Anda di halaman 1dari 61

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

( RPP )

Nama Sekolah : SMK PERBANKAN PADANG

Kompetensi Keahlian : Akuntansi dan Keuangan Lembaga

Mata Pelajaran : Etika Profesi

Kelas / Semester : X/1

Pertemuan Ke- : 1 sampai 4 (4 kali pertemuan)

Alokasi Waktu : 8 x 45 Menit

A. Kompetensi Inti :
1. Memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasi tentang pengetahuan faktual,
konseptual, operasional dasar, dan metakognitif sesuai dengan bidang dan lingkup kerja
etika profesi pada tingkat teknis, spesifik, detil, dan kompleks, berkenaan dengan ilmu
pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dalam konteks pengembangan potensi
diri sebagai bagian dari keluarga, sekolah, dunia kerja, warga masyarakat nasional, regional,
dan internasional.
2. Melaksanakan tugas spesifik dengan menggunakan alat, informasi, dan prosedur kerja yang
lazim dilakukan serta memecahkan masalah sesuai dengan bidang kerja etika profesi
Menampilkan kinerja di bawah bimbingan dengan mutu dan kuantitas yang terukur sesuai
dengan standar kompetensi kerja. Menunjukkan keterampilan menalar, mengolah, dan
menyaji secara efektif, kreatif, produktif, kritis, mandiri, kolaboratif, komunikatif, dan
solutif dalam ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah,
serta mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung. Menunjukkan
keterampilan mempersepsi, kesiapan, meniru, membiasakan, gerak mahir, menjadikan gerak
alami dalam ranah konkret terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah,
serta mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung.

B. Kompetensi Dasar
1.1 Mensyukuri karunia Tuhan Yang Maha Esa, atas pemberian amanah untuk mengelola
administrasi keuangan entitas.

1.2 Mengamalkan ajaran agama dalam memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk
menghasilkan informasi keuangan yang mudah dipahami, relevan, andal, dan dapat
diperbandingkan.

2.1 Memiliki motivasi internal dan menunjukkan rasa ingin tahu dalam menemukan dan
memahami pengetahuan dasar tentang etika profesi dalam bidang keuangan dan akuntansi.
2.2 Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, santun, responsif dan pro-aktif
dalam berinteraksi secara efektif dalam lingkungan sosial sesuai dengan prinsip etika
profesi bidang keuangan dan akuntansi

2.3 Menghargai kerja individu dan kelompok serta mempunyai kepedulian yang tinggi dalam
menjaga keselarasan lingkungan sosial, lingkungan kerja dan alam.

3.1 Memahamientitas yang termasuk dalam sektor industri jasa keuangan dan bidang-bidang
usaha serta jenis-jenis kepemilikannya.

4.1 Melakukan pengelompokkan entitas yang termasuk dalam sektor industri jasa keuangan dan
bidang-bidang usaha serta jenis-jenis kepemilikannya.

C. TujuanPembelajaran
Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran dengan menggunakan pendekatan saintifik, model
Problem Based Learning, peserta didik dapat:
1. Menjelaskan ruang lingkup entitas jasa keuangan dengan tepat

2. Memahami kegiatan operasional entitas jasa keuangan dengan tepat

3. Menguraikan bidang-bidang entitas usaha jasa keuangan dengan tepat

4. Mengklasifikasikan jenis-jenis entitas jasa keuangan berdasarkan kepemilikannya dengan


tepat

5. Mengidentifikasi kegiatan operasional entitas jasa keuangan dengan tepat

6. Menyebutkan bidang-bidang entitas usaha jasa keuangan dengan tepat

7. Menyebutkan jenis-jenis entitas jasa keuangan berdasarkan kepemilikannya dengan tepat

D. MateriPembelajaran :
1. PENGERTIAN SEKTOR INDUSTRI JASA
Sektor ekonomi tersier (dikenal sebagai sektor jasa atau industri jasa) adalah satu dari tiga
sektor ekonomi, yang lainnya adalah sektor sekunder (manufaktur) dan sektor primer
(pertambangan, pertanian, dan perikanan). Definisi umum sektor tersier adalah
menghasilkan suatu jasa daripada produk akhir seperti sektor sekunder. Kadang sebuah
sektor tambahan, “sektor kuartener” diartikan sebagai berbagi informasi (yang secara
normal dimiliki oleh sektor tersier). Bisnis sektor jasa yang semakin meningkat berfokus
pada ide “ekonomi pengetahuan” dengan memahami apa yang diinginkan konsumen dan
bagaimana mengirimkannya dengan cepat dan efisien.
2. PENGERTIAN SEKTOR INDUSTRI JASA KEUANGAN
Menurut DFID (Department For International Development) sektor keuangan
adalahseluruh perusahaan besar atau kecil, lembaga formal atau informal di dalam
perekonomian yangmemberikan pelayanan keuangan kepada konsumen, para pelaku bisnis
dan lembaga-lembagakeuangan lainnya. Dalam pengertian yang lebih luas, meliputi segala
hal mengenai perbankan, bursa saham (stock exchanges), asuransi, credit unions, lembaga
keuangan mikro dan pemberi pinjaman (money lender).
3. CIRI-CIRI ENTITAS YANG TERMASUK DALAM SEKTOR KEUANGAN
a. Tidak memproduksi suatu barang
b. Tidak memiliki persediaan bahan baku
c. Aktifitasnya lebih mengarah keinvestasi
d. Mayoritas pengeluaranuntuk membayar pegawai
e. Memiliki sumber permodalan yang mayoritas dari modal sendiri atau investasi yang
tidakmemiliki bunga tinggi
f. Aktiva dineracanya mayoritas terdiri dari piutang, kas dan asset tetap.

4. KEGIATAN OPERASIONAL ENTITAS JASA KEUANGAN


Jasa Keuangan merupakan istilah yang sering digunakan untuk menunjukan jenis jasa yang
diberikan atau disediakan oleh industri lembaga keuangan. Industri lembaga keuangan
yang dimaksud misalnya Bank, perusahaan asuransi, sekuritas, perusahaan pembiayaan
konsumen, dan perusahaan kartu kredit.
5. BIDANG-BIDANG ENTITAS JASA KEUANGAN
a. Perusahaan Penjaminan Kredit
Perusahaan penjaminan kredit merupakan salah satu badan hukum yang bekerja pada
bidang keuangan dimana kegiatan pokok dari perusahaan ini adalah memberikan
pinjaman kredit kepada nasabah. Perusahaan penjaminan kredit bertujuan untuk
membantu Usaha Kecil, Usaha Menengah, Usaha Mikro untuk mengakses dana dari
lembaga keuangan lain, misalnya perbankan.
b. Perusahaan Penjaminan Infrastruktur
Perusahaan penjaminan infrastruktur merupakan salah satu bentuk perusahaan persero.
Tujuan dari pendirian perusahaan ini adalah untuk memberi jaminan kepada proyek-
proyek yang bekerjasama dengan pemerintah namun badan usaha ini bergerak hanya di
bidang infrastruktur yang dilakukan dengan cara menyediakan penjaminan infrastruktur.
c. Lembaga Penyediaan Ekspor Indonesia
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2009 Tentang lembaga Pembiayaan
Ekspor Indonesia, Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia atau (LPEI) dibentuk demi
membantu dan mendukung kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah dalam
mendorong ekspor barang-barang asli dalam negeri menuju Negara-negara tertentu.
d. Perusahaan Pembiayaan Sekunder Perumahan
Fungsi atau tugas dari pendirian perusahaan ini adalah untuk menyediakan berbagai
macam pembiayaan perumahan. Tujuan dari pembiayaan perumahan antara lain untuk
meningkatkan kapasitas pembiayaan perumahan agar dapat dijangkau oleh masyarakat
di berbagai kalangan. Di Indonesia hanya ada satu Perusahaan Pembiayaan Sekunder
Perumahan, nama perusahaan tersebut adalah PT Sarana Multigriya Finansial atau
sering disingkat dengan PT. SMF (persero).
e. Perusahaan Pegadaian
Pemerintah memiliki program untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat kelas
menengah ke bawah. Untuk meningkatkan dan mendukung program pemerintah
tersebut, perusahaan pegadaian didirikan untuk memberi kemudahan bagi usaha skala
mikro, kecil dan menengah dalam mencari pinjaman modal dengan bunga pinjaman
yang tergolong kecil. Pemberian pinjaman memiliki dasar hukum gadai dan fidusia.
f. Badan Penyelenggara Jaminan Sosial
Lembaga jasa keuangan ini sering disebut dengan BPJS yang didirikan berdasarkan
Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2011 Tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial.
Perusahaan ini memberikan jaminan dalam berbagai bentuk, yaitu jaminan kematian,
jaminan kesehatan, jaminan kecelakaan kerja, jaminan pensiun, dan jaminan hari tua.
Jenis jaminan dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan keinginan masyarakat yang
menggunakan BPJS.
g. Lembaga Keuangan Mikro
Lembaga Keuangan Mikro (LKM) didirikan tidak hanya untuk mendapat keuntungan
semata. Lembaga jasa keuangan ini bergerak khusus dalam bidang pemberian jasa
pengembangan usaha dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Caranya adalah dengan
memberi pinjaman dan pembiayaan secara langsung untuk usaha yang berskala mikro
baik kepada anggotanya atau kepada masyarakat. Perusahaan ini juga melakukan
pengelolaan uang simpanan masyarakat atau kelompok dan bersedia memberi
konsultasi dalam pengembangan usaha yang dilakukan oleh kelompok masyarakat
maupun individu.
6. JENIS-JENIS ENTITAS YANG TERMASUK DALAM SEKTOR INDUSTRI JASA
KEUANGAN
a. BANK MANDIRI
b. BANK BTN
c. BANK BNI
7. JENIS-JENIS ENTITAS DALAM BIDANG USAHA DAN KEPEMILIKAN
a. Perbankan
1) BII Syariah
2) CIMB Syariah
b. Pemerintah
1) ASKES
2) ASURANSI

E. Media, Alat danSumber Belajar :


a. Media Belajar

 Power Point

 Video

b. Alat

 Laptop

 LCD

 Speaker

c. Sumber Belajar

 Buku paket Etika Profesi dari Kemendikbud


 Modul Etika Profesi, Sohidin-LPA mitrabijak Surakarta

 Buku Paket Etika Profesi referensi lain

 Lembar Kerja Siswa (LKS) Etika Profesi

 Media massa cetak dan elektronik

F. Metode Pembelajaran :
a. Pendekatan pembelajaran ilmiah/scientific

b. Model pembelajaran Problem Based Learning

G. Langkah-langkah Pembelajaran
Pertemuan 1
No. Kegiatan
1. Pembukaan (15 menit)
a. Guru mempersiapkan kelas agar lebih kondusif dan menyenangkanuntuk proses
belajar-mengajar; kerapian dan kebersihan ruang kelas,presensi (kehadiran, agenda
kegiatan), menyiapkan media dan alat sertabuku yang diperlukan.
b. Guru melakukan tanya jawab sederhana berkaitan dengan materi yang akan
dipelajari dan materi yang berkaitan dengan ruang lingkup entitas jasa keuangan
c. Guru melakukan apersepsi tentang ruang lingkup entitas jasa keuangan
d. Guru menyampaikan kompetensi dasar, tujuan dan manfaat mempelajari materi
ruang lingkup entitas jasa keuangan
e. Guru menyampaikan garis besar materi ruang lingkup entitas jasa keuangan dan
menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan peserta didik untuk menyelesaikan
permasalahan atau tugas tentang ruang lingkup entitas jasa keuangan
2. Kegiatan Inti (60 menit)
a. Mengamati
1) Guru memilih bahan bacaan yang sesuai, kemudian dibagikan kepada siswa
2) Guru meminta kepada siswa untuk mempelajari bacaan sendiri ataupun dengan
teman
3) Guru meminta kepada siswa untuk memberi tanda pada bagian bacaan yang
tidak dipahami, kemudian guru menganjurkan kepada peserta didik untuk
memberi tanda sebanyak mungkin
b. Menanya
Dengan dibimbing guru, peserta didik diminta untuk berdiskusi agar mendapatkan
klarifikasi tentang ruang lingkup entitas jasa keuangan
c. Mengumpulkan data/informasi/Mengeksplorasi
Guru membimbing siswa untuk memberi tanda pada bagian bacaan yang tidak
dipahami sebanyak mungkin
d. Asosiasi/menalar/Mencoba
1) Peserta didik berdiskusi antar teman sekelompoknya untuk mencoba
(Experimenting) dan mengaitkan (Networking) antar konsep dalam
No. Kegiatan
pembelajaran. Peserta didik yang lebih memahami akan menjelaskan
keanggota yang lain sampai semua anggota dalam kelompok mengerti
2) Peserta didik mencari jawaban tentang pertanyaan - pertanyaan yang diajukan
serta memecahkan kasus yang diberikan di kelompoknya dengan menggunakan
berbagai sumber. Saat diskusi kelompok peserta didik selalu dimotivasi,
dibimbing, difasilitasi dan diingatkan guru untuk dapat kerjasama dan toleransi
untuk melakukan tugas diskusi kelompok.

3) Selama kegiatan berlangsung guru melakukan pengamatan sikap kerja


kelompok secara bergantian terkait dengan kerjasama dan toleransipeserta
didiknya, serta mencatat semua hal yang terjadi di kelas.

4) Setelah informasi untuk menjawab pertanyaan diperoleh, peserta didik dalam


kelompok selanjutnya diminta untuk menyimpulkan jawaban

e. Mengkomunikasikan/Menyimpulkan
1) Setiap siswa memberikan pendapat masukkan tanya jawab selama proses
diskusi
2) Siswa menjelaskan/memprsentasikan hasil diskusi dengan berkelompok dalam
bentuk tulisan tentang ruang lingkup entitas jasa keuangan
3) Masing-masing kelompok mempresentasikan jawaban permasalahan yang telah
disusun kelompoknya
4) Siswa menyimpulkan materi tentang ruang lingkup entitas jasa keuangan
5) Peserta didik membuat kesimpulan tentang permasalahan yang disajikan.
3. Penutup (15 menit)
a. Kesimpulan
Guru bersama peserta didik mencoba untuk membuat kesimpulan tentang ruang
lingkup entitas jasa keuangan yang telah dipelajari
b. Refleksi
Guru menanyakan pendapat peserta didik tentang proses belajar yang dilakukan
(merefleksi kegiatan)
c. Peserta didik diberi tugas untuk mencari dan mempelajari materi berikutnya di
rumah.
d. Menutup pembelajaran dengan salam dan berdoa.

Pertemuan 2
No. Kegiatan
1. Pembukaan (15 menit)
a. Guru mempersiapkan kelas agar lebih kondusif dan menyenangkanuntuk proses
belajar-mengajar; kerapian dan kebersihan ruang kelas,presensi (kehadiran,
agenda kegiatan), menyiapkan media dan alat sertabuku yang diperlukan.
b. Guru melakukan tanya jawab sederhana berkaitan dengan materi yang akan
dipelajari dan materi yang berkaitan dengan kegiatan operasional dan bidang-
bidang entitas usaha jasa keuangan
c. Guru melakukan apersepsi tentang kegiatan operasional dan bidang-bidang
No. Kegiatan
entitas usaha jasa keuangan
d. Guru menyampaikan kompetensi dasar, tujuan dan manfaat mempelajari materi
kegiatan operasional dan bidang-bidang entitas usaha jasa keuangan
e. Guru menyampaikan garis besar materi kegiatan operasional dan bidang-bidang
entitas usaha jasa keuangan dan menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan
peserta didik untuk menyelesaikan permasalahan atau tugas tentang kegiatan
operasional dan bidang-bidang entitas usaha jasa keuangan
2. Kegiatan Inti (60 menit)
a. Mengamati
1) Guru memilih bahan bacaan yang sesuai, kemudian dibagikan kepada siswa
2) Guru meminta kepada siswa untuk mempelajari bacaan sendiri ataupun dengan
teman
3) Guru meminta kepada siswa untuk memberi tanda pada bagian bacaan yang
tidak dipahami, kemudian guru menganjurkan kepada peserta didik untuk
memberi tanda sebanyak mungkin
b. Menanya
Dengan dibimbing guru, peserta didik diminta untuk berdiskusi agar mendapatkan
klarifikasi tentang kegiatan operasional dan bidang-bidang entitas usaha jasa
keuangan
c. Mengumpulkan data/informasi/Mengeksplorasi
Guru membimbing siswa untuk memberi tanda pada bagian bacaan yang tidak
dipahami sebanyak mungkin
d. Asosiasi/menalar/Mencoba
1) Peserta didik berdiskusi antar teman sekelompoknya untuk mencoba
(Experimenting) dan mengaitkan (Networking) antar konsep dalam
pembelajaran. Peserta didik yang lebih memahami akan menjelaskan
keanggota yang lain sampai semua anggota dalam kelompok mengerti
2) Peserta didik mencari jawaban tentang pertanyaan - pertanyaan yang diajukan
serta memecahkan kasus yang diberikan di kelompoknya dengan menggunakan
berbagai sumber. Saat diskusi kelompok peserta didik selalu dimotivasi,
dibimbing, difasilitasi dan diingatkan guru untuk dapat kerjasama dan toleransi
untuk melakukan tugas diskusi kelompok.

