Anda di halaman 1dari 20

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Deskripsi Penelitian

Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di daerah Nagara, yaitu di SMK

Negeri 1 Daha Selatan. Kelas yang diteiti adalah kelas XII BB dengan jumlah siswi

sebanyak 31 orang. Kelas ini dipilih karena para siswi banyak yang mengalami

kesulitan memahami materi conditional sentences sehingga tidak dapat memenuhi

KKM, yaitu 75, yang telah ditentukan oleh guru.

Materi conditional sentences sendiri merupakan materi tata bahasa dengan

tiga pola, yang masing-masing pola memiliki makna yang berbeda ketika

digunakan. Ketiga pola ini menyebabkan para siswi kebingungan ketika mereka

harus memilih pola mana yang tepat untuk melengkapi suatu kalimat. Penjelasan

guru yang hanya menggunakan metode ceramah dan Tanya-jawab juga tidak

membantu mereka untuk memahami conditional sentences ini.

B. Persiapan Penelitian

1. Proses Izin Penelitian

Sebelum melaksanakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dalam

“Meningkatkan pemehaman siswa kelas XII BB SMKN 1 Daha Selatan

terhadap materi conditional sentences melalui permainan matching flashcard”,

maka peneliti terlebih dahulu membuat proposal yang diajukan kepada

22
Pembimbing Pelatihan PTK ULM. Setelah mendapat persetujuan dari

Pembimbing, peneliti kemudian meminta izin kepada Kepala SMKN 1 Daha

Selatan untuk melalukan penelitian di kelas XII BB.

2. Perencanaan Jadwal Pelaksanaan Penelitian

Pelaksanaan kegiatan PTK ini dirancang dengan menyusun program

pembelajaran, media, alat evaluasi, dan instrument pengamatan. Penelitian ini

terdiri dari dua siklus, dimana masing-masing siklus terdiri dari dua pertemuan.

Kegiatan pembelajaran pertemuan pertama pada masing-masing siklus hanya

berisi penjabaran materi, sedangkan pada pertemuan kedua kegiatan berfokus

pada penggunaan permainan “matching flashcard”.

Adapun jadwal pelaksanaan PTK adalah sebagai berikut:

a. Siklus I pertemuan 1 : 25 Oktober 2016

pertemuan 2 : 27 Oktober 2016

post test : 1 November 2016

b. Siklus 2 pertemuan 1 : 3 N0vember 2016

Pertemuan 2 : 8 November 2016

Post test : 10 November 2016

PTK ini juga menggunakan media berupa caption dan flashcard.

23
C. Hasil penelitian

Desain penelitian terdiri dari 2 siklus secara berulan yang meliputi siklus I

dan siklus II. Setiap siklus penelitian meliputi empat tahapan yaitu 1) perencanaan

(planning), 2) pelaksanaan (acting), 3) pengamatan (observing), dan 4) refleksi

(reflecting). Adapun langkah-langkah tindakan yang ditempuh dalam penelitian ini

adalah sebagai berikut:

1. Siklus I

a. Tahap Perencanaan

1) Menganalisis silabus dan menetapkan materi conditional sentences

type 1, 2, dan 3.

2) Menyusun materi dengan memasukan permainan matching flashcard.

3) Membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran untuk pertemuan 1 dan

2.

4) Membuat alat evaluasi.

5) Membuat instrument penelitian.

6) Membuat caption dan flashcard.

7) Mempersiapkan sarana dan prasaran penunjang kegiatan

pembelajaran.

8) Menetapkan indikator kinerja, dimana penelitian ini dinyatakan

berhasil jika 75% siswa meningkat pemahaman.

24
b. Tahap Pelaksanaan

1) Pada pertemuan 1 hanya menjelaskan dan mendalami materi

conditional sentences.

2) Pada pertemuan 2 siswa dibagi menjadi 4 kelompok.

3) Memberitahu aturan permainan matching flashcard.

4) Memberikan flashcard pada tiap-tiap kelompok.

5) Selama permainan guru berkeliling untuk melihat kerjasama kelompok

dan memberikan bimbingan seperlunya.

6) Guru mempersilahkan bagi kelompok yang sudah siap untuk

memasangkan flashcard yang mereka miliki ke caption yang telah

ditempel di depan kelas.

