔𝑟𝑎𝑣𝑖𝑡𝑦 =
(𝜌)𝐻2𝑂
• Substansi referensi (acuan) untuk gas biasanya udara.

(𝜌)𝐴
𝑠𝑝 𝑔𝑟 (𝑔𝑎𝑠) = 𝑠𝑝𝑒𝑐𝑖𝑓𝑖𝑐 𝑔𝑟𝑎𝑣𝑖𝑡𝑦 =
(𝜌)𝑎𝑖𝑟

Azas Teknik Kimia I


Specific Gravity
Contoh Soal 4 :
Apabila dibromopentana (DBP) memiliki specific gravity 1.57, berapakah massa jenisnya apabila dinyatakan dalam
satuan (a) g/cm3 (b) lbm/ft3 (c) kg/m3? (asumsi massa jenis air adalah 1.00 x 103 kg/m3=1.00 g/cm3)

Penyelesaian :
g DBP
1.57 g H2O g DBP
cm3
(a) g H2O × 1.00
cm3
= 1. 57
cm3
1.00
cm3

lbm DBP
1.57 lbm H2O lbm DBP
ft3
(b) lb H O × 62.4
ft3
= 97.97
ft3
1.00 m 3 2
ft

kg DBP
1.57 kg H2O kg DBP
m3 3 3
(c) kgH2O × 1.00 × 10
m3
= 1.57 × 10
m3
1.00
m3

Azas Teknik Kimia I


Specific Gravity
Contoh Soal 5 :
Dalam produksi obat yang memiliki massa molekul relatif 192, aliran keluar reaktor memiliki kecepatan 10.5
L/min. Konsentrasi obat adalah 41.2% (dalam air) dan specific gravity larutan adalah 1.024. Hitung berapa
konsentrasi dari obat (dalam kg/L) pada aliran keluar, dan laju alir obat tersebut dalam satuan kgmol/min.

Penyelesaian : 0.412 kg obat


REAKTOR

Basis : 1 kg larutan
𝑔 𝑠𝑜𝑙𝑛
1.024
𝑚𝑎𝑠𝑠𝑎 𝑗𝑒𝑛𝑖𝑠 𝑙𝑎𝑟𝑢𝑡𝑎𝑛 = 𝑐𝑚3 × 1.000 𝑔 𝐻2𝑂 = 1.024 𝑔 𝑠𝑜𝑙𝑛
𝑔 𝐻2𝑂 𝑐𝑚3 𝑐𝑚3
1.000
𝑐𝑚3
0.412 𝑘𝑔 𝑑𝑟𝑢𝑔 1.024 𝑔 𝑠𝑜𝑙𝑛 1 𝑘𝑔 103 𝑐𝑚3 𝑘𝑔 𝑑𝑟𝑢𝑔
× × 3 × = 0.422
1.000 𝑘𝑔 𝑠𝑜𝑙𝑛 𝑐𝑚3 10 𝑔 1𝐿 𝐿 𝑠𝑜𝑙𝑛

Azas Teknik Kimia I


Specific Gravity
Contoh Soal 5 :
Dalam produksi obat yang memiliki massa molekul relatif 192, aliran keluar reaktor memiliki kecepatan 10.5
L/min. Konsentrasi obat adalah 41.2% (dalam air) dan specific gravity larutan adalah 1.024. Hitung berapa
konsentrasi dari obat (dalam kg/L) pada aliran keluar, dan laju alir obat tersebut dalam satuan kgmol/min.

Penyelesaian :

Basis : 1 min ≡ 10.5 L larutan

10. 5 𝐿 𝑠𝑜𝑙𝑛 0.422 𝑘𝑔 𝑑𝑟𝑢𝑔 1 𝑘𝑔 𝑚𝑜𝑙 𝑑𝑟𝑢𝑔


× × = 0.023 𝑘𝑔𝑚𝑜𝑙/𝑚𝑖𝑛
1 𝑚𝑖𝑛 1 𝐿 𝑠𝑜𝑙𝑛 192 𝑘𝑔 𝑑𝑟𝑢𝑔

Azas Teknik Kimia I


Latihan Soal 2

1. Diketahui specific gravity dari ethanol pada suhu 60oF adalah 0.79389. Berapakah massa jenis ethanol pada
suhu tersebut (dalam satuan kg/m3)?
2. Specific gravity dari baja adalah 7.9. berapakah volume dari baja yang memiliki massa 4000 lb? Nyatakan
dalam satuan cubic feet.
3. Specific gravity dari larutan adalah 0.80 pada suhu 70oF. Berapakah volume yang akan menempati larutan
dengan massa 100 lb pada suhu yang sama (dalam satuan ft3)?
4. Larutan dalam air mengandung 1.704 kg HNO3/kg H2O. Larutan tersebut memiliki specific gravity 1.382 pada
suhu 20oC. Berapakah massa HNO3 per meter kubik larutan pada suhu 20oC? Nyatakan dalam satuan kg.

Azas Teknik Kimia I


Laju Alir (Flow Rate)

• Flow rate  laju alir material


• Mass flow
𝑚
𝑚=
𝑡
• Volumetric flow
𝑉
𝐹=
𝑡
• Molar flow
𝑛
𝑛=
𝑡

Azas Teknik Kimia I


Fraksi Mol (Mole Fraction) dan Fraksi Massa (Mass Fraction)
• Fraksi mol (mole fraction)  sejumlah mol dari suatu senyawa dalam sebuah campuran
atau larutan dibagi dengan jumlah mol total campuran atau larutan.
• Definisi ini berlaku untuk gas, liquid, dan padat.

moles of A moles of A
mole fraction of A = mole percent of A = × 100%
total moles total moles
• Fraksi massa (mass fraction)  massa senyawa dibagi dengan massa total senyawa dalam
campuran atau larutan
mass of A
mass (weight) fraction of A =
total mass
mass of A
mass weight percent of A = × 100%
total mass
Azas Teknik Kimia I
Fraksi Mol (Mole Fraction) dan Fraksi Massa (Mass Fraction)
Contoh Soal 1 :
Sebuah zat kimia pembersih saluran mengandung 5.00 kg air dan 5.00 kg NaOH. Berapakah
fraksi massa dan fraksi mol masing – masing komponen di dalam zat kimia tersebut?

Penyelesaian :

Massa Mass Mol


Component MW Mole fraction
(kg) fraction (kgmol)
H2O 5 0.5 18 0.0278 0.6897
NaOH 5 0.5 40 0.0125 0.3103
Total 10 1 0.0403 1.0000

Azas Teknik Kimia I


Analisa Larutan dan Campuran Multikomponen
Ingat!!
• Komposisi gas dinyatakan dalam persen mol atau fraksi mol kecuali ada pernyataan lain
• Komposisi liquid dan solid dinyatakan dalam persen massa atau fraksi massa kecuali ada pernyataan lain

Massa molekul rata-rata udara

Contoh : massa molekul rata – rata udara

Component Moles = percent Mol. Wt. Lb or kg Weight %


O2 21 32 672 23.17
N2 79 28.2 2228 76.83
Total 100 2900 100

Massa molekul rata – rata udara = 2900 lb/100 lbmol = 29 atau 2900 kg/100 kgmol = 29

Azas Teknik Kimia I


Latihan Soal 1
1. Campuran gas telah dianalisa dan didapatkan komposisi sebagai berikut :
CO2 12.0%
CO 6.0%
CH4 27.3%
H2 9.9%
N2 44.8%
Berapakah massa dari 3 kgmol gas tersebut?
2. Campuran gas sejumlah 100 kgmol yang telah diliquifikasi memiliki komposisi sebagai berikut :
n-C4H10 50%
n-C5H12 30%
n-C6H14 20%
Hitunglah :
a) Fraksi massa masing – masing komponen
b) Persen massa masing – masing komponen
c) Massa total gas
d) Massa molekul rata – rata dari campuran

Azas Teknik Kimia I


Concentration

• Konsentrasi  kuantitas dari beberapa substansi per unit volume


• Beberapa istilah yang digunakan untuk menyatakan konsentrasi :
a. Massa per satuan volume
b. Mol per satuan volume
c. Parts per million (ppm), parts per billion (ppb)
Metode yang digunakan untuk menyatakan konsentrasi larutan yang “sangat” encer. Biasanya
digunakan untuk menyatakan fraksi massa liquid/solid dan fraksi mol gas dengan jumlah solute yang
sangat kecil.
d. Parts per million by volume (ppmv) dan parts per billion by volume (ppbv)
e. Molarity (gmol/L), molality (mole solute/kg solvent), and normality (equivalents/L)

Azas Teknik Kimia I


Concentration
Contoh Soal 2 :
Batasan konsentrasi HCN di udara adalah 10 ppm. Dosis mematikan HCN di udara adalah sebesar 300 mg/kg
udara pada suhu ruang. Berapa milligram HCN/kg udara dalam 10 ppm HCN? Berapa fraksinya dibandingkan
dosis mematikannya?
Penyelesaian :

10 𝑔𝑚𝑜𝑙 𝐻𝐶𝑁 10 𝑔𝑚𝑜𝑙 𝐻𝐶𝑁


10 ppm = =
106 𝑢𝑑𝑎𝑟𝑎 + 𝐻𝐶𝑁 𝑔𝑚𝑜𝑙 106 𝑔𝑚𝑜𝑙 𝑢𝑑𝑎𝑟𝑎
10 gmol HCN 27.03 g HCN 1 gmol udara 1000 mg HCN 1000 g udara
a. 106 gmol udara
×
1 gmol
×
29 g udara
×
1 g HCN
×
1 kg udara
= 9.32 mgHCN/kg udara

