Anda di halaman 1dari 2

Manusia cenderung melakukan masalah tanpa sengaja.

Kesalahan seperti ini dapat muncul dari

faktor-faktor berikut:

1. Lupa karena kurangnya konsentrasi

2. Kesalahpahaman karena kekurangpahaman mengenai proses atau prosedur

3. Identifikasi yang buruk karena kurangnya perhatian

4. Kurangnya pengalaman

5. Lupa

6. Kurangnya penilaian pada proses yang otomatis

7. Kegagalan peralatan

Kesalahan-kesalahan umum dalam produksi adalah proses yang terlewat, kesalahan proses,

kesalahan persiapan, suku cadang yang hilang, suku cadang yang salah, serta kesalahan

penyesuaian. Sekali kesalahan teridentifikasi, kita dapat menggunakan diagram sebab akibat atau

perangkat analisis lain untuk mengidentifikasi alasan-alasan mengapa kesalahan itu terjadi.

Sebagai contoh, kesalahan perakitan dapat disebabkan oleh pelatihan kerja yang buruk, desain

suku cadang yang buruk, kompleksitas tugas kerja, suku cadang yang berbeda-beda namun mirip,

dan seterusnya. Langkah selanjutnya adalah mencegah kesalahan itu terjadi sejak awal.

Menyalahkan para pekerja tidak hanya akan membuat mereka kecil hati serta kehilangan

semangat, tetapi juga tidak akan memecahkan masalah. Poka yoke adalah suatu pendekatan untuk

menguji proses agar bebas dari kesalahan dengan menggunakan peralatan atau metode otomatis

untuk mencegah kesalahan manusia. Konsep poka yoke telah dibuat dan disempurnakan pada awal

1960-an oleh Shigeo Shingo, seorang insinyur manufaktur Jepang yang menyusun system

produksi Toyota.
Poka yoke berfokus pada dua aspek: (1) prediksi, atau menyadari bahwa suatu cacat akan terjadi ,

dan memberikan peringatan, serta (2) deteksi, atau pengenalan bahwa cacat telah terjadi dan

penghentian proses tersebut. Kebanyakan aplikasi poka yoke amat sederhana namun kreatif.

Biasanya, inisiatif ini tidak mahal untuk diterapkan.