7) Setelah semua kelompok selesai memasangkan flashcard yang

dimiliki, guru mengecek hasil kerja, dan menentukan pemenang

permainan

8) Guru dan kolaborator melakukan observasi

9) Guru memberikan post test

c. Tahap Pengamatan

Hal-hal yang akan diamati oleh peneliti dan kolaborator adalah:

1) Aktifitas atau partisipasi siswa selama pembelajaran

2) Aktifitas guru selama pembelajaran

3) Kemampuan siswa untuk bekerjasama dalam kelompok

25
d. Tahap Refleksi

Keberhasilan dalam penelitian ini diperlihatkan jika:

1) Dari aktifitas pembelajaran menggunakan permainan matching

flashcard

2) 75 % siswa mampu memahami materi conditional sentences yang

diukur melalui post test

2. Siklus II

a. Tahap Perencanaan

Peneliti membuat perencanaan tindakan berdasarkan hasil refleksi pada

siklus pertama

b. Tahap Pelaksanaan

Pelaksanaan pembelajaran tetap menggunakan materi conditional sentences

dan permainan matching flashcard berdasarkan hasil refleksi pada siklus

pertama.

c. Tahap Pengamatan

Peneliti dan kolaborator melakukan pengamatan lebih tajam terhadap

partisipasi siswa dalam pembelajaran dengan memperhatikan hasil refleksi

pada siklus pertama

d. Tahap Refleksi

Melaksanakan reflaksi terhadap pelaksanaan pembelajaran dan hasil

pengamatan pada siklus kedua, kemudian menganalisis dan membuat

26
kesimpulan tentang aktifitas guru dan siswa selama menggunakan

permainan matching flashcard dalam pembelajaran. Peneliti juga membuat

kesimpulan tentang hasil belajar siswa apakah memang meningkat ketika

menggunakan permainan matching flashcard dalam pembelajaran materi

conditional sentences.

D. Pembahasan

1. Penjelasan Penelitian pada Siklus I

a. Tahap Perencanaan

Siklus I dilaksanakan selama dua kali pertemuan, yaitu pada tanggal

25 Oktober dan 27 Oktober 2016. Setiap pertemuan ini dilaksanakan selama

90 menit. Pada pertemuan pertama digunakan untuk menjelaskan materi

mengenai conditional sentences dan untuk memberikan latihan yang

berkaitan dengan materi. Pada pertemuan ini belum menggunakan

permainan matching flashcard karena siswa masih melakukan pendalaman

materi.

Pada siklus pertama ini melibatkan 31 siswa XII BB, peneliti, dan

kolaborator. Pada pertemuan pertama siklus I peneliti tidak didampingi

kolaborator karena pada pertemuan ini peneliti masih menjelaskan dan

memberikan latihan kepada para siswi. Pada pertemuan kedua siklus I

peneliti didampingi kolaborator untuk mengamati proses pembelajaran

menggunakan permainan matching flashcard pada materi conditional

27
sentences. Siklus pertama ini, penelitian akan dinyatakan berhasil

meningkatkan pemahaman siswi apabila 75% siswi tuntas dalam

mengerjakan posttest.

b. Tahap Pelaksanaan

Siklus pertama dilaksanakan sesuai dengan rencana, yaitu dua kali

pertemuan; tanggal 25 Oktober dan 27 Oktober 2016. Pada pertemuan

pertama jumlah siswi yang hadir sebanyak 30 orang dari 31 orang yang

terdaftar di kelas XII BB, 1 oraang tidak hadir karena sedang latihan untuk

menghadapi LKS SMK tingkat provinsi.

Pada pertemuan pertama ini proses pembelajaran dilaksanakan sesuai

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang telah ditetapkan.

Pertemuan pertama ini membahas mengenai conditional sentences type 1,

2, dan 3. Secara singkat proses pembelajaran dimulai dengan penjelasan

dari guru selama 20 menit, latihan soal 50 menit, pembahasan latihan 15

menit, dan 5 menit untuk menyimpulkan pembelajaran.

Pada pertemuan kedua dari siklus pertama, peneliti melibatkan

kolaborator untuk mengobservasi proses pembelajaran dan menerapkan

permainan matching flashcard dalam pembelajaran. Secara umum rincian

kegiatan pada pertemuan kedua ini adalah 1) guru mengulang materi

conditional sentence selama 10 menit, 2) guru membagi kelompok,

menjelaskan peraturan permainan, dan memulai permainan selama 70

menit, dan 3) siswa menyimpulkan apa yang mereka pelajari dan

28
mendapatkan reward selama 10 menit. Berikut adalah gambaran proses

pembelajaran yang berlangsung pada siklus I pertemuan 1 dan 2:

Gambar 1
Kegiatan guru menjelaskan materi conditional sentence pada siklus I pertemuan 1

Gambar 2
Siswa mendengarkan penjelasan dan mencatat penjelasan dari guru pada siklus I
pertemuan 1

