Anda di halaman 1dari 14

MAKALAH

“DIABETES MELLITUS”

Oleh :

Nama : Ronaldo Tempone


NIM : 1614201447
Kelas : A1
Semester : VI (Enam)
Dosen : Dr. Stevanus Timah, SKM., M.Kes

UNIVERSITAS PEMBANGUNAN INDONESIA

FAKULTAS KEPERAWATAN

MANADO

2019
KATA PENGANTAR

Syalom, assalamu’alaikum Wr. Wb…


Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat dan rahmat-
Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini yang berjudul
“DIABETES MELLITUS” untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Keperawatan
Komunitas II di semester VI tahun 2019. Materi ini bersumber dari berbagai sumber
bacaan dan Puji Tuhan tersusun dengan sistematis dan ringkas, sehingga mudah
untuk dipahami dan dimengerti.
Penulis menyadari sebagai manusia yang memiliki keterbatasan, tentunya
makalah ini masih banyak memiliki kesalahan dan kekurangan . Dengan demikian
penulis sangat mengharapkan saran dan kritik yang membangun demi perbaikan
dan kebaikan makalah ini untuk kedepannya. Semoga materi yang terkait didalam
Makalah ini dapat bermanfaat untuk kita semua.
Syalom…

Manado, 18 Mei 2019

Penulis

i
DAFTAR ISI

Halaman
HALAMAN JUDUL...................................................................................
KATA PENGANTAR ................................................................................ i
DAFTAR ISI ............................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang ....................................................................................... 1
B. Rumusan Masalah .................................................................................. 2
C. Tujuan Penulisan ....................................................................................
BAB II TINJAUAN TEORI
A. Definisi ................................................................................................... 3
B. Etiologi ................................................................................................... 3
C. Klasifikasi DM ....................................................................................... 4
C. Gejala Klinis ........................................................................................... 5
D. Komplikasi ............................................................................................. 5
BAB III PEMBAHASAN
A. Pencegahan Diabetes Mellitus................................................................ 6
B. Bahaya Daibetes Mellitus bagi Manusia ................................................ 8
C. Pengobatan Diabetes Mellitus ............................................................... 9
BAB IV PENUTUP
A. Kesimpulan ............................................................................................ 10
B. Saran ....................................................................................................... 10
Daftar Pustaka ............................................................................................. 11

ii
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

DM merupakan penyakit yang menjadi masalah pada kesehatan

masyarakat. Oleh karena itu DM tercantum dalam urutan keempat prioritas

penelitian nasional untuk penyakit degeneratif setelah penyakit kardiovaskuler,

serebrovaskuler, rheumatik dan katarak (Tjokroprawiro, 2001).

Diabetes Mellitus (DM) merupakan penyakit menahun yang akan diderita

seumur hidup. Menurut International Diabetes Federation (IDF) tahun 2013

diabetes melitus merupakan suatu penyakit kronik dimana tubuh tidak dapat

memproduksi insulin atau tidak dapat menggunakan insulin secara efektif.

Menurut Dunning (2009) Diabetes melitus adalah penyakit metabolik dimana

terjadi gangguan kapasitas tubuh dalam menggunakan glukosa, lemak dan protein

akibat kekurangan insulin atau resistensi insulin.

Prevalensi Diabetes mellitus terus meningkat setiap tahunnya.

International Diabetes Federation (2013) mengatakan bahwa 382 juta penduduk

dunia menderita diabetes mellitus. Pada tahun 2014 IDF mengatakan jumlah

penderita DM didunia sebanyak 415 juta jiwa dan diperkirakan akan meningkat

642 juta jiwa di tahun 2040. Pada tahun yang sama juga ditemukan fakta bahwa 1

dari 11 orang dewasa didunia menderita DM dan setiap 6 detik satu orang

meninggal karena DM (IDF, 2014).

Indonesia menempati urutan ke-7 negara dengan penderita DM terbanyak

setelah Cina, India, Amerika Serikat, Brazil, Rusia dan Meksiko yaitu berjumlah

8.554.155jiwa (IDF, 2013). Menurut Kemenkes RI (2014) Kejadian DM di

1
Indonesia merupakan penyebab kematian tertinggi no 3 setelah penyakit stroke

dan jantung.