9.32
b. 300
= 0.031

Azas Teknik Kimia I


Concentration
Contoh Soal 3 :
Larutan HNO3 dalam air memiliki specific gravity 1.10 pada suhu 25oC. Konsentrasi larutan HNO3 adalah 15g/l
larutan. Tentukan
a. Fraksi mol HNO3 dalam larutan
b. Ppm HNO3 dalam larutan
Penyelesaian :

15 g HNO3 1L 1 cm3 g HNO3


a. 1 L larutan
×
1000 cm3
×
1.10 g larutan
= 0.01364
g larutan

Basis : 100 g larutan


Massa air dalam larutan = 100 – 1.364 = 98.636 g H2O

Azas Teknik Kimia I


Concentration
Component g MW gmol Mole fraction
HNO3 1.364 63.02 0.021644 0.00393773
H2O 98.636 18.016 5.474911 0.99606227
Total 100 5.496555 1

13.64 g HNO3 13.64 gHNO3 13640 mgHNO3


b. 1 kg 𝑙𝑎𝑟𝑢𝑡𝑎𝑛
=
103 g 𝑙𝑎𝑟𝑢𝑡𝑎𝑛
=
106 mg 𝑙𝑎𝑟𝑢𝑡𝑎𝑛
= 13640 ppm

Azas Teknik Kimia I


Basis Perhitungan
• Penetapan basis  membantu mempermudah perhitungan
• Basis  waktu, massa, mol, dll
• Dasar penentuan basis
1. Tentukan data apa yang kita miliki untuk memulai perhitungan
Contoh : diketahui massa 100 lb minyak, 46 kg fertilizer
2. Perhatikan jawaban apa yang dicari
Contoh : berapa jumlah produk yang dihasilkan tiap jam
3. Tentukan basis yang paling tepat untuk digunakan
Conroh :
• Fraksi mol sejumlah material A telah diketahui  tentukan 100 kgmol material A sebagai basis
• Fraksi massa sejumlah material A telah diketahui  tentukan 100 kg material A sebagai basis
• Apabila laju alir (flow rate) suatu material telah diketahui maka pilih satu interval waktu tertentu sebagai basis.

Ingat !!!!
Selalu nyatakan basis perhitungan yang Anda pilih dengan menuliskannya pada AWAL PERHITUNGAN.

Azas Teknik Kimia I


Basis Perhitungan
Contoh Soal 4 :
Dehidrasi alkane rantai pendek dapat dilakukan dengan bantuan katalis Ceric oxide (CeO). Berapa fraksi massa dan fraksi
mol Ce dan O didalam katalis?

Penyelesaian :
Basis : 2 kgmol CeO

Component kg mol mole fraction mol. wt. kg mass fraction


Ce 1 0.5 140.12 140.12 0.90
O 1 0.5 16 16 0.10
Total 2 1 156.12 156.12 1

Azas Teknik Kimia I


Basis Perhitungan
Contoh Soal 5 :
Sebagian besar proses produksi gas atau gasoline dari batubara melibatkan beberapa langkah gasifikasi untuk
menghasilkan hidrogen atau gas sintesis. Pressure gasification sering menjadi pilihan karena memiliki yield metana dan
laju gasifikasi yang tinggi. Diketahui bahwa 50 kg gas yang akan duji coba memiliki kandungan 10% H2, 40% CH4, 30% CO,
dan 20% CO2. Berapa massa molekul rata – rata (average molecular weight) dari gas tersebut?

Penyelesaian :
Basis : 100 kgmol gas

Component mole fraction kgmol mol wt. kg


CO2 0.2 20 44 880
CO 0.3 30 28 840
CH4 0.4 40 16.04 641.6
H2 0.1 10 2.02 20.2
Total 1 100 2381.8
2381.8
𝐴𝑣𝑒𝑟𝑎𝑔𝑒 𝑚𝑜𝑙𝑒𝑐𝑢𝑙𝑎𝑟 𝑤𝑒𝑖𝑔ℎ𝑡 = = 23.818 𝑘𝑔/𝑘𝑔𝑚𝑜𝑙
100

Azas Teknik Kimia I


Basis Perhitungan
Contoh Soal 6 :
A medium-grade bituminous coal analyzes as follows :

Component Percent
S 2
N 1
O 6
Ash 11
Water 3
Residuum 77

The residuum is C and H, and the mole ratio in the residuum is H/C = 9. Calculate the weight (mass) fraction composition of
the coal with the ash and the moisture omitted (ash-and moisture free).

Azas Teknik Kimia I


Basis Perhitungan
Penyelesaian :
Basis 1 : 100 kg of coal

S + N + O + ash + water = 2 + 1 + 6 + 11 + 3 = 23 kg
Residuum = 100 – 23 = 77 kg (C+H)

Basis 2 : 100 kgmol of residuum


Component mole fraction kg mol mol wt. kg mass fraction
H 0.9 90 1.008 90.72 0.43
C 0.1 10 12 120 0.57
Total 1 100 210.72 1
H : (77 kg) (0.43) = 33.15 kg Component kg mass fraction
C : (77 kg) (0.57) = 43.85 kg C 43.85 0.51
H 33.15 0.39
Ash-free and water-free S 2 0.02
N 1 0.01
O 6 0.07
Total 86.00 1

Azas Teknik Kimia I


Latihan Soal 2

1. You have 25 lb of a gas of the following composition :


CH4 50%
C2H4 10%
C2H6 40%
What is the average molecular weight of the mixture? What is the weight (mass) fraction of each
of the component in the mixture? What are the composition of the gas on a mass basis?

2. A fuel gas is reported to analyze on a mole basis, 20% methane, 5% ethane, and the remainder
CO2. Calculate the analysis of the fuel gas on a mass percentage basis.

Azas Teknik Kimia I


Neraca Massa dan Sistem
• Law of the conservation of mass :
“Matter is neither created nor destroyed”

• System
Sistem adalah segala sesuatu atau seluruh proses yang kita
inginkan untuk dianalisa/diamati
Sistem dapat dibatasi dengan menentukan batas sistem (system
boundary) Closed System
• Closed System
Tidak ada material yang masuk maupun keluar sistem. Perubahan
dapat terjadi di dalam sistem namun tidak terjadi perpindahan
massa dengan lingkungan.
• Open System
Terjadi perpindahan massa (aliran) yang melewati batas sistem
(dari sistem ke lingkungan dan sebaliknya). Disebut juga flow
system.
Open System
Azas Teknik Kimia I
Steady-State and Unsteady-State System

• Steady-state process (Steady-state system)


1. Kondisi di dalam proses tidak berubah (tetap) terhadap waktu
2. Kondisi pada aliran konstan terhadap waktu
Pada steady-state process semua kondisi dalam proses (temperature,
tekanan, massa bahan, laju alir, dll) konstan terhadap waktu. Open steady-state system

• Unsteady-state process (unsteady-state system)


Pada unsteady-state process tidak semua kondisi dalam proses
(temperature, tekanan, massa bahan, laju alir, dll) konstan terhadap
waktu.
Aliran baik masuk maupun keluar berubah / bervariasi terhadap waktu.

Open unsteady-state
system with accumulation
after 50 minutes

Azas Teknik Kimia I


Continuous and Batch Process

• Continuous Process
Sebuah proses dimana bahan masuk dan keluar sistem secara kontinyu

• Batch Process
Sebuah proses dimana tidak ada bahan yang masuk maupun keluar selama proses berlangsung

Continuous Process Batch Process

Azas Teknik Kimia I


Material balance

Material balance for single component :

𝐴𝑐𝑐𝑢𝑚𝑢𝑙𝑎𝑡𝑖𝑜𝑛 𝑜𝑓 𝑚𝑎𝑡𝑒𝑟𝑖𝑎𝑙 𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑓𝑙𝑜𝑤 𝑖𝑛𝑡𝑜 𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑓𝑙𝑜𝑤 𝑜𝑢𝑡


= − (1)
𝑤𝑖𝑡ℎ𝑖𝑛 𝑡ℎ𝑒 𝑠𝑦𝑠𝑡𝑒𝑚 𝑡ℎ𝑒 𝑠𝑦𝑠𝑡𝑒𝑚 𝑜𝑓 𝑡ℎ𝑒 𝑠𝑦𝑠𝑡𝑒𝑚

After 50 min

Azas Teknik Kimia I


Material balance

𝐹𝑖𝑛𝑎𝑙 𝑚𝑎𝑡𝑒𝑟𝑖𝑎𝑙 𝐼𝑛𝑖𝑡𝑖𝑎𝑙 𝑚𝑎𝑡𝑒𝑟𝑖𝑎𝑙


𝐴𝑐𝑐𝑢𝑚𝑢𝑙𝑎𝑡𝑖𝑜𝑛 = − (2)
𝑖𝑛 𝑡ℎ𝑒 𝑠𝑦𝑠𝑡𝑒𝑚 𝑖𝑛 𝑡ℎ𝑒 𝑠𝑦𝑠𝑡𝑒𝑚

𝐹𝑖𝑛𝑎𝑙 𝑚𝑎𝑡𝑒𝑟𝑖𝑎𝑙 𝐼𝑛𝑖𝑡𝑖𝑎𝑙 𝑚𝑎𝑡𝑒𝑟𝑖𝑎𝑙 𝐹𝑙𝑜𝑤 𝑖𝑛𝑡𝑜 𝐹𝑙𝑜𝑤 𝑜𝑢𝑡 𝑜𝑓


𝑖𝑛 𝑡ℎ𝑒 𝑠𝑦𝑠𝑡𝑒𝑚 − 𝑖𝑛 𝑡ℎ𝑒 𝑠𝑦𝑠𝑡𝑒𝑚 = 𝑡ℎ𝑒 𝑠𝑦𝑠𝑡𝑒𝑚 − 𝑡ℎ𝑒 𝑠𝑦𝑠𝑡𝑒𝑚 (3)
𝑎𝑡 𝑡2 𝑎𝑡 𝑡1 𝑓𝑟𝑜𝑚 𝑡1 𝑡𝑜 𝑡2 𝑓𝑟𝑜𝑚 𝑡1 𝑡𝑜 𝑡2

Negative accumulation :

After 50 min

Azas Teknik Kimia I


Multiple Component Systems

Steady-state??
Unsteady-state??