29
Gambar 3
Diskusi siswa dalam kelompok untuk menyesuaikan flashcard yang dimiliki dengan
yang ada di dalam caption pada pertemuan ke 2

Gambar 4
Siswa mencocokan flashcard yang dimiliki kelompoknya dengan yang ada di caption

30
c. Tahap Pengamatan

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, pada pertemuan pertama

dari siklus I tidak diberikan perlakuan menggunakan permainan. Permainan

matching flashcard baru digunkan dalam pembelajaran pada pertemuan

kedua, dimana guru mengundang seorang kolaborator untuk mengobservasi

proses pembelajaran. Selama penelitian pada pertemuan ke dua, kolaborator

mengisi lembar observasi siswa dan guru yang telah disediakan. Adapun

hasil dari observasi adalah sebagai berikut:

Tabel 1
Hasil Pengamatan Aktifitas Siswa dalam Pembelajaran Conditional
Sentences Menggunakan Permainan Matching Flashcard Pada Siklus I
Pertemuan 2
KUALIFIKASI
TAHAP SB B C K TOTAL
4 3 2 1
Kegiatan Pendahuluan 6 4 10
Kegiatan Inti 24 2 26
Kegiatan Penutup 6 2 8
Persentase (%) 55%

Tabel 2
Hasil Pengamatan Aktifitas Guru dalam Pembelajaran Conditional
Sentences Menggunakan Permainan Matching Flashcard Pada Siklus I
Pertemuan 2
KUALIFIKASI
TAHAP SB B C K TOTAL
4 3 2 1
Kegiatan Pendahuluan 12 12
Kegiatan Inti 27 27
Kegiatan Penutup 9 9
Persentase (%) 60%

31
Selain melakukan observasi dengan kolaborator, peneliti juga

memberikan posttest kepada siswa setelah kegiatan pada siklus pertama

pertemuan kedua untuk mengetahui apakah siswa meningkat

pemahamannya terhadap materi conditional sentence setelah menggunakan

permainan matching flashcard. Adapun hasil dari posttest dapat dilihat pada

tabel berikut:

Tabel 3
Hasil Posttest Siswi XII BB
HASIL TES OBJEKTIF
No NAMA PESERTA L/P KETERANGAN
BENAR SALAH SKOR
1 ATIKAH P 3 17 15 Belum tuntas
2 FATIMAH P 10 10 50 Belum tuntas
3 FATMAH ARISANDY P 10 10 50 Belum tuntas
4 FITRIA ILMA P 7 13 35 Belum tuntas
5 FITRIANI P 8 12 40 Belum tuntas
6 HALIDAH P 14 6 70 Belum tuntas
7 HALIYAH P 7 13 35 Belum tuntas
8 HARTATI P 5 15 25 Belum tuntas
9 HIKMAH P 8 12 40 Belum tuntas
10 IKA NURJANNAH P 6 14 30 Belum tuntas
11 IMILIA P 4 16 20 Belum tuntas
12 IRMA DAMAYANTI P 9 11 45 Belum tuntas
13 IRMAYASARI P 4 16 20 Belum tuntas
14 KASMAYATI P 6 14 30 Belum tuntas
15 MAGDALINA P 3 17 15 Belum tuntas
16 MAHMUDAH P 13 7 65 Belum tuntas
17 MAILINDA P 7 13 35 Belum tuntas
18 MARSINAH P 9 11 45 Belum tuntas
19 MEGAWATI P 14 6 70 Belum tuntas
20 MUJAYANNAH P 11 9 55 Belum tuntas
21 NINA ARIANI P 9 11 45 Belum tuntas
22 NOR HALIMAH P 6 14 30 Belum tuntas
23 NOR INSYIRAH H P 4 16 20 Belum tuntas
24 NORHAYATI P 12 8 60 Belum tuntas
25 QAMARIAH P 8 12 40 Belum tuntas

32
26 RAUDHATUL A P 10 10 50 Belum tuntas
27 SALAMAH P 9 11 45 Belum tuntas
28 SITI NURUL AZMI P 8 12 40 Belum tuntas
29 SRI MULYANI P 7 13 35 Belum tuntas
30 UMI KASUM P 4 16 20 Belum tuntas
31 YULI P 6 14 30 Belum tuntas
Persentase ketuntasan Siswi 0%

d. Tahap Refleksi

Berdasarkan data hasil pengamatan terhadap pelaksanaan proses

pembelajaran pada siklus ini, terdapat temuan-temuan sebagai berikut:

1) Aktifitas siswa belum terlihat maksimal dalam keaktifan pembelajaran.

