Anda di halaman 1dari 12

TUGAS INDIVIDU

DOMAIN BELAJAR

DISUSUN OLEH :

BUDIYANTO, AMK

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN CENDIKIA UTAMA

KUDUS

2019
BAB 1
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Belajar adalah suatu proses yang kompleks yang terjadi pada diri setiap
orang sepanjang hidupnya. Proses belajar itu terjadi karena adanya interaksi antara
seseorang dengan lingkungannya. Oleh karena itu, belajar dapat terjadi kapan saja
dan dimana saja. Salah satu pertanda bahwa seseorang telah belajar adalah adanya
perubahan tingkah laku pada diri orang itu yang mungkin disebabkan oleh
terjadinya perubahan pada tingkat pengetahuan, keterampilan, atau sikapnya.
Apabila proses belajar itu diselenggarakan secara formal disekolah-
sekolah, tidak lain ini dimaksudkan untuk mengarahkan perubahan pada diri siswa
secara terencana. Baik dalam aspek pengetahuan, keterampilan, maupun sikap.
Interkasi yang terjadi selama proses belajar tersebut dipengaruhi oleh
lingkungannya, yang antara lain terdiri atas: murid, guru, petugas perpustakaan,
kepala sekolah, bahan atau materi pelajaran, dan berbagai sumber belajar dan
fasilitas seperti : video, proyektor, komputer, laboratorium, perpustakaan dan lain-
lain.
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi semakin mendorong
upaya-upaya pembaharuan dalam pemanfaatan hasil-hasil teknologi dalam proses
belajar. Para guru dituntut agar mampu menggunakan alat yang dapat disediakan
oleh sekolah, dan tidak tertutup kemungkinan bahwa alat-alat tersebut sesuai
dengan perkembangan dan tuntutan zaman. Guru sekurang-kurangnya dapat
menggunakan alat yang murah dan efisien yang meskipun sederhana dan
bersahaja, tetapi merupakan keharusan dalam upaya mencapai tujuan pengajaran
yang diharapkan. Disamping mampu menggunakan alat-alat tersedia, guru juga
dituntut untuk dapat mengembangkan keterampilan membuat media pengajaran
yang akan digunakannya apabila media tersebut belum tersedia. Untuk itu seorang
guru harus memiliki pengetahuan dan pemahaman yang cukup tentang media
pengajaran.
B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana Pengertian Domain?
2. Bagaimana pengertian Media Pembelajaran?
3. Apa saja domain dalam media pembelajaran?
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Domain
Domain/Kawasan merupakan suatu realisasi dari definisi dari bidang
teknologi pembelajaran. Kawasan mewujudkan apa yang dapat dilakukan
oleh suatu disiplin ilmu agar disiplin tersebut mampu memberikan
sumbangan langsung dalam bentuk rumusan praktik yang dilakukan oleh para
praktisi. Kawasan juga berfungsi sebagai panduan para praktisi dan tenaga
ahli untuk bergerak dalam bidang yang dimaksud.
Selain itu, kawasan perlu dirumuskan berdasarkan definisi yang sudah
ada agar pembentukan profesi dan praktik menjadi lebih mudah. Kawasan
memberi penjelasan bagi para profesional dan praktisi mengenai apa yang
harus dan boleh dilakukan atau apa yang menjadi batasan perilaku dan ruang
lingkup pekerjaan dan layanan yang harus diselesaikan. Batasan perilaku
selanjutnya secara utuh disusun dalam kode etik keprofesian seperti yang
dimiliki oleh organisasi profesi tertentu. Hasil utuh tersebut akan diselesaikan
menjadi standar perilaku.

B. Pengertian Media Pembelajaran


Kata media berasal dari bahasa Latin medius yang secara harfiah
berarti tengah, perantara, atau pengantar. Dalam bahasa arab, media adalah
perantara atau pengantar pesan dari pengirim kepada penerima pesan. Gerlach
dan Ely mengatakan bahwa media apabila dipahami secara garis besar adalah
manusia, materi atau kejadian yang membangun kondisi yang membuat siswa
mampu memperoleh pengetahuan, keterampilan atau sikap.
Dari pengertian di atas, kata media berlaku untuk umum, berbagai
kegiatan atau usaha, seperti media dalam penyampaian pesan, media
pengantar magnet atau panas dalam bidang teknik. Istilah media juga
digunakan dalam bidang pengajaran atau pendidikan sehingga istilahnya
menjadi media pendidikan atau media pembelajaran.
Media pembelajaran secara umum adalah alat bantu proses belajar
mengajar. Yaitu segala sesuatu yang dapat dipergunakan untuk merangsang
pikiran, perasaan, perhatian, dan kemampuan atau keterampilan belajar
sehingga dapat medorong terjadinya proses belajar.
Sedangkan menurut Briggs media pembelajaran adalah sarana fisik
untuk menyampaikan isi/materi pembelajaran seperti: buku, film, video, dan
sebagainya. Kemudian menurut National Education Assosiation
mengungkapkan bahwa media pembelajaran adalah sarana komunikasi dalam
bentuk cetak maupun pandang-dengar termasuk teknologi perangkat keras.
Jadi, dari pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa media
pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat menyalurkan pesan, dapat
merangsang fikiran, perasaan, dan kemauan peserta didik sehingga dapat
mendorong terciptanya proses belajar pada diri peserta didik.