Azas Teknik Kimia I


Multiple Component Systems
Contoh : Mixing of a dilute stream of NaOH
Operating time = 1 hr
Steady-state open system (continuous)

Azas Teknik Kimia I


Multiple Component Systems
FLOW IN FLOW OUT
F1 F2 PRODUCT
Component ACC
mass mass mass mass mass mass
frac (kg) frac (kg) frac (kg)
NaOH 0.05 450 0.5 500 0.095 950 0
H2O 0.95 8550 0.5 500 0.905 9050 0
total 1 9000 1 1000 1 10000 0

Steady-state  accumulation = 0

𝐴𝑐𝑐𝑢𝑚𝑢𝑙𝑎𝑡𝑖𝑜𝑛 𝑜𝑓 𝑚𝑎𝑡𝑒𝑟𝑖𝑎𝑙 𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑓𝑙𝑜𝑤 𝑖𝑛𝑡𝑜 𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑓𝑙𝑜𝑤 𝑜𝑢𝑡


= −
𝑤𝑖𝑡ℎ𝑖𝑛 𝑡ℎ𝑒 𝑠𝑦𝑠𝑡𝑒𝑚 𝑡ℎ𝑒 𝑠𝑦𝑠𝑡𝑒𝑚 𝑜𝑓 𝑡ℎ𝑒 𝑠𝑦𝑠𝑡𝑒𝑚
𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑓𝑙𝑜𝑤 𝑖𝑛𝑡𝑜 𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑓𝑙𝑜𝑤 𝑜𝑢𝑡
0= −
𝑡ℎ𝑒 𝑠𝑦𝑠𝑡𝑒𝑚 𝑜𝑓 𝑡ℎ𝑒 𝑠𝑦𝑠𝑡𝑒𝑚
𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑓𝑙𝑜𝑤 𝑖𝑛𝑡𝑜 𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑓𝑙𝑜𝑤 𝑜𝑢𝑡
=
𝑡ℎ𝑒 𝑠𝑦𝑠𝑡𝑒𝑚 𝑜𝑓 𝑡ℎ𝑒 𝑠𝑦𝑠𝑡𝑒𝑚

Azas Teknik Kimia I


Multiple Component Systems
Contoh Soal 1 :
Mixers
FLOW IN FLOW OUT
Comp MW F1 F2 PRODUCT
mass frac mass (kg) mass frac mass (kg) mass frac mass (kg)
NaCl 58.5 0.25 0.05
H2O 18 0.75 0.95
total 1 13500 1 26300

Contoh Soal 2 :
Distillation Unit

FLOW IN FLOW OUT


F1 P1 P2
Comp. MW
mass frac mass (kg) mass frac mass (kg) mass frac mass (kg)
C3= 42 0.997 0.100
C3 44 0.003 0.900
total 1 74000 1 34000

Azas Teknik Kimia I


Multiple Component Systems
Anda diminta mengukur kecepatan gas buang yang keluar melalui cerobong (stack). Gas buang
masuk cerobong berisi 2,1% CO2. Gas CO2 diinjeksikan melalui bagian bawah cerobong dengan
kecepatan 4 lb/menit. Konsentrasi CO2 dalam gas keluar dapat diukur yaitu 3,2%. Tentukan
kecepatan gas yang dibuang dari cerobong. Gambar III.4 menunjukkan skema dari permasalahan.
Langkah – langkah Penyelesaian Neraca Massa
1. Baca dan pahami permasalahannya
2. Gambarlah prosesnya dan batas sistemnya (system boundary)
3. Beri label (simbol, angka, satuan) pada diagram untuk semua aliran, bahan dan komposisi.
Untuk aliran, bahan, dan komposisi yang tidak diketahui maka gunakan simbol dan satuan.
Lengkapi semua data yang diketahui. Berikut ini adalah beberapa data yang dapat ditampilkan
pada diagram :
― Flow rate aliran - Efisiensi
― Komposisi masing – masing aliran - Constraint
― Rasio aliran - Konversi
― Keterangan khusus - Hubungan kesetimbangan
― Yield - Massa molekul (MW)

Azas Teknik Kimia I


Langkah – langkah Penyelesaian Neraca Massa

4. Temukan data yang dibutuhkan untuk menyelesaikan permasalahan neraca massa


5. Tentukan basis
6. Tentukan jumlah variable yang tidak diketahui
7. Tentukan jumlah persamaan independennya
8. Tuliskan persamaan yang akan diselesaikan
9. Selesaikan persamaan tersebut dan hitung apa yang diminta
10.Periksa kembali jawaban

Azas Teknik Kimia I


Langkah – langkah Penyelesaian Neraca Massa
Contoh :
Sebuah tangki pencampur digunakan untuk mencampurkan NaOH dengan H2O untuk
memproduksi larutan NaOH encer. Tentukan komposisi dan laju alir produk apabila laju alir
NaOH pada umpan adalah 1000 kg/jam dan rasio laju alir H2O pada produk adalah 0.9.
Batas sistem
Basis : 1 jam operasi
(system boundary)
W kg F = 1000 kg
H2O 100%
MIXER NaOH 100%

Component mass (kg) mass fract


W/P = 0.9 P kg NaOH PNaOH xNaOH
H2O PH2O xH2O
total P 1

Azas Teknik Kimia I


Langkah – langkah Penyelesaian Neraca Massa
Analisa Derajat Kebebasan :
𝑵𝑫 = 𝑵𝑼 − 𝑵𝑬
ND = Derajat kebebasan (degree of freedom)
NU = Jumlah variabel yang tidak diketahui (number of unknown)
NE = jumlah persamaan independen (number of independent equation)
Case ND Possibility of a solution
NU = NE 0 A solution exists
NU > NE >0 More independent equations required
NU < NE <0 In general no solution exists unless some constraint are eliminated

𝑵𝑫 = 𝑵𝑼 − 𝑵𝑬
• W 𝟎=𝟒−𝟒 • NaOH balance : PNaOH = 1000
• P • H2O balance : PH2O = W
• PNaOH • Rasio W/P = 0.9
• PH2O • Laju alir P : PNaOH + PH2O = P

Azas Teknik Kimia I


Langkah – langkah Penyelesaian Neraca Massa
𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑏𝑎𝑙𝑎𝑛𝑐𝑒 ∶ 1000 + 𝑊 = 𝑃 𝑃 = 𝑃𝑁𝑎𝑂𝐻 + 𝑃𝐻2𝑂
𝑅𝑎𝑡𝑖𝑜 ∶ W = 0.9 P
10 000 = 1000 + 𝑃𝐻2𝑂
1000 + 0.9𝑃 = 𝑃
𝑃𝐻2𝑂 = 9000 𝑘𝑔
1000 = 𝑃 − 0.9 𝑃
1000 = 0.1 𝑃
𝑃 = 10 000 𝑘𝑔 1000
𝑥𝑁𝑎𝑂𝐻 = = 0.1
10 000

9000
𝑊 = 0.9 × 10 000 𝑥𝐻2𝑂 = = 0.9
10 000
𝑊 = 9000 𝑘𝑔

Azas Teknik Kimia I


Soal Latihan

1. Drier digunakan untuk mengeringkan kayu basah (kandungan air 20.1%)


supaya kadar airnya turun menjadi 8.6%. Tentukan berapakah air yang
dihilangkan per kg kayu basah yang dimasukkan ke dalam proses!
2. Tangki A mengandung 90% nitrogen dicampur dengan tangki B yang
mengandung 30% nitrogen akan menghasilkan tangki C yang mengandung
65% nitrogen. Berapakah rasio antara umpan tangki A dan tangki B?

Azas Teknik Kimia I


Persamaan Kimia dan Stoikiometri
• Persamaan kimia memberikan informasi kuantitatif dan kualitatif yang akan digunakan dalam
perhitungan mol material yang terlibat di dalam reaksi

C7H16 + 11O2  7CO2 + 8H2O

Make sure that the equation is balanced!!

Persamaan kimia akan memberikan 2 jenis informasi, yaitu :


1. Memberikan informasi tentang substansi yang bereaksi dan substansi yang diproduksi
2. Koefisien dari sebuah reaksi yang setimbang akan memberikan informasi tentang rasio mol antara
substansi yang bereaksi dengan yang diproduksi

Azas Teknik Kimia I


Persamaan Kimia dan Stoikiometri
C7H16 + 11O2  7CO2 + 8H2O
Make sure that the equation is balanced!!
Stoichiometric coefficients

• Stoichiometry  memberikan informasi kuantitatif yang berhubungan dengan jumlah produk yang dapat
dihasilkan oleh sejumlah reaktan
• Stoichiometric ratios  rasio yang dihasilkan dari perbandingan koefisien dalam sebuah persamaan reaksi
baik reaktan dan produk
• Apabila basis perhitungan yang digunakan adalah dalam massa (lbm, kg)  ubah ke dalam mol
Contoh :
10 kg C7H16 bereaksi sempurna dengan O2, berapa jumlah CO2 yang dihasilkan sebagai produk?
Penyelesaian :
1 𝑘𝑔𝑚𝑜𝑙 𝐶7 𝐻16 7 𝑘𝑔𝑚𝑜𝑙 𝐶𝑂2 44 𝑘𝑔 𝐶𝑂2
10 𝑘𝑔 𝐶7 𝐻16 × × × = 30.8 𝑘𝑔 𝐶𝑂2
100.1 𝑘𝑔 𝐶7 𝐻16 1 𝑘𝑔𝑚𝑜𝑙 𝐶7 𝐻16 1 𝑘𝑔𝑚𝑜𝑙𝐶𝑂2

Azas Teknik Kimia I


Persamaan Kimia dan Stoikiometri
Langkah – langkah penyelesaian soal stoikiometri

1. Pastikan persamaan kimia telah setimbang


𝐶𝐻4 + 𝑂2 → 𝐶𝑂2 + 𝐻2 𝑂 (belum setimbang)
𝐶𝐻4 + 2𝑂2 → 𝐶𝑂2 + 2𝐻2 𝑂 (setimbang)

2. Apabila jumlah reaksi yang terjadi tidak diketahui maka jumlahnya dapat diasumsikan (misal :
diasumsikan terjadi reaksi sempurna)

3. Gunakan molecular weight (MW) untuk mengkonversi massa menjadi mol baik untuk reaktan
dan produk, dan sebaliknya

4. Gunakan koefisien dari persamaan kimia untuk menghasilkan jumlah mol produk yang dihasilkan
dari sejumlah reaktan yang bereaksi

Azas Teknik Kimia I


Persamaan Kimia dan Stoikiometri
Secara umum persamaan kimia dapat dituliskan sebagai berikut
𝑐𝐶 + 𝑑𝐷 ↔𝑎𝐴+𝑏𝐵
Dimana a, b, c, dan d adalah koefisien stoikiometri untuk spesies A, B, C, dan D.