Siswa masih terlihat sibuk dengan HP masing-masing, padahal HP

diperuntukan untuk membantu mereka dalam permainan matching

flashcard. Siswa juga belum terlihat aktif dalam kelompok yang

dibentuk.

2) Media flashcard yang digunakan belum terlihat seperti flashcard.

2. Penjelasan Penelitian pada Siklus II

a. Tahap Perencanaan

Siklus II dilaksanakan selama dua kali pertemuan, yaitu pada

tanggal 3 November dan 8 November 2016. Setiap pertemuan ini

dilaksanakan selama 90 menit. Sama seperti pada pertemuan pertama di

siklus I, pertemuan pertama pada siklus II juga digunakan untuk penguatan

materi mengenai conditional sentences dan untuk memberikan latihan

33
yang berkaitan dengan materi. Pada pertemuan ini belum menggunakan

permainan matching flashcard karena siswa masih melakukan pendalaman

materi.

Pada siklus kedua ini melibatkan 31 siswa XII BB, peneliti, dan

kolaborator. Siswa yang berpartisipasi pada siklus kedua ini hanya 30

orang karena satu orang berhenti dari sekolah dengan alasan menikah.

Pelaksanaan pada siklus kedua masih sama dengan siklus pertama namun

desain caption flashcard saja yang diubah.

b. Tahap Pelaksanaan

Siklus kedua dilaksanakan sesuai dengan rencana, yaitu dua kali

pertemuan; tanggal 3 November dan 8 November 2016. Pada pertemuan

pertama jumlah siswi yang hadir sebanyak 30 orang dari 31 orang yang

terdaftar di kelas XII BB, 1 orang tidak hadir karena berhenti sekolah.

Pada pertemuan pertama ini proses pembelajaran dilaksanakan

sesuai Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang telah ditetapkan.

Pertemuan pertama ini membahas mengenai conditional sentences type 1,

2, dan 3. Secara singkat proses pembelajaran dimulai dengan penjelasan

dari guru selama 20 menit, latihan soal 50 menit, pembahasan latihan 15

menit, dan 5 menit untuk menyimpulkan pembelajaran.

Pada pertemuan kedua dari siklus kedua, peneliti melibatkan

kolaborator untuk mengobservasi proses pembelajaran dan menerapkan

permainan matching flashcard dalam pembelajaran. Secara umum rincian

34
kegiatan pada pertemuan kedua ini adalah 1) guru mengulang materi

conditional sentence selama 10 menit, 2) guru membagi kelompok,

menjelaskan peraturan permainan, dan memulai permainan selama 70

menit, dan 3) siswa menyimpulkan apa yang mereka pelajari dan

mendapatkan reward selama 10 menit. Berikut adalah gambaran proses

pembelajaran yang berlangsung pada siklus I pertemuan 1 dan 2:

Gambar 5
Guru menjelaskan materi conditional sentences pada siklus II pertemuan pertema

35
Gambar 6
Kolaborator sedang mengamati proses pembelajaran yang menggunakan permainan
matching flashcard

Gambar 7
Para siswi berdiskusi dalam kelompok untuk menemukan flashcard yang sesuai
dengan yang ada di caption

36
Gambar 8
Caption yang digunakan dalam permainan matching flashcard

c. Tahap Pengamatan

Pengamatan terhadap proses pembelajaran yang berlangsung

dilakukan oleh guru dan kolaborator. Instrument yang digunakan berupa

lembar observasi yang telah disediakan seperti pada siklus pertama. Data

hasil pengamatan terhadap proses pembelajaran pada siklus ini adalah

sebagai berikut:

Tabel 4
Hasil Pengamatan Aktifitas Siswa dalam Pembelajaran Menggunakan
Permainan Matching Flashcard Pada Siklus II Pertemuan 2
KUALIFIKASI
TAHAP SB B C K TOTAL
4 3 2 1
Kegiatan Pendahuluan 12 3 15
Kegiatan Inti 24 9 33
Kegiatan Penutup 12 12
Persentase (%) 75%

37
Tabel 5
Hasil Pengamatan Aktifitas Guru dalam Pembelajaran Conditional
Sentences Menggunakan Permainan Matching Flashcard Pada Siklus I
Pertemuan 2
KUALIFIKASI
TAHAP SB B C K TOTAL
4 3 2 1
Kegiatan Pendahuluan 12 3 15
Kegiatan Inti 36 36
Kegiatan Penutup 12 12
Persentase (%) 78,8%

Selain melakukan observasi dengan kolaborator, peneliti juga

memberikan posttest kepada siswa setelah kegiatan pada siklus kedua

pertemuan kedua untuk mengetahui apakah siswa meningkat

pemahamannya terhadap materi conditional sentence setelah menggunakan

permainan matching flashcard. Adapun hasil dari posttest dapat dilihat pada

tabel berikut:

