Anda di halaman 1dari 15

PANDUAN

PELAKSANAAN CASE MANAGER


RSUD BANGKINANG
TAHUN 2018

RUMAH SAKIT UMUM DAERAH BANGKINANG


Jalan Lingkar Bangkinang - Batu Belah, Kampar, Riau (28461)
Telepon. (0762) 323330 Faks. (0762) 20029 E-mail. rsud.bkn@gmail.com
i

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Allah


SWT, atas segala rahmat dan hidayahNya, sehingga
penyusunan Panduan Pelaksanaan CASE MANAGER
RSUD Bangkinang dapat diselesaikan dengan baik.

Panduan Pelaksanaan CASE MANAGER RSUD


Bangkinang ini disusun dalam rangka memberikan acuan
bagi tenaga profesional pemberi asuhan serta tenaga
terkait di RSUD Bangkinang dalam memahami berbagai
hal yang berkaitan dengan Pelaksanaan CASE
MANAGER di RSUD Bangkinang.

Dengan tersusunnya Panduan Pelaksanaan CASE MANAGER di RSUD Bangkinang ini, kami
mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah memberikan
kontribusi dalam penyusunan panduan ini.

Kami sadari panduan ini belum sempurna, oleh karenanya masukan dan saran perbaikan
sangat kami harapkan guna penyempurnaannya.

Semoga Allah SWT memberikan rahmat dan hidayahNya kepada kita semua.
ii

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ...................................................................................................................................... I


DAFTAR ISI.................................................................................................................................................... II
LEMBAR PENGESAHAN ............................................................................................................................ III
KEPUTUSAN DIREKTUR ............................................................................................................................ IV
BAB I.DEFINISI ............................................................................................................................................ 1
BAB II. RUANG LINGKUP .......................................................................................................................... 2
BAB III. TATA LAKSANA ........................................................................................................................... 7
BAB IV. DOKUMEN ..................................................................................................................................... 8
iii

LEMBAR PENGESAHAN

PENGESAHAN DOKUMEN
PANDUAN TATA NASKAH AKREDITASI RSUD BANGKINANG

NAMA KETERANGAN TANDA TANGAN TANGGAL

dr. FARADILAH HALUSIA Spa Pembuat Dokumen 02 Januari 2018

dr. NURZAMMI, M. Kes Ketua Akreditasi 02 Januari 2018

dr. ANDRI JUSTIAN, Sp. PD Direktur 02 Januari 2018


iv

PEMERINTAH KABUPATEN KAMPAR


RUMAH SAKIT UMUM DAERAH BANGKINANG
Jalan Lingkar Bangkinang - Batu Belah,Kampar,Riau (28461)
Telepon. (0762) 323330 Faks. (0762) 20029 E-mail. rsud.bkn@gmail.com

KEPUTUSAN DIREKTUR
RUMAH SAKIT UMUM DAERAH BANGKINANG
NOMOR : 445/RSUD/I-1/2018/2001

TENTANG
PANDUAN PELAKSANAAN CASE MANAGER
RUMAH SAKIT UMUM DAERAH BANGKINANG

DIREKTUR RUMAH SAKIT UMUM DAERAH BANGKINANG


Menimbang :
a. bahwa rumah sakit sebagai salah satu sarana kesehatan yang
memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat memiliki
peran yang sangat penting dalam meningkatkan derajad kesehatan
masyarakat;

b. bahwa dalam upaya peningkatan mutu pelayanan dan peningkatan


keselamatan pasien di Rumah Sakit Umum Daerah Bangkinang;

c. bahwa dalam rangka mendukung pelaksanaan pelayanan kesehatan


yang bermutu dan profesional khususnya pelayanan Case Manager.

d. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud di atas,


Pedoman Perlu Ditetapkan Dengan Peraturan Direktur Rumah
Sakit Umum Bangkinang.

Mengingat: 1. Undang-undang nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan (Lembaga


Negara RI Tahun 2009 Nomor 144, Tambahan Lembaga RI Nomor
5063);

2. Undang-undang nomor 44 tahun 2009 tentang rumah sakit


(Lembaga Negara RI Tahun 2009 Nomor 153, Tambahan Lembaga
Negara RI nomor 5072);

3. Peraturan Menteri Kesehatan Republik indonesia Nomor 11 Thun


2017 tentang Keselamatan Pasien

4. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 34 Tahun


2017 tentang Akreditasi Rumah Sakit;

