Anda di halaman 1dari 13

Critical Book Report

“GEOGRAFI REGIONAL NEGARA BERKEMBANG”


(Sistem Politik Indonesia (indonesia sebagai Negara Berkembang))

Sebagai pemenuhan tugas mata kuliah “ Geografi Regional Negara Berkembang”

Dosen Pengampu : Drs. Walbiden Lumbantoruan, M.Si.

Disusun oleh :

Putri Handayani Siahaan 3163131028

PENDIDIKAN GEOGRAFI
FAKULTAS ILMU SOSIAL
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2018
KATA PENGANTAR

Segala puji dan hormat syukur saya panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, atas
rahmat dan bimbinganNya sehingga Critical Book Report ini dapat terselesaikan dengan baik.
Salah satu bentuk penugasan bagi mahasiswa adalah critical book report. Critical Book Report
merupakan instrument yang dapat membantu mahasiswa dalam mendukung keberhasilan proses
pembelajaran di bangku perkuliahan.

Hasil yang dimiliki dari Critical Book ini akan semakin padat apabila terus menerus
dilengkapi dan disesuaikan dengan kebutuhan lapangan. Oleh karena itu saran dan kritik sangat
saya butuhkan untuk kelengkapan Critical Book ini. Semoga Critical Book ini dapat memenuhi
tugas mata kuliah geografi Regional Negara Berkembang yang ampu oleh bapak Drs. Walbiden
Lumbantoruan, M,Si dan berguna bagi kita semua dalam mengembangkan ilmu pengetahuan
kita. Saya juga menyadari bahwa dalam Critical Book Report ini masih terdapat kekurangan-
kekurangan, untuk itu kritik dan saran yang bersifat membangun saya terima dengan senang hati.

Akhir kata saya mengucapkan banyak terimakasih semoga Critical Book ini dapat
bermanfaat bagi kita semua dalam rangka meraih pendidikan yang berkualitas.

Medan, September 2018

Penulis

2
DAFTAR ISI

KATA PENGNTAR ........................................................................................................ 2

DAFTAR ISI ................................................................................................................... 3

BAB I PENDAHULUAN........................................................................................... 4

1.1 Informasi Bibliografi Buku........................................................................ 4

BAB II PEMBAHASAN CRITICAL BOOK REPORT........................................... 5

2.1 Permasalahan Yang Akan Dikaji ............................................................... 5


2.2 Kajian Teori .............................................................................................. 5
2.3 Tujuan dan Manfaat .................................................................................. 5

BAB III ISI BUKU........................................................................................................ 6

A. Ringkasan Buku Utama......................................................................................... 6


B. Ringkasan Buku Pembanding.......................................................................... 9
BAB IV PEMBAHASAN.............................................................................................. 11
BAB V PENUTUP ....................................................................................................... 13
4.1 Kesimpulan ............................................................................................... 13
4.2 Saran ......................................................................................................... 13

BAB I
3
PENDAHULUAN

Sistem politik Indonesia (Buku Utama)


Judul Buku : Sistem Politik Indonesia: Kestabilan, Peta Kekuatan Politik dan Pembangunan
Penulis : Drs. Arbi Sanit
Penerbit : PT RajaGrafindo Persada
Tahun terbit : 1995
Tebal Buku : XIV + 114 halaman
ISBN : 979-421-017-x

Sistem Politik Indonesia (Buku Pembanding)


Identitas Buku
Judul Buku : Sistem Politik Indonesia
Penulis Buku :Beddy Iriawan Maksudi
Penerbit Buku :Rajawali Pers
Cetakan :3
Tebal Buku : 330 Halaman
Tahun Terbit : 2013
Kota : Jakarta

BAB II
4
PEMBAHASAN CRITICAL BOOK REPORT

2.1 Permasalahan Yang Akan Dikaji

Permasalahan yang akan dikaji pada bagian ini adalah bagaimana kajian pembelajaran
ilmu Geografi Regional Negara Berkembang tersebut mengenai pemanfaatan atau penerapan
ilmu Geografi Regional Negara Berkembang.

2.2 Kajian Teori

Buku ini merupakan buku konsep dan buku ini juga mengandung beberapa penelitian.
Sehingga menurut saya buku ini memiliki kajian teori. Tetapi kedua buku ini melampirkan
tokoh-tokoh sebagai sumber informasi dalam buku ini.

2.3 Tujuan dan Manfaat

1. Mengulas isi sebuah buku


2. Mencari dan mengetahui informasi yang ada di dalam buku
3. Melatih diri untuk berpikir kritis dalam mencari informasi yang diberikan oleh setiap
bab dari buku.
4. Membandingkan isi buku
5. Untuk memenuhi tugas mata kuliah Geografi Regional Negara Berkembang.
6. Untuk menambah pengetahuan tentang Geografi Regional Negara Berkembang.

