Anda di halaman 1dari 8

BAB V

HASIL PENELITIAN

5.1 Hasil Penelitian

Pada bab ini diuraikan hasil penelitian mengenai pengaruh pengetahuan


terhadap kepatuhan penggunaan obat amlodipine pada pasien hipertensi (Studi di
RSUD Hanau Kalimantan Tengah). Dari hasil pengumpulan data yang dilakukan
sejak Juli hingga Agustus 2017 diperoleh sebanyak 37 pasien, semua pasien
memenuhi persyaratan kriteria inklusi.

5.2 Uji Validitas dan reliabilitas

Dilakukan uji validitas dan reliabilitas terhadap kuisoner yang digunakan


sebagai data primer pada penelitian ini.

5.2.1 Uji Validitas

Uji validitas dapat menggunakan Pearson Correlation / Corrected-Item


Total Correlation. Jumlah responden yang digunakan yaitu sebanyak 30
responden. Besarnya nilai kritis r tabel dengan n=30 dan tingkat kesalahan (α)
sebesar 5% yaitu 0,361. Berikut adalah hasil uji dari kuisoner yang diberikan
kepada responden yang dapat di lihat pada Tabel V.1.

Tabel V.1 Hasil Uji Validitas Untuk Pertanyaan Tingkat Pengetahuan

Item Rhitung rtabel Jumlah


1 0,446 0,361 valid
2 0,624 0,361 valid
3 0,470 0,361 valid
4 0,494 0,361 valid
5 0.506 0,361 valid
6 0,440 0,361 valid
7 0,464 0,361 valid
8 0,398 0,361 valid
9 0,402 0,361 valid

42
43

Tabel V.2 Hasil Uji Validitas Untuk Pertanyaan Tingkat Kepatuhan

Item Rhitung rtabel Jumlah


1 0,466 0,361 valid
2 0,521 0,361 valid
3 0,467 0,361 valid
4 0,463 0,361 valid
5 0.434 0,361 valid
6 0,478 0,361 valid
7 0,467 0,361 valid
8 0,453 0,361 valid
9 0,704 0,361 valid

Tabel V.1 dan V.2 merupakan uji validitas instrumen pada variabel
pengetahuan dan kepatuhan penggunaan obat amlodipine. setiap nilai r hitung dari
pertanyaan dibandingkan dengan nilai r tabel sebesar 0,361, dari 18 pertanyaan
dikatakan valid karena nilai r hitung untuk seluruh item pertanyaan lebih besar
dari r tabel (r hitung > r tabel), maka dinyatakan bahwa item pertanyaan tersebut
valid dan dapat digunakan pada penelitian.

5.2.2 Uji Reliabilitas

Uji reliabilitas instrumen merupakan uji yang digunakan untuk


menunjukkan sejauh mana item pertanyaan yang digunakan dapat di percaya dan
dapat diandalkan untuk digunakan sebagai alat ukur selama penelitian.

Hasil reliabilitas uji instrumen dalam penelitian ini secara singkat


disajikan pada tabel V.3

Tabel V.3 Hasil Uji Reliabilitas Instrumen penelitian

Variabel pertanyaan Cronbach’s Alpha Keterangan


Pengetahuan 0,652 Reliabel
Kepatuhan 0,611 Reliabel

Tabel V.4 merupakan uji reliabilitas instrumen pada variabel


pengetahuan dan kepatuhan penggunaan obat amlodipine dengan menggunakan
Cronbach’s Alpha. Dari hasil uji reabilitas, maka dapat dinyatakan bahwa variabel
pertanyaan tersebut adalah reliabel dan dapat digunakan pada penelitian.
44

5.3 Data demografi


Karakteristik umum responden yang diamati pada penelitian ini antara lain
usia, jenis kelamin, terakhir melakukan pengobatan, dan nama merk obat yang
digunakan.
5.3.1 Karakteristik Responden Berdasarkan Usia
Karateristik responden berdasarkan usia dapat dilihat pada Tabel V.4
Tabel V.4 Distribusi Frekuensi Karakteristik Responden berdasarkan Usia

Usia (tahun) Frekuensi (orang) Prosentase (%)


20-40 th 8 22
41-60 th 24 65
61-80 th 5 13
37 100

Berdasarkan tabel V.5 menunjukkan hasil bahwa diketahui terdapat 8


responden berusia antara 20 tahun hingga 40 tahun, 24 responden berusia antara
41 tahun hingga 60 tahun, dan 5 responden berusia antara 61 tahun hingga 80
tahun. sehingga dapat dinyatakan bahwa mayoritas responden berusia 41 tahun
hingga 60 tahun.