DM tipe II merupakan DM terbanyak di Indonesia yang biasanya terjadi

pada orang dewasa, tapi juga terjadi pada anak-anak dan remaja. Pada DM tipe II,

tubuh mampu memproduksi insulin tapi insulin ini tidak cukup atau tubuh tidak

mampu untuk merespon efek insulin (dikenal sebagai resistensi insulin) yang

menyebabkan penumpukan glukosa dalam darah. Banyak orang dengan DM tipe

II tidak menyadari bahwa mereka menderita DM karena gejala baru muncul

setelah bertahun-tahun. Penderita biasanya didiagnosis setelah ada komplikasi dari

DM (IDF, 2014). Diabetes adalah salah satu diantara penyakit tidak menular

yang akan meningkat jumlahnya dimasa mendatang. WHO membuat perkiraan

bahwa pada tahun 2000 jumlah pengidap diabetes diatas umur 20 tahun

berjumlah 150 juta orang dan dalam kurun waktu 25 tahun kemudian, pada

tahun 2025 jumlah itu akan membengkak menjadi 300 juta orang (Suyono,

2006). Diabetes mellitus tipe II merupakan tipe diabetes yang lebih umum,

lebih banyak penderitanya dibandingkan Diabetes Mellitus tipe I. Penderita

diabetes mellitus tipe II mencapai 90-95 % dari keseluruhan populasi penderita

DM (Anonim, 2005).

B. Rumusan Masalah

Bagaimana cara pencegahan dan pengobatan diabetes mellitus serta apa


bahaya diabetes mellitus bagi manusia?

C. Tujuan Penulisan
1. Mahasiswa mampu mengetahui pencegahan dari diabetes melitus.
2. Mahasiswa mampu mengetahui bahaya diabetes mellitus bagi manusia.
3. Mahasiswa mampu mengetahui cara pengobatan diabetes mellitus.

2
BAB II

TINJAUAN TEORI

A. Definisi DM

Menurut WHO, Diabetes Melitus (DM) didefinisikan sebagai suatu


penyakit atau gangguan metabolisme kronis dengan multi etiologi yang
ditandai dengan tingginya kadar gula darah disertai dengan gangguan
metabolisme karbohidrat, lipid dan protein sebagai akibat dari insufisiensi
fungsi insulin.

Diabetes adalah suatu penyakit jangka panjang atau kronis yang ditandai
dengan kadar gula darah (glukosa) yang lebih tinggi dan di atas nilai normal.

Diabetes mellitus (DM) adalah penyakit gangguan metabolik yang


disebabkan oleh pankreas tidak dapat memproduksi cukup insulin atau tubuh
tidak dapat menggunakan insulin yang diproduksi secara efektif. Oleh karena
itu tingkat glukosa (gula darah) diatas normal atau, hiperglikemia.
Insulin adalah hormon yang dibutuhkan untuk mengatur keseimbangan kadar
gula darah.

B. Etiologi

Penyakit DM dapat disebabkan oleh beberapa hal, yaitu:

a. Pola Makan

Pola makan secara berlebihan dan melebihi jumlah kadar kalori


yang dibutuhkan oleh tubuh dapat memacu timbulnya DM. Hal ini
disebabkan jumlah atau kadar insulin oleh sel β pankreas mempunyai
kapasitas maksimum untuk disekresikan.

b. Obesitas

Orang yang gemuk dengan berat badan melebihi 90 kg mempunyai


kecenderungan lebih besar untuk terserang DM dibandingkan dengan
orang yang tidak gemuk.

3
c. Faktor genetik

Seorang anak dapat diwarisi gen penyebab DM dari orang tua.


Biasanya, seseorang yang menderita DM mempunyai anggota keluarga
yang terkena juga.

d. Bahan-bahan kimia dan obat-obatan

Bahan kimiawi tertentu dapat mengiritasi pankreas yang


menyebabkan radang pankreas. Peradangan pada pankreas dapat
menyebabkan pankreas tidak berfungsi secara optimal dalam
mensekresikan hormon yang diperlukan untuk metabolisme dalam tubuh,
termasuk hormon insulin.

e. Penyakit dan infeksi pada pankreas

Mikroorganisme seperti bakteri dan virus dapat menginfeksi


pankreas sehingga menimbulkan radang pankreas. Hal itu menyebabkan
sel β pada pankreas tidak bekerja secara optimal dalam mensekresi insulin.