3) Selama kegiatan berlangsung guru melakukan pengamatan sikap kerja


kelompok secara bergantian terkait dengan kerjasama dan toleransipeserta
didiknya, serta mencatat semua hal yang terjadi di kelas.

4) Setelah informasi untuk menjawab pertanyaan diperoleh, peserta didik dalam


kelompok selanjutnya diminta untuk menyimpulkan jawaban

e. Mengkomunikasikan/Menyimpulkan
1) Setiap siswa memberikan pendapat masukkan tanya jawab selama proses
diskusi
2) Siswa menjelaskan/memprsentasikan hasil diskusi dengan berkelompok dalam
bentuk tulisan tentang kegiatan operasional dan bidang-bidang entitas usaha
No. Kegiatan
jasa keuangan
3) Masing-masing kelompok mempresentasikan jawaban permasalahan yang telah
disusun kelompoknya
4) Siswa menyimpulkan materi tentang kegiatan operasional dan bidang-bidang
entitas usaha jasa keuangan
5) Peserta didik membuat kesimpulan tentang permasalahan yang disajikan.
3. Penutup (15 menit)
a. Kesimpulan
Guru bersama peserta didik mencoba untuk membuat kesimpulan tentang
kegiatan operasional dan bidang-bidang entitas usaha jasa keuangan yang telah
dipelajari
b. Refleksi
Guru menanyakan pendapat peserta didik tentang proses belajar yang dilakukan
(merefleksi kegiatan)
c. Peserta didik diberi tugas untuk mencari dan mempelajari materi berikutnya di
rumah.
d. Menutup pembelajaran dengan salam dan berdoa.

Pertemuan 3
No. Kegiatan
1. Pembukaan (15 menit)
a. Guru mempersiapkan kelas agar lebih kondusif dan menyenangkanuntuk proses
belajar-mengajar; kerapian dan kebersihan ruang kelas,presensi (kehadiran,
agenda kegiatan), menyiapkan media dan alat sertabuku yang diperlukan.
b. Guru melakukan tanya jawab sederhana berkaitan dengan materi yang akan
dipelajari dan materi yang berkaitan dengan jenis-jenis entitas yang termasuk
dalam sektor industri jasa keuangan serta dalam bidang usaha dan kepemilikan
c. Guru melakukan apersepsi tentang jenis-jenis entitas yang termasuk dalam sektor
industri jasa keuangan serta dalam bidang usaha dan kepemilikan
d. Guru menyampaikan kompetensi dasar, tujuan dan manfaat mempelajari materi
jenis-jenis entitas yang termasuk dalam sektor industri jasa keuangan serta
dalam bidang usaha dan kepemilikan
e. Guru menyampaikan garis besar materi jenis-jenis entitas yang termasuk dalam
sektor industri jasa keuangan serta dalam bidang usaha dan kepemilikan dan
menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan peserta didik untuk menyelesaikan
permasalahan atau tugas tentang jenis-jenis entitas yang termasuk dalam sektor
industri jasa keuangan serta dalam bidang usaha dan kepemilikan
2. Kegiatan Inti (60 menit)
a. Mengamati
1) Guru memilih bahan bacaan yang sesuai, kemudian dibagikan kepada siswa
2) Guru meminta kepada siswa untuk mempelajari bacaan sendiri ataupun dengan
teman
3) Guru meminta kepada siswa untuk memberi tanda pada bagian bacaan yang
tidak dipahami, kemudian guru menganjurkan kepada peserta didik untuk
No. Kegiatan
memberi tanda sebanyak mungkin
b. Menanya
Dengan dibimbing guru, peserta didik diminta untuk berdiskusi agar mendapatkan
klarifikasi tentang jenis-jenis entitas yang termasuk dalam sektor industri jasa
keuangan serta dalam bidang usaha dan kepemilikan
c. Mengumpulkan data/informasi/Mengeksplorasi
Guru membimbing siswa untuk memberi tanda pada bagian bacaan yang tidak
dipahami sebanyak mungkin
d. Asosiasi/menalar/Mencoba
1) Peserta didik berdiskusi antar teman sekelompoknya untuk mencoba
(Experimenting) dan mengaitkan (Networking) antar konsep dalam
pembelajaran. Peserta didik yang lebih memahami akan menjelaskan
keanggota yang lain sampai semua anggota dalam kelompok mengerti
2) Peserta didik mencari jawaban tentang pertanyaan - pertanyaan yang diajukan
serta memecahkan kasus yang diberikan di kelompoknya dengan menggunakan
berbagai sumber. Saat diskusi kelompok peserta didik selalu dimotivasi,
dibimbing, difasilitasi dan diingatkan guru untuk dapat kerjasama dan toleransi
untuk melakukan tugas diskusi kelompok.

3) Selama kegiatan berlangsung guru melakukan pengamatan sikap kerja


kelompok secara bergantian terkait dengan kerjasama dan toleransipeserta
didiknya, serta mencatat semua hal yang terjadi di kelas.

4) Setelah informasi untuk menjawab pertanyaan diperoleh, peserta didik dalam


kelompok selanjutnya diminta untuk menyimpulkan jawaban

e. Mengkomunikasikan/Menyimpulkan
1) Setiap siswa memberikan pendapat masukkan tanya jawab selama proses
diskusi
2) Siswa menjelaskan/memprsentasikan hasil diskusi dengan berkelompok dalam
bentuk tulisan tentang jenis-jenis entitas yang termasuk dalam sektor industri
jasa keuangan serta dalam bidang usaha dan kepemilikan
3) Masing-masing kelompok mempresentasikan jawaban permasalahan yang telah
disusun kelompoknya
4) Siswa menyimpulkan materi tentang jenis-jenis entitas yang termasuk dalam
sektor industri jasa keuangan serta dalam bidang usaha dan kepemilikan
5) Peserta didik membuat kesimpulan tentang permasalahan yang disajikan.
3. Penutup (15 menit)
a. Kesimpulan
Guru bersama peserta didik mencoba untuk membuat kesimpulan tentang jenis-
jenis entitas yang termasuk dalam sektor industri jasa keuangan serta dalam
bidang usaha dan kepemilikan yang telah dipelajari
b. Refleksi
Guru menanyakan pendapat peserta didik tentang proses belajar yang dilakukan
No. Kegiatan
(merefleksi kegiatan)
c. Peserta didik diberi tugas untuk mencari dan mempelajari materi berikutnya di
rumah.
d. Menutup pembelajaran dengan salam dan berdoa.

Pertemuan 4
No. Kegiatan
1. Pembukaan (5 menit)
a. Guru melakukan apersepsi sebelum memulai kegiatan evaluasi pembelajaran
b. Guru meminta siswa untuk mempersiapkan diri sebelum mengerjakan soal
evaluasi secara mandiri
c. Guru membagikan soal dan lembar jawab kepada siswa
2. Kegiatan Inti (75 menit)
 Siswa mengerjakan soal evaluasi secara mandiri terkait dengan materi yang sudah
dijelaskan pada pertemuan sebelumnya

3. Penutup (10 menit)


a. Guru menginstrusikan kepada siswa bahwa waktu untuk mengerjakan soal sudah
habis, dan siswa segera mengumpulkan lembar kerja
b. Guru memberikan tugas kepada siswa untuk mencari dan mempelajari materi yang
akan dipelajari pada pertemuan selanjutnya.

H. Penilaian (instrument terlampir)


1. Pengetahuan
a. Teknik Penilaian : Tes tertulis
b. Bentuk instrument : Soal tes tertulis
c. Kisi-kisi
No. Indikator Butir Instrumen
1. Menjelaskan pengertian sektor industri jasa 1
2. Menjelaskan pengertian sektor industri jasa
2
keuangan
3. Menyebutkan bidang-bidang entitas jasa
3
keuangan
4 Menyebutkan ciri-ciri entitas yang termasuk
4
dalam sektor keuangan
5 Menyebutkan jenis-jenis entitas yang termasuk
5
dalam sektor industri jasa keuangan

2. Ketrampilan
a. Teknik Penilaian : Penilaian Unjuk kerja dengan melakukan diskusi
b. Bentuk instrument : Soal Praktek
c. Kisi-kisi
No. Indikator Butir Instrumen
1. Menjelaskan kegiatan operasional entitas jasa
1
keuangan
2 Menjelaskan jenis-jenis entitas dalam bidang
2
usaha dan kepemilikan
Instrumen: lihat Lampiran 2

3. Sikap (Spritual)
a. Teknik : Observasi
b. Bentuk Instrumen : Check List
c. Kisi-kisi:
No. Aspek Pengamatan Butir Instrumen
1. Berdoa sebelum dan sesudah melakukan sesuatu 1
2. Mengucapkan rasa syukur atas karunia tuhan 2
3. Memberi salam sebelum dan sesudah menyampaikan 3
pendapat/presentasi
4. Mengungkapkan kekaguman secara lisan maupun 4
tulisan terhadap Tuhan saat melihat kebesaran Tuhan
Instrumen: lihat Lampiran 3

4. Sikap (Sosial)
a. Teknik : Observasi
b. Bentuk Instrumen : Check List
c. Kisi-kisi:
No. Aspek Pengamatan Butir Instrumen
1. Motivasi 1
2. Rasa Ingin Tahu 2
3. Tanggung Jawab 3
4. Jujur 4
5, Peduli 5
6 Santun 6
7 Percaya Diri 7
8 Disiplin 8
Mengetahui : Padang, Mei 2019
Kepala SMK Perbankan Padang Guru Mata Pelajaran

Meita Prima Muis, SE Indah Kumala Sari, M.Pd.E


SOAL EVALUASI (75 MENIT)
Lampiran 1

Soal Pengetahuan (30 MENIT )

1. Jelaskan pengertian sektor industri jasa!


2. Jelaskan pengertian sektor industri jasa keuangan!
3. Sebutkan bidang-bidang entitas jasa keuangan!
4. Sebutkan ciri-ciri entitas yang termasuk dalam sektor keuangan!
5. Sebutkan jenis-jenis entitas yang termasuk dalam sektor industri jasa keuangan!

Kunci Jawaban

1. Sektor ekonomi tersier (dikenal sebagai sektor jasa atau industri jasa) adalah satu dari tiga sektor
ekonomi, yang lainnya adalah sektor sekunder (manufaktur) dan sektor primer
(pertambangan, pertanian, dan perikanan). Definisi umum sektor tersier adalah menghasilkan
suatu jasa daripada produk akhir seperti sektor sekunder. Kadang sebuah sektor tambahan,
“sektor kuartener” diartikan sebagai berbagi informasi (yang secara normal dimiliki oleh sektor
tersier).

2. Menurut DFID (Department For International Development) sektor keuangan adalahseluruh


perusahaan besar atau kecil, lembaga formal atau informal di dalam perekonomian
yangmemberikan pelayanan keuangan kepada konsumen, para pelaku bisnis dan lembaga-
lembagakeuangan lainnya. Dalam pengertian yang lebih luas, meliputi segala hal mengenai
perbankan, bursa saham (stock exchanges), asuransi, credit unions, lembaga keuangan mikro dan
pemberi pinjaman (money lender).

3. Bidang-bidang entitas jasa keuangan

 Perusahaan Penjamin Kredit


 Perusahaan Penjaminan Infrastruktur
 Lembaga Penyediaan Ekspor Indonesia
 Perusahaan Pembiayaan Sekunder Perumahan
 Perusahaan Pegadaian
 Badan Penyelenggara Jaminan Sosial
 Lembaga Keuangan Mikro
4. Ciri-ciri entitas dalam sektor keuangan

a. Tidak memproduksi suatu barang

b. Tidak memiliki persediaan bahan baku

c. Aktifitasnya lebih mengarah keinvestasi

d. Mayoritas pengeluaranuntuk membayar pegawai

e. Memiliki sumber permodalan yang mayoritas dari modal sendiri atau investasi yang tidak
memiliki bunga tinggi
f. Aktiva dineracanya mayoritas terdiri dari piutang, kas dan asset tetap.

5. Jenis-jenis entitas yang termasuk dalam sektor industri jasa keuangan

a.BANK MANDIRI

b. BANK BTN

c. BANK BNI

Penskoran

Jawaban benar nilai 20

Lampiran 2

Soal Praktek ( Keterampilan) (45 MENIT)

Mendiskusikan bersama kelompok, tentang hal-hal berikut ini:

1. Kegiatan operasional entitas jasa keuangan

2. Jenis-jenis entitas dalam bidang usaha dan kepemilikan

No 1 jika benar 50

No 2 Jika benar 50

Lampiran 3 (penilaian sikap spritual)

Aspek Yang Diamati


NO Nama Siswa Berdoa sblm Mengucap
Bersyukur Beribadah Dg baik
aktivitas Salam

Disi dengan skor 1 – 4

1 Kurang 2 Cukup 3 Baik 4 Sangat Baik

Lampiran 4 (penilaian sikap sosial)

NO NAMA SISWA SIKAP


Rasa
Tanggung Kerja Percaya
Motivasi ingin Jujur Peduli Santun Disiplin
jawab sama diri
tahu

Disi dengan skor 1 – 4

1 Kurang 2 Cukup 3 Baik 4 Sangat Baik


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

( RPP )

Nama Sekolah : SMK PERBANKAN PADANG

Kompetensi Keahlian : Akuntansi dan Keuangan Lembaga

Mata Pelajaran : Etika Profesi

Kelas / Semester : X/1

Pertemuan Ke- : 1 sampai 4 (4 kali pertemuan)

Alokasi Waktu : 8 x 45 Menit

I. Kompetensi Inti :
3. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
4. Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong
royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif dan menunjukan sikap
sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif
dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa
dalam pergaulan dunia.
5. Memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasi tentang pengetahuan faktual,
konseptual, operasional dasar, dan metakognitif sesuai dengan bidang dan lingkup kerja
etika profesi pada tingkat teknis, spesifik, detil, dan kompleks, berkenaan dengan ilmu
pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dalam konteks pengembangan potensi
diri sebagai bagian dari keluarga, sekolah, dunia kerja, warga masyarakat nasional, regional,
dan internasional.
6. Melaksanakan tugas spesifik dengan menggunakan alat, informasi, dan prosedur kerja yang
lazim dilakukan serta memecahkan masalah sesuai dengan bidang kerja etika profesi
Menampilkan kinerja di bawah bimbingan dengan mutu dan kuantitas yang terukur sesuai
dengan standar kompetensi kerja. Menunjukkan keterampilan menalar, mengolah, dan
menyaji secara efektif, kreatif, produktif, kritis, mandiri, kolaboratif, komunikatif, dan
solutif dalam ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah,
serta mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung. Menunjukkan
keterampilan mempersepsi, kesiapan, meniru, membiasakan, gerak mahir, menjadikan gerak
alami dalam ranah konkret terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah,
serta mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung.
J. Kompetensi Dasar
1.1 Mensyukuri karunia Tuhan Yang Maha Esa, atas pemberian amanah untuk mengelola
administrasi keuangan entitas.
1.2 Mengamalkan ajaran agama dalam memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk
menghasilkan informasi keuangan yang mudah dipahami, relevan, andal, dan dapat
diperbandingkan.

2.1 Memiliki motivasi internal dan menunjukkan rasa ingin tahu dalam menemukan dan
memahami pengetahuan dasar tentang komputer akuntansi.

2.2 Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, santun, responsif dan pro-aktif
dalam berinteraksi secara efektif dalam lingkungan sosial sesuai dengan prinsip etika
profesi bidang keuangan dan akuntansi

2.3 Menghargai kerja individu dan kelompok serta mempunyai kepedulian yang tinggi dalam
menjaga keselarasan lingkungan sosial, lingkungan kerja dan alam.

