Anda di halaman 1dari 9

MODIFIKASI RESEP DIET PENYAKIT LAMBUNG

DISUSUN
OLEH :

SUYANTI SINAGA
P01031118159

Dosen Mata Kuliah


NOVRIANI TARIGAN, DCN, M.Kes

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA


POLITEKNIK KESEHATAN MEDAN JURUSAN GIZI
PROGRAM STUDI DIPLOMA III
2019
DIET LAMBUNG
1. Gambaran Umum Penyakit Lambung
Penyakit lambung atau gastrointestinal meliputi Gastritis Akut
dan Kronis, Ulkus Peptikum, pasca-operasi lambung yang sering
diikuti dengan “Dumping Syndrom” dan Kanker Lambung. Penyakit
asam lambung atau GERD pada umumnya disebabkan oleh tidak
berfungsinya lower esophageal sphinchter (LES). LES adalah
lingkaran otot pada bagian bawah dari esofagus. LES berfungsi
sebagai pintu otomatis yang akan terbuka ketika makanan atau
minuman turun ke lambung. Setelah makanan masuk, LES akan
menutup untuk mencegah asam dan makanan yang ada di lambung
agar tidak naik kembali ke esofagus.
Jika LES menjadi longgar dan tidak menutup dengan baik, asam
lambung bisa keluar dari perut dan menyebabkan penyakit asam
lambung. Penyebab penyakit asam lambung biasanya terkait dengan
faktor keturunan, stres, konsumsi obat-obat tertentu, kelebihan berat
badan, hiatus hernia, keadaan hamil, gastroparesis, atau konsumsi
makanan yang mengandung banyak lemak. Komplikasi yang paling
sering terjadi akibat penyakit asam lambung adalah esofagitis.
Esofagitis adalah peradangan atau inflamasi pada dinding esofagus
atau kerongkongan. Pada kasus esofagitis yang parah, penderita akan
kesulitan menelan karena munculnya tukak. Tukak terbentuk ketika
lapisan dinding esofagus tererosi sehingga menjadi luka.

2. Tujuan Diet
Tujuan diet penyakit lambung adalah untuk memberikan makanan dan
cairan secukupnya yang tidak memberatkan lambung serta mencegah
dan menetralkan sekresi asam lambung yang berlebihan (Almatsier,
2013).
3. Syarat Diet
Syarat-syarat diet penyakit lambung adalah :
a. Mudah cerna, porsi kecil dan sering diberikan
b. Energi dan protein cukup, sesuai kemampuan pasien untuk
menerimanya
c. Lemak rendah, yaitu 10-15% dari kebutuhan energy total yang
ditingkatkan secara bertahap hingga sesuai dengan kebutuhan
d. Rendah serat, terutama serat tidak larut air yang ditingkatkan
secara bertahap
e. Cairan cukup terutama bila ada muntah
f. Tidak mengandung bahan makanan atau bumbu yang tajam,
baik secara termis, mekanis maupun kimia (disesuaikan dengan
daya terima perorangan)
g. Laktosa rendah bila ada gejala intoleransi laktosa; umumnya
tidak dianjurkan minum susu terlalu banyak
h. Makan secara perlahan di lingkungan yang tenang
i. Pada fase akut dapat diberikan makanan parenteral saja selama
24-48 jam untuk member istirahat pada lambung (Kemenkes,
2011).

4. Makanan Yang dianjurkan dan tidak dianjurkan/dibatasi.


Bahan Makanan Dianjurkan Tidak Dianjurkan
Sumber Beras ditim, nasi; Beras ketan, beras
Karbohidrat kentang direbus, dipure; tumbuk, roti whole
macaroni, mie, bihun wheat, jagung; ubi,
direbus; roti, biscuit, singkong, tales,
krekers; tepung-tepungan kentang digoreng,
dibuatpuding atau dodol dan
dibubur. sebagainya
Sumber Protein Daging sapi empuk, hati, Daging, ikan, ayam
Hewani ikan, ayam direbus, yang dikaleng,
disemur, ditim, dikeringkan,
dipanggang; telur ayam diasap,diberi
direbus, ditim, didadar, bumbu-bumbu
diceplok air dan tajam; daging babi,
dicampurdalam telur goreng
makanan; susu
Sumber Protein Tahu, tempe direbus, Tahu, tempe
Nabati ditim, ditumis; kacang digoreng; kacang
hijau direbus tanah, kacang
merah, kacang tolo.
Sayuran Sayuran yang tidak Sayuran dikeringkan
banyak serat dan yang
tidak menimbulkan gas
seperti : bayam, buncis,
kacang panjang, bit, labu
siam, wortel, tomat, labu
kuning, direbus, ditumis,
disetup dan diberi santan.
Buah-buahan Papaya, pisang, sawo, Buah yang tinggi
jeruk manis, sari buah, serat dan/ atau
buah dalam kaleng dapat menimbulkan
gas seperti jambu
biji, nenas,
kedondong, durian,
nangka, dan buah
yang dikeringkan.
Lemak Maragarin, minyak, Lemak hewan,
santan encer santan kental
Minuman Sirup, teh encer Kopi, teh kental,
minuman yang
mengandung soda
dan alkohol, ice
cream
Bumbu Garam, gula, vetsin Lombok, merica,
dalam jumlah tebatas, cuka dan bumbu
jahe, kunyit, kunci, lainnya yang tajam
kencur, laos, salam,
sereh, terasi dan
sebagainya

