Anda di halaman 1dari 7

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian

A.1 Distribusi Karakteristik Responden

Penelitian ini dilakukan di Puskesmas SeiMencirim dengan cara pengumpulan data


menggunakan lembar kuesioner pengetahuan ibu hamil trimester III tentang ANC.
Responden yang adalah ibu hamil trimester III berjumlah 35 orang. Data pada penelitian ini
dianalisis dengan menggunakan uji chi-square. Maka dari penelitian tersebut di dapat :

1. Gambaran Pekerjaan Ibu Hamil TM III

Tabel 4.1
Distribusi karateristik responden berdasarkan pekerjaan ibu hamil TM III
di Puskesmas Sei Mencirim Tahun 2019

Pekerjaan Ibu Hamil Trimester III Frekuensi (n) Presentase (%)


Wiraswasta 5 14,3
PNS 3 8,6
Buruh 5 14,3
IRT 19 54,2
Dll 3 8,6
Total 35 100
Dari data tabel 4.1. menunjukan terdapat 5 orang (14,3% ) ibu hamil TM III
yang bekerja sebagai wiraswasta, 3 orang ( 8,6%) ibu hamil TM III yang bekerja sebagai
PNS, 5 orang (14,3%) ibu hamil TM III yang bekerja sebagai buruh, 19 orang (54,2 %) ibu
hamil TM III yang bekerja sebagai IRT dan terdapat 3 orang (8,6%) ibu hamil TM III yang
pekerjaannya lebih dari yang disebutkan.

2. Gambaran Pendidikan Ibu Hamil TM III


Tabel 4.2
Distribusi karateristik responden berdasarkan Pendidikan ibu hamil TM III
di Puskesmas Sei Mencirim Tahun 2019

Pendidikan Ibu Hamil TM III Frekuensi (n) Presentase (%)


SMP 4 11,4
SMA 20 57,1
SMK 3 8,6
D3 2 5,8
S1 6 17,1
Total 35 100
Data pada tabel 4.1 menunjukan bahwa ibu hamil TM III dengan pendidikan katagori
menegah pertama sebanyak 20 orang (57,1%), menegah atas sebanyak 20 orang (57,1 %),
menengah kejurusan sebanyak 3 orang (8,6 %), diploma sebanyak 2 orang (5,8%), dan
sarjana sebanyak 6 orang (17,1%).

3. Gambaran Umur Ibu Hamil TM III

Tabel 4.3
Distribusi karateristik responden berdasarkan Usia ibu hamil TM III
di Puskesmas Sei Mencirim Tahun 2019

Usia Ibu Hamil TM III Frekuensi (n) Presentase (%)


>20 tahun 3 8,6
20-30 tahun 16 45,7
>30 tahun 16 45,7
Total 35 100
Data pada tabel 4.3 menunjukan terdapat ibu hamil TM III dengan usia >20 tahun
sebanyak 3 orang (8,6%), usia 20-30 tahun sebayak 16 orang (45,7 %), usia 30 tahun
sebanyak 16 orang (45,7 %).
4. Gambaran Paritas Ibu Hamil TM III

Tabel 4.4
Distribusi karateristik responden berdasarkan Paritas ibu hamil TM III
di Puskesmas Sei Mencirim Tahun 2019

Paritas Ibu Hamil TM III Frekuensi (n) Presentase (%)


Primigravida 8 22,9
Secondgravida 13 37,1
Multigravida 14 40,0
Total 35 100
Data pada tabel 4.4 menunjukan terdapat 8 orang (22,9%) ibu hamil TM III yang
paritasnya adalah primigravida, 13 orang (37,1%) ibu hamil TM III yang paritasnya
secondgrida dan 14 orang (40,0%) ibu hamil TM III yang paritasnya multigravida.

A.2 Analisa Univariat

Hasil Uji Univariat untuk variabel independent akan terlihat distribusi dari masing
masing sub variabel yaitu pengetahuan ibu hamil TM III tentang ANC dengan Frekuensi
Kunjungan K4.

Tabel 4.5
Distribusi Frekuensi Berdasarkan Pengetahuan Ibu Hamil
di Puskesmas Sei Mencirim

Variable Baik % Cukup % Kurang % Total %


Pengetahuan
Ibu hamil TM 10 28,6 11 31,4 14 40,0 35 100
III
Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa pengetahuan ibu hamil TM III yang
baik sebanyak 10 orang (28,6%). Pengetahuan ibu hamil TM III yang cukup sebanyak 11
orang (31,4%). Dan Pengetahuan ibu hamil TM III yang kurang sebanyak 14 orang (40,0%).