5. Keputusan Bupati Kampar Nomor SK 821.2.627XII/2017 tanggal


04 Desember 2017 tentang Pengangkatan PNS dr. Andri Justian,
Sp.PD dalam Jabatan Struktural sebagai Direktur RSUD
Bangkinang.;
v

MEMUTUSKAN:

Menetapkan :
Kesatu : Panduan Pelaksanaan Case Manager sebagaimana yang dimaksud
tercantum dalam lampiran Peraturan Direktur ini

Kedua : Panduan Pelaksanaan Case Manager sebagaimana yang dimaksud dalam


diktum kesatu digunakan di Rumah Sakit Umum Daerah Bangkinang
dalam rangka meningkatkan mutu layanan rumah sakit yang berkaitan
dengan pelayanan pasien.
Ketiga : Keputusan Direktur ini berlaku Pada tanggal ditetapkan.
Lampiran : Keputusan Direktur RSUD Bangkinang
Nomor : 445/RSUD/IV– I/2018/2001
Tanggal : 04 Desember 2018

BAB I
DEFINISI

1. Definisi menurut American Case Management Association (AMCA) berbunyi sebagai


berikut : Suatu model praktek kolaboratif yang mencakup pasien, perawat, pekerja
sosial, dokter, tenaga kesehatan lain, pemberi pelayanan, dan komunitas. Pengelolaan
kasus ini mencakup komunikasi dan memfasilitasi pelayanan menjadi satu kontinuum
melalui koordinasi sumber daya yang efektif. Tujuan pengelolaan kasus mencakup
pencapaian kesehatan yang optimal, akses ke pelayanan kesehatan, dan utilisasi sumber
daya yang tepat, seimbang dengan hak pasien untuk menentukan nasibnya sendiri
(ACMA 2013).

2. Definisi yang kedua ini diambil dari Case Management Society of American
(CMSA), sebagai berikut : Suatu proses kolaboratif yang mencakup asesmen,
perencanaan, fasilitasi, koordinasi asuhan, evaluasi, dan advokasi terhadap pilihan-
pilihan dan pelayanan untuk pemenuhan kebutuhan kesehatan yang komprehensif bagi
pasien maupun keluarganya melalui komunikasi dan sumber daya yang tersedia
sehingga memberikan hasil (outcome) yang berkualitas dan biaya-efektif. (Whitaker
2010).

Kesimpulan dari kedua definisi diatas bahwa manajemen pelayanan pasien adalah suatu
proses koordinasi pelayanan kolaboratif untuk mempergunakan sumber daya yang tersedia
dengan efektif dan efisien guna mencapai tingkat kesehatan yang optimal lewat
komunikasi, penggunaan sumber daya, dan akses ke pelayanan kesehatan dengan
memperhatikan hak pasien dalam menentukan nasibnya sendiri.

Definisi Case Manager

Case Manager adalah professional di rumah sakit yang melaksanakan manajemen


pelayanan pasien.

1
BAB II
RUANG LINGKUP

A. Pelayanan Fokus pada Pasien (Patient Centered Care)

Manajemen pelayanan pasien bersumber dari konsep pelayanan fokus pada


pasien. Inti konsep pelayanan focus pada pasien terdiri dari 4 elemen :
1. Martabat dan Respek.

 Pemberi pelayanan kesehatan mendengarkan, menghormati dan


menghargai pandangan dan pilihan pasien serta keluarga.
 Pengetahuan, nilai-nilai, kepercayaan, latar belakang kultural pasien dan
keluarga dimasukkan dalam perencanaan pelayanan dan pemberian
pelayanan kesehatan.
2. Berbagi informasi.
 Pemberi pelayanan kesehatan mengkomunikasikan dan berbagi informasi
secara lengkap dengan pasien dan keluarga.
 Pasien dan keluarga menerima informasi tepat waktu, lengkap, dan akurat.

3. Partisipasi.
Pasien dan keluarga didorong dan didukung untuk berpartisipasi dalam asuhan dan
pengambilan keputusan serta pilihan mereka.
4. Kolaborasi/kerjasama.
Pasien dan keluarga adalah mitra pemberi pelayanan kesehatan. Pemberi pelayanan
kesehatan bekerjasama dengan pasien dan keluarga dalam pengembangan,
implementasi dan evaluasi kebijakan dan program.

B. Tujuan

Tujuan Case Manager adalah untuk melibatkan pasien dalam asuhan yang
dialaminya. Apabila pasien merasa menjadi bagian dalam keputusan
pengobatan dan rencana asuhan, maka mereka akan memperoleh manfaat. Hal
yang sama juga berlaku bagi keluarganya. Bila keluarga yang mempunyai relasi
erat, suatu kemitraan dengan rumah sakit yang melayani orang yang mereka
kasihi, mereka akan kurang merasa khawatir tentang logistik dan akan lebih
banyak fokus terhadap kesehatan pasien.

