Anda di halaman 1dari 3

A.

Tujuan Percobaan
Ø Membuktikan bahwa mahluk hidup berasal dari mahluk hidup.
Ø Mengetahui asal usul kehidupan

B. Landasan Teori
Ada beberapa teori yang mengungkapkan tentang asal usul kehidupan dibumi. Diantaranya :
1. Teori penciptaan
Menurut teori ini bahwa kehidupan yang ada di bumi diciptakan oleh tuhan. Bumi yang diciptakan
tuhan pada masa lampau sampai sekarang mempunyai ciri yang sana. Teori ini mendapat dukungan
dan di akui kebenarannya oleh kalangan agama dan masyarakat pada waktu itu.
2. Teori Abiogenesis
Menurut teori ini bahwa mahluk hidup berasal dari benda mati secara spontan. Teori ini antara
lain percaya bahwa belatung berasal dari daging busuk. Ilmuan yang mendukung teori ini Aristoteles,
Anaxinander, dan Jan Baptista van helmont.
3. Teori Biogenesis
Teori ini menyatakan bahwa segala kehidupan berasal dari kehidupan sebelumnya. Teori
Biogenesis muncul sebagai sanggahan terhadap teori Abiogenesis. Dalam teori Biogenesis
menyatakan bahwa tidak benar bahwa belatung berasal dari daging busuk. Belatung berasal dari telur
lalat.Beberapa ilmuan yang mendukung Teori Biogenesis adalah Francisco Redi, Lazzaro Spallanzani,
dan Lollis Pastur.
Pada tahun 1626- 1688 fransisco redi seorang ahli biologi dan dokter berkebangsaan itali
melakukan pengamatan lebih teliti terhadap masalah asal kehidupan. Redi melakukan pengamatan
(eksperimen) bahwa cacing – cacing kecil yang berwarna keputihan yang ada pada daging yang sudah
membusuk sebenarnya adalah larva lalat dan bukan mahluk hidup yang timbul secara spontan dari
daging yang membusuk.

C. Rumusan masalah
1. Jelaskan maksud hipotesis Oparin !
2. Apa perbedaan teori evolusi darwin dengan J.B de Lamarck
3. Apa itu mutasi ?

D. Pembahasan

Hipotesis Oparin
Meaksudnya, Molekul sederhana berubah menjadi molekul kompleks yang nantinya menjadi
komponen penting organisme.

 Perbedaan teori evolusi darwin dan de Lamarck


Salah satu contoh evolusi yang terkenal adalah mengenai evolusi panjang leher zarafah. Baik
Darwin maupun Lamarck, keduanya menjelaskan bahwa panjang leher zarafah merupakan hasil
dari evolusi. Lamarck menjelaskan bahwa panjang leher zarafah terjadi karena aktivitas nenek
moyang zarafah. Menurut Lamarck, dahulu leher zarafah tidak panjang. Akan tetapi, karena
makanannya dedaunan pada pohon yang tinggi, zarafah menggapai-gapai hingga lehernya
menjadi panjang. Sifat leher yang panjang ini, kemudian diwariskan kepada keturunannya
sehingga akhirnya semua zarafah memiliki leher yang panjang.

Berbeda dengan Lamarck, Darwin menjelaskan bahwa panjang leher zarafah berbeda-beda karena
adanya variasi dalam populasi zarafah. Pada populasi zarafah, terdapat sebagian zarafah yang
berleher lebih panjang daripada lainnya. Ketika makanan zarafah tinggi, zarafah dengan leher
pendek tidak dapat bertahan dan mati. Hal tersebut menyisakan zarafah dengan leher panjang
yang dapat bertahan hidup. Perhatikan kembali Gambar diatas. Selama beberapa generasi terjadi
seleksi yang sama. Akibatnya, zarafah yang berleher panjang akan tetap bertahan hidup dan
menghasilkan keturunan zarafah yang berleher panjang, seperti yang Anda lihat kini.

Perbedaan penting antara teori Lamarck dan Darwin terjadi pada penjelasan variasi dalam
populasi. Pada penjelasan Lamarck, variasi terjadi sebagai hasil dari perubahan lingkungan.
Ketika makanan semakin tinggi, leher zarafah berevolusi semakin panjang. Menurut Darwin,
variasi terbentuk dengan sendirinya, bukan sebagai respons terhadap kondisi lingkungan. Seperti
yang telah Anda pelajari pada bab sebelumnya, gen tidak bermutasi sebagai respons terhadap
lingkungan dan bagi yang membutuhkannya. Percobaan-percobaan pada genetika modern
mendukung teori Darwin dan tidak ada satupun penjelasan yang mendukung penjelasan Lamarck.
 Mutasi Gen
Mutasi Gen adalah perubahan yang terjadi pada gen baik DNA maupun RNA. Mutasi Gen hanya
menyebabkan perubahan sifat individu tanpa adanya perubahan jumlah dan susunan kromosomnya
seperti yang terjadi pada mutasi kromosom. Mutasi gen disebut juga mutasi kecil atau mutasi titik.
Namun begitu tetap saja mutasi pada gen dapat mengarah pada munculnya alel baru dan menjadi
dasar munculnya variasi-variasi baru pada spesies. Sehingga jika mutasi gen terjadi secara terus
menerus dan berkesinambungan, besar kemungkinan suatu saat akan meuncul jenis species baru yang
sangat berbeda dengan indukannya. Individu yang mengalami mutasi gen disebut mutan. Mutasi
biasanya terjadi akibat adanya zat-zat penyebab mutasi. Zat-zat penyebab mutasi antara lain adalah:
Penyebab Mutasi
 Radiasi Matahari
 Radiasi radioaktif
 Radiasi sinar X, ultraviolet, infra merah
 Loncata energi listrik
 Bahan-bahan karsinogen
 Terdedah pada senyawa kimia baik yang yang terhirup, termakan, dll
Mutasi dialam secara semula jadi sangat sulit terjadi. Dan kalaupun terjadi pasti pada kadar yang
sangat rendah sekali yaitu 1:100.000 per individu. Namun semakin tingginya teknologi dan
kemodernan zaman yang banyak menghasilakan senyawa-senyawa buangan dalam bentuk polutan,
maka mutasi gen pada dasar warsa ini semakin meningkat. Salah satu bukti semakin meningkatnya
mutasi gen adalah banyaknya orang yang terserang penyakit kanker ataupun tumor.
E. Kesimpulan

- berdasarkan hipotesis oparin, komponen penting berasal dari molekul sederhana

-perbedaan teori darwin dan lamarck terletak pada asal teori panjang leher zerapah

- Mutasi Gen adalah perubahan yang terjadi pada gen baik DNA maupun RNA.