𝑣𝐴 𝐴 + 𝑣𝐵 𝐵 + 𝑣𝐶 𝐶 + 𝑣𝐷 𝐷 = 𝑣𝑖 𝑆𝑖

Dimana:
vi = koefisien stoikiometri untuk spesies
• Reaktan koefisien bertanda negatif (vC = -c vD = -d)
• Produk koefisien bertanda positif (vA= a vB = b)

Apabila suatu spesies tidak ada dalam persamaan kimia maka nilai koefisien stoikiometrinya
dianggap nol
𝑂2 + 2𝐶𝑂 → 2𝐶𝑂2
𝑣𝑂2 = −1 𝑣𝐶𝑂 = −2 𝑣𝐶𝑂2 = 2 𝑣𝑁2 = 0

Azas Teknik Kimia I


Persamaan Kimia dan Stoikiometri
Contoh Soal 1 :
The primary energy source for cells is the aerobic catabolism (oxidation) of glucose (C6H12O6, a sugar). The
overall oxidation of glucose produces CO2 and H2O by the following reaction
C6H12O6 + a O2  b CO2 + c H2O
Determine the values of a, b and c that the balance this chemical reaction equation.

Penyelesaian :
Basis : The given reaction
By inspection, the carbon balance gives b = 6, the hydrogen balance gives b = 6, the hydrogen balance
gives c = 6, and an oxygen balance
6 + 2a = (6x2) + 6
Gives a = 6. therefore, the balanced equation is
C6H12O6 + 6O2  6CO2 + 6H2O

Azas Teknik Kimia I


Persamaan Kimia dan Stoikiometri
Contoh Soal 2 :
In the combustion of heptane, CO2 is produced.
Assume that you want to produce 500 kg of dry ice
per hour, and that 50% of the CO2 can be converted
into dry ice, as shown in Figure 1. How many
kilograms of heptane must be burned per hour?
Figure 1
Penyelesaian :
• Menggunakan massa produk CO2 untuk menghitung massa reaktan C7H16
• Mengkonversi massa CO2 menjadi mol
• Menggunakan persamaan kimia untuk mendapatkan mol C7H16  konversi menjadi massa

Component MW (kg/kgmol)
CO2 44 𝐶7 𝐻16 + 11𝑂2 → 7𝐶𝑂2 + 8𝐻2 𝑂
C7H16 100.1

Azas Teknik Kimia I


Persamaan Kimia dan Stoikiometri
Component MW (kg/kgmol)
𝐶7 𝐻16 + 11𝑂2 → 7𝐶𝑂2 + 8𝐻2 𝑂 CO2 44
C7H16 100.1

Penyelesaian :
Basis : 500 kg dry ice (ekivalen dengan waktu 1 jam)

Perhitungan jumlah C7H16


1 𝑘𝑔 𝐶𝑂2 1 𝑘𝑔𝑚𝑜𝑙 𝐶𝑂2 1 𝑘𝑔𝑚𝑜𝑙𝐶7 𝐻16 100.1 𝑘𝑔 𝐶7 𝐻16
500 𝑘𝑔 𝑑𝑟𝑦 𝑖𝑐𝑒 × × × × = 325 𝑘𝑔 𝐶7 𝐻16
0.5 𝑘𝑔 𝑑𝑟𝑦 𝑖𝑐𝑒 44 𝑘𝑔 𝐶𝑂2 7 𝑘𝑔𝑚𝑜𝑙 𝐶𝑂2 1 𝑘𝑔𝑚𝑜𝑙 𝐶7 𝐻16

Azas Teknik Kimia I


Persamaan Kimia dan Stoikiometri
Contoh Soal 3 :
A limestone analyses (weight %)
CaCO3 92.89%
MgCO3 5.41%
Inert 1.70%
By heating the limestone you recover oxides known as lime.
a) How many pounds of calcium oxide can be made from 1 ton of this limestone?
b) How many pounds of CO2 can be recovered per pound of limestone?
c) How many pounds of limestone are needed to make 1 ton of lime?

Penyelesaian :
• Diketahui bahwa karbonat akan terdekomposisi menjadi oksida, reaksi akan melepaskan
karbondioksida dan menghasilkan kalsium oksida dan magnesium oksida serta inert.

Azas Teknik Kimia I


Persamaan Kimia dan Stoikiometri
CO2

Limestone

Heat CaO
MgO Lime
Inert
Persamaan kimia :
𝐶𝑎𝐶𝑂3 → 𝐶𝑎𝑂 + 𝐶𝑂2
𝑀𝑔𝐶𝑂3 → 𝑀𝑔𝑂 + 𝐶𝑂2

Component CaCO3 MgCO3 CaO MgO CO2


MW 100.1 84.32 56.08 40.32 44

Azas Teknik Kimia I


Persamaan Kimia dan Stoikiometri
Basis : 100 lb limestone
Limestone Solid Products
Component MW mass fract mass (lb) mol (lbmol) Compound MW mol (lbmol) mass (lb)
CaCO3 100.1 0.9289 92.89 0.9280CaO 56.08 0.9280 52.0407
MgCO3 84.32 0.0541 5.41 0.0642MgO 40.32 0.0642 2.5869
Inert 0.017 1.7 Inert 1.7000
Total 1 100 0.9921Total 56.3276

The production of CO2 is :


0.9280 lbmol CaO  0.9280 lbmol CO2
0.0642 lbmol MgO  0.0642 lbmol CO2
Total mol CO2 = 0.928 lbmol + 0.0642 lbmol = 0.9921 lbmol
44 𝑙𝑏 𝐶𝑂2
0.9921 𝑙𝑏𝑚𝑜𝑙 𝐶𝑂2 × = 43.65 𝑙𝑏 𝐶𝑂2
1 𝑙𝑏𝑚𝑜𝑙 𝐶𝑂2
Or 100 lb – 56.33 lb = 43.67 lb

Azas Teknik Kimia I


Persamaan Kimia dan Stoikiometri

52.04 𝑙𝑏 𝐶𝑎𝑂 2000 𝑙𝑏 𝑙𝑏 𝐶𝑎𝑂


a) 𝐶𝑎𝑂 𝑝𝑟𝑜𝑑𝑢𝑐𝑒𝑑 = 100 𝑙𝑏 𝑙𝑖𝑚𝑒𝑠𝑡𝑜𝑛𝑒
×
1 𝑡𝑜𝑛
= 1041
𝑡𝑜𝑛

43.65 𝑙𝑏 𝐶𝑎𝑂 𝑙𝑏 𝐶𝑂2


b) 𝐶𝑂2 𝑝𝑟𝑜𝑑𝑢𝑐𝑒𝑑 = 100 𝑙𝑏 𝑙𝑖𝑚𝑒𝑠𝑡𝑜𝑛𝑒
= 0.437
𝑙𝑏 𝑙𝑖𝑚𝑒𝑠𝑡𝑜𝑛𝑒

100 𝑙𝑏 𝑙𝑖𝑚𝑒𝑠𝑡𝑜𝑛𝑒 2000 𝑙𝑏 𝑙𝑏 𝑙𝑖𝑚𝑒𝑠𝑡𝑜𝑛𝑒


c) 𝑙𝑖𝑚𝑒𝑠𝑡𝑜𝑛𝑒 𝑟𝑒𝑞𝑢𝑖𝑟𝑒𝑑 = 56.33 𝑙𝑏 𝑙𝑖𝑚𝑒
×
1 𝑡𝑜𝑛
= 3550
𝑡𝑜𝑛 𝑙𝑖𝑚𝑒

Azas Teknik Kimia I


Extent of Reaction
Extent of Reaction (ξ)  how much reaction occurs (unit : moles reacting)