5. Resep Modifikasi
Tabel 1. Resep Awal dan Resep Modifikasi Untuk Diet Penyakit
Lambung.
Resep Awal Resep Modifikasi
“Klepon Buah Naga” “Puding Hunkwe Jagung”
Bahan Bahan
 125 gram Tepung Ketan  1/4 bgks honkwe warna putih
 25 gram Tepung beras  5 sdm gula
 Santan, secukupnya  1 buah jagung disisir dan
 Air panas, secukupnya diblender dengan 500cc air dan
 ½ potong buah naga yang saring
di hancurkan(blender)  400 cc air
 ½ buah Gula merah di  1 bgks agar2 swallow plain
potong kecil kecil dadu Cara membuat
 ½ butir kelapa parut
 Campur semua bahan dan
 1 sdt garam
aduk2
Cara membuat
 Masak dengan api kecil.
1. Campur tepung beras dan
Diaduk-aduk terus ya sampai
tepung ketan, tambahkan
kental meletup-letup.
garam dan campurkan
 Matikan api dan isikan ke
dengan air hangat dan
wadah2 setelah agak dingin
santan aduk hingga rata.
beri topping (mutiara) dan
2. Campurkan buah naga
simpan di kulkas.
yang telah di hancurkan
tadi kedalam adonan. Uleni
adonan hingga kalis.
3. Buatlah adonan menjadi
bulat bulat. pipihkan dan
masukan gula merah yang
potong dadu tadi. Lalu
pulung lagi, usahakan gula
merah tidak terlihat lagi
agar tidak bocor.
4. Sementara itu kukus
kelapa parut dan diamkan
hingga 10menit.
5. Panaskan panci yang
berisi air dan sedikit
minyak (agartidak lengket)
hingga mendidih. Setelah
mendidih masukan klepon
kedalam air tersebut.
6. Tunggu klepon hingga
muncul ke permukaan air.
Saring klepon dan tiriskan.
7. Campur klepon dengan
kelapa parut yang di kukus
tadi. Dan hidangkan .
6. Bahan Makanan dan Keunggulan Bahan Makanan yang
Digunakan Dalam Resep Awal dan Resep Modifikasi.
a. Tepung Hunkwe
Tepung hunkwe merupakan bahan makanan yang sudah biasa
dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia untuk dibuat beberapa
olahan makanan. Tepung hunkwe ini berasal dari saripati kacang
hijau. Tepung hunkwe juga dikenal sebagi tepung pati kacang
hijau maupun tepung kacang ijo. Tepung hunkwe memiliki warna
putih dan biasanya dijual dalam kemasan dari kertas berbentuk
silinder dengan panjang sekitar 18 cm.
Tepung ini akan mengeluarkan aroma yang harum dan
warna yang bening ketika di masak dengan tekstur yang sangat
kenyal seperti tepung pada umumnya. Dengan aromanya yang
cukup khas, biasanya dalam pembuatan penganan tertentu akan
sulit ketika tepung hunkwe diganti dengan tepung lain karena akan
menghasilkan hasil yang sedikit berbeda dari yang seharusnya.
Tabel 1. Informasi Kandungan Gizi Tepung Hunkwe per 100 gram
Kandungan Gizi Jumlah
Energi 364 kkal
Protein 4,5 gr
Lemak 1 gr
Karbohidrat 83,5 gr
Kalsium 50 mg
Fosfor 100 mg
Zat Besi 1 mg
Vitamin A 0 IU
Vitamin B1 0 mg
Vitamin C 0 mg

Selain digunakan sebagai bahan makanan, ternyata tepung


hunkwe memiliki beberapa manfaat yang cukup baik. Berikut
adalah manfaat yang konon dapat diperoleh dari tepung hunkwe
ketika dikonsumsi dalam bentuk makanan:
 Kandungan energi, lemak dan karbohidrat yang cukup tinggi
pada tepung hunkwe berguna sebagai sumber energi dan
cadangan makanan bagi tubuh.
 Kandungan kalsiumnya dapat membantu pertmbuhan tulang
pada anak-anak dan mencegah osteoporosis pada orang
dewasa.
 Kandungan fosfor dalam tepung ini juga dapat berguna untuk
membantu menjaga keseatan tulang dan gigi.
b. Jagung manis.
Dalam 100 gram jagung manis terdapat:
 Karbohidrat 25,1 gram
 Serat 3 gram
 Protein 3,3 gram
 Asam lemak omega-3 18,0 mgram
 Asam lemak omega-6 586 mgram
 Vitamin A 263 IU
 Vitamin C 6,2 mgram
 Asam folat 46,0 mgram
 Kholin 29,1 mgram
 Kalium 212 mgram
 Fosfor 75,0 mgram
 Magnesium 26,0 mgram
Jagung memiliki banyak serat yang merupakan keuntungan besar
untuk pencernaan. Hal ini dapat mencegah sembelit, wasir, dan
bahkan menurunkan risiko kanker usus besar. Berbagai manfaat
untuk Jagung Selain memperbaiki pencernaan, mencegah
anemia, mengontrol kolesterol disuatu daerah jagung merupakan
makanan pokok hal ini menjadikan jagung pangan alternatif.
DAFTAR PUSTAKA
Almatsier, S. ( 2004), Penuntun Diet, Jakarta: PT. Gramedia Pustaka
Utama.
Mien, Mahmud, Hermana et al., (2017), Tabel Komposisi Pangan
Indonesia (TKPI), Persatuan Ahli Gizi Indonesia, Jakarta: PT
Gramedia.