2
C. Hubungan Profesional

Para Case manager harus mempunyai hubungan kerja profesional dengan para
dokter dan staf klinis. Mereka juga harus terbiasa dengan pelayanan penagihan
(billing), pelayanan bantuan finansial, bantuan/dukungan dari komunitas serta
pelayanan kerohanian.

D. Hubungan dengan Pasien

Penting bagi para Case Manager untuk memiliki relasi dengan pasien dan
keluarga. Case Manager perlu memelihara rasa saling percaya yang menunjukkan
kepada pasien bahwa mereka terlibat untuk manfaat dan kepentingan pasien.
Untuk itu Case Manager perlu memperhatikan secara aktif kebutuhan dan
keinginan pasien.

E. Kelompok Pasien

Manajemen pelayanan pasien dilakukan di ruang perawatan untuk kelompok


pasien dengan risiko tinggi, biaya tinggi, potensi komplain tinggi, penyakit kronis,
kasus kompleks/rumit, kemungkinan sistem pembayarannya kompleks/bermasalah.

F. Fungsi Case Manager

1. Asesmen utilitas.
Mampu mengakses semua informasi dan data untuk mengevaluasi
manfaat/utilisasi, untuk kebutuhan manajemen pelayanan pasien. (Semua
informasi dan data akurat, lengkap yang mudah diakses tentang kebutuhan klinis,
finansial, serta sosial pasien)

2. Perencanaan.
Dengan asesmen yang lengkap, disusun perencanaan untuk pelaksanaan
manajemen pelayanan pasien. Perencanaan tersebut mencerminkan
kelayakan/kepatutan dan efektivitas-biaya dari pengobatan medis dan klinis serta
kebutuhan pasien untuk mengambil keputusan.

3. Fasilitasi.
Tugas ini mencakup interaksi antara Case Manager dan para anggota tim pemberi
pelayanan kesehatan, perwakilan pembayar, serta pasien/keluarga yang
mencari/menginginkan pembebasan dari hambatan namun dapat mempengaruhi
kinerja/hasil, serta menjaga kontinuitas pelayanan.

4. Advokasi.
Mewakili kepentingan pasien adalah inti dari peran Case Manager. Tetapi peran
ini juga menjangkau pemangku kepentingan lain. Case Manager diharapkan
melakukan advokasi untuk pilihan pengobatan yang dapat diterima setelah
berkonsultasi dengan DPJP, termasuk rencana pemulangan yang aman.
Advokasi perlu mempertimbangkan sistem nilai pasien, kemampuan finansial

3
termasuk atas jaminan pembiayaan, pilihan, serta kebutuhan pelayanan
kesehatannya
G. Tanggung Jawab

Case Manager bertanggung jawab kepada Direktur dan Ka-Bid Pelayanan

I. Tugas Case Manager

1. Mengkoordinasikan pelayanan antar unit-unit sehingga tercipta transfer pasien internal


yang berjalan dengan lembut, dan pelayanan yang tidak terkotak kotak.
2. Memberikan edukasi kepada pasien dan keluarga.
3. Mengkoordinasikan para Profesional Pemberi Asuhan (PPA) dalam pelayanan
terhadap pasien.
4. Merencanakan kepulangan pasien.
5. Menjamin pelaksanaan asesmen awal tercapai dalam kerangka waktu.
6. Melakukan skrining pasien yang membutuhkan manajemen pelayanan pasien,
berdasarkan pasien yang meliputi:
a. Risiko tinggi
b. Biaya tinggi
c. Potensi komplain tinggi
d. Kasus dengan penyakit kronis
e. Kasus komplek / rumit
f. Kemungkinan sistem pembiayaan yang komplek
7. Memantau pergerakan dan perkembangan pasien yang menjalani pelayanan kritis,
seperti menjalani tindakan operatif, pasien isolasi, pasien kondisi terminal, pasien
yang beresiko mendapatkan penganiayaan, dan pasien beresiko tinggi lainnya.
8. Melakukan fasilitasi yang mencakup interaksi antara MPP dan DPJP serta para
anggota tim klinis lainnya, berbagai unit pelayanan, pelayanan administrasi,
perwakilan pembayar. Fasilitasi untuk koordinasi, komunikasi dan kolaborasi antara
pasien dan pemangku kepentingan, serta menjaga kontinuitas pelayanan.
9. Sebagai sumber informasi pasien dan keluarga.
10. Mendorong partisipasi pasien dan keluarga dalam pelayanan.
11. Mendorong kepatuhan PPA dalam pengisian rekam medis.
12. Memantau kelengkapan pengisian rekam medis.
13. Menindaklanjuti kebutuhan pasien dan keluarga, khususnya pada pasien yang
beresiko, dan atau menjalani pelayanan yang bersifat kritis.
14. Mendampingi pasien dan keluarga apabila dibutuhkan dalam proses konsultasi dan
edukasi dengan DPJP.
15. Membantu dan mengawasi pelaksanaan proses rujukan/transfer eksternal, termasuk
bila dibutuhkan mencarikan tempat rujukan dan alternatifnya.
16. Mengawasi penyediaan transportasi dan staf pendamping pada saat transfer external.
17. Menerima laporan insiden keselamatan pasien dari penemu, dan menyusun pelaporan
insiden selanjutnya ke Tim KPRS.