BAB III

5
ISI BUKU

A. Ringkasan Buku Utama

Bab I : Kestabilan Politik dan Peta Politik


Kestabilan Politik
Perhatian masyarakat terhadap politik lebih banyak terangsang daripada perhatian kepada
perkembangan ekonomi. Pada saat itu keadaan ekonomi Indonesia semakin merosot. Dengan
demikian terlihat kecenderungan tidak terdapatnya perimbangan antara partisipasi politik dan
perkembangan ekonomi di Indonesia.
Peta Kekuatan Politik
ABRI perlu memenuhi persyaratan pokok yakni penerimaan dan kepercayaan dari masyarakat
sebagai kekuatan politik yang berfungsi merealisir Demokrasi Pancasila. ABRI banyak terlibat
dalam masalah-masalah politik dalam sejarah politik Indonesia.
Penggolongan Kekuatan-kekuatan Politik
Kekuatan-kekuatan politik yang ada antara lain ABRI, Partai Politik, Golongan Karya, dan
kekuatan politik anomi seperti mahasiswa dan pemuda. Di antara kekuatan-kekuatan politik
tersebut terdapat perbedaan kemampuan dan peranan dalam menghadapi permasalahan-
permasalahan politik.
Bab II : Partai Politik : Partisipasi Politik dan Legitimasi Sistem Politik
Sistem Politik
Revolusi membawa tuntutan yang besar kepada perubahan sistem dan kehidupan politik di
Indonesia, masyarakat masih mempunyai kapasitas rendah untuk dapat melayani segala
perubahan tersebut. Kemerdekaan menuntut kepada masyarakat untuk mengembangkan sistem
kepartaian yang diharapkan mampu melayani tuntutan-tuntutan yang ada seperti pengembangan
demokrasi, pembangunan politik dsb.
Aliran : Struktur Vertikal Masyarakat
Sebelum para penyiar agama Islam datang, di Indonesia sudah berkembang baik berupa
kepercayaan seperti animisme, maupun agama-agama Hindhu dan Budha. Sebagian masyarakat
mencampuradukkan unsur-unsur dari ajaran serta upacara-upacara dari kepercayaan agama-
agama tersebut.

6
Aliran dan Organisasi-Organisasi Pergerakan Kemerdekaan
Setelah kemerdekaan terbentuklah organisasi-organisasi sosial seperti Budi Utomo, Syarikat
Dagang Islam, Nahdathul Ulama, dan Muhammadiyah. Organisasi-organisasi tersebut
merupakan lembaga-lembaga yang mempelopori pengorganisasian masyarakat Indonesia secara
luas dan modern.
Pengorganisasian Partai Politik
4 unsur yang dikaitkan kepada pembicaraan mengenai bagaimana partai politik mengorganisir
dirinya yaitu bagaimana hubungan partai dengan masyarakat pendukung partai, peranan ideologi
didalam kehidupan partai untuk memperoleh sarana materiil yang penting pula peranannya bagi
kelancaran perputaran mesin partai.
Pengelompokan Partai
Semenjak tahun 1961 telah beberapa kali dilaksanakan usaha untuk mengurangi jumlah partai
politik. Tahun 1971 disusun 3 fraksi yaitu Persatuan Pembangunan, Demokrasi Pembangunan
dan Karya Pembangunan.
Bab III : Angkatan Bersenjata: Pembangunan dan Pembaharuan Politik
ABRI dan Politik
Munculnya militer dalam panggung politik, sosial dan ekonomi berpangkal pada lemahnya pihak
sipil untuk mengendalikan semua unsur-unsur kehidupan masyarakat.
ABRI dan Pembangunan
Secara sosial militer lebih mampu untuk menjadi modernisator. Kemampuan ABRI lebih tinggi
untuk menjelaskan diri dari ikatan pengelompokan masyarakat.
Kepemimpinan dan Organisasi ABRI
Melalui sistem komando ABRI lebih mampu untuk berada didalam suatu organisasi yang utuh,
jika dibandingkan didalam suatu organisasi sipil.
ABRI dan Pembaharuan Politik : GOLKAR
Sejarah GOLKAR dimulai dengan penugasan anggota-anggota ABRI, khususnya AD didalam
pemerintahan dan lembaga perwakilan.
Bab IV : Mahasiswa dan Angkatan Muda
Kekuatan Politik Anomie