C. Klasifikasi DM

a. Diabetes tipe 1 adalah suatu kondisi ketika sistem kekebalan tubuh


menyerang dan membunuh sel – sel beta pada pankreas yang
menyebabkan insulin yang dilepaskan di dalam tubuh tidak ada atau sangat
sedikit. Akibatnya gula menumpuk di dalam darah dan tidak dilepaskan
sebagai energi. Diabetes mellitus tipe 1 kebanyakan diderita oleh anak-
anak dan remaja yang pada umumnya tidak gemuk. Dugaan paling kuat
adalah disebabkan oleh faktor genetik dari penderita yang dipengaruhi
juga oleh faktor lingkungan
b. Diabetes tipe 2 terjadi ketika tubuh tidak dapat menggunakan insulin yang
dilepaskan (insensitivitas insulin) atau tidak menghasilkan insulin yang
cukup. Akibatnya gula menumpuk di dalam darah dan tidak dilepaskan
sebagai energi. Kebanyakan orang menyandang diabetes tipe 2. Diabetes
tipe 2 lebih sering terjadi pada orang dewasa, namun anak – anak juga

4
dapat terinfeksi. Sekitar 90-95% persen penderita diabetes di dunia
menderita diabetes tipe ini.
c. Diabetes Mellitus Gestasional (suatu kondisi sementara yang terjadi
selama kehamilan)

D. Gejala Klinis

Beberapa gejala diabetes tipe 1 dan tipe 2, antara lain:

- Sering merasa haus.


- Sering buang air kecil, terutama pada malam hari.
- Rasa lapar yang terus-menerus.
- Berat badan turun tanpa sebab yang jelas.
- Lemas dan merasa lelah.
- Pandangan yang kabur.
- Luka yang lama sembuh.

E. Komplikasi

Hiperglikemia yang terjadi dari waktu ke waktu dapat menyebabkan


kerusakan berbagai sistem tubuh terutama syaraf dan pembuluh darah.
Beberapa konsekuensi dari diabetes yang sering terjadi adalah :
• Meningkatnya resiko penyakit jantung dan stroke
• Neuropati (kerusakan syaraf) di kaki yang meningkatkan kejadian ulkus
kaki, infeksi dan bahkan keharusan untuk amputasi kaki
• Retinopati diabetikum, yang merupakan salah satu penyebab utama
kebutaan, terjadi akibat kerusakan pembuluh darah kecil di retina
• proteinuria
• Gagal ginjal
Komplikasi terbanyak adalah neuropati yang dialami oleh 54% penderita
diabetes mellitus.

5
BAB III

PEMBAHASAN

A. Pencegahan Diabetes Mellitus


1. Jaga Berat Badan Ideal

Kelebihan berat badan adalah penyebab diabetes yang paling penting.


Kelebihan berat badan meningkatkan kemungkinan mengembangkan diabetes
tipe 2 tujuh kali lipat. Obesitas membuat seseorang 20 sampai 40 kali lebih
mungkin untuk mengembangkan diabetes dibanding seseorang dengan berat
badan ideal yang sehat.

2. Aktifitas Fisik

Selalu aktif secara fisik dapat mencegah diabetes. Otot yang


selalu bekerja lebih keras akan meningkatkan kemampuannya untuk
menggunakan insulin dan menyerap glukosa.

Berjalan cepat selama setengah jam setiap hari dapat


mengurangi risiko diabetes sebesar 30 persen. Namun demikian tidak hanya
jalan cepat, berlari, berenang, bersepeda juga memiliki manfaat yang tidak
jauh berbeda.