𝑛𝑖 − 𝑛𝑖0
ξ=
𝑣𝑖
Where :
𝑛𝑖 = 𝑚𝑜𝑙𝑒𝑠 𝑜𝑓𝑠𝑝𝑒𝑐𝑖𝑒𝑠 𝑖 𝑝𝑟𝑒𝑠𝑒𝑛𝑡 𝑖𝑛 𝑡ℎ𝑒 𝑠𝑦𝑠𝑡𝑒𝑚 𝑎𝑓𝑡𝑒𝑟 𝑡ℎ𝑒 𝑟𝑒𝑎𝑐𝑡𝑖𝑜𝑛 𝑜𝑐𝑐𝑢𝑟𝑠
𝑛𝑖0 = 𝑚𝑜𝑙𝑒𝑠 𝑜𝑓𝑠𝑝𝑒𝑐𝑖𝑒𝑠 𝑖 𝑝𝑟𝑒𝑠𝑒𝑛𝑡 𝑖𝑛 𝑡ℎ𝑒 𝑠𝑦𝑠𝑡𝑒𝑚 𝑤ℎ𝑒𝑛 𝑡ℎ𝑒 𝑟𝑒𝑎𝑐𝑡𝑖𝑜𝑛 𝑠𝑡𝑎𝑟𝑡𝑠
𝑣𝑖 = 𝑐𝑜𝑒𝑓𝑓𝑖𝑐𝑖𝑒𝑛𝑡 𝑓𝑜𝑟 𝑠𝑝𝑒𝑐𝑖𝑒𝑠 𝑖 𝑖𝑛 𝑡ℎ𝑒 𝑝𝑎𝑟𝑡𝑖𝑐𝑢𝑙𝑎𝑟 𝑐ℎ𝑒𝑚𝑖𝑐𝑎𝑙 𝑟𝑒𝑎𝑐𝑡𝑖𝑜𝑛 𝑒𝑞𝑢𝑎𝑡𝑖𝑜𝑛
(𝑚𝑜𝑙𝑒𝑠 𝑜𝑓 𝑠𝑝𝑒𝑐𝑖𝑒𝑠 𝑖 𝑝𝑟𝑜𝑑𝑢𝑐𝑒𝑑 𝑜𝑟 𝑐𝑜𝑛𝑠𝑢𝑚𝑒𝑑 𝑝𝑒𝑟 𝑚𝑜𝑙𝑒𝑠 𝑟𝑒𝑎𝑐𝑡𝑖𝑛𝑔)
ξ = 𝑒𝑥𝑡𝑒𝑛𝑡 𝑜𝑓 𝑟𝑒𝑎𝑐𝑡𝑖𝑜𝑛 (𝑚𝑜𝑙𝑒𝑠 𝑟𝑒𝑎𝑐𝑡𝑖𝑛𝑔)

Thus 𝑛𝑖 = 𝑛𝑖0 + ξ𝑣𝑖


If several independent reactions occur in the reactor
𝑛𝑖 = 𝑛𝑖0 + 𝑅𝑘=1 𝑣𝑘𝑖 ξ 𝑘

Azas Teknik Kimia I


Extent of Reaction

Contoh Soal 4 :
Determine the extent of reaction for the following chemical reaction
N2 + 3H2  2NH3
Given the following analysis of feed and product :
Feed Product
N2 100 g ?
H2 50 g ?
NH3 5g 90 g

Azas Teknik Kimia I


Extent of Reaction
Penyelesaian :
• Extent reaction calculation
1 𝑔𝑚𝑜𝑙 𝑁𝐻3
𝑛𝑖 = 90 𝑔 𝑁𝐻3 ×
17 𝑔 𝑁𝐻3
= 5.294 𝑔𝑚𝑜𝑙 𝑁𝐻3 N2 + 3H2  2NH3
1 𝑔𝑚𝑜𝑙 𝑁𝐻3
𝑛𝑖0 = 5 𝑔 𝑁𝐻3 × = 0.294 𝑔𝑚𝑜𝑙 𝑁𝐻3
17 𝑔 𝑁𝐻3
𝑛𝑖 − 𝑛𝑖0 5.294 − 0.294 𝑔𝑚𝑜𝑙 𝑁𝐻3
ξ= = = 2.50 𝑚𝑜𝑙𝑒𝑠 𝑟𝑒𝑎𝑐𝑡𝑖𝑛𝑔
𝑣𝑖 2 𝑔𝑚𝑜𝑙 𝑁𝐻3 /𝑚𝑜𝑙𝑒𝑠_𝑟𝑒𝑎𝑐𝑡𝑖𝑛𝑔
• N2 • H2
1 𝑔𝑚𝑜𝑙 𝑁2 1 𝑔𝑚𝑜𝑙 𝐻2
𝑛𝑖0 = 100 𝑔 𝑁2 × = 3.57 𝑔𝑚𝑜𝑙 𝑁2 𝑛𝑖0 = 50 𝑔 𝐻2 × = 25 𝑔𝑚𝑜𝑙 𝐻2
28 𝑔 𝑁2 2 𝑔 𝐻2
𝑛𝑁2 = 3.57 + (−1)(2.5) = 1.07 𝑔𝑚𝑜𝑙 𝑁2 𝑛𝐻2 = 25 + (−3)(2.5) = 17.5 𝑔𝑚𝑜𝑙 𝐻2
28 𝑔 𝑁2 2 𝑔 𝐻2
𝑚𝑁2 = 1.07 𝑔𝑚𝑜𝑙 𝑁2 × = 30 𝑔 𝑁2 𝑚𝐻2 = 17.5 𝑔𝑚𝑜𝑙 𝐻2 × = 35 𝑔 𝐻2
1 𝑔𝑚𝑜𝑙 𝑁2 1 𝑔𝑚𝑜𝑙 𝐻 2

Azas Teknik Kimia I


Limiting and Excess Reactants
• Limiting reactant  the species in a chemical reaction that would theoretically run out first (would be
completely consumed) if the reaction were to proceed to completion according to the chemical
equation
• Excess reactant  the reactant in a chemical reaction with greater amount than necessary to react
completely with the limiting reactant
(𝐴 − 𝐵)
% 𝑒𝑥𝑐𝑒𝑠𝑠 𝑟𝑒𝑎𝑐𝑡𝑎𝑛𝑡 = × 100
𝐵
𝐴 = 𝑎𝑚𝑜𝑢𝑛𝑡 𝑜𝑓 𝑡ℎ𝑒 𝑒𝑥𝑐𝑒𝑠𝑠 𝑟𝑒𝑎𝑐𝑡𝑎𝑛𝑡 𝑓𝑒𝑑
𝐵 = 𝑎𝑚𝑜𝑢𝑛𝑡 𝑜𝑓 𝑡ℎ𝑒 𝑒𝑥𝑐𝑒𝑠𝑠 𝑟𝑒𝑎𝑐𝑡𝑎𝑛𝑡 𝑟𝑒𝑞𝑢𝑖𝑟𝑒𝑑 𝑡𝑜 𝑟𝑒𝑎𝑐𝑡 𝑤𝑖𝑡ℎ 𝑡ℎ𝑒 𝑙𝑖𝑚𝑖𝑡𝑖𝑛𝑔 𝑟𝑒𝑎𝑐𝑡𝑎𝑛𝑡
C7H16 + 11O2  7 CO2 + 8H2O
1 gmol 12 gmol

𝑚𝑎𝑥
0 𝑔𝑚𝑜𝑙 𝑂2 − 12 𝑔𝑚𝑜𝑙 𝑂2
ξ (𝑏𝑎𝑠𝑒𝑑 𝑜𝑛 𝑂2 ) = = 1.09 𝑚𝑜𝑙𝑒𝑠 𝑟𝑒𝑎𝑐𝑡𝑖𝑛𝑔
−11 𝑔𝑚𝑜𝑙 𝑂2 /𝑚𝑜𝑙𝑒𝑠_𝑟𝑒𝑎𝑐𝑡𝑖𝑛𝑔
𝑚𝑎𝑥
0 𝑔𝑚𝑜𝑙 𝑂2 − 1 𝑔𝑚𝑜𝑙 𝑂2
ξ 𝑏𝑎𝑠𝑒𝑑 𝑜𝑛 𝐶7 𝐻16 = = 1 𝑚𝑜𝑙𝑒𝑠 𝑟𝑒𝑎𝑐𝑡𝑖𝑛𝑔(𝑙𝑖𝑚𝑖𝑡𝑖𝑛𝑔 𝑟𝑒𝑎𝑐𝑡𝑎𝑛𝑡)
𝑂2
−1 𝑔𝑚𝑜𝑙
𝑚𝑜𝑙𝑒𝑠𝑟𝑒𝑎𝑐𝑡𝑖𝑛𝑔
Azas Teknik Kimia I
Limiting and Excess Reactants
Contoh Soal 5 :
NH3 (g)
If you feed 10 grams of N2 gas and 10 grams, of H2 gas into a reactor :
a. What is the maximum number of grams of NH3 that can be produced
b. What is the limiting reactant N2 (g) H2 (g)
c. What is the excess reactant 10 g REACTOR 10 g

Penyelesaian :
N2(g) + 3H2(g)  2NH3(g)
Given g : 10 10 0
MW : 28 2.016 17.02
mole : 0.357 4.960 0
−0.357 𝑔𝑚𝑜𝑙 𝑁2
ξ𝑚𝑎𝑥 𝑏𝑎𝑠𝑒𝑑 𝑜𝑛 𝑁2 = = 0.357 𝑚𝑜𝑙𝑒𝑠 𝑟𝑒𝑎𝑐𝑡𝑖𝑛𝑔
−1 𝑔𝑚𝑜𝑙𝑁2 /𝑚𝑜𝑙𝑒𝑠_𝑟𝑒𝑎𝑐𝑡𝑖𝑛𝑔
−4.960 𝑔𝑚𝑜𝑙 𝐻2
ξ𝑚𝑎𝑥 𝑏𝑎𝑠𝑒𝑑 𝑜𝑛 𝐻2 = = 1.65 𝑚𝑜𝑙𝑒𝑠 𝑟𝑒𝑎𝑐𝑡𝑖𝑛𝑔
−3 𝑔𝑚𝑜𝑙𝐻2 /𝑚𝑜𝑙𝑒𝑠_𝑟𝑒𝑎𝑐𝑡𝑖𝑛𝑔