7
Bagi partai politik, perkembangan jumlah mahasiswa dilihat sebagai kekuatan potensial
menjelang pemilu 1955 dalam rangka memperoleh dukungan. Sejak saat itu percaturan politik
mulai mempengaruhi kehidupan kampus.
Angkatan Muda dan Politik
Faktor pendorong mahasiswa untuk terjun ke dunia politik tidaklah terpisah dari unsur-unsur
penyebab politik angkatan muda.
Mahasiswa dan Politik
Mahasiswa yang aktif berpolitik adalah mereka yang berpandangan pesimis mengenai
kemungkinan untuk memperoleh posisi yang baik di masyarakat.
Bab V : Politik, Pembangunan dan Kesejahteraan Masyarakat
Politik dan Pembangunan Ekonomi
Kehidupan politik dan ekonomi tidak terpisah satu sama lain, namun untuk kepentingan analisa
perlu melihat kedua unsur kehidupan sebagai subsistem yang mempunyai sifat dan fungsi
tersendiri.
Pembangunan Tidak Berimbang
Ketidakstabilan politik Indonesia menyebabkan tidak seimbangnya pembangunan negara.
Pengendalian Pembangunan
Untuk mengendalikan pembangunan disusunlah Rencana Pembangunan Lima Tahun.
Partisipasi Masyarakat di dalam Pembangunan
Dalam pembangunan yang berhasil,ikut sertanya masyarakat luas bukan hanya dalam mengawasi
aparat pemerintahan seperti birokrasi pemerintahan.

B. Ringkasan Buku Pembanding

Di dalam memahami suatu sistem,termasuk sistem politik diperlukan pendekatan terhadap sistem
tersebut.Misalnya salah satu ilmuwan politik David Easton pada tahun 1950 telah
mengembangkan kerangka kerja yang kemudian ia sebut sebagai pendekatan sistem
8
politik.melalui pendekatan sistem politik,suatu masyarakat tidak hanya dilihat atas satu sistem
saja melainkan multisistem.dalam konteks ini Easton mengemukakan bahwa ketika kita mulai
berbicara tentang kehidupan politik sebagai sistem kegiatan,maka akan muncul konsekuensi
terhadap cara yang kita ambil dalam menganalisis kerja suatu sistem.gagasan ini akan membuat
kita dapat memisahkan kegiatan politik dengan kehidupan sosial atau yang lain.
Easton menyatakan ada 4 asumsi yang mendasari pemikirannya yang bersifat umum dalam
mengkaji sistem politik yaitu :
1.Ilmu Pengetahuan memerlukan suatu konstruksi
2.Para pengkaji kehidupan politik harus memandang sistem politik sebagai keseluruhan sistem.

Riset sistem politik terdiri atas dua jenis data yaitu data psikologis dan situasional.
Sistem politik harus berada dalam suatu ketidakseimbangan.
Selanjutnya kita akan belajar apa yang dinamakan sistem dan politik itu sendiri .
Sistem merupakan sekumpulan objek atau unsur unsur yang berbeda beda yang saling
berhubungan dan bekerja sama satu sama lain serta terikat pada rencana yang sama untuk
mencapai tujuan tertentu dalam lingkungan yang kompleks.sedangkan politik menurut KBBI
adalah segala urusan atau tindakan mengenai pemerintahan suatu negara terhadap negara
lain,tipu muslihat atau kelicikan dan juga dipergunakan sebagai nama bagi sebuah disiplin
pengetahuan.jadi sistem politik yaitu suatu keseluruhan atu lembaga lembaga yang berfungsi di
bidang politik yang kegiatannya menentukan kebijakan umum atau pemerintahan.

Ciri ciri sistem politik menurut Easton ada 4 yaitu :


1.Batasan batasan suatu sistem politik
2.Input output
3.Diferensiasi dalam sistem
Integrasi dalam sistem.
Budaya politik merupakan bagian dari kebudayaan masyarakat drngan ciri ciri yang lebih
khas.Istilah budaya politik meliputi masalah legitimasi,pengaturan kekuasaan,proses pembuatan
kebijakan pemerintah,kegiatan partai partai politik,perilaku aparat negara,partisipasi masyarakat
dalam pemilu,kegiatan partai partai politik.di dalam budaya politik juga terdapat bebetapa unsur
seperti yang dikemukakan robert dahl yaitu :
9
1.Orientasi pemecahan masalah masalah
2.Orientasi terhadap aksi bersama
3.Orientasi Terhadap Sistem politik
Orientasi Terhadap orang lain
Budaya politik juga terdapat beberapa macam yakni budaya politik partisipan,parokial,dan
budaya politik kaula atau subjektif.
Budaya politik partisipan adalah budaya politik dimana masyarakatnya memiliki kompetensi dan
kesadaran politik yang tinggi,sedangkan budaya politik parokial merupakan tipe budaya politik
yang kesadaran dan tingkat kompetensi masyarakatnya masih tergolong sangat rendah.lalu
budaya politik subjekif ialah budaya politik yang masyarakatnya sudah relatif maju tetapi masih
terlihat pasif.

