Anda di halaman 1dari 9

MAKALAH

BATASAN TEKNOLOGI INFORMASI UMUM DENGAN LAYANAN


KEPERAWATAN

Di susun oleh :

1. Alizza qotrun Nada

2. Eva Noor .H

3. Istidiah Puspaning Tyas

4. Mita Nur Faiqtun.N

5. M. alfian Nur majid

6. Nurun Najah Azzahra

7. Naimatul Farida

8. Vero Nika .A.N

9. Noor Effa Yumaedah

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH KUDUS


KATA PENGANTAR

Puji syukur saya panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah
memberikanrahmat Nya, sehingga saya dapat menyelesaikan penyusunan makalah
Sistem Informasi Keperawatan dengan judul “ Batasan Teknologi Informasi Umum
Dengan Layanan Keperawatan”

. Makalah ini disusun untuk melengkapi sebagian tugas dari mata kuliah
kewarganegaraanyang berjudul “Batasan Teknologi Informasi Umum Dengan Layanan
Keperawatan” ” dapat selesai tepat waktu seperti yang telah direncanakan.

Akhir kata, saya sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan
serta dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir.
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ....................................................................................................

KATA PENGANTAR .................................................................................................

DAFTAR ISI ................................................................................................................

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah……………………………………………………

1.2 Rumusan Masalah…………………………………………………….……

1.3 Tujuan Penulisan…………………………………………………………...

BAB II PEMBAHASAN

2.1 Batasan Teknologi Informasi Umum Dengan Layanan Keperawatan .......

2.2 Batasan dan penerapan teknologi informasi ..............................................

2.3 Keuntungan Menggunakan Sistem Informasi Umum Dengan Layanan


Keperawatan .................................................................................................................

BAB III PENUTUP

3.1 Simpulan .....................................................................................................

3.2 Saran

DAFTAR PUSTAKA ...................................................................................................


BAB I
PENDAHULUAN

Tenaga keperawatan merupakan ujung tombak dalam pelayanan kesehatan, karena


memiliki proporsi yang paling besar dan melakukan asuhan secara komperhensif kepada
pasien selama 24 jam, karenanya seorang perawat harus dapat memberikan pelayanan
kesehatan yang berkualitas sesuai dengan standar asuhan keperawatan, mulai dari
pengkajian sampai dengan evaluasi. Salah satu yang penting dilaksanakan adalah
pendokumentasian asuhan keperawatan yang telah dilaksanakan pada pasien.
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat pesat akhir – akhir ini,
sangat mempengaruhi tuntutan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan. Hal ini karena
dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi tersebut maka masyarakat
mudah mendapatkan informasi tentang kesehatan, sehingga pengetahuan masyarakat
tentang kesehatan akan meningkat. Dengan semakin pesatnya penggunaan teknologi
informasi dan komunikasi bagi penyedia layanan kesehatan maupun organisasi
kesehatan, efektifitasnya justru mulai dipertanyakan. Data dan informasi kesehatan
tersebar membentuk pulau-pulau informasi yang saling tertutup di berbagai fasilitas
pelayanan kesehatan dan organisasi kesehatan. Pertukaran dan komunikasi data lintas
organisasi terbentur kendala standarisasi dan interoperabilitas system.

1.2 Rumusan Masalah

Adapun masalah yang dibahas dalam makalh ini yaitu:

1. Apakah Sistem informasi kesehatan?


2. Apa Batasan dan penerapan teknologi informasi?
3. Keuntungan Menggunakan Sistem Informasi Umum Dengan Layanan
Keperawatan?

1.3 Tujuan Penulisan

Tujuan penulisan makalah ini adalah diharapkan mahasiswa mampu menganalisis


perkembangan teknologi keperawatan atau teknologi kesehatan yang dapat dimanfaatkan
oleh keperawatan. Serta mempermudah bagi tenaga medis dalam memberikan pelayanan
kesehatan yang efisien dan efektif dan dapat memepermudah bagi perawat dalam
memonitor klien.
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Sistem Informasi Kesehatan

Sistem informasi kesehatan merupakan suatu pengelolaan informasi di seluruh


seluruh tingkat pemerintah secara sistematis dalam rangka penyelengggaraan pelayanan
kepada masyarakat. Peraturan perundang-undangan yang menyebutkan sistem informasi
kesehatan adalah Kepmenkes Nomor 004/Menkes/SK/I/2003 tentang kebijakan dan
strategi desentralisasi bidang kesehatan dan Kepmenkes Nomor
932/Menkes/SK/VIII/2002 tentang petunjuk pelaksanaan pengembangan sistem laporan
informasi kesehatan kabupaten/kota. Hanya saja dari isi kedua Kepmenkes mengandung
kelemahan dimana keduanya hanya memandang sistem informasi kesehatan dari sudut
padang manejemen kesehatan, tidak memanfaatkan state of the art teknologi informasi
serta tidak berkaitan dengan sistem informasi nasional. (Sanjoyo). Perkembangan Sistem
Informasi Rumah Sakit yang berbasis computer (Computer Based Hospital Information
System) di Indonesia telah dimulai pada akhir dekade 80’an. Rumah sakit di Indonesia
sudah ada yang memanfaatkan komputer untuk mendukung operasionalnya. Namun,
tampaknya komputerisasi dalam di instansi rumah sakit, kurang mendapatkan hasil yang
cukup memuaskansemua pihak.