Azas Teknik Kimia I


Limiting and Excess Reactants
a. What is the maximum number of grams of NH3 that can be produced
b. What is the limiting reactant
c. What is the excess reactant

Penyelesaian :
a. The maximum number of grams of NH3 that can be produced
2 𝑔𝑚𝑜𝑙 𝑁𝐻3 17.02 𝑔 𝑁𝐻3
0.357 𝑔𝑚𝑜𝑙 𝑁2 × × = 12.2 𝑔 𝑁𝐻3
1 𝑔𝑚𝑜𝑙 𝑁2 1 𝑔𝑚𝑜𝑙 𝑁𝐻3
b. The limiting reactant
N2 is the limiting reactant
c. The excess reactant
H2 is the excess reactant
The excess H2 is 4.960 – 3(0.357) = 3.89 gmol

Azas Teknik Kimia I


Conversion and Degree of Completion

• Conversion  the fraction of the feed or some key material in the feed that is converted into products
• Degree fo completion  percentage or fraction of the limiting reactant converted into products

𝑚𝑜𝑙𝑒𝑠 𝑜𝑟 𝑚𝑎𝑠𝑠 𝑜𝑓 𝑓𝑒𝑒𝑑 𝑜𝑟 𝑎 𝑐𝑜𝑚𝑝𝑜𝑢𝑛𝑑 𝑖𝑛 𝑡ℎ𝑒 𝑓𝑒𝑒𝑑 𝑡ℎ𝑎𝑡 𝑟𝑒𝑎𝑐𝑡


% 𝑐𝑜𝑛𝑣𝑒𝑟𝑠𝑖𝑜𝑛 = × 100
𝑚𝑜𝑙𝑒𝑠 𝑜𝑟 𝑚𝑎𝑠𝑠 𝑜𝑓 𝑓𝑒𝑒𝑑 𝑜𝑟 𝑎 𝑐𝑜𝑚𝑝𝑜𝑢𝑛𝑑 𝑖𝑛 𝑡ℎ𝑒 𝑓𝑒𝑒𝑑 𝑖𝑛𝑡𝑟𝑜𝑑𝑢𝑐𝑒𝑑

ξ
𝑐𝑜𝑛𝑣𝑒𝑟𝑠𝑖𝑜𝑛 =
ξ𝑚𝑎𝑥

Azas Teknik Kimia I


Selectivity

C2H4 = 19 mole%
19
80% conversion 𝑠𝑒𝑙𝑒𝑐𝑡𝑖𝑣𝑖𝑡𝑦 = = 2.4 mol C2H4/mol C3H6
8
C3H6 = 8 mole%
Azas Teknik Kimia I
Yield

Here are three common ones :


• Yield (based on feed)
The amount (mass or moles) of desired product obtained divided by the amount of the key
(frequently the limiting) reactant fed.
• Yield (based on reactant consumed)
The amount (mass or moles) of desired product obtained divided by amount of the key (frequently
limiting) reactant consumed.
• Yield (based on theoretical consumption on the limiting reactant)
The amount (mass or moles) of a product that would be obtained based in the limiting reactant in the
chemical reaction equation(s) if it were completely consumed.

Azas Teknik Kimia I


Yield
Contoh Soal 6 :

Yeasts are living organisms that consume sugar and produce a variety of products. For
example, yeast are used to convert malt to beer and corn to ethanol. The growth of S.
cerevisiae on glucose (a sugar) under anaerobic conditions (in the absence of oxygen)
proceeds by the following overall reaction to produce biomass, glycerol and ethanol

C6H12O6 + 0.118 NH3  0.59 CH1.74N0.2O0.45 + 0.43 C3H8O3 + 154 CO2 +1.3 C2H5OH + 0.03 H2O
glucose biomass glycerol ethanol

Calculate the theoretical yield of biomass per g of glucose. Also, calculate the yield
of ethanol per g glucose

Azas Teknik Kimia I


Yield
Penyelesaian :

Basis : 0.59 gmol of biomass

0.59 𝑔𝑚𝑜𝑙 𝑏𝑖𝑜𝑚𝑎𝑠𝑠 23.74 𝑔 𝑏𝑖𝑜𝑚𝑎𝑠𝑠 1 𝑔𝑚𝑜𝑙 𝑔𝑙𝑢𝑐𝑜𝑠𝑒 0.0778 𝑔 𝑏𝑖𝑜𝑚𝑎𝑠𝑠


× × =
1 𝑔𝑚𝑜𝑙 𝑔𝑙𝑢𝑐𝑜𝑠𝑒 1 𝑔𝑚𝑜𝑙 𝑏𝑖𝑜𝑚𝑎𝑠𝑠 180 𝑔 𝑔𝑙𝑢𝑐𝑜𝑠𝑒 𝑔 𝑔𝑙𝑢𝑐ose

1.3 𝑔𝑚𝑜𝑙 C2H5OH 46 𝑔 C2H5OH 1 𝑔𝑚𝑜𝑙 𝑔𝑙𝑢𝑐𝑜𝑠𝑒 0.332 𝑔C2H5OH


× × =
1 𝑔𝑚𝑜𝑙 𝑔𝑙𝑢𝑐𝑜𝑠𝑒 1 𝑔𝑚𝑜𝑙 C2H5OH 180 𝑔 𝑔𝑙𝑢𝑐𝑜𝑠𝑒 𝑔 𝑔𝑙𝑢𝑐ose

Azas Teknik Kimia I


Contoh Soal
Contoh Soal 7 :
Diketahui 2 reaksi sebagai berikut :
Cl2(g) + C3H6(g)  C3H5Cl(g) + HCl(g) (a)
Cl2(g) + C3H6(g)  C3H6Cl2(g) (b)
C3H6 adalah propylene (propene) (MW = 42.08)
C3H5Cl adalah allyl chloride (3-chloropropene) (MW = 76.53)
C3H6Cl2 adalah propylene chloride (1,2-dichloropropane) (MW = 112.99)

Setelah reaksi selesai berlangsung maka berikut ini adalah spesies yang ada pada aliran keluar
Species Mole (gmol)
Cl2 141.0
C3H6 651.0
C3H5Cl 4.6
C3H6Cl2 24.5
HCl 4.6

Azas Teknik Kimia I


Contoh Soal
Tentukan :
a. Berapakah Cl2 dan C3H6 yang diumpankan ke dalam reaktor? (nyatakan dalam satuan g mol)
b. Manakah yang menjadi limiting reactant?
c. Manakah yang menjadi excess reactant?
d. Berapakah persen konversi C3H6 menjadi C3H5Cl?
e. Berapakah selektivitas C3H5Cl terhadap C3H6Cl2?
f. Berapakah yield (berdasarkan umpan) dari C3H5Cl apabila dinyatakan dalam gram C3H5Cl per
g C3H6?
g. Sejauh mana reaksi berlangsung (extent of reaction) untuk reaksi pertama dan kedua?

Penyelesaian : Cl2(g)
Cl2(g) C3H6(g)
REACTOR C3H5Cl(g)
C3H6(g) C3H6Cl2(g)
HCl(g)

Azas Teknik Kimia I


Contoh Soal
a. Berapakah Cl2 dan C3H6 yang diumpankan ke dalam reaktor? (nyatakan dalam satuan
g mol)
• Cl2 pada reaksi (a)
1 𝑔𝑚𝑜𝑙 𝐶𝑙2
4.6 𝑔𝑚𝑜𝑙 𝐶3 𝐻5 𝐶𝑙 × = 4.6 𝑔𝑚𝑜𝑙 𝐶𝑙2
1 𝑔𝑚𝑜𝑙 𝐶3 𝐻5 𝐶𝑙
• Cl2 pada reaksi (b)
1 𝑔𝑚𝑜𝑙 𝐶𝑙2
24.5 𝑔𝑚𝑜𝑙 𝐶3 𝐻6 𝐶𝑙2 × = 24.5 𝑔𝑚𝑜𝑙 𝐶𝑙2
1 𝑔𝑚𝑜𝑙 𝐶3 𝐻6 𝐶𝑙2
• Cl2 didalam produk  141.0 gmol
Total Cl2 yang diumpankan ke dalam reaktor = 4.6 + 24.5 + 141.0 = 170.1 gmol
• C3H6 pada reaksi (a)
Mol C3H6 = mol Cl2 = 4.6 gmol
• C3H6 pada reaksi (b)
Mol C3H6 = mol Cl2 = 24.5 gmol
• C3H6 didalam produk = 651 gmol
Total C3H6 yang diumpankan ke dalam reaktor = 4.6 + 24.5 + 651 = 680. 1 gmol
Azas Teknik Kimia I
Contoh Soal
b. Limiting reactant  Cl2
c. Excess reactant  C3H6
d. Berapakah persen konversi C3H6 menjadi C3H5Cl?
4.6 𝑔𝑚𝑜𝑙 𝐶3 𝐻6 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑏𝑒𝑟𝑒𝑎𝑘𝑠𝑖
% 𝑘𝑜𝑛𝑣𝑒𝑟𝑠𝑖 𝐶3 𝐻6 = × 100 = 0.676 %
680.1 𝑔𝑚𝑜𝑙 𝐶3 𝐻6 𝑑𝑖𝑢𝑚𝑝𝑎𝑛𝑘𝑎𝑛

e. Berapakah selektivitas C3H5Cl terhadap C3H6Cl2?