3.2 Memahami pedoman, prosedur dan aturan berkaitan dengan industri jasa keuangan dan
profesi-profesi yang ada dalam industri jasa keuangan

4.2 Melakukan identifikasi pedoman, prosedur dan aturan yang berkaitan dengan industri jasa
keuangan dan profesi-profesi yang ada dalam industri jasa keuangan

K. TujuanPembelajaran
Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran dengan menggunakan pendekatan saintifik, model
Problem Based Learning, peserta didik dapat:
8. Menjelaskan pedoman, prosedur, dan aturan, berkaitan dengan industri jasa keuangan

9. Menjelaskan profesi-profesi yang ada dalam industri jasa keuangan

10. Menerapkan pedoman, prosedur, dan aturan berkaitan dengan industri jasa keuangan

11. Menyebutkan profesi-profesi yang ada dalam industri jasa keuangan

L. MateriPembelajaran :
A. Pedoman Kerja
Pedoman kerja adalah suatu standar atau pedoman tertulis yang dipergunakan untuk
mendorong dan menggerakan suatu kelompok untuk mencapai tujuan organisasi. Pedoman
kerja juga meruapakan tata cara atau tahapan yang dibakukan dan yang harus dilalui untuk
menyelesaikan suatu proses kerja tertentu. Dalam suatu instansi, peodman kerja sangat
penting karena akan menentukan dan menjadi pedoman oleh perusahaan tersebut sebagai
pedoman untuk bekerja.
Berikut tujuan dari pedoman kerja antara lain sebagai berikut:
1. Memperjelas peran dan fungsi tiap-tiap posisi dalam organisasi.
2. Memperjelas alur tugas, wewenang dan tanggung jawab dari pertugas/pegawai terkait.
3. Melindungi organisasi/unit kerja dan petugas atau pegawai dari malpraktik atau
kesalahan administrasi lainnya.
4. Untuk menghindari kegagalan, kesalahan, keraguan, duplikasi, dan inefisiensi.
5. Memperlancar tugas petugas/pegawai atau tim/unit kerja.
6. Sebagai dasar hukum jika terjadi penyimpangan.
7. Mengarahkan petugas atau pegawai untuk sama-sama disiplin dalam bekerja.
8. Sebagai pedoman dalam melaksanakan pekerjaan rutin.
B. Prosedur Kerja
Dalam menjalankan operasional perusahaan, peran pegawai memiliki kedudukan dan fungsi
yang sangat signifikan.Oleh karena itu diperlukan standar prosedur kerja atau dikenal
dengan Standar Operating Procedure (SOP) sebagai pedoman untuk melaksanakan segala
kegiatan yang berhubungan dengan operasional perusahaan.
Prosedur kerja adalah suatu rangkaian dari tata kerja yang saling berhubungan satu dengan
yang lain dimana terlihat adanya suatu urutan tahap demi tahap dan jalan yang harus
ditempuh dalam rangka menyelesaikan suatu bidang tugas.Tata kerja adalah suatu cara
dalam pelaksanaan suatu tugas atau pekerjaan dengan mengingat segi-segi tujuan, peralatan,
fasilitas, tenaga kerja, waktu, ruang dan biaya yang tersedia seefisien mungkin.

C. Aturan kerja
Sistem kerja yang baik membantu terbentuknya tata kerja yang baik.Sebuah sistem
mengandaikan adanya kesinambungan dan sinergi antara aturan, tugas yang dilaksanakan,
pelaksanaan aturan dan output yang dihasilkan dan sistem kerja selalu terbuka pada hal-hal
baru dan perubahan.Perusahaan yang baik selalu memerlukan perangkat, aturan dan tata
kelola yang baik agar menghasilkan sesuatu yang baik pula.
Tujuan suatu kantor atau perusahaan dituangkan dalam visi dan misi. Visi sebagai konsep
ideal yang dijabarkan ke dalam misinya sebagai penerapan langkah atau sinergi yang baik.
Karena itu tata kelola perusahaan harus memenuhi prinsip-prinsip mendasar yang perlu
dijalankan secara benar dan perlu dikembangkan kerjasama tim yang baik dengan berbagai
pihak, terutama dari seluruh karyawan dan top managemen sehingga memberikan banyak
manfaat termasuk sebagai stakeholder
D. Profesi-profesi yang ada dalam industri jasa keuangan
1. Akuntan
Posisi dimana seseorang bertanggung jawab untuk menghasilkan laporan keuangan dan
informasi akuntansi dalam perusahaan. Tugas utamanya yaitu membukukan semua
transaksi yang terjadi pada perusahaan secara sistematis, periodik dan mampu dipahami
oleh orang yang membutuhkan laporannya, terutama internal perusahaan, manajer
terlebih pemilik. Biasanya akuntan terdiri dari akuntan keuangan dan akuntan
manajemen, akuntan keuangan fungsinya membukukan segala aktivitas perusahaan dan
membuat laporan keuangan untuk eksternal perusahaan termasuk pemilik sedangkan
akuntan manajemen menyusun informasi untuk bahan atau keperluan intern perusahaan
atau manajemen
2. Internal Auditor
Fungsinya untuk mengaudit internal perusahaan untuk kepentingan internal perusahaan,
memastikan manajemen sudah melakukan kegiatan dengan kaida efektif, efisien dan
ekonomis untuk kemajuan perusahaan
3. Akuntan Pajak
Dari segi namanya saja sudah kebayang, ngitungin pajaknya perusahaan, namun bukan
hanya sekedar menghitung. tapi menganalisa dan memberi saran bagaimana transaksi
yang harus dilakukan agar pajak yang dibayarkan seminimal mungkin tanpa mencurangi
peraturan perpajakan yang berlaku
4. Akuntan Pemerintah
Akuntan yang bekerja di sektor pemerintah. menyusun laporan keuangan pemerintah,
juga melakukan fungsi audit atas instansi pemerintah atau perusahaan dimana pemerintah
sangat berkepentingan seperti bea cukai dan pajak biasanya,sudut pandang yang dipakai
bukan laba rugi, tapi sesuai aturan pemerintah
5. Akuntan Pendidik
Guru atau dosen adalah yang disebut akuntan pendidik, fungsinya pendidikan akuntansi
untuk anak didik mereka, selain itu akuntan pendidik juga bisa melakukan penelitian
tentang suatu isu atau permasalahan yang berkembang dalam dunia akuntansi.
6. Akuntan Publik
Merupakan akuntan yang telah memperoleh izin dari menteri keuangan untuk
memberikan jasa akuntan publik di Indonesia. Ketenttuan mengenai akuntan publik di
Indonesia diatur dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 tahun 2011
mengenai Akuntan Publik dan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 17/PMK.01/2008
tentang Jasa Akuntan Publik. Setiap akuntan publik wajib menjadi anggota Institut
Akuntan Publik Indonesia (IAPI), asosiasi profesi yang diakui oleh Pemerintah.

Standar Pelaporan
Laporan auditor harus menyatakan apakah laporan keuangan telah disusun sesuai dengan
prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia.

Laporan auditor harus menunjukkan atau menyatakan, jika ada, ketidakkonsistenan


penerapan prinsip akuntansi dalam penyusunan laporan keuangan periode berjalan
dibandingkan dengan penerapan prinsip akuntansi tersebut dalam periode sebelumnya.
Pengungkapan informatif dalam laporan keuangan harus dipandang memadai, kecuali
dinyatakan lain dalam laporan auditor.

Laporan auditor harus memuat suatu pernyataan pendapat mengenai laporan keuangan
secara keseluruhan atau suatu asersi bahwa pernyataan demikian tidak dapat diberikan.
Jika pendapat secara keseluruhan tidak dapat diberikan, maka alasannya harus
dinyatakan. Dalam hal nama auditor dikaitkan dengan laporan keuangan, maka laporan
auditor harus memuat petunjuk yang jelas mengenai sifat pekerjaan audit yang
dilaksanakan, jika ada, dan tingkat tanggung jawab yang dipikul oleh auditor.

M. Media, Alat danSumber Belajar :


d. Media Belajar

 Power Point

 Video

e. Alat

 Laptop
 LCD

 Speaker

f. Sumber Belajar

 Buku paket Etika Profesi dari Kemendikbud

 Modul Etika Profesi, Sohidin-LPA mitrabijak Surakarta

 Buku Paket Etika Profesi referensi lain

 Lembar Kerja Siswa (LKS) Etika Profesi

 Media massa cetak dan elektronik

N. Metode Pembelajaran :
c. Pendekatan pembelajaran ilmiah/scientific

d. Model pembelajaran Problem Based Learning

O. Langkah-langkah Pembelajaran
Pertemuan 1
No. Kegiatan
1. Pembukaan (15 menit)
f. Guru mempersiapkan kelas agar lebih kondusif dan menyenangkanuntuk proses
belajar-mengajar; kerapian dan kebersihan ruang kelas,presensi (kehadiran, agenda
kegiatan), menyiapkan media dan alat sertabuku yang diperlukan.
g. Guru melakukan tanya jawab sederhana berkaitan dengan materi yang akan
dipelajari dan materi yang berkaitan dengan Pedoman kerja dan prosedur kerja
h. Guru melakukan apersepsi tentang Pedoman kerja dan prosedur kerja
i. Guru menyampaikan kompetensi dasar, tujuan dan manfaat mempelajari materi
Pedoman kerja dan prosedur kerja
j. Guru menyampaikan garis besar materi Pedoman kerja dan prosedur kerja dan
menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan peserta didik untuk menyelesaikan
permasalahan atau tugas tentang Pedoman kerja dan prosedur kerja
2. Kegiatan Inti (60 menit)
f. Mengamati
4) Guru memilih bahan bacaan yang sesuai, kemudian dibagikan kepada siswa
5) Guru meminta kepada siswa untuk mempelajari bacaan sendiri ataupun dengan
teman
6) Guru meminta kepada siswa untuk memberi tanda pada bagian bacaan yang
tidak dipahami, kemudian guru menganjurkan kepada peserta didik untuk
memberi tanda sebanyak mungkin
g. Menanya
Dengan dibimbing guru, peserta didik diminta untuk berdiskusi agar mendapatkan
No. Kegiatan
klarifikasi tentang Pedoman kerja dan prosedur kerja
h. Mengumpulkan data/informasi/Mengeksplorasi
Guru membimbing siswa untuk memberi tanda pada bagian bacaan yang tidak
dipahami sebanyak mungkin
i. Asosiasi/menalar/Mencoba
5) Peserta didik berdiskusi antar teman sekelompoknya untuk mencoba
(Experimenting) dan mengaitkan (Networking) antar konsep dalam
pembelajaran. Peserta didik yang lebih memahami akan menjelaskan
keanggota yang lain sampai semua anggota dalam kelompok mengerti
6) Peserta didik mencari jawaban tentang pertanyaan - pertanyaan yang diajukan
serta memecahkan kasus yang diberikan di kelompoknya dengan menggunakan
berbagai sumber. Saat diskusi kelompok peserta didik selalu dimotivasi,
dibimbing, difasilitasi dan diingatkan guru untuk dapat kerjasama dan toleransi
untuk melakukan tugas diskusi kelompok.

7) Selama kegiatan berlangsung guru melakukan pengamatan sikap kerja


kelompok secara bergantian terkait dengan kerjasama dan toleransipeserta
didiknya, serta mencatat semua hal yang terjadi di kelas.

8) Setelah informasi untuk menjawab pertanyaan diperoleh, peserta didik dalam


kelompok selanjutnya diminta untuk menyimpulkan jawaban

j. Mengkomunikasikan/Menyimpulkan
6) Setiap siswa memberikan pendapat masukkan tanya jawab selama proses
diskusi
7) Siswa menjelaskan/memprsentasikan hasil diskusi dengan berkelompok dalam
bentuk tulisan tentang Pedoman kerja dan prosedur kerja
8) Masing-masing kelompok mempresentasikan jawaban permasalahan yang telah
disusun kelompoknya
9) Siswa menyimpulkan materi tentang Pedoman kerja dan prosedur kerja
10) Peserta didik membuat kesimpulan tentang permasalahan yang disajikan.
3. Penutup (15 menit)
a. Kesimpulan
Guru bersama peserta didik mencoba untuk membuat kesimpulan tentang
Pedoman kerja dan prosedur kerja yang telah dipelajari
b. Refleksi
Guru menanyakan pendapat peserta didik tentang proses belajar yang dilakukan
(merefleksi kegiatan)
c. Peserta didik diberi tugas untuk mencari dan mempelajari materi berikutnya di
rumah.
d. Menutup pembelajaran dengan salam dan berdoa.

Pertemuan 2
No. Kegiatan
1. Pembukaan (15 menit)
No. Kegiatan
f. Guru mempersiapkan kelas agar lebih kondusif dan menyenangkanuntuk proses
belajar-mengajar; kerapian dan kebersihan ruang kelas,presensi (kehadiran,
agenda kegiatan), menyiapkan media dan alat sertabuku yang diperlukan.
g. Guru melakukan tanya jawab sederhana berkaitan dengan materi yang akan
dipelajari dan materi yang berkaitan dengan Aturan kerja dan prinsip tata kelola
yang baik
h. Guru melakukan apersepsi tentang Aturan kerja dan prinsip tata kelola yang baik
i. Guru menyampaikan kompetensi dasar, tujuan dan manfaat mempelajari materi
Aturan kerja dan prinsip tata kelola yang baik
j. Guru menyampaikan garis besar materi Aturan kerja dan prinsip tata kelola yang
baik dan menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan peserta didik untuk
menyelesaikan permasalahan atau tugas tentang Aturan kerja dan prinsip tata
kelola yang baik
2. Kegiatan Inti (60 menit)
f. Mengamati
4) Guru memilih bahan bacaan yang sesuai, kemudian dibagikan kepada siswa
5) Guru meminta kepada siswa untuk mempelajari bacaan sendiri ataupun dengan
teman
6) Guru meminta kepada siswa untuk memberi tanda pada bagian bacaan yang
tidak dipahami, kemudian guru menganjurkan kepada peserta didik untuk
memberi tanda sebanyak mungkin
g. Menanya
Dengan dibimbing guru, peserta didik diminta untuk berdiskusi agar mendapatkan
klarifikasi tentang Aturan kerja dan prinsip tata kelola yang baik
h. Mengumpulkan data/informasi/Mengeksplorasi
Guru membimbing siswa untuk memberi tanda pada bagian bacaan yang tidak
dipahami sebanyak mungkin
i. Asosiasi/menalar/Mencoba
5) Peserta didik berdiskusi antar teman sekelompoknya untuk mencoba
(Experimenting) dan mengaitkan (Networking) antar konsep dalam
pembelajaran. Peserta didik yang lebih memahami akan menjelaskan
keanggota yang lain sampai semua anggota dalam kelompok mengerti
6) Peserta didik mencari jawaban tentang pertanyaan - pertanyaan yang diajukan
serta memecahkan kasus yang diberikan di kelompoknya dengan menggunakan
berbagai sumber. Saat diskusi kelompok peserta didik selalu dimotivasi,
dibimbing, difasilitasi dan diingatkan guru untuk dapat kerjasama dan toleransi
untuk melakukan tugas diskusi kelompok.

7) Selama kegiatan berlangsung guru melakukan pengamatan sikap kerja


kelompok secara bergantian terkait dengan kerjasama dan toleransipeserta
didiknya, serta mencatat semua hal yang terjadi di kelas.

8) Setelah informasi untuk menjawab pertanyaan diperoleh, peserta didik dalam


kelompok selanjutnya diminta untuk menyimpulkan jawaban
No. Kegiatan
j. Mengkomunikasikan/Menyimpulkan
6) Setiap siswa memberikan pendapat masukkan tanya jawab selama proses
diskusi
7) Siswa menjelaskan/memprsentasikan hasil diskusi dengan berkelompok dalam
bentuk tulisan tentang Aturan kerja dan prinsip tata kelola yang baik
8) Masing-masing kelompok mempresentasikan jawaban permasalahan yang telah
disusun kelompoknya
9) Siswa menyimpulkan materi tentang Aturan kerja dan prinsip tata kelola yang
baik
10) Peserta didik membuat kesimpulan tentang permasalahan yang disajikan.
3. Penutup (15 menit)
a. Kesimpulan
Guru bersama peserta didik mencoba untuk membuat kesimpulan tentang Aturan
kerja dan prinsip tata kelola yang baikyang telah dipelajari
b. Refleksi
Guru menanyakan pendapat peserta didik tentang proses belajar yang dilakukan
(merefleksi kegiatan)
c. Peserta didik diberi tugas untuk mencari dan mempelajari materi berikutnya di
rumah.
d. Menutup pembelajaran dengan salam dan berdoa.