Tabel 6
Hasil Posttest Siswi XII BB
HASIL TES OBJEKTIF
No NAMA PESERTA L/P KETERANGAN
BENAR SALAH SKOR
1 ATIKAH P 19 1 95 Tuntas
2 FATIMAH P 19 1 95 Tuntas
3 FATMAH ARISANDY P 18 2 90 Tuntas
4 FITRIA ILMA P 19 1 95 Tuntas
5 FITRIANI P 18 2 90 Tuntas
6 HALIDAH P
7 HALIYAH P 19 1 95 Tuntas
8 HARTATI P 19 1 95 Tuntas
9 HIKMAH P 19 1 95 Tuntas
10 IKA NURJANNAH P 19 1 95 Tuntas
11 IMILIA P 19 1 95 Tuntas

38
12 IRMA DAMAYANTI P 19 1 95 Tuntas
13 IRMAYASARI P 19 1 95 Tuntas
14 KASMAYATI P 19 1 95 Tuntas
15 MAGDALINA P 19 1 95 Tuntas
16 MAHMUDAH P 19 1 95 Tuntas
17 MAILINDA P 16 4 80 Tuntas
18 MARSINAH P 18 2 90 Tuntas
19 MEGAWATI P 16 4 80 Tuntas
20 MUJAYANNAH P 19 1 95 Tuntas
21 NINA ARIANI P 19 1 95 Tuntas
22 NOR HALIMAH P 20 0 100 Tuntas
23 NOR INSYIRAH H P
24 NORHAYATI P 20 0 100 Tuntas
25 QAMARIAH P 20 0 100 Tuntas
26 RAUDHATUL A P 20 0 100 Tuntas
27 SALAMAH P 20 0 100 Tuntas
28 SITI NURUL AZMI P 19 1 95 Tuntas
29 SRI MULYANI P 18 2 90 Tuntas
30 UMI KASUM P 20 0 100 Tuntas
31 YULI P 19 1 95 Tuntas
Persentase ketuntasan siswi (%) 93,5%

d. Tahap Refleksi

Berdasarkan data hasil pengamatan terhadap pelaksanaan proses

pembelajaran pada siklus ini, terdapat temuan-temuan sebagai berikut:

1) Terdapat peningkatan pemahaman para siswi terhadap materi

conditional sentences dengan menggunakan permainan matching

flashcard.

2) Keaktifan siswi sudah mulai terlihat dalam kelompok.

3) Media berupa caption belum representative karena tulisan kurang besar

sehingga siswi yang duduk dibelakang tidak melihat.

39
E. Analisa Data dan Pengambilan Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan, dapat dilihat dari

tabel peningkatan aktifitas siswa dan guru dalam pembelajaran conditional

sentences dengan menggunakan permainan matching flashcard berikut:

Tabel 7
Rekapitulasi kegiatan siswa-guru dan posttest
SIKLUS
NO KEGIATAN KET
I II
1. Aktifitas siswa 55% 75% Mengalami kenaikan 20%
2. Aktivitas guru 60% 78,8% Mengalami kenaikan 18,8%
3. Nilai posttest 0% 93,5% Mengalami kenaikan 93,5%

Data tersebut di atas menunjukan bahawa terjadi peningkatan 20% pada

proses aktifitas siswa dalam pembelajaran conditional sentences dengan

menggunakan permainan matching flashcard. Peningkatan ini dapat dilihat dari

keterlibatan siswa yang semakin berdiskusi aktif di dalam kelompoknya untuk

menentukan flashcard yang tepat untuk ditempelkan pada caption. Aktifitas guru

juga mengalami peningkatan sebesar 18,8% dari siklus pertama ke siklus kedua.

Guru melaksanakan RPP dengan baik dan jelas sehingga semua instruksi yang

disampaikan kepada siswa tidak menyebabkan kebingungan lagi.

Pemahaman siswa akan materi conditional sentences juga meningkat

karena penggunaan permainan matching flashcard ini. Sebelumnya tidak satupun

siswi yang tuntas pada posttest siklus I, namun pada siklus II semua siswi tuntas

40
menyelesaikan soal posttest. Terjadi peningkatan 93,5% pada pemahaman siswi

mengenai conditional sentences.

Dari analisa data di atas dapat disimpulkan bahwa penerapan permainan

matching flashcard dalam pembelajaran materi conditional sentences untuk

meningkatkan pemahaman siswi kelas XII BB dikatakan berhasil.

41