4.6 𝑔𝑚𝑜𝑙 𝐶3 𝐻5 𝐶𝑙
% 𝑘𝑜𝑛𝑣𝑒𝑟𝑠𝑖 𝐶3 𝐻6 = × 100 = 0.676 %
24.5 𝑔𝑚𝑜𝑙 𝐶3 𝐻6 𝐶𝑙2
f. Berapakah yield (berdasarkan umpan) dari C3H5Cl apabila dinyatakan dalam gram C3H5Cl per
g C3H6?
76.53 4.6 𝑔 𝐶3 𝐻5 𝐶𝑙 𝑔 𝐶3 𝐻5 𝐶𝑙
𝑦𝑖𝑒𝑙𝑑 = = 0.012
42.08 680.1 𝑔 𝐶3 𝐻6 𝑔 𝐶3 𝐻6

Azas Teknik Kimia I


Contoh Soal
g. Sejauh mana reaksi berlangsung (extent of reaction) untuk reaksi pertama dan kedua?
𝑛𝑖 − 𝑛𝑖0 4.6 − 0
ξ1 = = = 4.6 𝑚𝑜𝑙𝑒𝑠 𝑟𝑒𝑎𝑐𝑡𝑖𝑛𝑔
𝑣𝑖 1
𝑛𝑖 − 𝑛𝑖0 24.5 − 0
ξ2 = = = 24.5 𝑚𝑜𝑙𝑒𝑠 𝑟𝑒𝑎𝑐𝑡𝑖𝑛𝑔
𝑣𝑖 1

Azas Teknik Kimia I


Latihan Soal
1. FeS can be roasted in O2 to form FeO
2FeS + 3O2  2FeO + 2SO2
If the slag (solid product) contains 80% FeO and 20% FeS, and the exit gas is 100% SO2,
determine the extent of reaction and the initial number of moles of FeS. Use 100 g or
100 lb as the basis.
2. A barytes composed of 100 percent BaSO4 is fused with carbon in the form of coke
containing ash (which is infusible). The composition of the fusion mass is
BaSO4 11.1%
BaS 72.8%
C 13.9%
Ash 2.2%
Reaction : BaSO4 + 4C  BaS +4CO
Find the excess reactant, the percentage of the excess reactant, and the degree of
completion of the reaction.

Azas Teknik Kimia I


Latihan Soal
3. Antimony is obtained by heating pulverized stibnite (Sb2S3) with scrap iron and drawing off the
molten antimony from the bottom of the reaction vessel.
Sb2S3 + 3Fe  2Sb + 3FeS
Suppose that 0.600 kg of stibnite and 0.250 kg of iron turnings are heated together to give 0.200
kg of Sb metal. Determine :
a) The limiting reactant
b) The percentage of excess reactant
c) The degree of completion
d) The percent conversion based on Sb2S3
e) The yield in kg Sb produced/kg Sb2S3 fed to the reactor

Azas Teknik Kimia I


Neraca Massa Proses/Alat Tanpa Terjadi Reaksi
• Law of the conservation of mass :
“Matter is neither created nor destroyed”

Material balance for single component :

𝐴𝑐𝑐𝑢𝑚𝑢𝑙𝑎𝑡𝑖𝑜𝑛 𝑜𝑓 𝑚𝑎𝑡𝑒𝑟𝑖𝑎𝑙 𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑓𝑙𝑜𝑤 𝑖𝑛𝑡𝑜 𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑓𝑙𝑜𝑤 𝑜𝑢𝑡


= − (1)
𝑤𝑖𝑡ℎ𝑖𝑛 𝑡ℎ𝑒 𝑠𝑦𝑠𝑡𝑒𝑚 𝑡ℎ𝑒 𝑠𝑦𝑠𝑡𝑒𝑚 𝑜𝑓 𝑡ℎ𝑒 𝑠𝑦𝑠𝑡𝑒𝑚

𝐹𝑖𝑛𝑎𝑙 𝑚𝑎𝑡𝑒𝑟𝑖𝑎𝑙 𝐼𝑛𝑖𝑡𝑖𝑎𝑙 𝑚𝑎𝑡𝑒𝑟𝑖𝑎𝑙


𝐴𝑐𝑐𝑢𝑚𝑢𝑙𝑎𝑡𝑖𝑜𝑛 = − (2)
𝑖𝑛 𝑡ℎ𝑒 𝑠𝑦𝑠𝑡𝑒𝑚 𝑖𝑛 𝑡ℎ𝑒 𝑠𝑦𝑠𝑡𝑒𝑚

𝐹𝑖𝑛𝑎𝑙 𝑚𝑎𝑡𝑒𝑟𝑖𝑎𝑙 𝐼𝑛𝑖𝑡𝑖𝑎𝑙 𝑚𝑎𝑡𝑒𝑟𝑖𝑎𝑙 𝐹𝑙𝑜𝑤 𝑖𝑛𝑡𝑜 𝐹𝑙𝑜𝑤 𝑜𝑢𝑡 𝑜𝑓


𝑖𝑛 𝑡ℎ𝑒 𝑠𝑦𝑠𝑡𝑒𝑚 − 𝑖𝑛 𝑡ℎ𝑒 𝑠𝑦𝑠𝑡𝑒𝑚 = 𝑡ℎ𝑒 𝑠𝑦𝑠𝑡𝑒𝑚 − 𝑡ℎ𝑒 𝑠𝑦𝑠𝑡𝑒𝑚 (3)
𝑎𝑡 𝑡2 𝑎𝑡 𝑡1 𝑓𝑟𝑜𝑚 𝑡1 𝑡𝑜 𝑡2 𝑓𝑟𝑜𝑚 𝑡1 𝑡𝑜 𝑡2

Azas Teknik Kimia I


Latihan Soal – Distillation Column

A novice manufacturer of ethyl Vapor Heat


alcohol (denoted as EtOH) for Exchanger
gasohol is having a bit of difficulty
Reflux
with a distillation column. The
process is shown in Figure. It Distillate (P)
appears that too much alcohol is F P kg
1000 kg Feed 60% EtOH
Distillation
lost in the bottom (waste). 10% EtOH
Column 40% H2O
Calculate the composition of the 90% H2O P=1/10 feed
bottom and the mass of the
alcohol lost in the bottom based in Bottom (B)
the data shown in Figure that was B kg
collected during 1 hour of EtOH?
H2O?
operation.

Azas Teknik Kimia I


Latihan Soal – Distillation Column
Basis : 1 jam operasi  F = 1000 kg
𝑃 1 1
= 𝑃= 1000 = 100 𝑘𝑔
𝐹 10 10
Aliran F
𝐹
𝑚𝐸𝑡𝑂𝐻 = 0.1 1000 = 100 𝑘𝑔
𝐹
𝑚𝐻2𝑂 = 0.9 1000 = 900 𝑘𝑔

Aliran P
𝑃
𝑚𝐸𝑡𝑂𝐻 = 0.6 100 = 60 𝑘𝑔
𝑃
𝑚𝐻2𝑂 = 0.4 100 = 40 𝑘𝑔
Aliran B
Neraca massa EtOH Neraca massa H2O FLOW IN FLOW OUT
𝐹 𝑃 𝐵 𝐹 𝑃 𝐵 F P B
𝑚𝐸𝑡𝑂𝐻 = 𝑚𝐸𝑡𝑂𝐻 + 𝑚𝐸𝑡𝑂𝐻 𝑚𝐻2𝑂 = 𝑚𝐻2𝑂 + 𝑚𝐻2𝑂
Komp. Fraksi Massa Fraksi Massa Fraksi
𝐵 𝐵
100 = 60 + 𝑚𝐸𝑡𝑂𝐻 900 = 40 + 𝑚𝐻2𝑂 Massa (kg) massa (kg) massa (kg) massa
𝐵 𝐵 EtOH 100 0.1 60 0.6 40 0.044
𝑚𝐸𝑡𝑂𝐻 = 100 − 60 𝑚𝐻2𝑂 = 900 − 40
𝐵 𝐵 H2O 900 0.9 40 0.4 860 0.956
𝑚𝐸𝑡𝑂𝐻 = 40 𝑘𝑔 𝑚𝐻2𝑂 = 860 𝑘𝑔 Total 1000 1 100 1 900 1

Azas Teknik Kimia I


Latihan Soal – Drying
In the processing of the fish, after the oil
extracted, the fish cake is dried in rotary drum
dryers, finely ground, and packed. The
resulting product contains 65% protein. In a
given batch of fish cake that contains 80%
water (the remainder is dry cake), 100 kg of
water is removed, and it is found that the fish
cake is then 40% water. Calculate the weight
of the fish cake originally put into the dryer?

FLOW IN FLOW OUT


A W B
Komponen Massa Fraksi Fraksi Fraksi
(kg) massa Massa (kg) massa Massa (kg) massa
H2O 120 0.8 100 1 20 0.4
BDC 30 0.2 0 0 30 0.6
Total 150 1 100 1 50 1

Azas Teknik Kimia I


Latihan Soal - Ekstraksi

Streptomycin digunakan sebagai antibiotik untuk melawan penyakit yang disebabkan oleh
bakteri. Antibiotik ini dapat diproduksi melalui fermentasi bakteri di dalam reaktor biologi
dengan nutrient glukosa dan asam amino. Setelah proses fermentasi, Streptomycin direcovery
dengan mengontakkan hasil fermentasi dengan pelarut organik di dalam sebuah unit ektraksi.
Proses ekstrasi ini dapat digunakan untuk merecovery Streptomycin karena Streptomycin
memiliki afinitas yang lebih besar untuk larut ke dalam pelarut organik.
Tentukan fraksi massa Streptomycin di dalam keluaran pelarut organik dengan asumsi tidak ada
air yang terikut dalam aliran pelarut organik dan tidak ada pelarut yang terikut pada aliran
larutan aqueous. Asumsi densitas dari larutan aqueous adalah 1 g/cm3 dan densitas dari pelarut
organik adalah 0.6 g/cm3 .