Pertemuan 3
No. Kegiatan
1. Pembukaan (15 menit)
f. Guru mempersiapkan kelas agar lebih kondusif dan menyenangkanuntuk proses
belajar-mengajar; kerapian dan kebersihan ruang kelas,presensi (kehadiran,
agenda kegiatan), menyiapkan media dan alat sertabuku yang diperlukan.
g. Guru melakukan tanya jawab sederhana berkaitan dengan materi yang akan
dipelajari dan materi yang berkaitan dengan profesi-profesi yang ada dalam
industri jasa keuangan
h. Guru melakukan apersepsi tentang profesi-profesi yang ada dalam industri jasa
keuangan
i. Guru menyampaikan kompetensi dasar, tujuan dan manfaat mempelajari materi
profesi-profesi yang ada dalam industri jasa keuangan
j. Guru menyampaikan garis besar materi profesi-profesi yang ada dalam industri
jasa keuangan dan menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan peserta didik untuk
menyelesaikan permasalahan atau tugas tentang profesi-profesi yang ada dalam
industri jasa keuangan
2. Kegiatan Inti (60 menit)
f. Mengamati
4) Guru memilih bahan bacaan yang sesuai, kemudian dibagikan kepada siswa
5) Guru meminta kepada siswa untuk mempelajari bacaan sendiri ataupun dengan
teman
6) Guru meminta kepada siswa untuk memberi tanda pada bagian bacaan yang
No. Kegiatan
tidak dipahami, kemudian guru menganjurkan kepada peserta didik untuk
memberi tanda sebanyak mungkin
g. Menanya
Dengan dibimbing guru, peserta didik diminta untuk berdiskusi agar mendapatkan
klarifikasi tentang profesi-profesi yang ada dalam industri jasa keuangan
h. Mengumpulkan data/informasi/Mengeksplorasi
Guru membimbing siswa untuk memberi tanda pada bagian bacaan yang tidak
dipahami sebanyak mungkin
i. Asosiasi/menalar/Mencoba
5) Peserta didik berdiskusi antar teman sekelompoknya untuk mencoba
(Experimenting) dan mengaitkan (Networking) antar konsep dalam
pembelajaran. Peserta didik yang lebih memahami akan menjelaskan
keanggota yang lain sampai semua anggota dalam kelompok mengerti
6) Peserta didik mencari jawaban tentang pertanyaan - pertanyaan yang diajukan
serta memecahkan kasus yang diberikan di kelompoknya dengan menggunakan
berbagai sumber. Saat diskusi kelompok peserta didik selalu dimotivasi,
dibimbing, difasilitasi dan diingatkan guru untuk dapat kerjasama dan toleransi
untuk melakukan tugas diskusi kelompok.

7) Selama kegiatan berlangsung guru melakukan pengamatan sikap kerja


kelompok secara bergantian terkait dengan kerjasama dan toleransipeserta
didiknya, serta mencatat semua hal yang terjadi di kelas.

8) Setelah informasi untuk menjawab pertanyaan diperoleh, peserta didik dalam


kelompok selanjutnya diminta untuk menyimpulkan jawaban

j. Mengkomunikasikan/Menyimpulkan
6) Setiap siswa memberikan pendapat masukkan tanya jawab selama proses
diskusi
7) Siswa menjelaskan/memprsentasikan hasil diskusi dengan berkelompok dalam
bentuk tulisan tentang profesi-profesi yang ada dalam industri jasa keuangan
8) Masing-masing kelompok mempresentasikan jawaban permasalahan yang telah
disusun kelompoknya
9) Siswa menyimpulkan materi tentang profesi-profesi yang ada dalam industri
jasa keuangan
10) Peserta didik membuat kesimpulan tentang permasalahan yang disajikan.
3. Penutup (15 menit)
a. Kesimpulan
Guru bersama peserta didik mencoba untuk membuat kesimpulan tentang profesi-
profesi yang ada dalam industri jasa keuanganyang telah dipelajari
b. Refleksi
Guru menanyakan pendapat peserta didik tentang proses belajar yang dilakukan
(merefleksi kegiatan)
c. Peserta didik diberi tugas untuk mencari dan mempelajari materi berikutnya di
rumah.
No. Kegiatan
d. Menutup pembelajaran dengan salam dan berdoa.

Pertemuan 4
No. Kegiatan
1. Pembukaan (5 menit)
d. Guru melakukan apersepsi sebelum memulai kegiatan evaluasi pembelajaran
e. Guru meminta siswa untuk mempersiapkan diri sebelum mengerjakan soal
evaluasi secara mandiri
f. Guru membagikan soal dan lembar jawab kepada siswa
2. Kegiatan Inti (75 menit)
 Siswa mengerjakan soal evaluasi secara mandiri terkait dengan materi yang sudah
dijelaskan pada pertemuan sebelumnya

3. Penutup (10 menit)


c. Guru menginstrusikan kepada siswa bahwa waktu untuk mengerjakan soal sudah
habis, dan siswa segera mengumpulkan lembar kerja
d. Guru memberikan tugas kepada siswa untuk mencari dan mempelajari materi yang
akan dipelajari pada pertemuan selanjutnya.

P. Penilaian (instrument terlampir)


5. Pengetahuan
d. Teknik Penilaian : Tes tertulis
e. Bentuk instrument : Soal tes tertulis
f. Kisi-kisi
No. Indikator Butir Instrumen
1. Menjelaskan pengertian pedoman kerja 1
2. Menjelaskan tujuan dari pedoman kerja 2
3. Menjelaskan pengertian prosedur kerja 3
4 Menjelaskan pengertian aturan kerja 4
5 Menyebutkan profesi-profesi yang ada dalam
5
industri jasa keuangan

6. Ketrampilan
d. Teknik Penilaian : Penilaian Unjuk kerja dengan melakukan diskusi
e. Bentuk instrument : Soal Praktek
f. Kisi-kisi
No. Indikator Butir Instrumen
1. Menjelaskan tentang profesi akuntan 1
2 Menjelaskan tentang profesi auditor 2
Instrumen: lihat Lampiran 2
7. Sikap (Spritual)
d. Teknik : Observasi
e. Bentuk Instrumen : Check List
f. Kisi-kisi:
No. Aspek Pengamatan Butir Instrumen
1. Berdoa sebelum dan sesudah melakukan sesuatu 1
2. Mengucapkan rasa syukur atas karunia tuhan 2
3. Memberi salam sebelum dan sesudah menyampaikan 3
pendapat/presentasi
4. Mengungkapkan kekaguman secara lisan maupun 4
tulisan terhadap Tuhan saat melihat kebesaran Tuhan
Instrumen: lihat Lampiran 3

8. Sikap (Sosial)
d. Teknik : Observasi
e. Bentuk Instrumen : Check List
f. Kisi-kisi:

No. Aspek Pengamatan Butir Instrumen


1. Motivasi 1
2. Rasa Ingin Tahu 2
3. Tanggung Jawab 3
4. Jujur 4
5, Peduli 5
6 Santun 6
7 Percaya Diri 7
8 Disiplin 8

Mengetahui : Padang, Mei 2019


Kepala SMK Perbankan Padang Guru Mata Pelajaran

Meita Prima Muis, SE Indah Kumala Sari, M.Pd.E


SOAL EVALUASI (75 MENIT)

Lampiran 1

Soal Pengetahuan (30 MENIT )

1. Jelaskan pengertian pedoman kerja!


2. Jelaskan tujuan dari pedoman kerja!
3. Jelaskan pengertian prosedur kerja!
4. Jelaskan pengertian aturan kerja!
5. Sebutkan profesi-profesi yang ada dalam industri jasa keuangan!

Kunci Jawaban

1. Pedoman kerja adalah suatu standar atau pedoman tertulis yang dipergunakan untuk mendorong
dan menggerakan suatu kelompok untuk mencapai tujuan organisasi. Pedoman kerja juga
meruapakan tata cara atau tahapan yang dibakukan dan yang harus dilalui untuk menyelesaikan
suatu proses kerja tertentu. Dalam suatu instansi, peodman kerja sangat penting karena akan
menentukan dan menjadi pedoman oleh perusahaan tersebut sebagai pedoman untuk bekerja.
2. Tujuan dari pedoman kerja
a. Memperjelas peran dan fungsi tiap-tiap posisi dalam organisasi.
b. Memperjelas alur tugas, wewenang dan tanggung jawab dari pertugas/pegawai terkait.
c. Melindungi organisasi/unit kerja dan petugas atau pegawai dari malpraktik atau kesalahan
administrasi lainnya.
d. Untuk menghindari kegagalan, kesalahan, keraguan, duplikasi, dan inefisiensi.
e. Memperlancar tugas petugas/pegawai atau tim/unit kerja.
f. Sebagai dasar hukum jika terjadi penyimpangan.
g. Mengarahkan petugas atau pegawai untuk sama-sama disiplin dalam bekerja.
h. Sebagai pedoman dalam melaksanakan pekerjaan rutin.
3. Prosedur kerja adalah suatu rangkaian dari tata kerja yang saling berhubungan satu dengan yang
lain dimana terlihat adanya suatu urutan tahap demi tahap dan jalan yang harus ditempuh dalam
rangka menyelesaikan suatu bidang tugas.
4. Sebuah sistem mengandaikan adanya kesinambungan dan sinergi antara aturan, tugas yang
dilaksanakan, pelaksanaan aturan dan output yang dihasilkan dan sistem kerja selalu terbuka
pada hal-hal baru dan perubahan.
5. Jenis-jenis profesi dalam industri jasa keuangan
a. Akuntan
b. Internal Auditor
c. Akuntan Publik
d. Akuntan Pajak
e. Akuntan Pemenrintah
f. Akuntan Pendidik

Penskoran

Jawaban benar nilai 20


Lampiran 2

Soal Praktek (Keterampilan) (45 MENIT)

Mendiskusikan bersama kelompok, tentang hal-hal berikut ini:

3. Menjelaskan tentang profesi akuntan

4. Menjelaskan tentang profesi auditor

No 1 jika benar 50

No 2 Jika benar 50

Lampiran 3 (penilaian sikap spritual)

Aspek Yang Diamati


NO Nama Siswa Berdoa sblm Mengucap
Bersyukur Beribadah Dg baik
aktivitas Salam

Disi dengan skor 1 – 4

1 Kurang 2 Cukup 3 Baik 4 Sangat Baik

Lampiran 4 (penilaian sikap sosial)

SIKAP
NO NAMA SISWA Rasa
Tanggung Kerja Percaya
Motivasi ingin Jujur Peduli Santun Disiplin
jawab sama diri
tahu

Disi dengan skor 1 – 4

1 Kurang 2 Cukup 3 Baik 4 Sangat Baik

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN


( RPP )

Nama Sekolah : SMK PERBANKAN PADANG

Kompetensi Keahlian : Akuntansi dan Keuangan Lembaga

Mata Pelajaran : Etika Profesi

Kelas / Semester : X/1

Pertemuan Ke- : 1 sampai 4 (4 kali pertemuan)

Alokasi Waktu : 8 x 45 Menit

Q. Kompetensi Inti :
7. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
8. Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong
royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif dan menunjukan sikap
sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif
dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa
dalam pergaulan dunia.
9. Memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasi tentang pengetahuan faktual,
konseptual, operasional dasar, dan metakognitif sesuai dengan bidang dan lingkup kerja
etika profesi pada tingkat teknis, spesifik, detil, dan kompleks, berkenaan dengan ilmu
pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dalam konteks pengembangan potensi
diri sebagai bagian dari keluarga, sekolah, dunia kerja, warga masyarakat nasional, regional,
dan internasional.
10. Melaksanakan tugas spesifik dengan menggunakan alat, informasi, dan prosedur
kerja yang lazim dilakukan serta memecahkan masalah sesuai dengan bidang kerja etika
profesi Menampilkan kinerja di bawah bimbingan dengan mutu dan kuantitas yang terukur
sesuai dengan standar kompetensi kerja. Menunjukkan keterampilan menalar, mengolah,
dan menyaji secara efektif, kreatif, produktif, kritis, mandiri, kolaboratif, komunikatif, dan
solutif dalam ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah,
serta mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung. Menunjukkan
keterampilan mempersepsi, kesiapan, meniru, membiasakan, gerak mahir, menjadikan gerak
alami dalam ranah konkret terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah,
serta mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung.
R. Kompetensi Dasar
1.1 Mensyukuri karunia Tuhan Yang Maha Esa, atas pemberian amanah untuk mengelola
administrasi keuangan entitas.

1.2 Mengamalkan ajaran agama dalam memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk
menghasilkan informasi keuangan yang mudah dipahami, relevan, andal, dan dapat
diperbandingkan.
2.1 Memiliki motivasi internal dan menunjukkan rasa ingin tahu dalam menemukan dan
memahami pengetahuan dasar tentang etika profesi dalam bidang keuangan dan akuntansi.

2.2 Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, santun, responsif dan pro-aktif
dalam berinteraksi secara efektif dalam lingkungan sosial sesuai dengan prinsip etika
profesi bidang keuangan dan akuntansi

2.3 Menghargai kerja individu dan kelompok serta mempunyai kepedulian yang tinggi dalam
menjaga keselarasan lingkungan sosial, lingkungan kerja dan alam.

3.3 Menerapkanetika profesi dalam bidang akuntansi dan keuangan

4.3 Melakukan pengecekan etika profesi dalam bidang akuntansi dan keuangan dalam
pelaksanaan pekerjaan

S. TujuanPembelajaran
Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran dengan menggunakan pendekatan saintifik, model
Ekspositori, peserta didik dapat:
12. Menjelaskan ruang lingkup etika profesi dengan tepat

13. Memahami etika profesi dalam bidang akuntansi dengan tepat

14. Menerapkan etika profesi dalam bidang akuntansi

15. Mempraktikkan etika profesi bidang akuntansi dalam suatu pekerjaan dengan tepat

16. Melakukan pengecekkan etika profesi bidang akuntansi dalam pelaksanaan pekerjaan yang
tepat

T. MateriPembelajaran :
Untuk pertama kalinya, dalam kongres tahun 1973 IAI menetapkan kode etik bagi profesi
akuntan di Indonesia, yang saat itu diberi nama Kode Etik Ikatan Akuntan Indonesia. Kode etik
ini mengatur standar mutu terhadap pelaksanaan pekerjaan akuntan. Standar mutu ini penting
untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap profesi akuntan. Setelah mengalami
perubahan, maka tahun 1998 Ikatan Akuntan Indonesia menetapkan delapan prinsip etika yang
berlaku bagi seluruh anggota IAI baik di pusat maupun di daerah. Kode Etik Ikatan Akuntan
Indonesia dimaksudkan sebagai panduan dan aturan bagi seluruh anggota, baik yang berpraktik
sebagai akuntan publik, bekerja di lingkungan dunia usaha, pada instansi pemerintah, maupun
di lingkungan dunia pendidikan dalam pemenuhan tanggung-jawab profesionalnya.

Pengertian Etika menurut :


 Kamus Besar Bhs. Indonesia (1995) Etika adalah Nilai mengenai benar dan salah yang
dianut suatu golongan atau masyarakat
 Etika adalah Ilmu tentang apa yang baik dan yang buruk, tentang hak dan kewajiban moral
 Maryani & Ludigdo (2001) “Etika adalah Seperangkat aturan atau norma atau pedoman
yang mengatur perilaku manusia, baik yang harus dilakukan maupun yang harus
ditinggalkan yang di anut oleh sekelompok atau segolongan masyarakat atau profesi”.

Dari asal usul kata, Etika berasal dari bahasa Yunani ‘ethos’ yang berarti adat istiadat/
kebiasaan yang baik Perkembangan etika yaitu Studi tentang kebiasaan manusia berdasarkan
kesepakatan, menurut ruang dan waktu yang berbeda, yang menggambarkan perangai manusia
dalam kehidupan pada umumnya.Tujuan profesi akuntansi adalah memenuhi tanggung-
jawabnya dengan standar profesionalisme tertinggi, mencapai tingkat kinerja tertinggi, dengan
orientasi kepada kepentingan publik. Untuk mencapai tujuan tersebut terdapat empat kebutuhan
dasar yang harus dipenuhi:

• Kredibilitas. Masyarakat membutuhkan kredibilitas informasi dan sistem informasi.


• Profesionalisme. Diperlukan individu yang dengan jelas dapat diidentifikasikan oleh pemakai
jasa Akuntan sebagai profesional di bidang akuntansi.
• Kualitas Jasa. Terdapatnya keyakinan bahwa semua jasa yang diperoleh dari akuntan
diberikan dengan standar kinerja tertinggi.
• Kepercayaan. Pemakai jasa akuntan harus dapat merasa yakin bahwa terdapat kerangka etika
profesional yang melandasi pemberian jasa oleh akuntan.
Kode Etik Ikatan Akuntan Indonesia terdiri dari tiga bagian:
(1) Prinsip Etika,
(2) Aturan Etika, dan
(3) Interpretasi Aturan Etika.
Prinsip Etika memberikan kerangka dasar bagi Aturan Etika, yang mengatur pelaksanaan
pemberian jasa profesional oleh anggota. Prinsip Etika disahkan oleh Kongres dan berlaku bagi
seluruh anggota, sedangkan Aturan Etika disahkan oleh Rapat Anggota Himpunan dan hanya
mengikat anggota Himpunan yang bersangkutan. Interpretasi Aturan Etika merupakan
interpretasi yang dikeluarkan oleh Badan yang dibentuk oleh Himpunan setelah memperhatikan
tanggapan dari anggota, dan pihak-pihak berkepentingan lainnya, sebagai panduan dalam
penerapan Aturan Etika, tanpa dimaksudkan untuk membatasi lingkup dan penerapannya.