BAB IV

PEMBAHASAN

Penilaian Terhadap Kelemahan dan Kelebihan Buku

10
A. Buku Utama

B. Kelebihan Buku

 Sampul dan warna buku yang menarik sehingga membuat pembaca tidak bosan saat
membacanya
 Bab yang dibahas sangat jelas, sehingga pembaca sudah mengerti apa yang akan
dibahas pada buku tersebut.
 Memaparkan secara jelas dan lengkap, mulai dari pendahuluan hingga bahasan
konsep dan ruanglingkup materi pemanfaatan citra maupun penginderaan jauh
 Pembahasaannya sangat jelas dan menampilkan kajian teori.
 Kata yang digunakan dalam buku ini juga bersifat baku dan sesuai kamus EYD
Bahasa Indonesia.
 Menyertakan daftar pustaka.
 Buku ini banyak memberikan informasi yang bermanfaat dalam bidang pembangunan
sistem politik diIndonesia.
 Buku ini memberikan langsung contoh kasus dari bab nya, sehingga memudahkan
untuk mengerti maksud dari materinya.
 Dan menjelaskan bagaimana buku ini mengembangkan sistem politik di Indonesia
a) Kekurangan Buku
 Judul buku tentang Sistem Politik Indonesia itu sangat sulit diterapka kepada
masyarakat yang dimana masyarakat kurang peduli, pasti tidak mampu dalam
mengembangkan pemajuan sistem politik yang ada di Indonesia
 Terdapat istilah yang kurang dimengerti oleh pembaca.
 Materi yang di sajikan dalam buku tidak berurutan.
 Sebaiknya buku di sertakan dengan gambar yang semakin menunjukkan kebenaran
buku yang disampaikan.
B. Buku Pembanding
a) Kelebihan Buku
1. Sampul dan warna buku yang menarik sehingga membuat pembaca tidak bosan saat
membacanya

11
2. Bab yang dibahas sangat jelas, sehingga pembaca sudah mengerti apa yang akan dibahas
pada buku tersebut.
3. Memaparkan secara jelas dan lengkap, mulai dari pendahuluan hingga bahasan konsep
dan ruanglingkup materi pemanfaatan citra maupun penginderaan jauh
4. Pembahasaannya sangat jelas dan menampilkan kajian teori.
5. Menyertakan daftar pustaka.
6. Buku ini banyak memberikan informasi yang bermanfaat dalam bidang pengembangan
sistem politik yang ada di Indonesia.
7. Buku ini memberikan langsung contoh kasus dari bab nya, sehingga memudahkan untuk
mengerti maksud dari materinya.

b) Kekurangan Buku
1. Kurangnya contoh gambar yang mempermudah pembaca untuk segera memahami
maksud isi buku.
2. Seharusnya setiap bahasan yang penting di masukkan ke dalam kolom atau tabel
sehingga membuat pembaca dapat menganalisis topik pembahasan tersebut
3. Penjelasan dari buku terlalu singkat,cuman menjelaskan yang inti-intinya saja, tidak
menjelaskan secara mendalam dan menyeluruh

3.3 Analisis Critical Book


Buku ini bertujuan untuk semua pembaca mengerti maksud dari pembelajaran Geografi
Regional Negara Berkembang. Buku ini juga menjelaskan dari perkembangan sistem politik
diindonesia hingga saat ini.

BAB V
PENUTUP

A. Kesimpulan
Adanya pengelompokan Negara Negara di dunia disebabkan adanya perbedaan kondisi
sosial ekonomi antar Negara yang satu dengan yang lain. Hal mendasar yang menjadi tolak
ukurdalam membedakan antara Negara maju dan Negara berkembang yaitu pandapatan

12
perkapita,dimana pendapatan perkapita ini diperoleh dengan membagikan pendapatan
nasional suatu Negara dan jumlah penduduk Negara tersebut.

B. Saran
Dalam usaha meningkatkankualitas Negara Indonesia, membutuhkan partisipasi dari
rakyat maupun pemerintah. Sehingga cita cita untuk mencapai Indonesia sebagai Negara
maju, lebih mudah dicapai dan tidak hanya menjadi angan angan belaka Sehingga sistem
politik diindonesia akan menjadi lebih baik.

13