4
H. Diagram Koordinasi – Integrasi – Kontinuitas Pelayanan

18.
19.
20.
21.
22.
23.
24.
25.
26.
27.
28.
29.
30.
31.
32.
33.

5
I. Kualifikasi

1. Dokter Umum atau Perawat dengan pendidikan Sarjana Keperawatan


a. Dokter : sebagai dokter ruangan
b. Perawat : sebagai kepala ruangan
2. Pengalaman minimal 3 – 5 tahun dalam pelayanan klinis

J. Pelatihan

1. Pelatihan untuk meningkatkan pengetahuan klinis terkait dengan penyusunan dan


penerapan SPO Pelayanan Kedokteran yang terdiri dari Panduan Praktik Klinis,
Alur Klinis (Clinical Pathway), Algoritme, Protokol, Standing Order.
2. Pelatihan Pelayanan Fokus pada Pasien (PFP)/Patient Centered Care (PCC).
3. Pelatihan tentang perasuransian, jaminan kesehatan nasional, INA-CBG’s.
4. Pelatihan tentang perencanaan pulang (discharge planning) untuk
kontinuitas pelayanan.
5. Pelatihan manajemen risiko.
6. Pelatihan untuk meningkatkan soft skill (pengetahuan aspek psiko-sosial,
hubungan interpersonal, komunikasi, dan sebagainya).

6
BAB III
TATA LAKSANA

1. Penetapan dan Pengangkatan Case Manager oleh Direktur.

2. Melakukan skrining pasien yang membutuhkan manajemen pelayanan


pasien, berdasarkan kriteria pasien yang mempunyai masalah meliputi :
a. Risiko tinggi.
b. Biaya tinggi.
c. Potensi komplain tinggi.
d. Kasus dengan penyakit kronis.
e. Kasus komplek/rumit.
f. Kemungkinan sistem pembiayaan yang komplek.

3. Setelah pasien ditentukan sebagai klien Case Manager, maka dilakukan asesmen
utilitas dengan mengumpulkan berbagai informasi klinis, psiko-sosial, sosio-
ekonomis, maupun sistem pembayaran yang dimiliki pasien.
4. Menyusun rencana manajemen pelayanan pasien tersebut, berkolaborasi dengan
DPJP serta para anggota tim klinis lainnya, yang mencerminkan kelayakan/kepatutan
dan efektivitas-biaya dari pengobatan medis dan klinis serta kebutuhan
pasien untuk mengambil keputusan.
5. Melakukan fasilitasi yang mencakup interaksi antara Case Manager dan DPJP serta
para anggota tim klinis lainnya, berbagai unit pelayanan, pelayanan administrasi,
perwakilan pembayar. Fasilitasi untuk koordinasi, komunikasi dan kolaborasi antara
pasien dan pemangku kepentingan, serta menjaga kontinuitas pelayanan.
6. Memfasilitasi untuk kemungkinan pembebasan dari hambatan yang tidak
mempengaruhi kinerja/hasil.
7. Memfasilitasi dan memberikan advokasi agar pasien memperoleh pelayanan yang
optimal sesuai dengan sistem pembiayaan dan kemampuan finansial.

7
BAB IV
DOKUMENTASI

Ada bukti dokumentasi kegiatan Case Manager, antara lain di rekam medis dalam
formulir kegiatan Manajer Pelayanan Pasien. Dan lembar edukasi pasien terintegrasi.

DIREKTUR RUMAH SAKIT UMUM


DAERAH BANGKINANG

dr. ANDRI JUSTIAN, Sp.PD


NIP. 19800815 200605 1 001

8
8