C. Macam-macam Domain Media Pembelajaran


Domain Media Pembelajaran adalah teori dan praktek desain,
pengembangan, pemanfaatan, pengelolaan,dan Evaluasi.
1. Domain Desain
Secara parsial domain desain berasal dari psikologi gerakan
pembelajaran (instruction movement). Dalam hal ini terdapat beberapa
katalis : pertama, artikel yang ditulis oleh B.F. Skinner tahun 1954 tentang
“The Science of Learning and the Art of Teaching” dan teorinya tentang
pembelajaran berprogram (programmed instruction), Kedua, buku yang
ditulis oleh Herbert Simon tahun 1969 tentang the Sciences of the
Artificial yang membahas karakteristik umum ilmu desain secara
normatif, dan ketiga, pendirian pusat-pusat untuk desain materi dan
program pembelajaran tahun 1960-an, seperti the Learning Resource and
Development Center di University of Pittsburgh. Pada dasawarsa 1960-an
sampai 1970-an Robert Glaser, direktur pusat itu menulis dan berbicara
tentang desain pembelajaran sebagai inti teknologi pendidikan. Banyak
psikologi pembelajaran yang berakar dari domain desain dihasilkan dalam
asosiasi di Pittsburgh.
Fungsi melengkapi akar psikologi pembelajaran itu merupakan
aplikasi teori sistem pada pembelajaran. Diperkenalkan oleh Jim Finn dan
Leonard Silvern, pendekatan sistem pembelajaran berkembang sacara
bertahap menjadi sebuah metodologi dan mulai memadukan konsep-
konsep dari psikologi pembelajaran. Pendekatan sistem mengarah pada
gerakan desain sistem pembelajaran sebagaimana dicontohkan oleh proses
pengembangan pembelajaran yang digunakan di sekolah tinggi pada tahun
1970-an. Minat dalam desain pesan juga berkembang selama dasawarsa
1960-an dan awal 1970-an. Kolaborasi Robert Gagne dan Leslie Briggs di
American Institutesfor Research pada dasawarsa 1960-an (juga di
Pittsburgh) dan di Florida State University menghasilkan berkembangnya
keahlian mereka dalam psikologi pembelajaran dan bakat dalam desain
sistem. Secara bersama mereka membagi konsep desain pembelajaran
menjadi konsep yang berguna dalam kehidupan.
Pada suatu waktu domain desain pembelajaran dirancukan dengan
domain pengembangan, juga dengan konsep pembelajaran secara lebih
luas. Tetapi definisi ini membatasi desain pada fungsi perencanaan
(Planning). Konsekuensinya, dasar pengetahuan domain itu menjadi
kompleks dan mencakup berbagai model prosedural, model konseptual,
dan teori. Tetapi, dasar pengetahuan setiap bidang studi apapun tidak
bersifat statis. Hal ini terjadi juga pada kasus desain pembelajaran terlepas
dari landasannya yang kuat pada khasanah pengetahuan tardisional.
Disamping itu, oleh karena longgarnya hubungan antara desain
pembelajaran dengan domain-domain lain dalam teknologi pembelajaran,
dasar pengetahuan desain juga berubah untuk mempertahankan
konsistensinya dengan pengembangan, pemakaian, managemen, dan
evaluasi.
2. Domain Pengembangan
Pengembangan adalah proses penterjemahan spesifikasi desain ke
dalam bentuk fisik, di dalamnya meliputi : Teknologi Cetak, Teknologi
Audio-Visual, Teknologi Komputer, dan Teknologi Terpadu.
Kawasan pengembangan berakar pada produksi media. Melalui
proses yang bertahun-tahun perubahan dalam kemampuan media ini
berakibat pada perubahan kawasan. Walaupun perkembangan buku teks
dan alat bantu pembelajaran yang lain (teknologi cetak) mendahului film,
namun pemunculan film merupakan tonggak sejarah dari gerakan audio-
visual ke era teknolgi dimasa sekarang.
Di dalam kawasan pengembangan terdapat keterkaitan yang
kompleks antara teknologi dan teori yang mendorong terhadap desain
pesan maupun strategi pembelajarannya. Pada dasarnya kawasan
pengembangan terjadi karena :
a. Pesan yang didorong oleh isi