Pernyataan Etika Profesi yang berlaku saat ini dapat dipakai sebagai Interpretasi dan atau Aturan
Etika sampai dikeluarkannya aturan dan interpretasi baru untuk menggantikannya.

Kepatuhan
Kepatuhan terhadap Kode Etik, seperti juga dengan semua standar dalam masyarakat terbuka,
tergantung terutama sekali pada pemahaman dan tindakan sukarela anggota. Di samping itu,
kepatuhan anggota juga ditentukan oleh adanya pemaksaan oleh sesama anggota dan oleh opini
publik, dan pada akhirnya oleh adanya mekanisme pemrosesan pelanggaran Kode Etik oleh
organisasi, apabila diperlukan, terhadap anggota yang tidak menaatinya.

Jika perlu, anggota juga harus memperhatikan standar etik yang ditetapkan oleh badan
pemerintahan yang mengatur bisnis klien atau menggunakan laporannya untuk mengevaluasi
kepatuhan klien terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Fungsi Etika :
• Sarana untuk memperoleh orientasi kritis berhadapan dengan pelbagai moralitas yang
membingungkan.
• Etika ingin menampilkanketrampilan intelektual yaitu ketrampilan untuk berargumentasi secara
rasional dan kritis.
• Orientasi etis ini diperlukan dalam mengabil sikap yang wajar dalam suasana pluralisme.
Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Pelanggaran Etika :
• Kebutuhan Individu
• Tidak Ada Pedoman
• Perilaku dan Kebiasaan Individu Yang Terakumulasi dan Tak Dikoreksi
• Lingkungan Yang Tidak Etis
• Perilaku Dari Komunitas
Sanksi Pelanggaran Etika :
•Sanksi Sosial adalah Skala relatif kecil, dipahami sebagai kesalahan yangdapat ‘dimaafkan’.
•Sanksi Hukum adalah Skala besar, merugikan hak pihak lain.
Jenis-jenis Etika :
• Etika umum yang berisi prinsip serta moral dasar .
• Etika khusus atau etika terapan yang berlaku khusus.
Ada tiga prinsip dasar perilaku yang etis :
• Hindari pelanggaran etika yang terlihat remeh. Meskipun tidak besar sekalipun, suatu ketika akan
menyebabkan konsekuensi yang besar pada profesi.
• Pusatkan perhatian pada reputasi jangka panjang. Disini harus diingat bahwa reputasi adalah yang
paling berharga, bukan sekadar keuntungan jangka pendek.
• Bersiaplah menghadapi konsekuensi yang kurang baik bila berpegang pada perilaku etis. Mungkin
akuntan akan menghadapi masalah karier jika berpegang teguh pada etika. Namun sekali lagi,
reputasi jauh lebih penting untuk dipertahankan.
Kode etik akuntan Indonesia memuat delapan prinsip etika sebagai berikut : (Mulyadi, 2001:
53)
1. Tanggung Jawab profesi
Dalam melaksanakan tanggung jawabnya sebagai profesional, setiap anggota harus senantiasa
menggunakan pertimbangan moral dan profesional dalam semua kegiatan yang dilakukannya.
Sebagai profesional, anggota mempunyai peran penting dalam masyarakat. Sejalan dengan peran
tersebut, anggota mempunyai tanggung jawab kepada semua pemakai jasa profesional mereka.
Anggota juga harus selalu bertanggungjawab untuk bekerja sama dengan sesama anggota untuk
mengembangkan profesi akuntansi, memelihara kepercayaan masyarakat dan menjalankan
tanggung jawab profesi dalam mengatur dirinya sendiri. Usaha kolektif semua anggota diperlukan
untuk memelihara dan meningkatkan tradisi profesi.

2. Kepentingan Publik
Setiap anggota berkewajiban untuk senantiasa bertindak dalam kerangka pelayanan kepada publik,
menghormati kepercayaan publik, dan menunjukan komitmen atas profesionalisme.
Satu ciri utama dari suatu profesi adalah penerimaan tanggung jawab kepada publik. Profesi
akuntan memegang peran yang penting di masyarakat, dimana publik dari profesi akuntan yang
terdiri dari klien, pemberi kredit, pemerintah, pemberi kerja, pegawai, investor, dunia bisnis dan
keuangan, dan pihak lainnya bergantung kepada obyektivitas dan integritas akuntan dalam
memelihara berjalannya fungsi bisnis secara tertib. Ketergantungan ini menimbulkan tanggung
jawab akuntan terhadap kepentingan publik. Kepentingan publik didefinisikan sebagai kepentingan
masyarakat dan institusi yang dilayani anggota secara keseluruhan. Ketergantungan ini
menyebabkan sikap dan tingkah laku akuntan dalam menyediakan jasanya mempengaruhi
kesejahteraan ekonomi masyarakat dan negara.

Kepentingan utama profesi akuntan adalah untuk membuat pemakai jasa akuntan paham bahwa jasa
akuntan dilakukan dengan tingkat prestasi tertinggi sesuai dengan persyaratan etika yang diperlukan
untuk mencapai tingkat prestasi tersebut. Dan semua anggota mengikat dirinya untuk menghormati
kepercayaan publik. Atas kepercayaan yang diberikan publik kepadanya, anggota harus secara terus
menerus menunjukkan dedikasi mereka untuk mencapai profesionalisme yang tinggi. Untuk
memelihara dan meningkatkan kepercayaan publik, setiap anggota harus memenuhi tanggung jawab
profesionalnya dengan integritas setinggi mungkin.

3. Integritas
Integritas adalah suatu elemen karakter yang mendasari timbulnya pengakuan profesional. Integritas
merupakan kualitas yang melandasi kepercayaan publik dan merupakan patokan (benchmark) bagi
anggota dalam menguji keputusan yang diambilnya.Integritas mengharuskan seorang anggota
untuk, antara lain, bersikap jujur dan berterus terang tanpa harus mengorbankan rahasia penerima
jasa. Pelayanan dan kepercayaan publik tidak boleh dikalahkan oleh keuntungan pribadi. Integritas
dapat menerima kesalahan yang tidak disengaja dan perbedaan pendapat yang jujur, tetapi tidak
menerima kecurangan atau peniadaan prinsip.

4. Obyektivitas
Setiap anggota harus menjaga obyektivitasnya dan bebas dari benturan kepentingan dalam
pemenuhan kewajiban profesionalnya. Obyektivitasnya adalah suatu kualitas yang memberikan
nilai atas jasa yang diberikan anggota. Prinsip obyektivitas mengharuskan anggota bersikap adil,
tidak memihak, jujur secara intelektual, tidak berprasangka atau bias, serta bebas dari benturan
kepentingan atau dibawah pengaruh pihak lain.

Anggota bekerja dalam berbagai kapasitas yang berbeda dan harus menunjukkan obyektivitas
mereka dalam berbagai situasi. Anggota dalam praktek publik memberikan jasa atestasi,
perpajakan, serta konsultasi manajemen. Anggota yang lain menyiapkan laporan keuangan sebagai
seorang bawahan, melakukan jasa audit internal dan bekerja dalam kapasitas keuangan dan
manajemennya di industri, pendidikan, dan pemerintah. Mereka juga mendidik dan melatih orang
orang yang ingin masuk kedalam profesi. Apapun jasa dan kapasitasnya, anggota harus melindungi
integritas pekerjaannya dan memelihara obyektivitas.

5. Kompetensi dan Kehati-hatian Profesional


Setiap anggota harus melaksanakan jasa profesionalnya dengan berhati-hati, kompetensi dan
ketekunan, serta mempunyai kewajiban untuk mempertahankan pengetahuan dan ketrampilan
profesional pada tingkat yang diperlukan untuk memastikan bahwa klien atau pemberi kerja
memperoleh manfaat dari jasa profesional dan teknik yang paling mutakhir. Hal ini mengandung
arti bahwa anggota mempunyai kewajiban untuk melaksanakan jasa profesional dengan sebaik-
baiknya sesuai dengan kemampuannya, demi kepentingan pengguna jasa dan konsisten dengan
tanggung jawab profesi kepada publik.

Kompetensi diperoleh melalui pendidikan dan pengalaman. Anggota seharusnya tidak


menggambarkan dirinya memiliki keahlian atau pengalaman yang tidak mereka miliki. Kompetensi
menunjukkan terdapatnya pencapaian dan pemeliharaan suatu tingkat pemahaman dan pengetahuan
yang memungkinkan seorang anggota untuk memberikan jasa dengan kemudahan dan kecerdikan.
Dalam hal penugasan profesional melebihi kompetensi anggota atau perusahaan, anggota wajib
melakukan konsultasi atau menyerahkan klien kepada pihak lain yang lebih kompeten. Setiap
anggota bertanggung jawab untuk menentukan kompetensi masing masing atau menilai apakah
pendidikan, pedoman dan pertimbangan yang diperlukan memadai untuk bertanggung jawab yang
harus dipenuhinya.

6. Kerahasiaan
Setiap anggota harus menghormati kerahasiaan informasi yang diperoleh selama melakukan jasa
profesional dan tidak boleh memakai atau mengungkapkan informasi tersebut tanpa persetujuan,
kecuali bila ada hak atau kewajiban profesional atau hukum untuk mengungkapkannya.
Kepentingan umum dan profesi menuntut bahwa standar profesi yang berhubungan dengan
kerahasiaan didefinisikan bahwa terdapat panduan mengenai sifat sifat dan luas kewajiban
kerahasiaan serta mengenai berbagai keadaan di mana informasi yang diperoleh selama melakukan
jasa profesional dapat atau perlu diungkapkan.

Anggota mempunyai kewajiban untuk menghormati kerahasiaan informasi tentang klien atau
pemberi kerja yang diperoleh melalui jasa profesional yang diberikannya. Kewajiban kerahasiaan
berlanjut bahkan setelah hubungan antar anggota dan klien atau pemberi jasa berakhir.

7. Perilaku Profesional
Setiap anggota harus berperilaku yang konsisten dengan reputasi profesi yang baik dan menjauhi
tindakan yang dapat mendiskreditkan profesi. Kewajiban untuk menjauhi tingkah laku yang dapat
mendiskreditkan profesi harus dipenuhi oleh anggota sebagai perwujudan tanggung jawabnya
kepada penerima jasa, pihak ketiga, anggota yang lain, staf, pemberi kerja dan masyarakat umum.

8. Standar Teknis
Setiap anggota harus melaksanakan jasa profesionalnya sesuai dengan standar teknis dan standar
profesional yang relevan. Sesuai dengan keahliannya dan dengan berhati-hati, anggota mempunyai
kewajiban untuk melaksanakan penugasan dari penerima jasa selama penugasan tersebut sejalan
dengan prinsip integritas dan obyektivitas.Standar teknis dan standar professional yang harus ditaati
anggota adalah standar yang dikeluarkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia. Internasional Federation
of Accountants, badan pengatur, dan pengaturan perundang-undangan yang relevan.

U. Media, Alat danSumber Belajar :


g. Media Belajar
 Power Point

 Video

h. Alat

 Laptop

 LCD

 Speaker

i. Sumber Belajar

 Buku paket Etika Profesi dari Kemendikbud

 Modul Etika Profesi, Sohidin-LPA mitrabijak Surakarta

 Buku Paket Etika Profesi referensi lain

 Lembar Kerja Siswa (LKS) Etika Profesi

 Media massa cetak dan elektronik

V. Metode Pembelajaran :
e. Pendekatan pembelajaran ilmiah/scientific

f. Model pembelajaran Ekspositori

W. Langkah-langkah Pembelajaran
Pertemuan 1
No. Kegiatan
1. Pembukaan (15 menit)
k. Guru mempersiapkan kelas agar lebih kondusif dan menyenangkanuntuk proses
belajar-mengajar; kerapian dan kebersihan ruang kelas,presensi (kehadiran, agenda
kegiatan), menyiapkan media dan alat sertabuku yang diperlukan.
l. Guru melakukan tanya jawab sederhana berkaitan dengan materi yang akan
dipelajari dan materi yang berkaitan dengan Pengertian, tujuan etika, kode etik
akuntan Indonesia dan fungsi etika
m. Guru melakukan apersepsi tentang Pengertian, tujuan etika, kode etik
akuntan Indonesia dan fungsi etika
n. Guru menyampaikan kompetensi dasar, tujuan dan manfaat mempelajari materi
Pengertian, tujuan etika, kode etik akuntan Indonesia dan fungsi etika
o. Guru menyampaikan garis besar materi Pengertian, tujuan etika, kode etik
akuntan Indonesia dan fungsi etika dan menjelaskan kegiatan yang akan
dilakukan peserta didik untuk menyelesaikan permasalahan atau tugas tentang
Pengertian, tujuan etika, kode etik akuntan Indonesia dan fungsi etika
2. Kegiatan Inti (60 menit)
k. Mengamati
No. Kegiatan
1) Guru menyampaikan kompetensi yang harus dikuasai siswa, langkah-langkah
kegiatan pembelajaran, apersepsi mengarahkan perhatian siswa.
2) Siswa memperhatikan dan mendengarkan informasi guru
l. Menanya
1) Guru menyampaikan materi dengan ceramah dan tanya jawab, kemudian
dilanjutkan dengan demonstrasi atau cara lainnya untuk memperjelas materi
yang disajikan
2) Guru menyampaikan materi dengan ceramah dan tanya jawab
m. Mengumpulkan data/informasi/Mengeksplorasi
Guru memberikan bahan latihan soal (soal-soal latihan), latihan soal ada yang
dilakukan secara individu dan ada pula secara berkelompok.
n. Asosiasi/menalar/Mencoba
9) Siswa mengerjakan latihan sedangkan guru memonitor latihan siswa,
memberikan umpan balik, mengajarkan kembali bila diperlukan dan
melanjutkan latihan terbimbing, hingga siswa dianggap menguasai materi
10) Guru kembali memberikan tugas atau latihan yang harus dikerjakan siswa
secara mandiri

11) Siswa mencatat tugas atau latihan, tugas atau latihan dapat dikerjakan di kelas
atau di rumah tanpa bantuan guru

12) Guru melakukan pengecekkan untuk pemahaman dan memberikan umpan


balik, bila tugas dikerjakan di kelas. Umpan balik diberikan pada pertemuan
berikutnya bila tugas dikerjakan di rumah

o. Mengkomunikasikan/Menyimpulkan
11) Guru merangkum materi pembelajaran bersama dengan siswa
12) Guru melakukan penilaian ataupun evaluasi untuk mengetahui sejauh mana
siswa menguasai materi yang telah dipelajari
3. Penutup (15 menit)
a. Kesimpulan
Guru bersama peserta didik mencoba untuk membuat kesimpulan tentang
Pengertian, tujuan etika, kode etik akuntan Indonesia dan fungsi etika yang
telah dipelajari
b. Refleksi
Guru menanyakan pendapat peserta didik tentang proses belajar yang dilakukan
(merefleksi kegiatan)
c. Peserta didik diberi tugas untuk mencari dan mempelajari materi berikutnya di
rumah.
d. Menutup pembelajaran dengan salam dan berdoa.

