Anda di halaman 1dari 13

MAKALAH

LIFE CYCLE PRODUCT


PEPSODENT
Ditulis sebagai Tugas UTS Dasar-Dasar Pemasaran
Dosen Pengampu: Ari Setiawan,S.Pd.,M.M.

Oleh :

Alya Balqis Kharisma (63040180086)

PROGRAM STUDI MANAGEMEN BISNIS SYARIAH

FAKULTAS EKONOMI BISNIS ISLAM

IAIN SALATIGA

2018/2019
KATA PENGANTAR

Alhamdulillahhirobbil’alamiin,segala puji bagi Allah SWT atas segala karunia nikmat-


Nya sehingga penulis dapat menyusun makalah ini dengan sebaik-baiknya. Makalah yang
berjudul “Life Cycle Product Pepsodent” disusun untuk memenuhi UTS mata kuliah Dasar-
Dasar Pemasaran yang di ampu oleh Bp.Ari Setiawan,S.Pd.,M.M.

Penulis menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini tidak terlepas dari bantuan
banyak pihak yang dengan tulus memberikan kritik dan saran sehingga makalah ini dapat
terselesaikan. Oleh karena itu penulis mengucapkan banyak terimakasih atas segala
dukungan yang di berikan untuk menyelesaikan makalah ini.

Penulis menyadari sepenuhnya bahwa makalah ini masih jauh dari kata sempurna.
Karenanya penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari berbagai
pihak.

Akhir kata penulis berharap semoga makalah ini dapat memberikan manfaat bagi
perkembangan pendidikan.

Salatiga,12 Maret 2019

Penulis

1
DAFTAR ISI

COVER ............................................................................................................ Error! Bookmark not defined.


KATA PENGANTAR......................................................................................................................................... 1
DAFTAR ISI..................................................................................................................................................... 2
BAB I PENDAHULUAN ................................................................................................................................... 3
1.1Latar Belakang...................................................................................................................................... 3
1.2Rumusan Masalah ................................................................................................................................ 3
1.3Tujuan ................................................................................................... Error! Bookmark not defined.
BAB II PEMBAHASAN..................................................................................................................................... 4
2.1 Apa yang dimaksud dengan Life Cycle Product ?............................................................................... 4
2.2Bagaimana Life Cycle Product dari Produk Pepsodent? ...................................................................... 8
BAB III PENUTUP ......................................................................................................................................... 11
3.1 Kesimpulan........................................................................................................................................ 11
3.2 Saran ................................................................................................................................................. 11
DAFTAR PUSTAKA ....................................................................................................................................... 12

2
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Pepsodent merupakan salah satu produk pasta gigi yang dimiliki oleh Unilever .
Pepsodent diperkenalkan ke Indonesia sejak 1945 untuk menjadi pasta gigi andalan keluarga
Indonesia . Hingga saat ini Pepsodent merupakan pasta gigi yang memenangkan banyak hati
keluarga Indonesia. Pepsodent hingga saat ini memiliki berbagai varian yang diunggulkan di
Indonesia antara lain Pepsodent Gigi Berlubang (PGB),Pepsodent Herbal, Pepsodent
Sensitive Expert dan Pepsodent Expert Protection.
Walaupun menguasai pasar sebagai pemimpin pasar, Pepsodent mengalami Product life
cycle dimana riwayat produk sejak diperkenalkan ke pasar sampai dengan ditarik dari pasar .

Siklus Hidup Produk Pepsodent memiliki beberapa tahapan. Pada umumnya Tahap-tahap
Siklus Hidup Produk suatu produk ada 4, yaitu :

1. Tahap Perkenalan — Introduction


2. Tahap Pertumbuhan — Growth
3. Tahap Kedewasaan — Maturity
4. Tahap Penurunan — Decline

1.2 Rumusan Masalah

1. Apa yang dimaksud Life Cycle Produk?


2. Bagaimana Life Cycle Produk dari Pepsodent ?

1.3 Tujuan

1. Mengetahui apa yang dimaksud dengan Life Cycle Product.


2. Mengetahui Life Cycle Product dari Pepsodent.

3
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Apa yang dimaksud dengan Life Cycle Product ?