Tabel 4.6
Distribusi Frekuensi Berdasarkan Frekuensi Kunjungan K4
di Puskesmas Sei Mencirim

Variable Teratur % Tidak % Total %


Teratur
Frekuensi Kunjungan
16 45,7 19 54,3 35 100
K4
Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa frekuensi kunjungan K4 yang
teratur sebanyak 16 orang ( 45,7 %) dan frekuensi kunjungan K4 yang tidak teratur
sebanyak 19 orang (54,3 %).
A.2 Analisa Bivariat

Hasil analisa mengenai hubungan pengetahuan ibu hamil TM III tentang ANC
dengan frekuensi kunjungan K4

Tabel 4.7
Hubungan Pengetahuan Ibu Hamil TM III dengan Frekuensi Kunjungan K4
di Puskesmas Sei Mencirim

Frekuensi Kunjungan K4
Pengetahuan Teratur Tidak Teratur Total P
Ibu Hamil TM Value
N % N % N %
III
Baik 8 80,0 2 20,0 10 100
Cukup 3 27,3 8 72,7 11 100 0,033
Kurang 5 35,7 9 64,3 14 100
Total 16 45,7 22 54,3 35 100

Berdasarkan hasil peneltian didapatkan bahwa ada hubungan pengetahuan ibu


hamil TM III dengan frekuensi kunjungan K4 dimana nilai p value 0,033 dan < 0,05. Hal ini
menunjukan terdapat pengetahuan ibu hamil TM III di Puskesmas Sei Mencirim yang baik
sebanyak 10 orang dimana frekuensi kunjungan K4 teratur sebanyak 8 orang (80,0%) dan
yang tidak teratur 2 orang (20,0%). Sedangkan pengetahuan ibu hamil TM III di Puskesmas
Sei Mencirim yang cukup sebanyak 11 orang dimana frekuensi kunjungan K4 teratur
sebanyak 3 orang (27,3%) dan yang tidak teratur 8 orang (72,7%). Dan pengetahuan ibu
hamil TM III di Puskesmas Sei Mencirim yang kurang sebanyak 14 orang dimana frekuensi
kunjungan K4 yang teratur sebanyak 5 orang (35,7%) dan yang tidak teratur sebanyak 9
orang (64,3%).

Hasil perhitungan diatas menjelaskan hasil analisis hubungan pengetahuan ibu hamil
TM III tentang ANC dengan frekuensi kunjungan K4 di Puskesmas Sei Mencirim. Hasil
analisis yang diperoleh dari uji korelasi Chi Square yaitu nilai signifikatnya 0,033 dimana p=
0,05 dengan CI 95% artinya Ho ditolak. Maka hasil tersebut menunjukan bahwa ada
hubungan antara pengetahuan ibu hamil TM III tetang ANC dengan frekuensi kunjungan
K4.di Puskesmas Sei Mencirim.
B. Pembahasan
B.1 Deskripsi Hasil Penelitian
B.2 Pengetahuan Ibu Hamil TM III Tentang ANC Dengan Frekuensi Kunjungan K4

Penelitian ini membahas tentang hubungan pengetahuan ibu hamil TM III tentang
ANC terhadap frekuensi kunjungan K4 di Puskesmas Sei Mencirim. Tolak ukur pengetahuan
ibu hamil TM III pada penelitian ini menggunakan kuesioner yang telah diuji validitasnya
dan buku KIA untuk mengukur frekuensi kunjungan K4. Data pada penelitian ini dianalisis
dengan menggunakan chi square. Dari hasil pengujian hipotesis dengan menggunakan uji
chi square di peroleh angka 0,033, hal ini menunjukan bahwa pengetahuan ibu hamil TM III
memiliki hubungan dengan frekuensi kunjungan K4. Berdasarkan hasil penelitian, penelitian
sebelumnya dan teori yang mengacu menunjukan bahwa pengetahuan ibu hamil TM III
tentang ANC mempunyai hubungan dengan frekuensi kunjungan K4 di Puskesmas Sei
Mencirim. Hasil yang diperoleh pada penelitian ini terlihat adanya hubungan antara
pengetahuan ibu hamil TM III yang baik, cukup, kurang dengan frekuensi yang teratur dan
tidak teratur.Ibu TM III yang berpengetahuan baik akan mempunyai frekuensi kunjungan K4
yang teratur sedangkan ibu hamil TM III yang berpengetahuan kurang mempunyai frekuensi
kunjungan K4 yang tidak teratur.