Pertemuan 2
No. Kegiatan
1. Pembukaan (15 menit)
k. Guru mempersiapkan kelas agar lebih kondusif dan menyenangkanuntuk proses
No. Kegiatan
belajar-mengajar; kerapian dan kebersihan ruang kelas,presensi (kehadiran,
agenda kegiatan), menyiapkan media dan alat sertabuku yang diperlukan.
l. Guru melakukan tanya jawab sederhana berkaitan dengan materi yang akan
dipelajari dan materi yang berkaitan dengan faktor pelanggaran etika dan sanksi
pelanggaran etika
m. Guru melakukan apersepsi tentang faktor pelanggaran etika dan sanksi
pelanggaran etika
n. Guru menyampaikan kompetensi dasar, tujuan dan manfaat mempelajari materi
faktor pelanggaran etika dan sanksi pelanggaran etika
o. Guru menyampaikan garis besar materi faktor pelanggaran etika dan sanksi
pelanggaran etika dan menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan peserta didik
untuk menyelesaikan permasalahan atau tugas tentang faktor pelanggaran etika
dan sanksi pelanggaran etika
2. Kegiatan Inti (60 menit)
a. Mengamati
1) Guru menyampaikan kompetensi yang harus dikuasai siswa, langkah-langkah
kegiatan pembelajaran, apersepsi mengarahkan perhatian siswa.
2) Siswa memperhatikan dan mendengarkan informasi guru
b. Menanya
1) Guru menyampaikan materi dengan ceramah dan tanya jawab, kemudian
dilanjutkan dengan demonstrasi atau cara lainnya untuk memperjelas materi
yang disajikan
2) Guru menyampaikan materi dengan ceramah dan tanya jawab
c. Mengumpulkan data/informasi/Mengeksplorasi
Guru memberikan bahan latihan soal (soal-soal latihan), latihan soal ada yang
dilakukan secara individu dan ada pula secara berkelompok.
d. Asosiasi/menalar/Mencoba
1) Siswa mengerjakan latihan sedangkan guru memonitor latihan siswa,
memberikan umpan balik, mengajarkan kembali bila diperlukan dan
melanjutkan latihan terbimbing, hingga siswa dianggap menguasai materi
2) Guru kembali memberikan tugas atau latihan yang harus dikerjakan siswa
secara mandiri

3) Siswa mencatat tugas atau latihan, tugas atau latihan dapat dikerjakan di kelas
atau di rumah tanpa bantuan guru

4) Guru melakukan pengecekkan untuk pemahaman dan memberikan umpan


balik, bila tugas dikerjakan di kelas. Umpan balik diberikan pada pertemuan
berikutnya bila tugas dikerjakan di rumah

e. Mengkomunikasikan/Menyimpulkan
1) Guru merangkum materi pembelajaran bersama dengan siswa
2) Guru melakukan penilaian ataupun evaluasi untuk mengetahui sejauh mana
siswa menguasai materi yang telah dipelajari
3. Penutup (15 menit)
No. Kegiatan
e. Kesimpulan
Guru bersama peserta didik mencoba untuk membuat kesimpulan tentang faktor
pelanggaran etika dan sanksi pelanggaran etikayang telah dipelajari
f. Refleksi
Guru menanyakan pendapat peserta didik tentang proses belajar yang dilakukan
(merefleksi kegiatan)
g. Peserta didik diberi tugas untuk mencari dan mempelajari materi berikutnya di
rumah.
h. Menutup pembelajaran dengan salam dan berdoa.

Pertemuan 3
No. Kegiatan
1. Pembukaan (15 menit)
k. Guru mempersiapkan kelas agar lebih kondusif dan menyenangkanuntuk proses
belajar-mengajar; kerapian dan kebersihan ruang kelas,presensi (kehadiran,
agenda kegiatan), menyiapkan media dan alat sertabuku yang diperlukan.
l. Guru melakukan tanya jawab sederhana berkaitan dengan materi yang akan
dipelajari dan materi yang berkaitan dengan Jenis etika dan kode etik akuntan
Indonesia
m. Guru melakukan apersepsi tentang Jenis etika dan kode etik akuntan
Indonesia
n. Guru menyampaikan kompetensi dasar, tujuan dan manfaat mempelajari materi
Jenis etika dan kode etik akuntan Indonesia
o. Guru menyampaikan garis besar materi Jenis etika dan kode etik akuntan
Indonesia dan menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan peserta didik untuk
menyelesaikan permasalahan atau tugas tentang Jenis etika dan kode etik akuntan
Indonesia
2. Kegiatan Inti (60 menit)
a. Mengamati
1) Guru menyampaikan kompetensi yang harus dikuasai siswa, langkah-langkah
kegiatan pembelajaran, apersepsi mengarahkan perhatian siswa.
2) Siswa memperhatikan dan mendengarkan informasi guru
b. Menanya
1) Guru menyampaikan materi dengan ceramah dan tanya jawab, kemudian
dilanjutkan dengan demonstrasi atau cara lainnya untuk memperjelas materi
yang disajikan
2) Guru menyampaikan materi dengan ceramah dan tanya jawab
c. Mengumpulkan data/informasi/Mengeksplorasi
Guru memberikan bahan latihan soal (soal-soal latihan), latihan soal ada yang
dilakukan secara individu dan ada pula secara berkelompok.
d. Asosiasi/menalar/Mencoba
1) Siswa mengerjakan latihan sedangkan guru memonitor latihan siswa,
memberikan umpan balik, mengajarkan kembali bila diperlukan dan
melanjutkan latihan terbimbing, hingga siswa dianggap menguasai materi
No. Kegiatan
2) Guru kembali memberikan tugas atau latihan yang harus dikerjakan siswa
secara mandiri

3) Siswa mencatat tugas atau latihan, tugas atau latihan dapat dikerjakan di kelas
atau di rumah tanpa bantuan guru

4) Guru melakukan pengecekkan untuk pemahaman dan memberikan umpan


balik, bila tugas dikerjakan di kelas. Umpan balik diberikan pada pertemuan
berikutnya bila tugas dikerjakan di rumah

e. Mengkomunikasikan/Menyimpulkan
1) Guru merangkum materi pembelajaran bersama dengan siswa
2) Guru melakukan penilaian ataupun evaluasi untuk mengetahui sejauh mana
siswa menguasai materi yang telah dipelajari
3. Penutup (15 menit)
e. Kesimpulan
Guru bersama peserta didik mencoba untuk membuat kesimpulan tentang Jenis
etika dan kode etik akuntan Indonesiayang telah dipelajari
f. Refleksi
Guru menanyakan pendapat peserta didik tentang proses belajar yang dilakukan
(merefleksi kegiatan)
g. Peserta didik diberi tugas untuk mencari dan mempelajari materi berikutnya di
rumah.
h. Menutup pembelajaran dengan salam dan berdoa.

Pertemuan 4
No. Kegiatan
1. Pembukaan (5 menit)
g. Guru melakukan apersepsi sebelum memulai kegiatan evaluasi pembelajaran
h. Guru meminta siswa untuk mempersiapkan diri sebelum mengerjakan soal
evaluasi secara mandiri
i. Guru membagikan soal dan lembar jawab kepada siswa
2. Kegiatan Inti (75 menit)
 Siswa mengerjakan soal evaluasi secara mandiri terkait dengan materi yang sudah
dijelaskan pada pertemuan sebelumnya

3. Penutup (10 menit)


e. Guru menginstrusikan kepada siswa bahwa waktu untuk mengerjakan soal sudah
habis, dan siswa segera mengumpulkan lembar kerja
f. Guru memberikan tugas kepada siswa untuk mencari dan mempelajari materi yang
akan dipelajari pada pertemuan selanjutnya.

X. Penilaian (instrument terlampir)


9. Pengetahuan
g. Teknik Penilaian : Tes tertulis
h. Bentuk instrument : Soal tes tertulis
i. Kisi-kisi
No. Indikator Butir Instrumen
1. Menjelaskan pengertian etika dari pendapat para ahli 1
2. Menjelaskan tujuan profesi akuntansi 2
3. Menjelaskan kebutuhan dasar untuk mencapai tujuan 3
4 Menjelaskan fungsi etika 4
5 Menjelaskan sanksi pelanggaran etika 5

10. Ketrampilan
g. Teknik Penilaian : Penilaian Unjuk kerja dengan melakukan diskusi
h. Bentuk instrument : Soal Praktek
i. Kisi-kisi
No. Indikator Butir Instrumen
1. Menjelaskan jenis-jenis etika 1
2 Menjelaskan kode etik akuntan publik 2
Instrumen: lihat Lampiran 2

11. Sikap (Spritual)


g. Teknik : Observasi
h. Bentuk Instrumen : Check List
i. Kisi-kisi:
No. Aspek Pengamatan Butir Instrumen
1. Berdoa sebelum dan sesudah melakukan sesuatu 1
2. Mengucapkan rasa syukur atas karunia tuhan 2
3. Memberi salam sebelum dan sesudah menyampaikan 3
pendapat/presentasi
4. Mengungkapkan kekaguman secara lisan maupun 4
tulisan terhadap Tuhan saat melihat kebesaran Tuhan
Instrumen: lihat Lampiran 3

12. Sikap (Sosial)


g. Teknik : Observasi
h. Bentuk Instrumen : Check List
i. Kisi-kisi:
No. Aspek Pengamatan Butir Instrumen
1. Motivasi 1
2. Rasa Ingin Tahu 2
3. Tanggung Jawab 3
4. Jujur 4
5, Peduli 5
6 Santun 6
7 Percaya Diri 7
No. Aspek Pengamatan Butir Instrumen
8 Disiplin 8

Mengetahui : Padang, Mei 2019


Kepala SMK Perbankan Padang Guru Mata Pelajaran

Meita Prima Muis, SE Indah Kumala Sari, M.Pd.E


SOAL EVALUASI (75 MENIT)

Lampiran 1

Soal Pengetahuan (30 MENIT )

1. Jelaskan pengertian etika dari pendapat para ahli!


2. Jelaskan tujuan profesi akuntansi
3. Jelaskan kebutuhan dasar untuk mencapai tujuan!
4. Jelaskan fungsi etika!
5. Jelaskan sanksi pelanggaran etika!

Kunci Jawaban

6. Pengertian Etika menurut:

Kamus Besar Bhs. Indonesia (1995) Etika adalah Nilai mengenai benar dan salah yang dianut
suatu golongan atau masyarakat

Etika adalah Ilmu tentang apa yang baik dan yang buruk, tentang hak dan kewajiban moral

Maryani & Ludigdo (2001) “Etika adalah Seperangkat aturan atau norma atau pedoman yang
mengatur perilaku manusia, baik yang harus dilakukan maupun yang harus ditinggalkan yang di
anut oleh sekelompok atau segolongan masyarakat atau profesi”.

2. Tujuan profesi akuntansi


memenuhi tanggung-jawabnya dengan standar profesionalisme tertinggi, mencapai tingkat
kinerja tertinggi, dengan orientasi kepada kepentingan publik

3. Kebutuhan dasar untuk mencapai tujuan


• Kredibilitas. Masyarakat membutuhkan kredibilitas informasi dan sistem informasi.
• Profesionalisme. Diperlukan individu yang dengan jelas dapat diidentifikasikan oleh pemakai
jasa Akuntan sebagai profesional di bidang akuntansi.
• Kualitas Jasa. Terdapatnya keyakinan bahwa semua jasa yang diperoleh dari akuntan diberikan
dengan standar kinerja tertinggi.
• Kepercayaan. Pemakai jasa akuntan harus dapat merasa yakin bahwa terdapat kerangka etika
profesional yang melandasi pemberian jasa oleh akuntan.

4. Fungsi etika
• Sarana untuk memperoleh orientasi kritis berhadapan dengan pelbagai moralitas yang
membingungkan.
• Etika ingin menampilkanketrampilan intelektual yaitu ketrampilan untuk berargumentasi secara
rasional dan kritis.
• Orientasi etis ini diperlukan dalam mengabil sikap yang wajar dalam suasana pluralisme.

5. Sanksi pelanggaran etika


• Sanksi Sosial adalah Skala relatif kecil, dipahami sebagai kesalahan yangdapat ‘dimaafkan’.
• Sanksi Hukum adalah Skala besar, merugikan hak pihak lain.

Penskoran

Jawaban benar nilai 20

Lampiran 2

Soal Praktek ( Keterampilan) (45 MENIT)

Latihan terbimbing bersama kelompok, tentang hal-hal berikut ini:

5. Jenis-jenis etika

6. Kode etik akuntan Indonesia

No 1 jika benar 50

No 2 Jika benar 50

Lampiran 3 (penilaian sikap spritual)

Aspek Yang Diamati


NO Nama Siswa Berdoa sblm Mengucap
Bersyukur Beribadah Dg baik
aktivitas Salam

Disi dengan skor 1 – 4

1 Kurang 2 Cukup 3 Baik 4 Sangat Baik

Lampiran 4 (penilaian sikap sosial)

SIKAP
NO NAMA SISWA Rasa
Tanggung Kerja Percaya
Motivasi ingin Jujur Peduli Santun Disiplin
jawab sama diri
tahu

2
3

Disi dengan skor 1 – 4

1 Kurang 2 Cukup 3 Baik 4 Sangat Baik


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

( RPP )

Nama Sekolah : SMK PERBANKAN PADANG

Kompetensi Keahlian : Akuntansi dan Keuangan Lembaga

Mata Pelajaran : Etika Profesi

Kelas / Semester : X/1

Pertemuan Ke- : 1 sampai 4 (4 kali pertemuan)

Alokasi Waktu : 8 x 45 Menit

Y. Kompetensi Inti :
3. Memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasi tentang pengetahuan faktual,
konseptual, operasional dasar, dan metakognitif sesuai dengan bidang dan lingkup kerja etika
profesi pada tingkat teknis, spesifik, detil, dan kompleks, berkenaan dengan ilmu pengetahuan,
teknologi, seni, budaya, dan humaniora dalam konteks pengembangan potensi diri sebagai
bagian dari keluarga, sekolah, dunia kerja, warga masyarakat nasional, regional, dan
internasional.
4. Melaksanakan tugas spesifik dengan menggunakan alat, informasi, dan prosedur kerja yang
lazim dilakukan serta memecahkan masalah sesuai dengan bidang kerja etika profesi
Menampilkan kinerja di bawah bimbingan dengan mutu dan kuantitas yang terukur sesuai
dengan standar kompetensi kerja. Menunjukkan keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji
secara efektif, kreatif, produktif, kritis, mandiri, kolaboratif, komunikatif, dan solutif dalam
ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu
melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung. Menunjukkan keterampilan
mempersepsi, kesiapan, meniru, membiasakan, gerak mahir, menjadikan gerak alami dalam
ranah konkret terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu
melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung.
Z. Kompetensi Dasar
3.4 Menganalisis kompetensi personal dalam bidang akuntansi dan keuangan

4.4 Melakukan identifikasi kompetensi personal dalam bidang akuntansi dan keuangan

AA. TujuanPembelajaran
Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran dengan menggunakan pendekatan saintifik, model
pembelajaran Ekspositori, peserta didik dapat:
17. Menjelaskan kompetensi personal dalam bidang akuntansi dan keuangan dengan tepat
18. Menyebutkan jenis-jenis kompetensi personal dalam bidang akuntansi dan keuangan
dengan tepat

19. Menganalisis kompetensi personal dalam bidang akuntansi dan keuangan dengan tepat

20. Mengidentifikasi kompetensi personal dalam bidang akuntansi dan keuangan dengan tepat

21. Menerapkan kompetensi personal bidang akuntansi dan keuangan dalam pelaksanaan
pekerjaan dengan tepat

Ä. MateriPembelajaran :

A. Pengertian Kompetensi Personal

Seiring dengan persaingan bisnis yang semakin tajam dan perubahan lingkungan yang
sangat drastis pada setiap aspek kehidupan manusia, maka setiap organisasi membutuhkan
sumber daya menusia yang memiliki kompetensi di bidangnya sehingga dapat memberikan
output yang terbaik bagi organisasi atau perusahaan. Dengan kata lain, organisasi tidak
hanya mampu memberikan pelayanan yang memuaskan tetapi juga berorientasi pada nilai.
Dalam hal ini kompetensi berarti memiliki kemampuan secara profesional sehingga mampu
melaksanakan tugas dengan baik dan menghasilkan hasil akhir berdasarkan pada mutu dan
standar yang telah ditetapkan.

Menurut Kamus Besar bahasa Indonesia pengertian kompetensi adalah kemampuan atau
kecakapan, sedangkan berdasarkan surat Keputusan Mendiknas nomor 045/U/2002,
kompetensi adalah seperangkat tindakan cerdas, penuh tanggung jawab yang dimiliki
seseorang sebagai syarat untuk dianggap mampu oleh masyarakat dalam melaksanakan
tugas-tugas sesuai dengan pekerjaan tertentu. Dengan demikian kompetensi berkaitan
dengan karakteristik yang mendasari kemampuan seseorang dalam bekerja.

B. Jenis Kompetensi

Jenis kompetensi dapat dibagi menjadi beberapa kategori berikut ini.

1. Kompetensi Utama/ Core Competencies

Kompetensi utama adalah sebuah kompetensi yang didefinisikan sebagai kemampuan


internal yang sangat penting bagi keberhasilan bisnis.Kompetensi ini adalah kompetensi
yang diharapkan dimiliki semua individu dalam organisasi.Kompetensi ini mendefinisikan
tentang nilai-nilai organisasi yang paling dipahami oleh kebanyakan orang.Tujuan dari
kompetensi utama bagi individu adalah agar iadapat bekerja dalam berbagai posisi di dalam
organisasi.