5.3.2 Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin

Karateristik responden berdasarkan Jenis Kelamin dapat dilihat pada Tabel


V.5
Tabel V.5 Distribusi Frekuensi Karakteristik Responden berdasarkan Jenis
kelamin

Jenis kelamin (gender) Frekuensi (orang) Prosentase (%)


Laki-laki 16 43
Perempuan 21 57
Total 37 100

Berdasarkan tabel V.5 diketahui bahwa sebanyak 16 responden berjenis


kelamin laki-laki dan 21 responden berjenis kelamin perempuan. Sehingga dapat
disimpulkan mayoritas responden adalah perempuan.
45

5.3.3 Karakteristik Responden Berdasarkan merk Obat Yang Digunakan

Karateristik responden berdasarkan Obat Yang Digunakan dapat dilihat


pada Tabel V.6
Tabel V.6 Distribusi Frekuensi Karakteristik Responden berdasarkan merk obat
yang digunakan

Nama Obat Frekuensi (orang) Prosentase (%)


Amlodipine 35 95
Actapin 2 5
Total 37 100

Berdasarkan Tabel V.6 menunjukkan bahwa responden di berikan resep


obat amlodipine dengan merk obat amlodipine sebanyak 35 responden, dan
actapin sebanyak 2 responden.

5.4 Hasil Analisis Data Penilaian

5.4.1 Interpretasi PengetahuanPenggunaan Obat

Dari hasil penilaian pada 9 pertanyaan variabel pengetahuan responden


tentang gejala penyakit, indikasi obat amlodipine, dosis obat amlodipine, efek
smaping obat. Jumlah setiap responden diolah sehingga mendapatkan nilai skor T.
Data interpretasi hasil pengetahuan dapat dilihat pada Tabel V.7

Tabel V.7 Distribusi Frekuensi Nilai T skor Responden pada Pengetahuan


pengunaan obat amlodipine

Nilai Skor T Jumlah Responden


21-29 3
30-39 3
40-49 8
50-59 20
60-69 2
70-79 1
Total 37

Berdasarkan Tabel V.7 Responden yang mendapatkan nilai skor T


rentang 21-29 sebanyak 3 orang, rentang 30-39 sebanyak 3 orang, rentang 40-49
46

sebanyak 8 orang, rentang 50-59 sebanyak 20 orang, rentang 60-69 sebanyak 2


orang, dan rentang 70-79 sebanyak 1 orang. Responden lebih banyak mendapat
nilai skor T antara rentang 50-59.

5.4.1 Kategori Berdasarkan Pengetahuan Penggunaan Obat


Hasil penilaian pengetahuan pengunaan obat amlodipine dengan nilai T
skor dikategorikan menjadi dua yaitu baik dan tidak kurang baik. Responden
dinyatakan berpengetahuan baik apabila memiliki nilai T skor > 50 dan kurang
baik dengan nilai T skor < 50. Hal ini dapat dilihat pada Tabel V.8

Tabel V.8 Distribusi Frekuensi Kategori Berdasarkan Pengetahuan Responden

Kriteria Frekuensi (orang) Prosentase (%)


Baik 23 62
Kurang Baik 14 38
Total 20 100

Berdasarkan Tabel V.8 dari 37 responden yang menjadi sampel dalam


penelitian didapatkan yang memiliki pengetahuan baik sebanyak 23 orang dan
yang memiliki pengetahuan kurang baik sebanyak 14 orang. Berdasarkan Tabel di
atas maka dapat di nyatakan bahwa responden lebih banyak berpengetahuan baik
dalam penggunaan obat Amlodipine.
5.5 Interprestasi Hasil Analisis Kepatuhan Penggunaan Obat Amlodipine

Data hasil penilaian pada 9 pertanyaan variabel penggunaan obat


amlodipine dinilai dengan kriteria skor sangat sering: 4, sering: 3, jarang: 2, dan
tidak pernah: 1. Jumlah nilai setiap responden diolah sehingga mendapatkan nilai
skor T. Data mengenai interpretasi hasil analisis berdasarkan kuisoner Kepatuhan
penggunaan obat amlodipine dapat di lihat pada Tabel V.9
47

Tabel V.9 Distribusi Frekuensi Nilai T skor Responden pada kepatuhan


pengunaan obat amlodipine

Nilai Skor T Frekuensi (orang)


30-39 5
40-49 13
50-59 13
60-69 2
70-79 4
Total 37

Berdasarkan Tabel V.9 Responden yang mendapatkan nilai T skor rentang


30-39 sebanyak 5 orang, rentang 40-49 sebanyak 13 orang, rentang 50-59
sebanyak

13 orang, rentang 60-69 sebanyak 2 orang dan rentang 70-79 sebanyak 4 orang.
Responden lebih banyak mendapatkan nilai skor T antara rentang 50-59.