3. Konsumsi Makanan Sehat

Makanan berserat (buah-sayur) dan biji-bijian akan


membuat enzim pencernaan lebih sulit untuk memecah pati menjadi
glukosa. Dengan demikian, kadar gula darah akan naik secara perlahan.
Akibatnya, produksi insulin juga santai sehingga dapat membantu
mencegah diabetes. Hindari minuman dan makanan manis karena memiliki
beban glikemik tinggi sehingga akan meningkatkan risiko diabetes.

Konsumsi lemak baik, contohnya lemak tak jenuh ganda yang


banyak ditemukan dalam minyak sayur cair (vegetable oils), kacang-
kacangan, biji-bijian, dan minyak ikan dapat membantu menangkal

6
diabetes. Lemak trans melakukan hal sebaliknya, contohnya pada margarin,
goreng-gorengan, rendang, bersantan, dan makanan yang digoreng di
sebagian besar restoran cepat saji.

Batasi mengkonsumsi daging merah. Bukti yang kuat menunjukkan


bahwa makan daging merah (sapi, babi, domba) meningkatkan risiko
diabetes. Namun, kabar baiknya, kita dapat mencegah diabetes dengan cara
mengganti daging merah atau olahannya dengan sumber protein yang lebih
sehat seperti kacang-kacangan, susu rendah lemak, unggas, atau ikan, atau
biji-bijian. Hal ini akan menurunkan risiko diabetes hingga 35 persen.

4. Berhenti Merokok

Diabetes mellitus telah ditambahkan dalam


daftar panjang masalah kesehatan terkait dengan merokok. Pada perokok,
sekitar 50 persen lebih mungkin mengembangkan diabetes daripada bukan
perokok, dan perokok berat memiliki risiko yang lebih tinggi.

5. Kurangi Alkohol

Beberapa studi menunjukkan bahwa


konsumsi alkohol dalam jumlah moderat - maksimal 1 gelas/hari pada
wanita dan dua gelas sehari untuk pria - menurunkan risiko diabetes tipe 2.
Jika selama Anda sudah rajin minum alkohol, kuncinya adalah jaga
konsumsi dalam kisaran moderat, karena jumlah yang lebih banyak bisa
meningkatkan risiko diabetes.

6. Lakukan Pemeriksaan Rutin ke dokter

Ketika manusia beranjak tua, merupakan ide yang baik untuk secara
teratur memeriksakan kadar glukosa darah, tekanan darah
dan kolesterol darah. Untuk mengetahui secara dini tentang penyakit yang
mungkin diderita.

7
B. Bahaya Diabetes Bagi Manusia

Diabetes merupakan penyakit yang cukup berbahaya, jika anda


menderita penyakit ini anda sebaiknya waspada karena penyakit ini jika tidak
di kontrol dengan baik bisa memicu komplikasi penyakit yang cukup
mematikan. Berikut bahaya penyakit diabetes yang perlu anda waspadai.
1. Kebutaan Mata
Peningkatan glukosa dalam darah bisa merusak sistem kapiler di dasar mata,
yang menyebabkan retinopati diabetik. Secara bertahap, orang yang
menderita gangguan ini bahkan dapat menyebabkan kebutaan. Diabetes
juga meningkatkan risiko beberapa penyakit mata seperti katarak,
glaukoma, edema makula.
2. Masalah Pada Sistem Kardiovaskuler
Diabetes bisa menyebabkan kematian, penderita diabetes bisa mengalami
komplikasi disebabkan oleh penyakit jantung dan stroke. Terjadinya dan
perkembangan penyakit kardiovaskular merupakan komplikasi yang tidak
dapat dihindari bagi penderita diabetes. Mereka rentan terhadap tekanan
darah tinggi, arteriosklerosis, infark miokard, kecelakaan serebrovaskular
yang mengakibatkan kelumpuhan atau kematian.
3. Memicu Kerusakan Ginjal
Gula darah tinggi merusak jutaan pembuluh kecil (pembuluh darah kecil) di
ginjal, merusak fungsi ginjal dan dan mengganggu proses ekskresi, dan jika
dibiarkan lebih lama bisa memicu gagal ginjal.
4. Infeksi Kronik Diabetes
Gula darah tinggi adalah lingkungan yang menguntungkan bagi bakteri
untuk berkembang dan pada saat yang sama melemahkan sistem kekebalan
tubuh. Jika tidak dikontrol dengan baik diabetes bisa memicu infeksi gusi,
infeksi saluran kemih atau saluran kemih.