2. Threshold Competencies
Threshold Competencies adalah karakteristik setiap pemegang pekerjaan sehingga dapat
melakukan pekerjaan secara efektif.Tetapi tidak dapat digunakan untuk membedakan
seorang yang berkinerja tinggi, rata-rata dan atau rendah.Contoh, penjual yang baik harus
memiliki pengetahuan yang memadai tentang produk yang mereka jual, tetapi pengetahuan
ini tidak selalu cukup untuk memastikan performa penjualan mereka.

3. Differentiating Competencies

Differentiating Competencies adalah karakteristik yang membedakan individu berkinerja


superior dengan yang rata.Differentiating Competencies tidak ditemukan dalam individu
yang berkinerja rata-rata. Misalnya individu yang bekerja di bidang desain memiliki
differentiating competencies dalam mendesain yang membuatnya lebih unggul dari orang
lain.

C. Manfaat Kompetensi

Manfaat kompetensi dapat dilihat dari beberapa sisi berikut.

1. Karyawan
2. Organisasi/Perusahaan.

D. Cara Mengelola Kompetensi Personal

Kompetensi personal adalah kemampuan atau kecakapan seseorang untuk berkinerja.Kinerja


(Prestasi Kerja) adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang
dalam melakukan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya.Efektif
tidaknya suatu hasil kerja sangat dipengaruhi oleh pengetahuan, keterampilan serta perilaku
yang sesuai dengan tuntutan pekerjaan.

Mengelola kompetensi personal berarti kepandaian seseorang untuk mengelola kemampuan


dan kecakapan yang dimilikinya dengan prestasi kerja serta sikap yang baik sehingga dapat
memuaskan pemberi kerja sesuai dengan tujuan perusahaan. Mengelola kompetensi
personal dapat dilakukan dengan cara menjaga kepribadian dan presentasi diri, menambah
kemampuan dengan pelatihan/pendidikan serta pengembangan karier.

E. Presentasi Diri

Presentasi diri adalah penampilan seseorang secara keseluruhan. Penampilan diri, sering
juga dikenal dengan istilah grooming. Grooming adalah penampilan diri seseorang yang
selalu terjaga dan selalu rapi. Penampilan diri harus serasi dan menarik agar disukai oleh
orang lain. Penampilan menarik mencerminkan kepribadian orangnya. Orang yang
berpenampilan menarik akan dinilai sebagai orang yang berkepribadian baik. Sebaliknya,
orang yang kurang memperhatikan penampilannya dinilai sebagai orang yang
berkepribadian kurang baik meskipun hal ini tidak terlalu mutlak.

Penampilan diri yang serasi dan menarik, sangatlah penting dalam kehidupan sehari-hari,
terutama orang yang banyak berhubungan dengan orang lain sehingga dapat memberi respon
yang positif. Untuk mencapai penampilannya yang menarik seseorang harus mampu
menganalisis dirinya sendiri dan memakai pakaian yang tepat pada waktu yang tepat pula.
Selain itu, perlu pula diperhatikan warna dan corak busana, dandanan, raut wajah, gaya
berjalan, cara makan, dan minum yang merupakan unsur penting dalam penampilan yang
serasi dan menarik. Penampilan diri yang serasi dan menarik, tidak hanya dilihat dari
penampilan luar saja, tetapi juga harus didukung dan timbul dari dalam diri.

F. Pelatihan

1. Pengertian Pelatihan

Secara umum, pelatihan merupakan bagian dari pendidikan yang menggambarkan suatu
proses dalam pengembangan organisasi. Pendidikan dan pelatihan merupakan suatu
rangkaian yang tidak dapat dipisahkan dalam sistem pengembangan sumber daya
manusia.Berikut ini pendapat para ahli tentang pengertian keahlian.

 Moekijat menyatakan bahwa pelatihan adalah suatu bagian pendidikan yang


menyangkut proses belajar untuk memperoleh dan meningkatkan keterampilan, dalam
waktu yang relatif singkat dan dengan metode yang lebih mengutamakan praktik dari
pada teori.
 Sudirman menjelaskan bahwa pelatihan adalah prosedur formal yang difasilitasi dengan
pembelajaran guna terciptanya perubahan tingkah laku yang berkaitan dengan
peningkatan tujuan perusahaan atau organisasi.
 Michael J. Jacius mengemukakan istilah pelatihan menunjukan suatu proses
peningkatan tujuan perusahaan atau organisasi.

Dari pendapat-pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa pelatihan adalah proses membantu
individu untuk memperoleh efisiensi dalam melakukan pekerjaan, baik pada saat sekarang
maupun masa yang akan datang melalui pengembangan kebiasaan pikiran dan tindakan-
tindakan, kecakapan, pengetahuan, pengembangan kebiasaan pikiran dan tindakan-tindakan,
kecakapan, pengetahuan, dan sikap-sikap. Kegiatan pelatihan juga dilakukan dalam upaya
memecahkan berbagai permasalahan yang dihadapi dalam aktivitas pekerjaan sehari-hari
dan mengantisipasi kemungkinan permasalahan yang terjadi di masa yang akan datang.

2. Tujuan dan Manfaat Pelatihan

Tujuan pelatihan adalah sebagai usaha untuk memperbaiki dan mengembangkan sikap,
tingkah laku, dan pengetahuan.Dengan demikian pelatihan dimaksudkan dalam pengertian
yang lebih luas dan tidak hanya untuk mengembangkan keterampilan dan
bimbingan.Pelatihan diberikan dengan harapan individu yang menjalaninya dapat
melaksanakan pekerjaannya dengan baik setelah mengikuti pelatihan tersebut. Selain tujuan
tersebut, pelatihan memiliki tujuan yang lain yaitu sebagai berikut.

 Pelatihan sebagai alat untuk memperbaiki penampilan/kemampuan individu atau


kelompok dengan harapan memperbaiki kinerja organisasi. Perbaikan-perbaikan itu
dapat dilaksanakan dengan berbagai cara. Pelatihan yang efektif dapat menghasilkan
pengetahuan dalam pekerjaan/tugas, pengetahuan tentang struktur dan tujuan organisasi,
tugas masing-masing karyawan dan sasarannya dan lain-lain.
 Pelatihan tertentu diadakan agar karyawan dapat melaksanakan tugas-tugas sesuai
dengan standar yang diinginkan.
 Pelatihan juga dapat memperbaiki sikap-sikap terhadap pekerjaan, terhadap pimpinan
atau kayawan, dan menghilangkan sikap-sikap yang tidak produktif yang timbul dari
salah penegrtian atau informasi yang membingungkan.
 Pelatihan dapat memperbaiki standar keselamatan kerja.
 Membantu karyawan membuat keputusan yang lebih baik.
 Meningkatkan kemampuan pekerja menyelesaikan berbagai masalah yang dihadapinya.
 Timbulnya dorongan dalam diri pekerja untuk terus meningkatkan kemampuan
kerjanya.
 Peningkatan kemampuan karyawan untuk mengatasi stress, frustrasi, dan konflik yang
pada gilirannya memperbesar rasa percaya diri.
 Tersedianya informasi berbagai program yang dapat dimanfaatkan para karyawan dalam
rangka pertumbuhan secara teknikal dan intelektual.
 Makin besarnya tekad pekerja untuk lebih mandiri.
 Mengurangi ketakutan menghadapi tugas-tugas baru di masa depan.
 Memperbaiki sikap-sikap agar mampu beradaptasi dengan perubahan lingkungan serta
dapat membuat keputusan dengan baik dan benar.
 Meningkatkan motivasi untuk belajar dan selalu bersedia untuk mengembangkan ilmu
pengetahuan dan kemampuannya.
 Menumbuhkan rasa percaya diri dan solidaritas yang tinggi di antara sesama karyawan
khususnya dan masyarakat umumnya.

Dapat disimpulkan dengan adanya pelatihan akan mampu mengurangi dampak negatif yang
disebabkan kurangnya pengetahuan, kurangnya keprcayaan diri atau pengalaman yang
terbatas dari individu sehingga dapat bekerja lebih giat, baik pada masa sekarang maupun
masa depan.

3. Jenis Pelatihan

Beberapa jenis pelatihan yang sering digunakan adalah sebagai berikut.

 Magang/Apprenticeship Training

Magang adalah suatu pembekalan terhadap karyawan dengan cara belajar dan
praktik secara langsung di suatu posisi pekerjaan. Magang banyak sekali digunakan
untuk melihat potensi individu dalam satu jenis pekerjaan tertentu sehingga bila
telah selesai magang, biasanya individu tersebut akan ditawari bekerja di posisi
tersebut.

 On the Job Training

Metode on the job training adalah pelatihan yang menggunakan situasi dalam
pekerjaan. Di sini karyawan diberi pelatihan tentang pekerjaan baru dengan
supervisi langsung seorang pelatih yang berpengalaman (biasanya karyawan lain).
On the job training dibagi dalam beberapa metode, antara lain:

1) Coaching

Coaching adalah suatu cara pelaksanaan pelatihan dimana atasan mengajarkan


keahlian dan keterampilan kerja kepada bawahannya. Dalam metode ini
pengawas diperlukan sebagai pemberi petunjuk untuk memberitahukan kepada
peserta mengenai tugas atau pekerjaan rutin yang akan dilaksanakan dan
bagaimana cara mengerjakannya.

2) Apprenticeships

Apprenticeships adalah proses belajar dari seseorang atau beberapa orang yang
lebih berpengalaman. Metode ini digunakan untuk mengembangkan keahlian
perorangan sehingga para karyawan dapat mempelajari segala aspek dari
pekerjaannya.

3) Job Rotation (Rotasi Jabatan)

Dalam rotasi jabatan karyawan diberikan kesempatan untuk mendapatkan


pengetahuan pada bagian-bagian organisasi yang berbeda dan juga praktik
berbagai macam keterampilan dengan cara berpindah dari satu pekerjaan atau
bagian ke pekerjaan atau ke bagian lain.

 Off the Job Training

Metode of the job training adalah pelatihan yang menggunakan situasi di luar
pekerjaan.Metode ini digunakan apabila banyak pekerja yang harus dilatih dengan
cepat atau pelatihan dalam pekerjaan tidak dapat dilakukan karena sangat mahal.Off
the job training dibagi dalam beberapa metode, antara lain.

1. Vestibule Training

Vestibule training adalah pelatihan yang dilakukan dalam suatu ruangan


khusus yang terpisah dari tempat kerja biasa dan disediakan jenis peralatan
yang sama seperti yang akan digunakan pada pekerjaan sebenarnya.

2. Role Playing

Role playing merupakan suatu permainan peran yang dilakukan oleh peserta
untuk memainkan berbagai peran orang tertentu dan diminta untuk menanggapi
para pesertalain yang berbeda perananya.Teknik dapat mengubah sikap peserta,
seperti menjadi lebih toleran terhadap perbedaan individual dan juga dapat
mengembangkan keterampilan-keterampilan antar pribadi.

3. Case Study
Case study adalah metode pelatihan di mana para peserta pelatihan dihadapkan
pada beberapa kasus tertulis dan diharuskan memecahkan masalah-masalah
tersebut.

4. Laboratory Training

Laboratory training adalah suatu bentuk latihan kelompok yang terutama


digunakan untuk mengembangkan ketermpilan-keterampilan antarpribadi.
Latihan ini bersifat sensitivitas, di mana peserta menjadi lebih sensitif terhadap
perasaan orang lain dan lingkungannya. Metode ini berguna untuk
mengembangkan berbagai perilaku bagi tanggung jawab pekerjaan di waktu
yang akan datang.

G. Pengembangan Karir

Karir adalah perjalanan yang dilalui seseorang selama hidupnya.Karir dapat juga diartikan
sebagai semua pekerjaan atau jabatan yang ditangani atau dipegang selama kehidupan kerja
seseorang.Dengan demikian karir menunjukan perkembangan karyawan secara individual
dalam jenjang jabatan atau kepangkatan yang dapat dicapai selama masa kerja dalam suatu
organisasi.Berdasarkan definisi di atas, dapat disimpulkan karir adalah rangkaian atau
urutan posisi pekerjaan atau jabatan yang dipegang selama kehidupan kerja seseorang.

Dalam menjalani suatu karir tertentu, individu dapat mengalami kejenuhan karena ia terlalu
lama berada pada posisi yang sama. Untuk mengatasi hal ini diperlukan adanya suatu
pengembangan karir. Pengembangan karir sangat diharapkan oleh setiap karyawan, karena
dengan pengembangan ini individu akan mendapatkan hak-hak yang lebih baik dari pada
apa yang diperoleh sebelumnya, baik material maupun non material seperti status sosial,
perasaan bangga dan sebagainya.

Pengembangan karir mengandung tiga unsur pokok, yaitu sebagai berikut:

 Membantu karyawan dalam menilai kebutuhan karirnya sendiri.


 Mengembangkan kesempatan-kesempatan karir yang ada dalam organisasi.
 Menyesuaikan kebutuhan dan kemampuan karyawan dengan kesempatan-kesempatan
karir.

Sesuai dengan tiga unsur di atas diharapkan karir karyawan merupakan suatu unsur yang
sangat penting dan sifatnya pribadi.Oleh karena itu, organisasi harus memberi kebebasan
kepada karyawan untuk mengambil keputusan sendiri mengenai tujuan serta kesempatan
menjalani karirnya. Pengembangan karir dapat dilakukan melalui sebagai berikut:

 Mutasi
 Promosi
 Demosi
Ö. Media, Alat danSumber Belajar :
j. Media Belajar

 Power Point

 Video

k. Alat

 Laptop

 LCD

 Speaker

l. Sumber Belajar

 Buku paket Etika Profesi dari Kemendikbud

 Modul Etika Profesi, Sohidin-LPA mitrabijak Surakarta

 Buku Paket Etika Profesi referensi lain

 Lembar Kerja Siswa (LKS) Etika Profesi

 Media massa cetak dan elektronik

AA. Metode Pembelajaran :


g. Pendekatan pembelajaran ilmiah/scientific

h. Model pembelajaran Ekspositori

EE. Langkah-langkah Pembelajaran


Pertemuan 1
No. Kegiatan
1. Pembukaan (15 menit)
p. Guru mempersiapkan kelas agar lebih kondusif dan menyenangkanuntuk proses
belajar-mengajar; kerapian dan kebersihan ruang kelas,presensi (kehadiran, agenda
kegiatan), menyiapkan media dan alat sertabuku yang diperlukan.
q. Guru melakukan tanya jawab sederhana berkaitan dengan materi yang akan
dipelajari dan materi yang berkaitan dengan Pengertian dan jenis kompetensi
personal
r. Guru melakukan apersepsi tentang Pengertian dan jenis kompetensi personal
s. Guru menyampaikan kompetensi dasar, tujuan dan manfaat mempelajari materi
Pengertian dan jenis kompetensi personal
t. Guru menyampaikan garis besar materi Pengertian dan jenis kompetensi
No. Kegiatan
personal dan menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan peserta didik untuk
menyelesaikan permasalahan atau tugas tentang Pengertian dan jenis kompetensi
personal
2. Kegiatan Inti (60 menit)
p. Mengamati
3) Guru menyampaikan kompetensi yang harus dikuasai siswa, langkah-langkah
kegiatan pembelajaran, apersepsi mengarahkan perhatian siswa.
4) Siswa memperhatikan dan mendengarkan informasi guru
q. Menanya
3) Guru menyampaikan materi dengan ceramah dan tanya jawab, kemudian
dilanjutkan dengan demonstrasi atau cara lainnya untuk memperjelas materi
yang disajikan
4) Guru menyampaikan materi dengan ceramah dan tanya jawab
r. Mengumpulkan data/informasi/Mengeksplorasi
Guru memberikan bahan latihan soal (soal-soal latihan), latihan soal ada yang
dilakukan secara individu dan ada pula secara berkelompok.
s. Asosiasi/menalar/Mencoba
13) Siswa mengerjakan latihan sedangkan guru memonitor latihan siswa,
memberikan umpan balik, mengajarkan kembali bila diperlukan dan
melanjutkan latihan terbimbing, hingga siswa dianggap menguasai materi
14) Guru kembali memberikan tugas atau latihan yang harus dikerjakan siswa
secara mandiri

15) Siswa mencatat tugas atau latihan, tugas atau latihan dapat dikerjakan di kelas
atau di rumah tanpa bantuan guru