Siklus Hidup Produk (Product Life Cycle) ini yaitu suatu grafik yang menggambarkan
riwayat produk sejak diperkenalkan ke pasar sampai dengan ditarik dari pasar.
Ada berbagai pendapatan mengenai tahap – tahap yang ada dalam Siklus Hidup Produk
(Product Life Cycle) suatu produk. Ada yang menggolongkannya menjadi introduction,
growth, maturity, decline dan termination. Sementara itu ada pula yang menyatakan bahwa
keseluruhan tahap – tahap Siklus Hidup Produk (Product Life Cycle) terdiri dari
introduction (pioneering), rapid growth (market acceptance), slow growth (turbulance),
maturity (saturation), dan decline (obsolescence). Meskipun demikian pada umumnya yang
digunakan adalah penggolongan ke dalam empat tahap, yaitu introduction, growth, maturity
dan decline.Menurut Basu Swastha (1984:127-132), daur hidup produk itu di bagi menjadi
empat tahap,yaitu:

1. Tahap perkenalan (introduction).


pada tahap ini, barang mulai dipasarkan dalam jumlah yang besar walaupun volume
penjualannya belum tinggi. Barang yang di jual umumnya barang baru (betul-betul baru)
Karena masih berada pada tahap permulaan, biasanya ongkos yang dikeluarkan tinggi
terutama biaya periklanan. Promosi yang dilakukan memang harus agfesif dan
menitikberatkan pada merek penjual. Di samping itu distribusi barang tersebut masih
terbatas dan laba yang diperoleh masih rendah.
2. Tahap pertumbuhan(growth).
Dalam tahap pertumbuhan ini, penjualan dan laba akan meningkat dengan cepat.
Karena permintaan sudah sangat meningkat dan masyarakat sudah mengenal barang
bersangkutan, maka usaha promosi yang dilakukan oleh perusahaan tidak seagresif tahap
sebelumnya. Di sini pesaing sudah mulai memasuki pasar sehingga persaingan menjadi
lebih ketat.

4
3. Tahap kedewasaan(maturity).
Pada tahap kedewasaan ini kita dapat melihat bahwa penjualan masih meningkat
dan pada tahap berikutnya tetap. Dalam tahap ini, laba produsen maupun laba pengecer
mulai turun. Persaingan harga menjadi sangat tajam sehingga perusahaan perlu
memperkenalkan produknya dengan model yang baru. Pada tahap kedewasaan ini, usaha
periklanan biasanya mulai ditingkatkan lagi untuk menghadapi persaingan.
4. Tahap penurunan (decline)
Hampir semua jenis barang yang dihasilkan oleh perusahaan selalu mengalami
kekunoan atau keusangan dan harus di ganti dengan barang yang baru. Dalam tahap ini,
barang baru harus sudah dipasarkan untuk menggantikan barang lama yang sudah kuno.
Meskipun jumlah pesaing sudah berkurang tetapi pengawasan biaya menjadi sangat
penting karena permintaan sudah jauh menurun.Apabila barang yang lama tidak segera
ditinggalkan tanpa mengganti dengan barang baru, maka perusahaan hanya dapat
beroperasi pada pasar tertentu yang sangat terbatas.
Altematif-alternatif yang dapat dilakukan oleh manajemen pada saat penjualan menurun
antara lain:
a. Memperbarui barang (dalam arti fungsinya).
b. Meninjau kembali dan memperbaiki program pemasaran serta program
produksinya agar lebih efisien.
c. Menghilangkan ukuran, warna, dan model yang kurang baik.
d. Menghilangkan sebagian jenis barang untuk mencapai laba optimum pada
barang yang sudah ada.
e. Meninggalkan sama sekali barang tersebut.

Identifikasi tahapan Siklus Hidup Produk (Product Life Cycle) ini dapat ditentukan
dengan kombinasi tiga faktor yang menunjukan ciri status produk dan membandingkan
hasilnya dengan pola yang umum. Tahap Siklus Hidup Produk (Product Life Cycle) suatu
produk dapat ditentukan dengan mengidentifikasikan statusnya dalam market volume, rate
of change of market volume.

5
Dalam keempat tahap dari analisa Siklus Hidup Produk (Product Life Cycle) ini memiliki
beberapa strategi (Kotler 1997) yaitu:
1) Tahap Perkenalan (Introduction)
a) Strategi peluncuran cepat(rapid skimming strategy)
Peluncuran produk baru pada harga tinggi dengan tingkat promosi yang tinggi.
Perusahaan berusaha menetapkan harga tinggi untuk memperoleh keuntungan yang
mana akan digunakan untuk menutup biaya pengeluaran dari pemasaran.
b) Strategi peluncuran lambat (slow skimming strategy)
Merupakan peluncuran produk baru dengan harga tinggi dan sedikit promosi.
Harga tinggi untuk memperoleh keuntungan sedangkan sedikit promosi untuk
menekan biaya pemasaran.
c) Strategi penetrasi cepat (rapid penetration strategy)
Merupakan peluncuran produk pada harga yang rendah dengan biaya promosi
yang besar. Strategi ini menjanjikan penetrasi pasar yang paling cepat dan pangsa
pasar yang paling besar.
d) Strategi penetrasi lambat (slow penetration strategy)
Merupakan peluncuran produk baru dengan tingkat promosi rendah dan harga
rendah. Harga rendah ini dapat mendorong penerimaan produk yang cepat dan
biaya promosi yang rendah.
2) Tahap Pertumbuhan (Growth).
Selama tahap pertumbuhan perusahaan menggunakan beberapa strategi untuk
mempertahankan pertumbuhan pasar yang pesat selama mungkin dengan cara:
a) Meningkatkan kualitas produk serta menambahkan keistimewaan produk baru
dan gaya yang lebih baik.
b) Perusahaan menambahkan model – model baru dan produk – produk penyerta
(yaitu, produk dengan berbagai ukuran, rasa, dan sebagainya yang melindungi
produk utama)
c) Perusahaan memasuki segmen pasar baru.
d) Perusahaan menurunkan harga untuk menarik pembeli yang sensitif terhadap
harga dilapisan berikutnya.