b. Strategi pembelajaran yang didorong oleh teori
c. Manifestasi fisik dari teknologi – perangkat keras, perangkat lunak,
dan bahan pembelajaran
3. Domain Pemanfaatan
Domain Pemanfaatan adalah aktivitas menggunakan proses dan
sumber untuk belajar. Fungsi pemanfaatan sangat penting karena
membicarakan kaitan antara pembelajar dengan bahan atau sistem
pembelajaran. Mereka yang terlibat dalam pemanfaatan mempunyai
tanggung jawab untuk mencocokkan pembelajar dengan bahan dan
aktivitas yang spesifik, menyiapkan pembelajar agar dapat berinteraksi
dengan bahan dan aktivitas yang dipilih, memberikan bimbingan selama
kegiatan, memberikan penilaian atas hasil yang dicapai pembelajar, serta
memasukannya ke dalam prosedur oragnisasi yang berkelanjutan.
Karya Dale dalam bukunya Audiovisual Materials in Teaching,
yang di dalamnya mencoba memberikan rasional umum tentang pemilihan
bahan dan aktivitas belajar yang tepat. Dalam buku ini mengemukakan
model ASSURE, yang dijadikan acuan prosedur untuk merancang
pemanfaatan media dalam mengajar. Langkah-langkah tersebut meliputi :
a. Analyze leraner (menganalisis pembelajar)
b. State Objective (merumuskan tujuan)
c. Select Media and Materials (memilih media dan bahan)
d. Utilize Media and Materials (menggunakan media dan bahan)
e. Require Learner Participation (melibatkan siswa)
f. Evaluate and Revise (penilaian dan revisi)
Pemanfaatan Media; yaitu penggunaan yang sistematis dari
sumber belajar. Proses pemanfaatan media merupakan proses
pengambilan keputusan berdasarkan pada spesifikasi desain
pembelajaran.
4. Domain Pengelolaan
Domain Pengelolaan/manajemen adalah proses pendayagunaan
semua orang dan fasilitas. Sesuai dengan uraian diatas ada beberapa pakar
pendidikan mendefinisikan manajemen yaitu proses kerja dengan dan
melalui orang lain untuk mencapai tujuan organisasi secara efisien. Oleh
karena definisinya itu, banyak pakar administrasi pendidikan yang
berpendapat bahwa manajemen itu merupakan kajian administrasi ditinjau
darui sudut prosesnya. Dengan kata lain, manajemen itu merupakan
proses, terdiri atas kegiatan-kegiatan dalam upaya mencapai tujuan kerja
sama (administrasi) secara efisien. Pengertian tersebut sesuai dengan
pendapat Gorton yang menegaskan bahwa manajemen merupakan metode
yang akan digunakan administrator untuk melakukan tugas-tugas tertentu
atau mencapai tujuan tertentu atau mencapai tujuan tertentu
Pengelolaan meliputi pengendalian Teknologi Pembelajaran
melalui : perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian dan supervisi.
Kawasan pengelolaan bermula dari administrasi pusat media, program
media dan pelayanan media. Pembauran perpustakaan dengan program
media membuahkan pusat dan ahli media sekolah. Program-program
media sekolah ini menggabungkan bahan cetak dan non cetak sehingga
timbul peningkatan penggunaan sumber-sumber teknologikal dalam
kurikulum.
5. Domain Evaluasi
Aspek penting lainnya dalam teknologi pengajaran adalah evaluasi
atau penilaian. Evaluasi atau penilaian dalam pengajaran tidak semata-
mata dilakukan terhadap hasil belajar, tetapi juga harus dilakukan terhadap
proses pengajaran itu sendiri. Dengan evaluasi tersebut dapat dilakukan
revisi program pengajaran dan strategi pelaksanaan pengajaran. Dengan
kata lain, ia dapat berfungsi sebagai umpan balik dan remedial pengajaran.
Evaluasi terhadap proses pengajaran masih kurang mendapat perhatian
dibandingkan dengan penelitian terhadap hasil pengajaran yang dicapai
para siswa. Oleh sebab itu, upaya remedial pengajaran jarang dilakukan
oleh para guru sehingga strategi belajar mengajar tidak menunjukkan
adanya perubahan yang berarti dari waktu ke waktu dan dari situasi ke