8
C. Pengobatan Diabetes Melittus

Untuk membantu mengubah gula darah menjadi energi dan


meningkatkan sensitivitas sel terhadap insulin, pasien diabetes dianjurkan
untuk berolahraga secara rutin, setidaknya 10-30 menit tiap hari. Pasien dapat
berkonsultasi dengan dokter untuk memilih olahraga dan aktivitas fisik yang
sesuai.

Pada diabetes tipe 1, pasien akan membutuhkan terapi insulin untuk


mengatur gula darah sehari-hari. Selain itu, beberapa pasien diabetes tipe 2 juga
disarankan untuk menjalani terapi insulin untuk mengatur gula darah. Insulin
tambahan tersebut akan diberikan melalui suntikan, bukan dalam bentuk obat
minum. Dokter akan mengatur jenis dan dosis insulin yang digunakan, serta
memberitahu cara menyuntiknya.

Pada kasus diabetes tipe 1 yang berat, dokter dapat merekomendasikan


operasi pencangkokan (transplantasi) pankreas untuk mengganti pankreas yang
mengalami kerusakan. Pasien diabetes tipe 1 yang berhasil menjalani operasi
tersebut tidak lagi memerlukan terapi insulin, namun harus mengonsumsi obat
imunosupresif secara rutin.

Pada pasien diabetes tipe 2, dokter akan meresepkan obat-obatan, salah


satunya adalah metformin, obat minum yang berfungsi untuk menurunkan
produksi glukosa dari hati. Selain itu, obat diabetes lain yang bekerja dengan
cara menjaga kadar glukosa dalam darah agar tidak terlalu tinggi setelah pasien
makan, juga dapat diberikan.

Pasien diabetes harus mengontrol gula darahnya secara disiplin melalui


pola makan sehat agar gula darah tidak mengalami kenaikan hingga di atas
normal. Selain mengontrol kadar glukosa, pasien dengan kondisi ini juga akan
diaturkan jadwal untuk menjalani tes HbA1C guna memantau kadar gula darah
selama 2-3 bulan terakhir.

9
BAB IV

PENUTUP

A. Kesimpulan
- Diabetes adalah suatu penyakit jangka panjang atau kronis yang ditandai
dengan kadar gula darah (glukosa) yang lebih tinggi dan di atas nilai normal.
- Pencegahan dibetes mellitus dapat dilakukan dengan menjaga pola hidup
sehat seperti rajin berolahraga, makan makanan berserat tinggi dan tidak
merokok.
- Pengobatan diabetes mellitus dapat dilakukan dengan cara terapi insulin
dan obat-obatan seperti metformin
B. Saran

Penulis berharap dengan makalah ini, semoga pembaca dapat mengerti


dan memahami tentang penyakit Diabetes Mellitus serta apa saja faktor Resiko
dari Diabetes Mellitus. Serta mengharapkan untuk terus menjalani pola hidup
yang sehat agar mengecilkan resiko terjadinya diabetes mellitus. Penulis
menyadari bahwa makalah ini masih jauh dai kata sempurna untuk itu penulis
mengharapkan kritik dan saran dari pembaca dalam rangka memperbaiki
makalah ini menjadi lebih baik kedepannya.

10
Daftar Pustaka
Adib, M., 2011. Pengetahuan Praktis Ragam Penyakit Mematikan yang Paling
Sering Menyerang Kita. Jogjakarta: Buku Biru

Arisman, 2011. Diabetes Mellitus : Dalam Buku Ajar Ilmu Gizi Obesitas dan
Diabetes Mellitus dan Dislipidemia. Jakarta: EGC.

Smeltzer, S.C & Bare, B.G., 2008. Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah
Brunner dan Suddarth. 8 ed. Jakarta: EGC.

https://www.halodoc.com/kesehatan/diabetes (Diakses pada 18 Mei 2019)


https://www.alodokter.com/diabetes (Diakses pada 18 Mei 2019)

11