Sistem informasi keperawatan

Sistem informasi keperawatan merupakan kombinasi dari ilmu komputer,


informasi dan keperawatan yang disusun untuk mempermudah manajemen ,proses
pengambilan keputusan, dan pelaksanaan asuhan keperawatan. Salah satu penggunaan
sistem informasi keperawatan di kembangkan pada tahun 1960-1970 -an adalah dengan
pendokumentasian keperawatan terkomputerisasi. Pendokumentasian terkomputerisasi
memfasilitasi pembakuan klasifikasi asuhan keperawatan sehingga menghilangkan
ambiguitas dalam pendokumentasian keperawatan. Sedangkan menurut ANA (Vestal,
Khaterine, 1995) sistem informasi keperawatan berkaitan dengan legalitas untuk
memperoleh dan menggunakan data, informasi dan pengetahuan tentang standar
dokumentasi, komunikasi, mendukung proses pengambilan keputusan, mengembangkan
dan mendesiminasikan pengetahuan baru, meningkatkan kualitas, efektifitas dan efisiensi
asuhan keperawaratan dan memberdayakan pasien untuk memilih asuhan kesehatan yang
diiinginkan. Kehandalan suatu sistem informasi pada suatu organisasi terletak pada
keterkaitan antar komponen yang ada sehingga dapat dihasilkan dan dialirkan menjadi
suatu informasi yang berguna, akurat, terpercaya, detail, cepat, relevan untuk suatu
organisasi.
2.2 Batasan Teknologi Informasi

• Diatur dalam undang-undang No.11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi
elektronik terutama BAB VII tanpa perbuatan yang dilarang.

• Salah satu perkembangan teknologi dibidang informasi yang Sudah mulai


dipergunakan oleh kalangan perawat didunia internasional adalah teknologi PDA
( personal digital assistance).

Penerapan sistem informasi dalam dokumentasi asuhan keperawatan tujuanny untuk:

 untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas dokumentasi asuhan keperawatan.


 Penggunaan kembali data keperawatan untuk manejemen keperawatan dan
penelitian keperawatan

 Untuk meningkatkan kualitas dokumentasi, perawat membutuhkan dukungan


melalui pendidikan agar mengetahui langkah-langkah untuk menghubungkan
diagnosa dengan intervensi, spesifik ke etiologi di identifikasi, dan untuk
mengidentifikasi hasil asuhan keperawatan.

Contoh dokumentasi keperawatan menggunakan komputer :

misalnya dapat digunakan menghitung pemakaiann tempat tidur/BOR pasien,angka


nosokmial,penghitungan budget keperawatan dan sebagainya

2.3 Keuntungan Menggunakan Sistem Informasi Keperawatan

 Penghematan biaya dari penggunaan kertas untuk pencatatan


 Penghematan ruangan karena tidak dibutuhkan tempat yang besar dalam
penyimpanan arsip.
 Penyimpanan data pasien menjadi lebih lama.
 Pendokumentasian keperawatan berbasis komputer yang dirancang dengan baik
akan mendukung otonomi yang dapat dipertanggung jawabkan.
 Membantu dalam mencari informasi yang cepat sehingga dapat membantu
pengambilan keputusan secara cepat
 Meningkatkan produktivitas kerja.
 Mengurangi kesalahan dalam menginterppretasikan pencatatan (Gurley L,
Advantages and Disadvantages of Electronic Medical Record, diakses
dari http://www.aameda.org/member )

Sedangkan menurut Holmes (2003,dalam Sitorus 2006), terdapat keuntungan utama dari
dokumentasi berbasis komputer yaitu:

 Standarisisasi: terdapat pelaporan data klinik yang standar, mudah dan cepat
diketahui.
 Kualitas: meningkatkan kualitas informasi klinik dan sekaligus meningkatkan
waktu perawat dalam memberikan asuhan keperawatan.
 Accessebility, legibility, mudah membaca dan mendapat informasi klinik dari
pasien dalam satu lokasi.
BAB III

PENUTUP

3.1 Simpulan

Teknologi dalam kesehatan mempunyai peran yang sangat penting,terutama dalam


memberikan kualitas atau mutu pelayanan kesehatan di Rumah Sakit.Seiring dengan
perkembangan teknologi dan informasi seakan telah membuat standar baru yang harus di
penuhi.Hal tersebut membuat keperawatan di Indonesia menjadi tertantang untuk terus
mengembangkan kualitas pelayanan keperawatan yang berbasis teknologi informasi.

3.2 Saran

Pemerintah atau lembaga kesehatan hendaknya segera meningkatkan standar dan mutu
sistem kesehtan di Indonesia, terutama yang berhubungan dengan teknologi karena bila
di bandingkan dengan negara lain ini masih sangat tertinggal.Untuk membenahi hal
tersebut maka harus di butuhkan solusi cerdas.
Daftar Pustaka

 (Gurley L, Advantages and Disadvantages of Electronic Medical Record, diakses


dari http://www.aameda.org/member )
 http://en.wikipedia.org/wiki/telenursing
 (http://www.icn.ch/matters_telenursing.htm
 http://www.inna-ppni.or.id/ index.php?name =News &file=article&sid=71,
diperoleh tanggal 15 Maret 2008)