situasi.
Evaluasi terhadap proses pengajaran dilakukan oleh guru sebagai
bagian integral dari pengajaran itu sendiri. Artinya, evaluasi harus tidak
terpisahkan dalam penyusunan dan pelaksanaan pengajaran. Evaluasi
proses bertujuan menilai keefektifan dan efisiensi kegiatan pengajaran
sebagai bahan untuk perbaikan dan penyempurnaan program dan
pelaksanaannya. Objek dan sasaran evaluasi proses adalah komponen-
komponen sistem pengajaran itu sendiri, baik yang berkenaan dengan
masukan proses maupun dengan keluaran, dengan semua dimensinya.
Komponen masukan dapat dibedakan menjadi dua kategori, yakni
masukan mentah dan masukan alat (instrumental input).Penilaian terhadap
masukan mentah, yakni siswa sebagai subjek dan objek belajar, yang
mencakup aspek-aspek antara lain kemampuan siswa, minat, perhatian,
dan motivasi belajar siswa, pengetahuan awal dan prasyarat, karakteristik
siswa. Penilaian terhadap masukan instrumental mencakup dimensi-
dimensi sebagai berikut : kurikulum, sumber dan saran belajar.
Komponen proses adalah interaksi semua komponen pengajaran
seperti bahan pengajaran, metode dan alat, sumber belajar, sistem
penilaian, dan lain-lain.Komponen keluaran adalah hasil belajar yang
dicapai anak didik setelah menerima proses pengajaran. Penilaian keluaran
lebih banyak dibahas dalam penilaian hasil. Penilaian terhadap masukan
mentah, yakni siswa sebagai subjek dan objek belajar, yang mencakup
aspek-aspek antara lain: kemampuan siswa, minat, perhatian, dan motivasi
belajar siswa, pengetahuan awal dan prasyarat, karakteristik siswa.
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Domain/Kawasan merupakan suatu realisasi dari definisi dari bidang
teknologi pembelajaran. Sedangkan media pembelajaran adalah segala sesuatu
yang dapat menyalurkan pesan, dapat merangsang fikiran, perasaan, dan
kemauan peserta didik sehingga dapat mendorong terciptanya proses belajar
pada diri peserta didik.
Domain Media Pembelajaran merupakan teori dan praktek desain,
pengembangan, pemanfaatan, pengelolaan,dan Evaluasi. Desain diartikan
menyeleksi dan menghubungkan pengetahuan, fakta-fakta, imajinasi-
imajinasi, dan asumsi-asumsi untuk masa yang akan datang tujuan
memvisualiasasi dan memformulasi hasil yang diingginkan, urutan kegiatan
yang diperlukan, dan perilaku dalam batas-batas yang dapat diterima yang
akan digunakan dalam penyelesaian. Pengembangan adalah proses
penterjemahan spesifikasi desain ke dalam bentuk fisik, di dalamnya meliputi :
Teknologi Cetak, Teknologi Audio-Visual, Teknologi Komputer, dan
Teknologi Terpadu. Domain Pemanfaatan adalah aktivitas menggunakan
proses dan sumber untuk belajar. Domain Pengelolaan/manajemen adalah
proses pendayagunaan semua orang dan fasilitas. Domain Evaluasi adalah
kegiatan atau proses penentuan nilai pendidikan, sehinnga dapat diketahui
mutu atau hasil-hasilnya.

B. Saran
Demikianlah makalah ini kami susun. Penulis menyadari dalam
penulisan makalah ini banyak terdapat kekurangan, oleh karena itu kritik dan
saran yang membangun kami perlukan untuk penyempurnaan makalah ini.
DAFTAR PUSTAKA

Agus Retnanto, Teknologi Pembelajaran, Kudus, Nora Media, 2011.


Arief S. Sadiman dkk, Media Pendidikan, Pengertian, Pengembangan, dan
Pemanfaatannya, Jakarta, PT RajaGrafindo Persada, 1996
Azhar Arsyad, Media Pengajaran, Jakarta, PT Raja Grafindo Persada, 1997.
Heri Gumawan, Kurikulum dan pembelajaran pendidikan Agama Islam, Bandung,
Alfabeta, 2012.
Nana Sudjana dan Ahmad Rivai, Teknologi Pengajaran, Bandung, CV Sinar Baru, 1997
Suanti Mamonto, Domain Teknologi Pembelajaran, http://suanti-
mamonto.blogspot.co.id/2012/06/