Azas Teknik Kimia I


Latihan Soal - Ekstraksi
Organic solvent S
10 L/min
No Strep
ρ = 0.6 g/cm3

Aqueous solution Aqueous solution


A EXTRACTION
200 L/min PROCESS 0.2 g Strep/L
10 g Strep/L
ρ = 1 g/cm3
Organic solvent

Extracted Strep

Azas Teknik Kimia I


Latihan Soal - Ekstraksi
Streptomycin balance :

10 𝑔 𝑆𝑡𝑟𝑒𝑝 0 𝑔 𝑆𝑡𝑟𝑒𝑝 0.2 𝑔 𝑆𝑡𝑟𝑒𝑝 𝑥 𝑔 𝑆𝑡𝑟𝑒𝑝


200 𝐿 𝑜𝑓 𝐴 + 10 𝐿 𝑜𝑓 𝑆 = 200 𝐿 𝑜𝑓 𝐴 + 10 𝐿 𝑜𝑓 𝑆
1 𝐿 𝑜𝑓 𝐴 1 𝐿 𝑜𝑓 𝑆 1 𝐿 𝑜𝑓 𝐴 1 𝐿 𝑜𝑓 𝑆
196 𝑔 𝑆𝑡𝑟𝑒𝑝
𝑥= 𝐿 𝑜𝑓 𝑆
Menghitung massa pelarut organik :

196 𝑔 𝑆𝑡𝑟𝑒𝑝 1 𝐿 𝑜𝑓 𝑆 1 𝑐𝑚3 𝑜𝑓 𝑆 0.3267 𝑔 𝑆𝑡𝑟𝑒𝑝


=
1 𝐿 𝑜𝑓 𝑆 1000 𝑐𝑚3 1 𝑔 𝑜𝑓 𝑆 1 𝑔 𝑜𝑓 𝑆
Aliran keluar S
Komponen Massa (g) Fraksi Massa
Pelarut organik 1 0.754
Streptomycin 0.3267 0.246
Total 1.3267 1

Azas Teknik Kimia I


Tugas

Tugas Individu :
1. Problem 2
2. Problem 3
Tugas kelompok :
1. Kelompok 1 : Problem 8.4
2. Kelompok 2 : Problem 8.5
3. Kelompok 3 : Problem 8.6
4. Kelompok 4 : Problem 8.15
5. Kelompok 5 : Problem 8.16
6. Kelompok 6 : Problem 8.17

Azas Teknik Kimia I


Material Balances Involving Reaction

Equation 1 :

Azas Teknik Kimia I


Material Balances Involving Reaction

Azas Teknik Kimia I


Example 1

Azas Teknik Kimia I


Example 1
Penyelesaian : Basis : Feed = 100 gmol
• Menentukan mol produk aliran keluar

• Menentukan Limiting Reactant

• Menentukan Konversi

Azas Teknik Kimia I


Example 2

Azas Teknik Kimia I


Example 2
Penyelesaian :
• Basis : S = 5000 lb = 156.3 lbmol
• 𝑥𝐻𝐹2𝑆 = 0.2
𝐹
• 𝑥𝐶𝐻 4
= 0.8
𝑃 𝑝
• 𝑛𝑆𝑂 2
/𝑛 𝐻2 𝑆 = 3
𝑃 𝑝
• 𝑛𝐻 2𝑂
/𝑛 𝐻2 𝑆 = 10

Eq. (a)

Eq. (d)

Eq. (g)

Eq. (f)

Azas Teknik Kimia I


Example 2
Penyelesaian :
• Basis : S = 5000 lb = 156.3 lbmol
• 𝑥𝐻𝐹2𝑆 = 0.2
𝐹
• 𝑥𝐶𝐻 4
= 0.8
𝑃 𝑝
• 𝑛𝑆𝑂 2
/𝑛 𝐻2 𝑆 = 3
𝑃 𝑝
• 𝑛𝐻 2 𝑂 /𝑛 𝐻2 𝑆 = 10

Eq. (b), (c), (e)

Azas Teknik Kimia I


Material Balances Involving Multiple Reactions

Azas Teknik Kimia I


Example 3

Azas Teknik Kimia I


Example 3
Penyelesaian : • Basis : 1 gmol CH3OH
• ξ1 = extent of reaction for the first reaction
• ξ2 = extent of reaction for the second reaction
• Liming reactant = CH3OH

Azas Teknik Kimia I


Example 3

Azas Teknik Kimia I


Exercises 1

Himmelblau 7th Edition (page 277)

1. Problem 1 (Group 1,2)


2. Problem 2 (Group 3,4)
3. Problem 3 (Group 5,6)

Azas Teknik Kimia I


Material Balances Involving Combustion
Flue or Stack Gas Orsat Analysis or Dry Basis
All the gases resulting from a combustion process including All the gases resulting from a combustion
the water vapor, sometimes known as a wet basis process not including the water vapor

Complete Combustion Partial Combustion


The complete reaction of the hydrocarbon fuel producing CO2, SO2, and H2O The combustion of
the fuel producing
at least some CO

Theoretical Air (or Theoretical Oxygen)


The minimum amount of air (or oxygen) required to be brought into the process for
complete combustion.
Sometimes this quantity is called the required air (or oxygen)

Excess Air (or Excess Oxygen)


The amount of air (or oxygen) in excess of that required for complete combustion

Azas Teknik Kimia I


Material Balances Involving Combustion

Azas Teknik Kimia I


Example 4

Azas Teknik Kimia I


Exercises

Himmelblau 7th Edition (page 301)

Let’s solve the Problem 10.16 together!!

Group Discussion
Problem 10.18

Azas Teknik Kimia I


Material Balance Problems Involving Multiple Unit
A B C

D E

Azas Teknik Kimia I


Material Balance Problems Involving Multiple Unit
Example 11.2 Material Balance for Multiple Units in Which No Reaction Occurs
Acetone is used in the manufacture of many chemicals and also as a solvent. In its latter role, many restrictions
are placed on the release of the acetone vapor to the environment. You are asked to design an acetone recovery
system having the flowsheet illustrated in the Figure below. All the concentrations shown in Figure of both gases
and liquids are specified in weight percent in this special case to make the calculation simpler. Calculate A, F, W, B,
and D per hour. G = 1400 kg/hr

Azas Teknik Kimia I


Material Balance Problems Involving Multiple Unit

Azas Teknik Kimia I


Material Balance Problems Involving Multiple Unit

Azas Teknik Kimia I


Material Balance Problems Involving Multiple Unit

Azas Teknik Kimia I


Material Balance Problems Involving Multiple Unit

Problem 11.14 Material Balance for a Process


Involving Multiple Unit and Reactions.
Metallurgical-grade silicon is purified to electronic
grade for use in the semiconductor industry by
chemically separating it from its impurities. The Si
metal reacts in varying degrees with hydrogen chloride
gas at 300oC to form several polychlorinated silane.
Trichlorosilane is liquid at room temperature ans is
easily separated by fractional distillation from the
other gases. If 100 kg of silicon is reacted as shown in
the Figure . How much trichlorosilane is produced?

Azas Teknik Kimia I


Material Balance Problems Involving Multiple Unit

Azas Teknik Kimia I


Material Balance Problems Involving Multiple Unit

• Problem 11.8 (Group 1,2)


• Problem 11.13 (Group 3,4)
• Problem 11.10 (Group 5,6)

Azas Teknik Kimia I


Recyle, Purge, Bypass, and The Application of Material Balances

RECYCLE MATERIAL
BALANCES

BYPASS

PURGE

Azas Teknik Kimia I


Recyle

SINGLE UNIT

MULTIPLE
UNIT

MULTIPLE
UNIT WITH
RECYCLE

Azas Teknik Kimia I


Recyle

RECYCLED MATERIAL

The recycled material is fed back from a downstream unit to upstream unit

RECYCLE STREAM

The stream containing the recycled material

RECYCLE SYSTEM

A system that includes one or more recycle streams

Azas Teknik Kimia I


Recyle
Increased
reactant
conversion

APPLICATION
OF MATERIAL
RECYCLING

Circulation
Catalyst of working
Regeneration
fluid

Azas Teknik Kimia I


Recyle Without Chemical Reaction
Distillation Column
Application
• Distillation
• Crystallization
• Heating and Refrigeration System

Azas Teknik Kimia I


Recyle Without Chemical Reaction

FRESH GROSS
FEED
FEED

GROSS NET
PRODUCT PRODUCT

Azas Teknik Kimia I


Recyle Without Chemical Reaction

Azas Teknik Kimia I


Recyle Without Chemical Reaction

Azas Teknik Kimia I


Recyle Without Chemical Reaction
Without Recycle System

Azas Teknik Kimia I


Recyle With Chemical Reaction
Reaction : A  B

Two types of conversion when reactions occur:


1. Overall fraction conversion
mass moles of reactant in the fresh feed − mass moles of reactant in the output of the overall process
mass moles of reactant in the fresh feed

2. Single –pass (once-through) fraction conversion


mass moles of reactant fed into the reactor − mass moles of reactant in exiting the reactor
mass moles of reactant fed into the reactor

1. Overall fraction conversion 2. Single –pass (once-through) fraction conversion


100 − 0 1000 − 900
× 100 = 100% × 100 = 10%
100 1000

Azas Teknik Kimia I


Recyle With Chemical Reaction

1. Overall fraction conversion


−1(1) × 100
× 100 = 100%
100

2. Single –pass (once-through) fraction conversion


−1(1) × 100
× 100 = 10%
1000

Azas Teknik Kimia I


Recyle With Chemical Reaction

Azas Teknik Kimia I


Bypass and Purge
Bypass Stream

A stream that skips one or more stages of the process and goes directly to another downstream stage.

Purge Stream

A stream bled off from the process to remove an accumulation of inerts or unwanted material that
moght otherwise build up in the recycle stream

Azas Teknik Kimia I


Bypass Calculation

Azas Teknik Kimia I


Purge Calculation

Azas Teknik Kimia I


Thank you for your attention…

Azas Teknik Kimia I