6
3) Tahap Kedewasaan (Maturity)
a) Perusahaan meninggalkan produk mereka yang kurang kuat dan lebih
berkonsentrasi sumber daya pada produk yang lebih menguntungkan dan pada
produk baru.
b) Memodifikasi pasar dimana perusahaan berusaha untuk memperluas pasar untuk
merek yang mapan.
c) Perusahaan mencoba menarik konsumen yang merupakan pemakai produknya.
d) Menggunakan strategi peningkatan keistimewaan (feature improvement) yaitu
bertujuan menambah keistimewaan baru yang memperluas keanekagunaan,
keamanan atau kenyaman produk.
e) Strategi defensif dimana perusahaan untuk mempertahankan pasar yang mana
hasil dari strategi ini akan memodifikasi bauran pemasaran.
f) Strategi peningkatkan mutu yang bertujuan meningkatkan kemampuan produk,
misalnya daya tahan, kecepetan, dan kinerja produk.
g) Strategi perbaikan model yang bertujuan untuk menambah daya tarik estetika
produk seperti model, warna, kemasan dan lain – lain.
h) Menggunakan take-off strategy yang mana marupakan salah satu strategi yang
digunakan untuk mencapai fase penerimaan konsumen baru, strategi ini dapat
memperbaharui pertumbuhan pada saat produk masuk dalam kematangan.

4) Tahap Penurunan (Decline)


a) Manambah investasi agar dapat mendominasi atau menempati posisi persaingan
yang baik.
b) Mengubah produk atau mencari penggunaan/manfaat baru pada produk.
c) Mencari pasar baru
d) Tetap pada tingkat investasi perusahaan saat ini sampai ketidakpastian dalam
industri dapat diatasi
e) Mengurangi investasi perusahaan secara selesktif dengan cara meninggalkan
konsumen yang kurang menguntungkan.
f) Harvesting strategy untuk mewujudkan pengembalian uang tunai secara cepat
g) Meninggalkan bisnis tersebut dan menjual aset perusahaan.

7
2.2 Bagaimana Life Cycle Product dari Produk Pepsodent?

Pepsodent adalah pasta gigi yang paling terkenal dan tertua di Indonesia, sejak awal
keberadaannya selalu memberikan lebih dari sekedar kemanjuran dasar. Pepsodent adalah
pasta gigi pertama di Indonesia yang kembali meluncurkan pasta gigi berflorida pada tahun
1980-an dan satu-satunya pasta gigi di Indonesia yang secara aktif mendidik dan
mempromosikan kebiasaan menyikat gigi secara benar melalui program sekolah dan layanan
pemeriksaan gigi gratis. Sejak itu Pepsodent telah melengkapi jajaran produknya mulai dari
pembersihan dasar hingga pasta gigi dengan manfaat lengkap.
1. Tahap Perkenalan
Pepsodent memasang iklan melalui berbagai media, seperti telvisi, radio, pamphlet,
dan media cetak untuk memperkenalkan produknya agar diketahui oleh masyarakat luas
sehingga memakan biaya yang cukup besar dan belum memperoleh laba yang cukup
signifikan.Iklan pertama Pepsodent tersebut menyebutkan bahwa sisa makanan di gigi
mengundang kuman penyebab sakit gigi dan menyebutkan bahwa Pepsodent
membersihkan dan melindungi gigi lebih lama lagi. Pada tahap ini penjualan produk
Pepsodent masih rendah karena dulu masih banyak konsumen yang belum peduli
terhadap kesehatan gigi dan mulut, persaingannya juga relative masih kecil, karena
Pepsodent merupakan produk pasta gigi pertama di Indonesia.
2. Tahap Pertumbuhan
a. Pada saat produk Perusahaan Unilever memperkenalkan produknya yaitu Pepsodent
melalui berbagai iklan, banyak masyarakat yang tertarik sehingga membeli produk nya
yang mengakibatkan perusahaan mengalami pertumbuhan dan peningkatan laba yang
besar Pada tahap pertumbuhan.
b. Pepsodent juga mengadakan beberapa event. Pepsodent akrab terdengar disekolah
dengan metode pemeriksaan gigi gratis. Diantara Tema besar yang digunakan Pepsodent
dalam berstrategi adalah edukasi Bekerja sama dengan Departemen Pendidikan dan
Kesehatan Pemerintah Indonesia dan diakui oleh Persatuan Dokter Gigi Indonesia
(PDGI), sejak tahun 1990an,Pepsodent telah menjalankan Program Sekolah Pepsodent
yang hingga tahun 2006 telah menjangkau lebih dari 3,2 juta anak-anak berusia di bawah
12 tahun di seluruh Indonesia dan jumlah ini terus meningkat.