16) Guru melakukan pengecekkan untuk pemahaman dan memberikan umpan


balik, bila tugas dikerjakan di kelas. Umpan balik diberikan pada pertemuan
berikutnya bila tugas dikerjakan di rumah

t. Mengkomunikasikan/Menyimpulkan
13) Guru merangkum materi pembelajaran bersama dengan siswa
14) Guru melakukan penilaian ataupun evaluasi untuk mengetahui sejauh mana
siswa menguasai materi yang telah dipelajari
3. Penutup (15 menit)
a. Kesimpulan
Guru bersama peserta didik mencoba untuk membuat kesimpulan tentang
Pengertian dan jenis kompetensi personal yang telah dipelajari
b. Refleksi
Guru menanyakan pendapat peserta didik tentang proses belajar yang dilakukan
(merefleksi kegiatan)
c. Peserta didik diberi tugas untuk mencari dan mempelajari materi berikutnya di
rumah.
d. Menutup pembelajaran dengan salam dan berdoa.
Pertemuan 2
No. Kegiatan
1. Pembukaan (15 menit)
p. Guru mempersiapkan kelas agar lebih kondusif dan menyenangkanuntuk proses
belajar-mengajar; kerapian dan kebersihan ruang kelas,presensi (kehadiran,
agenda kegiatan), menyiapkan media dan alat sertabuku yang diperlukan.
q. Guru melakukan tanya jawab sederhana berkaitan dengan materi yang akan
dipelajari dan materi yang berkaitan dengan Manfaat dan cara mengelola
kompetensi personal
r. Guru melakukan apersepsi tentang Manfaat dan cara mengelola kompetensi
personal
s. Guru menyampaikan kompetensi dasar, tujuan dan manfaat mempelajari materi
Manfaat dan cara mengelola kompetensi personal
t. Guru menyampaikan garis besar materi Manfaat dan cara mengelola kompetensi
personal dan menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan peserta didik untuk
menyelesaikan permasalahan atau tugas tentang Manfaat dan cara mengelola
kompetensi personal
2. Kegiatan Inti (60 menit)
f. Mengamati
3) Guru menyampaikan kompetensi yang harus dikuasai siswa, langkah-langkah
kegiatan pembelajaran, apersepsi mengarahkan perhatian siswa.
4) Siswa memperhatikan dan mendengarkan informasi guru
g. Menanya
3) Guru menyampaikan materi dengan ceramah dan tanya jawab, kemudian
dilanjutkan dengan demonstrasi atau cara lainnya untuk memperjelas materi
yang disajikan
4) Guru menyampaikan materi dengan ceramah dan tanya jawab
h. Mengumpulkan data/informasi/Mengeksplorasi
Guru memberikan bahan latihan soal (soal-soal latihan), latihan soal ada yang
dilakukan secara individu dan ada pula secara berkelompok.
i. Asosiasi/menalar/Mencoba
5) Siswa mengerjakan latihan sedangkan guru memonitor latihan siswa,
memberikan umpan balik, mengajarkan kembali bila diperlukan dan
melanjutkan latihan terbimbing, hingga siswa dianggap menguasai materi
6) Guru kembali memberikan tugas atau latihan yang harus dikerjakan siswa
secara mandiri

7) Siswa mencatat tugas atau latihan, tugas atau latihan dapat dikerjakan di kelas
atau di rumah tanpa bantuan guru

8) Guru melakukan pengecekkan untuk pemahaman dan memberikan umpan


balik, bila tugas dikerjakan di kelas. Umpan balik diberikan pada pertemuan
berikutnya bila tugas dikerjakan di rumah

j. Mengkomunikasikan/Menyimpulkan
3) Guru merangkum materi pembelajaran bersama dengan siswa
No. Kegiatan
4) Guru melakukan penilaian ataupun evaluasi untuk mengetahui sejauh mana
siswa menguasai materi yang telah dipelajari

3. Penutup (15 menit)


i. Kesimpulan
Guru bersama peserta didik mencoba untuk membuat kesimpulan tentang
Manfaat dan cara mengelola kompetensi personalyang telah dipelajari
j. Refleksi
Guru menanyakan pendapat peserta didik tentang proses belajar yang dilakukan
(merefleksi kegiatan)
k. Peserta didik diberi tugas untuk mencari dan mempelajari materi berikutnya di
rumah.
l. Menutup pembelajaran dengan salam dan berdoa.

Pertemuan 3
No. Kegiatan
1. Pembukaan (15 menit)
p. Guru mempersiapkan kelas agar lebih kondusif dan menyenangkanuntuk proses
belajar-mengajar; kerapian dan kebersihan ruang kelas,presensi (kehadiran,
agenda kegiatan), menyiapkan media dan alat sertabuku yang diperlukan.
q. Guru melakukan tanya jawab sederhana berkaitan dengan materi yang akan
dipelajari dan materi yang berkaitan dengan presentasi diri, pelatihan, dan
pengembangan karir
r. Guru melakukan apersepsi tentang presentasi diri, pelatihan, dan pengembangan
karir
s. Guru menyampaikan kompetensi dasar, tujuan dan manfaat mempelajari materi
presentasi diri, pelatihan, dan pengembangan karir
t. Guru menyampaikan garis besar materi presentasi diri, pelatihan, dan
pengembangan karir dan menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan peserta didik
untuk menyelesaikan permasalahan atau tugas tentang presentasi diri, pelatihan,
dan pengembangan karir
2. Kegiatan Inti (60 menit)
f. Mengamati
3) Guru menyampaikan kompetensi yang harus dikuasai siswa, langkah-langkah
kegiatan pembelajaran, apersepsi mengarahkan perhatian siswa.
4) Siswa memperhatikan dan mendengarkan informasi guru
g. Menanya
3) Guru menyampaikan materi dengan ceramah dan tanya jawab, kemudian
dilanjutkan dengan demonstrasi atau cara lainnya untuk memperjelas materi
yang disajikan
4) Guru menyampaikan materi dengan ceramah dan tanya jawab
h. Mengumpulkan data/informasi/Mengeksplorasi
Guru memberikan bahan latihan soal (soal-soal latihan), latihan soal ada yang
No. Kegiatan
dilakukan secara individu dan ada pula secara berkelompok.
i. Asosiasi/menalar/Mencoba
5) Siswa mengerjakan latihan sedangkan guru memonitor latihan siswa,
memberikan umpan balik, mengajarkan kembali bila diperlukan dan
melanjutkan latihan terbimbing, hingga siswa dianggap menguasai materi
6) Guru kembali memberikan tugas atau latihan yang harus dikerjakan siswa
secara mandiri

7) Siswa mencatat tugas atau latihan, tugas atau latihan dapat dikerjakan di kelas
atau di rumah tanpa bantuan guru

8) Guru melakukan pengecekkan untuk pemahaman dan memberikan umpan


balik, bila tugas dikerjakan di kelas. Umpan balik diberikan pada pertemuan
berikutnya bila tugas dikerjakan di rumah

j. Mengkomunikasikan/Menyimpulkan
3) Guru merangkum materi pembelajaran bersama dengan siswa
4) Guru melakukan penilaian ataupun evaluasi untuk mengetahui sejauh mana
siswa menguasai materi yang telah dipelajari
3. Penutup (15 menit)
i. Kesimpulan
Guru bersama peserta didik mencoba untuk membuat kesimpulan tentang
presentasi diri, pelatihan, dan pengembangan kariryang telah dipelajari
j. Refleksi
Guru menanyakan pendapat peserta didik tentang proses belajar yang dilakukan
(merefleksi kegiatan)
k. Peserta didik diberi tugas untuk mencari dan mempelajari materi berikutnya di
rumah.
l. Menutup pembelajaran dengan salam dan berdoa.

Pertemuan 4
No. Kegiatan
1. Pembukaan (5 menit)
j. Guru melakukan apersepsi sebelum memulai kegiatan evaluasi pembelajaran
k. Guru meminta siswa untuk mempersiapkan diri sebelum mengerjakan soal
evaluasi secara mandiri
l. Guru membagikan soal dan lembar jawab kepada siswa
2. Kegiatan Inti (75 menit)
 Siswa mengerjakan soal evaluasi secara mandiri terkait dengan materi yang sudah
dijelaskan pada pertemuan sebelumnya

3. Penutup (10 menit)


g. Guru menginstrusikan kepada siswa bahwa waktu untuk mengerjakan soal sudah
habis, dan siswa segera mengumpulkan lembar kerja
h. Guru memberikan tugas kepada siswa untuk mencari dan mempelajari materi yang
No. Kegiatan
akan dipelajari pada pertemuan selanjutnya.

FF. Penilaian (instrument terlampir)


13. Pengetahuan
j. Teknik Penilaian : Tes tertulis
k. Bentuk instrument : Soal tes tertulis
l. Kisi-kisi
No. Indikator Butir Instrumen
1. Menjelaskan pengertian kompetensi 1
2. Menjelaskan karakteristik kompetensi 2
3. Menjelaskan manfaat kompetensi 3
4 Menjelaskan jenis kompetensi 4
5 Menjelaskan cara mengelola kompetensi
5
personal

14. Ketrampilan
j. Teknik Penilaian : Penilaian Unjuk kerja dengan melakukan diskusi
k. Bentuk instrument : Soal Praktek
l. Kisi-kisi
No. Indikator Butir Instrumen
1. Menjelaskan tentang presentasi diri 1
2 Menjelaskan tentang pengembangan karir 2
Instrumen: lihat Lampiran 2

15. Sikap (Spritual)


j. Teknik : Observasi
k. Bentuk Instrumen : Check List
l. Kisi-kisi:
No. Aspek Pengamatan Butir Instrumen
1. Berdoa sebelum dan sesudah melakukan sesuatu 1
2. Mengucapkan rasa syukur atas karunia tuhan 2
3. Memberi salam sebelum dan sesudah menyampaikan 3
pendapat/presentasi
4. Mengungkapkan kekaguman secara lisan maupun 4
tulisan terhadap Tuhan saat melihat kebesaran Tuhan
Instrumen: lihat Lampiran 3
16. Sikap (Sosial)
j. Teknik : Observasi
k. Bentuk Instrumen : Check List
l. Kisi-kisi:
No. Aspek Pengamatan Butir Instrumen
1. Motivasi 1
No. Aspek Pengamatan Butir Instrumen
2. Rasa Ingin Tahu 2
3. Tanggung Jawab 3
4. Jujur 4
5, Peduli 5
6 Santun 6
7 Percaya Diri 7
8 Disiplin 8

Mengetahui : Padang, Mei 2019


Kepala SMK Perbankan Padang Guru Mata Pelajaran

Meita Prima Muis, SE Indah Kumala Sari, M.Pd.E


SOAL EVALUASI (75 MENIT)

Lampiran 1

Soal Pengetahuan (30 MENIT )

1. Jelaskan pengertian kompetensi!


2. Jelaskan karakteristik kompetensi!
3. Jelaskan manfaat kompetensi!
4. Jelaskan jenis kompetensi!
5. Jelaskan cara mengelola kompetensi personal!

Kunci Jawaban

7. Menurut Kamus Besar bahasa Indonesia pengertian kompetensi adalah kemampuan atau
kecakapan, sedangkan berdasarkan surat Keputusan Mendiknas nomor 045/U/2002, kompetensi
adalah seperangkat tindakan cerdas, penuh tanggung jawab yang dimiliki seseorang sebagai
syarat untuk dianggap mampu oleh masyarakat dalam melaksanakan tugas-tugas sesuai dengan
pekerjaan tertentu. Dengan demikian kompetensi berkaitan dengan karakteristik yang mendasari
kemampuan seseorang dalam bekerja.

8. Karakteristik kompetensi

Menurut Spencer and Spencer (1993 : 10) kompetensi terdiri dari 5 (Lima) Karakteristik yaitu :

1. Motives

Adalah sesuatu dimana sesorang secara konsisten berfikir sehingga ia melakukan tindakan.
Spencer (1993) menambahkan bahwa motives adalah “drive, direct and select behavior toward
certain actions or goals and away from others “. Misalnya seseorang yang memiliki motivasi
berprestasi secara konsisten mengembangkan tujuan – tujuan yang memberi suatu tantangan
pada dirinya sendiri dan bertanggung jawab penuh untuk mencapai tujuan tersebut serta
mengharapkan semacam “ feedback “ untuk memperbaiki dirinya.

2. Traits

Adalah watak yang membuat orang untuk berperilaku atau bagaimana seseorang merespon

sesuatu dengan cara tertentu. Sebagai contoh seperti percaya diri, kontrol diri, ketabahan atau
daya tahan.

3. Self Concept

Adalah sikap dan nilai – nilai yang dimiliki seseorang. Sikap dan nilai diukur melalui tes kepada
responden untuk mengetahui nilai yang dimiliki seseorang dan apa yang menarik bagi seseorang
untuk melakukan sesuatu.

4. Knowledge

Adalah informasi yang dimiliki seseorang untuk bidang tertentu. Pengetahuan merupakan
kompetensi yang kompleks. Tes pengetahuan mengukur kemampuan peserta untuk memilih
jawaban yang paling benar tetapi tidak bias melihat apakah sesorang dapat melakukan pekerjaan
berdasarkan pengetahuan yang dimilikinya.

5. Skills

Adalah kemampuan untuk melaksanakan suatu tugas tertentu baik secara fisik maupun mental.
Dengan mengetahui tingkat kompetensi maka perencanaan sumber daya manusia akan lebih baik
hasilnya.

3. Manfaat kompetensi
Kompetensi pegawai sangat diperlukan setiap organisasi terutama untuk meningkatkan kinerja.
Menurut Prihadi (2004:57) manfaat kompetensi adalah:
1). Prediktor kesuksesan kerja. Model kompetensi yang akurat akan dapat menentukan dengan
tepat pengetahuan serta ketrampilan apa saja yang dibutuhkan untuk berhasil dalam suatu
pekerjaan. Apabila seseorang pemegang posisi mampu memiliki kompetensi yang
dipersyaratkan pada posisinya maka ia dapat diprediksikan akan sukses.
2). Merekrut karyawan yang andal. Apabila telah berhasil ditentukan kompetensi- kopentensi apa
saja yang diperlukan suatu posisi tertentu, maka dengan mudah dapat dijadikan kriteria dasar
dalam rekrutmen karyawan baru
3). Dasar penilaian dan pengembangan karyawan.Indentifikasi kompetensi pekerjaan yang akurat
juga dapat dipakai sebagai tolak ukur kemampuan seseorang. Dengan demikian, berdasarkan
sistem kompetensi ini dapat diketahui apakah seseorang telah bagaimana mengembangkannya,
dengan pelatihan dan pembinaan atau perlu dimutasikan kebagian lain.
4. Jenis kompetensi
a. Kompetensi utama adalah sebuah kompetensi yang didefinisikan sebagai kemampuan internal
yang sangat penting bagi keberhasilan bisnis.Kompetensi ini adalah kompetensi yang
diharapkan dimiliki semua individu dalam organisasi.Kompetensi ini mendefinisikan tentang
nilai-nilai organisasi yang paling dipahami oleh kebanyakan orang
b. Threshold competencies adalah karakteristik setiap pemegang pekerjaan sehingga dapat
melakukan pekerjaan secara efektif.Tetapi tidak dapat digunakan untuk membedakan seorang
yang berkinerja tinggi, rata-rata dan atau rendah.Contoh, penjual yang baik harus memiliki
pengetahuan yang memadai tentang produk yang mereka jual, tetapi pengetahuan ini tidak
selalu cukup untuk memastikan performa penjualan mereka
c. Differentiating Competencies adalah karakteristik yang membedakan individu berkinerja
superior dengan yang rata.Differentiating Competencies tidak ditemukan dalam individu yang
berkinerja rata-rata. Misalnya individu yang bekerja di bidang desain memiliki differentiating
competencies dalam mendesain yang membuatnya lebih unggul dari orang lain.
5. Cara mengelola kompetensi personal
Mengelola kompetensi personal berarti kepandaian seseorang untuk mengelola kemampuan dan
kecakapan yang dimilikinya dengan prestasi kerja serta sikap yang baik sehingga dapat
memuaskan pemberi kerja sesuai dengan tujuan perusahaan. Mengelola kompetensi personal
dapat dilakukan dengan cara menjaga kepribadian dan presentasi diri, menambah kemampuan
dengan pelatihan/pendidikan serta pengembangan karier.

Penskoran

Jawaban benar nilai 20


Lampiran 2

Soal Praktek ( Keterampilan) (45 MENIT)

Latihan terbimbing bersama kelompok, tentang hal-hal berikut ini:

7. Presentasi diri

8. Pengembangan karir

No 1 jika benar 50

No 2 Jika benar 50

Lampiran 3 (penilaian sikap spritual)

Aspek Yang Diamati


NO Nama Siswa Berdoa sblm Mengucap
Bersyukur Beribadah Dg baik
aktivitas Salam

Disi dengan skor 1 – 4

1 Kurang 2 Cukup 3 Baik 4 Sangat Baik

Lampiran 4 (penilaian sikap sosial)

SIKAP
NO NAMA SISWA Rasa
Tanggung Kerja Percaya
Motivasi ingin Jujur Peduli Santun Disiplin
jawab sama diri
tahu

Disi dengan skor 1 – 4

1 Kurang 2 Cukup 3 Baik 4 Sangat Baik