Responden dalam penelitan ini adalah ibu hamil TM III. Jumlah responden yang
terlibat dalam penelitian ini adalah sebanyak 35 orang. Dimana terdapat 5 orang (14,3% )
ibu hamil TM III yang bekerja sebagai wiraswasta, 3 orang ( 8,6%) ibu hamil TM III yang
bekerja sebagai PNS, 5 orang (14,3%) ibu hamil TM III yang bekerja sebagai buruh, 19
orang (54,2 %) ibu hamil TM III yang bekerja sebagai IRT dan terdapat 3 orang (8,6%) ibu
hamil TM III yang pekerjaannya lebih dari yang disebutkan. Terdapat 8 orang (22,9%) ibu
hamil TM III yang paritasnya adalah primigravida, 13 orang (37,1%) ibu hamil TM III yang
paritasnya secondgrida dan 14 orang (40,0%) ibu hamil TM III yang paritasnya multigravida.
Sedangkan ibu hamil TM III dengan pendidikan katagori menegah pertama
sebanyak 20 orang (57,1%), menegah atas sebanyak 20 orang (57,1 %), menengah
kejurusan sebanyak 3 orang (8,6 %), diploma sebanyak 2 orang (5,8%), dan sarjana
sebanyak 6 orang (17,1%). Tingkat pendidikan berpengaruh pada pengetahuan seseorang.
Semakin baik tingkat pendidikan menyebabkan seseorang semakin mengerti dan sadar
terhadap sesuatu hal, sebaliknyasemakin rendah tingkat pendidikan maka kemampuan
menilai dan kesadaran akan diadopsi secara lambat (Notoatmodjo, 2010).
Ibu hamil TM III dengan usia >20 tahun sebanyak 3 orang (8,6%), usia 20-30 tahun
sebayak 16 orang (45,7 %), usia > 30 tahun sebanyak 16 orang (45,7 %). Usia yang
dianjurkan untuk hamil adalah 20 sampai 35 tahun sehingga hal ini sesuai dengan program
kesehatan. Usia ini sesuai karena berisiko rendah terjadi gangguan saat kehamilan
(Roeshadi, 2004). Hal ini menunjukkan bahwa usia ibu-ibu yang memeriksakan kehamilan di
sudah sesuai dengan standar batas usia yang rendah untuk terjadinya gangguan selama
kehamilan dan persalinan. Hal ini kemungkinan disebabkan oleh semakin sadarnya para
wanita dalam menentukan usia kehamilan yang aman.

B. 2 Hasil Pengujian Hipotesis


B.2.1 Hubungan Pengetahuan Ibu Hamil TM III tentang ANC dengan Frekuensi
Kunjungan K4 di Puskesmas Sei Mencirim

Penelitian ini membahas tentang hubungan pengetahuan ibu hamil TM III tentang
ANC terhadap frekuensi kunjungan K4 di Puskesmas Sei Mencirim. Tolak ukur pengetahuan
ibu hamil TM III pada penelitian ini menggunakan kuesioner yang telah diuji validitasnya
dan buku KIA untuk mengukur frekuensi kunjungan K4. Pemanfaatan ANC oleh ibu hamil
berhubungan dengan faktor predisposisi yaitup endidikan, jumlah anak, pendidikan suami,
sikap, umur, pekerjaan, pendapatan dan pengetahuan ibu hamil (Suryandari, 2013).

Pengetahuan adalah hasil pengindraan manusia,atau hasil tahu seseorang terhadap


objek melalui indra yang dimilikinya (mata, hidung, telinga dan sebagainya) (Notoatmojo,
2010). Menurut Kurniati (2013) dalam peneliatiannya menyebutkan bahwa pengetahuan
adalah salah satu faktor penting yang menentukan perilaku seseorang karena dengan
pengetahuan akan menimbulkan perubahan persepsi dan kebiasaan masyarakat.
Pengetahuan yang meningkat akan dapat mengubah kebiasaan masyarakat menjadi
posistif.
Dalam penelitian Niken (2013) menyatakan bahwa adanya hubungan pengetahuan
ibu hamil tentang ANC terhadap frekuensi kunjungan ANC di Puskesmas Bayuwamanik
Semarang. Dan Penelitian Aprina (2015) menyatakan bahwa adanya hubungan
pengetahuan ibu hamil tentang ANC terhadap frekuensi kunjungan ANC di wilayah Kerja
Puskesmas Kedaton Bandar Lampung.
Frekuensi Kunjungan K4 Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan diperoleh hasil
dari 35 reponden terdapat 16 responden (45,7%) melakukan kunjungan secara teratur dan
yang tidak teratur sebanyak 19 orang (54,3%). Efektifitas kunjungan ANC diukur
berdasarkan keteraturan K4 dalam melakukan kunjungan, agar informasi yang penting bagi
ibu hamil dapat tersampaikan. Penelitian Samdiana (2009) dengan judul “Faktor-Faktor
Yang Berhubungan Dengan Frekuensi Kunjungan Antenatal Care Di Puskesmas Keraton
Yogyakarta” didapatkan hasil bahwa ada hubungan yang signifikan antara pendidikan dan
pengetahuan ibu dengan frekuensi kunjungan ANC.
Asuhan antenatal adalah melakukan screening untuk memprediksi faktor-faktor risiko
untuk memprediksi suatu penyakit (Kusmiyati, 2009). Kunjungan ibu hamil dengan tenaga
kesehatan untuk mendapatkan pelayanan ANC sesuai standar yang ditetapkan. Istilah
kunjungan disini tidak hanya mengandung arti bahwa ibu hamil yang berkunjung ke fasilitas
pelayanan, tetapi adalah setiap kontak tenaga kesehatan baik di posyandu, pondok bersalin
desa, kunjungan rumah dengan ibu hamil tidak memberikan pelayanan ANC sesuai standar
dapat dianggap sebagai kunjungan ibu hamil (Depkes RI, 2008).