8
c. Pepsodent juga meningkatkan kualitas produk mulai dari varian, rasa, kemasan. Terbukti
saat ini Pepsodent banyak mengeluarkan inovasi – inovasi dalam produknya, bahkan
sekarang sudah ada beberapa produk varian pepsodent seperti
 Pepsodent White Pencegah Gigi Berlubang
 Pepsodent Fresh Cool Mint
 Pepsodent Whitening dan Pepsodent Herbal
 Pepsodent Complete + Gum Care
 Pepsodent Gigi Susu Strawberri dan Orange
 Pepsodent Complete 8 dan Pepsodent Center Fresh
 Pepsodent Action 123 dan Pepsodent White Now
 Pepsodent Sensitive Expert dan Pepsodent Expert Protection
 Pepsodent Tooth Brush: Smart Clean, Family, Fighter, Easy Clean, Extra, Double Care,
Torsion, Whitening.
3. Tahap kedewasaan
Berkembangnya produk Pepsodent mengakibatkan banyaknya pembeli yang terus
meningkat sehingga menimbulkan kejenuhan sesaat yang mengakibatkan penurunan
pembelian.Maka dari itu Pepsodent member corak baru dengan memunculkan Sikat Gigi
produksi Pepsodent. Pepsodent pun menambah segmen baru dengan adanya WEB
“Tanya Pepsodent” yang diperuntukan untuk konsumen yang ingin bertanya tentang
pertanyaan mulut dan gigi. Di WEB itu juga diberikan tips – tips merawat gigi yang baik
dll.
Ada dua strategi utama yang dapat diterapkan pada tahap kedewasaan. Yang pertama
adalah defensive strategy, yang bertujuan untuk mempertahankan pangsa pasar dari
pesaing dan menjaga kelompok produk (product category) dari serangan produk
substitusi. Bentuk strategi ini adalah berupa modifikasi bauran pemasaran untuk
memperoleh tambahan penjualan. Strategi yang kedua adalah offensive strategy, yang
lebih menitikberatkan pada usaha perubahan untuk mencapai tingkat yang lebih baik.
Bentuk lain dari strategi ofensif adalah modifikasi produk, yaitu mengubah karakteristik
produk sehingga semakin menarik konsumen untuk membeli, dengan cara menawarkan
manfaat baru suatu produk kepada konsumen untuk mendorong pembelian dan
pemakaian (usaha seperti ini sering disebut dengan product relaunching).

9
4. Tahap Penurunan
Popularitas produk pepsodent sebagai produk pasta gigi tertua memang sangat kuat
akan tetapi seiring dengan banyaknya produk – produk mengancam eksitensi pepsodent
menjadi market leader dari produk pasta gigi di Indonesia. Pada tahun 2010 pepsodent
mengalami penurunan.hal ini sebagai dampak dari tingginya persaingan industri pasta
gigi.
kejenuhan Produk Pepsodent mengalami penurunan dan laba yang menipis karena
penjualan produknya konsumen yang terlalu banyak memakai produknya sehingga
memasuki masa penurunan untuk penjualan dan produksi.

10
BAB III PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Dari paparan atau penjelasan pada makalah “ Life Cycle Product Pepsodent” diatas ,maka
penulis dapat menyimpulkan bahwa Produk Pepsodent yang sampai sekarang digunakan ini
telah mengalami adanya life cycle product. Dimana Pepsodent telah mengalami tahapan-
tahapan yang harus dilalui untuk bertahan hingga saat ini.

3.2 Saran

Sebagaimana yang kita ketahui bahwa setiap produk itu telah melewati adanya siklus
hidup produk,maka dari itu kita sebagai konsumen menyikapi hal tersebut dengan bijak.

11
DAFTAR PUSTAKA

http://jurnal-sdm.blogspot.com/2010/01/siklus-hidup-produk-product-life-cycle_28.html

Pengertian Siklus Hidup Produk PLC (pdf)

S2-2017-387214-introduction (pdf)

12