5.5.1 Kategori Berdasarkan Kepatuhaan Pengunaan Obat Amlodipine

Hasil penilaian kepatuhan pengunaan obat amlodipine responden dengan


nilai T skor dikategorikan menjadi dua yaitu Patuh dan tidak patuh. Responden
dinyatakan patuh apabila memiliki nilai T skor > 50 dan tidak patuh dengan nilai
T skor < 50. Hal ini dapat dilihat pada Tabel V.10.

Tabel V.10 Dsitribusi Frekuensi kategori responden berdasarkan kepatuhan


pengunaan obat amlodipine

Kriteria Frekuensi (orang) Prosentase (%)


Patuh 19 76
Tidak Patuh 18 24
Total 20 100

Berdasarkan Tabel V.10 menunjukkan bahwa sebanyak 19 orang


tergolong patuh dalam menggunakan obat amlodipine, sedangkan 18 orang
lainnya tergolong tidak patuh dalam menggunakan obat amlodipine. Berdasarkan
Tabel tersebut bahwa responden yang menggunakan obat amlodipine lebih
banyak tergolong patuh.
48

5.6 Tabulasi Silang (Crosstabs) Dan Uji Chi Square

5.6.1 Hasil Crostabulation

Pada penelitian ini didapatkan hasil Crostabulation yang menguji


hubungan antara pengetahuan dengan kepatuhan pasien berdasarkan kuisioner.

Tabel V.11 Pengujian Hubungan Pengetahuan terhadap Kepatuhan Penggunaan


Obat Amlodipine
Pengetahuan kepatuhan Total
patuh Tidak
patuh
Pengetahuan Baik Jumlah 17 6 23
% Of Total 46% 16% 62%
Kurang Baik Jumlah 3 11 14
% Of Total 8% 30% 38%
Total Jumlah 20 17 37
% Of Total 54% 46% 100%

Dari tabel V.11 Menunjukkan hasil Tabel silang (crosstabs) di atas bahwa
dari 23 responden dengan pengetahuan baik, ada sebanyak 6 responden yang
tergolong tidak patuh dalam pengunaan obat amlodipine, sedangkan 17 responden
lainnya tergolong patuh dalam pengunaan obat amlodipine. Adapun dari 37
responden dengan pengetahuan kurang baik, ada sebanyak 17 responden yang
tergolong tidak patuh dalam penggunaan obat amlodipine, sedangkan 20
responden lainnya tergolong patuh dalam pengunaan obat amlodipine. sehingga
dapat dikatakan bahwa terdapat pengaruh dimana semakin baik pengetahuan
seorang responden pada pengunaan obat amlodipine maka ia akan lebih patuh
dalam menggunakan obat amlodipine, dibandingkan dengan responden yang
pengetahuannya kurang baik.

5.6.2 Uji Chi Square

Uji Chi-Square digunakan untuk menguji adanya pengaruh tingkat


pengetahuan terhadap kepatuhan penggunaan obat amlodipine pada pasien
hipertensi, dalam hal ini maka digunakan uji Chi-Square. Hal ini dapat dilihat
pada Tabel V.12
49

Tabel V.12 Pengujian pengaruh tingkat pengetahuan terhadap kepatuhan


penggunaan obat amlodipine Berdasarkan Hasil Kuisioner

P value (x2) Signifikansi α Keputusan


9.653 0,002 0,05 Bermakna

Berdasarkan hasil pengujian pada Tabel V.12 menunjukkan nilai Chi-


Square untuk mengetahui adanya pengaruh pengetahuan terhadap kepatuhan
penggunaan obat amlodipine pada pasien hipertensi di RSUD Hanau Kalimantan
Tengah. Jika syarat uji Chi- Square tidak terpenuhi, maka digunakan uji Fisher’s
Exact oleh karena tabel silang yang terbentuk adalah untuk table 2x2 dan
penggabungan sel sebagai langkah alternatif untuk mengetahui adanya pengaruh
yang signifikan antara pengetahuan dengan kepatuhan pengunaan obat
amlodipine. Dengan menggunakan Uji Fisher Excact didapatkan hasil yaitu
sebesar 9.653 dengan df=1, nilai signifikansi (p) sebesar 0.002 yang lebih kecil
dari alpha 0.05. Sehingga Ho ditolak dan dapat disimpulkan bahwa terdapat
pengaruh yang signifikan (bermakna) antara pengetahuan terhadap kepatuhan
pengunaan obat amlodipine pada pasien hipertensi di RSUD Hanau Kalimantan
Tengah.